Anda di halaman 1dari 2

PENDAHULUAN Pemenggalan dilakukan sekaligus tanpa membentuk Bila cabang primer paling atas telah cukup kuat, tumbuhkan

Perkembangan areal komiditi kopi di daerah Bali pada tahun 2010 bayonet. Tinggi pemenggalan 1,80 m untuk kopi Robusta dan wiwilan sebagai batang susulan (bayonet pertama).
mencapa 33.062 ha. yang sebagian besar merupakan perkebunan 1,5-1,80 m untuk kopi Arabika. Semua wiwilan yang tumbuh Pemenggalan kedua dilakukan setelah pohon mencapai
rakyat. Telah banyak dicapai kemajuan-kemajuan, namun demikian setelah pemenggalan dibuang. tinggi 140 cm. Setelah 1-2 tahun kemudian tumbuhkan
permasalahan yang dihadapi masih cukup banyak dan wiwilan sebagai batang susulan (bayonet ke dua).
kompleks.Salah satu permasalahan yang dimaksud adalah Pemenggalan ketiga pada ketinggian 180 cm dari permukaan
pemangkasan kopi. Di dalam teknis budidaya kopi Pemangkasan tanah.
Tabel. Tinggi Pemenggalan pada Berbagai Pertumbuhan Kopi
merupakan tindakan yang tidak boleh diabaikan, kesalahan dalam
Pemangkasan Tanpa Dengan 1 Dengan 2
pelaksanaannya menyebabkan menurunnya produksi
membentuk bayonet bayonet
bayonet (cm) (cm) (cm)
I 180 120 100
TUJUAN
II - 180 140
Pemangkasan kopi diarahkan untuk: III - - 180
Ÿ Mempertahankan tanaman kopi tetap rendah, sehingga Pertumbuhan Kuat Agak kuat Tidak Kuat
memudahkan pemanenan Setelah dilakukan pemenggalan, wiwilan akan banyak
Ÿ Memperoleh cabang-cabang buah yang baru secara terus
tumbuh, dan wiwilan ini harus selalu dibuang saat sekecil
menerus dalam jumlah yang optimal
Ÿ Mempermudah pemasukan cahaya ke dalam tubuh tanaman mungkin. Khusus untuk pemenggalan bertingkat (bentuk
guna merangsang pembentukan bunga bayonet) wiwilan yang tumbuh paling atas dipelihara untuk
Ÿ Memperlancar peredaran udara guna mengintensifkan dijadikan batang susulan
penyerbukan bunga Gambar. Tanaman Kopi Siap Pangkas Bentuk B. Pemangkasan cabang Primer (penyunatan cabang primer).
Ÿ Membuang cabang-cabang tua yang tidak produktif agar zat Pemenggalan bertingkat (membentuk satu bayonet/satu - Pangkas cabang primer pada ketinggian 60-80 cm dari
hara disalurkan bagi cabang-cabang muda yang lebih produktif batang susulan) permukaan tanah
Ÿ Membuang cabang-cabang yang terserang hama/penyakit agar Dilaksanakan terhadap tanaman yang pertumbuhannya - Tempat pemangkasan tepat pada ruas ketiga dari pangkal
tidak menjadi sumber infeksi kurang kuat, sehingga pemenggalan perlu dilakukan untuk cabang
Pemangkasan Berbatang Tunggal membentuk batang susulan. Pemenggalan batang diulang - Pemangkasan ke dua pada ketinggian 120 cm
Tiga tahap pelaksanaan dalam pemangkasan berbatang tunggal, dua kali tergantung pada keadaan pohon. Mula-mula - Arah pemangkasan berlawanan dengan pemangkasan
yakni : dipenggal pada ketinggian 120 cm dari permukaan tanah. pertama dan ke dua
Semua wiwilan yang tumbuh dibuang agar cabang-cabang - Waktu pemangkasan cabang dilaksanakan sebelum
1. Pemangkasan Bentuk tumbuh kuat. Setelah 1-2 tahun dapat ditumbuhkan batang cabang berbunga.
Pemangkasan bentuk dilaksanakan pada tanaman kopi yang susulan yang kedua dengan memelihara wiwilan yang 2. Pemangkasan Produksi (Pemeliharaan)
masih muda dengan tujuan untuk membentuk kerangka terletak paling atas. Pemenggalan batang berikutnya (kedua) Sebagaimana diketahui, pada saat panen tanaman kopi
tanaman yang kuat dan seimbang. Pemangkasan ini meliputi dilakukan setelah batang susulan (bayonet) tumbuhnya banyak mengalami gangguan yang mengakibatkan
tindakan-tindakan sebagai berikut: cukup kuat dan dipenggal setinggi 1,80 m dari permukaan kerusakan pada cabang-cabang produktif dan bentuk
A. Pemenggalan batang tanah.
tanaman. Untuk membenahi kesemua ini maka segera
Pemenggalan satu kali Pemenggalan bertingkat dua (membentuk dua bayonet)
setelah panen dilakukan pemangkasan produksi.
Dilakukan pada awal musim hujan terhadap tanaman yang Dilakukan terhadap tanaman yang pertumbuhannya lemah,
sehat dan kuat pertumbuhannya. pemenggalan diulang sampai tiga kali (dua bayonet). Mula-
mula tanaman dipenggal pada ketinggian 1 meter dari
permukaan tanah. Semua wiwilan yang tumbuh dibuang.
pemangkasan produksi mempunyai beberapa tujuan: - Memangkas cabang-cabang tua yang kurang produktif, yang
-Mendorong pertumbuhan cabang-cabang reproduksi umumnya terdiri dari cabang-cabang yang telah berbuah lebih
sehingga terbentuk cabang yang kuat dan beruas banyak dari dua kali, dengan jumlah ruas yang produktif kurang dari
-Menentukan jumlah cabang reproduksi yang optimal lima ruas.
-Merupakan sarana untuk mengontrol produksi
-Menjaga agar cabang tidak meliar dan panjangnya dalam b.Pemangkasan Ringan
batas yang telah ditentukan sebelumnya Pemangkasan ringan dalam satu tahun dikerjakan beberapa
kali yang dilaksanakan setelah pemangkasan berat, meliputi
kegiatan sebagai berikut:
- Membuang semua wiwilan yang tumbuh, kecuali wiwilan
yang dikehendaki untuk memperbaiki mahkota tanaman.
- Pemotongan wiwilan dilakukan tepat pada tempat
tumbuhnya, jangan sampai meninggalkan ruas pendek
yang ada di bawahnya.
- Sebaiknya wiwilan dihilangkan memakai tangan.
- Wiwilan dibuang waktu masih kecil dengan tenggang waktu
2 minggu sekali pada musim hujan dan 4 minggu sekali pada
musim kemarau.

Gambar. Pemangkasan Pemeliharaan


Pemangkasan produksi meliputi:
a.Pemangkasan berat
- Membuang cabang-cabang yang sakit dan terserang bubuk,
untuk menghilangkan sumber-sumber infeksi
- Cabang -cabang buah yang diperlukan harus dipertahankan
yaitu cabang-cabang yang baru pertama dan kedua kalinya
berbunga/berbuah, terkecuali bila terlalu kurus sehingga tidak
dapat diharapkan buah yang besar dan banyak atau terserang
hama/penyakit Gambar. Pemangkasan Peremajaan
- Memangkas cabang-cabang adventif yang tidak berguna, yang 3. Pemangkasan Peremajaan (Rejuvenasi)
terdiri dari cabang-cabang cacing , balik dan cabang liar. Semua Dilakukan apabila produksi sudah terlalu rendah, tetapi keadaan
cabang-cabang tersebut harus dihilangkan karena tidak pohon- pohonnya masih cukup baik. Pemangkasan pada
produktif, bahkan akan menghabiskan energy dan merusak ketinggian batang 50 cm, kemudian dari wiwilan yang tumbuh
bentuk tanaman. Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Bali
dipelihara 1-2 wiwilan, selanjutnya dilaksanakan Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian
penyambungan. Kementerian Pertanian
Jl. Bypass Ngurah Rai, Pesanggaran, Denpasar Selatan
Denpasar, Bali 80222
Telp/ Fax : 0361 720498
email: bptp_bali@yahoo.co.id
website: www.bali.litbang.deptan.go.id