Anda di halaman 1dari 8

TITRASI ARGENTOMETRI

( VOLHARD )
Lutfi Ryan ( 05 )

 Tujuan :
- Dapat membuat larutan baku sekunder
- Dapat membuat larutan baku primer
- Dapat menstandarkan larutan baku sekunder
- Dapat menentukan kadar sampel yang mengandung Ag+ dengan larutan standar
NH4CNS

 Dasar Teori :

Titrasi pengendapan merupakan titrasi yang melibatkan reaksi pembentukan


kompleks (pengompleksan) ketimbang reaksi pengendapan (presipitasi), tetapi kiranya lebih
mudah mengelompokkan mereka disini sebagai reaksi reaksi yang melibatkan larutan perak
nitrat standar. Ada beberapa metode dalam titrasi yang melibatkan AgNO3 (argentometri) ini,
diantaranya adalah mohr, volhard, dan fajjans. Metode mohr digunakan untuk penetapan
garam halide seperti klorida dan bromida. Metode volhard digunakan untuk penetapan perak
dengan adanya asam nitrat bebas dengan larutan ammonium tiosianat sebagai larutan standar.
Volhard didasarkan atas pengendapan perak tiosianat dalam larutan asam nitrat dengan
menggunakan ion besi (III) untuk mengetahui adanya ion tiosianat yang berlebih.

Larutan baku primer yang digunakan adalah natrium klorida (NaCl), memakai NaCl
karena garam ini telah memenuhi standart untuk digunakan sebagai larutan baku primer
seperti tidak higroskopis dan akurat, selain itu garam ini mudah didapat dan harganya juga
murah.

Titrasi argentometri metode volhard menggunakan larutan baku sekunder ammonium


tiosianat dan ammonium tiosianat dapat dibakukan dengan larutan perak nitrat, karena larutan
perak nitrat belum memenuhi standart digunakan sebagai larutan baku primer, perak nitrat
harus dibakukan dulu dengan NaCl. Larutan perak nitrat yang telah dibakukan dengan NaCl
dapat digunakan untuk membakukan larutan baku sekunder ammonium tiosianat.

Larutan baku sekunder yang digunakan adalah ammonium tiosianat.


Larutan baku sekunder digunakan untuk menentukan kadar perak. Perak dapat ditetapkan
secara teliti dalam suasana asam dengan ammonium tiosianat Kelebihan tiosianat dapat
ditetapkna secara jelas dengan indicator besi(II) ammonium sulfat (FeNH4(SO4)2) yang akan
membentuk warna merah dari kompleks besi (III) tiosianat dalam lingkungan asam nitrat.
Titrasi ini harus dilakukan dalam suasana asam untuk menghambat pembentukan kompleks
tiosianat besi (III) (FeSCN)2, jika suasananya basa ion besi (III) akan diendapkan menjadi
Fe(OH)3 sehingga titik akhir titrasi tidak dapat ditunjukkan. pH larutan harus dibawah 3. +.
Asamnya memakai HNO3 karena tidak membentuk endapan dengan penambahan AgNO3,
jika asamnya HCl akan mengendap menjadi AgCl, bila asamnya H2SO4 juga akan mengendap
dengan dengan AgNO3 menjadi AgSO4

 Dasar reaksi titrasi argentometri metode volhard adalah reaksi pengendapan.


 Reaksi pembakuan AgNO3 oleh NaCl

AgNO3 + NaCl AgCl (putih) + NaNO3

Ag+ K2CrO4 Ag2(CrO4) (orange) + NO-3

 Reaksi pembakuan NH4CNS oleh AgNO3

NH4CNS + AgNO3 AgCNS + NH4NO3

CNS- + FeNH4(SO4)2 Fe(CNS)2+ (merah)

 Reaksi pembentukan kadar sampel

AgNO3>> + Br- AgBr + NO3-

AgNO3 sisa + NH4CNS AgCNS (putih) + NH4NO3

CNS- + FeNH4(SO4)2 Fe(CNS) (merah)

 Dasar perhitungan
- Pembakuan AgNO3

Grek baku primer = Grek baku sekunder

Grek NaCl = Grek AgNO3


- Pembakuan NH4CNS

Grek baku primer = Grek baku sekunder

Grek AgNO3 = Grek NH4CNS

- Kadar sampel :

Grek sampel = Grek baku sekunder

Grek AgNO3>> = Grek NH4CNS

 Alat dan Bahan

Alat :

1. Erlenmeyer
2. Statif
3. Tisu
4. Pipet tetes
5. Pipet volum
6. Bola hisap
7. Buret
8. Labu takar
9. Pengaduk
10. Beaker glass
11. Botol semprot

Bahan :

1. AgNO3
2.NaCl
3. NH4CNS
4. K2CrO4
5. FeNH4(SO4)2
 Prosedur Kerja
 Pembuatan AgNO3

Perhitungan massa AgNO3 0,01 N 250 mL


𝑁
- M = 𝑎𝑘𝑖𝑣𝑎𝑙𝑒𝑛
0,01𝑁
= 1
= 0,01 M
- Mol =MxV
= 0,01 M x 0,25 L

= 0,0025 mol

- Massa = mol x Mr
= 0,0025 mol x 169 g/mol

= 0,4225 g

o Timbang AgNO3 0, 4225 gram


o Larutkan pada labu takar 250 mL, tambahkan aquades, add-kan sampai tanda tara dan
kocok hingga tercampur.

 Pembuatan NaCl
Perhitungan massa NaCl 0,01 N 100 mL
𝑁 - Mol =MxV - Massa = mol X Mr
- M =
𝑒𝑘𝑖𝑣𝑎𝑙𝑒𝑛
0,01𝑁 = 0,01 M x = 0,01mol
= 1
0,1 L x 58,44 g/mol
=0,01 M
= 0,01 mol = 0,05844 g
o Timbang NaCl 0,05844 gram
o Larutkan pada labu takar 100 mL, tambahkan aquades, add-kan sampai tanda tara dan
kocok hingga tercampur.

 Pembuatan KCNS
Perhitungan massa KCNS 0,01 N 250 mL
𝑁
- M = 𝑒𝑘𝑖𝑣𝑎𝑙𝑒𝑛
0,01𝑁
=
1
= 0,01 M
- Mol =MxV
= 0,01 M x 0,25 L

= 0,0025 mol

- Massa = mol x Mr
= 0,0025 mol x 97,18 g/mol

= 0,24295 g
o Timbang NH4CNS 0,24295 gram
o Larutkan pada labu takar 250 mL, tambahkan aquades, add-kan sampai tanda tara dan
kocok hingga tercampur.

- Prosedur pembakuan AgNO3

No Prosedur Pengamatan
A. Melakukan Standarisasi atau Pembakuan
1. Pipet larutan baku primer NaCl 5 mL
2. Tambahkan kalium dikromat
3. Titrasi dengan larutan baku sekunder Larutan kuning larutan jingga
AgNO3
4. Hitung volume titrasi yang digunakan

- Prosedur pembakuan NH4CNS

No Prosedur Pengamatan
A. Melakukan Standarisasi atau Pembakuan
1. Pipet larutan baku primer AgNO3 5 mL
2. Tambahkan FeNH4(SO4)2
3. Titrasi dengan larutan baku sekunder
NH4CNS
4. Hitung volume titrasi yang digunakan

-Prosedur melakukan uji kadar sampel

No Prosedur Pengamatan
A. Melakukan Penetapan Kadar
1. Pipet larutan sampel Br- 5 mL
2. Tambahkan FeNH4(SO4)2
3. Titrasi dengan larutan baku sekunder
NH4CNS
4. Hitung volume titrasi yang digunakan
 Hasil Pengamatan
Titrasi Primer (NaCl) Baku Sekunder (AgNO3)
V. awal (mL) V akhir (mL) V titrasi(mL)
1. 5 mL 0 mL 5,1 mL 5,1 mL
2. 5 mL 5,1 mL 10,45 mL 5,35 mL
3. 5 mL 15,9 mL 15,9 mL 5,45 mL
5,35 𝑚𝐿 +5,45 𝑚𝐿
V ratarata: = 5,4 𝑚𝐿
2

Titrasi Primer (AgNO3) Baku Sekunder (NH4CNS)


V. awal (mL) V akhir (mL) V titrasi(mL)
1. 5 mL 0 mL 5,5 mL 5,5 mL
2. 5 mL 11,5 mL 16,95 mL 5,45 mL
3. 5 mL 0 mL 5,6 mL 5,6 mL
5,5 𝑚𝐿+5,45 𝑚𝐿
V ratarata: = 5,475 𝑚𝐿
2

Titrasi Sampel Baku Sukunder (NH4CNS)


(Br-) V. awal (mL) V akhir(mL) V titrasi(mL)
1. 5 ml 0 mL 4,65 mL 4,65 mL
2. 5 ml 4,5 mL 9,15 mL 4,65 mL
3. 5 ml 9,15 mL 13,8 mL 4,65 mL
4,65 𝑚𝐿+4,65 𝑚𝐿
V rata-rata: = 4,65 𝑚𝐿
2

 Perhitungan
 N NaCl setelah penimbangan

Botol kosong = 8,975 g

Botol + NaCl = 9,038 g

massa NaCl = 0,063 g


𝒎𝒂𝒔𝒂 𝟎,𝟎𝟔𝟑 𝒈
Mol = = 𝒈 = 𝟎, 𝟎𝟎𝟏𝟎𝟖 𝒎𝒐𝒍
𝑴𝒓 𝟓𝟖,𝟒𝟒
𝒎𝒐𝒍

𝒎𝒐𝒍 𝟎,𝟎𝟎𝟏𝟎𝟖 𝒎𝒐𝒍


M = = = 𝟎, 𝟎𝟏𝟎𝟕𝟖 𝑴
𝑽 𝟎,𝟏 𝑳

N = M x ekivalen

= 𝟎, 𝟎𝟏𝟎𝟕𝟖 𝑴 𝒙 𝟏

= 𝟎, 𝟎𝟏𝟎𝟕𝟖 𝑵
 N AgNO3 setelah penimbangan

Botol kosong = 21,541 g

Botol + AgNO3 = 21,965 g

massa AgNO3 = 0,424 g


𝒎𝒂𝒔𝒂 𝟎,𝟒𝟐𝟒 𝐠
Mol = = 𝒈 = 𝟎, 𝟎𝟎𝟐𝟓𝟎𝟖 𝒎𝒐𝒍
𝑴𝒓 𝟏𝟔𝟗
𝒎𝒐𝒍

𝒎𝒐𝒍 𝟎,𝟎𝟎𝟐𝟓𝟎𝟖 𝒎𝒐𝒍


M = = = 𝟎, 𝟎𝟏𝟎𝟎𝟑𝟐𝑴
𝑽 𝟎,𝟐𝟓 𝑳

N = M X ekivalen

= 𝟎, 𝟎𝟏𝟎𝟎𝟑𝟐𝑴 𝑿 𝟏

= 𝟎, 𝟎𝟏𝟎𝟎𝟑𝟐𝑵

 N KSCN setelah penimbangan

Botol kosong = 15,183 g

Botol + KSCN = 15,452 g

massa KSCN = 0,269 g


𝒎𝒂𝒔𝒂 𝟎,𝟐𝟔𝟗 𝐠
Mol = = 𝒈 = 𝟎, 𝟎𝟎𝟐𝟕 𝒎𝒐𝒍
𝑴𝒓 𝟗𝟕,𝟏𝟖
𝒎𝒐𝒍

𝒎𝒐𝒍 𝟎,𝟎𝟎𝟐𝟕 𝒎𝒐𝒍


M = = = 𝟎, 𝟎𝟏𝟎𝟖 𝑴
𝑽 𝟎,𝟐𝟓 𝑳

N = M x ekivalen

= 𝟎, 𝟎𝟏𝟎𝟖𝑴 𝒙 𝟏

= 𝟎, 𝟎𝟏𝟎𝟖𝑵

 Perhitungan pembakuan larutan baku sekunder AgNO3

Grek NH4Cl = Grek AgNO3

N . V = N . V
0,01078 . 5 mL = N . 5,4 mL
0,0539 mgrek = 5,4 mL . N
𝟎,𝟎𝟓𝟑𝟗 𝒎𝒈𝒓𝒆𝒌
N AgNO3 =
𝟓,𝟒 𝒎𝑳
= 0,00998 N
 Perhitungan pembakuan larutan baku sekunder NH4CNS

Grek KSCN = Grek AgNO3

N . V = N . V
N . 5,475 mL = 0,00998 N . 5 mL
𝟎,𝟎𝟎𝟗𝟗𝟖 𝑵 .𝟓 𝒎𝑳
N KSCN =
𝟓,𝟒𝟕𝟓 𝒎𝑳
= 0,00911 N

 Penetapan kadar sampel


- Sampel = AgNO3 >> - AgNO3 sisa

- grek AgNO3 sisa = grek NH4CNS


- Mgrek sampel = Mgrek AgNO3 – mgrek KSCN
N . V NaBr = (N AgNO3 . V AgNO3) – ( N KSCN – V KSCN)
N . 5 mL NaBr = (0,00998 N . 10 mL) – (0,00911 N . 4,65 mL)
5 mL NaBr = 0,0998 mgrek – 0,0423 mgrek
𝟎,𝟎𝟓𝟕𝟓 𝐦𝐠𝐫𝐞𝐤
N NaBr =
𝟓 𝒎𝑳 𝒔𝒂𝒎𝒑𝒆𝒍
𝟎,𝟎𝟓𝟕𝟓𝒎𝒈𝒓𝒆𝒌 𝟎,𝟎𝟓𝟕𝟓
𝒆𝒌𝒊𝒗𝒂𝒍𝒆𝒏 𝟏 𝟎,𝟎𝟓𝟕𝟓 𝒎𝒎𝒐𝒍
N NaBr = = =
𝟓 𝒎𝑳 𝒔𝒂𝒎𝒑𝒆𝒍 𝟓 𝒎𝑳 𝒔𝒂𝒎𝒑𝒆𝒍 𝟓 𝒎𝑳 𝒔𝒂𝒎𝒑𝒆𝒍
𝒎𝒈𝒓𝒂𝒎
𝟎,𝟎𝟓𝟕𝟓 𝒎𝒎𝒐𝒍 𝑿 𝑴𝒓 𝟎,𝟎𝟓𝟕𝟓 𝒎𝒎𝒐𝒍 𝑿 𝟏𝟎𝟐,𝟗 𝟓,𝟖𝟗𝟑𝟕 𝒎𝒈𝒓𝒂𝒎
𝒎𝒎𝒐𝒍
N NaBr = = =
𝟓 𝒎𝑳 𝒔𝒂𝒎𝒑𝒆𝒍 𝟓 𝒎𝑳 𝒔𝒂𝒎𝒑𝒆𝒍 𝟓 𝒎𝑳 𝒔𝒂𝒎𝒑𝒆𝒍
𝟎,𝟎𝟎𝟓𝟖𝟗𝟑𝟕 𝒈𝒓𝒂𝒎
N NaBr =
𝟓 𝒎𝑳 𝒔𝒂𝒎𝒑𝒆𝒍
𝟎,𝟏𝟏𝟕𝟖𝟕 𝒈𝒓𝒂𝒎
N NaBr =
𝟏𝟎𝟎 𝒎𝑳 𝒔𝒂𝒎𝒑𝒆𝒍
Kadar NaBr = 0,11787 % b/v

𝟎,𝟏𝟐𝟑𝟔𝟕𝟐 – 𝟎,𝟏𝟏𝟕𝟖𝟕
% kesalahan = 𝑿 𝟏𝟎𝟎 %
𝟎,𝟎𝟏𝟐𝟑𝟔𝟕𝟐
= 7,691 %