Anda di halaman 1dari 987

REPUBLIK INDONESIA KEMENTERIAN PEKERJAAN UMUM DAN PERUMAHAN RAKYAT DIREKTORAT JENDERAL BINA MARGA

UMUM DAN PERUMAHAN RAKYAT DIREKTORAT JENDERAL BINA MARGA SPESIFIKASI KHUSUS Divisi 10.a PEMELIHARAAN KINERJA JALAN

SPESIFIKASI KHUSUS Divisi 10.a

PEMELIHARAAN KINERJA JALAN

(SKh-2.10.a)

JAKARTA, DESEMBER 2017

SPESIFIKASI KHUSUS DIVISI 10.a

PEMELIHARAAN RUTIN JALAN

SEKSI SKh-2.10.a

PEMELIHARAAN KINERJA JALAN

SKh-2.10.a.1 UMUM

1)

Uraian Pekerjaan yang tercakup dalam Seksi ini harus meliputi pekerjaan pemeliharaan kinerja jalan untuk menjamin agar perkerasan jalan, bahu jalan, sistem drainase, bangunan pelengkap jalan dan perlengkapan jalan selalu dipelihara setiap saat dan dalam kondisi pelayanan yang mantap berdasarkan kinerja yang disyaratkan. Pekerjaan ini juga untuk mencegah

kerusakan yang lebih besar dengan memelihara atau memperbaiki kerusakan perkerasan dan bahu jalan seperti menutup celah/retak permukaan (sealing), penambalan lubang-lubang (patching), perataan setempat (spot leveling), perbaikan tepi perkerasan, pelaburan aspal, perbaikan retak, perbaikan permukaan yang bergelombang atau keriting (corrugations), dan meratakan alur (rutting) yang dalam untuk mempertahankan lereng melintang jalan yang standar.

Pada saat penawaran, Penyedia harus dianggap telah melakukan pemeriksaan di lapangan dengan teliti selama periode penawaran dan telah mengetahui kondisi aktual dilapangan dengan memperhitungkan volume lalu lintas, kekuatan sisa perkerasan yang ada (existing), kondisi cuaca, tingkat kerusakan perkerasan, bahu jalan, sistem drainase, kerusakan bangunan pelengkap lainnya, kondisi perambuan, marka jalan, dan perlengkapan jalan lainnya untuk keselamatan pengguna jalan.

Penyedia harus menyiapkan rencana kerja yang sekurang-kurangnya meliputi metode dan tahapan pelaksanaan pekerjaan, kebutuhan volume material, kebutuhan jenis peralatan, jumlah tenaga kerja, pengaturan lalu- lintas, pengendalian mutu pekerjaan dan kemungkinan masalah-masalah yang timbul dalam pelaksanaan. Pemeliharaan kinerja jalan yang menggunakan peralatan sederhana harus dilaksanakan melalui padat karya antara lain pekerjaan pemeliharaan Drainase, Bangunan Pelengkap Jalan, Perlengkapan Jalan, Pengendalian Tanaman dan Pengecatan Kerb/Median.

Kegiatan Pemeliharaan Kinerja Jalan harus segera dimulai setelah diterbitkannya Surat Perintah Mulai Kerja (SPMK) selama Masa Pelaksanaan guna mencegah setiap kerusakan lebih lanjut pada jalan dan/atau bangunan pelengkap jalan. Kegiatan ini dimaksudkan untuk

SKh-2.10.a - 1

menjamin agar jalan termasuk bangunan pelengkap dan perlengkapannya dapat digunakan dan berfungsi dengan baik dan selalu dalam kondisi pelayanan yang mantap dan memenuhi Indikator Kinerja Jalan sebagaimana disyaratkan dalam Seksi SKh-2.10.a.4 Spesifikasi Khusus ini.

Pekerjaan yang ditentukan Direksi Pekerjaan sebagai pekerjaan pemeliharaan kinerja jalan atau perbaikan menurut Seksi dari Spesifikasi Khusus ini, akan dibayar dari Harga Satuan Kontrak dalam penawaran untuk berbagai Mata Pembayaran yang terdaftar dalam Seksi SKh- 2.10.a.5 dari Spesifikasi Khusus ini sebagaimana yang sesuai.

2)

Klasifikasi Pekerjaan Pemeliharaan Kinerja Jalan Pekerjaan yang diklasifikasikan sebagai pemeliharaan kinerja jalan yaitu setiap pekerjaan yang dilakukan untuk memperbaiki kerusakan-kerusakan atau memelihara kondisi bagian-bagian jalan guna menjaga kinerja jalan yang disyaratkan yang meliputi perkerasan jalan, bahu jalan, sistem drainase, bangunan pelengkap dan perlengkapan jalan (jika dinyatakan dalam kontrak). Penyedia dalam melaksanakan pemeliharaan dan/atau perbaikan harus melakukan pengendalian lalu-lintas di sekitar lokasi pekerjaan dan memasang rambu-rambu peringatan bagi pengguna jalan untuk mencegah kecelakaan lalu lintas. Penyedia harus bertanggung jawab atas pekerjaan pemeliharaan kinerja jalan yang telah selesai dilaksanakan dan harus segera memperbaiki kembali setiap terjadinya kerusakan sesuai Indikator Kinerja Jalan yang disyaratkan selama Masa Pelaksanaan pekerjaan. Adapun klasifikasi pekerjaan pemeliharaan kinerja jalan meliputi:

a) Perkerasan Jalan

i) Perkerasan Berpenutup Aspal Pekerjaan pemeliharaan kinerja perkerasan jalan berpenutup aspal mencakup kegiatan yang terutama bertujuan untuk memelihara kerataan permukaan jalur lalu lintas, seperti menutup retak-retak, penambalan lubang-lubang (patching), perataan setempat (spot leveling), perbaikan tepi perkerasan, perbaikan retak, perbaikan permukaan yang bergelombang atau keriting (corrugations), dan meratakan alur (rutting) yang dalam untuk mempertahankan lereng melintang jalan yang standar.

Pekerjaan pemeliharaan kinerja perkerasan jalan ini juga untuk memperbaiki kekuatan struktural perkerasan jika dipandang sebagai bagian dari pekerjaan perbaikan untuk memenuhi Indikator Kinerja Jalan yang disyaratkan dan untuk mencegah kerusakan yang lebih besar sehingga perkerasan jalan dapat berfungsi dengan baik sebagaimana disyaratkan dalam SeksiSKh-2.10.a.4spesifikasi ini.

ii) Perkerasan Tanpa Penutup Aspal Pekerjaan pemeliharaan kinerja perkerasan jalan tanpa penutup aspal mencakup kegiatan seperti pengisian lubang dan keriting (corrugation), dan perataan ringan dengan grader untuk

SKh-2.10.a - 2

mengembalikan bahan yang lepas, perataan setempat dan perbaikan lereng melintang perkerasan dengan bahan agregat dan perbaikan permukaan yang beralur dengan bahan agregat, dengan mutu material yang sama untuk mencegah kerusakan yang lebih besar dan memenuhi kinerja yang disyaratkan.

iii) Perkerasan Kaku (rigid pavement) Pemeliharaan kinerja perkerasan kaku (rigid pavement) meliputi pekerjaan perbaikan celah pada sambungan melintang dan memanjang (transversal joint and longitudinal joint), penurunanpelat beton (slab) pada sambungan, perbaikan retak, dan lubang pada pelat beton (slab). Perbaikan kerusakan meliputi pengisian celah pada sambungan termasuk dengan bahan sealant jenis rubberized atau fibrous asphalt, pengangkatan pelat beton yang turun untuk mengisi rongga dibawah pelat beton dengan semen pengisi menggunakan mud jacking machine, sedangkan kerusakan pelat beton yang retak harus digrouting, lubang atau gompal (spalling) harus ditambal (patching) dengan beton dengan mutu yang sama dengan beton lama.

b) Bahu Jalan Pekerjaan pemeliharaan kinerja bahu jalan bertujuan untuk memelihara atau memperbaiki permukaan bahu jalan yang ada (existing) sehingga kemiringannya tetap konsisten sesuai dengan ketentuan sebagaimana yang disyaratkan, seperti pengisian lubang, pemotongan dan perataan, pembuangan tanaman liar atau rumput, semak-semak dan benda lainnya sehingga bahu jalan dapat berfungsi dengan baik sebagaimana sesuai dengan indikator kinerja yang dipersyaratkan.

Pekerjaan ini juga mencakup pengisian pada lubang-lubang bahu dengan mutu material yang sama dengan bahu jalan yang ada (existing), pemotongan permukaan bahu jalan jika elevasi permukaan bahu jalan lebih tinggi dari permukaan jalan dan sebaliknya, pembentukan kemiringan/kerataan bahu, pembuangan semak- semak atau tanaman liar atau rumput-rumput dan/atau penghalang lainnya yang mengganggu fungsi bahu jalan.

c) Drainase Pekerjaan pemeliharaan kinerja drainase jalan yang bertujuan agar sistem drainase jalan yang ada (existing) berfungsi dengan baik dan lancar pada lokasi yang termasuk dalam cakupan pekerjaan drainase, antara lain saluran samping, saluran melintang, saluran pembuang (outlet/inlet) dan saluran olakan (catch pits/basins) serta semua sistem drainase yang terkait dengan pekerjaan ruas jalan dalam kontrak. Pekerjaan pemeliharaan kinerja drainase jalan meliputi pekerjaan pemeliharaan dan perbaikan saluran dengan penutup dan/atau saluran tanpa penutup, saluran melintang atau drainase dengan bahan lainnya. Jenis pekerjaan pemeliharaan drainase meliputi pembuangan lanau, tanah sedimen atau endapan, semak, debris

SKh-2.10.a - 3

(benda hanyutan) dan bahan-bahan lain yang mengganggu fungsi drainase termasuk pemotongan semak atau rumput pada sisi saluran. Sedangkan struktur drainase yang mengalami kerusakan harus diperbaiki hingga dapat berfungsi dengan baik, sesuai dengan kinerja yang dipersyaratkan.

d) Bangunan Pelengkap Jalan Pekerjaan pemeliharaan kinerja bangunan pelengkap jalan bertujuan untuk mencegah kerusakan yang lebih besar pada bangunan pelengkap jalan yang ada (existing) seperti tembok penahan tanah, trotoar, pulau jalan dan fasilitas penyeberangan pejalan kaki dan jembatan dapat berfungsi sebagaimana menurut jenisnya. Kegiatan pemeliharaan kinerja bangunan pelengkap jalan dimaksud meliputi pembersihan lubang drainase, pembersihan kotoran dan sampah pada sambungan ekspansi, perletakan, dan komponen logam lain yang peka terhadap karat dan pembuangan akumulasi sampah dan/atau tanah sedimen atau endapan yang diakibatkan oleh banjir pada saluran air atau sungai dan pemeriksaan secara teratur dengan membuat pelaporan semua kondisi komponen utama dari bangunan struktur,.

Perbaikan bangunan struktur dan penggantian beton, komponen baja atau kayu yang rusak pada struktur jembatan, pengecatan kembali baja struktur atau baja lainnya atau struktur kayu, penggantian bahan pada lantai struktur, dan perbaikan dan pengembalian kondisi setiap lapisan aspal di atas lantai struktur harus dianggap sebagai pekerjaan penggantian bangunan struktur yang dibayar terpisah, namun Penyedia harus melakukan pemantauan kondisi bangunan struktur setiap bulannya dan dibuat laporan hasil pemantauan yang disampaikan kepada PPK dan/atau Direksi Teknis.

e) Perlengkapan Jalan Pekerjaan pemeliharaan kinerja perlengkapan jalan bertujuan supaya perlengkapan jalan yang ada (existing) dapat dibaca dengan jelas oleh pengguna jalan atau reflektifitas rambu terjaga dan berfungsi dengan baik. Pekerjaan ini mencakup kegiatan seperti pembersihan dan perbaikan rambu jalan, patok pengarah (guideposts) dan patok kilometer, rel pengaman (guardrails), pengecatan kembali huruf yang tak terbaca pada rambu jalan dan pengecatan kerb, median, marka jalan yang sudah tidak terlihat dengan jelas serta pengendalian tumbuh-tumbuhan atau penebangan pohon yang menghalangi jarak pandang atau jika membahayakan keselamatan lalu lintas termasuk pembuangan akar-akarnya.

Pekerjaan penyediaan dan pemasangan rambu jalan, patok pengarah, patok kilometer dan rel pengaman yang baru harus dianggap sebagai pekerjaan pengadaan dan pemasangan perlengkapan jalan yang harus dibayar secara terpisah.

Untuk jenis pekerjaan pemeliharaan drainase, bangunan pelengkap jalan, perlengkapan jalan, pengendalian tanaman dan pengecatan kerb/median harus dilaksanakan melalui program padat karya (jika ada). Penyedia

SKh-2.10.a - 4

harus menyampaikan program padat karya yang disahkan oleh Direksi Pekerjaan yang sekurang kurangnya meliputi jenis pekerjaan, lokasi pekerjaan, jadwal pelaksanaan dan perkiraan jumlah tenaga kerja setempat yang dilibatkan.

3)

Tanggung Jawab Penyedia Sejak Tanggal Mulai Kerjasebagaimana disebutkan dalam Surat Perintah Mulai Kerja hingga Serah Terima Pertama Pekerjaan (Provisional Hand Over, PHO), Penyedia bertanggung jawab atas semua pemenuhan Tingkat Layanan Jalan dan berkewajiban memelihara jalan dan memperbaiki kerusakan bagian ruas jalan yang termasuk dalam kontrak.

Sejak diberlakukan pemenuhan tingkat layanan jalan sebagaimana yang ditetapkan dalam Syarat-Syarat Khusus Kontrak Penyedia harus menjaga kinerja jalan berdasarkan Indikator Kinerja Jalan yang ditetapkan dalam Seksi SKh-2.10.a.4 Spesifikasi Khusus ini. Apabila Penyedia tidak dapat memenuhi Indikator Kinerja Jalan berdasarkan waktu tanggap perbaikan yang ditetapkan, dikenakan pemotongan pembayaran sesuai ketentuan dalam Spesifikasi Khusus ini pada Seksi SKh-2.10.a.4.3) Sanksi Keterlambatan Pemenuhan Tingkat Layanan Jalan.

4)

Pengajuan Kesiapan Kerja Penyedia harus menyiapkan jadwal pelaksanaan pekerjaan pemeliharaan kinerja jalan sesuai waktu yang ditentukan oleh Direksi Pekerjaan, yang selanjutnya untuk mendapatkan persetujuan. Jadwal pelaksanaan pekerjaan tersebut harus menunjukkan rencana lokasi pekerjaan, kuantitas atau volume pekerjaan, bahan dan peralatan yang digunakan untuk setiap jenis pekerjaan. Volume atau kuantitas pekerjaan yang telah selesai dikerjakan harus dibuat dalam Laporan Mingguan dan disampaikan kepada Direksi Pekerjaan.

Keterlambatan Penyedia dalam melaksanakan pekerjaan perbaikan atau pemeliharaan kinerja jalan yang mengakibatkan kerusakan yang semakin luas sebagaimana yang telah direncanakan berdasarkan hasil pengukuran kajian teknis lapangan atau sesuai yang diperintahkan Direksi Pekerjaan, akan menjadi tanggung jawabPenyedia, dan Penyedia tidak dapat mengajukan tuntutan pembayaran dari kelebihan volume atau kuantitas yang ditetapkan berdasarkan hasil pengukuran kajian teknis lapangan atau sebagaimana diperintahkan Direksi Pekerjaan.

Apabila diperlukan, penanganan keterlambatan Penyedia dalam pemenuhan Indikator Kinerja Jalan berdasarkan waktu tanggap perbaikan yang ditetapkan dalam Syarat-Syarat Kontrak dapat diambil alih oleh PPK atau pihak lain yang ditetapkan PPK dengan biaya aktual yang diperlukan ditambah 10% (sepuluh perseratus) dari biaya aktualnya menjadi tanggung jawab Penyedia. Pengambilalihan penanganan oleh PPK tidak melepaskan tanggung jawab Penyedia dari kewajiban yang ditetapkan dalam Syarat-Syarat Kontrak.

SKh-2.10.a - 5

SKh-2.10.a.2 PERSYARATAN

1)

Persyaratan Bahan

a) Perkerasan Beraspal Bahan yang digunakan untuk penambalan lubang beraspal (patching) atau untuk perbaikan permukaan yang retak, harus sama atau lebih tinggi mutunya dari bahan yang ada (existing), kecuali diperintahkan lain oleh Direksi Pekerjaan. Bahan yang digunakan dapat mencakup timbunan pilihan, lapis pondasi aggregat klas A, AC-BC, AC-WC, HRS- BC, HRS-WC, penetrasi macadam, lapis resap perekat, lapis perekat, campuran aspal dingin, Laburan Aspal(BURAS) atau bahan konstruksi lainnya untuk perkerasan sesuai dengan jenis lapisan perkerasan yang

sedang diperbaiki, bahan-bahan ini harus sesuai dengan spesifikasi umum yang berkaitan menurut jenisnya.

Bahan perkerasan hasil galian yang masih baik dapat digunakan kembali sebagai lapis pondasi bawah (sub-base) setelah mendapatkan persetujuan dari Direksi Pekerjaan. Untuk bahan yang digunakan sebagai pelaburan setempat atau laburan aspal pada perkerasan yang retak harus berupa aspal Penetrasi 60 atau 80, aspal cair MC250 atau MC800 atau aspal emulsi yang sesuai dan disetujui Direksi Pekerjaan. Aspal Pen 60 atau Pen 80 atau aspal emulsi harus digunakan untuk mengisi retak-retak.

Untuk perkerasan kaku (rigid pavement) mutu beton yang digunakan harus sama atau lebih tinggi dari mutu beton yang ada lokasi pekerjaan, jika penggunaan additive sebagai bahan campuran beton maka proporsi campuran additive harus sesuai dengan ketentuan dari jenis additive yang digunakan dan terlebih dulu harus melalui uji mutu sebelum diterbitkan surat tidak keberatan (NOL) dari Direksi Pekerjaan sebagai Job Mix Formula (JMF) campuran beton.

b) Bahu Jalan. Bahan yang digunakan untuk pemeliharaan kinerja bahu jalan harus mempunyai mutu sekurang kurangnya sama atau lebih tinggi dengan mutu bahan pada bahu jalan yang ada (existing), kecuali ditetapkan lain oleh Direksi Pekerjaan.

c) Drainase. Bahan yang digunakan untuk pemeliharaan drainase harus sesuai dengan mutu bahan pada drainase yang diperbaiki, kecuali ditetapkan lain oleh Direksi Pekerjaan.

d) Bangunan Pelengkap Jalan (jika ada). Bahan yang digunakan untuk perbaikan tembok penahan, trotoar, fasilitas penyeberangan pejalan kaki, dan bangunan jembatan harus sesuai atau lebih tinggi mutunya dengan komponen bangunan pelengkap jalan yang diperbaiki, kecuali ditetapkan lain oleh Direksi Pekerjaan. Dalam pelaksanaan perbaikan bangunan pelengkap jalan, Penyedia harus memperhatikan kondisi lalu-lintas di lapangan dan

SKh-2.10.a - 6

harus disiapkan rambu-rambu peringatan bagi pengguna jalan untuk mencegah kecelakaan lalu-lintas.

e) Perlengkapan Jalan. Bahan yang digunakan untuk pemeliharaan perlengkapan jalan harus terdiri dari material yang sejenis misalnya untuk penulisan kembali huruf pada rambu jalan maka kualitas cat harus sesuai dan pengecatan rambu jalan yang mempunyai lapisan pemantul rambu lalu lintas.

Reflektifitas lapisan pemantul rambu lalu-lintas Pekerjaan rambu lalu-lintas yang meliputi: rambu petunjuk, rambu peringatan, rel pengaman, patok pengarah, dan jenis rambu lainnya harus menggunakan lapisan pemantul (reflective sheeting) terdiri dari retroreflective lens system dengan permukaan rata dan halus, sesuai persyaratan AASHTO M-268.

2)

Pengendalian Mutu

a) Penerimaan Bahan (1) Bahan yang akan digunakan untuk perbaikan atau pemeliharaan kinerja jalan harus terlebih dahulu dapat diamati secara visual dan/atau diuji kualitasnya sesuai ketentuan yang berlaku pada Spesifikasi Umum Bina Marga, menurut jenisnya minimum 3 sampel dari yang mewakili sumber bahan. (2) Dibuat laporan hasil pengujian bahan secara tertulis sebagai dokumen pengendalian mutu bahan. (3) Bahan hanya dapat digunakan apabila dinyatakan secara tertulis bahwa mutu bahan tersebut memenuhi persyaratan sebagaimana yang disyaratkan dalam Spesifikasi Umum Bina Marga. (4) Bahan yang tidak memenuhi persyaratan tidak dapat digunakan dalam perbaikan atau pekerjaan pemeliharaan kinerja jalan. (5) Bahan perkerasan hasil galian pada perkerasan jalan yang masih baik dapat digunakan kembali sebagai timbunan pilihan dengan persetujuan Direksi Pekerjaan.

b) Penerimaan Hasil Pekerjaan (1) Hasil perbaikan atau pemeliharaan pekerjaan harus diinspeksi atau dilakukan pengujian hasil pekerjaan secara random (acak), untuk memastikan bahwa mutu hasil pekerjaan sesuai persyaratan sebagaimana yang ditentukan dalam Spesifikasi Umum Bina Marga. (2) Penyedia harus menyampaikan laporan tertulis kepada Direksi Pekerjaan tentang hasil inspeksi pekerjaan secara visual atau mutu hasil pengujian yang dilaksanakan.

Mutu hasil pengujian harus sesuai dengan ketentuan sebagaimana

yang disyaratkan dalam Spesifikasi Umum Bina Marga. (4) Dengan memperhatikan laporan hasil inspeksi dan pengujian mutu, dapat ditetapkan bahwa hasil perbaikan atau pemeliharaan kinerja jalan sesuai dengan indikator kinerja yang ditetapkan atau tidak sesuai dengan kinerja yang ditetapkan.

(3)

SKh-2.10.a - 7

(5) Jika hasil inspeksi dan/atau pengujian mutu menunjukan hasil yang tidak sesuai dengan indikator kinerja yang dipersyaratkan maka harus dilakukan perbaikan pekerjaan ulang untuk mencegah kerusakan yang lebih besar. (6) Penyedia harus bertanggung jawab atas pekerjaan pemeliharaan kinerja jalan yang telah dilaksanakan dari semua lokasi sebagaimana ditentukan dalam kontrak dan harus dijaga kinerjanya sebagaimana ditetapkan dalam Seksi SKh-2.10.a.4 hingga serah terima pertama pekerjaan. (7) Jika pekerjaan yang telah diperbaiki mengalami kerusakan lagi dalam masa pelaksanaan, maka Penyedia harus segera memperbaiki kembali kerusakan tersebut sesuai waktu tanggap perbaikan hingga kinerja pekerjaan memenuhi persyaratan. (8) Apabila Penyedia gagal memperbaiki kinerja jalan berdasarkan waktu tanggap perbaikan yang ditetapkan, dapat dikenakan sanksi finansial berupa pemotongan pembayaran sebagaimana ditetapkan dalam Spesifikasi Khusus ini.

SKh-2.10.a.3 PELAKSANAAN PEMELIHARAAN KINERJA JALAN

1)

Ketentuan Umum Sebelum pelaksanaan pekerjaan di lapangan dimulai, rencana kerja harus sudah disetujui oleh Direksi Pekerjaan. Penyedia di dalam organisasinya harus dilengkapi Unit Pengendali Mutu (UPM) pekerjaan yang mempunyai tugas utama mencatat setiap kerusakan dan/atau jika terdapat kejadian yang dapat mengakibatkan kerusakan jalan atau bagian dari jalan secara terus menerus dan memverifikasi pemenuhan terhadap Indikator Kinerja Jalan sebagaimana yang disyaratkan serta dilaporkan kepada Direksi Pekerjaan.

UPM pekerjaan juga bertanggung jawab setiap saat menyediakan dan memutakhirkan data informasi kondisi jalan, yang termasuk didalam kontrak dan membuat laporan kemajuan (progress) pekerjaan yang diserahkan secara mingguan dan memberikannya kepada Direksi Pekerjaandan Penyedia. Laporan kemajuan pekerjaan tersebut harus menunjukkan setiap kilometer pada lokasi pekerjaan, yang dilaksanakan oleh Penyedia untuk setiap jenis pekerjaan dalam minggu yang sedang berjalan. UPM pekerjaan harus dilengkapi pula sarana transportasi, komunikasi dan peralatan lainnya yang dapat digunakan setiap saat, untuk mendukung kegiatan ini termasuk melakukan inspeksi secara rutin guna mengetahui pemenuhan Tingkat Layanan Jalan yang dicapai.

2)

Perkerasan Jalan Penyedia harus memperbaiki seluruh permukaan perkerasan jalan yang lubang, amblas, bergelombang dan retak-retak yang mungkin terjadi pada setiap saat dalam Masa Kontrak hingga memenuhi Indikator Kinerja Jalan sebagaimana yang disyaratkan Seksi SKh-2.10.a.4 di bawah. Apabila Penyedia belum dapat melakukan perbaikan kerusakan permukaan jalan, Penyedia wajib segera memberi tanda atau rambu pada jalan yang

SKh-2.10.a - 8

berlubang/rusak, untuk mencegah terjadinya kecelakaan lalu-lintas. Keterlambatan Penyedia dalam pemenuhan Indikator Kinerja Jalan berdasarkan waktu tanggap perbaikan yang ditetapkan, akan berakibat dikenakannya pemotongan pembayaran sesuai ketentuan Spesifikasi Khusus ini.

Dalam pekerjaan penambalan (patching), sekeliling lokasi perkerasan jalan yang rusak harus digali, tepi penggalian harus berbentuk segi empat dengan sisi-sisi yang sejajar dan tegak lurus terhadap sumbu jalan. Tepi- tepi galian harus vertikal dan dasar lubang harus digali sampai bahan yang utuh (sound). Permukaan yang telah disiapkan untuk ditambal harus bersih dan bebas dari air. Dimulai dari lapisan yang paling bawah, bahan setiap lapisan harus diisikan dan dipadatkan lapis demi lapis. Cara pengisian dan pemadatan harus sesuai dengan Spesifikasi teknis yang berkaitan dengan bahan yang digunakan, namun cara manual boleh digunakan untuk pengisian dan pemadatan lapisan-lapisan bagian bawah, apabila penggunaan peralatan standar tidak memungkinkan.

Elevasi pekerjaan perbaikan yang telah selesai dikerjakan harus sama dengan elevasi perkerasan lama di sekelilingnya yang masih utuh. Lapis Resap Pengikat dan Lapis Perekat harus digunakan pada bagian-bagian yang secara normal memerlukan hal tersebut. Pemadatan bagian akhir lapis permukaan harus menggunakan mesin gilas yang cocok, sesuai dengan spesifikasi untuk bahan yang digunakan pada lapis perkerasan jalan tersebut.

Untuk perkerasan tanpa penutup aspal yang berlubang banyak dan keriting (corrugation), permukaan jalan tersebut harus dipangkas sedikit dengan motor grader dan alat bantu lainnya secara rutin untuk memperbaiki permukaan jalan yang terdapat lubang-lubang kecil dan keriting (corrugation), agar dapat mengendalikan ketidak-rataan dan keriting (corrugation) yang lebih besar. Bilamana melaksanakan pemangkasan ringan denganmotor grader, bahan-bahan yang lepas harus didorong ke arah tepi jalan. Dalam pelaksanaan harus mencegah motor grader melintasi lewat sumbu jalan dengan posisi pisau diturunkan, karena akan merusak kelandaian punggung jalan.

Pada perkerasan tanpa penutup aspal perataan berat setempat harus dilaksanakan (jika diperlukan) untuk menjaga agar lereng melintang perkerasan berada dalam rentang 4% sampai 6% dan untuk menghilangkan keriting (corrugations) dan lubang-lubang yang dalam. Perataan berat setempat dengan menggunakan motor grader dioperasikan dari tepi jalan menuju ke arah sumbu jalan. Penggalian sampai dasar dari permukaan perkerasan yang tidak beraturan dapat dicapai dengan satu atau dua lintasan motor grader, bahan hasil penggalian ini akan tertumpuk sebagai alur tumpukan dekat sumbu jalan, selanjutnya disemprotkan air pada jalan tersebut jika kadar air dalam bahan jalan tersebut harus ditambah. Kemudian alur tumpukan tersebut harus diratakan kembali pada seluruh penampang melintang jalan dengan pisau grader, pada

SKh-2.10.a - 9

ketinggian dan sudut sedemikian rupa sehingga terjamin bahwa semua agregat tersebar merata pada jalur lalu-lintas dan menghasilkan lereng melintang yang disyaratkan.

Bilamana diperlukan prosedur tersebut harus diulangi lagi untuk setengah lebar jalan sisi lainnya sehingga pekerjaan tersebut dapat diselesaikan dengan permukaan akhir yang rata. Penggilasan jalan kerikil ini harus dilaksanakan segera setelah operasi pemotongan dan penghamparan selesai dikerjakan agar diperoleh permukaan yang rapat dan padat sesuai dengan yang dikehendaki Direksi Pekerjaan.

3)

Bahu Jalan Semua bahu jalan lama yang termasuk dalam kontrak, harus selalu diperiksa selama Masa Kontrak untuk penyesuaian dengan kondisi standar yang disyaratkan dalam Spesifikasi Umum. Setiap lokasi bahu jalan yang dipandang memerlukan pemeliharaan kinerja, dalam segala hal harus dicatat dan dihitung perkiraan kebutuhan material dan peralatan yang digunakan, serta tindakan pelaksanaan pemeliharaan kinerja yang diperlukan.

Bilamana bahu jalan lama dianggap rusak maka harus dilakukan perbaikan atau pemeliharaan kinerja bahu jalan, jika terdapat salah satu atau gabungan kondisi berikut ini:

a) Bahu jalan memerlukan perataan kembali untuk menghilangkan lubang-lubang kecil atau memerlukan pembentukan kembali untuk meningkatkan kerataan;

b) Bahu jalan memerlukan pemadatan tambahan agar dapat memberi pelayanan yang lebih baik;

c) Bahu jalan tertutup rumput dan/atau semak-semak atau tanaman liar lainnya sehingga akan mengurangi keamanan jalan atau jarak pandang;

d) Bahu jalan dengan bahan-bahan yang lepas, benda-benda yang tidak dikehendaki atau bahan-bahan lainnya yang tidak berkaitan dengan fungsi jalan;

e) Bahu jalan yang memerlukan penggalian atau pembongkaran bahan tepi memerlukan perataan kembali untuk mengalirkan air yang lancar dari perkerasan berpenutup aspal ke selokan samping;

f) Elevasi bahu jalan lebih tinggi dan/atau lebih rendah 5cm dengan permukaan perkerasan jalan yang bersebelahan.

Sebelum melaksanakan perataan atau penimbunan lubang-lubang pada bahu jalan, maka semua kotoran dan bahan-bahan yang tidak dikehendaki lainnya harus dibersihkan dari bahu jalan. Jika diperlukan Penyedia harus menimbun kembali lubang-lubang yang disebabkan oleh pembongkaran tanaman, penimbunan kembali dan menggunakan bahan yang sama pada kondisi bahu yang ada (existing) atau sebagaimana diperintahkan oleh Direksi Pekerjaan.

SKh-2.10.a - 10

4)

Drainase

Pekerjaan pemeliharaan kinerja drainase jalan antara lain:

a) Pemeliharaan kinerja selokan, gorong-gorong, box culvert, dan saluran

pembuang, serta saluran air sementara maupun permanen harus dijadwalkan sedemikian rupa sehingga aliran air yang lancar dapat dijaga selama Masa Kontrak.

b) Selokan dan saluran air lama maupun yang baru diperbaiki harus dijaga agar bebas dari semua bahan yang lepas, sampah, endapan dan pertumbuhan tanaman yang tidak dikehendaki yang mungkin akan menghalangi aliran air permukaan. Pemeliharaan semacam itu harus dilaksanakan secara teratur berdasarkan rutinitas dan segera setelah aliran permukaan akibat hujan lebat telah berhenti mengalir.

c) Selama periode hujan lebat, Unit Pengendali Mutu harus melakukan monitoring di lapangan dan mencatat setiap sistem drainase yang kurang berfungsi akibat penyumbatan atau karena hal lain setelah terjadinya hujan.

d) Setiap kelainan pada drainase dicatat pada saat tersebut, seperti luapan air, kekurangan kapasitas, erosi, alinyemen struktur drainase yang kurang tepat atau rancangan lainnya yang kurang cocok, harus dicatat dan diambil langkah perbaikan jika dimungkinkan.

e) Pada lokasi yang harus bebas dari tumbuh-tumbuhan meliputi di sekitar ujung gorong-gorong, terusan gorong-gorong, saluran air yang dilapisi, kerb, seluruh permukaan yang dilabur dan lantai jembatan.

5)

Bangunan Pelengkap Jalan Pekerjaan pemeliharaan kinerja bangunan pelengkap jalan (jika dinyatakan dalam kontrak) antara lain:

a) Pekerjaan pemeliharaan kinerja bangunan pelengkap jalan yang ada sepanjang jalan yang termasuk dalam kontrak, tanpa memandang ukuran atau jenis bangunan pelengkap jalan, dan pada prinsipnya harus meliputi pemeriksanaan secara teratur terhadap komponen utama struktur, penyiapan laporan detil pemeriksaan, dan pembersihan rutin tempat-tempat yang mudah rusak jika dibiarkan.

b) Pemeriksaan dan operasi pembersihan untuk pemeliharaan kinerja bangunan pelengkap jalan harus dilaksanakan dalam interval waktu yang teratur selama Masa Kontrak. Pemeriksaan terhadap daerah aliran sungai harus dilaksanakan setelah hujan atau hal-hal yang mengakibatkan banjir dan demikian pula setelah air banjir surut. Pemeriksaan yang akurat dan teratur beserta pelaporan pada struktur jembatan dan tembok penahan yang tidak dapat diabaikan.

c) Jika kinerja bangunan pelengkap jalan tidak sesuai sebagaimana disyaratkan dalam seksi SKh-2.10.a.4 atau tidak berfungsi sebagaimana mestinya, maka Penyedia harus segera melaksanakan perbaikan atau pemeliharaan bangunan pelengkap sesuai dengan jenisnya, kecuali perbaikan struktur yang tidak diatur dalam kontrak.

d) Untuk semua jenis struktur saluran melintang jalan, kelembaban bersama akumulasi debu dan sampah adalah sebab utama kerusakan

SKh-2.10.a - 11

yang dapat segera dihentikan dengan operasi pembersihan dalam pemeliharaan yang sederhana. Kondisi ini akan terjadi terutama di dalam bagian-bagian jembatan yang paling gelap dan sulit dijangkau, oleh karena itu pemeriksaan menyeluruh pada setiap celah sangatlah diperlukan untuk tindak lanjut perbaikan guna mencegah kerusakan yang lebih besar, terutama setelah banjir.

e) Bilamana cacat dan kerusakan serta kekurangan pada komponen struktural saluran melintang jalan yang dijumpai selama pemeriksaan rutin, harus dicatat di dalam laporan pemeliharaan kinerja, untuk menentukan tindakan perbaikan yang diperlukan. Rentang dan jenis pekerjaan perbaikan semacam ini akan sangat bervariasi tergantung pada ukuran, jenis pelaksanaan, jenis bahan dan umur struktur dan akan dibayar terpisah.

f) Di daerah bangunan atas jembatan dan bangunan bawah jembatan, operasi pembersihan dan pembabatan yang berikut harus dilaksanakan sampai diterima oleh Direksi Pekerjaan; (1) Semua tanaman yang berjuntai harus dipotong secukupnya dan sampahnya dibuang dengan rapih. (2) Semua lubang sulingan yang disediakan pada abutment dan tembok sayap harus bebas dari sampah-sampah yang menyumbatnya. (3) Semua dudukan jembatan dan kepala pier harus dijaga supaya bebas dari sampah, kotoran dan air.

Semua sambungan pada permukaan kayu harus dijaga agar bebas

dari sampah dan kotoran sedemikian hingga tidak menyimpan air yang akan mempercepat proses pelapukan; (5) Semua permukaan baja harus dijaga agar bebas dari sampah dan kotoran sedemikian hingga tidak menyimpan air yang akan mempercepat proses korosi. (6) Semua lubang pembuangan air, pipa buangan air, saluran drainase dan lubang keluaran harus dijaga bersih dari sampah supaya air dapat mengalir bebas, sehingga terhindar dari limpahan air pada perletakan, dudukan perletakan dan rembesan melalui sambungan atau retak-retak. (7) Paku, baut jembatan atau pecahan kayu tidak boleh menonjol di atas permukaan lantai jembatan sehingga dapat menusuk ban kendaraan yang lewat.

(4)

6)

Perlengkapan Jalan Pekerjaan pemeliharaan kinerja perlengkapan untuk keselamatan jalan antara lain:

a) Pengecatan kembali setiap rambu-rambu jalan di mana kondisi cat pada rambu jalan yang telah rusak dan tulisan pada rambu yang tidak jelas atau kurang jelas terbaca oleh Pengguna Jalan.

b) Penyedia harus juga melaksanakan perbaikan pada setiap rambu jalan, bagian rel pengaman, patok pengarah, patok kilometer, marka jalan atau perlengkapan jalan yang lain yang rusak, sebagaimana yang diperintahkan oleh Direksi Pekerjaan.

SKh-2.10.a - 12

c)

Pada daerah timbunan dan galian jalan harus mencakup pemotongan

rumput, semak-semak, dan pohon-pohon kecil yang tingginya sudah mencapai lebih dari 10cm dan/atau untuk memperbaiki penampilan

di dalam atau di samping jalan yang dibangun atau memperbaiki jarak

pandang pada tikungan, dan pekerjaan lain yang mencakup perbaikan lereng yang tidak stabil selama Masa Kontrak.

d) Penyedia harus bertanggung jawab untuk memastikan bahwa seluruh perlengkapan jalan yang terpasang dapat berfungsi dengan benar dan dapat terbaca dengan jelas sebagai petunjuk bagi

7)

Pengguna Jalan.

Pengendalian Tanaman

Pekerjaan kinerja pengendalian tanaman antara lain:

a) Penyedia harus melaksanakan pengendalian tanaman atau tumbuh- tumbuhan di sepanjang Ruang Milik Jalan, yang kiranya dapat mengganggu jarak pandang bagi pengguna jalan untuk keselamatan dalam berlalu-lintas selama periode pelaksanaan.

b) Lokasi yang harus bebas dari tanaman di sekitar ujung gorong- gorong, terusan gorong-gorong, saluran air yang dilapisi, kerb, sekitar rambu, guardrails, patok pengarah, tiang lampu, bahu jalan, seluruh permukaan yang dilabur, bangunan bawah jembatan dan deck jembatan.

c) Tumbuh-tumbuhan yang diijinkan tinggi maksimum 10cm di sekitar patok-patok pengarah jalan dan rambu-rambu lalu lintas, ujung

saluran melintang jalan, guardrails, tiang-tiang lampu, median yang ditinggikan, pulau-pulau untuk lalu-lintas dan trotoar termasuk tepi deck jembatan. Sedangkan tumbuh-tumbuhan yang diijinkan mempunyai tinggi minimal 2,5cm dan maksimum 10cm pada lokasi median jalan yang direndahkan, tebing tepi jalan (di luar Ruang Manfaat Jalan), taman di tempat istirahat dan sekitarnya.

d) Pada daerah timbunan dan galian jalan harus mencakup pemotongan rumput, semak-semak, dan pohon-pohon kecil yang tingginya sudah mencapai lebih dari 10cm dan/atau untuk memperbaiki penampilan

di dalam atau di samping jalan yang dibangun atau memperbaiki jarak

pandang pada tikungan selama periode pelaksanaan dan pekerjaan lain yang mencakup perbaikan lereng yang tidak stabil.

e) Penyedia harus memperhitungkan kuantitas pelaksanaan pengendalian tanaman tersebut diatas selama periode pelaksanaan, yang harus dilaksanakan setiap saat hingga memenuhi kinerja yang disyaratkan.

SKh-2.10.a.4 KINERJA JALANYANG DISYARATKAN

1)

Indikator Kinerja Jalan Setelah selesainya masa pelaksanaan pekerjaan konstruksi dan/atau sebagaimana waktu yang ditetapkan dalam Syarat-Syarat Khusus Kontrak hingga Serah Terima Pertama Pekerjaan (Provisional Hand Over,PHO), Penyedia harus melaksanakan pemenuhan Tingkat Layanan Jalan berdasarkan Indikator Kinerja Jalan sebagaimana yang disyaratkan dalam

SKh-2.10.a - 13

Tabel SKh-2.10.a.4.(1) dibawah. Pemenuhan tingkat layanan jalan diberlakukan terhadap seluruh hasil pekerjaan yang termasuk dalam lingkup penangananyang meliputi pekerjaan perkerasan jalan, bahu jalan, drainase jalan, perlengkapan jalan, dan bangunan pelengkap jalan (jika ada). Apabila Penyedia tidak dapat memenuhi Indikator Kinerja Jalan berdasarkan waktu tanggap perbaikan yang ditetapkan akan dikenakan sanksi finansial berupa pemotongan pembayaran per hari sesuai dengan rumusan pada SKh-2.10.a.4.3) di bawah ini.

Tabel SKh-2.10.a.4.(1) Indikator Kinerja Jalan

No.

Indikator Kinerja Jalan

Waktu Tanggap Perbaikan

1

Perkerasan Jalan

 

a

Lubang:

 

Tidak boleh ada lubang dengan diameter lebih dari 10cm dan kedalaman lebih dari 4cm pada bagian jalan.

Harus selesai diperbaiki dalam waktu maksimum 7 (tujuh) hari.

b

Retakan:

 

Tidak boleh ada retakan lebih lebar 3mm dan/atau luas retakan lebih besar 5% setiap 100m panjang lajur (lane) jalan.

Harus selesai ditutup dalam waktu maksimum 14 (empat belas) hari.

c

Amblas:

 

Tidak boleh ada bagian yang amblas lebih dari 3cm dengan luasan permukaan yang amblas lebih besar 5% setiap 100meter jalur jalan.

Harus selesai diperbaiki dalam waktu maksimum 7 (tujuh) hari.

d

Patahan(untuk Rigid):

 

Tidak boleh ada bagian jalan yang mengalami patahan (faulting).

Harus selesai diperbaiki dalam waktu maksimum 14 (empat belas) hari.

e

Joint Sealant (untuk Rigid):

 

Dalam kondisi baik, tidak boleh rusak atau hilang disemua slab joint.

Harus selesai diperbaiki dalam waktu maksimum 14 (empat belas) hari.

f

Ketidakrataan (untuk perkerasan yang dilaksanakan pelapisan ulang/overlay):

 

Nilai IRI rata-rata setiap segmen lajur (lane) jalan dalam kondisi mantap, maksimum 4mm/m.

Harus selesai diperbaiki dalam waktu maksimum 90 (sembilan puluh) hari.

SKh-2.10.a - 14

2

Bahu Jalan

 

a

Lubang:

 

Tidak boleh ada lubang dengan diameter lebih dari 20cm dan kedalaman lebih dari 10cm.

Harus selesai diperbaiki dalam waktu maksimum 7 (tujuh) hari.

b

Elevasi / Ketinggian:

   

Tidak boleh ada beda tinggi bahu jalan dengan tepi perkerasan jalan lebih dari 5cm

Harus selesai diperbaiki dalam waktu maksimum 14 (empat belas) hari.

c

Amblas:

 

Tidak boleh ada bagian yang amblas lebih dari 10cm dengan luasan permukaan yang amblas lebih dari 3% setiap 100m bahu jalan.

Harus selesai diperbaiki dalam waktu maksimum 7 (tujuh) hari.

3

Drainase

 

a

Semua jenis saluran:

 

Kerusakan harus selesai diperbaiki dalam waktu maksimum 21 (dua puluh satu) hari untuk kerusakan struktur dan 7 (tujuh) hari untuk penyumbatan.

i) Harus bersih

dan

tidak

mengalami kerusakan struktur.

ii) Tidak boleh ada

penyumbatan

lebih besar 10% dari kapasitas

saluran.

b

Lereng Timbunan dan Galian:

 

i) Pada Lereng Timbunan tidak ada deformasi dan erosi serta dapat berfungsi dengan baik.

Deformasi dan longsoran harus selesai diperbaiki dalam waktu maksimum 14 (empat belas) hari.

ii) Pada Lereng Galian harus stabil, kuat untuk menahan erosi dan

berfungsi dengan baik.

   

4

Perlengkapan Jalan

   

a

Rambu Peringatan dan Rambu Petunjuk:

Kekurangan, kerusakan dan kecacatan harus selesai diperbaiki selambat- lambatnya 21 (dua puluh satu) hari. Pemasangan rambu sementara paling lambat 24 (dua puluh empat) jam.

i) Terpasang dengan benar sesuai ketentuan, secara struktur kokoh dan tiang tidak bengkok.

ii) Pemasangan rambu sementara untuk pencegahan kecelakaan lalu lintas yang disebabkan kerusakan jalan yang belum dapat diperbaiki.

b

Pemisah Horizontal pada Median atau Trotoar:

 

i) Pemisah yang ada harus kokoh dan berfungsi dengan baik.

Kekurangan, kerusakan dan kecacatan harus selesai diperbaiki selambat- lambatnya 21 (dua puluh satu) hari.

ii) Permukaannya dapat dilihat dengan jelas pada malam hari.

SKh-2.10.a - 15

c

Guardrails/Rel Pengaman:

Kekurangan, kerusakan dan kecacatan harus selesai diperbaiki selambat- lambatnya 21 (dua puluh satu) hari.

Secara struktur kokoh, terpasang dengan benar dan tidak terjadi kerusakan.

5

Bangunan Pelengkap (jika ada dalam kontrak)

 

a

Jalan Pendekat (Oprit):

Kecacatan harus selesai diperbaiki selambat- lambatnya 14 (empat belas) hari

Tidak terjadi penurunan lebih dari 5cm dari elevasi rencana permukaan pendekat.

b

Dinding Penahan Tanah:

 

i) Tidak ada kerusakan struktur dan berfungsi baik.

Kecacatan

harus

selesai

diperbaiki

selambat-

ii) Tidak terjadi keretakan pada dinding dan pondasi.

lambatnya 28 (dua puluh

delapan) hari.

iii) Tidak terjadi patahan struktur bangunan yang mengakibatkan kerusakan struktur bangunan.

c

Expansion Joint (Jembatan pada jalan dalam kontrak):

 

i) Tidak ada kerusakan yang signifikan dan dapat berfungsi baik.

ii) Tidak karatan dan kokoh serta lebar gap sesuai ketentuan.

Kecacatan

harus

selesai

diperbaiki

selambat-

lambatnya 28 (dua puluh delapan) hari.

d

Pagar Jembatan (Span ≤6.0m):

 

i) Tidak ada kerusakan struktur dan berfungsi baik.

Kecacatan

harus

selesai

diperbaiki

selambat-

ii) Pagar jembatan lengkap, tidak karatan dan kokoh.

lambatnya 28 (dua puluh

delapan) hari.

iii) Dapat dilihat dengan jelas pada saat malam hari.

6

Pengendalian Tanaman

 

a

Bebas dari tumbuh-tumbuhan di sekitar ujung gorong-gorong, terusan gorong-gorong, saluran air yang diperkeras, kerb, sekitar rambu lalu-lintas, guardrails, patok pengarah, tiang lampu, bahu jalan, seluruh permukaan yang dilabur (black top), pulau untuk lalu lintas, bangunan bawah jembatan dan tepi deck jembatan.

Pengendaliantanaman harus selesai dirapikan atau dipotong sesuai ketentuan selambat-lambatnya 7 (tujuh) hari.

SKh-2.10.a - 16

b

Tumbuh-tumbuhan yang diijinkan mempunyai tinggi maksimum 10cm di sekitar patok- patok pengarah jalan dan rambu- rambu lalu lintas, ujung saluran melintang jalan, guardrails, tiang- tiang lampu, median yang ditinggikan, pulau-pulau untuk lalu lintas dan trotoar termasuk tepi deck jembatan, serta mempunyai tinggi minimal 2,5cm dan maksimum 10cm pada lokasi median jalan yang direndahkan, tebing tepi jalan (di luar ruang manfaat jalan), tanaman di tempat istirahat (termasuk taman) di Ruang Milik Jalan) kecuali terhadap taman yang sudah ada namun tidak mengganggu jarak pandang untuk keselamatan pengguna jalan.

Pengendalian tanaman harus selesai dirapikan atau dipotong sesuai ketentuan selambat-lambatnya 7 (tujuh) hari.

Penyedia harus memperhitungkan volume lalu lintas, kekuatan perkerasan, bahu jalan, kondisi tebing pada sisi drainase jika terjadi longsoran, rambu jalan yang terpasang dan kestabilan tembok penahan atau bangunan pelengkap lainnya (jika ada) selama masa kontrak. Penyedia setiap saat harus memelihara dan memperbaiki jika terjadi kerusakan- kerusakan yang diakibatkan pengoperasian jalan tersebut, hingga terpenuhinya Indikator Kinerja Jalan dan waktu tanggap perbaikan yang ditetapkan. Jika pemeliharaan atau perbaikan pekerjaan dari kerusakan dapat berpengaruh terhadap kinerja hasil pekerjaan tersebut maka harus dilakukan perbaikan ulang atau pengujian mutu hasil pekerjaan sesuai dengan ketentuan yang disyaratkan dalam spesifikasi umum.

2)

Metode Inspeksi Kinerja Jalan

a) Inspeksi/Inspeksi Harian Setiap saat PPK dan/atau Direksi Teknis dapat melaksanakan inspeksi lapangan terhadap pemenuhan Indikator Kinerja Jalan sebagaimana yang disyaratkan. Inspeksi lapangan tersebut dilakukan atas inisiatif sendiri, kapan saja, dan dimana saja di sepanjang ruas jalan yang termasuk dalam kontrak. Sejak diberlakukan pemenuhan Tingkat Layanan Jalan, Penyedia harus membuat Laporan Mingguan pemenuhan Indikator Kinerja Jalan yang merupakan hasil inspeksi lapangan. Informasi yang harus tersedia dari hasil Inspeksi Harian meliputi penilaian terhadap pemenuhan indikator kinerja masing-masing komponen jalan untuk setiap segmen penilaian sepanjang 100m bagian jalan dengan mencantumkan batas waktu tanggap perbaikannya sebagaimana terlihat pada formulir di bawah ini:

SKh-2.10.a - 17

LAPORAN INSPEKSI PEMENUHAN INDIKATOR KINERJA JALAN

CONTOH

Kontrak No.: ,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,

 

Ruas Jalan : …………………

Tanggal Inspeksi : 1 Juli 2016

Propinsi

: …………………

Segmen Jalan : Sta

- Sta…….

Panjang Jalan : ……………

Lingkup Pekerjaan : ………………

No.

 

Sta. - Sta.

Kanan/Kiri

 

Kategori Pemenuhan Indikator Kinerja Jalan

 

Pemenuhan

Batas Tanggap

1a

1b

1c

2a

2b

2c

 

3a

3b

4a

4b

4c

5a

5b

5c

5d

6a

6b

Indikator

Perbaikan

1

 

2

3

4

5

6

7

8

9

 

10

11

12

13

14

15

16

17

18

19

20

21

22

1

0

+ 000

-

0 + 100

Kanan

V

V

V

V

V

V

 

V

V

V

V

V

V

V

V

V

V

V

V

 

2

0

+ 100

-

0 + 200

Kanan

V

V

X

V

V

V

 

V

V

V

V

V

V

V

V

V

V

V

X

08-Jul-16

3

0

+ 200

-

0 + 300

Kanan

V

V

V

V

X

V

 

V

V

X

V

V

V

V

V

V

V

V

X

15-Jul-16

 

Dan seterusnya

                                         

Catatan :

 

1 Pada Kolom 4 s/d Kolom 21 beri tanda :

 

3. Kode Kategori Indikator Kinerja Jalan yaitu:

 
 

V

=

Memenuhi Indikator Kinerja

-

Perkerasan Jalan : 1a.Lubang ; 1b.Retak ; 1c.Amblas

 

X

= Tidak Memenuhi Indikator Kinerja

 

-

Bahu Jalan : 2a.Lubang ; 2b.Beda tinggi; 2c.Amblas

2 Pada Kolom 22 diisi tanggal sesuai target waktu tanggap perbaikan

 

- Drainase : 3a.Tidak rusak & ada penyumbatan ; 3b.Erosi/Deformasi lereng

 
 

-

Perlengkapan Jalan : 4a.Rambu ; 4b.Median/Trotoar; 4c.Guardrail/Rel pengaman

 

-

Bangunan Pelengkap : 5a.Oprit ; 5b.Dinding penahan tanah; 5c.Expansion joint; 5d.Pagar jembatan

-

Pengendalian Tanaman : 5a.Bebas dari tanaman ; 5b.Ketinggian tanaman terkendali

 
 

Inspeksi Oleh :

 
 

Diketahui oleh :

 

Mengetahui :

 

Konsultan Supervisi

Kontraktor

 

Pengawas Lapangan

 

Inspektor

INSPEKSI ULANG PEMENUHAN INDIKATOR KINERJA JALAN

Kontrak No.: ,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,

Ruas Jalan :

CONTOH

Tanggal Inspeksi : …………

Propinsi

:

Segmen Jalan : Sta

- Sta

Total Panjang Jalan :

Km

Lingkup Pekerjaan :

Ketidaksesuaian Indikator Kinerja Jalan Kode Kategori Tanggal Perbaikan Masa Denda No. Keterangan Sta. - Sta.
Ketidaksesuaian Indikator Kinerja Jalan Kode Kategori Tanggal Perbaikan Masa Denda No. Keterangan Sta. - Sta.
Ketidaksesuaian Indikator Kinerja Jalan Kode Kategori Tanggal Perbaikan Masa Denda No. Keterangan Sta. - Sta.
Ketidaksesuaian Indikator Kinerja Jalan Kode Kategori Tanggal Perbaikan Masa Denda No. Keterangan Sta. - Sta.
Ketidaksesuaian Indikator Kinerja Jalan Kode Kategori Tanggal Perbaikan Masa Denda No. Keterangan Sta. - Sta.
Ketidaksesuaian Indikator Kinerja Jalan Kode Kategori Tanggal Perbaikan Masa Denda No. Keterangan Sta. - Sta.
Ketidaksesuaian Indikator Kinerja Jalan Kode Kategori Tanggal Perbaikan Masa Denda No. Keterangan Sta. - Sta.
Ketidaksesuaian Indikator Kinerja Jalan
Kode Kategori
Tanggal Perbaikan
Masa Denda
No.
Keterangan
Sta.
-
Sta.
Kanan/Kiri
Tgl.Penemuan
Indikator Kinerja
Target
Realisasi
(Hari)

1

2

3

4

5

6

7

8

9

1

0

+ 100

-

0 + 200

Kanan

01-Jul-16

1 c

08-Jul-16

12-Jul-16

4

2

0

+ 200

-

0 + 300

Kanan

01-Jul-16

2 b + 4a

15-Jul-16

20-Jul-16

5

Dan seterusnya

 
 

Total

9

Catatan :

1 Kolom 4 diisi tanggal penemuan ketidaksesuaian pada saat inspeksi

2 Kolom 5 diisi Kode Kategori Indikator Kinerja Jalan berdasarkan

hasil inspeksi lapangan.

3. Kolom 6 diisi tanggal target perbaikan sesuai Spesifikasi Khusus

4. Kolom 7 diisi tanggal realisasi perbaikan

5. Kolom 8 diisi jumlah hari masa denda = (kolom 7) - (kolom 6)

Inspeksi Oleh :

Mengetahui ,

Kontraktor ,

Konsultan Supervisi

Pengawas Lapangan

Tulis Nama & Jabatan

Tulis Nama & Jabatan

SKh-2.10.a - 18

b) Inspeksi Formal Inspeksi formal adalah inspeksi yang dijadwalkan oleh PPK mengacu pada jadwal inspeksi tingkat layanan yang disusun oleh Manajer Kendali Mutu (Quality Control Manager,QCM) Penyedia. Inspeksi formal dilaksanakan setiap akan melakukan pengajuan tagihan pembayaran. Inspeksi formal dilaksanakan secara bersama-sama antara Penyedia, PPK, dan Direksi Teknis. Tujuan utama inspeksi formal adalah agar Direksi Teknis dan PPK dapat memverifikasi data pendukung dalam pengajuan pembayaran dan untuk memberikan persetujuan atas Sertifikat Pembayaran Bulanan (Monthly Certificate). Data pemenuhan Tingkat Layanan Jalan serta kemajuan pemenuhan tingkat layanan terakhir yang mendukung pengajuan pembayaran harus didasarkan pada Laporan Mingguan yang sudah terverifikasi melalui Berita Acara Verifikasi. Verifikasi Laporan Mingguan harus mencakup rincian penggunaan tenaga kerja untuk pemeliharaan kinerja yang dilaksanakan dengan cara padat karya serta tanda bukti pembayaran upah tenaga kerja mingguan yang besarnya tidak boleh kurang dari nilai UMR (Upah Minimum Regional) Berita Acara Hasil Verifikasi tersebut dapat digunakan sebagai dasar perhitungan pemotongan pembayaran prestasi pekerjaan sebagai konsekuensi dari keterlambatan pemenuhan tingkat layanan jalan.

3)

Sanksi Keterlambatan Pemenuhan Tingkat Layanan Jalan Untuk setiap kegagalan pemenuhan tingkat layanan jalan yang disyaratkan dalam Tabel SKh-2.10.a.4.(1) di atas, maka Penyedia harus telah menyelesaikan tindakan-tindakan yang diperlukan untuk memperbaiki penyebab kegagalan pemenuhanIndikator Kinerja Jalan berdasarkan waktu tanggap perbaikan yang ditetapkan.

Jika dalam batas waktu tanggap perbaikan sebagaimana yang ditetapkan di atas, Penyedia belum dapat memperbaiki penyebab kegagalan pemenuhan Indikator Kinerja Jalan, maka Penyedia dikenakan sanksi finansial berupa pemotongan pembayaran akibat keterlambatan pemenuhan tingkat layanan jalan dengan rumusan sebagai berikut:

D = 0,01 x H x

Dimana:

dengan rumusan sebagai be rikut : D = 0,01 x H x Dimana: x Nlp D

x Nlp

D

=

Besarnya pemotongan pembayaran dalam rupiah.

H

= Jumlah hari keterlambatan perbaikan pemenuhan tingkat layanan jalan, berdasarkan hasil inspeksi lapangan.

Pjc

=

Panjang jalan yang cacat (tidak memenuhi indikator kinerja) dalam segmen jalan yang ditetapkan (panjang segmen minimal

 

100 meter).

Pjl

=

Panjang jalan dalam kontrak berdasarkan lingkup pekerjaan.

Nlp

=

Nilai lingkup pekerjaan dalam kontrak.

SKh-2.10.a - 19

SKh-2.10.a.5

PENGUKURAN DAN PEMBAYARAN

1)

Pengukuran Pemeliharaan Kinerja Jalan

a) Penambalan perkerasan dan bahu jalan, perbaikan lubang, laburan setempat, perataan setempat, perbaikan tepi perkerasan dan pengkerikilan kembali yang ditetapkan sebagai pekerjaan pemeliharaan perkerasan dan/atau bahu jalan oleh Direksi Pekerjaan harus diukur untuk pembayaran sesuai volume bahan berbutir atau beraspal yang dihampar aktual dan diterima hasil pekerjaan tersebut oleh Direksi Pekerjaan. Aspal untuk penutupan retak harus diukur

dalam liter dari bahan yang digunakan. Jenis pekerjaan ini harus dapat memenuhi indikator kinerja selama 1 (satu) tahun sejak pekerjaan selesai dilaksanakan.

b) Pengukuran volume bahan yang digunakan sebagai Perkerasan atau Bahu Jalan Tanpa Penutup Aspal harus dalam meter kubik dari volume bahan berbutir yang dihampar dan telah dipadatkan ditempat dan diterima oleh Direksi Pekerjaan. Perataan berat pada perkerasan dan bahu tanpa penutup aspal diukur untuk pembayaran sebagai volume bahan berbutir yang aktual dihampar dan diterima oleh Direksi Pekerjaan, termasuk Penyiapan Badan Jalan tidak diukur terpisah.

c) Bahan aspal yang digunakan untuk pelaburan setempat, laburan aspal (BURAS) dan pekerjaan kecil lainnya harus diukur untuk pembayaran menurut Daftar Mata Pembayaran sebagaimana yang disebutkan di bawah, volume yang diukur harus merupakan volume residu bitumen. Residu bitumen harus didefinisikan sebagai bahan bitumen yang tetap tinggal setelah semua bahan pengencer (cutter oil) dan air menguap. Kadar residu bitumen harus ditentukan menurut petunjuk Direksi Pekerjaan dengan salah satu cara berikut: dengan pengujian destilasi, atau dari resep pabrik pembuatnya,atau dari nilai minimum bitumen residu yang disyaratkan oleh spesifikasi bahan yang sesuai. Pengukuran residu bitumen untuk pekerjaan minor harus mencakup semua pekerjaan dan bahan yang berkaitan, termasuk pembersihan dan pemasokan, pengiriman dan penghamparan setiap jenis agregat penutup atau blotter bahan.

d) Pengerikilan kembali bahu jalan pada lokasi bahu jalan lama yang ditetapkan oleh Direksi Pekerjaan harus diukur untuk pembayaran sebagai volume pekerjaan bahan berbutir yang telah dipadatkan, yang aktual dihampar dan diterima dalam pekerjaan pemeliharaan atau perbaikan bahu jalan.

e) Pekerjaan perbaikan atau normalisasi lereng galian atau timbunan pada tepi selokan dan saluran air serta pembentukan kembali atau normalisasi saluran yang tidak dilapisi harus diukur untuk pembayaran dalam meter kubik sebagai volume aktual bahan yang diperlukan dan disetujui oleh Direksi Pekerjaan. Pekerjaan galian ini diperlukan untuk pembentukan kembali selokan dan saluran air yang memenuhi pada garis, ketinggian dan profil yang benar seperti yang diperintahkan oleh Direksi Pekerjaan. Penggalian yang melebihi

SKh-2.10.a - 20

dari yang ditunjukkan yang diperintahkan oleh Direksi Pekerjaan, tidak boleh diukur untuk pembayaran.

f) Semua drainase dan pekerjaan pasangan batu dengan mortar, pekerjaan galian dan timbunan pada saluran atau selokan harus diukur dan dibayar menurut Mata Pembayaran yang terdaftar pada Dasar Pembayaran di bawah ini.

g) Pengukuran kuantitas pekerjaan yang telah dilaksanakan dilakukan dengan menghitung jumlah kemasan bahan penutup (sealant) yang telah digunakan (sesuai yang terpasang). Semua kemasan yang telah digunakan harus mempunyai tanda khusus yang telah disepakati bersama antara pelaksana pekerjaan dengan Direksi Pekerjaan.

h) Pekerjaan Pengendalian Tanaman sebagaimana yang ditentukan dalam Spesifikasi Khusus ini harus disahkan untuk pembayaran aktual yang telah dikerjakan berdasarkan pengesahan tertulis dari Direksi Pekerjaan dimana indikator kinerja yang disyaratkan harus dipenuhi. Pekerjaan ini dapat dilaksanakan beberapa kali selama periode pelaksanaan sebagaimana diperintahkan Direksi Pekerjaan untuk pemenuhan Indikator Kinerja Jalan dan harus diukur dan dibayar menurut Mata Pembayaran yang terdaftar dalam Daftar Kuantitas dan Harga. Pembuangan tanaman atau rumput yang dipotong tidak diukur tersendiri.

i) Pembersihan drainase dari endapan dan benda hayutan termasuk pembuangannya akan diukur dan dibayar untuk mata pembayaran yang terdaftar dalam Daftar Kuantitas dan Harga.

j) Pembersihan dan Perbaikan rel pengaman, patok dan rambu serta pengecatan kerb/median yang telah dikerjakan untuk pemenuhan indikator kinerja yang disyaratkan, akan diukur dan dibayar menurut mata pembayaran yang terdaftar dalam Daftar Kuantitas dan Harga.

k) Pemotongan dan pembuangan seluruh bahan lama yang rusak, memangkas dan membersihkan tepi lokasi galian, pembuangan endapan saluran dan benda hanyutan, serta pemadatan dan penyiapan tanah dasar hasil penggalian tidak akan diukur dan dibayar tersendiri. Pekerjaan ini dipandang seluruhnya dibayar menurut berbagai Mata Pembayaran yang terdaftar dalam Seksi SKh-2.10.a.5.2) di bawah ini.

Khusus untuk pemeliharaan kinerja jalan yang dilaksanakan dengan padat karya, selain pengukuran hasil pekerjaan juga harus dilengkapi dengan tanda bukti pembayaran upah tenaga kerja mingguan yang besarnya tidak boleh kurang dari UMR.

SKh-2.10.a - 21

2)

Dasar Pembayaran

a) Pembayaran Pemeliharaan Kinerja Pekerjaan yang diukur seperti disyaratkan di atas harus dibayar menurut Harga Kontrak per satuan pengukuran untuk Mata Pembayaran yang terdaftar di bawah ini dan Mata Pembayaran lainnya yang diperuntukkan pada Lingkup Pemeliharaan Rutin sebagaimana ditunjukkan dalam Daftar Kuantitas dan Harga. Pembayaran sesuai Mata Pembayaran satuan pekerjaan tersebut merupakan kompensasi penuh untuk semua bahan, pekerja, peralatan dan perkakas, untuk stabilisasi atau normalisasi lereng galian dan timbunan, pengerukan sedimentasi dasar saluran, formasi

penyiapan struktur saluran, pembuatan lubang sulingan untuk saluran yang dilapisi, penyiapan permukaan, penanganan, penanaman dan pemeliharaan semua tanaman, dan untuk biaya lainnya yang diperlukan untuk penyelesaian pekerjaan pemeliharaan kinerja jalan sebagaimana mestinya seperti yang diuraikan dalam Spesifikasi Khusus ini.

b) Pemotongan Pembayaran Kinerja Pembayaran terhadap hasil pemeliharaan kinerja jalan pada lingkup pekerjaan pelebaran, rekonstruksi, rehabilitasi, pemeliharaan preventif, dan pemeliharaan rutin jalan harus dilakukan pemotongan terhadap kegagalan pemenuhan tingkat layanan jalan (apabila ada). Besarnya pemotongan pembayaran sesuai dengan ketentuan pasal

SKh-2.10.a.4.3)

Nomor Mata

 

Satuan

Pembayaran

Uraian

Pengukuran

SKh-2.10.a.(1)

Galian Tanah untuk saluran air dan lereng

Meter Kubik

SKh-2.10.a.(2)

Timbunan Pilihan untuk lereng tepi saluran

Meter Kubik

SKh-2.10.a.(3)

Pasangan Batu dengan mortar

Meter Kubik

SKh-2.10.a.(4)

Lapis Pondasi Agregat Kelas A

Meter Kubik

SKh-2.10.a.(5)

Lapis Pondasi Agregat Kelas B

Meter Kubik

SKh-2.10.a.(6)

Lapis Pondasi Agregat Kelas S

Meter Kubik

SKh-2.10.a.(7)

Agregat untuk Perkerasan Tanpa Penutup Aspal

Meter Kubik

SKh-2.10.a.(8)

Lapis Pondasi Agregat Semen Kelas A (CTB)

Meter Kubik

SKh-2.10.a.(9)

Lapis Pondasi Agregat Semen Kelas B (CTSB)

Meter Kubik

SKh-2.10.a - 22

Nomor Mata

 

Satuan

Pembayaran

Uraian

Pengukuran

SKh-2.10.a.(10)

Campuran Aspal Panas

Meter Kubik

SKh-2.10.a.(11)

Campuran Aspal Dingin

Meter Kubik

SKh-2.10.a.(12)

Penetrasi Macadam

Meter Kubik

SKh-2.10.a.(13)

Residu Bitumen

Liter

SKh-2.10.a.(14)

Perkerasan Beton Semen

Meter Kubik

SKh-2.10.a.(15)

Lapis Pondasi Beton Kurus

Meter Kubik

SKh-2.10.a.(16)

Pasangan Batu

Meter Kubik

SKh-2.10.a.(17)

Bahan Penutup (Sealant)

Kg

SKh-2.10.a.(18)

Pengecatan Kerb dan Median

Meter Persegi

SKh-2.10.a.(19)

Pengendalian Tanaman

Meter Persegi

SKh-2.10.a.(20)

Pembersihan Drainase

Meter Panjang

SKh-2.10.a.(21a)

Perbaikan Rel Pengaman

Meter Panjang

SKh-2.10.a.(21b)

Pembersihan Patok/Rambu

Buah

SKh-2.10.a - 23

REPUBLIK INDONESIA DEPARTEMEN PEKERJAAN UMUM DIREKTORAT JENDERAL BINA MARGA

DEPARTEMEN PEKERJAAN UMUM DIREKTORAT JENDERAL BINA MARGA SPESIFIKASI KHUSUS INTERIM PEKERJAAN REHABILITASI JEMBATAN

SPESIFIKASI KHUSUS INTERIM PEKERJAAN REHABILITASI JEMBATAN

SUB DIREKTORAT PENYIAPAN STANDAR DAN PEDOMAN DIREKTORAT BINA TEKNIK

2009

Spesifikasi Khusus Interim Pekerjaan Rehabilitasi Jembatan

DAFTAR ISI

DIVISI 1 – UMUM

SEKSI 1.1. KETENTUAN UMUM

1 – 1

1.1.1. KLASIFIKASI KEGIATAN

1 – 1

1.1.2. ASPEK PELAKSANAAN

1 – 4

1.1.3. JADWAL PELAKSANAAN

1 – 5

1.1.4. DOKUMEN REKAMAN PROYEK

1 – 6

1.1.5. STANDAR RUJUKAN

1 – 9

SEKSI 1.2. PERSIAPAN

1 – 10

1.2.1. UMUM

1 – 10

1.2.2. PERSYARATAN

1 – 10

1.2.3. PEMERIKSAAN LAPANGAN

1 – 10

1.2.4. MOBILISASI DAN DEMOBILISASI

1 – 12

1.2.5. KANTOR LAPANGAN DAN FASILITASNYA

1 – 14

1.2.6. FASILITAS DAN PELAYANAN PENGUJIAN

1 – 16

1.2.7. LOGISTIK

1 – 18

SEKSI 1.3. PENGATURAN LALU LINTAS

1 – 22

1.3.1. UMUM

1 – 22

1.3.2. PERSYARATAN

1 – 22

1.3.3. PELAKSANAAN

1 – 22

DIVISI 2 - JALAN PENDEKAT

SEKSI 2.1. SELOKAN DAN SALURAN AIR

2 – 1

2.1.1. UMUM

2 – 1

2.1.2. PERSYARATAN

2 – 1

2.1.3. PELAKSANAAN

2 – 2

2.1.4. PENGENDALIAN MUTU

2 – 3

2.1.5. PENGUKURAN DAN PEMBAYARAN

2 – 4

SEKSI 2.2. PASANGAN BATU DENGAN MORTAR UNTUK SELOKAN DAN SALURAN AIR

2 – 5

2.2.1 UMUM

2 – 5

2.2.2 PERSYARATAN

2 – 5

2.2.3 PELAKSANAAN

2 – 6

2.2.4 PENGENDALIAN MUTU

2 – 7

2.2.5 PENGUKURAN DAN PEMBAYARAN

2 – 8

i

Spesifikasi Khusus Interim Pekerjaan Rehabilitasi Jembatan

SEKSI 2.3. GORONG-GORONG

2 – 10

2.3.1 UMUM

2 – 10

2.3.2 PERSYARATAN

2 – 10

2.3.3 PELAKSANAAN

2 – 12

2.3.4 PENGENDALIAN MUTU

2 – 14

2.3.5 PENGUKURAN DAN PEMBAYARAN

2 – 14

SEKSI 2.4.

GALIAN

2 – 16

2.4.1. UMUM

2 – 16

2.4.2. PERSYARATAN

2 – 17

2.4.3. PELAKSANAAN

2 – 20

2.4.4. PENGENDALIAN MUTU

2 – 22

2.4.5. PENGUKURAN DAN PEMBAYARAN

2 – 23

SEKSI 2.5.

TIMBUNAN

2 – 26

2.5.1. UMUM

2 – 26

2.5.2. PERSYARATAN

2 – 26

2.5.3. PELAKSANAAN

2 – 31

2.5.4. PENGENDALIAN MUTU

2 – 32

2.5.5. PENGUKURAN DAN PEMBAYARAN

2 – 33

SEKSI 2.6. PENYIAPAN BADAN JALAN

2 – 35

2.6.1. UMUM

2 – 35

2.6.2. PERSYARATAN

2 – 35

2.6.3. PELAKSANAAN

2 – 37

2.6.4. PENGENDALIAN MUTU

2 – 37

2.6.5. PENGUKURAN DAN PEMBAYARAN

2 - 38

 

DIVISI 3 – BETON

SEKSI 3.1. BETON

3 – 1

3.1.1. UMUM

3 – 1

3.1.2. PERSYARATAN

3 – 1

3.1.3. PELAKSANAAN

3 – 9

3.1.4. PENGENDALIAN MUTU

3 – 16

3.1.5. PENGUKURAN DAN PEMBAYARAN

3 – 23

SEKSI 3.2.

BETON PRATEGANG

3 – 25

3.2.1. UMUM

3 – 25

3.2.2. PERSYARATAN

3 – 25

3.2.3. PELAKSANAAN

3 – 30

3.2.4. PENGENDALIAN MUTU

3 – 43

3.2.5. PENGUKURAN DAN PEMBAYARAN

3 – 44

ii

Spesifikasi Khusus Interim Pekerjaan Rehabilitasi Jembatan

SEKSI 3.3.

BAJA TULANGAN

3 – 47

3.3.1. UMUM

3 – 47

3.3.2. PERSYARATAN

3 – 47

3.3.3. PELAKSANAAN

3 – 49

3.3.4. PENGENDALIAN MUTU

3 – 50

3.3.5. PENGUKURAN DAN PEMBAYARAN

3 – 51

SEKSI 3.4.

PERBAIKAN RETAK DENGAN BAHAN EPOXY

3 – 53

3.4.1. UMUM

3 – 53

3.4.2. PERSYARATAN

3 – 53

3.4.3. PELAKSANAAN

3 – 55

3.4.4. PENGENDALIAN MUTU

3 – 56

3.4.5. PENGUKURAN DAN PEMBAYARAN

3 – 57

SEKSI 3.5.

PERBAIKAN DIMENSI

3 – 58

3.5.1. UMUM

3 – 58

3.5.2. PERSYARATAN

3 – 58

3.5.3. PELAKSANAAN

3 – 61

3.5.4. PENGENDALIAN MUTU

3 – 63

3.5.5. PENGUKURAN DAN PEMBAYARAN

3 – 64

SEKSI 3.6.

PERKUATAN STRUKTUR BETON

3 – 66

3.6.1. UMUM

3 – 66

3.6.2. PERSYARATAN

3 – 66

3.6.3. PELAKSANAAN

3 – 69

3.6.4. PENGENDALIAN MUTU

3 – 72

3.6.5. PENGUKURAN DAN PEMBAYARAN

3 – 73

 

DIVISI 4 - STRUKTUR BAJA

SEKSI 4.1.

BAJA STRUKTUR

4 – 1

4.1.1. UMUM

4 – 1

4.1.2. PERSYARATAN

4 – 1

4.1.3. PELAKSANAAN

4 – 5

4.1.4. PENGENDALIAN MUTU

4 – 8

4.1.5. PENGUKURAN DAN PEMBAYARAN

4 – 10

SEKSI 4.2.

PENGELASAN

4 – 12

4.2.1. UMUM

4 – 12

4.2.2. PERSYARATAN

4 – 12

4.2.3. PELAKSANAAN

4 – 12

4.2.4. PENGENDALIAN MUTU

4 – 13

4.2.5. PENGUKURAN DAN PEMBAYARAN

4 – 13

SEKSI 4.3.

PERBAIKAN DAN PENGGANTIAN KOMPONEN BAJA

4 – 15

4.3.1. UMUM

4 – 15

4.3.2. PERSYARATAN

4 – 15

4.3.3. PELAKSANAAN

4 – 16

iii

Spesifikasi Khusus Interim Pekerjaan Rehabilitasi Jembatan

4.3.4. PENGENDALIAN MUTU

4 – 16

4.3.5. PENGUKURAN DAN PEMBAYARAN

4 – 17

 

SEKSI 4.4.

PENGECATAN STRUKTUR BAJA

4 – 18

4.4.1.

UMUM

4 – 18

4.4.2.

PERSYARATAN

4 – 18

4.4.3. PELAKSANAAN

4 – 20

4.4.4. PENGENDALIAN MUTU

4 – 21

4.4.5. PENGUKURAN DAN PEMBAYARAN

4 – 21

 

SEKSI 4.5.

PERKUATAN STRUKTUR BAJA

4 – 23

4.5.1. UMUM

4 – 23

4.5.2. PERSYARATAN

4 – 23

4.5.3. PELAKSANAAN

4 – 24

4.5.4. PENGENDALIAN MUTU

4 – 25

4.5.5. PENGUKURAN DAN PEMBAYARAN

4 – 25

 

DIVISI 5 - STRUKTUR KAYU

SEKSI 5.1

PENGGANTIAN DAN PERBAIKAN STRUKTUR KAYU

5 – 1

5.1.1. UMUM

5 1

5.1.2. PERSYARATAN

5 1

5.1.3. PELAKSANAAN

5 3

5.1.4. PENGENDALIAN MUTU

5 5

5.1.5. PENGUKURAN DAN PEMBAYARAN

5 – 6

 

DIVISI 6 - PONDASI

SEKSI 6.1.

PONDASI TIANG

6 – 1

6.1.1

UMUM

6 – 1

6.1.2.

PERSYARATAN

6 – 1

6.1.3.

PELAKSANAAN

6 – 3

6.1.4.

PENGENDALIAN MUTU

6 – 13

6.1.5.

PENGUKURAN DAN PEMBAYARAN

6 – 16

SEKSI 6.2.

PONDASI SUMURAN

6 – 20

6.2.1. UMUM

6 – 20

6.2.2. PERSYARATAN

6 – 20

6.2.3. PELAKSANAAN

6 – 21

6.2.4. PENGENDALIAN MUTU

6 – 22

6.2.5. PENGUKURAN DAN PEMBAYARAN

6 – 22

iv

Spesifikasi Khusus Interim Pekerjaan Rehabilitasi Jembatan

DIVISI 7 - LAPIS PERMUKAAN

SEKSI 7.1.

CAMPURAN ASPAL PANAS

7 – 1

7.1.1. UMUM

7 – 1

7.1.2. PERSYARATAN

7 – 2

7.1.3. PELAKSANAAN

7 – 24

7.1.4. PENGENDALIAN MUTU

7 – 29

7.1.5. PENGUKURAN DAN PEMBAYARAN

7 – 33

SEKSI 7.2.

PELAPISAN LANTAI JEMBATAN DENGAN BAHAN KHUSUS

7 – 36

7.2.1. UMUM

7 – 36

7.2.2. PERSYARATAN

7 – 36

7.2.3. PELAKSANAAN

7 – 37

7.2.4. PENGENDALIAN MUTU

7 – 38

7.2.5. PENGUKURAN DAN PEMBAYARAN

7 – 38

 

DIVISI 8 - PERLENGKAPAN JEMBATAN

SEKSI 8.1.

LANDASAN JEMBATAN

8 – 1

8.1.1. UMUM

8 – 1

8.1.2. PERSYARATAN

8 – 1

8.1.3. PELAKSANAAN

8 – 7

8.1.4. PENGENDALIAN MUTU

8 – 10

8.1.5. PENGUKURAN DAN PEMBAYARAN

8 – 11

SEKSI 8.2.

SAMBUNGAN SIAR MUAI

8 – 13

8.2.1. UMUM

8 – 13

8.2.2. PERSYARATAN

8 – 13

8.2.3. PELAKSANAAN

8 – 15

8.2.4. PENGENDALIAN MUTU

8 – 18

8.2.5. PENGUKURAN DAN PEMBAYARAN

8 – 18

SEKSI 8.3.

PIPA CUCURAN

8 – 20

8.3.1. UMUM

8 – 20

8.3.2. PERSYARATAN

8 – 20

8.3.3. PELAKSANAAN

8 – 20

8.3.4. PENGENDALIAN MUTU

8 – 21

8.3.5. PENGUKURAN DAN PEMBAYARAN

8 – 21

SEKSI 8.4.

PAPAN NAMA JEMBATAN

8 – 23

8.4.1. UMUM

8 – 23

8.4.2. PERSYARATAN

8 – 23

8.4.3. PELAKSANAAN

8 – 23

8.4.4. PENGENDALIAN MUTU

8 – 23

8.4.5. PENGUKURAN DAN PEMBAYARAN

8 – 24

v

Spesifikasi Khusus Interim Pekerjaan Rehabilitasi Jembatan

SEKSI 8.5.

SANDARAN

8 – 25

8.5.1. UMUM

8 – 25

8.5.2. PERSYARATAN

8 – 25

8.5.3. PELAKSANAAN

8 – 26

8.5.4. PENGENDALIAN MUTU

8 – 27

8.5.5. PENGUKURAN DAN PEMBAYARAN

8 – 27

SEKSI 8.6.

PARAPET

8 – 29

8.6.1. UMUM

8 – 29

8.6.2. PERSYARATAN

8 – 29

8.6.3. PELAKSANAAN

8 – 30

8.6.4. PENGENDALIAN MUTU

8 – 30

8.6.5. PENGUKURAN DAN PEMBAYARAN

8 – 31

 

DIVISI 9 - PEKERJAAN LAIN-LAIN

SEKSI 9.1.

TURAP

9 – 1

9.1.1. UMUM

9 – 1

9.1.2. PERSYARATAN

9 – 1

9.1.3. PELAKSANAAN

9 – 2

9.1.4. PENGENDALIAN MUTU

9 – 4

9.1.5. PENGUKURAN DAN PEMBAYARAN

9 – 5

SEKSI 9.2.

PASANGAN BATU KOSONG DAN BRONJONG

9 – 7

9.2.1

UMUM

9 – 7

9.2.2.

PERSYARATAN

9 – 7

9.2.3.

PELAKSANAAN

9 – 8

9.2.4.

PENGENDALIAN MUTU

9 – 9

9.2.5.

PENGUKURAN DAN PEMBAYARAN

9 – 9

SEKSI 9.3.

PASANGAN BATU

9 – 11

9.3.1. UMUM

9 – 11

9.3.2. PERSYARATAN

9 – 11

9.3.3. PELAKSANAAN

9 – 12

9.3.4. PENGENDALIAN MUTU

9 – 13

9.3.5. PENGUKURAN DAN PEMBAYARAN

9 – 14

SEKSI 9.4.

ADUKAN SEMEN

9 – 15

9.4.1. UMUM

9 – 15

9.4.2. PERSYARATAN

9 – 15

9.4.3. PELAKSANAAN

9 – 15

9.4.4. PENGENDALIAN MUTU

9 – 16

9.4.5. PENGUKURAN DAN PEMBAYARAN

9 – 16

vi

Spesifikasi Khusus Interim Pekerjaan Rehabilitasi Jembatan

SEKSI 9.5.

PEMBONGKARAN STRUKTUR

9 – 17

9.5.1. UMUM

9 – 17

9.5.2. PERSYARATAN

9 – 17

9.5.3. PELAKSANAAN

9 – 17

9.5.4. PENGENDALIAN MUTU

9 – 18

9.5.5. PENGUKURAN DAN PEMBAYARAN

9 – 18

 

DIVISI 10 - PEKERJAAN HARIAN

SEKSI 10.1.

PENANGGULANGAN KEADAAN DARURAT

10 – 1

10.1.1. UMUM

10 – 1

10.1.2. PERSYARATAN

10 – 1

10.1.3. PELAKSANAAN

10 – 1

10.1.4. PENGENDALIAN MUTU

10 – 2

10.1.5. PENGUKURAN DAN PEMBAYARAN

10 – 2

 

DIVISI 11 - PEKERJAAN PEMELIHARAAN RUTIN

SEKSI 11.1

PEMELIHARAAN RUTIN JEMBATAN

11 – 1

11.1.1. UMUM

11 – 1

11.1.2. PERSYARATAN

11 – 2

11.1.3. PELAKSANAAN

11 – 4

11.1.4. PENGENDALIAN MUTU

11 – 9

11.1.5. PENGUKURAN DAN PEMBAYARAN

11 – 10

vii

Spesifikasi Khusus Interim Pekerjaan Rehabilitasi Jembatan

DIVISI 1

UMUM SEKSI 1.1. KETENTUAN UMUM

1.1.1. KLASIFIKASI KEGIATAN

Pekerjaan yang termasuk dalam spesifikasi ini adalah pekerjaan kegiatan umum, kegiatan pemeliharaan rutin, pekerjaan utama. Aspek yang bersangkutan dengan prosedur variasi, pembayaran sertifikat bulanan, pembayaran sementara dan penutupan kontrak diatur dalam Syarat – syarat Umum dan Syarat-syarat Khusus Kontrak.

Penjelasan dari kegiatan yang diatur dalam spesifikasi ini adalah sebagai berikut:

1).

Rehabilitasi Jembatan Rehabilitasi jembatan merupakan kegiatan penanganan terhadap setiap kerusakan yang tidak diperhitungkan dalam desain, yang berakibat menurunnya kondisi kemantapan pada bagian/tempat tertentu dari suatu jembatan dengan kondisi rusak ringan, agar penurunan kondisi kemantapan tersebut dapat dikembalikan pada kondisi kemantapan sesuai dengan rencana.

2).

Kegiatan Umum Penyedia jasa diharuskan untuk melakukan survai lapangan dan pemeriksaan kondisi struktur jembatan secara detail selama mobilisasi agar Direksi Pekerjaan dapat melaksanakan revisi minor dan menyelesaikan detil pekerjaan sebelum operasi pelaksanaan pekerjaan sebagai disyaratkan dalam Pasal 1.2.3. Sebelum pekerjaan survai lapangan dan pemeriksaan kondisi jembatan dimulai, Penyedia Jasa Pekerjaan harus mempelajari gambar terlaksana (apabila ada) serta data jembatan hasil pemeriksaan detil kondisi jembatan yang pernah dilaksanakan untuk memastikan dan memperbaiki kesalahan atau perbedaan yang terjadi, terutama yang berhubungan dengan jenis kerusakan jembatan yang ada. Penyedia Jasa Pekerjaan dan Direksi Pekerjaan harus mencapai kesepakatan dalam menentukan ketepatan setiap perubahan yang dibuat dalam Gambar rencana. Setelah dilakukan revisi minor terhadap seluruh rancangan selesai, kuantitas dalam daftar kuantitas dan harga dapat diubah oleh Direksi Pekerjaan, dimana revisi minor ini harus dibuat berdasarkan data survai lapangan dan pemeriksaan detil kondisi jembatan yang dikumpulkan oleh Penyedia Jasa sebagai bagian dari cakupan pekerjaan dalam kontrak.

3).

Kegiatan Pekerjaan Utama Pekerjaan utama yang dimaksudkan dalam pekerjaan rehabilitasi dan perkuatan jembatan adalah pekerjaan perbaikan kerusakan jembatan yang ada untuk mengembalikan fungsi atau kapasitasnya seperti yang diharapkan dalam rancangan rehabilitasi atau perkuatan jembatan. Pekerjaan ini pada umumnya berupa :

a).

Perbaikan struktur beton Perbaikan struktur beton adalah perbaikan yang dilaksanakan pada elemen jembatan yang menggunakan bahan beton bertulang atau beton prategang yang mengalami penurunan mutu, retak, gompal, pecah dan lain sebagainya dengan menggunakan bahan khusus, agar kapasitas struktur beton tersebut dapat

I - 1

Spesifikasi Khusus Interim Pekerjaan Rehabilitasi Jembatan

dikembalikan, atau perkuatan struktur beton dengan menggunakan cara-cara dan bahan yang khusus.

b).

Perbaikan struktur baja Adalah perbaikan struktur jembatan yang menggunakan bahan utamanya adalah baja, dimana rehabilitasi struktur baja ini akan mencakup rehabilitasi bahan baja seperti pengecatan struktur baja jembatan secara keseluruhan, pengelasan bagian elemen atau komponen baja yang memerlukan penyambungan atau perbaikan setempat, pengencangan baut atau penggantian baur serta perkuatan struktur secara keseluruhan untuk mengembalikan dan/atau meningkatkan kapasitas struktur sesuai rancangan yang dibuat.

c).

Perbaikan struktur atau elemen yang menggunakan pasangan batu Elemen jembatan yang menggunakan pasangan batu pada umumnya adalah elemen bangunan pengaman, tetapi pada struktur jembatan lama masih ada yang menggunakan pasangan batu sebagai struktur lama, hal tersebut harus diperhatikan fungsinya agar dalam perbaikannya dapat dierhabilitasi atau diperkuat sesuai dengan maksudnya.

d).

Perbaikan dan Penggantian Struktur kayu Struktur kayu pada jembatan pada umumnya harus dilakukan rehabilitasi dalam jangka waktu yang tidak lama, pada umumnya merupakan elemen lantai jembatan sementara, struktur jembatan kayu, dan sebagai rehabilitasi yang dicakup adalah penggantian elemen struktur akyu, pengecatan dan/atau proteksi bahan kayu.

e).

Perbaikan dan Penggantian landasan Perbaikan landasan harus menjadi satu dengan perbaikan atau penggantian sambungan siar muai, karena bagian ini pad waktu pekerjaan penggantian akan saling berkaitan

f).

Perbaikan dan Penggantian Sambungan Siar Muai Sambungan siar muai diperbaiki atau diganti harus dengan memerhatikan pergerakan struktur bangunan atas jembatan agar jenis sambungan siar muai yang dipasang sesuai dengan fungsinya.

g).

Perbaikan dan pembangunan bangunan pengaman Perbaikan bangunan pengaman dan pembangunan bangunan pengaman dimaksudkan untuk mencegah dan/atau mengarahkan aliran sungai dan mencegah gerusan atau tumbukan yang mungkin akan terjadi pada struktur jembatan, sehingga jenis bangunan pengaman yang diperbaiki atau dibangun adalah antara krib, bottom controller, fender dan lain sebagainya.

h).

Pelebaran jembatan Dimaksudkan adalah pekerjaan untuk melebarkan lantai kendaraan dengan tujuan melancarkan arus lalu lintas, pekerjaan ini dapat meliputi pekerjaan pondasi, bangunan bawah dan bangunan atas, dimana struktur jembatan baru diusahakan dapat menjadi kesatuan dengan struktur jembatan yang lama

i).

Perkuatan jembatan Perkuatan jembatan ini dimaksudkan untuk meningkatkan mengembalikan kapasitas jembatan lama sesuai dengan kapasitas yang diharapkan pada ruas jalan tersebut, dimana pekerjaan tersebut dapat mencakup pekerjaan pemeriksaan, evaluasi kapasitas (loading test), pengujian jembatan lama, perencanaan dan pelaksanaan.

I - 2

4).

Spesifikasi Khusus Interim Pekerjaan Rehabilitasi Jembatan

Kegiatan Pemeliharaan Rutin Pekerjaan pemeliharaan rutin harus dimulai sesegera mungkin selama periode mobilisasi dan selama pekerjaan utama berlangsung. Pemeliharaan rutin adalah pekerjaan untuk menjaga kondisi jembatan yang ada selalu dalam kondisi siap untuk dilakukan rehabiiltasi, perbaikan atau perkuatan yang dimaksudkan sesuai dengan jenisnya. Pemeliharaan rutin mencakup pekerjaan pembersihan pada elemen-elemen sebagai berikut:

a).

Pembersihan secara umum, yaitu pembersihan yang dilaksanakan pada :

drainase, agar pembuangan air hujan atau sejenisnya dapat lancar dan

tidak mengganggu kondisi jembatan Lantai dan sambungan siar muai, dimaksudkan agar fungsi lantai jembatan sesuai dengan kondisinya dan tidak bertambah rusak, demikian juga pada daeah sambungan siar muai Daerah di sekitar landasan

Semua komponen rangka yang menahan kotoran dan sampah

Tiang sandaran dan sandarannya

Gelagar melintang

Ikatan angin horisontal

Sayap pada gelagar dan diafragma yang berbentuk rangka

Bagian atas balok kepala

Lubang suling-suling di kepala jembatan

Pembersihan sampah-sampah yang masih sedikit di bagian aliran sungai

b).

Membuang tumbuhan liar dan sampah disekitar jembatan Pemeliharaan rutin untuk membuang tumbuhan liar dan sampah meliputi pekerjaan antara lain:

Pembersihan tumbuhan liar yang berada di daerah jembatan dan bagian elemennya seperti pada kepala jembatan, di atas lantai, di daerah bangunan pengaman tebing atau talud jalan pendekat, Pembersihan sampah yang berada di struktur jembatan yang dapat mengganggu fungsi elemen jembatan seperti pada batang tepi bawah, daerah landasan dan sebagainya.

c).

Pembersihan dan melancarkan daerah aliran sungai Pembersihan pada daerah aliran sungai untuk melancarkan aliran sungai dimaksudkan agar tidak terjadi gerusan yang bertambah besar,

d).

Penanganan kerusakan ringan pada drainase yan mempengaruhi kondisi jembatan Penanganan kerusakan ringan dimaksudkan untuk menjaga elemen jembatan tetap berada dalam kondisi berfungsi sebelum dilakukan perbaikan atau rehabilitasi

e).

Pengecatan sederhana Dimaksudkan pada elemen jembatan yang memerlukan proteksi seperti pada jembatan kayu atau elemen baja yang memerlukan perlindungan dapat dilakukan pengecatan sederhana.

f).

Pemeliharaan lapisan permukaan lantai jembatan Dimaksudkan agar pengguna jalan tetap nyaman, walaupun sedang dilaksanakan perbaikan elemen jembatan, dan tidak menimbulkan getaran yang berlebihan pada saat perbaikan atau rehabiiltasi berlangsung.

I - 3

1.1.2. ASPEK PELAKSANAAN

Spesifikasi Khusus Interim Pekerjaan Rehabilitasi Jembatan

1).

Aspek Keselamatan Kerja Penyedia Jasa Pekerjaan rehabilitasi jembatan ahrus memperhatikan ketentuan kesehatan dan Undang-undang Keselamatan Kerja. Ketentuan-ketentuan tersebut harus diadopsi oleh pelaksana pekerjaan dalam prosedur/manual pekerjaan secara menyeluruh untuk setiap tahapan pekerjaan, mulai dari tahap pekerjaan persiapan hingga pemeliharaan setelah penyerahan pekerjaan.

2).

Aspek Lingkungan Sebelum melaksanakan kegiatan fisik di lapangan, Penyedia Jasa harus memperhatikan program dampak lingkungan (apabila diperlukan) yang telah dilaksanakan sebagai akibat pelaksanaan kegiatan dengan mengacu pada Dokumen Rencana Pengelolaan Lingkungan (RKL) atau Upaya Pengelolaan Lingkungan (UKL) dan Rencana Pemantauan Lingkungan (RPL) atau Upaya Pemantauan Lingkungn (UPL) atau manual prosedur pengelolaan/pemantauan lingkungan (jika RKL/RPL atau UKL/UPL tidak ada). Program ini harus mendapat persetujuan dari Direksi Pekerjaan.

3).

Aspek Administrai Penyedia Jasa pekerjaan Rehabilitasi dan/atau Perkuatan Jembatan harus memiliki prosedur dan tata cara administrasi yang baku dalam bentuk surat menyurat, surat pengumuman, surat undangan dan surat-surat lainnya untuk menunjang seluruh kegiatan perkerjaan. Seluruh dokumen pekerjaan mulai dari pekerjaan persiapan, pelaksanaan, serah terima dan pemeliharaan harus dik\dokumentasikan secara sistematis sesuai dengan kelompok pekerjaan, urutan waktu, atau kategori lainnya yang dianggap penting. Dokumentasi ini diperlukan guna menunjang laporan proyek (Laporan Harian, Bulanan serta Triwulan maupun Tahunan)

4).

Aspek Ekonomis Penyedia Jasa Pekerjaan Rehabilitasi Jemabatn wajib memperhatikan efektifitas dan efisiensi pelaksanaan. Termasuk dalam hal ini aspek SDM, Peralatan dan pengadaan bahan. SDM yang digunakan harus secara efektif dapat memenuhi kebutuhan jadwal dan kualitas pekerjaan. Jumlah dan jenis peralatan pendukung pekerjaan harus diperhitungkan dengan seksama sesuai jadwal pekerjaan terutama bila peralatan tersebut diadakan dengan sewa. Pengadaan baha/material harus diupayakan efektif sesuai pekerjaan yang dijadwalkan.

5).

Aspel Kelancaran dan Keselamatan Lalu Lintas Penyedia Jasa Pekerjaan Rehabilitasi Jembatan harus menjamn kelancaran dan keselamatan lalu lintas selama pelaksanaan pekerjaan. Untuk mewujudkan hal ini, Penyedia Jasa harus memastikan adanya manual pengelolaan lalu lintas selama pekerjaan dan audit keselamatan jalan. Penyedia jasa Pekerjaan berkewajiban untuk melaksanakan pekerjaan sesuai manual penelolaan lalu lintas, melakukan audit keselamatan jalan, melakukan kaji ulang terhadap amnual rencana pengelolaan lalu lintas, dan rekomendasi perbaikan sesuai hasil keselamatan jalan.

6).

Aspek Sosial dan Budaya Penyedia Jasa Pekerjaan Rehabilitasi Jemabatan berkewajiban memperhatikan kondisi sosial dan budaya masyarakat di lokasi pelaksanaan pekerjaan. Hal-hal yang cukup sensitif seperti gangguan kebisingan pada waktu ibadah, waktu istirahat, hal-hal yang ditabukan, atau lokasi-lokasi yang dianggap suci oleh

I - 4

Spesifikasi Khusus Interim Pekerjaan Rehabilitasi Jembatan

masyarakat setempat sedapat mungkin dihindarkan dari gangguan pekerjaan atau personil yang terlibat dalam pekerjaan.

1.1.3. JADWAL PELAKSANAAN

1).

Umum Untuk perencanaan, pelaksanaan dan pemantauan yang sebagaimana mestinya atas pekerjaan, Penyedia Jasa harus mempersiapkan jadwal pelaksanaannya. Jadwal tersebut diperlukan untuk menjelaskan kegiatan-kegiatan pekerjaan setelah kegiatan dalam program mobiliasai telah selesai.

a).

Detail Jadwal Pelaksanaan

 

(1)

Penyedia jasa harus membuat jadwal Kemajuan Keuangan dalam

 

bentuk diagram balok horizontal dan dilengkapi kurva yang menggambarkan seluruh kemajuan pekerjaan dengan karakteristik sebagai berikut:

(a)

Setiap jenis Mata Pembayaran atau kegiatan dari keompok mata Pembayaran yang berkaitan, harus digambarkan dalam diagram balok yang terpisah, dan harus dibentuk sesuai dengan urutan dari masing-masing kegiatan pekerjaan.

(b)

Skala waktu dalam arah horizontal harus dinyatakan berdasarkan satuan bulan.

(c)

Setiap diagram balok horizontal harus mempunyai ruangan untuk mencatat kemajuan aktual dari setiap pekerjaan dibandingkan dengan kemajuan rencana

(d)

Skala format dari jadwal Kemajuan Keuangan harus

 

sedemikian rupa hingga tersedia ruangan untuk pencatatan, revisi dan pemutakhiran mendatang. Ukuran lembar kertas minimum adalah A3. (2) Jika diperlukan oleh Direksi Pekerjaan, Penyedia Jasa harus

(3)

menyediakan Analisa Jaringan yang menunjukkan awal dan akhir setiap tanggal mulainya suatu kegiatan, sehingga dapat diperoleh suatu jadwal jalur kritis (critical path schedule) dan dapat diperoleh jadwal untuk menentukan jenis-jenis pekerjaan yang kritis dalam seluruh jadwal pelaksanaan. Penyedia Jasa harus membuat jadwal yang terpisah untuk lokasi semua sumber bahan, bersama dengan rencana tanggal penyerahan contoh bahan dan jadwal pengirimannya.

2)

Revisi Jadwal Pelaksanaan

 

a) Pada saat menyerahkan Revisi Jadwal Pelaksanaan, maka Penyedia Jasa harus melengkapi laporan ringkas yang memberikan alasan timbulnya revisi, yang meliputi :

(1)

Uraian revisi termasuk pengaruh pada seluruh jadwal karena adanya

(2)

perubahan cakupan, revisi dalam kuantitas atau perubahan jangka waktu kegiatan dan perubahan lainnya yang dapat mempengaruhi jadwal. Pembahasan jenis pekerjaan yang bermasalah, termasuk faktor

(3)

penghambat yang sedang berlangsung maupun yang harus diperkirakan serta dampaknya. Semua kegiatan Rapat Pembuktian Keterlambatan (SCM) harus dibuat dalam Berita Acara Rapat Pembuktian keterlambatan, yang ditandatangani oleh Pemimpin dari masing-masing pihak sebagai

I - 5

Spesifikasi Khusus Interim Pekerjaan Rehabilitasi Jembatan

catatan

dilakukan berikutnya.

untuk

membuat

persetujuan

atas

tindakan

yang

akan

1.1.4. DOKUMEN REKAMAN PROYEK

1)

Prinsip Dasar

a).

Selama pelaksanaan, Penyedia Jasa Pekerjaan harus menjaga rekaman yang akurat dari semua perubahan yang terjadi dalam Dokumen Kontrak dalam satu set D\okumen Rekaman Proyek, dan harus memindahkan informasi akhir tersebut ke dalam Dokumen Akhir sebelum penyelesaian Pekejaan.

b).

Pada tahap pengajuan dokumen rekaman proyek perlu dilakukan beberapa kegiatan, yaitu:

(1). Penyedia Jasa harus menyerahkan kepada direksi Pekerjaan satu set Dokumen Rekaman Proyek dalam keadaan terpelihara pada setiap bulan tanggal 25 untuk mendapat persetujuan dari Direksi Pekerjaan. Dokumen Rekaman Proyek yang telah disetujui Direksi Pekerjaan ini menjadi prasyarat untuk pengesahan Sertifikat Bulanan. (2) Penyedia Jasa harus menyerahkan kepada Direksi Pekerjaan, Rekaman Proyek akhir pada saat permohonan, Berita Acara Penyelesaian Akhir untuk mendapat persetujuan dari Direksi Pekerjaan, disertai dengan surat pengantar yang berisi:

 

(a)

Tanggal

(b)

Nomor dan Nama Proyek

(c)

Nama dan Alamat Penyedia Jasa

(d)

Judul dan Nomor tiap Dokumen Rekaman

(e)

Berita Acara yang menyatakan bahwa setiap dokumen yang diserahkan telah lengkap dan benar

(f)

Tanda tangan Penyedia Jasa, atau wakilmya yang sah.

2)

Dokumen Kerja

a) Segera setelah Pengumuman Pemenang, Penyedia Jasa dapat

memperoleh 1 (satu) set lengkap semua Dokumen yang berhubungan dengan kontrak tanpa biaya dari Direksi Pekerjaan. Dokumen Kerja akan mencakup:

(1)

(2) Spesifikasi

Syarat-syarat Kontrak

(3)

Gambar Rencana

(4)

Addenda (Bila ada)

(5)

Modifikasi lainnya terhadap kontrak

(60 Catatan hasil pengujian lapangan (bila ada)

b) Penyimpanan Dokumen Kerja Dokumen Kerja harus disimpan dan diarsipkan dalam rak-rak di kantor lapangan, dan Penyedia Jasa harus menjaga dokumen kerja tersbut terlindung dari kehilangan atau kerusakan sampai pemindahan data akhir ke dalam Dokumentasi Proyek Akhir telah selsai dilaksanakan. Dokumen rekaman tersebut tidak boleh digunakan untuk maksud-maksud pelaksanaan pekerjaan dan dokumen tersebut harus tersedia setiap saat untuk diperiksa oleh Direksi Pekerjaan atau Pemilik.

I - 6

Spesifikasi Khusus Interim Pekerjaan Rehabilitasi Jembatan

3)

Bahan Rekaman Proyek Segera setelah semua bahan yang berkaitan dengan perbaiakan, rehabilitasi dan perkuatan jembatan disetujui, maka semua contoh yang telah disetujui harus disimpan dengan baik di lapangan.

4)

Pemeliharaan Dokumen Pelaksanaan Proyek

a)

Penanggung Jawab Penyedia Jasa harus melimpahkan tanggung jawab pemeliharaan Dokumen Rekaman kepada salah seorang staf yang ditunjuk sebagaimana yang telah disetujui oleh Direksi Pekerjaan sebelumnya

b)

Pemberian Tanda Segera setelah diterimanya Dokumen Kerja (Job Set) Penyedia jasa harus memberi tanda pad setiap dokumen dengan judul “Dokumen Rekaman Proyek- Dokumen Kerja” dengan huruf cetak setinggi 5 cm

c)

Pemeliharaan Pada saat penyelesaian kontrak, kemungkinan sejumlah Dokumen Kerja harus dikeluarkan untuk mencatat masukan-masukan baru dan untuk pemeriksaan dan dalam kondisi-kondisi yang demikian kegiatan seperti ini akan dilaksanakan, maka Penyedia Jasa harus mencari cara yang cocok untuk melindungi dokumen kerja tersebut untuk disetujui Direksi Pekerjaan.

d)

Tata Cara Membuat Catatan dalam Gambar Catatan pada gambar harus dilakukan dengan menggunakan pinsil berwarna yang dapat dihapus (tidak boleh memakai tinta), perubahan harus diuraikan dengan jelas dengan pencatatan dan kalau perlu dengan garis grafis. Catat tanggal semua masukan. Berilah tanda perhatian pada setiap catatan dengan tanda “awan” pada tempat atau tempat-tempat yang mengalami perubahan. Bilamana terjadi perubahan yang tumpang tindih (over lapping) maka disarankan menggunakan warna yang berbeda untuk setiap perubahan. Dokumen rekaman harus selalu diperbaharui, jangan sampai terdapat bagian yang tertanam dalam setiap pekerjaan yang

dikerjakan tidak tercatat. Beri tanda yang jelas untuk mencatat setiap detil pelaksanaan, misalnya;

(1)

kedalaman berbagai elemen pondasi sehubungan dengan data

(2)

yang ditunjukkan Posisi horizontal maupun vertial untuk utilitas bawah permukaan

(3)

harus ditandai pada bagian permukaan pekerjaan yang permanen Perubahan dimensi dan detil pelaksanaan di lapangan

(4)

Perubahan yang terjadi dengan adanya variasi

(5)

Gambar detil yang tidak terdapat dalam gambar asli

e)

Waktu Pencatatan Semua catatan harus dibuat dalam jangka waktu 24 jam terhitung sejak diterimanya informasi.

f)

Keakuratan Gunakan semua sarana yang diperlukan, termasuk perlengkapan khusus yang dipakai dalam pengukuran, untuk menentukan lokasi bagian-bagian yang terpasang dan untuk memperoleh data masukan yang akurat. Penyedia Jasa harus melakukan koordinasi atas semua perubahan yang terjadi dalam halaman Rekaman, membuat catatan yang sesuai dan sebagaimana mestinya pada setiap halaman spesifikasi dan pada lembaran

I - 7

Spesifikasi Khusus Interim Pekerjaan Rehabilitasi Jembatan

gambar dan pada dokumen lainnya, dimana pencatatan yang demikian diperlukan untuk menunjukkan perubahan yang sebenarnya terjadi. Keakuratan rekaman harus sedemikian rupa sehingga setiap pekncarian bagian-bagian pekerjaan yang ditunjukkan dalam Dokumen Kontrak di kemudian hari dapat dengan mudah dipeoleh dari Dokumen Rekaman yang telah disetujui.

5)

Dokumen Rekaman Akhir

a).

Umum Tujuan pembuatan Dokumen Rekaman Akhir adalah menyiapkan informasi nyata menyangkut semua aspek pekerjaan, baik yang tertanam maupun yang terlihat, untuk memungkinkan modifikasi rancangan di kemudian hari dapat dilaksanakan tanpa pengukuran ulang yang lama dan mahal, tanpa investigasi dan pemeriksaan ulang

b).

Pemindahan Data ke dalam Gambar Seluruh perubahan data yang ditunjukkan dalam Dokumen Kera dari Gambar Rekaman harus dipindahkan dengan teliti ke dalam Gambar Rekaman Akhir menurut masing-masing gambar asliny, dan penjelasan yang lengkap dari semua perubahan selama pelaksanaan dan lokasi aktual dari semua jenis pekerjaan harus ditunjukkan dengan jelas. Berilah tanda perhatian pad setiap catatan dengan tanda “awan” yang mengelilingi tempat atau tempat-tempat yang mengalami eprubahan. Buatlah semua catatan perubahan pada dokumen yang asli dengan rapih, konsisten dan ditulis dengan tinta atau pinsil keras hitam.

c).

Pemnindahan Data ke Dokuken Lain Bilamana di\okumen selain gambar telah dijaga bersih selama pelaksanaan pekerjaan, dan bila setiap data masukan telah dicatat dengan rapih agar dapat disetujui oleh Direksi Pekerjaan, maka Dokumen Kerja (Job Set) dari dokumen tersebut (selain gambar) akan diterima Direksi Pekerjaan sebagai Dokumen Rekaman Akhir untuk Dokumen tersebut. Bilamana Dokumen yang demikian belum dapat disetujui oleh Direksi Pekerjaan, maka Penyedia Jasa harus menyiapkan salinan baru dari Dokumen yang diperoleh dari Direksi Pekerjaan. Pemindahan perubahan data ke dalam salinan baru ini harus dilakukan dengan hati-hati agar dapat disetujui oleh Direksi Pekerjaan

d).

Peninjauan dan persetujuan Penyedia jasa harus menyertakan satu set lengkap Dokumen Rekaman Akhir kepada Direksi Pekerjaan pada saat mengajukan permohonan Berita Acara Serah Terima Sementara. Bilamana diminta oleh Direksi Pekerjaan, maka Penyedia Jasa harus mengikuti rapat atau rapat-rapat perninjauan (review) melaksanakan setiap perubahan yang diperlukan dan segera menyerahkan kembali Dokumen Rekaman Akhir kepada Direksi Pekerjaan untuk dapat diterima.

e).

Perubahan Setelah Dokumen Diterima Penyedia Jasa tidak bertanggung jawab terhadap perubahan pekerjaan setelah Serah Terima Sementara Pekerjaan, kecuali perubahan yang diakibatkan oleh penggantian, perbaikan dan perubahan yang dilakukan penyedia jasa sebagai bagian dari kewajibannya (guarantee)

I - 8

1.1.5. STANDAR RUJUKAN

Spesifikasi Khusus Interim Pekerjaan Rehabilitasi Jembatan

Bilamana bahan atau pengujian disyaratkan oleh Spesifkasi ini harus memenuhi atau melebihi peraturan atau standar yang disebutkan, maka Penyedaia Jasa harus bertanggungjawab untuk menyediakan bahan dan pengerjaan yang demikian. Peraturan dan standar yang disebutkan ini akan menerapkan ketentuan mutu untuk berbagai jenis Petunjuk yang akan dilaksanakan dan cara pengujian untuk menentukan mutu yang disyaratkan dapat dicapai.

Standar rujukan yang diacu dalam spesifikasi adlah SNI (Standar Nasional Indonesia), Pedoman atau Petunjuk Teknis dan Stndar dari Badan-badan dan Organisasi lain dapat digunakan atas persetujuan Direksi Pekerjaan, seperti:

AASHTO

:

Americal Ascociation of State Highway and Transportation Officials

ACI

:

American Concrete Institute

AISC

:

American Institute of Steel Construction

ANSI

:

American National Standard Institute

ASTM

:

American Society of Testing Materials

AWS

:

American Welding Society Inc.

BS

:

British STandard

CRSA

:

Concrete Reinforcing Steel Institute

JIS

:

Japan International Standar

NEC

:

National Electrical Code.

I - 9

Spesifikasi Khusus Interim Pekerjaan Rehabilitasi Jembatan

SEKSI 1.2.

PERSIAPAN

1.2.1.

UMUM

 

1)

Uraian Pekerjaan yang diatur dalam Seksi ini meliputi pemeriksaan lapangan, mobilisasi dan demobilisasi, kantor lapangan dan fasilitasnya, fasilitas pengujian dan pelayanan pengujian, logistik.

1.2.2.

PERSYARATAN

 

1)

Pedoman Rujukan Pd – T-12-2003:

Perambuan Sementara pada pekerjaan Jalan

1.2.3.

PEMERIKSAAN LAPANGAN

1)

Prinsip Dasar

a) Penyedia Jasa harus menyediakan personil ahli teknik untuk memperlancar pelaksanaan pekerjaan sehingga diperoleh mutu, kinerja dan dimensi sesuai yang disyaratkan dalam ketentuan

b) Pada awal pelaksanaan pekerjaan, personil tersebut harus disertakan dalam

pelaksanaan suatu survai lapangan yang lengkap dan menyiapkan laporan hasil survai lapangan untuk menentukan kondisi fisik dan struktur jembatan lama dan bangunan pelengkap jalan. Dengan demikian akan memungkinkan Direksi Pekerjaan melaksanakan revisi minor dan menyelesaikan serta menerbitkan detil pelaksanaan sebelum kegiatan pelaksanaan dimulai. Selanjutnya personil tersebut harus disertakan dalam pengujian bahan perbaikan jembatan, penelitian, pemeriksaan kondisi detil jembatan dan rekayasa serta penggambaran untuk menyimpan Dokumen Rekaman Proyek. Dierksi Pekerjaan harus disertakan pada saat survai. c). Survai harus dilaksanakan dibawah pengawasan Direksi Pekerjaan, yang harus menjamin bahwa semua kondisi yang ada telah dicatat dengan baik dan teliti. Formulir pelaporan kondisi tersebut harus dalam formulir baku yang berlaku.

2).

Pekerjaan Survai Lapangan untuk Peninjauan Kembali Rancangan Selama 30 hari pertama sejak periode mobilisasi, Penyedia Jasa harus mengerahkan personil tekniknya untuk melakukan survai lapangan dan membuat laporan tentang kondisi fisik jembatan yang harus direhabilitasi atau diperkuat. Pekerjaan survai lapangan ini harus dilaksanakan dengan detil pada seluruh elemen struktur jembatan yag akan direhablitasi atau diperkuat dalam lingkup kontrak dan harus mencakup hal berikut ini, tetapi tidak terbatas pada:

a). Pengkajian terhadap Persiapan dan Gambar (1) Penyedaia Jasa harus mempelajari gambarasli yang terdapat dalam Dokumen Kontrak dan berkonsultasi dengan Direksi Pekerjaan sebelum pekerjaan survai dimulai. Gambar ini harus diantisipasi terhadap perubahan yang detil yang mungkin terjadi selama pelaksanaan.

Penyedia Jasa harus melaksanakan pekerjaan sesuai dengan maksud dari Gambar dan Spesifikasi, dan tidak boleh mengambil keuntungan atas tiap kesalahan atau kekurangan dalam gambar atau perbedaan antara gambar dan spesifikasi. Penyedia Jasa harus menandai dan memperbaiki setiap kesalahan atau kekurangan, terutama yang berhubungan dengan kondisi struktur jembatan yang terakhir. Direksi Pekerjaan akan melakukan

(2)

I - 10

Spesifikasi Khusus Interim Pekerjaan Rehabilitasi Jembatan

perbaikan dan interpretasi untuk melengkapi spesifikasi dan gambar. Bilamana dimensi yang diberikan dalam gambar dapat dihitung, pengukuran berdasarkan skala tidak boleh digunakan kecuali disetujui oleh Direksi Pekerjaan. Setiap penyimpangan dari gambar sehubungan dengan kondisi lapangan yang tidak terantisipasi akan ditentukan dan diperintahkan secara tertulis oleh Direksi Pekerjaan. Penyedia jasa dan Direksi Pekerjaan harus mencapai kesepakatan terhadap ketepatan atas setiap perubahan yang diambil terhadap gambar dalam kontak ini.

b) Kondisi Struktur Jembatan lama

Penyedia Jasa harus melakukan pemeriksaan kondisi struktur jembatan secara detil berdasarkan buku Panduan Pemeriksaan Jembatan untuk menentukan pakah diperlukannya pemeriksaan secara khusus dan jenis alat

yang harus digunakan. (2) Penyedia Jasa setelah melakukan pemeriksaan detil jembatan, apabila dipelukan haus melakukan pemeriksaan khusus dengan jenis alat yang direkomendasikan pada pemeriksaan detil. (3) Bilamana diperlukan Penyedia Jasa mungkin harus melakukan uji pembebanan terhadap struktur jembatan lama untuk mengetahui kapasitas struktur jembatan lama.

(1)

3).

Pekerjaan Survai Pelaksanaan Rutin

a)

Setelah Direksi Pekerjaan menyelesaikan revisi minor dan menerbitkan gambar

kerja, Penyedia Jasa harus yakin bahwa pemeriksa kondisi jembatan (inspektur) telah melengkapi semua gambar yang berisi informasi yang paling mutakhir tentang kondisi jembatan lama secara keseluruhan. b). Periksalah semua jenis kerusakan hasil pemeriksaan detil kondisi jembatan dengan seksama, pastikan semua perbaikan untuk setiap jenis kerusakan sudah masuk dalam Mata Pembayaran

4).

Tenaga Ahli

a).

Penyedia Jasa harus menyediakan tenaga ahli atau yang berpengalaman dalam

b).

bidang struktur jembatan untuk mengarahkan dan mengatur kegiatan pekerjaan perbaikan, rehabilitasi dan perkuatan struktur jembatan Penyedia Jasa harus menyediakan tenaga ahli dalam bidang tanah, karakteristik sungai dan semua yang berhubungan dengan keamanan dan kestabilan struktur jembatan.

5).

Pengendalian Mutu Bahan

a).

Personil pemeriksa kondisi struktur jembatan yang disediakan Penyedia Jasa

b).

harus melakukan pemeriksaan secara keseluruhan untuk mendapatkan semua kerusakan yang terjadi pada struktur jembatan. Laporan hasil pemeriksaan tersebut menjadi dasar dalam perbaikan. Rehabilitasi dan.atau perkuatan struktur jembatan. Seluruh pengujian laboratorium harus dilakukan oleh Penyedia Jasa di bawah pengawasan Direksi Pekerjaan seperti diuraikan dalam pasal 1.2.6. dalam Spesifikasi ini.

6).

Dasar Pembayaran a). Ketentuan Pasal 1.2.3. dari Spesifikasi ini untuk penyediaan pekerja, bahan dan peralatan untuk semua kegiatan Pemeriksaan Kondisi Jembatan selama periode pelaksanaan harus dipebuhi tanpa pembayaran tambahan dan semua biaya tersebut harus dipandang telah termasuk dalam Harga Satuan yang telah dimasukkan dalam berbagai Mata Pembayaran yang tercantum dalam Daftar

I - 11

Spesifikasi Khusus Interim Pekerjaan Rehabilitasi Jembatan

b).

Kuantitas dan Harga. Peralayan survai dan peralatan lain yang disediakan Penyedia jasa harus tetap menjadi milik Penyedia Jasa setelah Kontrak selesai. Kecuali untuk yang disebutkan disebutkan di bawah ini, penyediaan semua pekerja, bahan dan peralatan yang dibutuhkan untuk melaksanakan survai lapangan dengan baik, untuk menyiapkan penampang memanjang dan gambar- gambar lainnya sebagaimana diperlukan. dan untuk menyiapkan serta menyediakan laporan survai lapangan menurut ketentuan yang disyaratkan dalam Seksi dari Spesifikasi ini, termasuk survai kondisi jembatan sesuai dengan ketentuan Spesifikasi ini, harus dipernuhi tanpa pembayaran tambahan dan semua

c).

biaya tersebut harus dipandang telah termasuk dalam Harga Satuan yang dimasukkan dalam berbagai Mata Pembayaran yang tercantum dalam Daftar Kuantitas dan Harga. Penyelidikan tanah dan/atau beton atau pengujian beban struktur yang dipandang diperlukan untuk tujuan selain dari yang disebutkan di atas, jika diperintahkan oleh Direksi Pekerjaan akan dibayar atas Pekerjaan Harian sesuai dengan Seksi 10.1. dari Spesifikasi ini.

d). Bilamana Direksi Pekerjaan memilih untuk melaksanakan pekerjaan survai lapangan dengan menggunakan sumber dayanya sendiri atau pihak lain sehubungan dengan kemajuan pelaksanaan pekerjaan Penyedia Jasa yang tidak memenuhi jadwal yang telah ditentukan, maka biaya aktual yang dikeluarkan Direksi Pekerjaan dalam menyelesaikan pekerjaan ini harus sepenuhnya ditanggung oleh Penyedia Jasa.

1.2.4. MOBILISASI DAN DEMOBILISASI

1)

Prinsip Dasar

Lingkup kegiatan mobilisasi yang diperukan dalam Kontrak ini akan tergantung pada jenis dan volume pekerjaan yang harus dilaksanakan, sebagaimana disyaratkan dibagian lain dari Dokumen Kontrak, dan secara umum Penyedia Jasa harus memenuhi ketentuan berikut:

a).

Mampu memobilisasi sumber daya manusia dan sumber daya fasilitas dan

b).

peralatan Menyediakan lahan yang dapat digunakan sebagai kantor lapangan, tempat tinggal, bengkel, gudang dan sebagainya

2).

Mobilisasi Personil

Penyedia Jasa harus memobilisasi personil sesuai degnan ketentuan sebagai berikut:

a). Mobilisasi Kepada Penyedia Jasa (General Superintendant) yang memenuhi jaminan kualifikasi menurut cakupan pekerjaannya.

b).

Mobilisasi semua staf Penyedia Jasa dan pekerja yang diperukan dalam pelaksnaan dan penyelesaian pekerjaan dalam Kontrak.

3).

Mobilisasi Fasilitas dan Peralatan Penyedia Jasa harus memobilisasi fasilitas dan peralatan sesuai dengan ketentuan sebagai berikut:

a).

Menyediakan sebidang lahan yang diperlukan untuk base camp

b).

pelaksanaan pekerjaan di sekitar lokasi proyek Mobilisasi dan pemasangan peralatan sesuai dengan daftar peralatan yang tercantum dalam penawaran

4).

Periode Mobilisasi Mobilisasi dari seluruh mata pekerjaan yang terdaftar harus diselesaikan dalam jangka waktu 30 hari terhitung mulai tanggal mulai kerja, kecuali penyediaan

I - 12

Spesifikasi Khusus Interim Pekerjaan Rehabilitasi Jembatan

falsilitas dan pelayanan pengendalian mutu harus diselesaikan dalam jangka waktu 45 hari. Setiap kegagalan Penyedia Jasa dalam memobilisai fasilitas dan pelayanan pengendalian mutu sebagaimana disebutkan di atas, akan membuat Direksi Pekerjaan melaksnakan pekerjaan semacam ini yang dianggap perlu, dan akan membebankan seluruh biaya tersebut ditambah sepuluh persen pada Penyedia Jasa, dimana biaya tersebut akan dipotongkan dari setiap pembayaran atau akan dibayarkan kepada Penyedia jasa menurut Kontrak ini.

5).

Program Mobilisasi Pelaksanaan mobilisasi harus memenuhi ketentuan sebagai berikut:

a).

Dalam waktu 7 hari setelah Penandatanganan Kontrak, Penyedia jasa harus melaksanakan Rapat Pra Pelaksanaan (Pre Construction Meeting) yang dihadiri Pemilik, Direksi Pekerjaan, Wakil Direksi Pekerjaan (bila da) dan

b).

Penyedia Jasa untuk membahas semua hal baik yang teknis maupun nonteknis dalam proyek ini. Dalam waktu 7 hari setelah Rapat Pra Pelaksanaan, Penyedia jasa harus