0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
2K tayangan13 halaman

Klasifikasi Neraca

[Ringkasan] Dokumen tersebut membahas tentang klasifikasi neraca yang membedakan aktiva dan kewajiban menjadi lancar dan tidak lancar. Aktiva lancar terdiri dari kas, investasi jangka pendek, piutang, persediaan, dan beban dibayar dimuka yang diharapkan dapat digunakan dalam satu tahun. Aktiva tidak lancar meliputi investasi jangka panjang, properti dan peralatan, aktiva tidak berwujud, dan aktiva lainnya. K

Diunggah oleh

Indah Permata Sarii
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

Topik yang dibahas

  • aktiva tidak berwujud,
  • laporan arus kas,
  • pembayaran utang,
  • aktiva tidak lancar,
  • analisis neraca,
  • kewajiban jangka panjang,
  • arus kas bebas,
  • likuiditas,
  • rasio cakupan utang,
  • modal kerja
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
2K tayangan13 halaman

Klasifikasi Neraca

[Ringkasan] Dokumen tersebut membahas tentang klasifikasi neraca yang membedakan aktiva dan kewajiban menjadi lancar dan tidak lancar. Aktiva lancar terdiri dari kas, investasi jangka pendek, piutang, persediaan, dan beban dibayar dimuka yang diharapkan dapat digunakan dalam satu tahun. Aktiva tidak lancar meliputi investasi jangka panjang, properti dan peralatan, aktiva tidak berwujud, dan aktiva lainnya. K

Diunggah oleh

Indah Permata Sarii
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

Topik yang dibahas

  • aktiva tidak berwujud,
  • laporan arus kas,
  • pembayaran utang,
  • aktiva tidak lancar,
  • analisis neraca,
  • kewajiban jangka panjang,
  • arus kas bebas,
  • likuiditas,
  • rasio cakupan utang,
  • modal kerja

KLASIFIKASI NERACA.

Neraca yang berklsifikasi mengelompokkan perkiraan perkiraan ke dalam subkategori


untuk membantu pembaca mendapatkan perspektif tentang posisi keuangan perusahaan dengan
cepat. Aktiva biasanya diklasifikasikan dalam dua kelompok yaitu aktiva lancar dan tidak lancar.
Kewajiban diklasifikasikan dalam : hutang jangka pendek (lancar) dan hutang jangka panjang.
Bagi kebanyakan perusahaan, lancar berarti tidak lebih dari satu tahun, sedang tidak lancar berarti
lebih dari satu tahun.
Dengan demikian, aktiva dan kewajiban lancar adalah aktiva yang diharapkan dapat
digunakan dan kewajiban yang diharapkan dapat dibayar dalam waktu tidak lebih dari satu tahun.
Jika lebih dari satu tahun diklasifikasikan sebagai tidak lancar atau jangka panjang. Setelah aktiva
dan kewajiban diklasifikasikan, selisihnya dapat ditentukan. Selisih aktiva lancar dan kewajiban
lancar disebut modal kerja (working capital). Modal kerja adalah cadangan likuid yang tersedia
untuk memenuhi kebutuhan keuangan masa depan. Pengklasifikasian aktiva dan kewajiban
menjadi dua kategori yaitu lancar dan tidak lancar, kadangkala bersifat arbiter dan subjektif. Para
pemakai laporan keuangan dapat merancang aturan pembagian kategori yang berbeda. Misalnya
beberapa pemakai tidak memasukkan persediaan ketika mengevaluasi posisi modal kerja
perusahaan. Pada dasarnya pemakai laporan keuangan memiliki kebebasan untuk menyusun
dengan cara yang mereka inginkan. Walaupun terdapat unsur subjektivitas dalam klasifikasi lancar
dan tidak lancar, namun kepopulerannya sebagai indicator likuiditas menunjukkan bahwa
klasifikasi ini dapat memenuhi kebutuhan para pemakai dalam pengambilan keputusan.

________________________________________________________________
Aktiva Kewajiban dan Ekuitas
___________________________ ___________________________
Aktiva Lancar
Investasi Jangka Panjang
Properti, Pabrik dan Peralatan
Aktiva Tidak Berwujud
Aktiva Lainnya
Kewajiban Lancar
Utang Jangka Panjang
Ekuitas Pemilik
Modal Saham
Modal Disetor Tambahan
Laba Ditahan
Aktiva Lancar
Aktiva Lancar (current assets), adalah kas dan aktiva lainnya yang diharapkan akan dapat
dikonversi menjadi kas, dijual, atau dikonsumsi dalam satu tahun atau dalam satu siklus
operasi, tergantung mana yang lebih lama. Aktiva lancar disajikan dalam neraca menurut urutan
likuiditas. Lima pos penting dari aktiva lancar adalah kas (cash), investasi jangka pendek (short
term investment), piutang (account receivable), persediaan (inventory), pembayaran dimuka
(Prepayment).

1. Kas (Cash), dilaporkan pada nilai ditetapkannya. Dimana kas dilaporkan ? tergantung disposisi
dari kas. Suatu kas yang penggunaannya tidak dibatasi dilaporkan sebagai aktiva lancar, begitu
juga kas yang penggunaannya dibatasi untuk membayar kewajiban yang segera jatuh tempo,
Namun jika pembatasan tersebut terjadi karena akan digunakan selain pelunasan hutang lancar,
maka tidak boleh dilaporkan sebagai aktiva lancar, tapi sebagai aktiva lain-lain.

2. Investasi Jangka Pendek (dalam sekuritas), dikelompokkan ke dalam tiga portfolio yang
terpisah untuk tujuan penilaian dan pelaporan. Sekuritas yang dipegang-hingga jatuh tempo (held-
to-maturity) dan sekuritas yang tersedia untuk dijual (available-for-sale) dapat diklasifikasikan
sebagai aktiva lancar atau tidak lancar tergantung kondisinya, sedang semua sekuritas
diperdagangkan (trading) apakah itu sekuritas hutang atau ekuitas diklasifikasikan sebagai aktiva
lancar.

3. Piutang (Account Receivable), semua hal yang terkait dengan piutang seperti kerugian yang
diantisipasi akibat piutang tidak tertagih, jumlah dan sifat dari piutang non dagang, serta setiap
piutang yang didiskontokan atau digadaikan sebagai jaminan harus diidentifikasi dengan jelas.

4. Persediaan (inventory), untuk menyajikan persediaan secara tepat, dasar penilaian yaitu mana
yang terendah antara biaya dan harga pasar, serta metode penetapan harga yaitu fifo, lifo atau
linnya harus diungkapkan.
5. Beban Dibayar di Muka, yang termasuk dalam aktiva lancar adalah pengeluaran yang telah
dilakukan untuk manfaat yang akan diterima dalam waktu satu tahun atau siklus operasi,
tergantung mana yang lebih panjang.

Aktiva tidak lancar


Aktiva tidak lancar adalah seluruh aktiva yang tidak diklasifikasikan sebagai aktiva lancar.
Aktiva tidak lancar disajikan dalam kelompok yang berbeda-beda, seperti investasi jangka
panjang, property, pabrik dan peralatan, aktiva tidak berwujud, dan aktiva lainnya.

1. Investasi Jangka Panjang. Investasi yang dimiliki untuk tujuan jangka panjang seperti untuk
memperoleh penghasilan rutin laba, kendali atas kepemilikan perusahaan dikelompokkan dalam
investasi. Sekuritas hutang atau ekuitas yang dibeli untuk tujuan investasi dan tidak untuk dijual
dalam waktu satu tahun diklasifikasikan sebagai investasi jangka panjang.

2. Properti, Pabrik dan Peralatan (Property, Plant and Equipment / PPE), yang berwujud dan
bersifat permanen (selain tanah) digunakan dalam operasi bisnis dimasukkan dalam kelompok
Propert, Pabrik, dan Peralatan dan disajikan pada biaya perolehan dikurangi dengan akumulasi
penyusutan. Jika nilai sekarang dari property berwujud lebih kecil dari biaya perolehan yang telah
dikurangi akumulasi penyusutan, maka aktiva tersebut mengalami penurunan manfaat atau nilai
(impairment).

3. Aktiva Tidak Berwujud (Intangible Asset), merupakan asset yang tidak memiliki substansi fisik
dan biasanya mempunyai tingkat ketidakpastian terkait dengan manfaat masa depannya. Aktiva
ini merupakan hak jangka panjang yangRdiperoleh perusahaan, digunakan dalam operasi
perusahaan. Aktiva tidak berwujud meliputi goodwill, hak patent, hak cipta, waralaba (franchise),
formula, merek dagang dan sebagainya.

4. Aktiva Lainnya (Other Assets) merupakan semua aktiva yang tidak dapat dikelompokkan dalam
3 kelompok sebelumnya. Bentuk aktiva ini sangat bervariasi dalam praktek. Umumnya meliputi
beban yang ditangguhkan seperti beban pajak yang ditangguhkan yang terjadi akibat perhitungan
laba kena pajak melebihi laba yang dilaporkan pada periode tersebut, uang muka kepada anak
perusahaan dan lain-lain.

Kewajiban
Kewajiban Lancar (short term liabilities), atau kewajiban jangka pendek adalah kewajiban
yang diharapkan akan dibayar dengan menggunakan aktiva lancar atau dengan menciptakan
kewajiban jangka pendek lain. Secara umum, jika suatu kewajiban diharapkan dapat dibayar dalam
waktu 12 bulan, maka diklasifikasikan sebagai hutang lancar. Hutang yang timbul dari kegiatan
operasi normal walaupun tidak dibayar dalam waktu 12 bulan dapat diklasifikasikan sebagai lancar
selama hutang tersebut akan dibayar dalam satu siklus operasi yang mungkin lebih dari 12 bulan.
Selain hutang usaha dan pinjaman jangka pendek, kewajiban lancar juga terdiri dari beban-beban
yang masih harus dibayar.

Kewajiban Jangka Panjang


Kewajiban Jangka Panjang (Long Term Liabilities), merupakan kewajiban yang
diperkirakan secara memadai tidak akan dilikuidasi dalam siklus operasi normal, melainkan akan
dibayar diluar tanggal waktu tersebut. Kewajiban jangka panjang disajikan dalam beberapa
kelompok seperti, hutang obligasi, wesel bayar, sebagian pajak penghasilan yang ditangguhkan,
kewajiban pension dan lain-lain. Secara umum kewajiban jangka panjang terdiri dari tiga jenis
yaitu :
1. Kewajiban yang berasal dari situasi pembiayaan khusus, seperti penerbitan obligasi, kewajiban
leasing jangka panjang, dan wesel bayar jangka panjang.
2. Kewajiban yang berasal dari operasi normal perusahaan, seperti kewajiban pension, kewajiban
pajak penghasilan yang ditangguhkan.
3. Kewajiban yang tergantung pada terjadi tidaknya suatu kejadian di masa depan atau disebut
kewajiban bersyarat (contingent liabilities) seperti kewajiban garansi.

Ekuitas Pemilik
Kelompok ekuitas pemilik (owner’s equity/ekuitas pemegang saham adalah salah satu
bagian yang paling sulit dibuat dan dipahami. Hal ini disebabkan oleh kerumitan dari perjanjian
modal saham dan berbagai restiksi yang dikenakan atas ekuitas pemilik oleh undang-
undangkorporasi Negara bagian, perjanjian kewajiban, dan dewan direksi. Bagian ekuitas pemilik
biasanya dibagi kedalam tiga bagian, yaitu :

1. Modal Saham (Common Stock), Nilai pari atau ditetapkan atas saham yang diterbitkan.
2. Modal Disetor Tambahan (Additional Paid in Capital), Kelebihan jumlah yang dibayarkan diatas
nilai pari atau ditetapkan.
3. Laba Ditahan (Retained Earning), Laba korporasi yang tidak didistribusikan.

Format Neraca
Salah satu bentuk susunan yang sering dipergunakan dalam penyajian neraca berklasifikasi
adalah format akun (account form). Dalam format ini kelompok aktiva dicantumkan disisi kiri
dan kelompok kewajiban & ekuitas disisi kanan.Kelemahan utama dari format ini adalah
diperlukannya dua halaman untuk menyajikannya. Untuk menghindari kelemahan ini maka neraca
dibuat dengan format laporan yaitu bentuk neraca dengan kolom kebawah.
Untuk menghindari kelemahan tersebut, format laporan (report form) yangditunjukan
dalam ilustrasi dibawah ini, menempatkan kewajiban dan pemegang saham langsung tepat
dibawah aktiva pada halam yang sama.

SCIENTIFIC PRODUCT, INC


Neraca
31 Desember 2006
Aktiva
Aktiva lancer
Kas $ 42.485
Sekuritas yang tersedia-untuk-dijual- 28.250
Pada nilai wajar piutang usaha $ 165.824
Dikurangi penyisihan piutang tak tertagih 1.850 163.974
Wesel tagih 23.000
Persediaan – pada biaya rata-rata 489.713
Perlengkapan ditangan 9.780
Beban dibayar dimuka 16.252
Total aktiva lancer $ 773.454
Investasi jangka panjang
Investasi dalam warren Co. 87.500
Properti pabrik dan peralatan
Tanah-pada harga perolehan 125.000
Bangunan-pada harga perolehan 975.800
Dikurangi : Akumulasi penyusutan 341.200 634.600
Total property, pabrik, dan peralatan 759.600
Aktiva tak berwujud
Goodwill 100.000
Total aktiva $ 1.720.554

Kewajiban dan Ekuitas Pemegang Saham


Kewajiban lancar
Wesel bayar kepada bank $ 50.000
Utang usaha 197.532
Bunga akrual atas wesel bayar 500
Utang pajak penghasilan 62.520
Gaji dan upah akrual, dan kewajiban lainnya 9.500
Deposit yang diterima dari pelanggaran 420
Total kewajiban lancer $ 320.472
Utang jangka panjang
Surat utang 12%, 20 tahun, jatuh tempo 1 januari 2016 500.000
Total kewajiban 820.472
Ekuitas pemegang saham
Modal disetor
Saham preferen kumulatif 7%, nilai pari $10,
di-otorisasi, diterbitkan, dan beredar 30.000 lembar $300.000
Saham biasa, nilai pari $1, diotorisasi 500.000
Lembar, diterbitkan dan beredar 400.000 400.000
Modal disetor tambahan 37.500 737.500
Laba ditahan 162.582
Total ekuitas pemegang saham 900.082
Total kewajiban dan ekuitas pemegang saham $1.720.554

Informasi Tambahan Yang Dilaporkan


1. Kontinjensi. Kejadian-kejadian material yang memiliki akibat tidak pasti
2. Kebijakan Akuntansi. Penjelasan mengenai metode penilaian yang digunakan atau asumsi dasar
yang dibuat dalam kaitannya dengan penilaian persediaan, metode penyusutan, investasi dalam
anak perusahaan, dan sebagainya
3. Situasi Kontraktual. Penjelasan mengenai restriksi atau ketentuan tertentu yang menyertai aktiva
tertentu, atau lebih mungkin, kewajiban

Kontinjensi
Kontinjensi (contingency) didefinisikan sebagai suatu situasi yang melibatkan
ketidakpastian menyangkut keuntungan (keuntungan kontinjensi) atau kerugian (kerugian
kontinjensi) yang pada akhirnya akan menjadi pasti setelah satu kejadian di masa depan atau lebih
terjadi atau tidak terjadi.

Kebijakan Akuntansi
Pengungkapan prinsip-prinsip dan metode akuntansi serta risiko dan ketidakpastian ini
juga berguna jika disajikan dalam Ikhtisar Kebijakan Akuntansi Penting (Summary of Significant
Accounting Policies) yang terpisah sebelum catatan atas laporan keuangan atau sebagai catatan
awal.

Situasi Kontraktual
Selain kontinjensi dan metode penilaian yang berbeda, situasi kontraktual yang penting
juga perlu diungkapkan dalam catatan atas laporan keuangan.

Tekhnik Pengungkapan
Teknik – teknik pengungkapan utama untuk neraca adalah sebagai berikut:
1. Penjelasan dalam Tanda Kurung
Informasi tambahan seringkali disediakan dengan penjelasan dalam tanda kurung sesudah
pos–pos yang bersangkutan.Cara ini memungkinkan perusahaan mengungkapkan informasi
tambahan yang berhubungan dengan neraca yang menambah kejelasan dan kelengkapan. Cara ini
lebih unggul daripada catatan karena menampilkan informasi tambahan dalam bagian muka
laporan keuangan, sehingga kecil kemungkinannya untuk diabaikan.

2. Catatan
Catatan (notes) akan digunakan jika penjelasan tambahan tidak dapat ditampilkan secara
bebas dalam tanda kurung. Catatan umumnya digunakan untuk mengungkapkan eksistensi dan
jumlah setiap dividen saham preferen yang tertunggak, persyaratan atau kewajiban yang
ditetapkan oleh komitmen pembelian, pengaruh dan instrumen keuangan khusus, kebijakan
penyusutan, setiap perubahan aplikasi prinsip akuntansi, dan adanya kontinjensi.

3. Referensi Silang dan Pos–pos Kontra


Hubungan langsung antara aktiva dengan kewajiban “direferensi silang”dalam neraca.Akun
kontra (contra account) adalah pos neraca yang mengurangi baik akun aktiva, kewajiban maupun
ekuitas pemilik. Akun pembantu (adjunct account), di sisi lain, menaikkan baik akun aktiva,
kewajiban, maupun ekuitas pemilik.

4. Skedul Pendukung
Seringkali suatu skedul yang terpisah diperlukan untuk menyajikan informasi yang lebih
terinci mengenai aktiva atau kewajiban tertentu, karena neraca hanya menampilkan satu pos
ikhtisar.

Terminologi
Judul-judul akun dalam buku besar umum tidak harus merupakan terminology terbaik bagi
tujuan penyajian neraca. Neraca juga dianalisis oleh banyak orang yang tidak familiar dengan kosa
kata tekhnis dari akuntansi. Jadi, neraca harus mengandung uraian yang bias dipahami secara
umum dan tidak rentan terhadap kesalahan interpretasi.
Profesi akuntansi telah merekomendasikan agar istilah cadangan (reserve) hanya
digunakan untuk menjelaskan apropriasi laba ditahan. Pemakaian “cadangan” hanya untuk
menjelaskan apropriasi laba ditahan telah menghasilkan pemahaman yang lebih baik atas
signifikansinya ketika ditampilkan dalam neraca.
Selama bertahun-tahun profesi akuntansi telah merekomendasikan agar pemakaian istilah
surplus dihentikan dalam menyajikan ekuitas pemilik di neraca. Penggunaan istilah surplus modal,
surplus modal disetor, dan surplus laba sangat membingungkan pemakai nonakuntan.
Neraca laporan laba rugi, dan laporan ekuitas pemegang saham masing-masing menyajikan
dalam batas-batas tertentu dan terpisah-pisah, informasi mengenai arus kas perusahaan selama
suatu periode. Sebagai contoh, ;aporan laba rugi menyediakan informasi mengenai sumber daya,
bukan Cuma kas yang disediakan oleh operasi. Laporan ekuitas pemegang saham memperlihatkan
jumlah kas yang digunakan untuk membayar dividen atau membeli saham treasuri. Neraca
komparatif mungkin saja menunjukkan aktiva apa yang telah diperoleh atau dilepas perusahaan
dan kewajiban apa yang telah terjadi atau dilikuidasi. FASB mewajibkan entitas bisnis membuat
laporan arus kas (statement of cash flows atau cash flows statement).

Tujuan Laporan Arus Kas


Tujuan utama laporan arus kas adalah menyediakan informasi yang relevan mengenai
penerimaan dan pembayaran kas sebuah perusahaan selama suatu periode. Laporan arus kas
melaporkan (1) kas yang mempengaruhi operasi selama suatu periode, (2) transaksi investasi, (3)
transaksi pembiayaan, dan (4) kenaikan atau penurunan bersih kas selama satu periode.
Pelaporan sumber, tujuan pemakaian, dan kenaikan atau penurunan bersih kas dapat
membantu investor, kreditor, dan pihak-pihak lain mengetahui apa yang terjadi terhadap sumber
daya perusahaan yang paling likuid.

Isi dan Format Laporan Arus Kas


Penerimaan kas dan pembayaran kas selama suatu periode diklasifikasikan dalam laporan arus
kas menjadi tiga aktivitas berbeda---aktivitas operasi, investasi, dan pembiayaan. Klasifikasi ini
didefinisikan sebagai berikut :
1. Aktivitas operasi (operating activities) meliputi pengaruh kas dari transaksi yang digunakan
untuk menentuka laba bersih.
2. Aktivitas investasi (investing activities) meliputi pemberian dan penagihan pinjaman serta
perolehan dan pelepasan investasi (baik utang maupun ekuitas) serta property, pabrik, dan
peralatan.
3. Aktivitas pembiayaan (financing activities) melibatkan pos-pos kewajiban dan ekuitas pemilik.
Aktivitas ini meliputi (a) perolehan sumber daya dari pemilik dan komposisinya kepada mereka
dengan pengembalian atas dan dari investasinya, dan (b) peminjaman uang dari kreditor serta
pelunasannya.
Format dasar laporan arus kas :
Laporan Arus Kas
Arus kas dari aktivitas operasi $ xxxx
Arus kas dari aktivitas investasi xxxx
Arus kas dari aktivitas pembiayaan xxxx
Kenaikan (penurunan) bersih kas xxxx
Kas awal tahun xxxx
Kas akhir tahun $ xxxx

Nilai dari laporan arus kas adalah membantu pemakai untuk mengevaluasi
likuiditas, solvensi, dan fleksibilitas keuangan. Likuiditas (liquidity) mengacu pada “kedekatan
(kemudian dikonversikan) pada kas” dari aktiva dan kewajiban-kewajiban. Solvensi (solvency)
mengacu kepada kemampuan perusahaan untuk melunasi hutangnya pada saat jatuh tempo. Dan
fleksibilitas keuangan (financial flexibility) mengacu pada kemampuan perusahaan untuk
bereaksi dan beradaptasi terhadap memburuknya keuangan serta kebutuhan dan peluang yang tak
terduga.

Pembuatan Laporan Arus Kas


Informasi untuk membuat laporan arus kas biasanya berasal dari (1) neraca komparatif,
(2) laporan laba-rugi periode berjalan, dan (3) data transaksi terpilih.
Pembuatan laporan arus kas dari sumber-sumber ini melibatkan langkah-langkah berikut:
1. Penentuan kas yang disediakan oleh aktivitas atau digunakan dalam operasi.
2. Penentuan kas yang disediakan oleh atau digunakan dalam aktivitas investasi dan pembiayaan.
3. Penentuan perubahan (kenaikan atau penurunan) kas selama periode berjalan.
4. Rekonsiliasi perubahan kas dengan saldo kas awal dan saldo kas akhir.
Kas yang disediakan oleh aktivitas operasi adalah kelebihan penerimaan kas atas
pengeluaran kas dari aktivitas operasi, yang ditentukan dengan mengkonversi laba bersih atas
dasar akrual menjadi dasar kas. Hal ini dilakukan dengan menambahkan pada atau mengurangkan
dari laba bersih pos-pos dalam laporan laba-rugi yang tidak mempengaruhi kas.
Analisis atas neraca komparatif Telemarketing Inc. mengungkapkan dua pos yang
mempengaruhi perhitungan kas bersih yang dihasilkan dari aaktivitas operasi:
1. Kenaikan piutang usaha mencerminkan kredit nonkas sebesar $41.000 pada pendapatan.
2. Kenaikan utang usaha mencerminkan beban nonkas sebesar $12.000 pada beban.
Tidak semua aktivits signifikan perusahaan melibatkan kas. Contoh dari aktivitas nonkas
yang signifikan adalah
1. Penerbitan saham biasa untuk member aktiva.
2. Konversi obligasi menjadi saham biasa.
3. Penerbitan surat utang untuk membeli aktiva.
4. Pertukaran aktiva jangka panjang.
5. Aktivitas pembiayaan dan investasi yang signifikan yang tidak mempengaruhi kas tidak
dilaporkan pada laporan arus kas. Namun, aktivitas tersebut dilaporkan baik dalam skedul terpisah
dibagian bawah laporan arus kas maupun dalam catatan terpisah atas laporan keuangan.

Kegunaan Laporan Arus Kas


Walaupun laba bersih menyediakan ukuran jangka panjang menyangkut keberhasilan atau
kegagalan perusahaan, namun kas merupakan darah kehidupan sebuah perusahaan.
Titik awal yang baik dalam pemeriksaannya adalah menemukan kas bersih yang disediakan
oleh aktivitas operasi. Jika kas bersih yang disediakan oleh aktivitas operasi tinggi, maka hal ini
mengindikasikan bahwa perusahaan mampu menghasilkan kas yang mencukupi secara internal
dari operasi untuk membayar kewajibannya tanpa harus meminjam dari luar.
Perusahaan bias bangkrut meskipun melaporkan laba bersih. Perbedaan antara laba bersih
dengan kas bersih yang disediakan oleh aktivitas operasi bias sangat substansial. Perusahaan
seperti W.T Grant Company misalnya melaporkan angka laba bersih yang tinggi tetapi kas bersih
yang disediakan oleh aktivitas operasinya negative. Akhirnya kedua perusahaan ini mengajukan
petisi kebangkrutan.
Penyebab perbedaan antara laba bersih positif dengan kas bersih negative yang disediakan
oleh aktivitas operasi adalah kenaikan yang substansial dalam piutang atau persediaan.

Likuiditas Keuangan
Salah satu rasio yang sering digunakan untuk menilai likuiditas adalah Rasio cakupan
utang tunai lancar (current cash debt coverage ratio). Rasio ini mengindikasikan apakah
perusahaan dapat melunasi kewajiban lancarnya dalam tahun tertentu dari operasinya. Semakin
tinggi rasio ini, semakin kecil kemungkinan perusahaan akan memiliki masalah likuditas. Rumus
rasio ini :
= rasio cakupan uang tunai lancar

Fleksibilitas Keuangan
Rasio cakupan utang tunai (cash debt coverage ratio) menyediakan informasi mengenai
fleksibilitas keuangan. Rasio ini mengindikasikan kemampuan perusahaan untuk membayar
kembali kewajibannya dengan kas bersih yang disediakan oleh aktivitas operasi tanpa harus
melikuidasi aktiva yang dipakai dalam operasi. Rasio ini menggunakan total kewajiban rata-rata
dan bukan kewajiban lancar rata-rata, ukuran ini lebih bersifat jangka panjang.
= rasio cakupan utang tunai lancar
Semakin tinggi rasio ini, semakin kecil kemungkinan perusahaan akan mengalami ksulitan
dalam memenuhi kewajibannya pada saat jatuh tempo. Rasio ini menandakan apakah perusahaan
dapat membayar hutang-hutangnya dan bertahan hidup jika sumber dana eksternal terbatas atau
terlalu mahal.

Arus Kas Bebas


Arus kas bebas (free cash flow) adalah jumlah arus kas diskresioner perusahaan untuk
member investassi tambahan, melunasi utang membeli saham treasury, atau hanya untuk
menambah likuiditas perusahaan. Jadi, semakin besar jumlah arus kas bebas, semakin besar tingkat
fleksibiltas keuangan perusahaan.
Pengeluaran modal dikurangkan pertama kali pada laporan arus kas bebas untuk
mengindikasikan bahwa hal itu merupakan pengeluaran yang paling tidak diskresioner dari yang
umumnya dilakukan perusahaan. Selanjutnya dividen dikurangkan, untuk mendapatkan arus kas
bebas. Perusahaan hanya akan melakukan hal ini dalam keadaan keuangan darurat. Jumlah dari
hasil pengurangan ini adalah arus kas batas perusahaan.
Fleksibilitas keuangan yang kuat juga membebaskan perusahaan dari kekhawatiran
menyangkut kelangsungan hidup dalam kondisi ekonomi yang buruk. Dalam kenyataannya,
perusahaan yang mempunyai fleksibilitas keuangan yang kuat seringkali berkinerja lebih baik
dalam situasi sulit karena mereka dapat mengambil manfaat dari peluang yang tidak bias
dimanfaatkan oleh perusahaan lain.

I. KLASIFIKASI NERACA

II. KLASIFIKASI ARUS KAS

Laporan arus kas mengklasifikasikan penerimaan kas berdasarkan kegiatan operasi, investasi, dan
pembiayaan. Karakteristik transaksi dan peristiwa lainnya dari setiap jenis kegiatan adalah :

1. Kegiatan operasi melibatkan pengaruh kas dari transaksi yang dilibatkan dalam penentuan
laba bersih, seperti penerimaan kas dari penjualan barang dan jasa, serta pembayaran kas
kepada pemasok dan karyawan untuk memperoleh persediaan serta membayar beban.
2. Kegiatan investasi umumnya melibatkan aktiva jangka panjang dan mencangkup (a)
pemberian serta penagihan pinjaman, dan (b) perolehan serta pelepasan investasi dan
aktiva produktif jangka panjang.
3. Kegiatan pembiayaan melibatkan pos-pos kewajiban dan ekuitas pemegang saham serta
mencangkup (a) perolehan kas dari kreditor dan pembayaran kembali pinjaman, serta (b)
perolehan modal dari pemilik dan pemberian tingkat pengembalian atas, dan pengembalian
dari investasinya.

Common questions

Didukung oleh AI

The statement of cash flows reveals a company's ability to generate cash from operations, fund its investments, and manage its financing needs . It highlights cash movements from operating, investing, and financing activities, helping users assess liquidity, solvency, and financial flexibility . High cash flow from operations indicates capacity to meet obligations without external financing . Comparisons between net income and cash flow can signal financial strength or potential liquidity issues, even if net income is positive .

Owner's equity typically consists of common stock, additional paid-in capital, and retained earnings . The complexity arises from share capital arrangements and restrictions imposed by corporate laws, liability agreements, and board directives, making it difficult to construct and interpret . Complexity can lead to misunderstandings among non-accountants, thus careful presentation is crucial .

Non-current assets are classified as long-term investments, property, plant and equipment, intangible assets, and other assets not expected to be converted to cash or consumed within a year, unlike current assets which are expected to do so . This classification impacts a company's balance sheet, influencing the analysis of liquidity and long-term investment strategies, assisting in assessing the company's operational efficiency and resource management capabilities .

Non-cash activities like issuing stock for assets or converting bonds into stock don't affect cash flows but are critical for financial analysis as they provide insights into financing and investment strategies . They are reported alongside cash flow statements to offer a complete picture of all activities affecting financial positions, informing stakeholders of off-balance-sheet transactions affecting company leverage and financial decisions .

Classifying assets and liabilities as current and non-current provides a clear perspective of a company's financial position, aiding decision-making by indicating liquidity and long-term solvency . This classification helps in understanding the availability of liquid reserves (working capital) to meet future financial needs . Despite its arbitrary and subjective nature, its widespread use as a liquidity indicator shows its effectiveness in decision-making .

Changes in working capital reflect a company's operational efficiency by indicating how well it manages short-term assets and liabilities to maintain smooth operations . Efficient management results in optimal cash use, reduced borrowing needs, and maintained liquidity, contributing to improved financial health and operational performance . Conversely, poorly managed working capital suggests inefficiencies, potentially leading to liquidity issues and operational disruptions .

Contingent liabilities are potential obligations dependent on future events, like guarantees, affecting financial statements by potentially requiring disclosure and impacting the company's financial health if realized . Assessment requires evaluating the likelihood and impact of these contingencies, which is crucial for accurate financial reporting and informed decision-making . Failure to recognize them can lead to inaccurate representations of risk and financial position .

Free cash flow indicates financial flexibility by measuring discretionary cash available after capital expenditures and dividends, suggesting capacity for additional investments, debt repayment, or enhancing liquidity . A larger free cash flow enhances a company's adaptability to economic changes and ability to seize strategic opportunities, positioning it for stronger performance compared to firms with less flexibility .

Inventory valuation methods such as FIFO (First-In, First-Out) and LIFO (Last-In, First-Out) affect the reported cost of goods sold and ending inventory values . FIFO assumes the oldest inventory is sold first, often resulting in lower cost of goods sold and higher profits during inflationary periods, whereas LIFO assumes the newest inventory is sold first, leading to higher cost of goods sold and lower profits, affecting both tax liabilities and financial statement comparison .

The current cash debt coverage ratio evaluates a company's liquidity by indicating its ability to cover short-term liabilities using cash generated from operations within a specific year . A higher ratio suggests better liquidity, implying the company can meet its current obligations without liquidity issues, enhancing confidence among creditors and investors regarding its short-term financial health .

Anda mungkin juga menyukai