Anda di halaman 1dari 15

PETA KONSEP

Halaman 1
AYO MENGAMATI !

Setelah mengamati animasi power point “Lupa menutup termos”

Rumusan Masalah
…………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………
Sumber :https://www.smartkiddo.com/product/13050108/
…………………………………………………………………………………
Sumber :
Sub Materi :
Jawaban Sementara  Sistem & Lingkungan
…………………………………………………………………………………  Usaha dalam Termodinamika
…………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………............

A.SISTEM DAN LINGKUNGAN DALAM TERMODINAMIKA

Termodinamika berasal dari bahasa Yunani dari


kata “thermos” yang berarti panas dan “dynamic” yang berarti
perubahan. Termodinamika merupakan ilmu fisika yang
mempelajari mengenai hubungan antara kalor dan usaha.
Termodinamika memiliki berbagai cabang ilmu lainnya, salah
satunya adalah “Termokimia” yaitu ilmu yangmempelajari
tentang kalor yang menyertai proses perubahan kimia dan
perubahan fisika. Dalam bab termodinamika ini akan
mempelajari bagaimana pemanfaatan kalor untuk menghasilkan
usaha.

Sumber : http://profesorgoogle.blogspot.co.id/2014/11/kenapa-
1.Pengertian Sistem dan Lingkungan
gelas-yang-di-isi-air-es-bisa.html
Dalam termodinamika dikenal istilah sistem dan
Gambar 1.Air dan Es Batu lingkungan. Sistem adalah kumpulan dari benda-benda atau apa
merupakan Sistem sedangkan
gelas dan udara disekitarnya saja yang diteliti atau diamati yang menjadi pusat perhatian.
merupakan Lingkungan Sedangkan lingkungan adalah benda-benda yang berada diluar
dari sistem tersebut. Dan sistem bersama dengan lingkungannya
dinamakan dengan semesta atau universal. Batas adalah
perantara dari sistem dan lingkungan. Contohnya : saat
mengamati sebuah bejana yang berisi gas, yang dimaksud
dengan sistem dari peninjauan itu adalah gas tersebut,
sedangkan lingkungannya adalah bejana itu sendiri.

2.Jenis-Jenis Sistem
Klasifikasi sistem termodinamika berdasarkan sifat dari
batasan dan arus benda, energi dan materi yang melaluinya. Ada

INFO SAINS

Halaman 2
tiga jenis sistem berdasarkan jenis pertukaran yang terjadi antara
sistem dan lingkungan, yaitu :
A. Sistem Terbuka :
Sistem yang mengakibatkan terjadinya pertukaran energi
(panas dan kerja) dan benda (materi) dengan lingkungannya.
Sebuah pembatas memperbolehkan pertukaran benda disebut
permeabel.

B. Sistem Tertutup :
Sistem yang mengakibatkan terjadinya pertukaran energi
(panas dan kerja) tetapi tidak terjadi pertukaran zat dengan
lingkungan. Air pada gelas tertutup merupakan salah satu contoh Sumber :http://vracarsa.blogspot.co.id/2016/05/prinsip-
rumah-kaca-fisika.html

sistem tertutup. Dimana terjadi pertukaran panas dan kerja tetapi Gambar 2.Rumah Kaca
tidak terjadi pertukaran zat dengan lingkungan. Suatu sistem merupakan salah satu
dapat mengalami pertukaran panas, atau kerja atau keduanya contoh Sistem Tertutup
biasanya dipertimbangkan sebagai sifat pembatasnya:

 pembatas adiabatik: tidak memperbolehkan pertukaran


panas.
 pembatas rigid: tidak memperbolehkan pertukaran kerja.
KARAKTER
Dikenal juga istilah dinding, ada dua jenis dinding yaitu
dinding adiabatik dan dinding diatermik. Dinding adiabatik
adalah dinding yang mengakibatkan kedua zat mencapai suhu
secara lambat sekali. Dinding adiabatik sempurna yang tidak
memungkinkan pertukaran kalor antara dua zat. Dinding
diatermik adalah dinding yang memungkinkan kedua zat itu
dengan cepat mencapai suhu yang sama.
Sumber:https://id.wikipedia.org/wiki/Berkas:
Thomas_Edison2.jpg
C. Sistem Terisolasi : Gambar 3. Thomas Alfa
Sistem yang tidak mengakibatkan terjadinya pertukaran Edison berhasil
panas, zat atau kerja dengan lingkungannya. Contohnya : air yang menemukan bohlam
Lampu pada percobaan ke-
disimpan dalam termos. Dalam kenyataan, sebuah sistem tidak 1000, apa yang terjadi jika
dapat terisolasi sepenuhnya dari lingkungan, karena pasti ada ia menyerah pada
terjadi sedikit pencampuran, meskipun hanya penerimaan sedikit percobaan ke-999 ?
https://www.facebook.com/notes/aku-bisa/wsc-
penarikan gravitasi. Dalam analisis sistem terisolasi, energi yang inspirational-public-figure-thomas-alva-edison-
hidayanti-hida/389541927637/
masuk ke sistem sama dengan energi yang keluar dari sistem.

AYO BERLATIH

1. Sebuah bejana berisi gas Nitrogen (N2) diukur suhunya dengan menggunakan
termometer. Tentukan manakah yang termasuk sistem dan manakah yang termasuk
lingkungan dari pernyataan tersebut!
Jawabannya :
 Sistem (yang menjadi pusat perhatian) : gas Nitrogen (N 2).

 Lingkungan (diluar sistem) : bejana dan termometer.

Latihan 1
Berikut adalah gambar dari beberapa contoh mengenai sistem dan lingkungan:

a. b. c.

Tentukan yang merupakan contoh dari sistem terbuka, tertutup, dan tersolasi. Sertakan
penjelasanya!

Halaman 3
B.USAHA DALAM TERMODINAMIKA

Pada pembahasan materi usaha, Anda telah mempelajari


definisi usaha (W) yang dilakukan pada benda tegar, yaitu:

W=F.s

Sedangkan cara menghitung usaha pada gas yang berada


dalam tabung dengan penutup berbentuk piston yang dapat
bergerak bebas, seperti terlihat pada Gambar 4.
Gambar 4. Ketika gas ideal
di dalam tabung
Ketika gas tersebut dipanaskan, piston akan berpindah
dipanaskan, gas tersebut
memuai sehingga piston sejauh Δs karena gas di dalam tabung memuai dari volume
berpindah sejauh Δs. awal V1 menjadi volume akhir V2. Gaya yang bekerja pada piston
adalah F = pA. Jika luas penampang piston (A) dan tekanan gas
dalam tabung (P) berada dalam keadaan konstan, usaha yang
dilakukan oleh gas dinyatakan dengan persamaan

W = p A . Δs

Oleh karena A.Δs = ΔV, persamaan usaha yang dilakukan


gas dapat ditulis menjadi :
W = p . ΔV

atau
W = p(V2 – V1)
dengan:
p = tekanan gas (N/m2),
ΔV = perubahan volume (m3), dan
W = usaha yang dilakukan gas (joule).

Nilai W dapat berharga positif atau negatif bergantung


pada ketentuan berikut:
a. Jika gas memuai sehingga perubahan volumenya berharga
positif, gas (sistem) tersebut dikatakan melakukan usaha
yang menyebabkan volumenya bertambah. Dengan demikian,
usaha W sistem berharga positif.
Gambar 5. Grafik A. P-V b. Jika gas dimampatkan atau ditekan sehingga perubahan
suatu gas yang mengalami volumenya berharga negatif, pada gas (sistem) diberikan
pemuaian (ekspansi)
usaha yang menyebabkan volume sistem berkurang. Dengan
Grafik B. P-V suatu gas
yang mengalami (kompresi) demikian, usaha W pada tersebut sistem ini bernilai negatif.

Usaha yang dilakukan oleh sistem dapat ditentukan


melalui metode grafik. Pada Gambar 5a. dapat dilihat bahwa
proses bergerak ke arah kanan (gas memuai). Hal ini berarti V2 >
V1 atau ΔV > 0 sehingga W bernilai positif (gas melakukan usaha
terhadap lingkungan). W sama dengan luas daerah di bawah
kurva yang diarsir (luas daerah di bawah kurva p –V dengan
batas volume awal dan volume akhir)

Halaman 4
Selanjutnya perhatikan Gambar 5b. Jika proses bergerak
ke arah kiri (gas memampat), V2 < V1 atau ΔV < 0 sehingga W
bernilai negatif (lingkungan melakukan usaha terhadap gas). W
= – luas daerah di bawah kurva p–V yang diarsir.

AYO BERLATIH
Contoh Soal
1. Suatu gas ideal dipanaskan hingga memulai dan suhunya meningkat. Jika usaha
yang dilakukan oleh gas sebesar 100 Joule dan perubahan energi dalam gas tersebut
sebesar 200j Joule, maka tentukan besarnya kalor yang diserap gas.
Penyelasaian:
W =+100 J (gas melakukan usaha); ΔU
Maka kalor yang diserap gas (Q) adalah:
ΔU = Q – W =>ΔU = Q + W = 200J + 100J = 300J

Latihan Soal
1. Suatu gas dimampatkan sehingga volumenya berkurang dari 5,0 L menjadi 3,5 L pada
tekanan konstan 1,0 x 105 Pa. hitunglah usaha luar yang dilakukan pada gas tersebut.

Halaman 5
AYO MENGAMATI !
Setelah mengamati animasi video “Meriam Bumbung/Karbit”

Rumusan Masalah
…………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………

Jawaban Sementara Sumber : https://ngalam.co/2017/06/09/permainan-mercon-


bumbung-jadi-tradisi-wajib-bulan-ramadan/

………………………………………………………………………………… Sub Materi :


…………………………………………………………………………………  Hukum I Termodinamika
…………………………………………………………………………………  Proses dalam Termodinamika

………………………………………………………………………............

C.HUKUM 1 TERMODINAMIKA

KEGIATAN 1
KARAKTER
Instruksi
Lakukan kegiatan percobaan “ Hukum 1 Termodinamika” sesuai
dengan langkah-langkah pada LKPD 01!

Kesimpulan yang diperoleh dari Kegiatan 1


………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………. Dwi Hartanto Mahasiswa
doktoral asal Indonesia di
Technische Universiteit Delft
Hubungan antara kalor yang Belanda, dipecat setelah
berbohong mengenai
diterima atau dilepaskan suatu sistem, prestasinya di bidang
usaha yang dilakukan pada sistem, serta antariksa.
Sumber:https://www.cnnindonesia.com/teknologi/201
71008234915-199-247023/pengakuan-lengkap-dwi-
perubahan energi dalam sistem yang hartanto-soal-kebohongan-prestasinya

ditimbulkan oleh kalor dan usaha tersebut


dijelaskan dalam Hukum Pertama
Termodinamika.

Hukum Pertama Termodinamika


Gambar 6. Hubungan
antara kalor dan adalah perluasan bentuk dari Hukum
lingkungan dalam hukum I Kekekalan Energi dalam mekanika. Hukum
Termodinamika)
ini menyatakan bahwa:

Halaman 6
"Jumlah kalor pada suatu sistem sama dengan perubahan energi dalam
sistem tersebut ditambah usaha yang dilakukan oleh sistem."

Dengan demikian, meskipun energi kalor sistem telah berubah menjadi energi
mekanik (usaha) dan energi dalam, jumlah seluruh energi tersebut selalu tetap. Secara
matematis, Hukum Pertama Termodinamika dituliskan sebagai berikut :

Q = ∆U + W atau ∆U = Q – W

dengan:
Q = kalor yang diterima atau dilepaskan oleh sistem,
ΔU = U2 — U1 = perubahan energi dalam sistem, dan
W = usaha yang dilakukan sistem.
Perjanjian tanda yang berlaku untuk Persamaan (1-9) tersebut adalah sebagai
berikut.
1. Usaha (W) bernilai positif (+) jika sistem melakukan usaha
2. Usaha (W) bernilai negatif (-) jika sistem menerima usaha
3. Q bernilai negatif jika sistem melepas kalor
4. Q bernilai positif jika sistem menerima kalor

1. Proses Termodinamika
Jika variabel keadaan gas mengalami perubahan, maka
dikatakan gas tersebut sedang mengalami proses termodinamika.
Ada beberapa proses termodinamika, tetapi yang akan kita bahas KARAKTER
adalah proses isotermal, isokorik, isobarik dan adiabatik.

a. Proses Isobarik
Dalam proses isobarik, tekanan sistem dijaga agar selalu
konstan. Karena yang konstan adalah tekanan maka
perubahan energi dalam (∆U), kalor (Q), dan kerja (W) pada
proses isobarik tidak ada dan bernilai nol. Dengan
demikian, persamaan hukum pertama termodinamika tetap
Sumber:https://news.okezone.com2015/08/0
utuh seperti semula. Dari kenyataan tersebut kita dapat 4/337/1190323/greenpeace-pltu-batang

melukiskan grafik hubungan antara tekanan p dan volume Setiap partikel yang diciptakan
Tuhan tidak ada yang sia-sia
V seperti gambar berikut : dimuka bumi ini sebagi
sumber yang bermanfaat bagi
manusia maupun mahkhluk
hidup lainnya. Seperti halnya
uap yang dihasilkan oleh
panas bumi bias dijadikan
sebagai sumber energi listrik
(PLTU)

Usaha proses isobarik dapat ditentukan dari luas kurva di


bawah grafik P – V
W = p (V1 – V2)
b. Proses Isotermal
Dalam proses isothermal tidak ada perubahan suhu
sehingga energy dalam system tidak akan berubah,
akibatnya ∆U = 0.

Halaman 7
Artinya pada proses isothermal seluruh panas yang diterima system digunakan
sepenuhnya untuk melakukan kerja.
Kebalikannya ketika gas menerima gaya F melalui proses isothermal pada
gambar dibawah, energy / usaha yang diberikan oleh gaya F ini ( W negative)
akan melepaskan dengan cepat oleh gas keluar system berupa panas Q ( Q
negative) tanpa ada sedikitpun yang digunakan untuk merubah energy dalam
dari system.

Dalam proses ini , suhu system dijaga agar selalu konstan. Suhu gas ideal
berbanding lurus dengan energy dalam gas ideal dan tekanan system berubah
(tekanan system berkurang.

Pada proses isotermik usaha yang diakukan gas adalah


𝑉
𝑊 = 𝑛𝑅𝑇 𝑃𝑛 𝑉𝐵 ,karena suhu konstan maka energi dalam sistem juga konstan
𝐴
atau ΔU = 0. Hukum termodinamika pertama menjadi :
𝑽𝑩
𝑸 = 𝒏𝑹𝑻 𝒍𝒏
𝑽𝑨

c. Proses Isokhoris
Dalam proses isokhorik, volume sistem dijaga agar selalu konstan.
Karena volume sistem selalu konstan, maka sistem tidak bisa
melakukan kerja pada lingkungan. Demikian juga sebaliknya,
lingkungan tidak bisa melakukan kerja pada sistem.
Pada grafik P-V dapat digambarkan seperti pada gambar dibawah. Karena
volumenya tetap berarti usaha pada gas ini nol, W = 0.

Pada proses isokorik, usaha yang dilakukan gas adalah nol, maka :
Q = ΔU

Dengan demikian semua kalor yang masuk digunakan untuk menaikkan


tenaga dalam sistem. Artinya pada proses isokhorik seluruh panas yang
diterima sistem digunakan sepenuhnya untuk menaikkan energi dalam
sistem, dan panas yang diberikan sstem akan menurunkan energi dalam
sistem. Untuk molekul monoatomik, persamaan Q diatas menjadi :
𝟑
𝑸 =𝜟𝑼 = 𝒏𝑹𝜟𝑻
𝟐

Halaman 8
d. Proses adiabatik
Dalam proses adiabatik, tidak ada kalor yang ditambahkan pada sistem atau
meninggalkan sistem (Q = 0). Proses adiabatik terjadi pada sistem tertutup
yang terisolasi dengan baik. Untuk sistem tertutup yang terisolasi dengan baik,
biasaya tidak ada kalor yang dengan seenaknya mengalir kedalam sistem atau
meninggalkan sistem.

Proses adiabatik juga bisa terjad pada sistem tertutup yang tidak terisolasi.
Proses ini dilakukan dengan sangat cepat sehingga kalor tidak sempat mengalir
menuju sistem atau meninggalkan sistem. Penerapan hukum I Termodinamika
menghasilkan :

W = - ΔU

Proses ini dapat dilakukan dengan cara mengisolasi sistem menggunakan


bahan yang tidak mudah menghantarkan kalor atau disebut juga bahan
adiabatik.

AYO BERLATIH
1.Soal isotermik
Dua mol gas dimampatkan pada suhu tetap -23˚C sehingga volumenya menjadi setengah
dari volume mula-mula. Hitunglah usaha luar yang dilakukan oleh gas tersebut. (R = 8,31
J/mol K, ln 1 = 0, ln 2 = 0,69)
Penyelesaian:
n = 2 mol
R = 8,31 J/mol K
T = -23 ˚C = (-23 + 273)K = 250 K
1
V2 = 2 𝑣1
𝑣1 1
=
𝑣2 2
Usaha luar yang dilakukan pada proses isotermikadalah
𝑣
W = nRT ln 𝑣2
1
1
= (2 mol) (8,31 J/mol K) (250 K) ln 2
= 4.155 J (ln 1 – ln 2)
= -2,866,95 J
Tanda (-) menunjukkan usaha dikerjakan oleh lingkungan pada gas.

Halaman 9
2.Soal isobarik
Suatu gas ideal monoatomic dimampatkan pada tekanan tetap 0,4 atm (1 atm =1,01 x 105
Pa) sehingga volumenya berkurang dari 9L menjadi 4L, tentukan usaha yang dialami gas
dan perubahan energy dalam gas tersebut.
Penyelesaian
P = 0,4 atm x 1,01 x 105 Pa= 4,01 x 104 Pa
ΔV = (4-9) = -5 L = -5 x 10-3 m3
Usaha yang dialami gas pada proses isobaric:
W = P ΔV = (4,01 x 104Pa)( -5 x 10-3 m3)=-202J
Karena gas monoatomic, maka perubahan energy dalam gas dapat ditentukan sebagai
berikut:
3 3 3
ΔU = 2nRΔT = 2P ΔV = = 2 (-202 J) = -303 J

AYO MENGAMATI !

Setelah mengamati animasi video “Video Kereta Api vs Kereta


Listrik”

Rumusan Masalah
…………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………
Sumber:http://sinauwernowerno.blogspot.co.id/2012/09/kereta- …………………………………………………………………………………
api-uap.html
…………………………………………………………………………………
Sub Materi :
 Siklus Carnot
 Mesin Carnot Jawaban Sementara
…………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………............

D.SIKLUS CARNOT

Siklus carnot merupakan suatu siklus termodinamika yang


melibatkan proses isotermal, isobarik, dan isokorik. Siklus adalah
suatu rangkaian sedemikian rupa sehingga akhirnya kembali
kepada keadaan semula. Misalnya, terdapat suatu siklus
termodinamika yang melibatkan proses isotermal, isobarik, dan
isokorik. Siklus Carnot hanya merupakan siklus teoritik yang
Model dasar dari mesin ini dirancang oleh Nicolas Léonard Sadi
Carnot.

Halaman 10
Proses a-b dan proses c-d
adalah proses isotermik
Proses b-c dan proses d-a TOKOH SAINS
adalah proses adiabatik.

Mesin carnot bekerja berdasarkan proses termodinamika


yang terdiri atas dua proses isotermik dan dua proses adiabatic.
Prinsip mesin carnot digambarkan dalam grafik p – V dan
membentuk siklus carnot. Perhatikan siklus carnot seperti pada
gambar. Sumber: https://blogpenemu.blogspot.co.id/biografi-
sadi-carnot-penemu-siklus-carnot-dan-merumuskan-

a) Proses A-B, disebut pemuaian isotermik pada suhu konstan hukum-termodinamika-ii.html

Karyanya yang paling utama


T1. Kalor Q1 diberikan kepada sistem sehingga gas dari Sadi Carnot adalah
mengembang atau memuai dan melakukan usaha. "Réflexions sur la puissance
motrice du feu" (Refleksi Daya
b) Proses B – C, disebut pemuaian adiabatik. Suhu sistem Gerak Api); terbit
berubah dari T1 menjadi T2 dan gas melakukan usaha dari tahun 1824.
perubahan energy dalam sistem.
c) Proses C – D, disebut penyusunan isotermik pada suhu
konstan T2, Kalor Q2 dilepaskan dari sistem kelingkungan
sehingga gas menyusut dan usaha dilakukan kepada
sistem.
d) Proses D –A, disebut penyusutan Adiabatik. Suhu sistem
berkurang dari T2 menjadi T1 dan usaha dilakukan kepada
gas. Karena tidak ada perubahan suhu yang terjadi pada
keseluruhan siklus, perubahan energy dalam sama dengan
nol.

Jadi, usaha W yang dilakukan oleh mesin dalam keseluruhan


siklus adalah selisih kalor yang diberikan kedalam sistem Q1
dengan kalor yang dilepaskan Q2.

Pada siklus carnot saat terjadi perubahan energi kalor


menjadi energi mekanik ( usaha ) maka akan dapat iperoleh
efisiensi mesin dengan melihat perbandingan besar usaha yang
dilakukan (W) terhadap kalor yang diserap (Q1).

Rumus dasar efisiensi :

𝑊
𝜂=( ) 𝑥 100 %
𝑄1

Halaman 11
Untuk menghitung usaha yang dilakukan selama siklus
carnot W = Q1 – Q2 maka diperoleh persamaan :

Q2
η = (1 − Q ) x 100 %
1

Dalam mesin carnot , kalor Q1 yang diserap besarnya sama


dengan reservoir temperatur T1 ,demikian juga dengan Q2. Dari
persamaan tersebut dapat di buat rumus sbb :

𝑇2
𝜂 = (1 − ) 𝑥 100 %
𝑇1
Dengan
η : efisiensi mesin Carnot
T1 : suhu reservoir bersuhu tinggi (K)
Efisiensi mesin kalor
T2 : suhu reservoir bersuhu rendah (K)
diartikan sebagai
perbandingan kerja yang
Maka dapat diambil kesimpulan Efisiensi mesin carnot dilakukan oleh mesin itu
dapat ditingkatkan dengan menaikkan temperatur saat reservoir dengan kalor yang diserap
bertemperatur tinggi , atau menurunkan temperatur saat reservoir selama siklus. (W = Q2 - Q1)
bertemperatur rendah.

AYO BERLATIH

Perhatikan diagram P-V dari proses yang terjadi pada mesin carnot disamping. Jika
usaha yang dilakukan mesin tersebut adalah 7.200 J, hitung kalor yang dilepaskan oleh
sistem mesin tersebut.

Penyelesaian

Efisiensi mesin carnot:


=1- = atau = 66,67%
Dengan menggunakan nilai efisiensi tersebut, maka kalor dilepaskan sistem (Q 1) dapat
ditentukan sebagai berikut:
= Q1 =

Sehingga
W = Q1 – Q2 , Q2 = Q1 – W = 10.800 J -7.200 J =3.600 J

Halaman 12
AYO MENGAMATI !

Setelah mengamati animasi video “Mesin Pendingin/Kulkas”

Rumusan Masalah
…………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………… Sumber: http://www.pricebook.co.id/Samsung-
RT20FARWDSA/143/PD_00049122
…………………………………………………………………………………
Materi :
 Hukum II Termodinamika
Jawaban Sementara  Mesin Kalor
 Mesin Pendingin
…………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………............

HUKUM II TERMODINAMIKA

Hukum pertama termodinamika menyatakan tentang


kekalnya energi (conservation of energy). Dalam kenyataannya,
tidak serta merta sebuah proses yang memenuhi hukum
pertama termodinamika mesti bisa terjadi di alam nyata. Untuk
bisa benar-benar terjadi di alam nyata, sebuah proses tidak
TOKOH SAINS cukup hanya memenuhi hukum pertama termodinamika, tetapi
juga harus memenuhi hukum kedua termodinamika.

Dasar dari hukum kedua termodinamika terletak pada


perbedaan antara sifat alami energi dalam dan energi mekanik
mikroskopik. Hasil percobaan menyimpulkan bahwa mustahil
untuk membuat sebuah mesin kalor yang mengubah panas
seluruhnya menjadi kerja , yaitu mesin dengan efisiensi termal
100% kemustahilan ini adalah dasar dari suatu pernyataan
Hukum Kedua Termodinamika (second law of
thermodynamics) sebagai berikut :
Mesin Uap buatan James Watt
merupakan mesin kalor
pertama yang digunakan “ adalah mustahil bagi sebuah sistem manapun untuk mengalami
untuk industry sebuah proses diamana sistem menyerap panas dari reservoir
https://www.biografiku.com/2009/01/biografi-james-
watt.html pada suhu tunggal dan mengubah panas seluruhnya menjadi
kerja mekanik, dengan sistem berakhir pada keadaan yang sama
seperti keadaan awalnya”

Pada benda yang bergerak, molekul memiliki gerakan acak , tetapi di atas semua itu
terdapat gerakan terkoordinasi dari setiap molekul pada arah yang sesuai dengan
kecepatan benda tersebut. Energi kinetik yang berkaitan dengan gerakan makroskopik
terkoordinasi adalah apa yang kita sebut sebagi energi kinetik pada benda bergerak.
Energi kinetik dan energi potensial yang berkaitan dengan gerakan acak menghasilkan
energi dalam.

Halaman 13
“ kalor mengalir secara alami dari benda yang panas kebenda
yang dingin , kalor tidak akan mengalir secara spontan dari
benda dingin ke benda panas”
1. Untuk mesin kalor
”tidak mungkin mengubah semua kalor yang terdapat pada
resevoir kalor temperatur tinggi menjadi kerja dalam sebuah siklus
kerja tanpa membuang sebagian kalor ke reservoir kalor temperatur INFO SAINS
rendah” . Pernyataan ini dapat digambarkan sebagai berikut .

Efisiensi mesin kalor


diartikan sebagai
perbandingan kerja yang
dilakukan oleh mesin itu
dengan kalor yang diserap Mobil tercepat Buggati Chiron
selama siklus. (W = Q2 - Q1) memiliki mesin yang bisa
menyemburkan tenaga
hingga 1.500 daya kuda pada
6.700 RPM dengan torsi
maksimal mencapai 1.600
Nm yang sudah terisi antara
2.000 rpm hingga 6.000
Semua mesin kalor yang bekerja menghasilkan kerja W rpm.
dengan mengkonversikan kalor dari sumber kalor yang lebih tinggi Sumber:https://oto.detik.com/20mobiltercepatdidunia
/otolist/20mobiltercepatdidunia/8011/bugatti-chiron

(Qh) pasti akan membuang sebagian kalor ke resevoir kalor yang


lebih rendah temperaturnya (Ql). Artinya tidak semua kalor dapat
diubah menjadi kerja, pasti ada kebocoran dan kerugian yang
disebut efisiensi (η).

Secara matematis efisiensi mesin kalor dinyatakan dengan persamaan :

𝑊 Q1 − Q 2 Q2
η= = =1−
Q1 Q1 Q1

Contoh; sebuah motor bakar bensin membakar campuran udara dan bahan bakar
dan menghasilkan kalor. Energi kalor ini tidak semuanya dapat diubah oleh mesin
menjadi kerja (putaran poros), tetapi pasti ada sebagian yang dibuang ke lingkungan
sekitar melalui pendingin mesin dan sisa gas buang.

2.Untuk mesin Pendingin


”Tidak mungkin memindahkan kalor dari reservoir temperatur rendah ke reservoir
temperatur tinggi dalam sebuah siklus kerja tanpa membutuhkan kerja dari luar sistem “.
Hukum kedua termodinamika untuk mesin pendingin dapat digambarkan sebagai
berikut.

INFO SAINS
Samsung Electronics proses pemindahan kalor
memanfaatkan teknologi dari reservoir temperatur
artificial intelligence (AI) rendah ke reservoir
temperatur tinggi menurut
dan Internet of Things (IoT)
hukum kedua
pada produk Lemari termodinamika.
Pendingin Tercangih yang
diberi nama Family Hub.
Sumber:http://hm.if.undip.ac.id/post/family-hub-
kulkas-canggih-bisa-apa-sih

Halaman 14
Secara matematis efisiensi mesin pendingin dinyatakan dengan persamaan :
Q2 Q2
𝐶𝑂𝑃 = 𝑊
=Q
1 −Q2

Untuk mesin pendingin carnot, nilai COP-nya dapat menentukan dengan


persamaan berikut.

Q2
COPc
Q1 − Q 2

Semua mesin pendingin memindahkan panas dari ruangan atau sumber panas
yang lebih rendah ke sumber panas yang lebih tinggi membutuhkan kerja dari luar
sistem. Pada dasarnya kalor berpindah dari temperatur tinggi ke temperatur rendah,
jadi untuk membalik arah kalor atau memindahkan kalor dari sumber yang
bertemperatur rendah ke daerah yang bertemperatur lebih tinggi dibutuhkan kerja
tambahan (W).

Contoh; Lemari es mendinginkan ruangan di dalam lemari es dengan cara


membuang kalor dari dalam lemari es ke luar ruangan (lingkungan). Temperatur di
dalam lemari es lebih rendah dari pada temperatur di luar lemari es. Supaya lemari es
dapat bekerja, maka lemari es membutuhkan kerja dari luar. Kerja ini diambil dari
energi listrik yang digunakan untuk menggerakan kompressor pada mesin pendingin
lemari es.

AYO BERLATIH

Sebuah motor mengoperasikan sebuah mesin pendingin dalam pembuatan es. Kalor
Q2 diambil dari sebuah ruang pendingin yang mengandung seumlah air pada 0˚C dan
kalor Q1 dibuang ke udara sekitarnya pada 15˚C. anggap mesin pendingin tersebut
memiliki koefisien performansi 20% dari koefisien mesin pendingin ideal.
a. Hitunglah usaha yang dilakukan motor untuk membuat 1kg es. (kalor latern
lebur es = 3,4 105 J/Kg)
Penyelesaian
Skema meisn pendingin dapat dilihat pada gambar di atas.
m = 1kg
Les = 3,4 105 J/Kg
T1 = 15 + 273 = 288 K
T2 = 0 + 273 = 273 K
COPmeisn = 20% COP
P = 50W
a.
𝑇 273 𝐾 273
𝐶𝑂𝑃𝐶 = 2 = =
𝑇1 −𝑇2 288 𝐾−273 𝐾 15

20 273 91
𝐶𝑂𝑃𝑚𝑒𝑠𝑖𝑛 = 20% 𝐶𝑂𝑃𝐶 = (100) ( 15 ) (25)
Usaha yang dilakukan motor listrik (W) adalah
𝑄
𝐶𝑂𝑃𝑚𝑒𝑠𝑖𝑛 = 𝑊2
𝑄2
𝑊=
𝑊𝐶𝑂𝑃𝑚𝑒𝑠𝑖𝑛
𝑚𝐿𝑒𝑠 1kg .3,4 105 J/Kg
𝑊= 𝑊𝐶𝑂𝑃𝑚𝑒𝑠𝑖𝑛
= 91 = 9,3 𝑥 104 𝐽
( )
25
Jadi, usaha yang dilakukan motor listrik adalah 9,3 𝑥 104 𝐽

Halaman 15