Anda di halaman 1dari 1

MODEL KONSEPTUAL DALAM KEPERAWATAN

Banyak ahli kesehatan jiwa memiliki pandangan yang berbeda-beda mengenai konsep
gangguan jiwa dan bagaimana proses timbulnya gangguan jiwa. Perbedaan tersebut,
dijelaskan dalam teori model konseptual kesehatan jiwa. Setiap model konseptual memiliki
pandangan yang berbeda-beda mengenai konsep gangguan jiwa. Pandangan model
psikoanalisa berbeda dengan pandangan model social, model perilaku, model eksistensial,
model medical, berbeda pula dengan model stress – adaptasi. Masing-masing model
memiliki pendekatan unik dalam terapi gangguan jiwa. Sebelum lebih lanjut
mempelajarinya, marilah kita mengulang pengertian model konsep. Tahukah Anda definisi
tersebutl? Model konseptual merupakan kerangka kerja konseptual, sistem atau skema yang
menerangkan serangkaian ide global tentang keterlibatan individu, kelompok, situasi, atau
kejadian terhadap suatu ilmu dan perkembangannya.
1. Definisi
Banyak ahli mendefiniskan mengenai model konseptual seperti berikut ini: Model
konseptual memberikan keteraturan untuk berfikir, mengobservasi dan menginterpretasi
apa yang dilihat, memberikan arah riset untuk mengidentifikasi suatu pertanyaan untuk
menjawab fenomena dan menunjukkan pemecahan masalah (Christensen & Kenny, 2009,
hal. 29).
Model konseptual keperawatan merupakan suatu cara untuk memandang situasi dan
kondisi pekerjaan yang melibatkan perawat di dalamnya. Model konseptual keperawatan
merupakan petunjuk bagi perawat untuk mendapatkan informasi agar perawat peka
terhadap apa yang terjadi pada suatu saat dengan dan tahu apa yang harus perawat
kerjakan (Brockopp, 1999, dalam Hidayati, 2009).Marriner-Tomey (2004, dalam
Nurrachmah, 20100 menjelaskan bahwa, model konseptual keperawatan telah memperjelas
kespesifikan area fenomena ilmu keperawatan dengan melibatkan empat konsep yaitu
manusia sebagai pribadi yang utuh dan unik. Konsep kedua adalah lingkungan yang bukan
hanya merupakan sumber awal masalah tetapi juga meerupakan sumber pendukung bagi
individu. Ketiga adalah Kesehatan menjelaskan tentang rentang sehat-sakit sepanjang siklus
mulai konsepsi hingga kematian. Konsep keempat adalah keperawatan sebagai komponen
penting dalam perannya sebagai faktor penentu meningkatnya keseimbangan kehidupan
seseorang (klien).
Lebih lanjut Tomey mengatakan, konseptualisasi keperawatan umumnya memandang
manusia sebagai mahluk biopsikososial yang berinteraksi dengan keluarga, masyarakat, dan
kelompok lain termasuk lingkungan fisiknya. Cara pandang dan fokus penekanan pada skema
konseptual dari setiap ilmuwan dapat berbeda satu sama lain, seperti penekanan pada
sistem adaptif manusia, subsistem perilaku atau aspek komplementer.