Anda di halaman 1dari 3

BAYI BERAT LAHIR RENDAH

No. Dokumen No. Revisi Halaman

1/3

Tanggal Terbit Di Tetapkan oleh :


Direktur Rumah Sakit
STANDAR
OPERASIONAL
PROSEDUR
dr. Maria Fransiska A.S, MARS
NIP. 19840402 201001 2 013
PENGERTIAN Bayi yang lahir dengan berat kurang dari 2500 gram tanpa memandang
masa gestasi (berat lahir adalah berat bayi yang ditimbang dalam 1 jam
setelah lahir)
TUJUAN Sebagai acuan petugas dalam menjelaskan tentang openyebab dan
komplikasi BBLR dan melakukan manajemen BBLR dengan berbagai
penyulitnya sesuai dengan fasilitas yang tersedia.
KEBIJAKAN
PROSEDUR 1. Alat
a. Timbangan bayi
b. Thermometer
c. Meteran
d. Stetoschope
e. Infant warmer
f. Selang oksigen

2. Bahan
a. Infuse set
b. Abocath
c. Cairan infuse
d. Oksigen
e. Anti konvulsan

1. Begitu bayi lahir tidak menangis maka dilakukan langkah awal yang terdiri
dari:
 Hangatkan bayi dibawah radiant warmer/pemancar panas /lampu
 Posisikan kepala bayi sedikit ekstensi dengan menggunakan bantalan
bahu
 Isap lendir dari mulut kemudian ke hidung
 Keringkan bayi sambil merangsang taktil dengan menggosok
punggung atau menyentil ujung jari kaki dan mengganti kain yang
basah dengan yang kering.
 Reposisi kepala bayi
 Nilai bayi : usaha nafas,warna kulit,dan denyut jantung.
2. Bila bayi tidak bernafas dilakukan Ventilasi Tekanan Positif (VTP) dengan
memakai balon dan sungkup selama 30 detik dengan kecepatan 40 - 60
kali per menit.
3. Menilai usaha nafas bayi dan denyut jantung
4. Bila belum bernafas dan DJ: 60 x/mnt lanjutkan VTP dengan kompresi
dada terkoordinasi selama 30 detik.
BAYI BERAT LAHIR RENDAH
No. Dokumen No. Revisi Halaman

2/3

Tanggal Terbit Di Tetapkan oleh :


Direktur Rumah Sakit
STANDAR
OPERASIONAL
PROSEDUR
dr. Maria Fransiska A.S, MARS
NIP. 19840402 201001 2 013
PROSEDUR 5. Dokter melakukan pemasangan pipa ETT untuk terapi medika mentosa
(epinefrin)
 Luruskan trakea dan optimalkan pandangan
 Nyalakan lampu dan pegang laringoskop dengan tangan kiri
 Stabilkan kepala bayi dengan posisi sedikit tengadah, O2 aliran bebas
tetap diberikan.
 Dorong daun laringoskop, angkat seluruh daun, jangan hanya
ujungnya dan jangan mengungkit.

Setiap menemukan BBLR, lakukan manajemen umum sebagai berikut:


1. Stabilisasi suhu, jaga bayi tetap hangat (KMC)
2. Jaga jalan nafas tetap bersih dan terbuka
3. Nilai segera kondisi bayi tentang tanda vital : pernafasan, denyut
jantung, warna kulit dan aktifitas.
4. Bila bayi mengalami gangguan nafas, kelola gangguan nafas
5. Bila bayi kejang, hentikan kejang dengan anti konvulsan
6. Bila bayi dehidrasi, pasang jalur intravena, berikan cairan rehidrasi IV.
7. Kelola sesuai dengan kondisi spesifik atau komplikasinya.

BERAT LAHIR 1.500-2500 GRAM.


BAYI STABIL:
1. BB 1500 -1700 gram dilakukan pemasangan OGT (pemberian ASI
melalui OGT yaitu 8x sehari dengan volume 30 – 60 ml/kg BB/hari
pada hari pertama, dan untuk hari selanjutnya dinaikkan secara
bertahap 10 – 20 ml/kg BB/hari ).
2. BB lebih dari 1700 gram, jika bayi dapat menyusu ibunya dengan
baik, maka anjurkan bayi menyusu ke ibu semau bayi. Ingat bahwa
bayi kecil lebih mudah merasa letih dan malas minum, anjurkan bayi
menyusu lebih sering (misal setiap 2 jam) bila perlu.
3. Pantau pemberian minum dan kenaikan berat badan untuk
efektivitas menyusui. Apabila bayi kurang dapat menghisap,
tambahkan ASI perah dengan menggunakan sendok ( 8x sehari
dengan volume 30 – 60 ml/kg BB/hari pada hari pertama, dan untuk
hari selanjutnya dinaikkan secara bertahap 10 – 20 ml/kg BB/hari ).
4. Hentikan minum hingga pemeriksan lanjutan menunjukkan aman,
jika : muntah, distensi abdomen, berat, ileus, residu lambung
berwarna kehijauan (pastikan pipa bukan transpilorik)

BAYI BERAT LAHIR RENDAH


No. Dokumen No. Revisi Halaman

3/3

Tanggal Terbit Di Tetapkan oleh :


Direktur Rumah Sakit
STANDAR
OPERASIONAL
PROSEDUR
dr. Maria Fransiska A.S, MARS
NIP. 19840402 201001 2 013
PROSEDUR BERAT LAHIR 1000 – 1499 GRAM
BAYI STABIL :
1. Dilakukan pemasangan OGT (pemberian ASI melalui OGT dengan
volume 2 ml/kgBB/2 jam pada hari pertama, jika toleransi minum
baik dinaikkan 20 – 30 ml/kgBB/hari). Jika toleransi minum tidak
baik, dilakukan pemberian nutrisi parenteral.
2. Hentikan minum hingga pemeriksan lanjutan menunjukkan aman,
jika : muntah, distensi abdomen, berat, ileus, residu lambung
berwarna kehijauan (pastikan pipa bukan transpilorik)

BAYI SAKIT:
Bayi dengan berat 1500-2500 gram atau lebih dengan kondisi sakit diberikan
tatalaksana oksigenasi dan nutrisi sesuai dengan kondisi bayi.

BERAT LAHIR KURANG DARI 1000 GRAM : RUJUK

UNIT TERKAIT Ruang Perinatologi