Anda di halaman 1dari 44

BAB 1

PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Mahasiswa merupakan salah satu unsur yang penting dalam kehidupan
bermasyarakat dan diharapkan untuk senantiasa peka dan tanggap terhadap
berbagai masalah yang berkembang di tengah masyarakat. Mahasiswa disimbolkan
sebagai jembatan yang berfungsi untuk menghubungkan dunia pendidikan dengan
dunia kerja. Dengan demikian, mahasiswa dituntut untuk memahami dunia kerja
sebelum terjun ke dalam dunia kerja.
Salah satu sarana untuk membekali mahasiswa agar lebih siap dalam
menghadapi dunia kerja, maka mahasiswa diwajibkan untuk melakukanKerja
Praktek yang diharapkan nantinya mahasiswa dapat mengimplementasikanilmu
yang diperoleh di bangku perkuliahan pada dunia kerja. Pada pelaksanaannya,
dibutuhkan suatu instansi yang mampu menunjang dan membimbing mahasiswa
untuk mendapatkan materi pembelajaran di lapangan. PT Amman Mineral Nusa
Tenggara merupakan perusahaan besar yang telah lama berdiri dan memiliki
kredibilitas perusahaan yang baik serta dapat menunjang penuh proses kegiatan
Kerja Praktek.
Setelah mengamati pada saat pelaksanaan Kerja Praktek berlangsung, maka
penulis bermaksud untuk mengangkat tema atau bahasan mengenai “Analisis
Karakteristik pada sistem perpipaan Pompa sentrifugal item 36PU019 di
Flotation Area PT. Amman Mineral Nusa Tenggara .

Lingkup Observasi
PT. Amman Mineral Nusa Tenggara yang sebelumnya PT. Newmont Nusa
Tenggara adalah salah satu perusahaan yang bergerak di bidang pertambangan
tembaga dan emas yang berskala besar dan bertaraf internasional. Dalam
pelaksanaan Kerja Praktek, dilakukan pengamatan secara singkat mengenai proses
pelayanan serta komunikasi yang terjadi dari Department Process Maintenance

1
Strategy & Planning di PT Amman Mineral Nusa Tenggara. Pengambilan data
dilakukan tidak langsung.
1.2 Tujuan
Adapun tujuan pelaksanaan Kerja Praktek adalah sebagai berikut:
1. Memenuhi persyaratan untuk menyelesaikan studi di program studi Teknik
Mesin Universitas Mataram
2. Menerapkan dan mengaplikasikan teori-teori yang diperoleh dari bangku
perkuliahan dalam dunia kerja
3. Mendapatkan pengalaman dan dapat berinteraksi dalam suatu teamwork
4. Mengukur dan mengembangkan kemampuan, potensi serta kreatifitas
5. Meningkatkan kemampuan problem solving dan pengambilan keputusan
dalam problem yang nyata pada perusahaan
1.3 Manfaat
Adapun manfaat pelaksanaan Kerja Praktek adalah sebagai berikut:
1. Meningkatkan kemampuan di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi
khususnya dalam bidang industri
2. Dapat mengaplikasikan ilmu pengetahuan yang didapat di bangku
perkuliahan pada dunia kerja
3. Melatih mahasiswa dalam menganalisis dan mengevaluasi sistem dari sudut
pandang industri dan permasalahan yang sering terjadi dalam perusahaan
4. Memperluas wawasan mahasiswa dengan mengenal proses kerja dilapangan
dan mengidentifikasi masalah yang dihadapi suatu perusahaan serta
berusaha untuk mencari solusi atas permasalahan tersebut
5. Menjembatani hubungan kerjasama yang baik antara PT Amman Mineral
Nusa Tenggara dengan Fakultas Teknik Universitas Mataram
1.4 Waktu dan Tempat
Kegiatan Praktek Kerja Lapangan dilaksanakan pada bulan Januari hingga
bulan Maret 2018 yang bertempat di PT Amman Mineral Nusa Tenggara – Batu
Hijau Project, Sumbawa. Pelaksanaannya mengikuti hari dan jam kerja yang
berlaku di PT Amman Mineral Nusa Tenggara – Batu Hijau Project, yaitu dengan
jam kerja Praktek hari Senin – Minggu pukul 06.30 – 16.00 WITA dengan 2 (dua)
hari off (Sabtu dan Minggu). Adapun di PT Amman Mineral Nusa Tenggara – Batu

2
Hijau Project memiliki jam kerja produksi selama 24 yang terdiri dari 2 (dua) shift.
shift pagi pukul 06.00 – 18.00 WITA dan shift malam 18.00 – 06.00 WITA
1.5 Metodologi Pengumpulan Data
Pengumpulan data dilakukan dengan beberapa metodologi, antara lain:
1. Observasi
Observasi merupakan cara pengumpulan data dengan melakukan
pengamatan langsung terhadap suatu objek selama kegiatan kerja Praktek
di PT Amman Mineral Nusa Tenggara-Batu Hijau Project.
2. Wawancara
Wawancara dilakukan dengan melemparkan pertanyaan-pertanyaan terkait
objek yang tengah diamati atau dipelajari, antara mahasiswa (pewawancara)
dengan narasumber (pembimbing lapangan, user, menpower) di PT Amman
Mineral Nusa Tenggara.
3. Dokumentasi
Dokumentasi dilakukan dengan pengumpulan data, pencatatan informasi,
serta pengambilan gambar terkait suatu objek untuk memperoleh
keterangan yang lebih detail mengenai schedule compliance di Department
Process Maintenance Strategy & Planning.

1.6 Sistematika Penulisan


Untuk mempermudah pembaca dalam memahami isi dari laporan kerja
praktek ini, maka penulis menyusun laporan ini dengan sistematika sebagai berikut:
BAB I PENDAHULUAN
Pada bab ini membahas tentang Latar Belakang, Tujuan, Manfaat, Tempat
dan Waktu Pelaksanaan, Ruang Lingkup, Metodologi Pengumpulan Data,
dan Sistematika Penulisan.
BAB II PROFIL PERUSAHAAN
Pada bab ini,akan dijelaskan mengenai profil dari tempat penulis
melaksanakan kerja Praktek yaitu PT. Amman Mineral Nusa Tenggara.
BAB III LANDASAN TEORI
Pada bab ini berisi literatur yang berasal dari berbagai macam sumber yang
berhubungan dengan optik dan judul laporan kerja Praktek.

3
BAB IV ANALISA DATA DAN PEMBAHASAN
Pada bab ini akan ditampikan dan dijelaskan data-data yang telah diolah,
yang didapatkan selama proses pengambilan data, serta dipaparkan juga
pembahasan serta proses pengolahan data sehingga memperoleh hasil yang
ingin dicapai.
BAB V PENUTUP
Pada bab ini membahas tentang kesimpulan dari hasil akhir yang didapatkan
dari proses analisa data dan pembahasan. Juga dituliskan saran dari hasil
yang telah didapatkan.

4
BAB II
PROFIL PERUSAHAAN

2.1 Tentang PT Amman Mineral Nusa Tenggara


PT. Amman Mineral Nusa Tenggara yang sebelumnya PT. Newmont Nusa
Tenggara adalah salah satu perusahaan yang bergerak di bidang pertambangan
tembaga dan emas yang berskala besar dan bertaraf internasional.PT Amman
Mineral Nusa Tenggara merupakan anak perusahaan dari Amman Mineral
Internasional yang beroperasi pada tambang batu hijau di Pulau Sumbawa,
Kabupaten Sumbawa Barat, Kecamatan Jereweh dan Sekongkang, Provinsi Nusa
Tenggara Barat, Indonesia. PT. Newmont Nusa Tenggara atau PT Amman Mineral
Nusa Tenggara (sekarang) mulai beroperasi berdasarkan Kontrak Karya Generasi
ke-4 yang ditandatangani pada 2 Desember 1986. Tambangnya merupakan hasil
dari eksplorasi sepuluh tahun lebih dan progam pembangunan didasarkan pada
penemuan 1999 deposit tembaga porfiri, yang mana kegiatan produksinya dimulai
pada tahun 2000.
Pada tanggal 2 November 2016 proses transaksi pengambilan kepemilikan
saham di PT NNT sebesar 82,2% oleh PT AMI (Amman Mineral Internasional)
telah selesai dilaksanakan. Dengan selesainya transaksi tersebut sebesar 82,2% PT
AMI yang merupakan perusahaan nasional telah memegang saham kepemilikan dan
aset-aset lainnya telah dimiliki sepenuhnya, dan PT Pukuafu Indah (PT PI) sebagai
pemegang saham sebanyak 17,8%. Sejak memulai kegiatan operasi secara penuh di
Indonesia pada tahun 2000, perusahaan telah berkontribusi lebih dari Rp 100 triliun
dalam bentuk pembayaran pajak dan non pajak, royalti, gaji, pembelian barang dan
jasa dalam negeri, serta dividen yang dibayarkan kepada para pemegang saham
nasional. PT AMNT saat ini memperkerjakan sekitar 4000 karyawan dan 3500
kontraktor.
Tambang Batu Hijau merupakan cebakan tembaga profiri dengan emas dan
perak sebagai ikutan. Setiap ton bijih yang diolah menghasilkan rata-rata 4,87kg
tembaga dan 0,37 gr emas. Logam berharga tidak secara langsung dapat diperoleh
karena bercampur dengan mineral lain yang tidak memiliki nilai ekonomis. Maka
dari itu diperlukan proses pengolahan lebih lanjut untuk memperoleh kandungan

5
logam berharga. Sesuai Kontrak Karya, kewajiban perusahaan adalah mengolah
bijih untuk menghasilkan suatu konsentrat yang dapat dipasarkan.
Batu Hijau Project merupakan tambang terbuka, artinya unsur yang
terkandung pada batuan seperti tembaga, emas, dan perak ditambang pada lubang
besar yang disebut dengan pit. Pada saat pit digali, semua batuan baik yang
mengandung mineral ataupun tidak harus diambil. Pit terbentuk atas terjadinya
blasting (pengeboman) dan berbentuk teras-teras panjang yang digunakan sebagai
jalur truk. Pada tahun 2016, proses penambangan pit telah memasuki tahap akhir
phase 6.Kronologis Kegiatan Tambang Batu Hijau:
 Awal kegiatan eksplorasi – tahun 1986
 Penandatangan kontrak karya generasi keempat – Desember 1986
 Penemuan tubuh cebakan Batu Hijau– Mei 1990
 Studi kelayakan disetujui– Oktober 1996
 Masa Konstruksi dimulai – Oktober 1996
 Studi penelitian AMDAL disetujui – Oktober 1996
 Jadwal perampungan proyek pada triwulan keempat 1996
 Pengapalan Produk Pertama kali – Desember 1999

2.2 Visi, Misi, dan Nilai PT Amman Mineral Nusa Tenggara


2.2.1 Visi
Menjadi perusahaan tambang yang diakui dan disegani atas keunggulan
kinerja ekonomi, perlindungan lingkungan, dan tanggung jawab sosial.
2.2.2 Misi
Mengubah sumber daya mineral menjadi nilai bersama untuk pemangku
kepentingan dan menjadi pemimpin di industri tambang dengan memberikan
peningkatan nilai saham bagi pemegang saham, terdepan di bidang keselamatan
kerja, tanggung jawab sosial, dan perlindungan lingkungan.
2.2.3 Nilai
 K3 – Kita menjalan program K3 dan kebugaran melalui upaya
identifikasi, penilaian, dan pengelolaan resiko dan menerapkan prilaku yang
aman di tempat kerja dan tempat tinggal guna mewujudkan budaya
Nihil Bahaya.

6
 Integritas – Kita harus bertindak sesuai etika dan saling menghormati
sesama, adat, budaya dan hukum yang berlaku di Negara / Provinsi
/Kabupaten tempat kita beroperasi.
 Keberlanjutan – Kita adalah katalisator terhadap perkembangan ekonomi
daerah melalui upaya penjalainan dengan pemangku kepentingan secara
transparan, penuh penghormatan dan bertanggung jawab atas pengelolaan
lingkungan.
 Inklusivitas – Kita menciptakan lingkuangan kerja yang inklusiv yang
memberikan peluang kepada karyawan untuk memberikan sumbangsihnya,
bekerja sama dengan perusahaan untuk merealistiskan strategi/rencana
kerja.
 Tanggung Jawab – Kita mewujudkan komitmen, menunjukan
kepemimpinan, dan berani mengungkapkan pendapat serta berupaya
mengubah status quo.

2.3 Lokasi Tambang


Tambang Batu Hijau terletak di sebelah barat daya pulau Sumbawa, di
Kecamatan Sekongkang, Kabupaten Sumbawa Barat, Provinsi Nusa Tenggara
Barat, Indonesia. Lokasi Batu Hijau yang berjarak 81 km dari Mataram dapat di
capai dengan menggunakan pesawat ampibi (seaplane) perusahaan atau
menggunakan transportasi laut berupa ferry umum dari pelabuhan Kayangan di
pulau Lombok.

2.4 Kegiatan Operasi


2.4.1 Geologi
Batu Hijau merupakan cebakan tembaga profiri dengan sedikit kandungan
emas dan perak.Logam berharga tidak secara langsung dapat di peroleh karena
bercampur dengan mineral lain yang tidak memiliki nilai ekonomis.Cebakan profiri
diketahui hanya memiliki kadar yang rendah. Di batuHijau,setiap ton bijih yang di
olah hanya menghasilkan 4,87 kilogram tembaga. Sedangkan rata-rata hasil
perolehan emas jauh lebih sedikit, yaitu hanya 0,37 gram dari setiap ton bijih yang
diolah. Hal ini menunjukan bahwa untuk menghasilkan sejumlah kecil logam yang
dapatdijual, diperlukan kerja keras.

7
2.4.2 Penambangan

Gambar 2.1 Lokasi Penambangan

Cebakan tembaga tipe profiri mempunyai dimensi besar dan kadar relative
rendah sehingga atas pertimbangan ke ekonomiannya, pengembangannya hanya
dapat dilakukan dengan cara tambang terbuka (open pit mining).
Tambang Batu Hijau adalah operasi tambang terbuka di mana semua
mineral berharga (tembaga, emas, dan perak) ditambang dari permukaan tanah
dengan menggunakan berbagai peralatan tambang seperti alat muat (shovel) dan
truck pengangkut.
Penambangan di Batu Hijau di awali dengan kegiatan pengeboran dan
peledakan untuk memudahkan pengambilan bijih. Dengan peledakan, batuan
terlepas dari tanah dengan diameter rata-rata 25 cm. Dengan menggunakan
beberapa shovel berukuran besar, batuan di muat kedalam truck berkapasitas
maksimal 240 ton dan kemudian diangkut menuju kedua buah crusher (mesin
penghancur). Di crusher, ukuran bijih batuan di perkecil hingga berdiameter rata-
rata 15 cm. Bijih kemudian diangkut kepabrik pemrosesan mineral, sedangkan
batuan berkadar lebih rendah diangkut ketempat penampungan, untuk menunggu
giliran pemrosesan pada waktu mendatang.

8
2.4.3 Pengolahan

Gambar 2.2 Lokasi Pengolahan

Dari crusher, bijih batuan di angkut dengan ban berjalan sepanjang 5,6
kilometer kepabrik pengolahan yang disebut konsentrator. Di konsentrator, mineral
berharga di pisahkan dari batuan pembawa melalui proses penggerusan dan flotasi.
Bijih batuan, setelah di campur dengan air laut, kemudian digerus menggunakan
dua penggerus yang disebut Semi Autogenous (SAG) Mill dan empat buah Ball
Mill. Setelah keluar dari Ball Mill, partikel halus yang terkandung dalam slurry
kemudian di pompa keseperangkat tangki Cyclone untuk pemisahan akhir partikel
bijih.
Bubur bijih halus dari tangki cyclone di alirkan kesejumlah tangki untuk di
ambil kandungan mineral berharganya.Tangki ini di sebut sel flotasi. Proses flotasi
ini tidak menggunakan bahan kimia secara berlebihan sehingga aman dan
membantu meminimalkan dampak lingkungan. Secara fisik, proses ini memisahkan
mineral berharga dari batuan pembawa dengan menggunakan gelembung udara dan
ragent dalam jumlah kecil.
Terdapat dua jenis reagent yang di tambahkan dalam proses flotasi di
tangki. Jenis pertama akan mengikat mineral berharga, sedangkan jenis kedua
berfungsi untuk menstabilkan gelembung yang terbentuk oleh proses pengadukan.

9
Saat gelembung udara naik, mineral berharga atau konsentrat akan ikut
terangkat kepermukaan. Lapisan gelembung ini diselimuti oleh mineral berharga
yang berbentuk seperti pasir.Lapisan yang terapung dipermukaan sel flotasi inilah
yang disebut konsentrat.
Dari sel flotasi, konsentrat dikirim ketangki penghilangan kadar garam yang
di sebut CCD (Counter-Current Decantation). Di dalam tangki ini air laut dibuang
dan konsentrat di kentalkan dengan cara mengalirkan air tawar secara berlawan
arah. Air tawar menggantikan air laut dan konsentrat mengendap di dasar tangki.
Konsentrat kemudian mengalir melalui pipa panjang 17,6 km menuju ke
fasilitas filtrasi atau penyaringan di Benete. Konsentrat cairan ini di tampung dalam
tangki besar dan di aduk terus menerus untuk menghindari terjadinya pengendapan.
Konsentrat kemudian di saring, untuk membuang kandungan air dalam konsentrat
sampai dengan 91% menggunakan udara bertekanan.
Setelah proses penyaringan, konsentrat akan berupa bubuk batuan halus
atau pasir dan di simpan digudang untuk menunggu pengapalan. Pemuatan
konsentrat ke kapal menggunakan fasilitas ban berjalan. Konsentrat akhirnya
dikapalkan ke sejumlah pabrik peleburan dalam negeri yakni ke PT.Smelting di
Gresik, Jawa Timur maupun ke luar negeri (Jepang, Korea Selatan, India, Eropa)
untuk menjalani proses pemisahan dan pengambilan logam berharga, yaitu
tembaga, emas, dan perak.

2.4.5 Concentrate Washing & Tailing Disposal


Pengolahan bijih (grinding dan flotasi) dilakukan dengan menggunakan
seawater (air laut). Seawater merupakan sumber air (water source) yang murah,
tapi mengandung garam yang harus dibuang dari konsentrat. Jika tidak dibuang,
korosi besar dan kerusakan lain dalam pengoperasian overseassmelting akan
terjadi. Metode penghilangan garam ini dilakukan dengan pencucian dengan
freshwater dalam proses CCD.
Konsentrat yang tercuci ditampung di dalam storage tank dan dipompakan
ke filteringplant di port facility. Pemompaan untuk jarak yang jauh ini (17,6 km)
membutuhkan pengunaan heavy duty positive displacement pump yang dirancang
khusus dan dibuat di Eropa serta digunakan di seluruh dunia untuk aktifitas
pemompaan yang sejenis.

10
Proses CCD, seperti yang digunakan di Batu Hijau, adalah proses pencucian
di mana aliran konsentrat berlawanan atau berbalik terhadap arah terhadap aliran
washwater (air pencuci). Konsentrat yang dipompa ke CCD circuit adalah
konsentrat flotasi dari cleaner tahap ketiga (third cleaner) sel flotasi.
Cleanerconcentrate ini memasuki CCD circuit sebagai slurry dengan kapasitas
rata-rata 170 meter kubik per jam (cubic metre per hour), dan mengandung 34
percentsolid(persen padatan) dari berat; hal ini sebanding dengan kira-kira 80 ton
kering per jam konsentrat (dry tonne per hour ofconcentrate).
Seawater (air laut) yang digunakan untuk pengolahan di Batu Hijau berisi
sekitar 36 gram/liter garam (sodium chloride atau NaCl). Banyak garam, jika tidak
dibuang dari air slurry, akan tersisa dengan konsentrat flotasi yang dikapalkan ke
overseassmelter. Klorida di garam akan merusak brick lining di smelter furnace,
serta sebagian besar material lain di plant. CCD circuit di plant terdiri dari tiga
thickener, tiga repulptank, pompa dan pemipaan. Bagan Alir: Bagan Alir Counter
Current Decantation (CCD).

Gambar 2.3 CCD Circuit


Tiga thickener CCD masing-masing berdiameter 25 meter. Thickener
adalah settlingtank yang terpasang dengan mekanisme pemindahan padatan dari
dasar. Thickener di Batu Hijau adalah thickener konvensional, yaitu: thickener
yang dirancang dengan diameter dan permukaan yang cukup besar sehingga

11
padatan mengendap secara alami atau dengan bantuan relatif kecil dari flokulan.
(Fokulan adalah aditif bahan kimia yang membantu padatan mengendap).

Gambar 2.4 Thickener

Gambar 2.5 Zona THICKENER


Flokulan ditambahkan ke masing-masing thickener untuk membantu
partikel halus mengendap. Flokulan diterima on-site sebagai dry powder (bubuk

12
kering) dan dicampur dengan peralatan khusus di area reagen ke larutan cair yang
mengandung 0,25 persen flokulan dari berat. Larutan ini disimpan dalam
storagetank dan disalurkan oleh pompa (tiga beroperasi dan satu dalam kondisi
standby) ke thickener. Sebelum ditambahkan melalui multiple point ke dalam
thickenerfeedwell, flokulan dicairkan kemudian sekitar 0,025 persen kekuatan.
Pengenceran dilakukan melalui in-line mixer. Tiper mixer ini dimasukkan ke
pipeline (maka namanya in-line mixer), dan additionalwater segera diukur ke dalam
sistem upstreammixer. Maka hasil yang keluar bercampur larutan secara
keseluruhan.
Tujuan sistem pemompaan slurry konsentrat adalah untuk mengangkut
konsentrat secara terus menerus sebagai slurry dari concentrate
slurrypipelinefeedtank , yang terletak di concentrator, ke pipe line discharge
distribution box, yang terletak di concentrate dewatering area di portfacility. Choke
dan valvestation terletak di portfacility untuk mengontrol tekanan di saluran slurry
konsentrate (concentrate slurryline). Slurry konsentrat dipompa dari ketinggian
sekitar 105 meter pada km 0 (concentrator) ke ketinggian sekitar 10 meter pada km
17,6 (portfacility).

Gambar 2.6 Concentrate Pipeline Profile


Konsentrat yang dipompa melalui jaringan pipa konsentrat (concentrate
pipeline) berisi konsentrasi pengoperasian 70 percentsolid (persen padatan). Untuk
pengoperasian normal, flowrate maksimum adalah 138 ton per jam.

13
BAB III
LANDASAN TEORI

3.1 Pengertian Pompa

Pompa adalah mesin atau peralatan mekanis yang digunakan untuk


menaikkan cairan dari dataran rendah ke dataran tinggi atau untuk mengalirkan
cairan dari daerah bertekanan rendah ke daerah yang bertekanan tinggi dan juga
sebagai penguat laju aliran pada suatu sistem jaringan perpipaan. Hal ini dicapai
dengan membuat suatu tekanan yang rendah pada sisi masuk atau suction dan
tekanan yang tinggi pada sisi keluar atau discharge dari pompa. Pada prinsipnya,
pompa mengubah energi mekanik motor menjadi energi aliran fluida. Energi yang
diterima oleh fluida akan digunakan untuk menaikkan tekanan dan mengatasi
tahanan – tahanan yang terdapat pada saluran yang dilalui. Pompa juga dapat
digunakan pada proses - proses yang membutuhkan tekanan hidraulik yang besar.
Hal ini bisa dijumpai antara lain pada peralatan - peralatan berat. Spesifikasi pompa
dinyatakan dengan jumlah fluida yang dapat dialirkan per satuan waktu (kapasitas)
dan energi angkat (head) dari pompa. Dalam operasi, mesin - mesin peralatan berat
membutuhkan tekanan discharge yang besar dan tekanan isap yang rendah. Akibat
tekanan yang rendah pada sisi isap pompa maka fluida akan naik dari kedalaman
tertentu, sedangkan akibat tekanan yang tinggi pada sisi discharge akan memaksa
fluida untuk naik sampai pada ketinggian yang diinginkan. Hal ini dapat dilihat
pada Gambar 3.1.

Gambar 3.1 Pompa Sentrifugal

14
3.2 Klasifikasi Pompa

Menurut prinsip kerjanya, pompa diklasifikasikan menjadi dua macam,


yaitu:

A. Positive Displacement Pump


Merupakan pompa yang menghasilkan kapasitas yang intermittent,
karena fluida ditekan di dalam elemen-elemen pompa dengan volume
tertentu. Ketika fluida masuk, langsung dipindahkan ke sisi buang sehingga
tidak ada kebocoran (aliran balik) dari sisi buang ke sisi masuk. Kapasitas
dari pompa ini kurang lebih berbanding lurus dengan jumah putaran atau
banyaknya gerak bolak-balik pada tiap satuan waktu dari poros atau engkol
yang menggerakkan. Pompa jenis ini menghasilkan head yang tinggi
dengan kapasitas rendah. Pompa ini dibagi lagi menjadi:
1. Reciprocating Pump (pompa torak)
Pada pompa ini, tekanan dihasilkan oleh gerak bolak-balik translasi dari
elemen-elemennya, dengan perantaran crankshaft, camshaft, dan lain-
lainnya. Pompa jenis ini dilengkapi dengan katup masuk dan katup
buang yang mengatur aliran fluida keluar atau masuk ruang kerja.
Katup-katup ini bekerja secara otomatis dan derajat pembukaannya
tergantung pada fluida yang dihasilkan. Tekanan yang dihasilkan
sangat tinggi, yaitu lebih dari 10 atm. Kecepatan putar rendah yaitu 250
sampai 500 rpm. Oleh karena itu, dimensinya besar dan sangat berat.
Pompa ini banyak dipakai pada pabrik minyak dan industri kimia untuk
memompa cairan kental, dan untuk pompa air ketel pada PLTU. Skema
pompa torak ditunjukkan pada gambar 3.2.

15
Gambar 3.2 Skema pompa torak

2. Rotary Pump
Tekanan yang dihasilkan dari pompa ini adalah akibat gerak
putar dari elemen-elemennya atau gerak gabungan berputar. Bagian
utama dari pompa jenis ini adalah :
 rumah pompa yang stasioner.
 rotor, yang di dalamnya terdapat elemen-elemen yang berputar
dalam rumah pompa.
Prinsip kerjanya adalah fluida yang masuk ditekan oleh
elemen-elemen yang memindahkannya ke sisi buang kemudian
menekannya ke pipa tekan. Karena tidak memiliki katup-katup,
maka pompa ini dapat bekerja terbalik, sebagai pompa maupun
sebagai motor. Pompa ini bekerja pada putaran yang tinggi sampai
dengan 5000 rpm atau lebih. Karena keuntungan tersebut, pompa
ini banyak dipakai untuk pompa pelumas dan pada hydraulic power
transmission. Yang termasuk jenis pompa ini adalah:
a. Gear Pump (Pompa Roda Gigi)
Prinsip kerja dari pompa ini adalah berputarnya dua buah roda
gigi berpasangan yang terletak dalam rumah pompa akan
menghisap dan menekan fluida yang dipompakan. Fluida yang

16
mengisi ruang antar gigi ditekan ke sisi buang. Akibat diisinya
ruang antar sisi tersebut maka pompa ini dapat beroperasi.
Aplikasi dari pompa ini adalah pada sistem pelumasan, karena
pompa ini menghasilkan head yang tinggi dan debit yang
rendah. Contoh pompa roda gigi terdapat pada gambar 3.3.

Gambar 3.3 Pompa roda gigi

b. Pompa Piston
Prinsip kerja dari pompa ini adalah berputarnya selubung putar
menyebabkan piston bergerak sesuai dengan posisi ujung piston
di atas piring dakian. Fluida terhisap ke dalam silinder dan
ditekan ke saluran buang akibat gerakan naik turun piston.
Fungsi dari pompa ini adalah untuk pemenuhan kebutuhan head
tingi dan kapasitas rendah. Skema pompa piston ditunjukkan
pada gambar 3.4.

17
Gambar 3.4 Skema pompa piston

B. Dynamic Pump
Merupakan pompa yang ruang kerjanya tidak berubah selama
pompa bekerja. Untuk merubah kenaikan tekanan, tidak harus mengubah
volume aliran fluida. Dalam pompa ini terjadi perubahan energi, dari energi
mekanik menjadi energi kinetik, kemudian menjadi energi potensial. Pompa
ini memiliki elemen utama sebuah rotor dengan suatu impeler yang berputar
dengan kecepatan tinggi. Yang termasuk di dalam jenis pompa ini adalah
pompa aksial dan pompa sentrifugal:
1. Pompa Aksial
Prinsip kerja dari pompa ini adalah berputarnya impeler akan
menghisap fluida yang dipompakan dan menekannya ke sisi tekan dalam
arah aksial. Pompa ini cocok untuk aplikasi yang membutuhkan head rendah
dan kapasitas tinggi, seperti pada sistem pengairan. Contoh pompa aksial
terdapat pada gambar 3.5.

18
Gambar 3.5 Pompa Aksial

2. Pompa Sentrifugal
Elemen pokok dari pompa ini adalah sebuah rotor dengan sudu-sudu
yang berputar pada kecepatan tinggi. Fluida yang masuk dipercepat oleh
impeler yang menaikkan tekanan maupun kecepatannya, dan melempar
fluida keluar melalui volute atau rumah siput. Pompa ini digunakan untuk
memenuhi kebutuhan head medium sampai tinggi dengan kapasitas
aliran medium. Dalam aplikasinya, pompa sentrifugal banyak digunakan
untuk proses pengisian air pada ketel dan pompa rumah tangga.
Bagianbagian dari pompa sentrifugal adalah stuffling box, packing, shaft,
shaft sleeve, vane, casing, eye of impeler, impeler, casing wear ring dan
discharge nozzle.

3.3 Pompa Sentrifugal

Gambar 4.4 menampilkan susunan centrifugal pump. Casingnya


dipasang keframe dengan baut. Barrel (shaft-bearing assembly) juga di pasang
ke frame. Untuk mencegah slurry keluar melalui celah antara shaft dan casing,
shaft lewat melalui sleeve stuffing box. Ring packing material membungkus shaft
melalui stuffing box untuk membentuk penyekat. Packing ring tersebut
terkompresi terhadap shaft dan stuffing box oleh gland (collar yang meluncur ke
ke dalam celah dibelakangnya). Flush water, pada tekanan lebih tinggi daripada
tekanan keluar poma, diinjeksikan ke dalam stuffing box di dalam packing ring.
Penambahan gland water mencegah slurry meninggalkan pompa melalui gland.

19
Gland tersebut cukup dikencangkan saja sehingga sedikit air dapat melewati
penyekat dan melumasinya. Namun, sebagian besar air bergerak ke arah pompa
dan mencegah slurry memasuki seal (penyekat) dan menyebabkan keausan
dengan cepat. Casing pompa dilindungi dari abrasi oleh liner yang dapat diganti.

Gambar 3.6 Pompa sentrifugal

Daya dibagi menjadi dua macam, yaitu daya poros yang merupakan daya
dari motor listrik, serta daya air yang dihasilkan oleh pompa. Daya dari motor
diberikan pada poros pompa untuk memutar impeler yang dipasangkan pada poros
tersebut. Karena pompa digerakkan oleh motor listrik (motor penggerak), jadi daya
guna kerja pompa adalah perbandingan antara gaya mekanis yang diberikan motor
kepada pompa. Satuan daya adalah Watt.

3.3.1 Prinsip Kerja Pompa Sentrifugal

Gambar 3.7 Prinsip Kerja pompa sentrifugal

20
Pada centrifugal pump, motor menggerakkan shaft, yang akan
memutar impeller yang ada di dalam stationary casing (lihat Gambar
4.5). Saat berputar, blade impeller membagi gerakan rotari ke fluida,
yang digerakkan ke arah luar casing oleh gaya sentrifugal. Ketika
bergerak disepanjang blade casing, fluida bergerak lebih cepat karena
blade bergerak lebih cepat di ujung (tip) daripada di tengah. Sehingga
tenaga yang diberikan ke cairan adalah tenaga kinetik, yang disebut
velocity head dalam sistem pompa. Tenaga ini mendorong fluida ke
area bertekanan lebih tinggi dalam volute chamber dan pump
discharge. Pada titik ini, fluid velocity berkurang dan sejumlah energi
diubah menjadi bertekanan. Fluida bergerak di sekitar volute dan kluar
masuk ke discharge piping. Ketika fluida dikirim keluar dari tengah
pompa oleh gaya sentrifugal, fluida diganti oleh fluida yang ditarik ke
tengah pompa melalui suction pipe.

3.3.2 Klasifikasi Pompa sentrifugal

Pompa Sentrifugal dapat diklasifikasikan, berdasarkan :


1. Kapasitas :
 Kapasitas rendah = < 20 m3/jam
 Kapasitas menengah = 20 - 60 m3/jam
 Kapasitas tinggi = > 60 m3/jam
2. Tekanan Discharge :
 Tekanan Rendah = < 5 Kg/cm2
 Tekanan menengah = 5 -50 Kg/cm2
 Tekanan tinggi = > 50 Kg/cm2
3. Jumlah / Susunan Impeler dan Tingkat :
 Single stage = Terdiri dari satu impeler dan satu casing.
 Multi stage = Terdiri dari beberapa impeler yang
tersusun seri dalam satu casing.
 Multi Impeler = Terdiri dari beberapa impeler yang
tersusun paralel dalam satu casing.

21
4. Posisi Poros :
 Poros tegak
 Poros mendatar
5. Jumlah Suction :
 Single Suction
 Double Suction
6. Arah aliran keluar impeler :
 Radial flow
 Axial flow
 Mixed fllow

3.3.3 Bagian – Bagian Utama Pompa Sentrifugal

Secara umum bagian-bagian utama pompa sentrifugal dapat dilihat


seperti gambar berikut:

Gambar 3.8 Bagian Pompa

22
a. Stuffing Box

Stuffing Box berfungsi untuk mencegah kebocoran pada daerah


dimana poros pompa menembus casing.

b. Packing

Digunakan untuk mencegah dan mengurangi bocoran cairan


dari casing pompa melalui poros. Biasanya terbuat dari asbes atau
teflon.

c. Shaft (poros)

Poros berfungsi untuk meneruskan momen puntir dari


penggerak selama beroperasi dan tempat kedudukan impeler dan
bagian-bagian berputar lainnya.

d. Shaft sleeve

Shaft sleeve berfungsi untuk melindungi poros dari erosi, korosi


dan keausan pada stuffing box. Pada pompa multi stage dapat sebagai
leakage joint, internal bearing dan interstage atau distance sleever.

e. Vane Sudu
dari impeler sebagai tempat berlalunya cairan pada impeler.
f. Casing

Merupakan bagian paling luar dari pompa yang berfungsi


sebagai pelindung elemen yang berputar, tempat kedudukan diffusor
(guide vane), inlet dan outlet nozel serta tempat memberikan arah aliran
dari impeler dan mengkonversikan energi kecepatan cairan menjadi
energi dinamis (single stage).

g. Eye of Impeler
Bagian sisi masuk pada arah isap impeler.

23
h. Impeler

berfungsi untuk mengubah energi mekanis dari pompa menjadi


energi kecepatan pada cairan yang dipompakan secara kontinyu,
sehingga cairan pada sisi isap secara terus menerus akan masuk mengisi
kekosongan akibat perpindahan dari cairan yang masuk sebelumnya.

i. Wearing Ring

Wearing ring berfungsi untuk memperkecil kebocoran cairan


yang melewati bagian depan impeler maupun bagian belakang impeler,
dengan cara memperkecil celah antara casing dengan impeler.

j. Bearing

Bearing (bantalan) berfungsi untuk menumpu dan menahan


beban dari poros agar dapat berputar, baik berupa beban radial maupun
beban axial. Bearing juga memungkinkan poros untuk dapat berputar
dengan lancar dan tetap pada tempatnya, sehingga kerugian gesek
menjadi kecil.

k. Discharge Nozzle

Merupakan bagian paling luar dari pompa yang berfungsi


sebagai pelindung elemen yang berputar, tempat kedudukan diffuser
(guide vane), inlet dan outlet nozel serta tempat memberikan arah aliran
dari impeler dan mengkonversikan energi kecepatan cairan menjadi
energi dinamis (single stage).

3.3.4 Perhitungan Pompa Sentrifugal

 Unjuk Kerja dan Efisiensi Pompa


Head dan laju aliran adalah dua kualitas paling penting dari
pompa. Berikutnya yang paling penting adalah efisiensi dan kebutuhan
daya.

24
a. Head

Para ahli mekanika dan dinamika fluida menggunakan istilah


'Head' (H). Ini adalah nilai relatif dari tekanan atau ketinggian cairan
(biasanya air) antara dua titik. Boleh dalam satuan ketinggian/kolom air
(dalam meter) atau dalam tekanan. Pascal (Pa) adalah satuan SI. 1 Pascal
sekitar 0,1 mm kolom air pada suhu kamar. Karena Pascal adalah satuan
tekanan yang sangat kecil, para ahli juga menggunakan bar untuk satuan
tekanan, di mana 1 bar sekitar 10 m kolom air.

- Head Melintasi Pompa


Head (H) yang melintasi sebuah pompa adalah perubahan
perbedaan tekanan di pompa (tekanan outlet − tekanan inlet). Ketinggian
relatif dari sumber air pada inlet pompa mempengaruhi tekanan inletnya.
Ketinggian relatif dan hambatan air sepanjang sistem perpipaan menuju
tempat pasokan mempengaruhi tekanan pompa outletnya.
Perhatikan bahwa Head adalah nilai relatif. Jadi, tekanan inlet
dan outlet harus dirujuk ke dasar yang sama (Tekanan atmosfer atau
tekanan ukur), atau keduanya dalam tekanan absolut.
Untuk Head (dalam pascal), Anda harus menggunakan persamaan:

H  p4  p2 Pascal ..................................................................... 3.1

b. Daya Poros
Daya poros yang diperlukan untuk menggerakan sebuah
pompa adalah sama dengan daya air ditambah dengan kerugian daya
di dalam pompa. Daya ini dapat dinyatakan sebagai berikut :

WHP = ᵞ x Q x H.............................................................3.2
Dimana :
H = Head Melintasi pompa
ᵞ = Berat Jenis Fluida ( N / m3
Q = Debit ( m3 / s )

25
c. Brake Horse Power

𝑊𝐻𝑃
BHP = .............................................................................3.3

Dimana :
BHP = Brake Horse Power
WHP = Daya poros
 = Efisiensi Pompa

d. Efisiensi Pompa

WP
P  x100 % ...........................................3.4
WD

 Karakteristik Pompa
a. Kontinuitas
Laju aliran yang masuk ke dalam pompa adalah sama dengan laju
aliran yang keluar dari pompa, sehingga dapat dirumuskan :
Q1 = Q2
A1 . v1 = A2 . v2 .........................................................................3.5
Dimana :
Q1 = Kapasitas aliran yang masuk pompa ( m3 /s )
Q2 = Kapasitas aliran yang keluar pompa ( m3 /s )
A1 = Luas Penampang bagian dalam pipa masuk pompa ( m2 )
A1 = Luas Penampang bagian dalam pipa keluar pompa ( m2 )
V1 = Kecepatan aliran fluida pipa masuk pompa ( m /s )
V1 = Kecepatan aliran fluida pipa keluar pompa ( m /s )

b. Reynold Number
Reynold number digunakan untuk mengetahui jenis aliran yang
terjadi dalam sistem aliran fluida di dalam pipa.
𝜌𝑣𝑑
𝑅𝑒 = ......................................................................3.6
μ

26
Dimana :
Re = Reynold number
𝜌 = Massa jenis fluida ( Kg / m3 )
v = Kecepatan aliran ( m .s )
µ = Viskositas fluida ( pa.s )

c. Head Total Pompa


Head total pompa adalah head yang harus disediakan untuk
mengalirkan sejumlah zat cair yang direncanakan.
𝑝 Vd2
H= ᵞ +𝑍+ + HL .........................................................3.7
2𝑔

Keterangan:
H = Head Total Pompa
𝑝
= Head Tekan (m)

𝑍 = Head Statis Pompa (m)


Vd2
= Head Kecepatan (m)
2𝑔

 Head Statis Total

Head statis total adalah perbedaan ketinggian antara permukaan


zat cair pada sisi tekanan dengan permukaan zat cair pada sisi isap. Jika
permukaan zat cair pada sisi isap lebih tinggi dari sumbu pompa disebut
suction head.

Z = Zad + Zas ....................................................................3.8

Jika permukaan zat cair pada posisi isap lebih rendah dari sumbu
pompa maka head statis total dapat dihitung sebagai berikut:

Z = Zad - Zas.....................................................................3.9

Keterangan:
Z = Head Statis Total (m)
Zad = Head Statis pada Sisi Tekan (m)
Zas = Head Statis pada Sisi Isap (m)

27
 Head Tekanan

Head tekanan adalah perbedaan head yang disebabkan perbedaan


tekanan statis (head tekanan) fluida pada sisi tekan dan sisi isap. Head
tekanan dituliskan dengan rumus sebagai berikut:

𝑃𝑠
= Head tekanan fluida pada sisi isap (m) .................3.10
γ

 Head Kecepatan

Head kecepatan adalah perbedaan antara head kecepatan zat cair


pada sisi tekan dengan head kecepatan zat cair pada sisi isap. Head
kecepatan dituliskan dengan rumus sebagai berikut:

𝑉𝑑2 𝑉𝑠2
ℎ𝑘 = - ……………………………………3.11
2𝑔 2𝑔

Keterangan :
ℎ𝑘 = Head kecepatan (m)
𝑉𝑑2
= Head kecepatan zat cair pada sisi tekan (m)
2𝑔
𝑉𝑠2
= Head kecepatan zat cair pada sisi isap (m)
2𝑔

 Head Kerugian/Head Losses

Head Losses adalah kerugian energi fluida dalam pengaliran


cairan pada sistem perpipaan. Head losses pada sistem perpipaan terdiri
dari:

- Mayor Losses

Mayor losses adalah kerugian akibat dari bentuk pipa.

𝐿 𝑣2
hf = f x 𝐷 x 2𝑔 ................................................................3.12

28
Keterangan:
hf = Mayor Losses
f = Koefisien Kerugian Gesek
L = Total Panjang Pipa (m)
D = Diameter Pipa (m)
V = Kecepatan Rata-rata cairan dalam Pipa (m/s)
g = Percepatan Gravitasi (m/s)

- Minor Losses

Minor losses merupakan kerugian head pompa akibat adanya


katup (valve), elbow dan equipment lainnya.

𝑣2
h =∑ n.k x ...............................................................3.13
2𝑔

Keterangan
h = Minor Losses
k = koefisien gesekan
V = Kecepatan Rata-rata cairan dalam Pipa (m/s)
g = Percepatan Gravitasi (m/s)

3.4 Pompa Sentrifugal Item 36PU019

3.4.1 Desain Pompa Sentrifugal 36PU019

Pompa yang digunakan untuk pompa 36PU019 adalah pompa Warman


4/3 AHE. Pompa Warman AHE didesain untuk sebuah aplikasi jarak jauh dari
erosi atau korosif. Pada umumnya digunakan untuk slurry yang berisi
konsentrasi korosif tinggi atau dimana sebuah pompa berukuran besar
dibutuhkan. Aplikasinya pada debit Mill, proses pompa tailing tekanan rendah
dan umumnya digunakan sebagai transportasi slurry.

29
Gambar 3.9 Pompa 36PU019
 Spesifikasi Pompa
1. Manufacture : Warman
2. Speed : 1820 rpm
3. Capacity : 80.8 m3 / Hr ( Rated )
4. Suction Pressure : 78 Kpa ( Rated )
5. Discharge Pressure : 760 Kpa ( Rated )
 Spesifikasi Motor
1. Manufacture : Toshiba International Corporation
2. Power : 45 Kw
3. Voltage : 380 V
4. Frekuensi : 50
5. Speed : 1470 rpm
6. Pole :4
 Spesifikasi Fluida
1. Liquid : Slurry
2. S.G : 1,99 t / m3
3. Viscocity : 5 mpa.s

30
3.4.2 Proses Wet – End Maintenance pompa 36PU019

Proses Wet – End maintenance merupakan pekerjaan perawatan yang sifatnya


berupa pencegahan dan dilakukan secara rutin sesuai jadwal. Hal ini bertujuan
untuk meningkatkan keandalan peralatan dan memperpanjang umur peralatan
tersebut. Jadwal rutin Wet – End pompa pada area Flotation PT. Amman Mineral
Nusa Tenggara sendiri dilakukan setiap 1440 jam yang meliputi ::
 Pemeriksaan Cover plate liner
 Pemeriksaan Frame Plate Liner
 Pemeriksaan Impeller pompa
 Pemeriksaan V-belt
 Pemeriksaan dan pembersihan cover pompa.
 Pemeriksaan baut-baut pondasi.
 Bersihkan mesin dan area sekitarnya.

Gambar 3.10 Proses Wet – End Pompa

31
Gambar 3.11 Pemeriksaan V-Belt

Gambar 3.12 Penggantian Impeller

32
3.4.3 Sistem Perpipaan Pada pompa 36PU19

Pipa yang digunakan pada sistem perpipaan pompa 36PU019 adalah


pipa steel yang menyalurkan fluida berupa slurry dari Thickner 3 menuju ke
ketangki CCD (Counter-Current Decantation).

Gambar 3.13 Pipa Steel pada sistem perpipaan pompa 36PU019

Gambar 3.14 Pengukuran panjang pipa

33
BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN

4.1. Perhitungan Data Desain


 Head Pompa
𝑃𝑑−𝑃𝑠
H=
𝜌. 𝑔
dimana
𝜌 Fluida = sg x 𝜌 H20
= 1.99 x 1000 Kg / m3
= 1990 Kg /m3
𝑃𝑑−𝑃𝑠
H=
𝜌. 𝑔
760000−78000
H=
1990 𝑥 9.81
H = 34,9351 m

 Daya Fluida
WHP = ᵞ x Q x H
Dimana

ᵞ = 𝜌 Fluida x g
= 1990 kg / m3 x 9.81 m / s2
Q = 80.8 m3 / hr
80.8 𝑚3/ℎ𝑟
=
3600
= 0.0224 m3 / s
WHP = ( 19521.9 N / m3 ) ( 0.0224 m3 / s ) ( 34. 9351 )
= 15276,7894 N.m / s
= 15.2768 Kw

34
 Daya Motor
𝑊𝐻𝑃
BHP = , Efisiensi = 58 %

15.2768
=
58 %
= 26.3393 Kw

Dari datasheet pompa 36PU019 pada tahun 1998 diperoleh


kurva karakteristik pompa pada putaran 1200 rpm sebagai berikut :

Kurva Karakteristik Pompa pada Putaran 1200 Rpm


18
16
14
12
Head ( m )

10
8
6
4
2
0
0 5 10 15 20 25 30 35 40
Flow Rate ( L /s )

Grafik 4.1 Kurva karakteristik kinerja pompa

4.2. Perhitungan Data actual Pompa


Data Aktual diambil pada tanggal 27 Februari 2018 pada pukul
09.10 – 09.30 dengan rentang waktu pengambilan data setiap 5 menit,
didapatkan data pada Lampiran 1 sebagai berikut :

35
Tanggal Flow Rate (m3/hr ) Flow Rate (m3 /s) Power

09.10 43.4566 0.0121 09.10


09.15 41.0433 0.0114 09.15
09.20 38.6299 0.0107 09.20
09.25 45.9356 0.0128 09.25
09.30 45.1243 0.0125 09.30
09.10 43.4566 0.0121 09.10
Tabel 4.1 Data pompa 36PU019
 Kecepatan Aliran ( Data pada jam 09.10 )
𝑄
v=
𝐴
dimana diameter pipa sebesar 0.1453 m
𝜋 .𝑑2
A=
4
𝜋 . 0.14532
=
4

= 0.0166 m2

43.4566 𝑚3 / ℎ𝑟
Q=
3600

= 0.0121

𝑄
v=
𝐴

0.0121 𝑚3 / 𝑠
=
0.0166 𝑚2

= 0.7284 m/s

36
 Jenis Aliran
𝜌 . 𝑣 .𝑑
Re =
μ
𝑘𝑔
( 1990 3 )( 0.7284 𝑚/𝑠 ) (0.1453 𝑚 )
𝑚
=
0.005 𝑁𝑠/𝑚2
= 42121.2300 ( Turbulen )
 Head Losses
- Head Loss Mayor
𝑙 𝑥 𝑣2
HL = λ
2𝑥𝑔𝑥𝑑
Dimana panjang pipa = 94.9 m dengan bahan pipa steel berdiameter
dalam 0.1453 m dan nilai = 3.0 didapatkan dari table koefisien nilai
rugi k pada alat alat tertentu didapatkan kekasaran relatif
ɛ 3.0
= 0.1453 = 0.02
𝑑

Tabel 4.2 koefisien nilai rugi k pada alat alat tertentu

Dengan data kekasaran relative sebesar 0.02 dan Reynold


number 42121.2300 didapatkan koefisien gesek pipa dari diagram
moody

λ = 0.0495

37
Gambar 4.1 Digram moody
𝑙 𝑥 𝑣2
HL Mayor = λ
2𝑥𝑔𝑥𝑑

( 94.9 𝑚 ) ( 0.7284 𝑚/𝑠 )2


HLMayor = 0.0495 𝑚
( 2 ) ( 9.81 2 ) ( 0.1453 )
𝑠

= 0.8742 m

- Head Loss minor


𝑣2
HL minor = ∑ n . k .
2.𝑔

a. Pada Elbow
0.72842
HL minor = ( 7 ) . ( 0.32 ) .
(2) ( 9.81 )

= 0.0606
b. Pada Valve
0.72842
HL minor = ( 2 ) . ( 0.12 ) .
(2) ( 9.81 )

= 0.0606

38
- Head Loss Total
HL = HL Mayor – HL minor
HL = 0.8742 + ( 0.0606 + 0.0065 )
HL = 0.9413 m

 Head Total Pompa

𝑝 Vd2
H= ᵞ +𝑍+ + HL
2𝑔

Dimana,

𝑝
= 0 m ( karena tekanan pada suction dan discharge adalah

tekanan atmosfer )

𝑍 = 12.993 m

Vd2 0.72842
=
2𝑔 2 𝑥 9.81

= 0.270

HL = 0.9413 m

𝑝 Vd2
- H = ᵞ +𝑍+ + HL
2𝑔

= 0 m + 12.993 m + 0.270 m + 0.9413 m

= 13.9613 m

Dengan data Aktual diambil pada tanggal 27 Februari 2018 pada


pukul 09.10 – 09.30 di rentang waktu pengambilan data setiap 5 menit,
didapatkan data pada perhitungan sebagai berikut :

39
Time Flow Vd2 𝑝
Flow rate HL Z Head Total
Rate 2𝑔 ᵞ
( Wita ) ( m3 / hr ) ( m3 /s ) (m) (m) (m) (m) (m)
09.10 43.4566 0.0121 0.9413 12.993 0.0270 0 13.9613
09.15 41.0433 0.0114 0.8412 12.993 0.0241 0 13.8583
09.20 38.6299 0.0107 0.7452 12.993 0.0214 0 13.7596
09.25 45.9356 0.0128 1.0516 12.993 0.0302 0 14.0748
09.30 45.1243 0.0125 1.0149 12.993
0.0292 0 14.0370
Tabel 4.3 Analisis Data Head pompa
Dari perhitungan actual pompa 36PU019 pada tanggal 27 Februari
2018 diperoleh kurva karakteristik sistem pompa sebagai berikut :

Grafik Kurva Karakteristik Sistem


14.1
14.05
14
13.95
Head ( m )

13.9
13.85
13.8
13.75
13.7
10.5 11 11.5 12 12.5 13
Flow Rate ( L / s )

Grafik 4.2 Kurva Karakteristik sistem pompa

40
4.3. Pembahasan
Dari datasheet tahun 1998 pada pengujian kinerja pompa di putaran
1200 rpm dan data actual yang diambil pada tanggal 27 Februari 2018 diperoleh
kurva karakteristik pompa sebagai berikut :

Kurva Karakteristik Pompa


17
16
15
Head ( m )

14
13
12
11
10
9
0 5 10 15 20 25 30 35
Flow Rate ( L /s )

Head pompa Head sistem

Grafik 4.3 Kurva Karakteristik Pompa

Pada grafik 4.3 menunjukan kurva karakteristik pompa yang


menghubungkan antara Head (H) dan flow rate (Q) . Dimana dari grafik terlihat
bahwa pada Head pompa terlihat, semakin besar Head pompa maka semakin kecil
flow rate yang terjadi pada pompa sentrifugal item 36PU019.

Dan pada Head sistem di grafik terlihat bahwa semakin besar Head nya
maka semakin besar flow rate yang terjadi pada head sistem pompa sentrifugal item
36PU019. Hal ini terjadi karena pada penentuan Head sistem dipengaruhi oleh head
statis, head tekan, head kecepatan dan head loss .Pada pengujian ini didapatkan,
Head terbesar ( H = 14.0748 m ) didapatkan pada ( Q = 45.9356 ).

41
BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN

5.1. Kesimpulan
Berdasarkan data yang telah diuraikan pada bab-bab sebelumnya, maka
dapat diambil kesimpulan sebagai berikut:
1. Setelah melakukan pengujian perhitungan kembali pada datasheet yang
diperoleh maka didapatkan Head sebesar 34 m, WHP dengan nilai 15.4 Kw
dan BHP dengan nilai 26 Kw dan data ini sesuai dengan data desain pompa.
2. Pada perhitungan didapatkan angka Reynold rata – rata sebesar 41521.5807.
ini memperlihatkan bahwa aliran yang mengalir didalam pipa adalah aliran
turbulen.
3. Pada pengujian perhitungan karakteristik sistem pompa didapatkan Head
total yang terjadi pada pompa sebesar 13.9613 m yang didapatkan pada
Flow rate sebesar 12. 0713 L /s .

5.2. Saran
Berhubungan dengan kesimpulan yang telah diambil, penulis ingin
memberikan beberapa saran yang diharapkan dapat menjadi bahan pertimbangan
dan masukan bagi pihak perusahaan. Adapun saran – saran tersebut adalah
sebagai berikut :
1. Pengecekan berkala terhadap pompa dan peralatan lainnya seperti motor,
bearing dan komponen lainnya, untuk menghidari kerusakan – kerusakan
yang dapat mengurangi efisiensi pompa.
2. Menempatkan alat ukur tekanan di bagian suction dan discharge pompa agar
tekanan pada sisi suction dan discharge yang terjadi pada saat itu dapat
diketahui.

42
DAFTAR PUSTAKA

Mirmanto. (2016). Modul Praktikum Fenomena Dasar. Fakultas Teknik


Universitas Mataram : Mataram

Mulyanto, Arif dan Rudy sutanto. (2016). Modul Praktikum Prestasi Mesin.
Fakultas Teknik Universitas Mataram : Mataram

Potter,Mettle C., dan David C Wigget. 2011. Schaum’s Outline Mekanika Fluida.
Jakarta : Erlangga

PT. NNT Training and Development Department. (1997). Referensi Trainee Untuk
Pengoperasian Pencucian Konsentrat dan Penempatan Tailing. Proyek
Batu Hijau : Sumbawa, Indonesia.

White, Frank M. 2011. Fluid mechanics ( seventh edition ). Newyork : McGrow -


Hill.

43