Anda di halaman 1dari 4

Menilai Resiko Bisnis Klien

Auditor menggunakan pengetahuan yang diperolehnya dari pemahaman strategis atas


bisnis dan industri klien untuk menilai risiko bisnis klien (client business risk), yaitu risiko
klien akan gagal dalam mencapai tujuannya. Risiko bisnis klioen akan timbul dari banyak
faktor yang mempengaruhi klien dan lingkungannya, seperti teknologi baru yang mengikis
keunggulan kompetitif klien, atau klien gagal melaksanakan strateginya sebaik pesaing.

Perhatian pertama auditor tertuju pada risiko salah saji yang material dalam laporan
keuangan yang disebabkan oleh risiko bisnis klien. Sebagai contoh, perusahaan sering kali
melakukan akuisisi atau marger strategis yang bergantung pada keberhasilan penggabungan
operasi antara dua atau lebih perusahaan. Jika sinergi yang direncanakan tidak berkembang,
nilai aset tetap dan goodwill yang dicatat dalam akuisisi dapat menurun, yang akan
mempengaruhi kewajaran laporan keuangan.

Gambar 8-4 Memahami Bisnis dan Industri Klien, Risiko Bisnis Klien, dan Risiko Salah
Saji yang Material

Industri dan Lingkungan Eksternal

Operasi dan Proses Bisnis


Memahami Bisnis dan
Industri Klien
Manajemen dan Tata Kelola

Tujuan dan Strategi


Menilai Risiko Bisnis Klien

Pengukuran dan Kinerja

Menilai Risiko Salah Saji yang


Material

Gambar 8-4 mengikhtisarkan hubungan antara bisnis dan industri klien, risiko bisnis
klien, dan penilaian auditor atas risiko salah saji yang material dalam laporan keuangan.
Penilaian auditor atas risiko bisnis klien mempertimbangkan industri yang digeluti klien dan
faktor eksternal lainnya, serta strategi bisnis klien, proses, dan faktor internal lainnya. Auditor
jugfa mempertimbangkan pengendalian manajemen yang dapat mengurangi resiko bisnis,
seperti praktik penilaian resiko yang efektif dan tata kelola perusahaan. Risiko lainnya setelah
mempertimbangkan keefektifan pengendalian manajemen puncak ada kalanya disebut risiko
residu (residual risk). Setelah mengevaluasi risiko bisnis klien, kemudian auditor dapat
menilai risiko salah saji yang material dalam laporan keuangan, dan kemudian menerapkan
model risiko audit untuk menentukan luas bukti audit yang tepat. Penggunaan model risiko
audit ini akan dibahas di bab 9.

Manajemen adalah sumber utama untuk mengidentifikasi risiko bisnis klien. Dalam
perusahaan publik, manajemen harus melaksanakan evaluasi yang menyeluruh atas risiko
bisnis klien yang relevan yang mempengaruhi pelaporan keuangan agar mampu meyakinkan
laporan keuangan kurtalan dan tahunan, dan untuk mengevaluasi efektivitas pengendalian
dan prosedur pengungkapan yang sekarang disyaratkan oleh Sarbanes-Oxley Act. Dewan
direksi dan eksekutif senior semakin sering mengimplementasikan pendekatan enterprises-
wide terhadap manajemen risiko seperti yang diuraikan pada cerita pembuka.

Sarbenes-Oxley Act mengharuskan manajemen untuk meyakinkan bahwa mereka


telah merancang pengendalian dan prosedur pengungkapan untuk memastikan bahwa
informasi yang material tentang risiko bisnis telah disampaikan kepada manajemen.
Prosedur-prosedur ini mencakup tentang informasi yang lebih luas ketimbang yang dicakup
oleh penerbit pengendalian internal atas pelaporan keuangan. Prosedur tersebut harus
menangkap informasi yang relevan untuk menilai kebutuhan akan pengembangan
pengungkapan dan risiko yang bersangkutan dengan bisnis perusahaan. Sebagai contoh, jika
sebuah anak perusahaan terlibat dalam aktivitas hedging yang signifikan, harus ada
pengendalian sehingga manajemen puncak diberi tahu dan informasi ini diungkapkan. Tanya
jawab dengan manajemen tentang risiko bisnis klien yang telah diidentifikasi, sebelum
mengesahkan laporan keuangan kuartalan dan tahunan, dapat memberikan sumber informasi
yang berharga bagi auditor tentang risiko bisnis klien yang mempengaruhi pelaporan
keuangan.

Sarbenes-Oxley Act juga mewajibkan manajemen untuk meyakinkan bahwa mereka


telah memberitahu auditor dan komite audit tentang setiap defisiensi yang signifikan dalam
pengendalian internal, termasuk kelemahan yang material. Informasi tersebut akan
memungkinkan auditor untuk mengevaluasi dengan lebih baik bagaimana pengendalian
internal dapat mempengaruhi kemungkinan salah saji yang material dalam laporan keuangan.

Standar auditing mengharuskan tim penugasan, termasuk partner penugasan, untuk


membahas kerentanan laporan keuangan entitas terhadap salah saji yang material. Tujuan dari
persyaratan diskusi tim penugasan ini adalah demi memberikan kesempatan bagi anggota tim
yang lebih berpengalaman untuk berbagi wawasan berdasarkan pengetahuannya tentang
entitas dan agar sesama anggota tim saling bertukar informasi tentang risiko bisnis klien serta
seberapa rentan laporan keuangan terhadap salah saji yang material akibat kecurangan atau
kesalahan. Diskusi ini juga membantu anggota tim penugasan untuk memahami dengan lebih
baik potensi salah saji yang material dalam bagian tertentu dari laporan keuangan yang
ditugaskan kepadanya.

MELAKSANAKAN PROSEDUR ANALITIS PENDAHULUAN

Auditor melaksanakan prosedur analitis pendahuluan untuk memahami dengan lebih


baik bisnis klien dan untuk menilai risiko bisnis klien. Salah satu prosedur tersebut
membandingkan rasio klien dengan benchmark industri atau pesaing untuk mengindikasikan
kinerja perusahaan. Pengujian pendahuluan seperti itu dapat mengungkapkan perubahan yang
tidak biasa dalam rasio yang dibandingkan dengan tahun sebelumnya, atau dengan rata-rata
industri, sehingga membantu auditor mengidentifikasi area yang mengalami kenaikan risiko
salah saji yang membutuhkan perhatian lebih lanjut selama audit.

Contoh The Hillsburg Hardware Co. Digunakan untuk mengilustrasikan penggunaan


prosedur analitis pendahuluan sebagai bagian dari perencanaan audit. Prosedur ini diikuti
dengan ikhtisar proses perencanaan audit, dan pembahasan lebih lanjut tentang penggunaan
prosedur analitis selama audit berlangsung.

Tabel 8-1 menyajikan rasio-rasio keuangan utama bagi Hillsburg Hardware Co.
Bersama dengan informasi tentang industri komparatif yang mungkin dipertimbangkan
auditor selama perencanaan audit. Rasio ini didasarkan pada laporan keuangan Hillsburg
Hardware Co. Laporan tahunan Hillsburg untuk pemegang saham menjelaskan perusahaan
sebagai distributor perangkat keras kepada toko-toko perangkat keras berkualitas tinggi yang
independen di bagian barat tengah Amerika serikat. Perusahaan ini adalah provider utama di
industri perangkat keras secara keseluruhan, yang didominasi oleh mata rantai nasional
seperti Home Depot dan Lowe’s. Para auditor Hillsburg mengidentifikasi peningkatan
persaingan yang potensial dari mata rantai nasional sebagai risiko bisnis klien yang khusus.
Pasar Hillsburg terdiri dari toko-toko perangkat keras independen yang lebih kecil.
Peningkatan persaingan dapat mempengaruhi penjualan dan profitabilitas para pelanggan ini,
yang juga akan mempengaruhi penjualan Hillsburg dan nilai aset seperti piutang usaha serta
persediaan. Auditor dapat menggunakan informasi tentang risiko untuk mengidentifikasi area
dimana Hillsburg menghadapi peningkatan risiko salah saji yang material.

Ukuran-ukuran profitabilitas mengindikasikan bahwa Hillsburg beroperasi cukup


baik, meskipun ada meningkatan persaingan dan sejumlah mata rantai nasional yang lebih
besar. Walaupun lebih rendah dari rata-rata industri, ukuran likuiditas menunjukkan bahwa
perusahaan berada dalam kondisi keuangan yang baik, dan rasio leverage menunjukkan
bahwa masih ada kapasitas untuk menerima pinjaman tambahan . karena pangsa pasar
Hillsburg terdiri dari toko-toko perangkat keras independen yang lebih kecil, perusahaan
menyimpan lebih banyak persediaan dan memiliki tingkat penagihan piutang yang lebih lama
dari rata-rata industri.

Dalam mengidentifikasi area-area risiko yang spesifik, auditor cenderung berfokus


pada rasio-rasio likuiditas. Perputaran persediaan telah membaik tetapi masih lebih rendah
ketimbang rata-rata industri. Perputaran piutang usaha sedikit menurun dan lebih rendah dari
rata-rata industri. Ketertagihan piutang usaha dan keusangan persediaan cenderung dinilai
sebagai resiko inheren yang tinggi sehingga membutuhkan perhatian yang lebih seksama
dalam audit tahun berjalan. Area ini juga cenderung mendapat perhatian tambahan selama
audit tahun sebelumnya.

Bagian Penting dari Perencanaan : Menerima Klien dan Melaksanakan Perencanaan


Awal, Memahami Bisnis dan Industri Kliaen