Anda di halaman 1dari 21

Nama : Rikky Ternando

Nim : 16053025

Jurusan : Pendidikan Ekonomi

Mata pelajaran : Pemeriksaan Akuntansi 1

Chapter 9 Materialitas dan Risiko

9-1 Bab 8 telah membahas kedelapan bagian tahap perencanaan audit. Bagian mana yang
mengevaluasi materialitas dan risiko ?

Jawaban :

Ada Konsep materialitas ini biasanya diterapkan oleh auditor pada tahap perencanaan dan
pelaksanaan audit, serta saat mengevaluasi dampak kesalahan penyajian yang tidak di koreksi,
jika ada terhadap laporan keuangan dan pada saat merumuskan opini dalam laporan auditor.

Dengan cara :

1. Menetapkan materialitas dan menilai risiko audit yang dapat diterima serta
risiko inheren.
2. Memahami pengendalian internal dan menilai risiko pengendalian.
3. Mengumpulkan informasi untuk menilai risiko kecurangan

9-2 Defeniskan arti istilah materialitas sebagaimana yang digunakan dalam akuntansi dan
auditing. Apa hubungan antara materialitas dan frasa memperoleh kepastian yang layak
yang digunakan dalam laporan auditor ?

Jawaban :

Materialitas adalah pertimbangan utama dalam menetukan ketepatan laporan


audityang harus dikeluarkan. Hubungannya adalah dimaksudkan untuk memberitahu
para pemakai bahwa auditor tidak menjamin atau memastikan kewajaran penyajian
laporan keuangan. Nemun tetap ada resiko bahwa laporan keuangan tidak disajikan secara
wajar,meskipun pendapat auditor adalah wajar tanpa pengecualian.

9-3 Jelaskan mengapa materialitas itu penting tetapi sulit menerapkannya dalam praktik?
Jawaban :

definisi FASB menekankan pada pemakai yang bijaksana yang mengandalkan laporan
keuangan untuk membuat keputusan, auditor harus memiliki pengetahuan mengenai
siapa saja pemakai laporan keuangan klien serta keputusan apayang akan dibuat. Sehingga
didalam praktik, para auditor mungkin tidak mengetahui siapa saja pemakai laporan atau
keputusan apa yang akan mereka ambil berdasarkan laporan keuangan itu.

9-4 Apa yang dimaksud dengan menetapkan pertimbangan pendahuluan tentang materialitas?
Identifikasikan faktor-faktor terpenting yang mempengaruhi pertimbangan pendahuluan.

Jawaban :

Berdasarkan Pertimbangan pedahuluan materialitas yaitu menetapkan strategi audit


secara keseluruhan auditor harus menentukan materialitas untuk laporan keuangan secara
keseluruhan.

Faktor-faktor utama yang mempengaruhi pertimbangan pendahuluan.

1. Konsep materialitas adalah relatif bukan absolut


Yaitu sejumlah kesalahan penyajian bisa material bagian sebuah perusahaan kecil,
tetapi jumlah sekian tidak material bagi perusahaan lain yang lebih besar.
2. Diperlukan dasar tertentu untuk mengevaluasi materialitas, mengingat bahwa
materialitas bersifat relatif, maka diperlukan suatu dasar untuk menetapkan apakah
kesalahan penyajian di pandang material.

9-5 Apa yang dimaksud dengan menggunakan dasar-dasar untuk untuk menetapkan
pertimbangan pendahuluan tentang materialitas? Bagaimana dasar-dasar itu berbeda untuk
audit atas perusahaan manufaktur dan audit atas unit pemerintah seperti sekolah negeri?

Jawaban :

Menggunakan dasar untuk menentapkan pertimbangan pendahuluan tentang materialitas


adalah karena materialitas bersifat relatif, diperlukan dasar untuk untukmenentukan apakah
salah saji itu material. Dalam hal itu berbeda karena laba bersihsebelum pajak serimh kali
menjadi dasar utama untuk menentukan beberapa jumlah yangmaterial bagi perusahaan yang
berorientasi laba, karena jumlah ini dianggap sebagai iteminformasi yang penting bagi para
pemakai.
9-6 Asumsikan bahwa Rosanne Madden, CPA, menggunakan 5 persen laba bersih sebelum
pajak, aktiva lancar, atau kewajiban lancar sebagai pedoman utamanya dalam
mengevaluasi materialitas. Faktor-faktor kualitatif apa yang juga dia harus pertimbangkan
dalam menentukan apakah salah saji mungkin material?

Jawaban :

1. Kesalahan penyajian yang menyangkut kecurangan (fraud) di pandang lebih serius dari
pada kekeliruan tidak di sengaja walaupun jumlah rupiahnya sama.
2. Kesalahan jumlah rupiahnya kecil bisa menjadi material apabila terkait dengan
kewajiban kontraktual
3. Kesalahan penyajian yang kelihatanya tidak material , bisa menjadi material apabila
kesalahan penyajian tsb mempengaruh tren laba

9-7 Bedakan antara istilah salah saji yang dapat ditoleransi dan pertimbangan pendahuluan
tentang materialitas. Bagaimana hubungan antara kedua istilah itu?

Jawaban :

Pertimbangan awal materialitas yaitu menetapkan strategi audit secara keseluruhan,


auditor harus menetukan materialitas untuk laporan keuangan secara keseluruhan
.materialitas kinerja adalah suatu jumlah yang ditetapkan oleh auditor, pada tingkat yang lebih
rendah dari pada materialitas untuk laporan keuangan secara keseluruhan.

9-8 Asumsikan sebuah perusahaan memiliki akun-akun neraca berikut ini: Anda hanya
mengkhawatirkan lebih saji ekuitas pemilik. Tetapkan salah saji yang dapat ditoleransi
untuk ketiga akun yang relevan sehingga pertimbangan pendahuluan tentang materialitas
tidak melampaui $5.000. jelaskan jawaban anda?

Jawaban :

1. Untuk suatu piutang usaha bersaldo 1 juta, auditor harus mengumpulkan bukti yang
lebih banyak apabila kesalahan penyajian sebesar $50.000 di pandang material, dari
pada apabilah kesalahan penyajian sebesar $300.000, di pandang material.
2. Pengguna laporan keuangan mungkin mengharapkan adanya pengungkapan tentang
transaksi dengan pihak yang berelasi yang melibatkan CEO.
9-9 Jelaskan apa yang dimaksud dengan membuat estimasi atas total salah saji dalam suatu
segmen dan dalam laporan keuangan secara keseluruhan. Mengapa estimasi ini penting
dibuat? Akan digunakan untuk apa estimasi itu?

Jawaban :

Proyeksi salah saji berdasarkan pengujian auditor atas sampel dari suatu populasi.
Sebagai contoh, asumsikan auditor menemukan enam salah saji yang dilakukan oleh klien
dalam sampel yang t erdiri atas 200 barang ketika menguji biaya persediaan.
Auditor menggunakan salah saji tersebut untuk mengestimasi total salah saji yang mungkin
dalam persediaan. Total ini disebut estimasi atau “proyeksi” atau “ekstrapolasi” karena
hanyasampel yang diaudit, bukan keseluruhan populasi. Estimasi salah saji yang
diproyeksikan untuk setiap akun digabungkan dalam kertas kerja, dan kemudian gabungan salah
saji yang mungkin ini dibandingkan dengan materialitas. Hal ini berguna untuk
mencatat semua salah saji yang ditemukan.

9-10 Bagaimana pelaksanaan audit atas sebuah perusahaan berukuran menengah dapat
dipengaruhi oleh perusahaan yang merupakan bagian kecil dari sebuah konglomerasi besar
bila dibandingankan dengan jika perusahaan itu merupakan entitas yang terpisah?

Jawaban :

Beberapa faktor akan mempengaruhi pertimbangan pendahuluan auditor tentang


materialitas untuk seperangkat laporan keuangan tertentu. Faktor- faktor
yangterpenting adalah:
1. Materialitas adalah konsep yang bersifat relatif ketimbang absolute.
Salah saji dalam jumlah tertentu mungkin saja material bagi perusahaan kecil,
tetapidapat saja tidak material bagi perusahaan besar.
2. Dasar yang diperlukan untuk mengevaluasi materialitas. Karena materialitas bersifat
relatif, diperlukan dasar untuk menentukan apakah salah sajitersebut material. Laba
bersih sebelum pajak seringkali menjadi dasar utama untuk menentukan
berapa jumlah yang material bagi perusahaan yang berorientasi laba,karena
jumlah ini dianggap sebagai item informasi yang penting bagi para
pemakai.Beberapa perusahaan menggunakan dasar utama yang berbeda karena
laba bersih seringkali berfluktuasi cukup besar dari satu tahun ke tahun
lainnya, sehingga tidak memberikan dasar yang stabil, atau bila entitas itu adalah
organisasi nirlaba.
3. Faktor- Faktor Kualitatif yang juga mempengaruhi materialitas.
Jenis salah saji tertentu mungkin lebih penting bagi para pemakai dibandingkan
salahsaji lainnya, sekalipun nilai dollarnya sama.

9-11 Defenisikan model risiko audit dan jelaskan setiap istilah dalam model.juga uraikan
dua faktor apa dalam model itu yang jika digabungkan mencerminkan risiko salah saji yang
material.

Jawaban :

Model resiko audit adalah suatu model yang menggambarkan hubungan


umum berbagai kompenen risiko audit dalam istilah matematik untuk mencapai tingkat risiko
deteksi yang dapat diterima .

Dua faktor :

1. Tingkat laporan keuangan secara keseluruhan


2. Tingkat asersi untuk golongan transaksi , saldo , akun,dan pengungkapan .

9-12 Apa yang dimaksud dengan risiko deteksi yang direncanakan? Apakah pengaruhnya
terhadap jumlah bukti yang harus dikumpulkan auditor jika risiko deteksi yang
direncanakan itu ditingkatkan dari sedang menjadi tinggi?

Jawaban :

Risiko deteksi merupakan dependen dari tiga faktor lain yang tercakup dalam model .
risiko ini akan berubah hanya apabila auditor mengubah salah satu(atau lebih )faktor lain dalam
model risiko.Risiko deteksi menetukan jumlah bukti subtantif yang direncanakan akan
dikumpulkan auditor yang di kembaliakn dengan ukuran risiko deteksi

9-13 Jelaskan penyebab ditingkatkan atau diturunkannya risiko deteksi yang direncanakan?

Jawaban :
1. Risiko deteksi merupakan dependen dari tiga faktor lain yang tercakup dalam model.
Risiko ini akan berubah hanya apabila auditor mengubah salah satu (atau lebih) faktor
lain dalam model risiko.
2. Risiko deteksi menetukan jumlah bukti subtantif yang direncanakan akan dikumpulkan
auditor yang di kembaliakn dengan ukuran risiko deteksi.

9-14 Defenisikan apa yang dimaksud dengan risiko inheren. Identifikasi empat faktor yang
penyebabkan tingginya risiko inheren dalam audit.

Jawaban :

Risiko inheren merupakan kerentanan suatu asersi tentang suatu golongan transaksi,
saldo akun, atau pengungkapan terhadap suatu kesalahan penyajian yang mungkin material,
baik secara individual maupun secara kolektif.

Empat faktor:

1. Sifat bisnis klien


2. Hasil audit periode sebelumnya
3. Penugasan baru atau penugasan ulangan
4. Pihak – pihak yang berelasi.

9-15 Jelaskan mengapa resiko inheren ditetapkan untuk segmen-segmen dan bukan untuk
audit secara keseluruhan. Apa pengaruhnya terhadap jumlah bukti yang harus dikumpulkan
audotor bila risiko inheren untuk suatu segmen ditingkatkan dari sedang menjadi tinggi?
Bandingkan jawaban anda dengan jawaban untuk pertanyaan 9-12.

Jawaban :

Risiko inheren dan risiko pengendalian tidak di tetapkan untuk audit sebagai keseluruhan,
melainkan di tetapkan untuk setiap siklus, setiap akun dalam suatu siklus, bahkan kadang –
kadang untuk setiap tujuan audit pada suatu akun

9-16 Jelaskan pengaruh salah saji yang intensif yang ditemukan dalam audit tahun
sebelumnya pada resiko inheren, resiko deteksi rencana dan bukti yang direncanakan?

Jawaban :
Pengaruh dari salah saji ekstensif yang ditemukan kredit tahun sebelumnya, audit akan
menilai resiko inheren yang tinggi selama audit tahun berjalan dan pengujian yang ekstensif
perlu dilakukan sebagai cara untuk menentukan apakah defisien sisistem klien telah diperbaiki
hal tersebut dapat terjadi karena banyak jenis salah saji yang bersifat sistematis dan organisasi
sering kali lamban dalam mengadakan perubahan tersebut. Resiko deteksi terencana: jika
deteksi resiko untuk direncanakan dikurangi, membuat harus mengumpulkan lebih banyak
bukti untuk mencapai rencana pengurangan resiko tersebut.

9-17 Jelaskan apa yang dimaksud dengan istilah risiko audit yang dapat diterima. Apa
relevansinya dengan pengumpulan bukti?

Jawaban :

Risiko audit bisa diterima adalah ukuran ketersediaan auditor untuk menerima bahwa
laporan keuangan salah saji secara material, walaupun audit setelah selesai dan pendapatan
wajar tanpa pengecualian telah diberikan. dalam relevansi terhadap bukti dikumpulkan, auditor
harus senantiasa menggunakan skeptimensme profesional

9-18 Jelaskan bagaimana hubungan antara risiko audit yang dapat diterima dan kewajiban
hukum auditor ?

Jawaban :

Hubungan antara resiko audit yang dapat diterima dan kewajiban hokum auditor adalah
bahwa setiap keputusan yang diambil auditor dalam mempertimbangkan salah satu yang dapat
diterima harus dipertanggungjawabkan. Dimana keputusan dan tugas auditor adalah kewajiban
hokum yang dapat diminta pertanggungjawaban dan hukum.

9-19 Sebutkan 3 kategori faktor yang mempengaruhi resiko audit yang dapat diterima dan
sebutkan faktor faktor yang dapat digunakan auditor untuk mengindikasikan sejauh mana
setiap kategori tersebut ada?

Jawaban :

1. Derajat kebergantungan pemakai eksternal pada laporan keuangan faktornya:


a. Ukuran klien
b. Distribusi kepemilikan
c. Sifat dan jumlah kewajiban
2. Kemungkinan bahwa klien akan mengalami kesulitan keuangan setelah laporan audit
dikeluarkan faktornya:
a. Posisi likuiditas
b. Laporan laba rugi tahun sebelumnya
c. Metode pembiayaan pertumbuhan
d. Sifat operasi klien
e. Kompetensi manajemen
3. Evaluasi auditor atas integritas manajemen

9-20 Para auditor sejauh ini belum berhasil mengukur komponen model risko audit.
Bagaimana mungkin menggunakan model ini dengan cara yang bermanfaat jika tidak ada
cara yang tepat untuk mengukur resiko?

Jawaban :

Meskipun auditor belum mampu mengukur komponen model resiko audit dengan tepat.
Namun model yang ada ini dapat meminimalisir resiko-resiko dengan perencanaan. Dan jika
ada kesalahan, maka auditor akan melakukan evaluasi untuk perbaikan.

Untuk mengoffict masalah pengukuran ini banyak auditor memakai istilah pengukuran yang
umum dan subjectif seperti R, sedang (S) dan tinggi (T). auditor dapat menggunakan informasi
ini untuk memutuskan nilai bukti yang tepat yang harus dikumpulkan.

9-21 Jelaskan situasi kapan auditor harus merevisi komponen model resiko audit dan
pengaruh revisi tersebut terhadap resiko deteksi yang direncanakan dan bukti yang
direncanakan?

Jawaban :

Apabila kita menggunakan model risiko audit, didalamnya terkandung hubungan


langsung antara risiko audit yang bisa diterima dengan risiko deteksi, dan terdapat hubungan
berkebalikan antara risiko audit dengan bukti yang harus dikumpulkan. apabila auditor
memutuskan untuk menurunkan risiko audit yang bisa diterima maka risiko deteksi juga akan
turun, dan bukti yang harus dikumpulkan akan naik
Chapter 10 Audit atas Pengendalian Internal Menurut Section 404 dan Risiko
Pengendalian

10-1 Uraikan ketiga tujuan umum manajemen ketika merancang pengendalian internal yang
efektif.

Jawaban :.

1. Reliabilitas pelaporan keuangan : manajemen bertanggung jawab untuk menyiapkan


laporan bagi para investor, kreditor, dan pemakai lainnya. Auditor memastikan bahwa
informasi telah disajikan secara wajar sesuai dengan persyaratan pelaporan seperti
prinsip akuntansi yang berlaku umum
2. Efisiensi dan efektivitas operasi : pengendalian dalam perusahaan mendorong pemakai
sumber daya secara efisien dan efektif untuk mengoptimalkan sasaran - sasaran
perusahaan.
3. Ketaatan pada hukum dan peraturan : section 404 mengharuskan semua perusahaan
publik mengeluarkan laporan tentang keefektifan pelaksanaan pengendalian internal
atas pelaporan keuangan. Selain mematuhi peraturan hukum dalam section 404,
organisasi publik, non publik dan nirlaba diwajibkan menaati berbagai hukum dan
peraturan.

10-2 Jelaskan mana dari ketiga kategori tujuan umum untuk pengendalian internal yang
diperhitungkan oleh auditor dalam audit laporan keuangan maupun pengendalian internal atas
pelaporan keuangan.

Jawaban :

Yang diperhitungkan adalah tujuan umum yang pertama, yaitu reliabilitas pelaporan
keuangan. Karena manajemen bertanggung jawab terhadap laporan untuk investor, kreditor
maupun pemakai lain. Dan memastikan bahwa laporan telah disajikan secara wajar.

10-3 Section 404 dalam UU Sarbanes-Oxley mengharuskan manajemen mengeluarkan laporan


tentang pengendalian internal atas pelaporan keuangan. Identifikasi persyaratan pelaporan
khusus bagi manajemen dalam section 404.
Jawaban :

Laporan pengendalian internal :

 Suatu pernyatan bahwa manajemen bertanggung jawab untuk menetapkan dan


menyelenggarakan struktur pengendalian internal yang memadai serta prosedur
pelaporan keuangan.
 Suatu penilaian atas efektivitas struktur pengendalian internal dan prosedur pelaporan
keuangan per akhir tahun fiskal perusahaan.

10-4 Sebutkan dua komponen pengendalian internal yang harus dinilai manajemen ketika
melaporkan pengendalian internal untuk menaati secition 404 UU Sarbanes-Oxley!

Jawaban :

 Manajemen harus mengevaluasi rancangan pengendalian internal atas pelaporan


keuangan.
 Manajemen harus menguji efektivitas pelaksanaan pengendalian tersebut.

10-5 Bab 8 membahas delapan bagian tahap perencanaan audit. Bagian manakah memahami
pengendalian internal dan menilai risiko pengendalian? Bagian mana yang medahului dan
mengikuti pemahaman dan penilaian itu?

Jawaban :

Bagian dari tahap perencanaan audit yang memahami pengendalian internal dan
menilai risiko pengendalian adalah tahap ke-6, yaitu memahami pengendalian internal dan
menilai risiko pengendalian. Dimana pengendalian internal adalah sebuah kebijakan
perusahaan terhadap kegiatan operasi perusahaan dan risiko adalah patokan terhadap hasil audit
laporan kinerja perusahaan.

10-6 Apa tanggung jawab auditor untuk memahami pengendalian internal? Apa perbedaan
tanggung jawab itu untuk audit atas perusahaan public dan nonpublic?

Jawaban :
Kedua GAAS lapangan standar serikat , auditor yang harus mendapat cukup
pemahaman tentang entitas dan lingkungannya, termasuk internal yang mengontrol, untuk
menilai risiko misstatement bahan dari laporan keuangan apakah karena kesalahan atau
penipuan dan merancang sifat, waktu yang tepat, dan luasnya lebih lanjut prosedur. auditor
yang memperoleh pengertian tentang pengawasan internal untuk menilai mengendalikan risiko
dalam setiap pemeriksaan dan tanggung jawab itu adalah sama untuk audit nonpublic maupun
umum perusahaan.Auditor yang terutama khawatir tentang mengontrol terkait dengan
keandalan pelaporan keuangan dan kontrol atas kelas transaksi.

10-7 Ketika mengaudit perusahaan publik, apa tanggung jawab auditor yang berhubungan
dengan pengendalian internal seperti yang disyaratkan oleh PCAOB standard 2?

Jawaban :
Tsection 404 mengharuskan auditor membuktikan dan menerbitkan laporan mengenai
manajemen penilaian dari internal kontrol atas pelaporan keuangan.Untuk mengekspresikan
pendapat di internal kontrol, auditor yang memperoleh sebuah pemahaman dan melakukan tes
mengontrol terkait dengan semua signifikan saldo rekening, kelas transaksi, dan pengungkapan
dan terkait pernyataan dalam laporan keuangan.PCAOB standar 2 mengharuskan audit laporan
internal kontrol atas pelaporan keuangan di bawah sarbanes-oxley termasuk auditor yang
berpendapat mengenai apakah penilaian manajemen dari desain dan beroperasi efektivitas
dari internal kontrol atas pelaporan keuangan cukup dinyatakan dalam semua bahan hal.Ini
melibatkan kedua mengevaluasi manajemen proses penilaian dan tiba di bagian auditor
penilaian yang independen internal kontrol desain dan beroperasi efektivitas.

10-8 Sebutkan enam tujuan audit yang berhubungan dengan transaksi.

Jawaban :

Enam transaction-related tujuan audit adalah:


1. Transaksi tercatat ada ( kejadian ).
2. Ada transaksi yang tercatat ( kelengkapan ).
3. Mencatat transaksi yang wiriyatmoko di jumlah yang benar ( akurasi ).
4. Mencatat transaksi yang benar termasuk dalam master file dan dengan benar diringkas
(postingdansummarization ).
5. Transaksi yang benar diklasifikasikan ( klasifikasi ).
6. Transaksi yang tercatat pada tanggal yang benar ( waktu ).

10-9 Manajemen harus mengidentifikasi kerangka kerja yang digunakan untuk


mengevaluasi efektivitas pengendalian internal atas pelaporan keuangan. Kerangka kerja apa
yang digunakan oleh sebagian besar perusahaan public A.S?

Jawaban :

Pengendalian Internal Integrated Framework adalah yang paling banyak diterima


kerangka pengendalian internal di Amerika Serikat Kerangka kerja COSO menggambarkan
pengendalian internal sebagai terdiri dari lima komponen yang manajemen desain dan
menerapkan untuk memberikan jaminan yang wajar bahwa tujuan pengendalian yang akan
dipenuhi. Masing-masing komponen berisi banyak kontrol, tapi auditor berkonsentrasi pada
orang-orang yang dirancang untuk mencegah atau mendeteksi Kekristianan materi dalam
laporan keuangan.

10-10 Sebutkan 5 komponen pengendalian internal dalam kerangka kerja pengendalian


internal COSO.

Jawaban :

The coso kontrol internal terdiri dari 5 komponen:

1. Lingkungan kontrol
2. Penilaian resiko
3. Kegiatan kontro
4. Memantau
5. Informasi dan komunikasi.

10-11 Apa yang dimaksud dengan lingkungan pengendalian? Faktor-faktor yang harus di
evaluasi auditor untuk memahami hal ini?

Jawaban :
Lingkungan Internal adalah tindakan, kebijakan, dan prosedur yang mencerminakan
keseluruhan sikap manajemen puncak, para direktur, dan pemilik entitas tentang pengendalian
internal serta arti penting bagi entitas itu.

Faktor –faktor yang harus dievaluasi auditor untuk memahami hal ini adalah auditor
harus mempertimbangkan subkomponen pengendalian yang paling penting yaitu Penilaian
Risiko, Aktivitas Pengendalian, Informasi dan Komunikasi, serta Pemantauan.

10-12 Uraikan hubungan di antara kelima komponen pengendalian internal.

Jawaban :

1. Lingkungan Internal : tindakan, kebijakan, dan prosedur yang mencerminakan


keseluruhan sikap manajemen puncak, para direktur, dan pemilik entitas tentang
pengendalian internal serta arti penting bagi entitas itu.
2. Penilaian Risiko : pengidentifikasian dan analisis oleh manajemen terhadap risiko yang
relevan dengan penyusunan laporan keuangan yang sesuai dengan GAAP.
3. Aktivitas Pengendalian : kebijakan dan prosedur yang telah ditetapkan manajemen
untuk mencapai tujuannya bagi pelaporan keuangan.
4. Informasi dan Komunikasi : metode yang digunakan untuk memulai, mencatat,
memroses, dan melaporkan transaksi entitas serta mempertahankan akuntabilitas aktiva
terkait.
5. Pemantauan : penilaian berkelanjutan dan periodik oleh manajemen terhadap
pelaksanaan pengendalian internal untuk menentukan apakah pengendalian telah
berjalan seperti yang dimaksud dan dimodifikasi bila perlu.

10-13 Sebutkan jenis-jenis aktivitas pengendalian khusus dan berikan satu ilustrasi spesifik
tentang pengendalian dalam area penjualan untuk setiap aktivitas pengendalian.

Jawaban :

1. Pemisahan tugas yang memadai


2. Otorisasi yang sesuai atas transaksi dan aktivitas
3. Dokumen dan catatan yang memadai
4. Pengendalian fisik atas aktiva dan catatan
5. Pemeriksaan kinerja secara independen

10-14 Pemisahan tanggung jawab operasional dari pencatatan dimaksudkan untuk mencegah
jenis salah saji yang berbeda dengan pemisahan penyimpanan aktiva dari akuntansi. Jelaskan
perbedaan tujuan kedua jenis pemisahan tugas ini.

Jawaban :

Pemisahan Penyimpanan Aktiva dari Akuntansi : untuk melindungi perusahaan dari


penyelewengan, seseorang yang ditugaskan menyimpan aktiva secara permanen ataupun
temporer tidak boleh mencatat aktiva itu. Jika satu orang dibiarkan melaksanakan kedua fungsi
tersebut, risiko bahwa orang itu mengeluarkan aktiva demi keuntungan pribadi dan
menyesuaikan catatn untuk menutupi pencurian itu akan meningkat.

Pemisahan Tanggung Jawab Operasional dari Tanggung Jawab Pencatatan : untuk


memastikan bahwa informasi tidak bias, pencatatan biasanya dimasukkan dalam departemen
terpisah di bawah kontroler.

10-15 Berikan satu contoh pengendlian fisik yang dapat digunakan klien untuk melindungi
setiap aktiva atau catatan berikut ini :

1. Kas kecil
2. Kas yang diterima oleh petugas
3. Catatan piutang usaha
4. Persediaan bahan baku
5. Alat-alat yang mudah rusak
6. Peralatan manufaktur
7. Sekuritas yang bisa dipasarkan

Jawaban :

Jika suatu perusahaan sangat terkomputerisasi, peralatan komputer, program, dan file
datanya harus dilindungi. File data adalah catatan perusahaan dan, jika rusak, rekonstruksinya
bisa sangat mahal atau bahkan mustahil.
Serta penggunaan gudang persediaan untuk melindungi dari pencurian. Bila gudang
berada di bawah pengawasan karyawan yang kompeten, dapat dipastikan bahwa pencurian
akan minimal. Kotak dan ruang penyimpanan tahan api untuk melindungi aktiva, seperti mata
uang dan sekuritas, merupakan jenis penjagaan fisik yang penting lainnya.

10-16 Jelaskan apa yang dimaksud dengan pemerikasaan independen atas kinerja dan berikan
lima contoh yang spesifik.

Jawaban :

Pemeriksaan independen adalah review yang cermat dan berkelanjutan atas keempat hal
lainnya, Contoh :

 Jika rekonsiliasi bank dikerjakan oleh seseorang yang independen dari catatan
akuntansi dan penanganan kas, ada peluang untuk melakukan verifikasi tanpa
menimbulkan biaya tambahan yang signifikan.
 Komputer dapat mencegah pemrosesan pembayaran atas faktur vendor jika dalam
sistem tidak tercantum nomor pesanan pembelian atau nomor laporan penerimaan
sesuai.
 Auditor mungkin mengirimkan konfirmasi mengenai piutang usaha pelanggan yang
dipilih dari file induk piutang usaha.

10-17 Uraikan empat tahap yang dilakukan auditor sewaktu memperoleh pemahaman tentang
pengendalian internal dan menilai risiko pengendalian.

Jawaban :

1. Memperoleh dan mendokumentasikan pemahaman tentang pengendalian internal :


rancangan dan operasi
2. Menilai risiko pengendalian
3. Merancang, melaksanakan, dan mengevaluasi pengujian pengendalian
4. Memutuskan risiko deteksi yang direncanakan dan pengujian substantif
10-18 Apa tanggung jawab manajemen untuk mendokumentasikan pengendalian internal atas
pelaporan keuangan dalam perusahaan publik? Bagaimana tidak adanya dokumentasi akan
mempengaruhi laporan auditor mengenai pengendalian internal atas pelaporan keuangan yang
disyaratkan oleh PCAOB Standard 2?

Jawaban :

Dengan cara mendokumentasikan rancangan pengendalian karena untuk menilai dan


mendokumentasikan keefektifan pengendalian internal.

10-19 Sebutkan dua aspek pengendalian internal yang harus dinilai auditor pada saat
melakukan prosedur untuk memperoleh pemahaman tentang pengendalian internal?

Jawaban :

 Pengendalian internal untuk setiap audit


 Mendokumentasikan pemahamannya

10-20 Apa yang dimaksud dengan penelusuran pengendalian internal? Apa persyaratan
PCAOB Standard 2 yang berkaitan dengan penelusuran pengendalian internal oleh auditor
dalam suatu audit terpadu?

Jawaban :

Pengendalian internal adalah diagram yang menunjukkan dokumen klien dan aliran
urutannya dalam organisasi.

10-21 Uraikan apa yang dimaksud dengan pengendalian kunci dan definisi pegendalian.

Jawaban :
Pengendalian kunci adalah pengendalian yang diperkirakan akan berdampak paling
besar terhadap pencapaian tujuan audit yang berhubungan dengan transaksi.
Defisiensi pengendalian adalah defisiensi yang terjadi jika perancangan atau
pelaksanaan pengendalian tidak memungkinkan karyawan perusahaan mencegah atau
mendeteksi salah saji secara tepat waktu.

10-22 Bedakan definisi yang signifikan dalam pengendalian internal dengan kelemahan yang
meterial dalam pengendalian internal. Bagaimana kehadiran satu defisiensi yang signifikan
mempengaruhi laporan auditor mengenai pengendalian internal yang disyaratkan oleh PCAOB
Standard 2? Bagaimana kehadirian satu kelemahan yang material mempengauhi laporan
auditor mengenai pengendalian internal yang disyaratkan oleh PCAOB Standard 2?

Jawaban :
Defisiensi yang signifikan terjadi jika ada satu atau lebih defisiensi pengendalian yang
mengakibatkan kemungkinannya lebih dari kecil bahwa salah saji yang lebih dari tidak logis
tidak akan tercegah atau terdeteksi. Sedangkan kelemahan yang material terjadi jika defisiensi
yang signifikan, secara sendiri atau bersama – sama dengan defisiensi yang signifikan lainnya,
mengakibatkan kemungkinannya lebih dari kecil bahwa pengendalian internal tidak akan
tercegah atau mendeteksi salah saji yang material dalam laporan keuangan.
Jika terdapat satu defisiensi yang signifikan maka auditor akan mengeluarkan pendapat
wajar dengan pengecualian atau menolak memberikan pendapat.Jika terdapat satu kelemahan
material maka auditor tidak akan mengeluarkan pendapat wajar tanpa pengecualian.

10-23 Frank James, seorang karyawan yang sangat kompoten di Brainkwater Sales
Corporation, telah bertanggung jawab atas hal-hal yang berhubungan dengan akuntansi selama
dua dasawarsa. Pengabdiannya pada perusahaan dan tugasnya selalu luar biasa, dan dari tahun
ke tahun, ia diberi tanggung jawab yang semakin besar. Baik presiden direktur Brainkwater
maupun partner kantor akuntan publik independen yang bertanggung jawab melakukan auditor
terkejut dan bingung ketika menemukan bahwa James tela menggelapkan dana lebih dari
$500,000 selama periode 10-tahun dengan tidak mencatat penagihan dalam jurnal penjualan,
dan sesudah itu menyelewengkan penerimaan kas itu. Faktor utama apa yang memungkinkan
penggelapan itu terjadi?

Jawaban :
Walaupun Frank James adalah orang yang kompeten dan terpercaya sekalipun bisa saja
memiliki kekurangan. Misalnya, Frank dapat menjadi bosan atau tidak puas, masalah pribadi
dapat mengganggukinerja Frank, atau sasaran Frank mungkin berubah.

10-24 Jeanne Maier, CPA, percaya bahwa memperoleh pemahaman tentang pengendalian
internal pada pertengahan audit sudah tepat, setelah dia mengenal operasi klien dan cara sistem
itu sebenarnya berjalan, melalui pengalamannya dia menemukan bahwa mengisi kuesioner
pengendalian internal dan bagan arus di awal penugasan tidaklah menguntungkan karena
sistem itu jarang berfungsi seperti yang diharapkan. Belakangan selama penugasan, auditor
dapat menyiapkan bagan arus dan kuesioner dengan relatif muda karena sudah memiliki
pengetahuan yang diperoleh dari audit. Evaluasilah pendekatan Maier ini.

Jawaban :
Maier seharusnya tetap menyiapkan bagan arus dan kuisioner karena relative mudah
dari pada menggunakan pendekatan yang lain.

10-25 Bedakan tanggung jawab auditor untuk menguji pengendalian dalam audit atas
perusahaan publik dengan tanggung jawab untuk menguji pengendalian dalam audit atas
perusahaan nonpublik.

Jawaban :
Prosedur untuk memperoleh pemahaman hanya dilakukan pada satu atau beberapa
transaksi sehingga bukti yang dikumpulkan hanya sedikit. Sedangkan pengujian pengendalian
dilakukan pada sample transaksi yang lebih besar sehingga bukti yang dikumpulkan harus
banyak.

10-26 bagaimana kecukupan bukti berbeda antara prosedur untuk memperoleh pemahaman
tentang pengendalian internal dan pengujian pengendalian?

Jawaban :
 Prosedur pengendalian internal: PCAOB standard 2 mengharuskan auditor untuk
mengevaluasi dokumentasi manajemen mengenai pengujian atas pengendalian internal
dan juga melaksanakan pengujian pengendaliannya sendiri dalam audit yang terpadu.
4 Jenis Prosedur itu adalah Mengajukan pertanyaan kepada personil klien yang tepat,
memeriksa dokuman, catatan , dan laporan. Banyak pengendalian yang meninggalakan
jejak yang jelas berupa bukti dokumenter yang dapat digunakan untuk pengujian
pengendalian, mengamati aktifitas yang terkait dengan pengendalian,melaksanakan
kembali prosedur klien.

 Prosedur pengujian pengendalian: Untuk menguji efektivitas pengendalian dalam


mendukung penilaian risiko pengendalian yang lebih rendah. Adapun prosedur untuk
pengujian pengendalian adalah memperoleh dan mendokumentasikan pemahaman atas
pengendalian inernal: perancangan dan pelaksanaan, menilai risiko pengendalian,
merancang, melaksanakan, dan mengevaluasi pengujian pengendalian, memutuskan
risiko deteksi yang direncanakan dan menguji subsatansif.

10-27 Selama audit tahun sebelumnya atas McKimmon, Icn., sebuah perusahaan publik,
auditor melakukan pengujian pengendalian untuk semua asersi laporan keuangan yang relevan.
Beberapa dari pengendalian yang terkait adalah secara manual sedangkan yang lainnya sudah
terotomatisasi.Uraikan sampai sejauh mana auditor dapat mengandalkan pengujian
pengendalian yang dilakukan dalam taun sebelumnya.

Jawaban :

Apabila auditor berencana menggunakan bukti tentang efektivitas pelaksanaan


pengendalian internal yang diperoleh dalam audit terdahulu, SAS 101 mengharuskan auditor
untuk menguji keefektifan pengendalian itu paling sedikit tiga tahun sekali. Jika auditor
menentukan bahwa pengendalian kunci sudah diubah sejak terakhir kali diuji, auditor harus
menguji pengendalian itu pada tahun berjalan. Jika ada sejumlah pengendalian yang diuji
dalam audit terdahulu yang belum berubah, SAS 110 mengharuskan auditor menguji
pengendalian itu setiap tahun untuk memastikan adanya rotasi pengujian pengendalian selama
periode 3 tahun.

10-28 Prosedur penilaian risiko yang dilakukan auditor telah mengidentifikasi beberapa risiko
yang menurut auditor merupakan risiko yang signifikan. Ada beberapa pengendalian internal
yang dirancang untuk mengurangi risiko yang teridentifikasi itu. Jelaskan tanggung jawab
auditor untuk memperhitungkan pengendalian tersebut dalam audit yang sedang berlangsung.
Jawaban :

Auditor diharuskan menguji efektivitas pelaksanaan pengendalian yang mengurangi


risiko tersebut dalam audit tahun berjalan, Jika auditor berencana menggunakan pengendalian
tersebut untuk mendukung penilaian risiko pengendalian dibawah 100%. Semakin besar
risikonya, semakin banyak bukti audit yang harus diperoleh auditor bahwa pengendalian itu
berjalan efektif.

10-29 Sebutkan dua pendapat yang harus dicantumkan dalam laporan auditor mengenai
pengendalian internal atas pelaporan keuangan yang disyaratkan PCAOB Standard 2!

Jawaban :

1. Pendapat auditor mengenai apakah penilaian manajemen terhadap keefektifan


pengendalian internal atas pelaporan keuangan per akhir periode fisikal telah
dinyatakan secara wajar, dala semua hal yang material.
2. Pendapat auditor mengenai apakah perusahaan telah menyelenggarakan, dalam semua
hal yang material, pengendalian internal yang efektif atas pelaporan keuangan per
tanggal yang disebutkan.

10-30 Sebutkan dua kondisi yang harus ada agar auditor memberikan pendapat wajar tanpa
pengecualian mengenai pengendalian internal atas pelaporan keuangan. Jenis kondisi apa yang
akan menyebabkan auditor mengeluarkan pendapat wajar dengan pengecualian atau menolak
memberikan pendapat mengenai pengendalian internal atas pelaporan keuangan?

Jawaban :

1. Tidak ada kelemahan material yang teridentifikasi.


2. Tidak ada pembatasan atas ruang lingkup pekerjaan auditor.

Jenis pendapat ini (pendapat wajar dengan pengendalian) dikeluarkan apabila auditor tidak
dapat menentukan apakah ada kelemhan yang material, akibat perbatasan ruang lingkup audit
terhadap pengendalian internal atas pelaporan keuangan atau situasi lainnya dimana auditor
tidak dapat memperoleh bukti yang mencukupi.
10-31 Uraikan konsep audit terpadu atas laporan keungan dan pengendalia internal yang
disyaratkan oleh PCAOB Standard 2.

Jawaban :

Lingkup laporan auditor mengenai pengendalian internal seperti yang disyaratkan oleh
PCAOB standard 2 adalah, terbatas pada perolehan kepastian yang layak bahwa kelemahan
yang material dalam pengendalian internal telah teridentifikasi. Jadi, audit tidak dirancang
untuk mendeteksi defisiensi pengendalian internal yang secara individual, atau secara agregat,
lebih ringan ketimbang kelemahan kelemahan yang material. Perbedaan antara defisiensi,
defisiensi yang signifikan, dan kelemahan yang material sudah dibahas sebelumnya.