Anda di halaman 1dari 1

1.

Ascaridia galli

Ascaridosis yang disebabkan oleh cacing Ascahdia galli merupakan penyakit parasitik
yang sering menginfeksi temak unggas, khususnya ayam. Ascaridiosis dapat menyebabkan
penurunan berat badan serta berat karkas (Raote et al., 1991) yang berkisardari 1,5 gram hingga
250 gram per ekor . Infeksi cacing ini dapat pula menurunkan jumlah telur dan berat telur hingga
mencapai 33% (Tiuria, 1997). Cacing A. galli tersebar secara meluas pada negara-negara di
suluruh dunia. Penyebaran ascaridiosis dapat terjadi pada keadaan temperatur tropis dan sub-
tropis.
Ascaridia galli merupakan parasit besar yang umum terdapat di dalam usus kecil berbagai
unggas peliharaan maupun unggas liar. Penyebarannya luas di seluruhdunia. Cacing A. galli
merupakan cacing terbesar dalam kelas nematoda pada unggas. Tampilan cacing dewasa adalah
semitransparan, berukuran besar, dan berwarna putih kekuning-kuningan (Admin,2008).
Pada bagian anterior terdapat sebuah mulut yang dilengkapi dengan tiga buah bibir, satu
bibir terdapat pada dorsal dan dua lainnya pada lateroventral. Pada kedua sisi terdapat sayap
yang sempit dan membentang sepanjang tubuh. Cacing jantan dewasa berukuran panjang 51 – 76
mm dan cacing betina dewasa 72 – 116 mm. Cacing jantan memiliki preanal sucker dan dua
spicula berukuran panjang 1 – 2,4 mm, sedangkan cacing betina memiliki vulva dipertengahan
tubuh. Telur A. galli berbentuk oval, kerabang lembut, tidak bersegmen, dan berukuran 73–92 x
45–57µm (Levine, 1994).
Menurut Soulsby (1982), klasifikasi cacing Ascarida galli (Schrank, 1788) yaitu:
filum : Nemathelminthes
Kelas : Nematoda
Ordo : Ascaridia (Skrjabin dan Schulz, 1940)
Famili : Ascarididae (Baird, 1835)
Genus : Ascaridia (Dujardin, 1845)
Spesies : Ascaridia galli