Anda di halaman 1dari 25

ASUHAN KEPERAWATAN MEDIKAL BEDAH POST OP

DENGAN CA RECTI PADA Tn. A DI RUANG PAVILIUN


HIJRIAH ATAS

D
I
S
U
S
U
N
OLEH:
IRHAM PRATAMA

RUMAH SAKIT ISLAM MALAHAYATI MEDAN


TAHUN 2018
KATA PENGANTAR

Assalamu’alaikum warahmatullohi wabarakatuh

Puju syukur saya panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena berkat
rahmat dan karunianya saya dapat menyelesaikan makalah ini tepat pada
waktunya. Saya berharap makalah yang saya susun dapat bermanfaat untuk
menambah wawasan dan ilmu tentang penyakit Ca Rekti dan Asuhan
Keperawatan dari Ca Rekti. Saya menyadari bahwa makalah saya masih banyak
kekurangan maka saya mengharap kritik dan saran dari pembaca .

Wassalamu’alaikum warahmatullohi wabarakatuh

Medan, April 2018

Irham Pratama
(Penulis)
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR.............................................................................
DAFTAR ISI...........................................................................................
BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang................................................................................... 1


1.2 PerumusanMasalah............................................................................ 1
1.3 Tujuan............................................................................................... 1

BAB II LANDASAN TEORITIS


2.1 Defenisi........................................................................................... 2
2.2 Etiologi............................................................................................ 2
2.3 Patofisiologi.................................................................................... 2
2.4 Manifestasi Klinis............................................................................ 3
2.5 Klasifikasi........................................................................................ 3
2.6 Komplikasi....................................................................................... 4
2.7 Penatalaksanaan.............................................................................. 4
2.8 Pemeriksaan Penunjang……………….......................................... 4
2.9 Asuhan Keperawatan..................................................................... 5
2.10Diagnosa Keperawatan................................................................ 7
2.11Intervensi..................................................................................... 7

BAB III TINJAUAN KASUS


3.1 Pengkajian.............................................................................. 10
3.2 Analisa Data........................................................................... 16
3.3 Intervensi Keperawatan......................................................... 17
3.4 Implementasi keperawatan.................................................... 19

DAFTAR PUSTAKA

0
BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar belakang


Kanker adalah sebuah penyakit yang ditandai dengan pembagian sel yang
tidak teratur dan kemampuan sel- sel ini untuk menyerang jaringan biologis
lainnya, baik dengan pertumbuhan langsung di jaringan yang bersebelahan
(invasi atau dengan migrasi sel ke tempat yang jauh (metastasis).
Adapun Kanker rektum adalah salah satu dari keganasan rektum yang
khusus menyerang bagian Recti yang terjadi akibat gangguan proliferasi sel epitel yang
tidak terkendali.( Wilkinso, Jutith. 2006.)

1.2 Rumusan Masalah


1. Apa yang dimaksud karsinoma rectum ?
2. Apa saja faktor pemicu terjadinya karsinoma rectum ?
3. Bagaimana proses terjadinya karsinoma rectum ?
4. Bagaimana cara mengatasi gangguan karsinoma rectum ?

1.3 Tujuan
1. Untuk mengetahui faktor penyebab karsinoma rectum
2. Untuk mengetahui cara mengatasi karsinoma rectum
3. Untuk menambah informasi dan pengetahuan tentang karsinoma rectum

1
BAB II
LANDASAN TEORITIS

2.1 Defenisi
Karsinoma rekti adalah suatu keadaan dimana terjadi pertumbuhan
jaringan abnormal pada daerah rectum. Jenis terbanyak adalah
adenokarsinoma (65%), banyak ditemui pada usia 40 tahun keatas dengan
insidens puncaknya pada usia 60 tahun (Price A. Sylvia, 1995)

2.2 Etiologi
Penyebab pasti belum diketahu namun telah dikenali beberapa faktor
predisposisi yang penting yang berhubungan dengan carsinoma recti:
a. Diet
Makanan yang banyak mengandung serat misalnya sayur-sayuran
akan menyebabkan waktu transitbolus di intestin akan berkurang, sehingga
kontak zat yang potensial karsinogen pada mukosa lebih singkat. Selain itu
makan makanan yang berlemak dan protein hewani yang tinggi dapat
memicu terjadinya Ca. Rekti
b. Kelainan di colon
 Adenoma di kolon, t.u bentuk villi dapat mengalami degenerasi maligna
menjadi adenokarsinoma
 Familial poliposis merupakan kondisi premaligna dimana + 7 %
polipasis akan mengalami degenerasi maligna
 Kolitis ulserativa, mempunyai resiko besar yang terjadi Ca. Rekti
c. Herediter
Hasil penelitian menunjukkan anak – anak yang berasal dai ortu
yang menderita Ca.kolateral mempunyai frekuensi 3,5 x lebih besar
daripada anak yang mempunyai ortu yang sehat

2.3 Patofisiologi
Kanker kolon dan rektum terutama ( 95 % ) adenokarsinoma ( muncul dari
lapisan epitel usus). Di mulai sebagai polip jinak (dapat diakibatkan pola diet
rendah serat) tetapi dapat menjadi ganas karena faktor mutasi (sesuai dengan
teori seleksi sel,dr. Jan tambayong,patofisiologi hal. 69) dan menyusup serta
merusak jaringan normal serta meluas kedalam struktur sekitarnya, sel kanker
dapat terlepas dari tumor dan menyebar ke bagian tubuh yang lain terutama
yang paling sering ke hati. Melalui proses invasi dengan cara tumbuh
menyebar keluar lokasi asalnya, dilanjutkan pemisahan sel dengan menembus
pembuluh darah,kemudian menetap pada endotelium yang disebut proses
diseminasi akhirnya sel kanker ini menetap pada area baru dan menyasuaikan

2
diri untuk pertumbuhan selanjutnya yang disebut proliferasi (brunner &
sudarth,hal. 1136.)

2.4 Manifestasi Klinis


a. Perdarahan sejak peranal
 BAB berdarah segar
 BAB berdarah lendir
 karena darah yang dikeluarkan oleh kanker tesebut telah bercampur
dengan tinja
b. Obstruksi saluran pencernaan
 Perut kembung makin lama makin tegang
 Tidak dapat BAB dan tidak ada flatus
 Ukuran feses kecil seperti feses kambing
 Tenesmus rasa tidak puas setelah BAB
c. Lain-lain
 Anoreksia
 BA turun
 Nyeri perut ditempat kanker
 BAB tidak teratur
 Tenesmus (rasa tidak puas setelah BAB dan rasa yeri pada saat BAB)

2.5 Klasifikasi
Dukes Dalam Infiltrasi Prognosis Hidup Stlh 5 Thn

 Terbatas pada dinding usus 97%


 Menembus lapisan muskularis mukosa 80%
 Metastasis ke kelenjar limfe
o Beberapa kelenjar limfe (1-4 bh) 65%
o Metastasis ke kelenjar limfe > 5 bh 35%
 Metastasis ke organ lain ; hati 35%
Dikenal pada klasifikasi menurut
a. Stadium 1
Tumor hanya terbatas di calon dan belum menembus dinding kolon
dan belum metastasis
b. Stadium 2
Tumor telah mengadakan penetrasi dinding kolon tapi belum ada
metastasis
c. Stadium 3
Tumor telah mengadakan metastasis ke kelenjar getah bening regional

3
d. Stadium 4
Tumor telah mengadakan metastasis ke organ lain ; hati

2.6 Komplikasi
Karsinoma kolon dapat bermetastase dengan jalan
a. Langsung perkontinuitatum dinding usus dan organ disekitarnya
b. Hematogen
c. Linefogen

Metastasis sering terjadi ke kelenjar getah bening dan organ lain, misal ke
hati, paru dan otak
Komplikasi lainnya ;

a. Pertumbuhan tumor dapat menyebabkan obstruksi usus pertial/lengkap


b. Pertumbuhan dan ulserasi dapat menyerang pembuluh darah sekitar kolon
yang menyebabkan hemoragi
c. Perforasi dapat terjadi yang menyebabkan pembentukan abses
d. Peritonitis /sepsis yang dapat menimbulkan syock

2.7 Penatalaksanaan
a. Pembedahan
 Untuk kanker rectum atas dilakukan rekto sigmoidektoid dan dibuat
anastromosis decending kolakteral
 Untuk kanker rectum bawah dilakukan protakolektum dan dibuat
anastomosis kolocinal
b. Radiasi
setelah dilakukan tindakan pembedahan perlu dipertimbangkan
untuk melakukan radiasi dengan dosis adekuat
c. Kemoterapi
Kemoterapi yang biasa diberikan ialah 5 florourasil (5FU)
belakangan ini sering dikombinasikan dengan leucovarin bahkan ada yang
memberikan 3 macam kombinasi 5 FU, kevamsok dan lucovorin

2.8 Pemeriksaan Penunjang


a. Endoskopi
 Untuk mengetahui adanya tumor/kanker di kolon/rectum
 Untuk menentukan sumber pendapatan
 Untuk mengetahui letak obstruksi

4
b. Radiologi
 Foto dada :
- Untuk melihat ada tidaknya metastasis kanker paru
- Untuk persiapan pembedahan
 Foto colon (Banum enema)
- Dapat terlihat suatu filling deffect pada suatu tempat/suatu striktura
- Dapat menentukan lokasi tempat kelainan
c. USG
 Untuk mengetahui apakah ada metastasis kanker ke kelenjar getah bening
di abdomen dan hati
 Gambaran metastasis kanker dihati akan tampak massa multi nodular
dengan gema berdensitas tinggi homogen
d. Endosonggrafi
Pada karsinoma akan tampak massa yang hypoechoic tidak teratur
mengenai lapisan dinding kolon
e. Histopatologi
Gambaran histopatologi pada karsinoma recti C adenokarsinoma
dan perlu ditentukan differensiasi sel
f. Laboratorium
 Hb : menurun pada perdarahan
 Tumor marker (LEA) > 5 mg/ml
 Pemeriksaan tinja secara bakteriologis ; terdapat sigela dan amoeba

5
2.9 Asuhan Keperawatan
1. Pengkajian
1.1 Identitas Klien
1.2 Riwayat Kesehatan
a. Riwayat Kesehatan Dahulu
 Riwayat diet yang hanya serat, protein hewani dan lemak
 Riwayat menderita kelainan pada colon kolitis ulseratif (polip kolon)
b. Riwayat Kesehatan Sekarang
 Klien mengeluh BAB berdarah dan berlendir
 Klien mengeluh tidak BAB tidak ada flahis
 Klien mengeluh perutnya terasa sakit (nyeri)
 Klien mengeluh mual, muntah
 Klien mengeluh tidak puas setelah BAB
 Klien mengeluh BAB kecil
 Klien mengeluh Bbnya turun

c. Riwayat Kesehatan Keluarga


 Riwayat keluarga dengan Ca. colon/recti
d. Pemeriksaan Fisik
 Sirkulasi
Takikardi (respon terhadap demam, dehidrasi, proses inflamasi dan
nyeri), kemerahan, ekimosis, hipotesis
 Respirasi
Sarak nafas, batuk, ronchi, expansi paru yang terbatas

 GIT
Anoreksia, mual, muntah, penurunan bising usus, kembung, nyeri
abdomen, perut tegang, nyeri tekan pada kuaran kiri bawah
e. Eliminasi

BAB berlendir dan berdarah, BAB tidak ada flatur tidak ada, BAB
kecil seperti feses kambing, rasa tidak puas setelah BAB, perubahan pola
BAB/konstiasi/hemoroid, perdarahan peranal, BAB ; oliguria
f. Aktifitas/istirahat
Kelemahan, keleahan, insomnia, gelisah dan ansietas

6
2.10 Diagnosa Keperawatan
1. Gangguan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh b.d intake in adekuat
2. Gangguan rasa nyaman nyeri b.d distensi abdomen, insisi bedah
3. Kerusakan integritas jaringan kulit b.d insisi bedah (kolostrum)
4. Resti infeksi b.d kontraminasi lubang/rongga abdomen (usus) kolostomi
5. Konstipasi pengetahuan b.d kurang terpapar informasi

2.11 Intervensi
Dx. 1. Gangguan nutrisi ; kurang dari kebutuhan tubuh b.d intake makanan in
adekuat

 Tujuan
Gangguan nutrisi ; kurang dari kebutuhan tubuh teratasi
 Kriteria Hasil
- Mual, muntah berkurang/tidak ada
- Nafsu makan meningkat
- Diet dihabiskan
- Turgor kulit elastis

Intervensi Rasional

Mandiri - Mengidentifikasi kekurangan/kebutuhan untuk


membantu memilih intervensi
- Lakukan pengkajian nutrisi
- Kembalinya fungsi – fungsi menunjukkan kesiapan
klien
untuk memulai makan lagi
- Auskultasi bising usus
- Menurunkan insiden kram abdomen, mual
- Mulai dengan makan cairan
- Membantu mengkaji kebutuhan nutrisi klien dalam
perlahan
perubahan pencernaan dan fungsi usus
- Anjurkan klien untuk
- Diet rendah serat dapat dipertahankan selama 6-8
menghindari makanan yang
minggu pertama untuk memberikan waktu yang
kaya serat, protein dan lemak
adekuat untuk penyembuhan usus
Kolaborasi :
- Konsul dengan ahli diet /gizi
- Pada kelemahan/tidak toleren terhadap masukan
- Tingkatkan diet dari cairan
oral. Hiperalimnetasi digunakan untuk menambah
sampai makanan rendah
kebutuhan komponen pada penyembuhan dan
residu bila masukan oral
mencegah katabolisme
dimulai

7
Dx. 2 : Gangguan rasa nyaman nyeri b.d distensi abdomen ; insisi bedah

 Tujuan
Gangguan rasa nyaman nyeri teratasi
 Kriteria Hasil
- Melaporkan nyeri berkurang/hilang
- Dapat beristirahat /tidur

Intervensi Rasional

Mandiri - Nyeri insisi bermakna pada fase pasca


operatif awal dan idperberat oleh
- Selidiki keluhan nyeri, derajat
gerakan, batuk, dsitensi abdomen,
nyeri, karakteristik nyeri dan
mual
lokasi nyeri
- Respon automatik, meliputi perubahan
- Pantau TTV
pada TD, nadi dan pernafasan yang
- Kaji insisi bedah, perhatikan
b.d keluhannya
edma, perubahan kontur luka,
- Menandakan terjadinya infeksi pada
inflamasi
area insisi
- Berikan tindakan kenyamanan
- Mencegah pengeringan mukosa oral
misalnya pijatan punggung,
dan ketidak nyaman. Menurunnya
ubah posisi yakinkan klien
tegangan otot, meningkatkan relaksasi
perubahan posisi tidak akan
- Menurunnya kekakuan otot/sendiri
mencederai stoma
ambulasi mengembalikan organ
- Bantu melakukan latihan
keposisi (N) dan meningkatkan
rentang gerak dan dorong
kembali funsgi ke tingkat (N)
ambulansi dini, hindari posisi
- Diduga inflamasi peritoneal yang
duduk lama
memerlukan intervensi medik segera
- Selidiki dan laporkan adanya
- Menurunkan nyeri, meningkatkan
kekakuan otot abdominal, nyeri
kenyamanan
tekan
Kolaborasi :

- Berikan analgesik

8
Dx. 3 Kerusakan integritas kulit b.d insisi bedah kolostom

 Tujuan
Kerusakan integritas kulit dapat diatasi
 Kriteria Hasil
- Luka inisis cepat sembuh
- Luka insisi bebas dari tanda infeksi

Intervensi Rasional

Mandiri - Perdaharan pasca operasi dapat terjadi


selama 48 jam dan infeksi dapat
- Observasi luka, catat
terjadi kapan saja
karakteristik drainase
- Sejumlah besar drainase
- Ganti balutan, gunakan teknik
serosa/menuntut penggantian balutan
aseptik
dengan sering untuk menurunkan
- Dorong posisi miring dengan
iritasi kulit dan potensial infeksi
kepala tinggi, hindari duduk
- Meningkatkan drainase dari luka
lama
perineal/drain menurunkan resiko
Kolaborasi penggumpalan. Duduk lama
meningkatkan tekanan perineal,
- Iritasi luka., gunakan cairan
menurunkan sirkulasi luka dan dapat
fisiologis, H2O2 3% antibiotik
memperlambat penyembuhan luka
- Diperlukan untuk mengobati inflamasi
/infeksi praoperasi /kontaminasi intra
operatif

9
BAB III
TINJAUAN KASUS

3.1 Pengkajian
Tanggal Pengkajian: 13 April 2018
Jam Pengkajian : 09.00 WIB
Ruang : PHA

a. Biodata
1. Identitas Pasien
Nama : Tn. A
Umur :47 tahun
Jenis Kelamin : laki- laki
Suku/Bangsa : Indonesia
Agama : Islam
Pendidikan : SMTA
Pekerjaan : pegawai swasta
Alamat : Padang Halaban
Tanggal Masuk RS : 12 April 2018
Jam Masuk RS : 17.55 WIB
Diagnosa Medis : Ca. Recti 1/3 Distal
No. Rekam medic : 106087
2. Identitas Penanggung Jawab
Nama : Ny. S
Jenis Kelamin : Perempuan
Suku/Bangsa : Indonesia
Agama : Islam
Hub.dgn Pasien : Istri
Alamat : Padang Halaban

b. Keluhan Utama
Pasien masuk dengan ca recti 1/3 tengah rencana ultra low anterior
resection

10
c. Riwayat Kesehatan
1. Riwayat kesehatan sekarang
Pasien masuk RSI. Malahayati tanggal 12 April 2018 pukul 17.55
wib Pasien masuk rumah sakit dengan ca.Recti rencana ultra low anterior
resection
2. Riwayat Kesehatan Dahulu
Ca Rekti kurang lebih 4 bulan
3. Riwayat Kesehatan Keluarga
Pasien mengatakan keluarga tidak ada yang menderita atau
mempunyai penyakit seperti pasien dan penyakit menular lainnya.

d. Pola Kesehatan Fungsional Gordon


1. Persepsi terhadap kesehatan – Manajemen Kesehatan
Pasien dan keluarga mengatakan apabila ada salah satu anggota
keluarganya yang sakit biasanya langsung dibawa kerumah sakit.
2. Pola aktivitas dan latihan
Pola aktivitas selama pasien sakit adalah sbb :
Aktivitas 0 1 2 3 4
Mandi V
Berpakaian V
Eliminasi V
Eliminasi V
Mobilisasi V
Keterangan
0: mandiri
1: dibantu sebagian
2: perlu bantuan orang lain
3:perlu bantuan orang lain dan alat
4: tergantung dan tidak mampu
3. Pola istirahat tidur
Pasien tidur teratur

11
4. Pola nutrisi dan metabolic
Sebelum sakit pola makan pasien teratur 3x sehari dengan menu
nasi, lauk, sayur satu porsi habis dan pasien minum kurang lebih 6-8
gelas/hari. Selama dirawat diRS, pasien mengatakan makan 3x sehari
dengan menu (nasi, lauk, sayur) dan menghabiskan 1 porsi. Pasien
minum kurang lebih 5-6gelas/hari.
5. Pola eliminasi
Sebelum sakit pasien mengatakan BAB 3 hari sekali dan pasien
mengatakan sebelum dirawat di RS kurang lebih sejak 4 bulan yg lalu
pasien mengalami kesulitan BAB. Saat BAB pasien merasakan sakit
pada anusnya. Pasien BAB menggunakan alat bantu colostomy bag.
Pasien mengatakan BAK tidak mengalami gangguan. Pasien BAK
4-5 x/hari dengan warna kuning jernih. Jumlah urine sekali BAK
500cc. Setelah dirawat di RS pasien mengatakan BAK 4-5x/hari
dengan warna kuning jernih,jumlah urine sekali BAK kurang lebih
470cc.
6. Pola kognitif dan perseptual
Sebelum dan selama sakit pasien tidak mengalami gangguan pada
indra pendengaran, penglihatan, perasaan dan penciuman. Semua
fungsi indra masih berfungsi dengan baik. Pasien mengatakan nyeri
dengan manajemen nyeri sbb:
P : Luka post operasi
Q: nyeri dirasa cekit-cekit
R : Nyeri dirasakan pada perut
S : Nyeri dirasakan pada skala 4
T : Nyeri dirasakan ketika bergerak
7. Pola konsep diri
Pasien mengatakan ingin cepat sembuh
8. Pola koping
Koping individu inefektif
9. Pola sexual –reproduksi
Pasien sudah menikah dan memiliki 3 orang anak. Sebelum sakit
pola seksual pasien baik. Pasien mengatakan saat mulai merasakan

12
sakit pada anusnya pasien tidak nyaman saat berhubungan seksual
dengan istrinya.
10. Pola Peran dan Hubungan
Hubungan pasien dan keluarga baik dan harmonis
11. Pola Nilai dan Kepercayaan
Pasien beragama islam, sebelum sakit pasien tidak pernah tinggal
sholat, selama di rs solat tapi tidak 5 waktu

e. Pemeriksaan Fisik
1. Keadaan Umum : Baik
2. Tingkat kesadaran : Composmentis
3. TTV
TD : 126/82 mmHg
Nadi : 82 x/menit
Suhu : 36,7˚ C
RR : 22 x/menit
4. Anthropometri
BB : 81 kg
TB : 175 cm
5. Kepala: Bentuk kepala mesoshepal, kulit kepala bersih, tidak ada
ketombe, rambut hitam
6. Mata: Konjungtiva tidak anemis
7. Hidung: fungsi penciuman baik, tidak ada epitaksis,
tidak ada pernafasan cuping hidung
8. Mulut: Mulut bibir tidak sianosis, mukosa mulut lembab berwarna merah
muda, tidak ada stomatitis, susunan gigi rapi, lengkap dan bersih
9. Leher: Leher tidak terdapat pembesaran kelenjar tiroid, trakea lurus
fungsi menelan baik
10. Abdomen: Bentuk perut buncit, terdapat stroma pada kuadran kiri bawah,
warna merah muda, luka bekas operasi dibagian tengah perut
Auskultasi : bising usus normal 6 x/menit
Palpasi : Tidak teraba pengerasan vessica urinaria
Perkusi : Tymphani (normal)

13
11. Ekstremitas Atas : Tangan kanan terpasang infuse cairan gandeng, RL
20 tts/i, dextrose 5% 7tts/ i capillary refill ka=ki ≤ 2 detik, tangan kanan
dan kiri tidak ditemukan edema dan sianosis
12. Genetalia: tidak terpasang kateter

f. Data Psikologis
Status Emosi: Pasien kooperatif

g. Data Spiritual
Spiritual baik

h. Pemeriksaan Penunjang

a. Pemeriksaan Colonoscopy (15 januari 2018)


Kesimpulan : Tumor Recto Sigmoid 10-25 cm dari anus
b. Pemeriksaan Biopsi (31 januari 2018)
Kesimpulan : adenokarsinoma (moderate differentiated)
c. Pemeriksaan hasil labolatorium
Tanggal pemeriksaan : 13 April 2018

Pemeriksaan Hasil Satuan Nilai Normal


Hb 9,9 Lk: 13-16 gr%, pr: 12-
14%
LED 30 Lk<10mm/jam I
Pr<15 mm/ jam I
Eritrosit 3,39 Lk: 4,5- 5,5 juta/mm
Pr: 4- 5 juta/ mm
Leukosit 14800 5000-10.000/mmɜ
Hematokrit 30,1 Lk: 40-50%, pr: 37-47%
M.C.V 80,5 76-96fl
M.C.H 24,8 27-32 mgr
Trombosit 231000 (150-450)x 10/mm
langsung

14
Diff.Eos 0 % 1-3%
Bas 0 % 0-1%
Bat 0 % 2-6%
Seg 90 % 50- 70%
Limp 9 % 20-40%
Mono 1 % 2-8%
Tanggal 14 April 2018
Pemeriksaan Hasil Satuan Nilai normal
KGD puasa 189 Mg/dl 80-120
Test koagulasi
D-dimer 1906,97 ng/ml 50-500

Tanggal 15 April 2018


Pemeriksaan Hasil Satuan Nilai normal
KGD puasa 137 Mg/dl 80-120

i. Program Terapi Post operasi miles operasi


Tanggal 15 April 2018
 Inf RL 500 mL kecepatan 20 gtt/I habis dalam 8 jam 20 menit
 Inf dex 5% 500 mL kecepatan 7gtt/I habis dalam 24 jam
 Inj ceftriaxone 1gr / 12 jam
 Inf metronidazole 500mg / 12 jam
 Inj. Keterolac 30mg / 8 jam
 Inj transamin 500mg/ 8 jam
 Inj lovenox 0,4 ml/24 jam
 Inj. Ondansentron 8mg (k/p)
 Inj norages 1gr (k/p)

15
3.2 Analisa Data
Nama : Tn. A
No rm : 106087
No Tanggal/ DATA FOKUS MASALAH ETIOLOGI
Jam
1 13 April DS: Pasien mengatakan nyeri pada Nyeri akut Pembedahan
2018 perut
09.00 DO: wajah pasien terlihat meringis
WIB Manajemen nyeri: terputusnya kontinuitas
P : Luka post operasi jaringan

Q: nyeri dirasa cekit-cekit


R : Nyeri dirasakan pada perut mengeluarkan zat
neurotransmiter
S : Nyeri dirasakan pada skala 4
T : Nyeri dirasakan ketika bergerak
Medulla spinalis

Medulla oblongata

Korteks serebri

Nyeri Akut
2 14 April DS : Pasien mengatakan ingin Resiko infeksi Pembedahan
2018 menggaruk-garuk daerah sekitar
09.00 stoma
WIB DO : Didapatkan luka stoma yang Terputusnya
terlihat basah dan merah (H1) kontinuitas jaringan
Leukosit : 14800 ribu /mmk

Port de entry

Resiko infeksi

16
4 15 April DS : Pasien mengatakan perlu Defisit Ca. Recti
2018 bantuan orang lain untuk perawatan diri
09.00 melakukan aktivitas dan tidak
WIB leluasa bergerak pembedahan
DO :
Mandi 1
Berpakaian 1 Imobilisasi/
Eliminasi 3 Bedrest (istirahat total)
Makan 1
Mobilisasi 1
Keterangan pasien perlu bantuan
orang lain ADL terganggu

Defisit perawatan diri

a. Diagnosa Keperawatan :
1. Nyeri akut b.d pembedahan d.d os nampak meringis kesakitan skala 4
2. Resiko infeksi b.d adanya luka akibat pembedahan d.d leukosit 14,800
mm3 dan os tampak ingin meggaruk area stoma
3. Defisit perawatan diri b.d keterbatasan aktivitas fisik d.d kebutuhan ADL
os dibantu sebagian.

17
3.3 Intervensi Keperawatan

No. Tanggal DIAGNOSA TUJUAN &KRITERIA HASIL INTERVENSI


/Jam KEPERAWATAN
1. 13 April Nyeri akut b.d Setelah dilakukan tindakan keperawatan 1. Memonitor TTV
2018 selama 1x 24 jam nyeri berkurang dengan 2. Kaji ulang memanajemen nyeri dan lakukan
pembedahan d.d
09.00 KH : pengkajian ulang nyeri P,Q,R,S,T
WIB os nampak 1. Skala nyeri berkurang
meringis kesakitan 2. dari 4 menjadi 3 3. Posisikan pasien senyaman mungkin
skala 4
3. Pasien mengatakan lebih nyaman 4. Lakukan kompres hangat kering disekitar
lluka post op
4. Pasien terlihat tidak memegangi bag.yang
nyeri 5. Ajarkan tehnik relaksasi dengan latihan
nafas dalam
5. Pasien mampu untuk melakukan tehnik
relaksasi dengan latihan nafas dalam dan 6. Ajarkan teknik distraksi
tehnik distraksi
7. Anjurkan klien untuk istirahat min 6-7
6. TTV jam/hari
Td: 126/82 mmHg
Nadi : 82 x/menit 8. Massage daerah sekitar luka post operasi

18
2. 14 April Resiko infeksi b.d Setelah dilakukan tindakan keperawatan 1. Monitoring tanda-tanda infeksi
2018 selama 3x24jam diharapkan klien tidak
adanya luka akibat
09.00 terjadi infeksi di area luka post operasi 2. Proteksi infeksi dengan cara lingkungan
WIB pembedahan d.d dengan KH : sekitar harus bersih,luka tidak boleh kena air
leukosit 14,800 1. Luka bersih,tidak ada kemerahan di sampai jahitan di angkat
mm3 dan os sekitar luka
3. Lakukan perawatan luka dengan arsetif
tampak ingin
2. Tidak ada pus di sekitar luka
meggaruk area
4. Cuci tangan sebelum melakukan tindakan
stoma 3. Suhu normal 36-37,5°C

4. 4. Lekosit 4-11 ribu/mmk


3. 15 April Defisit perawatan Setelah dilakukan tindakan 1. 1.monitor kemampuan aktifitas klien
2018 keperawatan selama 2x24 jam diharapkan
diri b.d
09.00 kebutuhan sehari-hari klien terpenuhi dg KH: 2. 2.motivasi klien untuk melakukan aktifitas
WIB keterbatasan 1. 1.pasien mandi 1 X dengan bantuan kebutuhan sehari hari secara mandiri
aktivitas fisik d.d
kebutuhan ADL os 2. kulit pasien terlihat bersih dan wangi 3. bantu klien dalam melakukan aktifitas secara
mandiri
dibantu sebagian.
3. 3.gigi pasien terlihat bersih dan tidak
berbau dg menggosok gigi 2 X sehari 4. 4. lakukan mobilisasi secara bertahap

4. 4. pasien mampu makan 3X sehari


tanpa bantuan orang lain

19
3.4 . Implementasi Keperawatan

NO Diagnose Tgl/ jam Implementasi Evaluasi


keperawatan
1 Nyeri akut b.d 13 April 2018 S: Pasien mengatakan nyerinya sudah
Jam: berkurang dan merasa lebih nyaman,
pembedahan - 10.00 wib 1. Memonitor TTV dengan pengkajian ulang nyeri
d.d os nampak Td: 120/80 mmhg P: pasien mengatakan nyeri terasa
RR: 20 x/i cekit-cekit
meringis
Temp: 36,9C Q: pasien mengatakan nyeri karena
kesakitan HR: 100 x/i post op
skala 4 - 11.00 wib 2. Memposisikan klien R: pasien mengatakan nyeri pada perut
senyaman mungkin S: Skala nyeri 3
- 12.00 wib 3. Mengajarkan teknik relaksasi T: pasien mengatakan nyeri kadang-
dengan cara latihan nafas kadang
dalam O: Pasien tampak lebih nyaman dan
terlihat tidak memegangi perut bagian
perut yang nyeri
TD : 120/80 mmhg
RR : 20 x / menit
A: masalah nyeri akut teratasi sebagian
P: Lanjutkan intervensi kolaborasi
dengan dokter dalam pemberian

20
analgesic
2. Resiko infeksi 14 April 2018 S : pasien mengatakan nyerinya
Jam: berkurang dan tidak gatal.
b.d tempat O : disekitar area luka terlihat kemerahan
masuknya - 09.00 wib 1. Memonitor Ada tanda tanda tetapi tidak timbul push
infeksi A : masalah teratasi
organism
2. Memproteksi dengan cara P : pertahankan intervensi
sekunder - 11.00 wib lingkungan sekitar harus
akibat bersih, luka tidak boleh kena
air selama jahitan tidak
pembedahan diangkat
- 13.00 wib
3. Melakukan perawatan luka

3. Defisit 15 April 2018 S : pasien mengatakan mampu


1. memonitor kemampuan memenuhi kebutuhan sehari hari secara
perawatan diri Jam: aktifitas klien seperti makan, mandiri meskipun kadang masih
b.d kelemahan - 08. 30 wib mandi, dan eliminasi memerlukan bantuan orang lain.
2. membantu klien dalam O : pasien mempu makan sendiri tanpa
atau nyeri post melakukan aktifitasnya secara bantuan orang lain.
operasi - 10.00 wib mandiri. A : masalah teratasi sebagian
3. melakukan mobilisasi secara P : lanjutkan intervensi
- 12.00 wib bertahap dimulai dalam
aktifitas ringan seperti ganti
baju dan ROM
- 14.00 wib 4. memotivasi klien untuk
melakukan aktivitas secara
mandiri.

21
DAFTAR PUSTAKA
Engram, B. (1995). Rencana Asuhan Keperawatan Medikal Bedah, ed. 3. Jakarta :
EGC
Doengoes E. M (2000). Rencana Asuhan Keperawatan, Jakarta ; EGC
Price, S.A (1995). Patofisiologi, Jakarta ; EGC
Wim De Jong (1999). Buku Ajar Ilmu Bedah, Jakarta : EGC

22