Anda di halaman 1dari 15

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

Satuan Pendidikan : SMA Negeri 1 Toboali


Program : IPA
Mata Pelajaran : Kimia
Kelas/semester : XI / Genap
Materi pokok : Hidrolisis Garam
Alokasi Waktu : 3 mgg x 4 JP

I. Kompetensi Inti
KI 1 : Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya
KI 2 : Menghayati dan mengamalkan perilaku jujur, disiplin, tanggungjawab,
peduli (gotong royong, kerjasama, toleran, damai), santun, responsif
dan pro-aktif dan menunjukkan sikap sebagai bagian dari solusi atas
berbagai permasalahan dalam berinteraksi secara efektif dengan
lingkungan sosial dan alam serta dalam menempatkan diri sebagai
cerminan bangsa dalam pergaulan dunia.
KI 3 : Memahami ,menerapkan, menganalisis pengetahuan faktual,
konseptual, prosedural berdasarkan rasa ingintahunya tentang ilmu
pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan wawasan
kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait
penyebab fenomena dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan
prosedural pada bidang kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan
minatnya untuk memecahkan masalah.
KI 4 : Mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah
abstrak terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di
sekolah secara mandiri, dan mampu menggunakan metoda sesuai
kaidah keilmuan.

II. Kompetensi Dasar


1.1. Menyadari adanya keteraturan dari sifat hidrokarbon, termokimia, laju
reaksi, kesetimbangan kimia, larutan dan koloid sebagai wujud
kebesaranTuhan YME dan pengetahuan tentang adanya keteraturan
tersebut sebagai hasil pemikiran kreatif manusia yang kebenarannya
bersifat tentatif.
1.2. Mensyukuri kekayaan alam Indonesia berupa minyak bumi, batubara dan
gas alam serta berbagai bahan tambang lainnya sebagai anugrah Tuhan
YME dan dapat dipergunakan untuk kemakmuran rakyat Indonesia.
2.1 Menunjukkan perilaku ilmiah (memiliki rasa ingin tahu, disiplin, jujur,
objektif, terbuka, mampu membedakan fakta dan opini, ulet, teliti,
bertanggung jawab, kritis, kreatif, inovatif, demokratis, komunikatif )
dalam merancang dan melakukan percobaan serta berdiskusi yang
diwujudkan dalam sikap sehari-hari.
2.2 Menunjukkan perilaku kerjasama,santun, toleran, cinta damai dan peduli
lingkungan serta hemat dalam memanfaatkan sumber daya alam.
2.3 Menunjukkan perilaku responsif, dan proaktif serta bijaksana sebagai
wujud kemampuan memecahkan masalah dan membuat keputusan.
3.12 Menganalisis garam-garam yang mengalami hidrolisis.
4.12 Merancang, melakukan, dan menyimpulkan serta menyajikan hasil
percobaan untuk menentukan jenis garam yang mengalami hidrolisis.

III. Indikator
1 Menuliskan reaksi hidrolisis garam dan memprediksi sifatnya.
2 Membuat grafik hubungan perubahan harga pH pada titrasi asam basa.
3 Menentukan tetapan hidrolisis (Kh).
4 Menghitung pH larutan garam yang terhidrolisis melalui perhitungan.
5 Merancang percobaan identifikasi pH garam.
6 Melakukan percobaan identifikasi pH garam.
7 Mengamati dan mencatat hasil titrasi (asam kuat-basa lemah atau basa kuat-
asam lemah).
8 Menganalisis sifat garam berdasarkan perubahan warna indikator lakmus atau
indikator universal.

IV. Tujuan Pembelajaran


Setelah mempelajari materi ini , peserta didik diharapkan mampu:
1 Menuliskan reaksi hidrolisis garam dan memprediksi sifatnya.
2 Membuat grafik hubungan perubahan harga pH pada titrasi asam basa.
3 Menentukan tetapan hidrolisis (Kh).
4 Menghitung pH larutan garam yang terhidrolisis melalui perhitungan.
5 Merancang percobaan identifikasi pH garam.
6 Melakukan percobaan identifikasi pH garam.
7 Mengamati dan mencatat hasil titrasi (asam kuat-basa lemah atau basa kuat-
asam lemah).
8 Menganalisis sifat garam berdasarkan perubahan warna indikator lakmus
atau indikator universal.
V. Materi Ajar
Hidrolisis Garam

A. PENGERTIAN HIDROLISIS GARAM


Hidrolisis garam adalah “terurainya garam dalam air yang menghasilkan
asam dan atau basa.”
Bagaimanakah Hidrolisis dapat terjadi?
Hidrolisis garam hanya terjadi jika salah satu atau kedua komponen penyusun
garam tersebut berupa asam lemah dan atau basa lemah.Jika komponen garam
tersebut berupa asam kuat dan basa kuat, maka komponen ion dari asam kuat atau
pun basa kuat tersebut Tidak akan terhidrolisis.Berdasarkan penjelasan tadi, maka
kation dan anion yang dapat mengalami reaksi hidrolisis adalah kation dan anion
garam yang termasuk elektrolit lemah.Sedangkan kation dan anion garam yang
termasuk elektrolit kuat tidak terhidrolisis.
Reaksi garam dengan air, dimana komponen garam (kation atau anion)
yang berasal dari asam lemah atau basa lemah bereaksi dengan air membentuk
ion H3O+(=H+) atau ion OH-.
Jika hidrolisis menghasilkan H3O+ maka larutan bersifat asam, tetapi jika
hidrolisis menghasilkan ion OH- maka larutan bersifat basa.

B. SIFAT ASAM-BASA LARUTAN


Pencampuran larutan asam dengan larutan basa akan menghasilkan garam
dan air. Reaksi asam dengan basa membentuk garam di sebut reaksi penetralan.
Namun demikian, garam dapat bersifat asam, basa maupun netral. Sifat garam
bergantung pada jenis komponen asam dan basanya. Garam dapat terbentuk dari
asam kuat dengan basa kuat, asam lemah dengan basa kuat, asam kuat dengan basa
lemah, atau asam lemah dengan basa lemah. Jadi, sifat asam basa suatu garam dapat
ditentukan dari kekuatan asam dan basa penyusunnya. Sifat keasaman atau kebasaan
garam ini disebabkan oleh sebagian garam yang larut bereaksi dengan air. Proses
larutnya sebagian garam bereaksi dengan air ini disebut hidrolisis (hidro yang berarti
air dan lisis yang berarti peruraian).
Tabel 1.Beberapa contoh larutan asam kuat
Tabel 2. Larutan basa kuat

C. JENIS-JENIS GARAM YANG DAPAT TERHIDROLISIS


Garam terdiri dari empat jenis, yang terbagi berdasarkan komponen asam
basa pembentuknya

1. Garam dari Asam Kuat dengan Basa Kuat


Asam kuat dan basa kuat bereaksi membentuk
garam dan air. Kation dan anion garam berasal dari
elektrolit kuat yang tidak terhidrolisis, sehingga
larutan ini bersifat netral, pH larutan ini sama dengan 7.

Contoh : Garam NaCl


Di dalam air, NaCl terion sempurna membentuk ion Na+ dan Cl-
NaCl(aq) Na+(aq) + Cl-(aq)
Ion Na+ berasal dari asam kuat dan ion Cl- berasal dari basa kuat sehingga keduanya
tidak bereaksi dengan air.
Na+(aq) + H2O(l) (tidak ada reaksi)
Cl-(aq) + H2O(l) (tidak ada reaksi)
Oleh karena itu, larutan tetap bersifat netral (pH=7).

2. Garam dari Asam Kuat dengan Basa Lemah


Garam yang terbentuk dari asam kuat dengan basa lemah mengalami
hidrolisis sebagian (parsial) dalam air. Garam ini mengandung kation asam yang
mengalami hidrolisis. Larutan garam ini bersifat asam, pH <7.
Contoh
Menghitung pH larutan garam yang bersifat Asam
Contoh larutan garam yang bersifat asam adalah NH4Cl, NH4Br, Al2(SO4)3.
Perhatikan reaksi hidrolisis berikut ini!
NH4+(aq) +H2O(l) NH4OH(aq) + H+(aq)
Reaksi hidrolisis merupakan reaksi kesetimbangan. Meskipun hanya sedikit dari
garam yang mengalami reaksi hidrolisis, tapi cukup untuk mengubah pH larutan.
Tetapan kesetimbangan dari reaksi hidrolisis disebut tetapan hidrolisis dan
dilambangkan dengan Kh.
Kh= [NH4OH][H+] /[NH4+]
H2O diabaikan karena H2O adalah konstan. NH4OH selalu sama dengan [ H+]
sehingga

Kh = KW/Kb
Maka Untuk hidrolisis garam yang bersifat asam berlaku hubungan:
3. Garam dari Asam Lemah dengan Basa Kuat
Garam yang terbentuk dari asam lemah dengan basa kuat mengalami
hidrolisis parsial dalam air. Garam ini mengandung anion basa yang mengalami
hidrolisis. Larutan garam ini bersifat basa (pH > 7).
Garam ini terionisasi dalam air menghasilkan ion-ion. Kation berasal dari basa kuat
dan Anion berasal dari asam lemah. Contoh: CH3COONa, NaF, CH3COOK,
HCOOK
Contoh : garam CH3COOBa
Menghitung pH larutan garam yang bersifat Basa
Perhatikan reaksi hidrolisis CH3COO- dari garam CH3COOBa berikut!
CH3COO- + H2O CH3COOH + OH-
Konstanta kesetimbangan reaksi hidrolisis disebut konstanta hidrolisis yang
dinotasikan dengan Kh

Oleh karena [CH3COOH] selalu sama dengan [OH-], maka

[OH-]2 = Kh x CH3COO-
CH3COO-= Cg

Selanjutnya, harga tetapan hidrolisis Kh dapat dikaitkan dengan tetapan ionisasi


asam lemah Ka dan tetapan kesetimbangan air Kw

4. Garam dari Asam Lemah dengan Basa Lemah


Asam lemah dengan basa lemah dapat membentuk garam yang terhidrolisis
total (sempurna) dalam air. Baik kation maupun anion dapat terhidrolisis dalam air.
Larutan garam ini dapat bersifat asam, basa, maupun netral. Hal ini bergantung dari
perbandingan kekuatan kation terhadap anion dalam reaksi dengan air.
Contoh
Suatu asam lemah HCN dicampur dengan basa lemah, NH 3 akan terbentuk garam
NH 4 CN. HCN terionisasi sebagian dalam air membentuk H + dan CN - sedangkan
NH 3 dalam air terionisasi sebagian membentuk NH4+ dan OH-. Anion basa CN - dan
kation asam NH 4+ dapat terhidrolisis di dalam air.
NH 4 CN (aq) → NH 4+(aq) + CN -(aq)
NH 4+(aq) + H 2 O → NH 3(aq) + H 3 O (aq)+
CN -(aq) + H 2 O (e)→ HCN (aq) + OH -(aq)
Sifat larutan bergantung pada kekuatan relatif asam dan basa penyusunnya (Ka dan
Kb)
- Jika Ka < Kb (asam lebih lemah dari pada basa) maka anion akan terhidrolisis lebih
banyak dan larutan bersifat basa.
- jika Ka > Kb (asam lebih kuat dari pada basa) maka kation akan terhidrolisis lebih
banyak dalam larutan bersifat asam.
- Jika Ka = Kb (asam sama lemahnya dengan basa) maka larutan bersifat netral.

VI. Metode Pembelajaran


Pendekatan : Inquiri

Metode pembelajaran : Tanya jawab, Diskusi, dan Penugasan

VII. Sumber Belajar/ Bahan Ajar/Alat


1. Sumber belajar
Buku teks KIMIA untuk SMA/MA KELAS XI
2. Bahan ajar
Bahan presentasi, lembar kerja praktikum
3. Alat
a. Komputer/LCD, VCD/CD player
b. Peralatan praktikum.
VIII. Kegiatan Pembelajaran
Pertemuan ke-1

Rincian Kegiatan waktu

PENDAHULUAN 10 menit

 Peserta didik menjawab sapaan guru, berdoa, dan


mengondisikan diri siap belajar.
 Peserta didik dan guru bertanya jawab berkaitan hidrolisis
garam, misal: Bagaimana sifat larutan garam NaCl?
Apakah soda kue, NaHCO3 juga termasuk senyawa
garam? Bagaimana sifat larutan NaHCO3?
 Peserta didik menyimak tujuan pembelajaran dan
penjelasan tentang manfaat menguasai materi
pembelajaran.
 Peserta didik menyimak cakupan materi pembelajaran
yang disampaikan dengan baik.
KEGIATAN INTI 70 menit
Mengamati (Observing)
 Mencari informasi dari berbagai sumber tentang hidrolisis
garam
Menanya (Questioning)
 Mengajukan pertanyaan yang berkaitan dengan hasil
observasi, bagaimana sifat garam yang berasal dari: asam
kuat dan basa kuat, asam kuat dan basa lemah, asam lemah
dan basa kuat, dan asam lemah dan basa lemah?mengapa
garam dapat bersifat asam, basa atau netral?

Mengumpulkan data (Eksperimenting)


 Merancang percobaan dan mempresentasikan hasil
rancangan identifikasi pH garam.

Mengasosiasi (Associating)
 Menyimpulkan sifat garam yang terhidrolisis
 Menyamakan persepsi hasil rancangan identifikasi pH
garam.

Mengkomunikasikan (Communicating)
 Membuat rancangan percobaan identifikasi garam dan
mempresentasikannya dengan menggunakan tata bahasa
yang benar
PENUTUP 15 menit

 Peserta didik menyimpulkan materi yang telah dipelajari


 Peserta didik merefleksi penguasaan materi yang telah
dipelajari dengan membuat catatan penguasaan materi.
 Peserta didik melakukan evaluasi pembelajaran.
 Peserta didik saling memberikan umpan balik hasil evaluasi
pembelajaran yang telah dicapai.
 Peserta didik menyepakati tugas portofolio yang harus
dilakukan berkaitan dengan menyusun laporan hasil
observasi dengan topik yang berbeda tetapi masih berkaitan
dengan alam semesta

Pertemuan ke-2

Rincian Kegiatan waktu

PENDAHULUAN 10 menit
 Peserta didik menjawab sapaan guru, berdoa, dan
mengondisikan diri siap belajar.
 Peserta didik dan guru bertanya jawab berkaitan hidrolisis
garam.
 Peserta didik menyimak tujuan pembelajaran dan penjelasan
tentang manfaat menguasai materi pembelajaran.
 Peserta didik menyimak cakupan materi pembelajaran yang
disampaikan dengan baik.
KEGIATAN INTI 70 menit
Mengamati (Observing)
 Melakukan identifikasi pH garam dengan menggunakan
kertas lakmus atau indikator universal atau pH meter

Menanya (Questioning)

 Mengajukan pertanyaan yang berkaitan dengan identifikasi


pH garam, bagaimana perubahan warna kertas lakmus
setelah ditetesi dengan larutan garam yang berasal dari asam
kuat dan basa kuat,asam kuat dan basa lemah, asam lemah
dan basa kuat,asam lemah dan basa lemah? Berapa pH yang
terbaca pada indikator universal atau pH meter setelah
dicelupkan dalam larutan garam yang berasal dari asam kuat
dan basa kuat,asam kuat dan basa lemah, asam lemah dan
basa kuat,asam lemah dan basa lemah?Pada pH berapa titik
ekuivalen titrasi asam kuat dan basa kuat,asam kuat dan
basa lemah, asam lemah dan basa kuat,asam lemah dan basa
lemah?

Mengumpulkan data (Eksperimenting)


 Melakukan percobaan identifikasi garam.
 Mengamati dan mencatat hasil titrasi

Mengasosiasi (Associating)
 Mengolah dan menganalisis data hasil pengamatan
 Menyimpulkan sifat garam yang terhidrolisis

Mengkomunikasikan (Communicating)
 Membuat laporan percobaan identifikasi garam dan
mempresentasikannya dengan menggunakan tata bahasa
yang benar
PENUTUP 10 menit
 Peserta didik menyimpulkan materi yang telah dipelajari
 Peserta didik merefleksi penguasaan materi yang telah
dipelajari dengan membuat catatan penguasaan materi.
 Peserta didik melakukan evaluasi pembelajaran.
 Peserta didik saling memberikan umpan balik hasil evaluasi
pembelajaran yang telah dicapai.
 Peserta didik menyepakati tugas portofolio yang harus
dilakukan berkaitan dengan menyusunlaporan hasil
observasidengan topik yang berbeda tetapi masih berkaitan
dengan alam semesta
Pertemuan ke-3

Rincian Kegiatan Waktu

PENDAHULUAN 10 menit
 Peserta didik menjawab sapaan guru, berdoa, dan
mengondisikan diri siap belajar.
 Peserta didik dan guru bertanya jawab berkaitan dengan
hidrolisis garam.
 Peserta didik menyimak tujuan pembelajaran dan
penjelasan tentang manfaat menguasai materi
pembelajaran.
 Peserta didik menyimak cakupan materi pembelajaran yang
disampaikan dengan baik.
KEGIATAN INTI 70 menit
Mengamati (Observing)
 Mencari informasi dari berbagai sumber tentang pH
hidrolisis garam

Menanya (Questioning)
 Mengajukan pertanyaan yang berkaitan dengan pH hidrolisis
garam, bagaimana cara menghitung pH garam yang berasal
dari asam kuat dan basa kuat, asam kuat dan basa lemah,
asam lemah dan basa kuat, asam lemah dan basa lemah?

Mengumpulkan data (Eksperimenting)


 Menyelesaikan soal-soal hitungan pH hidrolisis garam
melalui diskusi kelompok.

Mengasosiasi (Associating)
 Menganalisis rumus kimia garam-garam dan memprediksi
sifatnya
 Menentukan grafik hubungan perubahan harga pH pada
titrasi asam basa untuk menjelaskan sifat garam yang
terhidrolisis
 Menentukan tetapan hidrolisis (Kh) dan pH larutan garam
yang terhidrolisis melalui perhitungan

Mengkomunikasikan (Communicating)
 Membuat resume diskusi kelompok dan
mempresentasikannya dengan menggunakan tata bahasa
yang benar
PENUTUP 10 menit
 Peserta didik menyimpulkan materi yang telah dipelajari
 Peserta didik merefleksi penguasaan materi yang telah
dipelajari dengan membuat catatan penguasaan materi.
 Peserta didik melakukan evaluasi pembelajaran.
 Peserta didik saling memberikan umpan balik hasil evaluasi
pembelajaran yang telah dicapai.
 Peserta didik menyepakati tugas portofolio yang harus
dilakukan berkaitan dengan menyusunlaporan hasil
observasidengan topik yang berbeda tetapi masih berkaitan
dengan alam semesta

IX. Penilaian
1. Mekanisme dan prosedur
Penilaian dilakukan dari proses dan hasil. Penilaian proses dilakukan melalui
keaktifan (aktif berdiskusi, mengkomunikasikan dan bertanya). Sedangkan
penilaian hasil dilakukan melalui tes tertulis.
2. Contoh Instrumen (Terlampir)
Catatan:
…………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………

Toboali, 2017

Mengetahui
Kepala SMA Negeri 1 Toboali Guru mata pelajaran

Aspandi, S.Pd Melva Hilderia Sibarani


NIP : 19710912 199802 1002 NIM : 06101381520043
X. Lampiran
1. Tugas :
 Membuat laporan tentang identifikasi pH garam.
 Eksperimen identifikasi pH garam.
2. Observasi
Format Pengamatan Sikap dan Keterampilan Sosial

Aspek Yang Dinilai


N Nama Keh Nilai
adiran Keterampilan Sikap Akhir
o Siswa
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18

Kehadiran Keterampilan Sikap


1. Kehadiran 2. Kerjasama 7. Jujur
3. Menyampaikan pendapat 8. Tanggung jawab
4. Mendengarkan pendapat 9. Rasa ingin tahu
5. Menanggapi pendapat orang lain 10. Kesungguhan saat belajar
6. Keuletan 11. Aktivitas saat belajar
12. Santun terhadap guru
13. Penampilan dalam proses belajar
14. Ketepatan mengumpulkan tugas
15. Sopan santun dalam perilaku
16. Menghargai pendapat teman
17. Peduli lingkungan
18. Berpikir positif

Kritreria penilaian adalah sebagai berikut :

70 < = Kurang (K)

70 – 80 = Cukup (C )

81 – 90 = Baik (B)

91 – 100 = Amat baik (A)


3. Portofolio
Laporan pengamatan
4. Tes tertulis uraian:
Menganalisis sifat garam yang mengalami hidrolisis dan menghitung harga
pH larutan garam.
Soal evaluasi
1. Tuliskan reaksi hidrolisis dari senyawa garam berikut: NaClO,( NH4)2
SO4, Ca(ClO)2, BaCl2, CH3COONH4
2. Lakukan analisis sifat senyawa garam berikut berdasarkan rumus kimia
garam: NaClO,( NH4)2 SO4, Ca(ClO)2, BaCl2, CH3COONH4 (bersifat
asam, basa, netral, terhidrolisis sebagian, total atau tidak terhidrolisis).
3. Buatlah contoh grafik hubungan perubahan harga pH pada titrasi asam
lemah- basa kuat.
4. Terdapat larutan garam amonium nitrat (NH4NO3) 0,01M, hitunglah
tetapan hidrolisisnya (Kh) jika Kb NH3 = 1,8 x 10 -5 mol/L
5. Berdasarkan soal no.4, hitunglah harga pH larutan NH4NO3 0,01M?

Kunci jawaban dan skor penilaian


No jawaban Skor penilaian
soal

1 a. NaClO  Na + + ClO- 1 jawaban benar


ClO- + H2O HClO + OH- skor 2
b. ( NH4)2 SO4  2NH4 + + SO4 -2
Jumlah skor
NH4 + + H2O NH4OH + H +
maksimal 10
c. Ca(ClO)2  Ca 2+ + 2ClO –
ClO – + H2O HClO + OH-
d. BaCl2  Ba 2+ + 2Cl –
Ba 2+ dan Cl – tidak bereaksi dengan air.
e. CH3COONH4  CH3COO - + NH4 +
CH3COO - + H2O CH3COOH + OH-
NH4 + + H2O NH4OH + H +

2 a. NaClO : Na + ( basa kuat), ClO- (asam lemah) 1 jawaban benar


Bersifat basa, hidrolisis sebagian. skor 4
b. ( NH4)2 SO4 : NH4 + (basa lemah), SO4 -2 (asam
Jumlah skor
kuat)
Bersifat asam, hidrolisis sebagian. maksimal 20
c. Ca(ClO)2 : Ca 2+ (basa kuat), ClO – (asam lemah)
Bersifat basa, hidrolisis sebagian.
d. BaCl2 : Ba 2+ (basa kuat), Cl – (asam kuat)
Bersifat netral, tidak bereaksi dengan air/non
hidrolisis.
e. CH3COONH4 : CH3COO – (asam lemah), NH4
+
(basa lemah).
Bersifat asam/basa tergantung pada harga Ka dan
Kb.
Hidrolisis total.

3 Kurva titrasi basa kuat-asam lemah (NaOH 0,1M 1 langkah


dan CH3COOH 0,1M) jawaban benar
skor 5. jumlah
skor maksimal 5

4 Kh = 10-14 / 1,8.10-5 =5,56. 10-10 1 jawaban benar


skor 5, jumlah
skor maksimal 5

5 [H+] = √ Kh [garam] 1jawaban benar


skor 5, jumlah
[H+] =√5,56.10-10 . 10-2 = 2,35. 10-6
skor maksimal 10
-6
pH= -log 2,3. 10 = 6-log 2,3.

Jumah skor maksimal 50

5. Tindak Lanjut
1) Siswa yng nilainya kurang dari KKM diremidi
2) Siswa yang nilainya lebih dari KKM diberi pengayaan