Anda di halaman 1dari 17

MAKALAH BEVEL PROTACTOR

Dikerjakan oleh:
Nama : Adhitya Budi Iskandar

NPM/Prodi: 15-21-201-184/Teknik Mesin

MAHASISWA TEKNIK MESIN


UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH TANGERANG
KATA PENGANTAR

Puji sukur saya panjatkan kehadirat Allah SWT, karena atas


karunia-Nya kami dapat menyelesaikan Makalah ini. Tugas ALAT UKUR
ini di menyajikan materi tentang “ BEVEL PROTRACTOR “ yang telah
selesai saya kerjakan.

Saya tidak lupa mengucapkan terima kasih kepada orang-orang


yang ikut membantu menyelesaikan makalah saya ini. Dan juga saya
mohon ma’af sebesar-besarnya karena sebaik-baiknya saya
mengerjakan makalah ini pasti ada kesalahan tapi saya sudah berusaha
semaksimal mungkin.
Mudah-mudahan makalah ini dapat bermanfa’at bagi orang yang
membaca khususnya saya yang membuatnya. Amin

i
DAFTAR ISI
BAB I PENDAHULUAN ........................................................................................ 1
1.1 Latar belakang ....................................................................................... 1
1.2 Ruang lingkup penelitian ...................................................................... 1
1.3 Tujuan penelitian ................................................................................... 1
BAB II ISI.......................................................................................................... 2
1.1 Pengenalan Alat .................................................................................... 2
1.2 Bagian-bagian Busur Bilah ................................................................... 6
1.3 Kapasitas ukur dan ketelitian ............................................................. 11
1.4 Cara Pembacaan Alat Ukur Busur Bilah (Bevel Protractor) ........... 11
BAB III KESIMPULAN ........................................................................................ 13
DAFTAR PUSTAKA ............................................................................................ 14

ii
BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar belakang

Dalam ilmu teknik ,alat ukur sangat erat kaitannya dengan


semua kegiatan dalam permesisnan. Semua benda kerja harus
diukur sesuai dengan ketentuan yang berlaku serta alat ukur
yang tepat. Maka dari itu perlu pemaham jelas tentang sebuah
alat ukur serta penggunaanya dalam permesinan , dalam hal ini
adalah berkaitan tentang ‘’Pengukuran Sudut’’ serta alat ukur
yang digunakan yaitu bevel protactor. Dalam makalah ini akan
dijelaskan tentang apa itu bevel protactor serta cara
penggunaan yang benar dalam pengukuran di permesinan.

1.2 Ruang lingkup penelitian

Penelitian ini akan mencakup tentang pengenalan alat ,ruang


lingkup penggunaan alat,dan cara/proses pengukuran dengan
bevel protactor.

1.3 Tujuan penelitian


- Mahasiswa memiliki pemahaman mendasar mengenai
alat ukur ‘’Bevel Protactor’’.
- Mahasiswa dapat menggunakan dan menerapkan
penggunaan Bevel Protactor dalam kehidupan dan
pekerjaan.

1
BAB II
ISI
1.1 Pengenalan Alat

Protractor (busur derajat) adalah sebuah alat yang bisa


digunakan untuk mengukur dan membentuk sudut. Protractor
sederhana biasanya berupa cakram separuh dan alat ini sudah
digunakan sejak ribuan tahun yang lalu dalam ilmu geometri.
Bevel protractor adalah pengembangan dari protractor dengan
sebuah atau dua buah lengan yang bisa berputar. Bevel
protactor banyak dipakai pada gambar arsitektur dan mesin,
sebelum perangkat lunak CAD banyak digunakan. Bentuk lain
dari bevel protrator adalah bevel protractor mekanis yang
banyak dipakai dalam proses permesinan maupun
pembuatan mold.
Alat ukur ini digunakan untuk mengukur besaran-besaran sudut
pada benda kerja dan untuk membantu pekerjaan melukis dan
menandai. Protactor dibuat dengan beberapa bentuk,sesuai
dengan jenis kegunaanya dan tingkat ketelitiannya. Batas ukur
dari protactor adalah dari 0 derajat sampai 180 derajat.

2
Untuk pengukuran besaran sudut dengan teliti,
artinya pengukuran besaran sudut kurang dari satu derajat (1
derajat) digunakan vernier bevel protractor. Alat ini
mempunyai ketelitian sebesar 5 menit. Jadi dengan
menggunakan vernier bevel protractor kita dapat melakukan
pengukuran mulai dari ukuran sudut 5 menit sampai 180
derajat

Lingkaran dapat dibagi menjadi 360 sudut yang sama. Setiap


sudut disebut derajat. Jadi lingkaran 360 derajat (360°). Untuk
perhitungan suatu derajat dibagi menjadi 60 bagian yang
disebut menit dan satu menit dibagi menjadi 60 bagian yang
disebut detik.

Bevel protractor digunakan untuk membangun dan menguji


sudut untuk toleransi sangat dekat. Bunyinya sampai 5 menit
atau 1/20° dan bisa digunakan sepenuhnya melalui 360°.

3
Bila tepi balok dan balok sejajar, garis kecil pada pelat putar
bertepatan dengan garis nol pada tombol yang lulus, dan bila
ada pengukuran sudut antara balok dan sudut 90 derajat atau
di bawah yang diinginkan, Pembacaan dapat diperoleh
langsung dari posisi garis pada pelat putar yang berkaitan
dengan nomor kelulusan pada piringan angka.

Tapi ingat ini: Untuk mendapatkan pengukuran sudut antara


balok dan sudut lebih dari 90 derajat kurangi jumlah derajat
seperti yang ditunjukkan pada piringan angka dari 180 derajat.
Ini karena, panggulnya lulus dari angka nol yang berlawanan
sampai 90 derajat masing-masing.

4
Di bawah ini adalah cara menggunakan bevel protractor:

5
1.2 Bagian-bagian Busur Bilah

Bagian – bagian utama pada busur bilah adalah sebagai


berikut :

 Badan atau piringan dasar

Berupa lingkarang penuh dengan diameter sekitar 55 mm.


Permukaan bawah piringan dasar ini rata, sehingga busur bilah
dapat diletakan pada meja rata dengan baik tak bergoyang.
Pada tepi permukaan atas terdapat skala dengan pembagian
dalam derajat dan diberi nomor dari 00 – 900 – 00 – 900 (skala
kiri dan kanan),

6
 Pelat dasar

Menyatu dengan piringan dasar. Panjang, lebar dan tebal pelat


dasar sekitar 90 x 15 x 7 mm. Sisi kerja pelat dasar dibuat rata
dan lurus, dengan toleransi kerataan 0.01 mm untuk sepanjang
sisi kerja.

 Piringan indeks

7
Mempunyai titik pusat putaran berimpit dengan pusat piringan
dasar. Pada piringan ini tercantum garis indeks dan skala
nonius sudut (skala nonius kiri dan kanan), biasanya dengan
kecermatan sampai 5 menit. Kadang dilengkapi dengan
pemutar halus atau cermat.

 Bilah utama

Dapat diatur kedudukannya dengan kunci yang terletak pada


piringan indeks. Panjang, lebar dan tebal dari bilah utama,
sekitar 150/300 x 13 x 2 mm, dan kedua ujungnya dibuat
menyudut masing – masing sebesar 450 dan 600. Kedua tepi
dibuat lurus dengan toleransi kerataan sebesar 0.02 sampai
0.03 mm untuk seluruh panjangnya

8
Bagian-bagian tambahan:
 Tombol penyesuaian halus

Tombol penyesuaian halus (yang tersedia pada beberapa


model) dirancang untuk memungkinkan pengguna
memindahkan mata pisau dengan tingkat akurasi yang
lebih tinggi, terutama saat mencoba membuat
keselarasan akhir dengan objek yang akan diukur.

 Kaca pembesar

9
Beberapa bevel protractor dilengkapi dengan kaca
pembesar yang terpasang, yang membantu saat
membaca sudut lebih jelas.

 Acute angle attachment

Acute angle attachment terkadang digunakan untuk


mengukur sudut yang sangat kecil. Apa yang memenuhi
syarat sebagai "sudut kecil" dapat bervariasi tergantung
pada model yang Anda gunakan.

10
1.3 Kapasitas ukur dan ketelitian

Alat ukur merupakan pegembangan dari busur


derajat(protactor) dengan dua bilah lengan (blade) yang dapat
berputar. Alat ini serring digunakan pada pekerjaan manufaktur,
khususnya untuk mengukur sudut dengan ketelitaian hingga 5
menit.
1 divisi skala utama =1
1 divisi skala nonius = 5’ menit =5’ (menit)
Karena ruang, baik pada skala utama dan skala vernier, diberi
nomor keduanya ke kanan dan ke kiri dari nol, setiap sudut
dapat diukur. Pembacaan dapat diambil baik ke kanan atau ke
kiri, sesuai dengan arah di mana nol pada skala utama
dipindahkan.

1.4 Cara Pembacaan Alat Ukur Busur Bilah (Bevel


Protractor)

Prinsip pembacaannya sebetulnya tidak jauh berbeda


dengan prinsip pembacaan mistar ingsut, hanya skala utama
satuannya dalam derajat sedangkan skala nonius dalam menit.
Yang harus diperhatikan adalah pembacaan skala nonius
harus searah dengan arah pembacaan skala utama. Jadi,
harus dilihat ke mana arah bergesernya garis skala nol dari
nonius terhadap garis skala utama.
Skala vernier busur bevel menunjukkan setiap lima menit atau
1/20 derajat. Setiap ruang pada skala vernier berjarak 5 menit
kurang dari dua spasi pada skala utama. Dua puluh empat
ruang pada skala vernier sama dengan panjang ekstrim dua
puluh tiga derajat ganda. Dengan demikian, perbedaan antara
ruang yang ditempati oleh dua derajat pada skala utama dan
ruang skala vernier sama dengan 1/24 dari dua derajat atau
1/12 dari satu derajat(atau lima menit).
11
Baca secara langsung dari skala utama jumlah keseluruhan
derajat antara 0 pada skala ini dan skala 0 dari vernier.
Kemudian hitung, dengan arah yang sama, jumlah spasi dari
nol pada skala vernier ke garis yang bertepatan dengan garis
pada skala utama; Kalikan nomor ini dengan 5 dan hasilnya
akan menjadi jumlah menit yang akan ditambahkan ke
keseluruhan jumlah derajat

Sebagai contoh: Zero pada skala vernier telah bergerak 28


derajat ke kanan 0 pada skala utama dan garis ke 3 pada skala
vernier bertepatan dengan garis pada skala utama seperti yang
ditunjukkan. Mengalikan 3 dengan 5, menghasilkan 15, adalah
jumlah menit yang akan ditambahkan ke jumlah derajat
keseluruhan, yang mengindikasikan setting 28 derajat dan 15
menit.

12
BAB III
KESIMPULAN

Dari bab yang sudah kita pelajari dapat disimpulkan bahwa vernier
bevel protractor merupakan alat ukur sudut yang mempunyai presisi
dan daya ukur lebih baik dari pada pendahulunya yaitu
protractor(mistar sudut). Maka dari itu penggunaan bevel protractor
akan lebih sering kita jumpai aplikasinya dalam pengukuran teknik.

Adapun bagian-bagian dari sebuah vernier bevel protractor antara


lain:

 Badan atau piringan dasar


 Pelat dasar
 Piringan indeks
 Bilah utama
 Tombol penyesuaian halus(fine adjustment knob)
 Kaca pembesar
 Accute angle attachment

13
DAFTAR PUSTAKA

- www.google.com
- http://www.craftsmanspace.com/knowledge/vernier-bevel-
protractor.html
- https://id.wikipedia.org/wiki/Protractor

14