Anda di halaman 1dari 37

LAPORAN PRAKTIKUM METROLOGI INDUSTRI

PENGGUNAAN DAN KALIBRASI MIKROMETER

OLEH :

NAMA NIM KELOMPOK

: SUHENDRA : 1107114150 :2

LABORATORIUM PENGUKURAN PROGRAM STUDI S1 TEKNIK MESIN FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS RIAU DESEMBER,2012

KATA PENGANTAR Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, atas berkat dan rahmat-Nya penulis dapat menyelesaikan laporan praktikum ini dengan baik dan tepat waktu dengan judul PENGUKURAN MENGUNAKAN MIKROMETER. Laporan ini dibuat untuk melengkapi persyaratan yang telah ditentukan dalam praktikum Metrologi Industri dan bukti bahwa penulis telah melaksanakan praktikum.Dalam hal ini penulis juga mengucapkan banyak terima kasih kepada dosen pembimbing yang telah membina dan membimbing penulis pada saat praktikum serta kepada teman-teman yang telah mendukung dan member motivasi. Penulis menyadari bahwa laporan ini masih belum lengkap dan sempurna. Untuk itu penulis mengharapkan saran dan kritik yang bersifat membangun guna melengkapi laporan ini dikemudian hari,sehingga nantinya laporan ini biasa bermanfaat bagi pembaca dan pada penulisnya juga.terima kasih

Pekanbaru, Desember 2012

Penulis

DAFTAR ISI KATA PENGANTAR..............................................................................................i DAFTAR ISI............................................................................................................ii DAFTAR GAMBAR..............................................................................................iii DAFTAR TABEL...................................................................................................iv BAB I.......................................................................................................................1 PENDAHULUAN...................................................................................................1 1.1 Latar Belakang.............................................................................................1 Pengukuran sebenarnya merupakan proses perbandingan nilai besaran yang belum diketahui ddengan nilai standar yang sudah ditetapkan. ..........................1 Pengukuran dilakukan untuk mendapatkan nilai kuantitatif. Didalam kehidupan sehari-hari menusia selalu menggunakan pengukuraan, misalnya untuk mengukur panjang meja, pensil, atau jarak dari suatu tempat ketempat lain kita dapat menggunakan mistar atau meteran. Namun,bagaimana jika kita ingin mendesain sebuah benda yang kecil serta memerlukan tingkat ketelitian yang tinggi ? tentu saja kita tidak dapat menggunakan mistar atau meteran karena tingkat ketelitian dari alat ini kecill. Kekurangan ketelitian dapat membuat alat bekrja tidak optimal bahkan tidak bekerja sama sekali . misalnya jika kta perlu mengukur ukuran sebuah sekrup yang akan digunakan untuk merakit komponen sebuah mobil atau mengukur poros yang memerlukan toleransi suaian, jika poros yang dipakai tidak sesuai dengan ukuran pasanganya walaupun bedanya hanya 0.1 mm maka keduanya tidak dapat dirangkai dengan baik. Untk itu diperlukan sebuah alat ukur dengan ketelitian yang tinggi, salah satunya adalah micrometer ....................................................1 .............................................................................................................................1 1.2 Tujuan Praktikum..........................................................................................1 1.3 Manfaat..........................................................................................................2 1.4 Sistematika penulisan.....................................................................................2 BAB II......................................................................................................................3 TEORI DASAR.....................................................................................................3 2.1 Pengertian.......................................................................................................3 2.2 Jenis-Jenis Mikrometer..................................................................................4 2.3 Prinsip Kerja Mikrometer..............................................................................5 2.4 Kalibrasi Mikrometer Luar............................................................................7 2.5 Peosedur Penggunaan Mikrometer..............................................................13 BAB III .................................................................................................................14 ALAT DAN BAHAN............................................................................................14 3.1 Alat Alat...................................................................................................14 3.2 Benda Kerja..................................................................................................15 BAB IV..................................................................................................................16 PROSEDUR...........................................................................................................16 4.1 Prosedur Pengukuran..................................................................................16 BAB V....................................................................................................................17 PEMBAHASAN....................................................................................................17 5.1 perhitungan...................................................................................................17 ii

5.2 Analisis Data...............................................................................................27 BAB VI .................................................................................................................29 KESIMPULAN DAN SARAN..............................................................................29 6.1 Kesimpulan..................................................................................................29 6.2 Saran.............................................................................................................29 DAFTAR PUSTAKA............................................................................................30

DAFTAR GAMBAR

iii

DAFTAR TABEL

iv

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Pengukuran sebenarnya merupakan proses perbandingan nilai besaran yang belum diketahui ddengan nilai standar yang sudah ditetapkan. Pengukuran dilakukan untuk mendapatkan nilai kuantitatif. Didalam kehidupan sehari-hari menusia selalu menggunakan pengukuraan, misalnya untuk mengukur panjang meja, pensil, atau jarak dari suatu tempat ketempat lain kita dapat menggunakan mistar atau meteran. Namun,bagaimana jika kita ingin mendesain sebuah benda yang kecil serta memerlukan tingkat ketelitian yang tinggi ? tentu saja kita tidak dapat menggunakan mistar atau meteran karena tingkat ketelitian dari alat ini kecill. Kekurangan ketelitian dapat membuat alat bekrja tidak optimal bahkan tidak bekerja sama sekali . misalnya jika kta perlu mengukur ukuran sebuah sekrup yang akan digunakan untuk merakit komponen sebuah mobil atau mengukur poros yang memerlukan toleransi suaian, jika poros yang dipakai tidak sesuai dengan ukuran pasanganya walaupun bedanya hanya 0.1 mm maka keduanya tidak dapat dirangkai dengan baik. Untk itu diperlukan sebuah alat ukur dengan ketelitian yang tinggi, salah satunya adalah micrometer .

1.2 Tujuan Praktikum Tujuan praktikum pengukuran dengan alat ukur mikrometer adalah sebagai berikut : Dapat menggunakan alat ukur mikrometer untuk suatu proses pengukuran dengan prosedur yang benar. Dapat melakukan pengukuran dengan alat ukur mikrometer serta dapat melakukan pembacaan hasil pengukuran dengan benar. Dapat melakukan kalibrasi mikrometer luar dengan benar.

1.3 Manfaat Dengan melaksanakan praktikum ini diharapkan mahasiswa dapat lebih memahami tentang penggunaan micrometer tidak hanya teorinya saja melainkan juga secra praktiknya Mahasiswa dapat menganalisa serta mengambil kesimpulan dari hasil praktikum 1.4 Sistematika penulisan Adapun sistematika penulisan dari laporan praktikum antara lain : BAB I PENDAHULUAN Terdiri dari latar belakang , tujuan, manfaat dan sistematika penulisan. BAB II TEORI DASAR Teori dasar dari mesin bubut yang berisikan tentang pengertian mikrometer, jenis-jenis mikrometer, dan lain-lain BAB III ALAT DAN BAHAN Bab ini berisi tentang alat dan bahan yang digunakan pada waktu praktikum. BAB IV PROSEDUR KERJA Bab ini berisi tentang langkah-langkah kerja yang telah dilakukan pada saat praktikum. BAB V PEMBAHASAN Bab ini berisi tentang pembahasan data-data yang telah diperoleh setelah praktikum sehingga dilakukan perhitungan dan analisa kerja. BAB VI KESIMPULAN DAN SARAN Bab ini berisikan tentang kesimpulan yang tidak bisa disimpulkan oleh orang yang tidak praktikum,beserta saran dari penulis selaku peserta praktikum.

BAB II TEORI DASAR

2.1 Pengertian Mikrometer luar adalah alat ukur yang dapat mengukur dimensi luar dengan cara membaca jarak antara dua muka ukur sejajar yang berhadapan, yaitu sebuah muka ukur tetap yang terpasang pada satu sisi rangka berbentuk U, dan sebuah muka ukur lainnya yang terletak pada ujung spindle yang dapat bergerak tegak lurus terhadap muka ukur, dan dilengkapi dengan sleeve dan thimble yang mempunyai graduasi yang sesuai dengan pergerakan spindle.

Gambar 2. 1 Mikrometer Mikrometer dalam jenis tubular (mikrometer dalam dua-titik) adalah alat ukur yang dapat mengukur dimensi dalam dengan cara membaca jarak antara dua muka ukur sferis yang saling membelakangi, yaitu sebuah muka ukur tetap yang terpasang pada batang utama dan sebuah muka ukur lainnya yang terletak pada ujung spindle yang dapat bergerak searah dengan sumbunya, dan dilengkapi dengan sleeve dan thimble yang mempunyai graduasi yang sesuai dengan pergerakan spindle. Mikrometer adalah jenis alat ukur linier yang paling tinggi tingkat kecermatannya. Kecermatan berarti kemampuan alat ukur untuk menunjukkan angka terkecil dalam pengukuran, jika mistar ukur mempunyai kecermatan 1 mm, mikrometer0,1 mm maka mikrometer mempunyai kecermatan 0,01 mm bahkan ada yang mencapai 0,002 mm. 3

Dalam hal ini meskipun namanya mikrometer tetapi tingkat kecermatan alat ukur ni tidaklah bisa mencapai mikron, sebab bagian pengubah mikometer terdiri dan ulir luau dan pasangannya. Jika mikrometer tersebut mempunyai tingkat kecermatan 1 mikron maka bagian pengubah yang terdini dan ulir luar dan pasangannya tersebut harus mempunyai kesalahan yang lebih kecil dan 1 mikron, dalam proses pembuatannya hal ini sangat sulit diwujudkan. 2.2 Jenis-Jenis Mikrometer Mikrometer memiliki 3 jenis umum pergelompokan yang didasarkan pada aplikasi berikut : a. Mikrometer Luar Mikrometer luar digunakan untuk ukuran memasang kawat, lapisan-lapisan, blokblok dan batang-batang. Melihat kontruksi mikrometer yang berbentuk batang U sehingga memiliki keterbatasan pengukuran, oleh karenanya dibuatlah mikrometer dengan jangkauan batas 0-25mm, 25-50mm, 50-75mm, dengan ketelitian 0,01 mm.

Gambar 2. 2 Mikrometer Luar b. Mikrometer Dalam Mikrometer dalam digunakan untu[k menguukur garis tengah dari lubang suatu benda.

Gambar 2. 3 Mikrometer Dalam

c. Mikrometer Kedalaman Mikrometer kedalaman digunakan untuk mengukur kerendahan dari langkahlangkah dan slot-slot.

Gambar 2. 4 Mikrometer Kedalaman 2.3 Prinsip Kerja Mikrometer Prinsip kerja mikrometer yaitu pengubah mekanik yang semata-mata berdasarkan prinsip kinematik yang meneruskan serta mengubah isyarat sensor yang biasanya berupa gerakan translasi (besaran panjang) menjadi gerakan rotasi (besaran panjang) yang relative lebih mudah untuk diproses/diubah. Mikrometer merupakan alat ukur dengan pengubah berprinsip mekanik/ kinematik. Suatu putaran poros ukur secara teoritik akan menggeserkan poros ini sebesar satu pits ulir utama (0,5 mm). Skala yang dibuat pada silinder putar dapat dibagi menjadi 50 bagian yang berarti 1 bagian skala setara dengan gerakan translasi sebesar 0,01 mm. Kebenaran kecermatan pengukuran ini dapat dicapai berkat ulir utama yang dibuat dengan geometri yang teliti serta pemakaian racet untuk menjaga keterulangan pengukuran. Meskipun namanya mikrometer, karena alasan kendala pembuatan dan kepraktisan pemakaian, alat ukur ini umumnya dibuat dengan kecermatan tidak mencapai 1 mikrometer. Gambar 2. 5 Prinsip Kerja Mikrometer

Komponen-komponen utama mikrometer dapat dilihat pada gambar 2.4 berikut :

Gambar 2. 6 Komponen-Komponen Utama Mikrometer Beberapa hal yang perlu diperhatikan pada micrometer ini adalah: Meskipun ulir utama baut dan mur dibuat dengan ketelitian geometri yang tinggi, tetap saja akan terjadi kesalahan kisar. Hampir tidak mungkin membuat ulir dengan kesamaan harga pits sepanjang baut dan mur sampai dengan orde misalnya 0,1 m. Akibat ketidaksamaan harga pits sepanjang baut dan mur, satu kali putaran baut tidak mungkin menggeserkannya benar-benar sebesar 1 pits teoritik (misalnya 0,5 mm) melainkan akan menggeserkan sebesar 1 kisar yang harganya bias lebih atau kurang dari 0,5 mm. Akibatnya, n kali putaran baut akan menyebabkan kesalahan kisar kumulatif (kesalahan terjumlahkan) yang bisa cukup besar yang mungkin melebihi harga kecermatan pembacaan skala putar. Satu kali putaran poros ukur (silinder putar) dapat dibagi 50 dengan cara menuliskan skala putar pada silinder putar. Karena ulir utama dirancang dengan harga pits sebesar 0,5 mm berarti satu kesatuan skala putar berharga teoritik sebesar 0,01 mm. kecermatan sebesar 0,01 mm ini harus dijamin tak akan salah sampai dengan orde misalnya 0,001 mm untuk setiap satuan skala putar dan kesalahan kumulatif misalnya 0,04 mm untuk 50 kali putaran sepanjang geseran maksimum poros ukur untuk kapasitas ukur micrometer, misalnya 25 mm. Berdasarkan kenyataan ini, sangatlah sulit membuat micrometer dengan kecermatan 0,001 mm dan menjamin kebenaran (ketelitian) pembacaan proses

pengukuran dengan hasil suatu dimensi objek ukur dengan kecermatan tinggi itu, misalnya 4,167 mm. Suatu kekuatan putaran (momen putar) yang relative ringan (kecil) akan memberikan gerakan translasi dengan gaya dorong yang kucup tinggi. Bagi benda ukur yang tipis tekanan pengukuran yang besar akan melenturkan benda ukur yang mengakibatkan terjadinya kesalahan pengukuran. Tangan manusia tidak sensitif terhadap pemutaran (kadang kuat, kadang ringan) hal ini akan membuat kita tidak mampu mengulang pemutaran dengan sama benar. Akibatnya, bila pengukuran diulang dan hal ini dilakukan dengan cara memutar secara langsung silinder putar, hasil pengukuran bisa tidak jadi sama. Oleh sebab itu, pengukuran harus dilakukan dengan memutar silinder putar lewat racer (gigi-gelincir). Racet ini akan menjamin ketepatan hasil penukuran yang diulang-ulang sebab kekuatan putaran silinder putar dijaga seringan mungkin dan tetap sama (sesuai dengan kekuatan pegas racet). Jika mulut ukur ditutup yaitu memutar (memlaui racet) poros ukur sehingga berimpit dengan landasan, pada saat itu garis indeks (saris memanjang pada silinder tetap) harus persis menunjuk skala putar pada harag nol. Untuk memungkinkan hal ini, silinder tetap, diatas mana garis indeks dituliskan, harus bisa diatur posisinya. Hal ini dilaksanakan dengan merancang silinder tetap yang terpisahkan dari rangka dengan membuat suaian pas (transition pits) terhadap silinder mur utama. Dengan cara ini penyetelan 0 dimungkinkan dan terakit alat ukur terwuijudkan. 2.4 Kalibrasi Mikrometer Luar Setelah digunakan dalam jangka waktu yang lama, mikrometer perlu dikalibrasi untuk mendapatkan tingkat kecermatan sesuai dengan standarnya. Halhal yang perlu diperhatikan dalam mengkalibrasi mikrometer : Gerakan silinder putar/poros ukur harus dapat berputar dengan baik dan tidak terjadi goyangan karena ausnya ulir utama. Kedudukan nol. Apabila mulut ukur dirapatkan maka garis referensi harus menunjukan nol. 7

Kerataan dan kesejajaran muka ukur (permukaan sensor). Kebenaran dari hasil pengukuran. Hasil pengukuran dibandingkan dengan standar yang benar. Bagain-bagian seperti gigi gelincir berfungsi dengan baik. dan pengunci poros ukur harus

2.4.1 Kalibrasi Sensor Sensor mikrometer ada dua buah, yaitu sensor diam pada silinder tetap dan sensor gerak pada silinder putar. Kedua sensor ini merupakan sebuah bidang, sensor yang ideal adalah sensor yang rata dan kedua bidang sensor harus sejajarar diSernua posisi. Dalam mengkalibrasi sensor mikrometer ini, maka pengujian yang harus dilakukan adalah pengecekkan pada variabel kerataan dan kesejajaran untuk kedua sensor tersebut. 2.4.2 Kalibrasi Kerataan Sensor Mikrometer Uji kerataan pada sensor mikrometer dilakukan dengan rnenggunakan lensa rata (optical flat). Kaca rata (optical flat) yang mempunyai kerataan sebesar 0,2 prn sampai 0,05 pm diletakkan dengan hati hati diatas permukaan salah satu sensor (muka ukur) tentu saja setelah muka ukur tersebut dibersihkan terlebih dahulu. Had hati jangan sekali-kali sampai menekan dan menggosokkan lensa ke muka ukur sebab ini dapat merusak permukaan kaca rata. Menggunakan prinsip interferensi cahaya, gunakan sumber cahaya monokromatis atau kalau tidak ada dapat menggunakan lampu biasa untuk memeriksa kerataan permukaan muka ukur. Untuk muka ukur yang rata maka melaui kaca rata ini kita melihat permukaan muka ukur dengan jelas tanpa ada garis-garis berwarna. Sebaliknya untuk muka ukur yang tidak rata maka Akan terlihat garis-garis berwarna dengan po!a tertentu yang menandakan ketidakrataan

permukaan muka ukur tersebut, Satu garis berwarna menyatakan ketidakrataari sebesar 0,32 pm. Mikrometer dianggap masih baik jika terlihat paling banyak 2 garis (4 garis untuk mikrometer besar dengan kapasitas lebih besar dari 250 mm). Pemeriksaan dilakukan pada kedua muka ukur (sensor). 2.4.3 pemeriksaan kesejajaran muka (sensor) ukur Selain harus rata maka kedua m uka ukur mikrometer harus sejajar. Untuk memeriksa kesejajaran clapat digunakan sejenis kaca datar yang mempunyai dua permukaan yang rata dan sejajar, oleh sebab itu disebut dengan kaca parallel,Kaca parallel ini biasanya tersedia dalam beberapa ketebalan Misalnya = 12,00 mm, 12,12 mm, 12,25 mm, 12,37 mm. Kaca parallel ini digunakan secara berurutan untuk mengecek kesejajaran kedua muka ukur pada beberapa posisi atau kedudukan dari silinder putar (poros ukur). Caranya adalah sebagai berikut: Kedua muka ukur dibersihkan, kemudian salah satu kaca parallel diletakkan di antara kedua muka ukur. kaca parallel ini dijepit dengan memutar silinder putar (melalui gigi gelincir) dengan sangat hati-hati. Dengan bantuan suatu sumber cahaya, maka pads kedua muka ukur akan terlihat (melalui kaca parallel) satu atau bebeapa garis berwarna dengan pola tertentu . Untuk mikrometer memeriksa dengan kesejajaran lebih kedua clan 25 muka mm ukur maka kapasitas

digunakan bantuan balok ukur sebagai penambah ketebalan kaca parallel. Balok ukur ini diapit oleh dua bush kaca parallel sebelum kemudian balok ukur disertai kedua kaca parallel tersebut dijepit oleh kedua muka ukur. Penjepitan dilakukan oleh kedua muka ukur tepat ditengah tengah kaca parallel. Setelah pola clan jumlah garis interferensi diamati,

maka lakukan prosedur yang sama dengan mengubah posisi penjepitan muka ukur pads empat posisi di sekeliling pusat (kedudukan pertama) pads jarak kurang lebih 1,5 mm. Dan kelima posisi pengamatan interferensi ini ambit harga (jumlah) yang terbesar, kemudian bandingkan dengan standar kesejajaran yaitu jumlah garis maksimum yang diijinkan. (Lihat tabel M2.1)

Gambar 2. 7 Pola Bayangan Pada Lensa Dan Penafsirannya Penafsiran dari bentuk & jumlah garis-garis ke-parallel-an : a. Kedua permukaan rata/datar dan parallel. Ke-parallel-an : 0,32 pm x 2 = 0,6 pin b. Kedua permukaan r3ta/datar dan ke-parallel-an adalah 0,32 pin x 3 = 0,96 pin =fpm c. Landasan tetap berbentuk bulat sebesar 0,32 p i n x 2 = 0,64 pin. Poros ukur berbentuk lengkungan dengan kemiringan terhadap landasan tetap sebesan 0,32 p in x 3 = 1 pin. Ke-parallel-an : 0,32 pm, x 5 = 1,6 pin d. Landasan tetap berbentuk bulat sebesar 0,6 pin dan poros ukur berbentuk bulat pads ujungnya. Tabel 2. 1 jumlah garis maksimum Kapasitas Mikrometer (mm)

Jumlah Garis

Kesejajaran dalam Pm

10

0 s/d 75 Diatas 75 s/d 175 Diatas 175 s/d 275 Diatas 275 s/d 375 Diatas 375 s/d 475 Diatas 75 s/d 500

6 9 13 16 19 22

2 3 4 5 6 7

2.4.4 Kalibrasi Skala Untuk memeriksa kebenaran dari skala mikrometer digunakan satu atau susunan dan beberapa balok ukur dari kelas 1. atau 2 sebagai ukuran standar. Seluruh daerah ukuran mulai dan nol sampai ukuran maksimum (25 mm) harus diperiksa dengan cara bertingkat, yaitu memilih beberapa balok ukur dengan kenaikkan ukuran sebesar 0,5 mm. Setelah posisi nol diperiksa (kalau perlu disetel dahulu) maka kalibrasi dimulai dengan mengukur balok ukur 0,5 mm dan kesalahan (kesalahan sistematis) yang mungkin tedadi adalah sebesar: Kesalahan = pembacaan mikrometer - ukuran balok ukur Harga kesalahan ini setiap kali dicatat sampai akhirnya dicapai kapasitas maksimum mikrometer (25 mm). kemudian pengukuran diulangi lagi dimulai dan kapasitas ukur maksimum dan diturunkm 0,5 mm sampai ke nol. Setelah kedua harga kesalahan (dari pengamatan naik dan pengamatan turun) dirataratakan, maka dapat dibuat grafik kesalahan kumulatif (cumulative error) seperti pada gambar 2.7, berikut:

Gambar 2. 8 Grafik Kesalahan Kumulatif

11

Jarak antara titik teratas dan titik terbawah pada kurva kesalahan kumulatif disebut dengan kesalahan total (Total Error). Jika perlu, kurva disekitar titik teratas dan titik terbawah (0,5 mm sebelah kirinya dan 0,5 mm sebelah kanannya) diperjelas dengan cara mengambil tingkatan ukuran balok ukur sebesar 0,1 mm. Dalam cara kalibrasi diatas, kedudukan silinder putar selalu diputar penuh satu kali putaran, dengan demikian untuk kedudukan yang lain tidak diperiksa, Supaya kedudukan lain dapat diperiksa jugs maka dapat dipilih ukuran balok ukur dengan tingkatan kenaikan ukuran-ukuran sebagai berikut: 2,5; 5,1; 7,7; 10,3; 12,9; 15,0; 17,6; 20,2; 22,8; Dan 25,0 mm Tabel 2. 2 Harga Kesalahan Kumulatif Maksimum Yang Diizinkan Kapasitas mikrometer (mm) Kesalahan kumulatif (dam) s/d 75 2 diatas 75 s/d 150 3 diatas 150 s/d 225 4 diatas 225 s/d 300 5 diatas 300 s/d 375 6 diatas 375 s/d 450 7 diatas 450 s/d 500 8 2.4.5 Prosedur Kalibrasi Mikrometer Pada Praktikum ini Periksa kedudukan nol (rapatkan sensor), bila kedudukan tidak nol, mintalah bantuan asisten untuk menyetelnya. Periksalah kedataran kedua permukaan sensor (muka ukur), dengan memakai optical flat dan sumber cahaya monokromatis. Hati-hati dalam memakai tergores. Periksa kesejajaran kedua permukaan sensor dengan memakai optical parallel clan sumber cahaya monokromatis. Hati-hati dalam memakai optical parallel jags permukaan lensa agar tidak tergores. Berapa jumlah garis interferensi, bandingkan dengan standar
q

pticall7atjangan sampai permukaannya

12

Periksa kebenaran skala mikrometer dengan menggunakan bantuan blok ukur. Set blok ukur yang dipakai (satuan mm) 50,0

27,5 29,9 32,3 -

34,8 37,4 40,1

42,6 45,1 47,7

hati-hatilah dalam menyusun blok ukur untuk mendapatkan angkaangka diatas (muka ukur harus bersih dan jangan dipegang). Buatlah grafik kesalahan kisar kumulatif.

2.5 Peosedur Penggunaan Mikrometer Mikrometer terdiri dari sekrup yang berskala samapi 50 dimana setiap skala bernilai 0,01 mm. Disamping itu terdapat skala linier pada barrel yang mempunyai skala 1 mm untuk bagian bawah dan 0,5 mm untuk bagian atas. Cara menggunakan mikrometer : 1. Pastikan pengunci dalam keadaan terbuka

Gambar 2. 9 Pengunci 2. Buka rahang dengan cara diputar kekiri pada skala putar hingga benda ukur dapat dimasukkan ke rahang.

Gambar 2. 10 Membuka Rahang 3. Letakkan benda yang akan diukur pada rahang dan putar kembali sampai tepat.

13

Gambar 2. 11 Posisi Benda Ukur Pada Rahang 4. Pengunci diputar sampai skala putar tidak dapat digerakkan dan terdengar bunyi klik

Gambar 2. 12 Memutar Pengunci

BAB III ALAT DAN BAHAN 3.1 Alat Alat Alat yang digunakan dalam praktikum ini adalah : Mikrometer Luar 0-25 mm

14

Gambar 3. 1 Mikrometer Luar 0-25 mm

Mikrometer Luar 25-50 mm

Gambar 3. 2 Mikrometer Luar 25-50 mm

2 Dudukan Benda Ukur (Blok-V )

Gambar 3. 3 Dudukan Benda Ukur

3.2 Benda Kerja Benda kerja yang dikerjakan adalah dua buah poros bertingkat yang terbuat dari aluminium Poros 1

15

Gambar 3. 4 Poros 1 Poros 2

Gambar 3. 5 Poros 2

BAB IV PROSEDUR 4.1 Prosedur Pengukuran

16

Prosedur dalam melakukan praktikum pengukuran dengan mikrometer antara lain sebagai berikut : a. Alat dan bahan yang dipersiapkan. b. Mikrometer diperiksa terlebih daluhu kebenarannya dengan cara periksa kedudukan nol dengan cara merapatkan kedua sensor, pada saat kedua sensor dirapatkan lihat pada skala apakah menunjukan harga nol( jika angka tidak menunjukkan angka nol kalibrasi micrometer dengan menggunakan kunci kalibrasi). c. Beri tanda untuk benda 1 dan benda 2. d. Buat gambar benda kerja dan buat perencanaan pengukuran. e. Letakkan benda kerja pada blok V f. Lakukan pengukuran awal untuk benda 1 g. Diameter benda ukur diukur dengan mikrometer dengan urutan yang telah ditentukan. h. Lakukan pengukuran sebanyak 2 kali pada sisi benda kerja yang diukur. i. Pembacaan mikrometer sesuai dengan keterangan yang telah dijelaskan pada pembahasan sebelumnya. j. Setelah dilakukan pengukuran pada setiap sisi benda ukur, hasil pengukuran dicatat. k. Benda ukur dilakukan pengukuran kembali oleh pengamat B seperti prosedur pengukuran yang dilakukan oleh pengamat A. Kemudian hasil pengukuran dicatat. l. Hasil pengukuran antara pengamat A dan pengamat B dibandingkan. m. Setelah proses pengukuran selesai, alat ukur dibersihkan dan disimpan pada tempatnya.

BAB V PEMBAHASAN 5.1 perhitungan 17

Data Hasil Pengukuran Mikrometer Adalah sebagai berikut :

A.Benda kerja 1 (toleransi ) * Pengamat B Tabel 5. 1 data pengamatan benda 1 (pengamat b) Pengamat B No Ukuran 1 2 3 4 5 A B C D E Toleransi Rata-rata Maksimum 7,905 17,91 25,045 17,85 10.03 Minimum 7.89 17,892 25,024 17,829 10,015 Posisi 1 7,91 17,91 25,04 17,99 10,03 2 7,90 17,91 25,05 17,98 10,03

Dalam Penjelasan adalah : 1. Ukuran A A = A1 + A2 * Rata-rata:

18

= = 7,905 mm * Batas Maksimum dan batas Minimum 7,905 + 0 = 7,905mm = 7,89 mm

7,905 - 0,015 2. Ukuran B B = B1 + B2 * Rata-Rata: B =

= =17,91 mm * Batas Maksimum dan batas Minimum 17,91 + 0 = 17,91 mm = 17,892 mm

17,91 0,018 3. Ukuran C C = C1 + C2


\

* Rata-rata C =

19

= 25,045 mm * Batas Maksimum dan batas Minimum 25,045 + 0 = 25,045 mm 25,045 0,021= 25,024 mm 4. Ukuran D D =D1 + D2 * Rata-rata D = = = 17,985 mm * Batas Maksimum dan Minimum 17,985 + 0 = 17,985 mm 17,985 0,021= 17,967 mm 5. Ukuran D * Rata-rata E = = = 10,03 mm * Batas Maksimum dan batas Minimum 10,03 + 0 = 10,03 mm 10,03 0,015 = 10,012 mm *Pengamat A Tabel 5. 2 data pengamatan benda 1 (pengamat a) Pengamat A No 1 2 3 4 Ukuran A B C D Toleransi Rata-rata Maksimum 7,91 17,90 25,045 17,85 Minimum 7,895 17,882 25,024 17,829 10,015 Posisi 1 7,91 17,90 25,04 17,99 10,03 2 7,91 17,90 25,05 17,98 10,03

5 E 10,03 Dalam penjelasannya adalah : 1. Ukuran A

20

A = A1 + A2 * Rata-rata: A =

= = 7,91 mm * Batas Maksimum dan batas Minimum 7,91 + 0 = 7,91 mm

7,91 - 0,015 2. Ukuran B B = B1 + B2 * Rata-Rata: B =

= 7,895mm

= =17,90 mm * Batas Maksimum dan batas Minimum 17,90 + 0 = 17,90 mm = 17,882 mm

17,90 0,018 3. Ukuran C C = C1 + C2


\

* Rata-rata C =

21

= = 25,045 mm * Batas Maksimum dan batas Minimum 25,045 + 0 = 25,045 mm 25,045 0,021= 25,024 mm 4. Ukuran D D =D1 + D2 * Rata-rata D = = = 17,85 mm * Batas Maksimum dan Minimum 17,85 + 0 = 17,85 mm 17,85 0,021 = 17,829 mm 5. Ukuran D * Rata-rata E = = = 10,03 mm * Batas Maksimum dan batas Minimum 10,03 + 0 = 10,03 mm 10,03 0,015 = 10,015mm

2. Benda Kerja 2 (toleransi h7) * Pengamat B Tabel 5. 3 tabel pengamatan benda 2 (pengamat b) Pengamat B

22

No 1 2 3 4

Ukuran A B C D

Toleransi Rata-rata Maksimum 7,98 17,975 25,02 18,045 Minimum 7.965 17,957 24,999 18,024 9,955

Posisi 1 7,98 17,98 25,02 18,05 9,96 2 7,98 17,97 25,02 18,04 9,98

5 E 9,97 Dalam penjelasannya adalah : 1. Ukuran A A = A1 + A2 * Rata-rata: A =

= = 7,98 mm * Batas Maksimum dan batas Minimum 7,98 + 0 = 7,98 mm = 7,965 mm

7,98 - 0,015

2. Ukuran B B = B1 + B2 * Rata-Rata: B =

= =17,975 mm 23

* Batas Maksimum dan batas Minimum 17,975 + 0 = 17,975 mm 17,975 0,018= 17,957 mm

3. Ukuran C C = C1 + C2
\

* Rata-rata C =

= = 25,02 mm * Batas Maksimum dan batas Minimum 25,02 + 0 = 25,02 mm 25,02 0,021 = 24,999 mm 4. Ukuran D D =D1 + D2 * Rata-rata D = = = 18,045 mm * Batas Maksimum dan Minimum 18,045 + 0 = 18,045 mm 18,045 0,021= 18,024 mm 5. Ukuran D * Rata-rata

24

= =

= 9,97mm * Batas Maksimum dan batas Minimum 9,97 + 0 = 9,97 mm 9,97 0,015 = 9,955mm * Pengamat A Tabel 5. 4 data pengamatan benda 2 (pengamat a) Pengamat A No 1 2 3 4 Ukuran A B C D Toleransi Rata-rata Maksimum 7,98 17,97 25,02 18,04 Minimum 7.965 17,952 24,999 18,019 9,95 Posisi 1 7,98 17,97 25,02 18,05 9,95 2 7,98 17,97 25,02 18,03 9,98

5 E 9,965 Dalam penjelasannya adalah : 2. Ukuran A A = A1 + A2 * Rata-rata: A =

= = 7,98 mm * Batas Maksimum dan batas Minimum 7,98 + 0 = 7,98 mm

7,98 - 0,015

= 7,965mm

25

2. Ukuran B B = B1 + B2 * Rata-Rata: B =

= =17,97 mm * Batas Maksimum dan batas Minimum 17,97 + 0 = 17,97 mm = 17,952 mm

17,97 0,018 3. Ukuran C C = C1 + C2


\

* Rata-rata C =

= = 25,02 mm * Batas Maksimum dan batas Minimum 25,02 + 0 = 25,02 mm 25,02 0,021 = 24,999 mm 4. Ukuran D D =D1 + D2 * Rata-rata D =

26

= = 18,04 mm * Batas Maksimum dan Minimum 18,04 + 0 = 18,04 mm 18,04 0,021 = 18,019 mm 5. Ukuran D * Rata-rata E = = = 9,965 mm * Batas Maksimum dan batas Minimum 9,965 + 0 = 9,965 mm 9,965 0,015 = 9,95 mm

5.2 Analisis Data

27

Analisa data yang dapat diperoleh setelah melakukan praktikum antara lain : Setelah melakukan pengukuran dengan menggunakan mikrometer dari masing-masing pengamat (pengamat A dan B) diperoleh hasil pengukuran yang berbeda. Hal ini dikarenakan adanya perbedaan tingkat kecermatan dari masingmasing pengamat dalam menggunakan dan membaca alat ukur. Setelah dilakukan pengukuran, terdapat perbedaan ukuran diameter pada beberapa bagian antara posisi 1 dengan posisi 2. Hal ini disebabkan kesalahan pada proses pemesinan. Adanya perbedaan hasil harga pengukuran antara pengamat A dan B juga diakibatkan karena posisi pengukuran antara pengamat A dan B yang tidak sama. Adanya ketidakcermatan alat ukur juga mengakibatkan kesalahan pengukuran

28

BAB VI KESIMPULAN DAN SARAN

6.1 Kesimpulan Kesimpulan yang dapat diperoleh setelah melakukan praktikum pengukuran dengan mikrometer ant/ara lain : Micrometer adalah alat ukur yang sangat sensitive sehingga harus sangat berhati-hati dalam penggunaanya untuk mendapatkan hasil yang baik serta agar tidak perlu melakukan kalibrasi berulang-ulang Pada setiap melakukan pengukuran hendaknya alat ukur yang akan digunakan dikalibrasi terlebih dahulu. Beberapa hal yang dapat mempengaruhi hasil pengukuran dalam penggunaan micrometer antara lain : Permukaan benda yang kotor Posisi micrometer saat pengukuran Ketelitian alat ukur dan kecermatan praktikan dalam membaca hasil pengukuran Perbedaan hasil pengukuran antar pengamat a dan b disebabkan oleh kecermatan dan ketelitian dari masing-masing pengamat yang berbeda. 6.2 Saran Adapun saran yang dapat diberikan pada pembaca sebagai berikut: Sebelum melakukan praktikum sebaiknya praktikan telah mengetahui dasar-dasar teori dari penggunaan micrometer, sehingga lebih mudah dalam proses praktiknya. Proses pengukuran sebaiknya dilakukan sesuai dengan prosedur yang baik dan benar Lakukan pengukuran dengan serius dan bila ada sesuatu yang kurang dipahami sebaiknya tanyakan pada assisten atau pembimbing.

29

DAFTAR PUSTAKA Modul Pratikum Metrologi Industri Rochim Taufik. 2001. Spesifikasi, Metrology Dan Control Kualitas Geometric I. Bandung : ITB http://www.scribd.com/search?query=mikrometer http://ml.scribd.com/doc/46358053/mikrometer-skrup http://mahasiswa-sibuk.blogspot.com/2012/01/mikrometersekrup.html http://banyaktugas.blogspot.com/2010/10/mikrometer.html Http : //www.id.wikipedia.org/wiki/micrometer

LAMPIRAN

Pertanyaan : a. Jelaskan berapa toleransi geometri poros yang terdapat pada benda ukur berdasarkan ISO b. Mengapa set blok ukur yang digunakan unutk memeriksa kebenaran dari micrometer adalah seperti deretan angka diatas(mengapa kenaikanya tidak dibuat konstan misalnya 1,2,3,4,25mm). Jawab : a. Toleransi dari poros benda ukur sudah dijelaskan dalam bab pembahasan b. Karena disesuaikan dengan ketelitian dari alat ukur yang memiliki ketelitian 0.01 sehingga untuk mendapatkan hasil yang memiliki ketelitian yang sama blok ukur harus disusun sedemikian rupa.