Anda di halaman 1dari 7

ACARA III

PENGARUH JENIS PUPUK TERHADAP PERTUMBUHAN DAN


PERKEMBANGAN TANAMAN SAWI

1.Tujuan

Untuk mengetahui pengaruh jenis pupuk terhadap pertumbuhan dan perkembangan


tanaman sawi

2. Pendahuluan

2.1 Klasifikasi Sawi

Kingdom : Plantae,

Sub Kingdom : Tracheobinonta,

Super Divisio : Spermatophyta,

Divisio : Magnoliophyta,

Kelas : Magnoliophyta,

Sub kelas : Dileniidae,

Ordo : Capparales,

Familia : Brassicaceae,

Genus : Brassica,

Spesies : Brassica juncea L

2.2 Marfologi Sawi

Sebagai sayuran daun sawi dapat dikonsumsi sebagai lalapan, maupun produk olahan,
di dalam tanaman ini terdapat beberapa unsur penting bagi kesehatan, komposisi zat-zat
makanan yang terkandung dalam tiap 100 g sawi adalah ; protein 2.3 g ; karbohidrat 4.0 g ;
Ca 220.0 mg ; vitamin A 1940.0 mg; vitamin B 0.09 mg ; dan vitamin C 102 mg ( Direktorat
Gizi, 2001 ).

Tanaman sawi dapat dibudidayakan pada lahan yang sangat terbatas, misalnya diteras
rumah atau di tembok-tembok pagar dengan cara pembudidayaan dengan menggunakan
wadah pot, sehingga lahan yang terbatas dapat dieksploitasi secara maksimal, dan sisitem
bercocok tanam seperti ini biasa dikenal dengan cara budidaya sistem bertingkat. Dan sistem
ini merupakan salah satu solusi yang dapat digunakan untuk budidaya pertanian lahan sempit.

Tanaman sawi yang dibudidayaka dengan sistem vertikultur dapat meningkatkan


efisiensi lahan sampai 145 %. Produksi sawi dapat mencapai 14 ton / hektar, namun produksi
yang dicapai oleh petani di Pekanbaru baru mencapai 9 ton / hektar, oleh karena itu
kekurangan target tersebut dapat dipacu dengan berbagai hal, misalnya dengan pemupukan
baik melalui tanah maupun melalui daun.

2.3 Syarat Tumbuh Sawi

1. Keadaan Iklim

Keadaan iklim yang perlu mendapat perhatian didalam memnentukan lokasi usaha
tani sawi adalah suhu udara, kelembaban udara, curah hujan, dan penyinaran cahaya
matahari.

a. Suhu Udara.

Selain dikenal sebagai tanaman sayuran daerah iklim sedang tetapi saat ini , tanaman
sawi berkembang pesat di daerah panas. Kondisi iklim yang dikehendaki untuk pertumbuhan
sawi adalah daerah yang mempunyai suhu malam hari 15,6°C dan siang hari 21,1°C.
Pertumbuhan sawi yang baik membutuhkan suhu udara yang berkisar antara 19ºC - 21ºC.
Keadaan suhu suatu daerah atau wilayah berkaitan erat dengan ketinggian tempat dari
permukaan laut. Daerah yang memiliki suhu berkisar antara 19ºC - 21ºC adalah daerah yang
ketingiannya 1000 – 1200 m dpl, semakin tinggi letak suatu daerah dari permukaan laut, suhu
udaranya semakin rendah.sementara itu pertumbuhan tanaman dipengaruhi oleh suhu udara.

Jika suhu lingkungan untuk menanam melebihi 21ºC dapat menyebabkan tanaman
sawi tidak dapat tumbuh dengan baik. Karena suhu udara sangat mempengaruhi. Jika tidak
sesuai dengan kehendakinya maka pertumbuhannya pun tidak bagus, karena terhambatnya
proses fotosintesis yang dapat mengakibatkan terhentinya produksi karbohidrat dan respirasi
meningkat lebih besar. Jika sesuai dengan daerah yang dia kehendaki, maka tanaman dapat
melakukan fotosintesis dengan baik untuk pembentukan karbohidrat dalam jumlah yang
besar. Sehingga sumber energi lebih tersedia untuk proses respirasi, pertumbuhan tanaman
dan produksi tanaman.
b. Kelembaban Udara

Kelembaban yang sesuai untuk pertumbuhan tanaman sawi yang optimal berkisar
antara 80% - 90%. Kelembaban yang lebih dari 90% berpengaruh buruk terhadap
pertumbuhan tanaman, yakni tanaman tumbuh tidak sempurna, tanaman tidak subur, kualitas
daun jelek, dan bila penanaman bertujuan untuk pembenihan maka kualitas biji jelek.
Kelembaban udara juga berpengaruh terhadap proses penyerapan unsur hara oleh tanaman
yang diikuti dengan meningkatnya pertumbuhan tanaman.

c. Curah Hujan

Tanaman sawi dapat ditanam sepanjang tahun. Curah hujan yang cukup sepanjang
tahun dapat mendukung kelangsungan hidup tanaman karena ketersediaan air tanah
mencukupi. Curah hujan yang sesuai untuk pembudidayaan tanaman sawi adalah 1000 –
1500 mm/tahun. Daerah yang memiliki curah hujan sekitar 1000 – 1500 mm/tahun ialah
daerah dengan ketinggian 1000 – 1500 m dpl. Tanaman Sawi tahan terhadap air hujan,
sehingga dapat di tanam sepanjang tahun. Pada musim kemarau yang perlu diperhatikan
adalah penyiraman secara teratur. Berhubung dalam pertumbuhannya tanaman ini
membutuhkan hawa yang sejuk. lebih cepat tumbuh apabila ditanam dalam suasana lembab.
Akan tetapi tanaman ini juga tidak senang pada air yang menggenang. Dengan demikian,
tanaman ini cocok bila di tanam pada akhir musim penghujan.

d. Penyinaran Cahaya Matahari

Tanaman melakukan fotosintesis memerlukan energi yang cukup. Cahaya matahari


merupakan energi yang diperlukan untuk tanaman dalam melakukan fotosintesis. Energi
kinetik matahari yang optimal yang diperlukan tanaman untuk pertumbuhan dan produksi
berkisar antara 350 cal / cm2 – 400 cal / cm2 setiap hari. Tanaman sawi hijau memerlukan
cahaya matahari tinggi.

Faktor cahaya sangat mempengaruhi terhadap pertumbuhan tanaman dan produksi.


Intensitas cahaya yang tinggi dapat mengakibatkan meningkatnya proses fotosintesis, akan
tetapi peningkatan proses fotosintesis akan terhenti pada titik jenuh cahaya matahari. Cahaya
matahari yang kurang dapat menyebabkan pertumbuhan dan produksi tanaman menurun.
Tanaman sawi hijau untuk mendapatkan intensitas cahaya matahari yang cukup
memerlukan panjang penyinaran matahari 12 - 16 jam setiap hari

2. Keadaan Tanah

Persyaratan tumbuh bagi tanaman sawi tidak terlalu sulit.Sawi dapat tumbuh dan
beradaptasi dengan baik hampir di semua jenis tanah. pH tanah yang optimal untuk budidaya
sawi berkisar antara 6-6,5. Media tanam yang cocok untuk ditanami sawi adalah tanah
gembur, banyak mengandung humus, subur, serta pembuangan airnya baik.

Daerah penanaman yang cocok untuk tanaman sawi adalah mulai dari ketinggian 5
meter-200 meter di atas permukaan laut. Namun biasanya dibudidayakan pada daerah yang
mempunyai ketinggian 100-500 meter di atas permukaan laut.

2.4. Pupuk Kandang

a. Pupuk kandang sapi

Pupuk kandang mengandung kadar serat yang tinggi seperti selulosa. Tingginya
kadar karbon dalam pupuk kandang sapi menghambat penggunaan langsung kelahan
pertanian karena akan menekan pertumbuhan tanaman utama. Penekanan pertumbuhan
terjadi karena mikroba decomposer akan menggunakan nitrogen yang tersedia untuk
mendekomposisi bahan organic tersebut sehingga tanaman utama akan kekurangan nitrogen.

b. Pupuk kandang Ayam

Pupuk kandang ayam umumnya digunakan oleh petani sayuran. Pupuk kandang
ayam mempunyai kadar hara fosfor yang relative lebih tinggi dari pupuk kandang lainnya.
Kadar hara ini sangat dipengaruhi oleh jenis konsentasi yang diberikan. Selain itu pula
didalam, kotoran ayam tersebut tercakup sisa-sisa makanan ayam serta sekam sebagai alas
kandang yang dapat menyumbangkan tambahan hara kedalam pupuk kandang terhadap
sayuran.
3. Alat dan Bahan
 Alat :
 2 buah cup
 kertas stempel,
 penggaris,
 buku/kertas,
 kamera.
Bahan :
 tanah,
 air
 biji sawi,
 kotoran ayam,
 kotoran sapi

4. Langkah kerja
1) Menyiapkan alat dan bahan
2) Menyeleksi bibit dengan cara merendam biji ke air, bila ada yang terapung, maka biji
tersebut di buang dan yang digunakan adalah biji yang tenggelam.
3) Menyiapkan tanah,kotoran sapi, kotoran ayam, cup.
4) Mengisi kedua cup tersebut dengan cup 1 : 1/2 kotoran ayam + ½ tanah dan cup ke 2
kotoran sapi + tanah dengan ukuran sama pada cup 1.
5) Menanam biji yang telah dipilih,
6) Memberi tanda untuk masing masing cup.
7) Menyimpan tanaman ditempat yang terang.
8) Menyiram biji yang telah di tanam
9) Mengamati dan mengukur pertumbuhan panjang batang selama 5 hari setiap 2 hari
sekali, kemudian di catat pada tabel yang telah di sediakan.
10) Dari data yang telah di peroleh kemudian di sajikan dalam bentuk table
11) Membuat kesimpulan dan membuat laporan
5. Hasil dan Pembahasan
a. Hasil pengamatan

Perlakuan menggunakan 1/2 pupuk Perlakuan menggunakan ½ pupuk sapi


ayam

No cup Jenis Tinggi tanaman sawi (cm) pada umur tanaman dengan
perlakuan pengamatan selama 5 hari

3 4 5 6
2
1 ½ pupuk 2 4 5,4 6.8 9
kandang
ayam +
tanah
2 ½ pupuk 1,6 3 4,4 4,8 6
kandang
sapi +
tanah

b.Pembahasan

Berdasarkan data pada table diatas, dapat dilihat bahwa setiap hari tanaman sawi
mengalami pertumbuhan yang terlihat dari bertambahnya tinggi tanaman. Dari data tersebut
juga dapat diketahui kuantitas pertumbuhan tanaman sawi dipengaruhi oleh jenis pupuk yang
berbeda. Perhitungan tinggi tanaman sawi dalam percobaan yang saya lakukan dimulai pada
hari ke 2 masa tanam.
Dari data diatas, dapat diketahui bahwa pertumbuhan tanaman sawi yang paling
tinggi terdapat pada cup yang diberi pupuk (cup 1) kotoran ayam, yakni dengan tinggi
tanaman 8 cm. Dari data diatas dapat kita bandingkan hasil pertumbuhan tanaman sawi yang
diberi pupuk kotoran ayam dengan tanaman pupuk kotoran sapi. Ternyata hanya tanaman
yang diberi pupuk kotoran ayam yang pertumbuhannya sangat baik dan cepat. Sedangkan
jenis pupuk kotoran sapi pertumbuhannya sangat lambat.

Dari table diatas, kualitas perkembangan biji sawi pada setiap cup sama,
maksudnya setiap biji pada masing-masing cup berkecambah pada hari ke 2, namun
perkembangan tanaman sawi yang ditandai oleh usia munculnya daun berbeda-beda pada
setiap cup. Usia munculnya daun pada tanaman sawi yang paling cepat terdapat pada cup
pertama.

Dari uraian diatas, menurut percobaan yang saya lakukan, pupuk yang paling baik
dalam pertumbuhan dan perkembangan tanaman sawi adalah pupuk kotoran ayam. Karena
Pupuk kandang ayam mempunyai kadar hara fosfor yang relative lebih tinggi dari pupuk
kandang lainnya. Selain itu pula didalam kotoran ayam tersebut tercakup sisa-sisa makanan
ayam serta sekam sebagai alas kandang yang dapat menyumbangkan tambahan hara kedalam
pupuk kandang terhadap sayuran.

6. Kesimpulan

Berdasarkan analisis data diatas, dapat disimpulkan bahwa jika tanaman sawi
diberi pupuk yang berbeda maka pertumbuhan dan perkembangannya akan berbeda,
terbukti pada percobaan, setiap cup memiliki tinggi tanaman sawi yang berbeda-beda dan
tanda-tanda perkembangan seperti usia berkecambah dan munculnya daun berbeda pula.

Jenis pupuk yang paling baik terhadap pertumbuhan dan perkenbangan tanaman
sawi adalah pupuk kotoran ayam.