Anda di halaman 1dari 3

Tugas MSDM Review Jurnal Motivasi Kerja

Nama: M.Aldo Taufan H / 201610210311129


Kelas : Agribisnis 4 C

Judul Jurnal Pengaruh Disiplin Kerja, Gaya Kepemimpinan, Dan Motivasi Kerja
Terhadap Kinerja Karyawan Pada Hotel Matahari Terbit Bali Tanjung
Benoa-Nusa Dua
Volume & Vol. 2, Hal. 802-814
Halaman
Tahun 2013
Penulis Gede Prawira Utama Putra & Made Subudi
Reviewer Dikki Cantona Putra (12113453)
Tanggal 10 Oktober 2014
Tujuan Penelitian Tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana
pengaruh ketaatan / keteraturan kerja, gaya kepemimpinan, serta pedoman
/ semangat kerja pada kinerja karyawan Hotel Matahari Terbit Bali.
Latar Belakang Perkembangan bisnis yang pesat khususnya dibidang pariwisata membuat
persaingan semakin ketat. Untuk mempertahankan posisi perusahaan
pariwisata Bali diperlukan strategi (visi &misi) yang matang. Salah satunya
yaitu karyawan mampu memberikan pelayanan dengan baik, karena kinerja
yang dimaksud berhubungan langsung kepada konsumen. Sehingga
menjadi suatu nilai tambah untuk perusahaan pariwisata Bali. Suatu
perusahaan dikatakan sukses apabila perusahaan mampu meningkatkan
kinerja karyawan. Sedarmayanthi (2010:260) menyatakan kinerja
merupakan hasil kerja yang mampu diperoleh pekerja, sebuah proses
manajemen atau suatu organisasi secara keseluruhan, dimana hasil kerja
tersebut dapat ditunjukan buktinya secara nyata baik dari segi kualitas
maupun kuantitas. Kinerja karyawan dikatakan baik apabila, karyawan
mampu mengikuti standar kinerja yang telah ditetapkan perusahaan dengan
baik.
Masalah Rumusan masalah berdasarkan latar belakang yaitu memastikan adanya
disiplin kerja, gaya kepemimpinan, dan motivasi kerja berpengaruh
signifikan secara simultan (Hipotesis Awal) atau secara parsial (Hipotesis
Awal) terhadap kinerja karyawan. Kemudian, menentukan variable yang
berpengaruh terhadap kinerja karyawan.
Metode Penelitian Metode yang digunakan dalam penelitian adalah metode sensus dan dengan
pendekatan kuantitatif yang berbentuk asosiatif (bertujuan menentukan
lebih dari 1 variabel). Pengambilan data dilakukan dengan cara data prime
dan data sekunder. Data primer dilakukan dengan cara wawancara,
observasi dan kuesioner, sedangkan data sekunder yaitu mengabil data
dokumen-dokumen yang sudah ada di dalam perusahaan (gambaran umum
strukutur organisasi). Metode sensus yang dilakukan melalui analisis
regresi linier berganda yaitu variabel bebas dan variabel terikat. Variabel
bebas terletak pada disiplin kerja, gaya kepemimpinan, dan motivasi kerja,
sedangkan variabel terikat terletak pada kinerja karyawan.
Landasan Teori Kunci dari penelitian ini adalah aspek-aspek (disiplin kerja, gaya
kepemimpinan, dan motivasi kerja) penting yang dimiliki kinerja
karyawan. Baik buruknya kondisi kinerja perusahaan mempengaruhi
tercapainya keuntungan perusahaan, Murni (2007). Menurut Iriani (2010),
kedisiplinan karyawan mutlak diperlukan agar seluruh aktivitas yang
sedang dan akan dilaksanakan berjalan sesuai mekanisme yang telah
ditentukan. Sehingga secara otomatis karyawan tidak akan melakukan
tindakan-tindakan yang merugikan perusahaan. Brahmasari (2008),
menyebutkan kepemimpinan adalah suatu proses dimana seseorang dapat
menjadi pemimpin melalui aktivitas yang terus menerus sehingga dapat
mempengaruhi orang yang dipimpinnya untuk mencapai tujuan organisasi
atau perusahaan. Dan Sutrisno (2009), mengatakan bahwa motivasi adalah
suatu sikap atau dorongan yang berasal dari dalam diri seseorang untuk
melakukan suatu aktivitas tertentu.
Hasil Dikatakan hasil uji validitas dan uji reliabilitas dinyatakan valid dan
memenuhi syarat. Dikatakan valid karena koofesien korelasi dengan butir
skor total lebih besar dari 0,30, dan dikatakan memenuhi syarat karena
nilai Cronbach’s Alphauntuk setiap variabel lebih besar dari 0,6. Variabel
disiplin kerja (x1), variabel gaya kepemimpinan (x2), dan variabel motivasi
kerja (x3) dinyatakan memberikan nilai pengaruh yang positif terhadap
kinerja karyawan (y). Nilai koefisien x terhadap y yaitu x 1 = 0,298 ; x2 =
0,418 ; dan x3 = 0,332. Disiplin kerja, gaya kepemimpinan, dan motivasi
kerja dinyatakan secara simultan yang berpengaruh signifikan terhadap
kinerja karyawan. Fhitung = 149,712 lebih besar daripada Ftabel = 2,72 yang
berarti Ho (Hipotesis Awal) ditolak. Hasil disiplin kerja dan gaya
kepemimpinan menghasilkan pengaruh yang positif secara parsial. X1
menunjukkan nilai thitung = 4,.98 lebih besar dari ttabel = 2.069, dan x2
menunjukkan nilai thitung = 2,080 lebih besar dari ttabel = 2,028.
Sedangkan motivasi kerja dikatakan memberikan nilai positif dan baik
karena nilai disiplin kerja dan gaya kepemimpinan yang mempengaruhi.
Dapat disimpulkan melalui perhitungan analisis standardized coefficients
beta dari data x1, x2, dan x3, bahwa gaya kepemimpinan lebih dominan
terhadap kinerja karyawan dibandingkan 2 variabel lainnya.
Kesimpulan Secara simultan variabel disiplin kerja (x1), gaya kepemimpinan (x2), dan
motivasi kerja (x3) mempengaruhi variasi kinerja karyawan pada Hotel
Matahari Terbit Bali signifikan dengan kontribusi sebesar 83,9 persen
sedangkan sisanya 16,1 persen dipengaruhi variabel lain di luar model.
Secara parsial menunjukan hasil yang signifikan, semakin baik karyawan
memahami disiplin kerja, gaya kepemimpinan, dan motivasi kerja maka
pengaruh kinerja mereka akan meningkat. Begitu pula sebaliknya, bila
pemahaman mereka rendah maka pengaruh kinerja karyawan akan
buruk. X2 lebih dominan terhadap kinerja karyawan pada Hotel Matahari
Terbit Bali dengan nilai standardized coefficient beta absolut tertinggi.
Saran Sebagai seorang pemimpin seharusnya dapat mengontrol karyawan-
karyawannya, artinya diperlukan pengawasan dan dapat mengolah
keluhan-keluhan karyawan yang indikator perilaku instruksi nilainya
paling rendah. Bila tidak maka kinerja karyawan akan berdampak buruk
kedepannya.
Kelebihan Kelebihan dari penelitian ini yaitu alat yang digunakan dalam penelitian
berupa wawancara, observasi, dan kuesioner sehingga bisa mendapatkan
data secara kompleks.
Kekurangan Kekurangan dari penelitian ini yaitu menggunakan pendekatan kuantitatif
sehingga tidak bisa menerawang / mendapatkan hasil yang lebih jauh. Hasil
yang di dapat hanya menunjukan kompleksitas (tidak bisa menghasilkan
secara maksimal). Kemudian data-data yang di dapat tidak ditunjukan,
hanya hasil pengelolahannya saja (hanya berupa informasi).