Anda di halaman 1dari 6

The 6th University Research Colloquium 2017

Universitas Muhammadiyah Magelang

Hubungan Efek Kemoterapi Fase Induksi dengan


Kepatuhan Pasien Kemoterapi Leukemia Limfoblastik
Akut (LLA) di RSUD Dr. Moewardi
Mursudarinah1*, Tika Wahyu Wardani2
1,2
STIKES Aisyiyah
*email: mursudarinah@yahoo.co.id

Abstrak
Keywords: Latar Belakang; Kemoterapi pada LLA terdiri dari 4 fase. Salah satunya
Efek Kemoterapi, Fase yaitu fase induksi yang merupakan fase awal dan merupakan fase yang
Induksi, LLA, penting dari kemoterapi. Efek samping kemoterapi timbul karena obat-obat
Kepatuhan kemoterapi sangat kuat, dan tidak hanya membunuh sel-sel kanker, tetapi
juga menyerang sel-sel sehat, terutama sel-sel yang membelah dengan
cepat. Efek samping dapat muncul ketika sedang dilakukan pengobatan
atau beberapa waktu setelah pengobatan. Tujuan; Mengetahui Hubungan
Efek Kemoterapi Fase Induksi dengan Kepatuhan Menjalankan
Kemoterapi pada Pasien Limfoblastik Leukemia Akut (LLA) di RSUD Dr.
Moewardi. Metode; Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan
desain cross sectional, jumlah sample 50 orang yang diambil secara
purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan
check list melalui medical record pasien, kemudian data penelitian
dianalisis dengan uji statistik chi square Hasil; Sebanyak 23 responden
(46%) mengalami efek ringan dan 27 responden (54%) mengalami efek
berat. Sebanyak 38 responden (76%) patuh terhadap pengobatan dan 12
responden (24%) tidak patuh terhadap pengobatan. Uji bivariat
menggunakan uji statistik Chi Square yaitu angka signifikan p value =
0,730 > 0.05. Kesimpulan: Tidak ada pengaruh efek samping kemoterapi
fase induksi terhadap kepatuhan pasien LLA dalam menjalankan
kemoterapi di RSUD Dr. Moewardi.

1. PENDAHULUAN Pada tahun 2007 American Cancer


Leukemia atau kanker darah merupakan Society melaporkan, penyakit kanker
penyakit keganasan sel darah yang berasal dari menempati urutan kedua dunia penyebab
sumsum tulang, ditandai oleh proliferasi sel-sel kematian setelah penyakit jantung. Data World
darah putih, dengan manifestasi adanya sel-sel Health Organization (WHO) menunjukkan
abnormal dalam darah tepi. Pada kanker darah angka kematian di Amerika Serikat disebabkan
ada gangguan dalam pengaturan sel leukosit. oleh kanker darah atau leukemia meningkat
Leukosit dalam darah berproliferasi secara dua kali lipat sejak tahun 1971. Leukemia
tidak teratur dan tidak terkendali dan fungsinya Limfoblastik Akut (LLA) merupakan kanker
pun menjadi tidak normal. Oleh karena proses dengan angka kejadian yang paling tinggi pada
tersebut fungsi-fungsi lain dari sel darah anak, 75% terjadi pada anak di bawah 6 tahun
normal juga terganggu hingga menimbulkan (Association for Clinical Cytogenetics, 2011).
gejala leukemia yang dikenal dalam klinik. Pada masa kanak-kanak kanker yang
(Rasjidi, 2007). paling banyak dijumpai adalah kanker darah

ISSN 2407-9189 489


The 6th University Research Colloquium 2017
Universitas Muhammadiyah Magelang

atau leukemia (25-30%), disusul oleh yang timbul salah satu nya oleh efek
retinoblastoma (kanker retina mata), limfoma farmakologi. Selain hal itu juga karena pada
(kanker kelenjar getah bening), neuroblastoma fase ini sitostika diberikan dengan tujuan
(kanker saraf), kanker ginjal (tumor Wilms), memusnahkan semua atau sebanyak mungkin
rabdomiosarkoma (kanker otot lurik), dan sel leukemia agar terjadi remisi, terjadi
osteosarkoma (kanker tulang). Menurut data penurunan jumlah sel-sel leukemia sampai
tahun 2007, di Indonesia setiap tahunnya tidak terdeteksi secara klinis maupun
ditemukan sekitar 4.100 pasien kanker anak laboratorium (limfoblas sumsum tulang < 5%)
yang baru (Rahayu , 2011). yang ditandai dengan hilangnya gejala klinis
Di Indonesia berdasarkan Riset Kesehatan dari penyakit serta gambaran darah tepi
Dasar (Riskesdas) tahun 2007, prevalensi menjadi normal. Tahap induksi menggunakan
kanker di Indonesia adalah 4,3 per 1000 kortikosteroid (prednison atau deksametason),
penduduk. Dan pada tahun 2006 jumlah vinkristin, L-Asparaginase, Daunorobisin,
penderita leukemia rawat inap di Rumah Sakit Methotrexate. Pengobatan pada fase ini
di Indonesia sebanyak 2.513 orang. biasanya berlangsung sekitar 6 minggu dengan
Berdasarkan data rekam medik RSUD Dr. angka remisi rata-rata 97%. Remisi pada fase
Moewardi terjadi peningkatan penderita induksi memegang peranan penting terhadap
leukemia. Tercatat pada tahun 2013 yaitu prognosis LLA. (Ugrasena, et al. 2006).
sebanyak 659 pasien, tahun 2014 sebanyak Beberapa pasien menganggap efek
863 pasien, dan tahun 2015 sebanyak 868 samping kemoterapi yang sangat melemahkan
pasien. Pada bulan Januari hingga Mei 2016 tersebut sebagai sesuatu yang lebih buruk
tercatat pasien rawat inap anak dengan LLA daripada penyakit kanker itu sendiri.
ada sekitar 101 pasien. Konsekuensi- konsekuensi yang menyertai
Adapun penatalaksanan kanker darah atau kemoterapi membuat sebagian besar pasien
leukemia bergantung pada jenis spesifik dan yang telah didiagnosis menderita kanker
luasnya penyakit. Terapi tersebut diantaranya diliputi rasa khawatir, cemas dan takut
adalah kemoterapi, terapi radiasi, terapi menghadapi ancaman kematian dan rasa sakit
biologis, operasi, dan transplantasi sumsum saat menjalani terapi. Hal tersebut dapat
tulang/sel induk. (Morrison, 2008 : 31). memberikan efek negatif terhadap kepatuhan
Kemoterapi merupakan pengobatan terapi yang dijalaninya. (Purba , 2006 ).Tujuan
utama dalam menjadikan kanker sampai ke penelitian ini untuk mengetahui ada tidaknya
tahap remisi pada pasien leukemia Dengan hubungan efek kemoterapi fase induksi dengan
menggunakan pengobatan kemoterapi angka kepatuhan kemoterapi pasien Limfoblastik
kesembuhan mencapai 80%. Akan tetapi tidak Leukemia Akut (LLA) di RSUD Dr.
dipungkiri bahwa kemoterapi juga memiliki Moewardi.
efek samping dan dari hasil penelitian tim
medis di st.Louis: USA (2012) kemoterapi 2. METODE
diketahui dapat merusak Deoxy Nucleic Acid Penelitian ini merupakan penelitian
(DNA) baik pada sel kanker maupun sel yang kuantitatif dengan metode observasional
sehat. analitik. Penelitian ini ingin mengetahui
Kemoterapi terdiri dari beberapa fase, hubungan efek kemoterapi fase induksi dengan
salah satunya yaitu fase induksi , dalam tahap kepatuhan menjalankan kemoterapi pada
awal ini merupakan tahap yang penting. pasien Leukemia Limfoblastik Akut (LLA) di
Karena menjadi pengalaman pertama pasien RSUD Dr. Moewardi. Rancangan yang
terhadap pengobatan, yang akan digunakan adalah rancangan korelasional yang
mempengaruhi pemikiran-pemikiran pikologis bertujuan untuk mendapatkan gambaran

490 ISSN 2407-9189


ISSN
The 6th University Research Colloquium 2017
Universitas Muhammadiyah Magelang

tentang hubungan antara dua atau lebih Tabel 2. memperlihatkan bahwa


variabel penelitian. Pendekatan yang dilakukan responden yang mengalami efek kemoterapi
adalah pendekatan cross sectional karena berat lebih tinggi dibandingkan efek ringan
pengukuran efek-efek kemoterapi fase induksi yaitu sebanyak 27 responden (54%)
(variabel bebas) yang berhubungan dengan berbanding efek ringan sebnayak 23
kepatuhan menjalankan kemoterapi pada responden (46%).
pasien Limfoblastik Leukemia Akut (variabel b. Kepatuhan Pasien LLA dalam
terikat) dilakukan secara simultan pada saat menjalankan kemoterapi
bersamaan satu waktu untuk melihat adanya Berdasarkan hasil penelitian diketahui
pengaruh atau tidak diantara keduanya yaitu bahwa besaran nilai kepatuhan responden
dalam penelitian ini menggunakan lembar dalam menjalankan kemoterapi sesuai
check list. prosedur sebagaimana dapat dilihat pada
tabel 3.
3. HASIL DAN PEMBAHASAN
3.1. Hasil Tabel 3. Kepatuhan Pasien LLA dalam
a. Efek Kemoterapi Fase Induksi Menjalankan Kemoterapi
Distribusi responden berdasarkan efek - No Kepatuhan  %
1 Patuh 38 76
efek kemoterapi fase induksi yang timbul
2 Tidak Patuh 12 24
pada pasien anak dengan LLA (Leukemia Total 50 100
Limfoblastik Akut) yang menjalani Tabel 3. menggambarkan kepatuhan
kemoterapi di RSUD Dr. Moewardi dapat responden dalam menjalani kemoterapi
dilihat pada tabel 1 sesuai program yaitu sebanyak 38 responden
dinyatakan patuh (76%), sedangkan yang
Tabel 1. Distribusi Frekuensi tidak menjalani atau tidak patuh terhadap
No Efek Kemoterapi Ya Tidak pengobatan sesuai prosedur sebanyak 12
F % F %
responden (24%).
1 Alopesia 3 6 47 94
2 Stomatitis 14 28 36 72 c. Hubungan Efek Kemoterapi fase induksi
3 Mual dan 43 86 7 14 dengan kepatuhan pasien LLA
Muntah
4 Anoreksia 25 50 25 50 Analisa bivariat ini dilakukan untuk
5 Mielosupresi 49 98 1 2 mengetahui gambaran hubungan antara
6 Ekstravasasi 5 10 45 90
7 Neurotoksik 9 18 41 82
masing-masing variabel Independent dan
dependent. Distribusi hubungan efek
Berdasarkan tabel 1. efek kemoterapi kemoterapi fase induksi dengan kepatuhan
yang paling banyak dialami adalah responden dalam menjalani kemoterapi di
mielosupresi sebanyak 49 pasien (98%) dan RSUD Dr. Moewardi dapat dilihat pada table
efek yang paling sedikit dialami oleh pasien 4 (terlampir)
adalah alopesia sebanyak 3 pasien (6%). Analisis hubungan antara efek
Sedangkan klasifikasi efek yang terjadi pada kemoterapi fase induksi terhadap kepatuhan
pasien LLA dapat dilihat pada tabel 2. menjalankan kemoterapi pada penderita LLA
menunjukkan bahwa sebagian besar
Tabel 2. Efek Kemoterapi Fase Induksi pada penderita mengalami efek berat yaitu
Pasien LLA yang Menjalani Kemoterapi sebanyak 27 pasien (54,0%), sedangkan yang
No Efek Kemoterapi  % mengalami efek ringan sebanyak 23 pasien
1 Ringan 23 46 (46%). Namun dari keseluruhan pasien yang
2 Berat 27 54
Total 50 100,0
mengalami efek berat maupun ringan masih
terdata patuh terhadap protokol kemoterapi

ISSN 2407-9189 491


The 6th University Research Colloquium 2017
Universitas Muhammadiyah Magelang

yang ditetapkan yaitu sebanyak 38 pasien cancer patients on chemoterapy”


(76,0%), sedangkan yang tidak patuh tercatat menunjukkan bahwa penderita keganasan
12 pasien (24,0%). yang menerima kemoterapi banyak yang
Tabel tersebut dengan hasil x² tabel menunjukkan gejala stres fisik dan emosional
3,841 derajat kebebasan 1, angka signifikasi seperti ansietas dan depresi sebagai akibat
( value) sebesar 0,274 serta nilai x²hitung yang buruk dari efek samping kemoterapi dan
1,898 nilai odds ratio (OR) sebesar 2,210 dapat mempengaruhi kepatuhan. Oleh karena
dengan CI 95% (0,710-6,680). Hasil tersebut itu monitoring serta penanganan efek
menunjukkan x²hitung (1,898) < x²tabel samping merupakan hal yang penting untuk
3,841 dan p (0,274)>0,05 (df 1 = 3,841). selalu dilakukan dengan baik oleh
profesional kesehatan.
3.2. Pembahasan c. Hubungan Efek Kemoterapi Fase Induksi
a. Efek kemoterapi fase induksi Dengan Kepatuhan Pasien Leukemia
Hasil penelitian menunjukkan bahwa Limfoblastik Akut Dalam Menjalani
sebagian besar pasien mengalami efek Kemoterapi di RSUD Dr. Moewardi.
kemoterapi berat pada fase induksi. Hasil penelitian menunjukkan tidak ada
Mielosupresi menjadi efek samping yang hubungan antara efek kemoterapi fase
paling sering dialami pasien, dan mual induksi dengan kepatuhan dalam
muntah menjadi urutan kedua setelahnya. Hal menjalankan kemoterapi pada pasien LLA di
ini sejalan dengan Hockbenberry (2005), RSUD Dr. Moewardi. Sebagian besar pasien
bahwa obat-obatan utama kemoterapi fase mengalami efek berat namun masih tercatat
induksi ALL yaitu kortikosteroid (terutama patuh terhadap protokol yang diberikan.
prednisone), vinkristin dan L- Asparaginase, Hasil penelitian ini memberikan informasi
dengan atau tanpa doksorubisin dapat bahwa kepatuhan pasien ALL dalam
menyebabkan mielosupresi atau penekanan menjalani kemoterapi fase induksi tidak
unsur-unsur darah yang normal. Pada fase selalu disebabkan oleh efek-efek yang
induksi penggunaan obat kemoterapi relatif ditimbulkan. Pasien dengan efek berat namun
lebih tinggi dosisnya, hal ini yang mempunyai mekanisme koping yang adaptif
mengakibatkan myelosupresi (Voog et Al, maka akan lebih patuh dibandingkan pasien
2000). dengan efek ringan degan mekanisme koping
b. Kepatuhan. maladaptif. Dukungan tenaga profesional
Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesehatan dan fasilitas yang ada dinilai
kepatuhan responden dalam menjalani mampu berhasil dalam memberikan edukasi
protokol kemoterapi sesuai program yaitu maupun pendekatan-pendekatan kepada
sebanyak 38 responden dinyatakan patuh keluarga pasien maupun pasien ALL. Hal ini
(76%), sedangkan yang tidak menjalani atau sejalan dengan penelitian yang dilakukan
tidak patuh terhadap pengobatan sesuai oleh Fredy et Al (2013) yang menjelaskan
program sebanyak 12 responden (24%). bahwa kemoterapi memiliki efek samping,
Kesigapan profesional kesehatan dinilai oleh sebab itu perasaan cemas wajar dialami
cukup berhasil dalam menangani masalah pada mereka yang menjalani kemoterapi. dan
yang timbul dan menjadikan sebagian besar hal ini tergantung dari reaksi masing-masing
pasien memiliki mekanisme yang adaptif pasien. Pada kecemasan yang rendah dapat
sehingga sebagian besar pasien tercatat patuh menyebabkan individu menjadi waspada dan
dalam menjalani kemoterapi. Menurut lebih bersifat antisipasif positif terhadap
NorZuraida (2010) dalam penelitiannya yang pengobatan.
berjudul “Psychological distress among

492 ISSN 2407-9189


ISSN
The 6th University Research Colloquium 2017
Universitas Muhammadiyah Magelang

4. KESIMPULAN Hockenberry, M., Wilson, D. 2009. Essential of


Berdasarkan hasil penelitian dapat ditarik Pediatric Children. St. Louis: Mosby Year
beberapa kesimpulan sebagai berikut: Book.
a. Sebagian besar pasien Leukemia Imron, A. 2014. Metodologi Penelitian Bidang
Limfoblastik Akut (LLA) di RSUD Dr. Kesehatan. Sagung Seto. Jakarta.
Moewardi mengalami efek berat dalam Kamina, K., Gatot, D., Hadinegoro SR. 2009.
menjalani kemoterapi fase induksi. Profil Antioksidan dan Oksidan Pasien
b. Sebagian besar pasien Leukemia Anak dengan Leukemia Limfoblastik Akut
Limfoblastik Akut (LLA) di RSUD Dr. pada Kemoterapi Fase Induksi. Sari
Moewardi dalam menjalani kemoterapi fase Pediatri. Vol. 11, no.4: 282-288.
induksi mayoritas tergolong patuh. Kasjono, HS. 2009. Teknik Sampling Untuk
c. Tidak ada hubungan yang signifikan antara Peneltian Kesehatan. Graha Ilmu.
efek kemoterapi fase induksi dengan Yogyakarta.
kepatuhan pasien ALL dalam menjalani Kozier, B. 2010. Buku Ajar Fundamental
kemoterapi di RSUD Dr. Moewardi. Keperawatan. Jakarta: EGC.
Lestari, S. 2013. Hubungan Antara Lamanya
REFERENSI Kemoterapi Dengan Body Image Pasien
Arikunto, S. 2006. Prosedur Penelitian Suatu Leukemia Limfoblastik Akut Pada Anak
Pendekatan Praktek. Rineka Cipta. Jakarta Pra Sekolah di RSUD Dr. Moewardi di
Amlot, P. 2005. Malignant Lymphomas. British Surakarta. Skripsi Universitas
Journal of Cancer. ISBN 1-55009-152-2 : Muhammadiyah Surakarta. Surakarta
372 Mehta, A.,Hoffbrand., Victor. 2008. At Glance
Bakta, M. 2007. Hematologi Klinik Ringkas. Hematologi Edisi Kedua. Erlangga. Jakarta.
EGC. Jakarta. Morrison, C., C. Hesdorffer. 2012. Panduan untuk
Bangun, M. 2012. Analisis Faktor Kejadian Penderita Leukemia. Indeks. Jakarta.
Relapse pada Anak dengan Leumekia di Mulyani, D, Dyah, AP, Rizka, A, Mururul, A.
RSUPN DR.Cipto Mangunkusumo Jakarta. 2014. Evaluasi Penggunaan Antibiotika
Tesis Universitas Indonesia. Depok. Pada Pasien Pediatri Leukemia
Departemen Farmakologi Terapeutik. 2007. Limfoblastik Akut dengan Febrile
Farmakologi dan terapi. Badan Penerbit Neutropenia selama Pemberian Kemoterapi
FKUI. Jakarta. di Rumah Sakit Kanker Dharmais Jakarta.
Departemen Kesehatan Republik Indonesia. 2007. Media Farmasi. Vol.11, no.1, hh 98-107.
Laporan Riset Kesehatan Dasar. Indonesia: Notoatmodjo, S. 2010. Metodologi Penelitian
Jakarta. Kesehatan Ed. Revisi. Rineka Cipta.
Dharma, KK. 2011. Metodologi Penelitian Jakarta.
Keperawatan. CV Trans Info Media. ______________. 2010. Metodologi Penelitian
Jakarta. Kesehatan. Rineka Cipta. Jakarta.
Hariyanto, Manik, Wahani. 2015. Kejadian Nugroho, S. 2010. Gangguan Keseimbangan
Muntah pada Penderita Kanker yang Elektrolit Sesudah Kemoterapi Induksi
Menjalani Kemoterapi di RSU Prof. R. D. Remisi pada Anak dengan Leukemia
Kandou. Jurnal e-Clinic (eCI). Vol.3, no. 3, Limfoblastik Akut. Jurnal Kedokteran
hh 781-784. Brawija. Vol.26, no.1, hh.43-47.
Hidayat, AA. 2007. Metode Penelitian Nursalam. 2008. Konsep dan Penerapan
Keperawatan dan Teknik Analisa Data. Metodologi Penelitian Ilmu Keperawatan
Salemba Medika. Jakarta. Pedoman Skripsi, Tesis dan Instrumen

ISSN 2407-9189 493


The 6th University Research Colloquium 2017
Universitas Muhammadiyah Magelang

Penelitian Keperawatan . Salemba Medika. Inc.Html Diakses 3 Februari 2007 pukul


Jakarta. 10.03
_________. 2008. Metodologi Penelitian Ilmu Sonia, G, Arifin, H, Widyamurni, A. 2014.
Keperawatan Pendektaan Praktis Edisi 3. Hubungan Mekanisme Koping dengan
Salemba Medika. Jakarta. Kepatuhan Kemoterapi pada Penderita
Olson, J. 2004. Belajar Mudah Farmakologi. Keganasan yang Mengalami Ansietas dan
EGC. Jakarta. Depresi. Jurnal Kedokteran. Vol.37, no.1,
Pettit, J.,E., A., V., Hoffbrand & P., A., H., Moss. hh. 31-37.
2010. Kapita Selekta Hematologi. EGC. Umboh, A., Stefanus, G., Kartini, A,.2015.
Jakarta. Gambaran Fungsi Ginjal pada Anak dengan
Purba Anna, WD. Semangat Hidup Penderita Terapi Leukemia Limfoblastik Akut di
Kanker Ditinjau dari Optimisme, Dukungan Pusat Kanker Anak Estella RSUP Prof. Dr.
Sosial, dan Kepasrahan Kepada Tuhan. RD. Kandou. Jurnal e-Clinic (eCI). Vol.3,
Indigenious.2006. 8: 41-54. no.1. hh 54-59.
Rahmawati. Efek Samping Kemoterapi. Kompas. Umi L & Arina M. 2008. Faktor-faktor yang
2009, Juli 23. H.14. Mempengaruhi Kecemasan Pasien dalam
Rasjidi, I. 2007. Panduan Penatalaksanaan Tindakan Kemoterapi di Rumah Sakit DR.
Kanker Ginekologi Berdasarkan Evidence Moewardi Surakarta. Berita Ilmu
Base.EGC. Jakarta. Keperawatan. ISSN 1979-2697. hh 187-
Robianto, T. 2004. Kelainan Leukosit Leukemia 192.
Mieloma Multipel. EGC. Bandung. Walsh, D. 2005. Kapita Selekta Penyakit dan
Setiawan, SD. 2015. The Effect of Chemotherapy Terapi (Symptom Control). EGC. Jakarta.
in Cancer Patient to Anxiety. Jurnal Waluyo, A. 2004. Analisis Masalah Keperawatan
Majority. Vol.4, no.4, hh 94-99. pada Klien dengan Keganasan Hematologi
Setiadi. 2007. Konsep dan Penulisan Riset yang Mnedapatkan Terapi Medik
Keperawatan. Graha Ilmu. Yogyakarta. Kemoterapi. Jurnal Keperawatan
Society, A. C.2007. Making treatment decisions. Indonesia. Vol.8, no.1, hh.1-7
Atlanta. American Cancer Society, Yatim, F. 2003. Talasemia, Leukemia, dan
Anemia. Pustaka Populer Obor. Jakarta

Tabel 4. Hubungan Efek Kemoterapi Fase Induksi dengan Kepatuhan Pasien dalam Menjalankan
Kemoterapi di RSUD Dr. Moewardi
Kepatuhan CI 95%
Efek
Kemote- Tidak
rapi
Patuh Total  OR lower Upper
Patuh
F % f % f % 0,274 2,210 0,710 6,680
Ringan 18 36,0 5 10,0 23 46,0
Berat 20 40,0 7 14,0 27 54,0
Total 38 76,0 12 24,0 50 100

494 ISSN 2407-9189


ISSN