Anda di halaman 1dari 13

SATUAN ACARA PENYULUHAN (SAP)

MEMANDIKAN PASIEN BEDREST

Oleh :

TIM PKRS

PROMOSI KESEHATAN RUMAH SAKIT (PKRS)


RSUD dr. SAIFUL ANWAR MALANG DI RUANG 26 STROKE
2018
SATUAN ACARA PENYULUHAN (SAP)
MEMANDIKAN PASIEN BEDREST

DI RUANG 26 S RSUD Dr. SAIFUL ANWAR MALANG


JAWA TIMUR

Disusun Oleh :

Tim PKRS RSSA


PSIK Universitas Brawijaya
STIKES Banyuwangi
AKES Rajekwesi Bojonegoro
Akademi Dharma Husada

PROMOSI KESEHATAN RUMAH SAKIT (PKRS)


RSUD dr. SAIFUL ANWAR MALANG DI RUANG 26 STROKE
2018
LEMBAR PENGESAHAN

SATUAN ACARA PENYULUHAN


INFEKSI NOSOKOMIAL RSUD DR. SAIFUL ANWAR MALANG

Oleh:

STIKES BANYUWANGI

UNIVERSITAS BRAWIJAYA

AKPER RAJEKWESI BOJONEGORO

AKPER DHARMA HUSADA

Mengetahui,

Pembimbing Akademik Pembimbing Lahan,

(..........................................) (......................................)

Kepala Ruangan

(...........................................)
SATUAN ACARA PENYULUHAN

Materi penyuluhan : Memandikan Pasien diatas Tempat Tidur.


Pokok bahasan : Memandikan Pasien diatas Tempat Tidur.
Sasaran : Keluarga Pasien di Ruang 26 Stroke
Hari/ Tanggal : Kamis, 08 Februari 2018
Waktu : 30 menit
Tempat : Ruang 26 S RSUD Dr. Saiful Anwar Malang

1. LATAR BELAKANG
Kebutuhan dasar manusia merupakan fokus dalam asuhan
keperawatan. Bagi pasien yang mengalami gangguan kesehatan, maka
kemungkinan ada satu atau beberapa kebutuhan dasar pasien yang akan
terganggu. Kebutuhan dasar manusia dibagi menjadi kebutuhan fisik,
psikologis dan sosial. Kebutuhan fisik harus dipenuhi lebih dahulu karena
merupakan kebutuhan yang terbesar meliputi nutrisi, istirahat, oksigen,
eliminasi, kegiatan seksual, oleh karena itu perawat harus memiliki
kemampuan dan pengetahuan cara pemenuhan kebutuhan dasar manusia,
dengan memantau dan mengikuti perkembangan kemampuan pasien dalam
melaksanakan aktifitas kehidupan sehari-hari untuk memenuhi kebutuhan
dasar terutama pasien imobilisasi.
Personal hygiene adalah suatu tindakan untuk memelihara kebersihan
dan kesehatan seseorang untuk kesejahteraan fisik dan psikis, kurang
perawatan diri adalah kondisi dimana seseorang tidak mampu melakukan
perawatan kebersihan untuk dirinya. Melihat hal itu personal hygiene diartikan
sebagai hygiene perseorangan yang mencakup semua aktivitas yang bertujuan
untuk mencapai kebersihan tubuh, meliputi membasuh, mandi, merawat
rambut, kuku, gigi, gusi dan membersihkan daerah genital.Jika seseorang
sakit, biasanya masalah kesehatan kurang diperhatikan. Hal ini terjadi karena
mengganggap masalah kebersihan adalah masalah sepele, padahal jika hal
tersebut kurang diperhatikan dapat mempengaruhi kesehatan secara umum
terutama pasien imobilisasi. (Andarmoyo, sulistyo. 2013).
a. Tujuan Umum
Pada akhir proses penyuluhan, peserta dapat mengetahui
bagaimana cara memandikan pasien.
b. Tujuan Khusus
Setelah dilakukan penyuluhan kesehatan diharapkan pasien dan
keluarga pasien dapat mengetahui tentang :
a. Memahami Pengertian memandikan pasien
b. Memahami tujuan memandikan pasien 4 dari 6 item
1) Membersihkan kulit dan menghilangkan bau badan
2) Memberikan rasa nyaman
3) Merangsang peredaran darah
4) Sebagai pengobatan
c. Memahami persiapan alat untuk memandikan pasien
d. Memahami prosedur memandikan pasien
e. Memahami dampak tidak memandikan pasien

2. RENCANA KEGIATAN
1. Metode : Demonstrasi, diskusi, dan tanya
jawab
2. Media dan Alat Bantu : Power Point dan Alat Peraga
3. Tempat dan Waktu
a. Tempat Kegiatan : Ruang 26 Stroke RSSA Malang
b. Hari/Tanggal : Kamis, 08 Februari 2018

4. Materi dan Pemateri

a. Pokok Bahasan :
1. Pengertian memandikan pasien
2. Tujuan memandikan pasien
3. Persiapan alat untuk memandikan pasien
4. Prosedur memandikan pasien
b. Pemateri : Oktaviani kisnurmalitashari
c. Moderator : Suci kusuma
d. Peserta : Keluarga pasien di Ruang 26 Stroke RSSA
5. Alokasi Waktu : 30 menit

3. KEGIATAN PENYULUHAN
Tahap
Kegiatan penyuluh Media
Kegiatan
Pembukaan 1. Salam pembuka 1. Demonstrasi
( 5 menit) 2. Memperkenalkan diri 2. Tanya jawab
3. Menjelaskan maksud dan
tujuan penyuluhan
4. Menggali pengetahuan peserta
tentang materi yang akan
disampaikan
Penyajian dan Materi 1. Tanya jawab
diskusi 1. Menjelaskan Pengertian 2. Power Point
( 10 menit) memandikan pasien 3. Alat Peraga
2. Menjelaskan tujuan
memandikan pasien
3. Menjelaskan persiapan alat
untuk memandikan pasien
4. Menjelaskan prosedur
memandikan pasien
5. Menjelaskan dampak tidak
memandikan pasien

Tanya Jawab 1. Mengevaluasi atau menanyakan Tanya jawab


(15menit) kembali materi yang telah
disampaikan pada peserta
Penutup 1. Menyimpulkan kembali
(5 Menit) materiyang telah
disampaikan
2. Memberikan motivasi kepada
keluarga agar selalu optimis
dalam merawat anggota
keluarganya yangsedang dirawat
di ruang 26 S
Memberi salam penutup

4. KRITERIA EVALUASI
1. Evaluasi terstruktur
a) Adanya koordinasi antara pemateri, peserta penyuluhan dan panitia
penyelenggara selama acara penyuluhan berlangsung.
b) Persiapan acara penyuluhan dapat dilakukan dengan baik, misalnya
dalam penyiapan kursi, absensi dan alat peraga.
c) Sebelum penyuluhan telah dilakukan perjanjian penyuluhan dengan
pihak ruang 26 Stroke RSSA Malang
2. Evaluasi proses
a) Peserta aktif mendengarkan dan menyimak acara penyuluhan
b) Peserta aktif bertanya topik yang dibahas pada sesi Tanya jawab.
c) Peserta mampu merespon pertanyaan yang diberikan pemateri..
3. Evaluasi hasil
Peserta mampu menjelaskan kembali materi yang telah disampaikan
dengan benar melalui pertanyaan lisan sebanyak 3 orang.
Setting Tempat :

Keterangan :
: LCD Tempat Laptop :

: Alat Peraga Tempat duduk :


5. MATERI PENYULUHAN
1. Definisi Memandikan Pasien
Memandikan pasien di tempat tidur dengan posisi berbaring adalah suatu
tindakan membersihkan seluruh bagian tubuh pasien dengan posisi berbaring
di tempat tidur dengan menggunakan air bersih, sabun, dan atau larutan anti-
septik. (Kasiati dan Ni Wayan Dwi Rosmalawati . 2016)

1. Tujuan
a. Membersihkan tubuh dari kotoran dan menghilangkan bau badan.
b. Memberikan kesegaran fisik dan psikis serta rasa nyaman.
c. Merangsang peredaran darah, syaraf dan merelaksasikan otot.
d. Memelihara integritas kulit dan mencegah infeksi kulit.
e. Memotivasi pasien dalam memenuhi kebutuhan perawatan dan kebersihan
dirinya. (Kasiati dan Ni Wayan Dwi Rosmalawati . 2016)

2. Catatan Sebelum Memandikan Pasien


a. Jika kondisi memungkinkan, libatkan pasien untuk melakukan tindakan
b. Dalam melakukan tindakan perawat harus memperhatikan
keamanandirinya sendiri dengan memakai schort, hand-schoen ataupun
masker. (Kasiati dan Ni Wayan Dwi Rosmalawati . 2016)
3. Prosedur Memandikan Pasien Persiapan:
a. Persiapan pasien atau keluarga
b. Menjelaskan maksud dan tujuan tindakan
c. Menjelaskan prosedur tindakan
d. Sebelum melakukan tindakan memandikan tawarkan pasien untuk BAB
atau BAK terlebih dahulu
e. Ember tertutup / tempat pakaian kotor.
f. Hand-schoen disposible.
g. Menjaga privasi pasien
h. Bantal dan guling yang tidak dibutuhkan letakan dikursi.
i. Mencuci tangan.
j. Berdiri di sebelah kanan pasien atau sesuai kebutuhan.
Persiapan Alat:
a. Dua Waskom mandi berisi air hangat atau air biasa.
b. Handuk mandi bersih satu / dua buah.
c. Waslap bersih dua buah.
d. Sabun mandi dalam tempatnya.
e. Pakaian bersih/pampers
f. Baby oil
g. Minyak kayu putih
h. Kapas savlon
i. Lap/klorin (pemutih)
j. Tempat pakaian kotor
( Andarmoyo, sulistyo, 2013).

Pelaksanaan :
a. Pakaian bagian atas dibuka dan bagian tubuh yang terbuka ditutup dengan
selimut atau kain penutup.
b. Pakaian yang kotor dimasukkan kedalam ember yang bertutup/tempat
pakaian kotor.
c. Ambil tempat untuk sabun dan waslap.
d. Membersihkan wajah:
- Handuk dibentangkan di atas bantal di bawah kepala pasien.
- Dengan waslap lembab membersihkan mata mulai dari sudut mata
dekat hidung kearah keluar sampai bersih.
- Dengan waslap lembab tanpa sabun membersihkan wajah pasien.
- Menawarkan penggunaan sabun untuk daerah wajah.
- Membersihkan wajah, telinga, leher dengan menggunakan waslap
lembab yang diberi sabun dan dibilas sampai bersih.
e. Membersihkan lengan:
Basahi mulai dari jari-jari dan sela-selanya sampai ketiak kemudian
dibersihkan dengan sabun dan dibilas. Kemudian keringkan dengan
handuk. Setelah selesai letakkan tangan keatas, angkat handuk dan
pindahkan ketangan yang satunya.
f. Membersihkan dada dan perut:
Basahi dan sabuni daerah dada dan perut. Bilas dengan waslap dan air
yang bersih kemudian keringkan.
g. Membersihkan punggung .
Miringkan pasien, bentangkan handuk dibawah punggung. Basahi dan
sabuni daerah tengkuk, bahu dan punggung, pantat, keringkan dengan
handuk.
h. Membersihkan kaki
Basahi dan sabuni dari telapak kaki dan jari-jari serta sela-sela, bilas
lalu keringkan. Lakukan untuk kaki yg satu dengan cara yang sama.
i. Membersihkan area kemaluan/genetalia.
Basahi dan bersihkan daerah genetalia dengan menggunakan kapas
savlon.
j. Berikan bedak pada pasien pada area ketiak. Bagi pasien perempuan, beri
bedak pada ketiak dan muka.
k. Berikan minyak atau baby oil untuk menjaga kelembapan kulit serta
minyak kayu putih.
l. Terlentangkan pasien dan bahu untuk memakai baju bagian atas.
m. Bantu pasienuntuk memakai pakaian bagian bawah.
n. Rapikan tempat tidur pasien.
o. Rapikan alat-alat.
(Basic Hygiene Practice, 2017).
DAFTAR PUSTAKA
1. Kasiati dan Ni Wayan Dwi Rosmalawati . 2016. Kebutuhan Dasar Manusia I.
Jakarta: Salemba Medika
2. Andarmoyo, sulistyo. (2013). Personal Hygiene konsep, proses dan aplikasi
dalam praktik keperawatan.Yogyakarta:Graha Ilmu.
3. Basic Hygiene Practice. (2017). Diakses tanggal 7 Februari 2018 :
http://preventcancerinfections.org/sites/default/files/tips/Basic%20Hygiene%20P
DF_0.pdf