Anda di halaman 1dari 5

Topik : Neonatus dengan Hipoglikemia + Hipotermia

Tanggal (kasus) : 1 April 2018 Presenter : dr. Trio Raharjo

Tanggal (Presentasi) : April 2018 Pendamping : dr. Bariani Anwar

Tempat Presentasi : RSUD Pantura M.A Sentot Patrol

Obyektif Presentasi

√ Keilmuan Keterampilan Penyelenggaraan Tinjauan Pustaka

√ Diagnostik √ Manajemen Masalah Istimewa

Neonatus Bayi Anak Remaja √ Dewasa Lansia

Deskripsi:

Seorang bayi perempuan umur 3 hari dibawa keluarganya (neneknya) ke IGD RSUD Sentot
dengan keluhan tidak bergerak dan selalu tertidur sejak 8 jam SMRS. (Pasien datang jam
20.00). Saat siangnya (jam 14.00) pasien terahir minum susu formula kemudian tidur dan
tidak menangis sampai malam, hanya tertidur. sore harinya pasien tidak dimandikan. tidak
menangis dan hanya sesekali gerak sedikit. Saat datang ke IGD didampingi juga oleh bidan
desa yang mengetahui riwayat ibu pasien karena selalu periksa kandungan kepadanya.
Diketahui ibu pasien adalah G1P1A0 dengan PEB. Riwayat ibu Diabetes Mellitus tidak ada.
Pasien dilahirkan secara operasi caesar dan dirawat hanya semalam lalu diperbolehkan
pulang karena sehat. Ibu pasien baru pulang, 3 hari rawat pasca operasi.

Tujuan : Menentukan diagnosis dan penanganan yang tepat pada pasien neonatus dengan
hipoglikemia dan hipotermia.

Bahan Bahasan Tinjauan Pustaka Riset √ Kasus Audit

Cara Membahas √ Diskusi Presentasi dan Diskusi Email Pos

Data Pasien : Nama: By. Ny, A. perempuan No.reg: 140.359

Nama Wahana: RSUD M.A Sentot Patrol Telp: - Terdaftar sejak: 01-04-2018

Data utama untuk bahan diskusi

Diagnosis/ Gambaran Klinis

Neonatus dengan hipoglikemia dan hipotermia / Seorang bayi perempuan umur 3 hari usia
dibawa keluarganya ke IGD dengan keluhan tidak bergerak dan selalu tertidur sejak 8 jam
smrs. pasien tidak menangis, dan hanya sesekali bergerak.

Riwayat Penyakit dahulu

Batuk (-) demam (-)


Riwayat Penyakit Keluarga

Riwayat ibu: PEB (+), DM (-)

Pemeriksaan Fisik

Status Present

Keadaan umum : lemas

Kesadaran : letargis, diberi stimulus: digosok dada dan punggung -> menangis
dan tertidur lagi.

Tanda Vital : Berat badan : 2,7 kg

Nadi : 163 x/menit, reguler

Pernapasan : 36 x/menit

Suhu : 35 o C

Status Generalis

Kepala : normocefal UUB/UUK baik

Mata : konjungtiva anemis (-/-), sklera ikterik (-/-)

Leher : tidak ada pembesaran KGB

Thoraks

Pulmo

Inspeksi : pergerakan simetris

Palpasi : toraks teraba dingin

Perkusi :-

Auskultasi : VBS Ka = Ki Rh (-/-) Wh (-/-)

Jantung

Inspeksi : ictus cordis tidak terlihat

Palpasi : ictus cordis teraba di ICS V LMCS

Perkusi : batas – batas jantung

Atas : ICS II LMCS

Kanan : sulit dinilai


Kiri : ICS V linea aksilaris anterior sinistra

Auskultasi : BJ I-II reguler

Abdomen

Inspeksi : soepel, masa (-)

Auskultasi : bising usus (+)

Palpasi : nyeri tekan (-) hepar/lien tidak teraba membesar

Perkusi : timpani (+)

Ekstermitas : akral dingin

Pemeriksaan penunjang

Hb : 14.7 gr/dl

Eri : 4,6 juta

Ht : 42,1 %

Leukosit : 11.200/ mm3

Trombosit : 98.000/mm3

GDS : 12,0 mg/dl

Diagnosis

Neonatus dengan Hipoglikemia + Hipotermia

Terapi

- Letakkan bayi di infarm warmer -> suhu otomatis


- IVFD Kaen1B 10 tpm mikro
- O2 1 Liter/m
- Bolus D10% 5,5 cc

Konsul dr.SpA, advice:


- Rawat perinatologi, masuk inkubator
- Infus kaen4B campuran + ca glukonas 10 cc drip 14 tpm mikro
- Viccilin SX 2 x 137,5 mg iv
- Cefotaxim 2 x 137,5 mg iv
- pasang OGT dekompresi
- puasa
- periksa GDS ulang
Daftar Pustaka

1. Wolsdorf JI, Weinstein DA. Hypoglycemia in Children. Pediatric Endocrinology. Edisi


ke-5 Volume 1. New York: Informa Healthcare. 2007.
2. Hussain K, Dunne MJ. Hypoglycemia. Brooks Clinical Pediatric Endocrinology. Edisi
ke-5. Victoria, Australia: Blackwell. 2005.
3. Stanley CA. Hypoglycemia. Pediatric Endocrinology. Edisi ke-1. New Jersey: Humana
Press. 2003.

Hasil pembelajaran

1. Kasus pasien Neonatus dengan hipoglikemia dan hipotermia


2. Menegakan diagnosis Neonatus dengan hipoglikemia dan hipotermia
3. Penatalaksanaan Neonatus dengan hipoglikemia dan hipotermia

RANGKUMAN

Subjektif

Seorang bayi perempuan umur 3 hari usia dibawa keluarganya ke IGD dengan keluhan
tidak bergerak dan selalu tertidur sejak 8 jam smrs. pasien tidak menangis, dan hanya
sesekali bergerak.

Objektif

Dari hasil anamensis, pemeriksaan fisik dan pemeriksaan penunjang sangat


mendukung diagnosis hipotermia dan hipotermia. Pada kasus ini ditegakan berdasarkan:

 Gejala klinis: pasien tidak aktif, tidak menangis, hanya tertidur


 Pemeriksaan fisik: kesadaran dan keadaan umum letargis, suhu 35 C
 Laboratorium : GDS 12,0.

Assesment (penalaran klinis)

Hipoglikemia merupakan suatu kelainan metabolik dan endokrin yang sering terjadi
pada bayi dan anak yang berakibat kerusakan otak yang menetap. Hipoglikemia
menyebabkan suplai glukosa yang rendah ke alat-alat organ vital khususnya otak.
Hipoglikemia yang berulang dan menetap menyebabkan kerusakan otak dan kematian.
Hipoglikemia adalah kadar gula plasma kurang dari 2,6 mmol/L (< 47 mg/dl). Untuk
neonatus aterm berusia kurang dari 72 jam dipakai batas kadar gula plasma 35 mg/dL.
Sedangkan untuk neonatus prematur dan KMK yang berusia kurang dari 1 minggu, disebut
hipoglikemia bila kadar gula darah plasma kurang dari 25 mg/dl.
Gejala hipoglikemia tidak spesifik. Gejala hipoglikemia dibagi menjadi 2 kategori
besar berdasarkan mekanisme penyebabnya; (1) gejala otonom berupa: berkeringat,
kelaparan, parestesia, tremor, pucat, kecemasan, mual, dan palpitasi karena aktivasi dari
sistem saraf otonom baik simpatis maupun parasimpatis; (2) gejala neuroglikopeni berupa
: rasa panas, kecapean, lemah, pusing, sakit kepala, tidak mampu untuk berkonsentrasi,
pandangan kabur, sukar berbicara, bingung, gangguan tingkah laku, kehilangan
koordinasi, kejang, koma) akibat dari efek kekurangan glukosa otak. Gejala hipoglikemia
cenderung lebih berat bila hipoglikemia disebabkan oleh hiperinsulinemia. Pada neonatus
dan bayi, hipoglikemia memberikan gejala iritabilitas, tremor, kesulitan makan, letargi,
hipotoni, takipnea, sianosis atau apnea.
Plan
Diagnosis: Neonatus dengan Hipoglikemia + Hipotermia.

Penatalaksanaan

Tatalaksana hipoglikemia pada neonatus yang asimptomatis adalah teruskan


pemberian ASI setiap 1-2 jam atau 3-10 ml/kg, selanjutnya monitor kadar gula darah
setiap kali sebelum bayi minum sampai gula darah stabil. Hindari pemberian minum yang
berlebihan. Jika kadar gula darah tetap rendah walaupun setelah diberi minum, dapat
dimulai infus glukosa. Pemberian ASI dapat dilanjutkan selama pemberian infus glukosa.
Tata laksana bayi yang simptomatis atau kadar gula plasma <20-25 mg/dL (<1,1-1,4
mmol/L) adalah segera diberikan intravena glukosa 10%, sebanyak 2 ml/kgBB secara
bolus, dilanjutkan dengan IV glukosa 10% 4-6 mg/kgBB/menit. Jangan memberikan
secara oral atau intragastrik pada kasus hipoglikemia yang berat atau simptomatis.
Konsentrasi gula darah pada hipoglikemia simptomatis dipertahankan >45 mg/dL (>2,5
mmol/L), sesuaikan tetesan cairan intravena dengan kadar glukosa darah. Selanjutnya
dianjurkan pemberian ASI yang lebih sering, monitor konsentrasi gula darah setiap
sebelum diberi minum sampai kadar gula darah stabil dan pemberian cairan intravena
distop. Bila kebutuhan glukosa melebihi 12 mg/kgBB/menit segera lakukan pemeriksaan
kadar gula darah, insulin, kortisol, growth hormon, laktat untuk mendeteksi adanya
gangguan hormon. Setelah itu diberikan hidrokortisom suksinat 10 mg/kgg/hari dengan
dosis terbagi dua.
Tata laksana pada anak, segera diberikan injeksi dekstrosa 10% 0,3 gr/kgBB secara
bolus intravena selama 10 menit sampai konsentrasi glukosa normal. Kemudian
dilanjutkan dengan infus dekstrosa 10% atau 6-8 gr/kgBB/menit. Konsentrasi plasma gula
darah dimonitor dan tetesan infus disesuaikan untuk mempertahankan gula darah ± 80
mg/dL. Pada kasus-kasus

 Edukasi
Edukasi bertujuan agar keluarga memahami penyakit yang diderita
 Konsultasi
Konsultasi dengan spesialis Anak untuk penanganan selanjutnya.