Anda di halaman 1dari 7

TUGAS AKHIR MODUL 5

CONTOH KASUS DENGAN TEKNIK KONSELING

PENDEKATAN PERSON CENTER CLIENT

Masalah :

Gempar (siswa kelas X RPL 1) adalah anak kedua dari dua bersaudara yang berasal
dari Kebumen yang masih duduk disebuah sekolah kejuruan di Kebumen. Jarak rumah konseli
dengan sekolah jauh sekitar 1 jam perjalanan, sehingga konseli memutuskan untuk tinggal di
kos. Konseli mengalami masalah selama tinggal di kos, konseli merasa kurang konsentrasi ketika
belajar di kos yang dikarenakan ada gangguan dari tetangga kamar kos. Konseli berusaha
memahami kondisi itu tetapi konseli juga merasa kesal terhadap apa yang terjadi di kos penuh
dengan keributan. Terlebih lagi ketika malam hari, pasti kosnya sangat ramai. Maka dari itu
konseli menjadi tidak bisa berkonsentrasi dalam belajar. Konseli khawatir ini akan berpengaruh
pada hasil belajarnya yang nilainya mengalami penurunan. Oleh karena itu ia perlu
mengkonsultasikannya kepada guru BK.

Diagnosis :

Dari ilustrasi permasalahan Gempar, diagnosis masalahnya adalah konseli tidak bisa
konsentrasi belajar saat di kos dan khawatir akan perngaruh terhadap hasil belajarnya.

Prognosis :

Dilihat dari permasalahan yang dihadapi Gempar, maka dapat digunakan teknik
konseling dengan menekankan pada pendekatan Person Center Client, yang bertujuan untuk
memahami dirinya sendiri dan dapat mengaktulisasikan potensi yang dimiliki.
Berikut ini verbatim konseling antara konselor dan konseling :

Uraian Dialog Teknik


Konseli : Permisi Bu, Selamat pagi, Maaf saya
mengganggu. Saya ingin berkonsultasi dengan Ibu,
Apakah Ibu ada waktu?

Konselor : Selamat pagi mas, mari silahkan masuk,


tentu Ibu selalu ada waktu untuk siswa yang ingin Membuka wawancara konseling
berkonsulatsi. Mari silahkan duduk … (Raport)

Konseli : baik, terimakasih

Konselor : Bagaimana kabar Gempar? Open question

Konseli : Kabar baik bu, tetapi ada sesuatu sedang


saya pikirkan yang saya rasa jadi permasalahan.

Konselor : syukurlah kalau kabar baik, sebelum kamu


lebih jauh menyampaikan permasalahan yang
dirasakan, apakah kamu sudah pernah melakukan
wawancara konseling ? Pertanyaan tertutup

Konseli : belum, ini baru pertama kali saya


melakukannya.

Konselor : jadi perlu Gempar ketahui bahwasannya


Ibu disini sebagai guru BK yang akan membantu kamu
untuk menyelesaikan permasalahan yang dihadapi.
Keputusan yang akan disepakati adalah keputusan
yang berasal dari Gempar sendiri & selama proses
konseling diharapkan Gempar lebih aktif untuk
menceritakan permasalahan yang dirasakan, dan
mencari solusinya. Saya akan mengarahkan kamu
untuk mendapatkan solusi pemecahan masalah. Jadi
kamu tdiak perlu ragu-ragu untuk menhungkapkan
semua perasaan atau hal-hal yang mengganggu kamu
dalam proses belajar dan aktivitas yang lainnya,
karena saya akan menjaga kerahasiaan semua
keterangan yang kamu ungkapkan, Bagaimana
Gempar? Pentsrukturan

Konseli : iya bu, Saya siap untuk itu.

Konselor : baiklah kalau begitu, sekarang silahkan


kamu mulai menceritakan masalah atau hal yang ingin
Gempar sampaikan ke Ibu? Directing
Konseli : begini bu, saya ingin menceritakan tentang Acceptance
prestasi belajar saya yang kurang memuaskan atau
menurun, dikarenakan kurang bsia konsentrasi saat Restatement
belajar di kos..(muka tampak sedih dan meneteskan air
Open question
mata dan gelisah)

Konselor : emmm, ya … lalu


Nampaknya Gempar merasa sedih, karena memikirkan
prestasi belajar yang menurun dikarekan kurang bisa
berkonsentrasi belajar dikos, benar demikian?

Konseli : iya bu, memang benar demikian….(sedih Acceptance


dan mendesah)
Open question
Konselor : bisakah kamu ceritakan lebih lanjut,
mengapa bisa dmeikian? (prestasi belajar
menurunyang diakibatkan karena kurang bisa
berkonsentrasi ketika belajar di kos), apa ada masalah
lainnya?

Konseli : begini bu, kemari pak X (guru matematika) Klarifikasi


membagikan hasil ulangan harian saya, yang
dilaksanakan seminggu yang lalu, yang ternayta hasil
ulangan harian saya masih jauh di bawah rata-rata
kelas, karena ulangannya mendadak sekali, makanya
saya mendapatkan nilai jelek.

Konselor : lalu….
Ya….
Ehm.mm…
Pada dasarnya kamu masih merasa kecewa dengan
hasil belajar yang kamu dapatkan

Konseli :Ya, memang benar akhir-akhir ini nilai Acceptance


ulangan yang saya peroleh selalu di bawah rata-rata
kelas yang akibatnya prestasi belajar di kelas menurun Open question
dan anjlok yang membuat saya menjadi sedih. Selain
itu, pemilik kost tdika pernah menghiraukan kostnya,
padahal saya sudah melaporkan hal tersebut kepada
pemilik kos. Saya juga kurang menyukai mata
pelajaran matematika, sehingga prestasi saya menurun.
Selain itu kalau saya pulang ke rumah saya jarang
diperhatikan orangtua karena mereka sibuk bekerja
sampai lupa memberikan perhatian kepada saya bu?

Konselor : baik, saya memahami tentang hal itu.


Coba kamu bercerita mengenai cara belajar di kos
maupun di sekolah yang mungkin berkaitan dengan
pencapaian prestasi sekarang, dan mengapa kamu
tidka menyenangi mata pelajaran matematika?

Konseli : ya bu, saya menyadari pada dasarnya cara Restatement


belajar saya belakangan ini kurang baik, saya kurang
berkonsentrasi dlaam belajar yang semua itu Klarifikasi
diakibatkan karena kondisi lingkungan tempat tinggal
saya (kos) kurang mendukung dalam proses belajar.
Padahal pemilik kos sudah saya kasih tahu, dan guru
matematika yang seenaknya saja mengajar dan
orangtua saya yang kurang memperhatikan saya bu…

Konselor : hmmmmm…..
Berarti prestasi belajar kamu menurun diakibatkan
karena kamu kurang bisa berkonsentrasi dalam belajar
yang diakibatkan karena kondisi lingkungan kos yang
kurang bisa mendukung dalam proses belajar dan guru
matematika Gempar yang seenaknya mengajar serta
orangtuamu tidak memperhatikan kamu begitu?

Konseli : Ya bu….
Memeang benar demikian

Konselor : hmmm, Ya baiklah Gempar berdasarkan Merangkum


cerita yang saya dengarkan tadi, kamu ingin sekali
memperbaiki prestasi belajar, akan tetapi tidak mampu
karena kamu bingung untuk mencari solusinya. Betul
begitu?

Konseli : ya bu Merangkum

Konselor : dank arena itulah prestasi belajar kamu


menjadi menurun, dan kamu mempunyai pikiran
bahwa lingkungan kos dan teman-teman kurang
mendukung dalam proses belajar di kos. Dan juga
guru matematika kamu yang seenaknya mengajar dan
memeberi ulangan dan tidak menyukai maple
matematika serta orangtua yang kurang
memperhatikan kamu.

Konseli : iya bu, memang begitu keadaan saya Merangkum


Kosnelor : dari penjelasan Gempar tadi dpaat saya
simpulkan bahwa masalah yang kamu hadapi ini
sebenarnya bersumber dari keadaan kondisi
lingkungan tempat kos yang kurang mendukung dalam
proses belajar karena diakibatkan oelh teman-teman
yang selalu rebut, tuan rumah juga cuek begitu, guru
matematika kamu yang mengaajr seenaknya dan
kurang menyukai maple matematika, orangtua yang
tidak peduli kepada kamu ?

Konseli : Hmm…. Ya bu (sambil mengangguk) Bertanya

Konselor : setelah kamu menceritakan semuanya tadi,


kira-kira kamu sudah punya rnecana belum untuk
mengatasi masalah yang sedang kamu hadapi?

Konseli : sudah bu, saya akan berusaha mengatur


jadwal belajar, saya juga akan membicarakan lebih
lanjut lagi kepada bapak kos tentang masalah rebut itu
bu, dan juga tentang guru matematika, saya akan
mencoba mencari jalan keluarnya dnegan bicara
langsung dengan guru itu supaya saya senang belajar
matematika dan saya juga akan mengajak orangtua
saya berbicara dan saya akan jujur supaya mereka
memperhatikan saya begitu bu.

Konselor : bagus Gempar… Itu ide yang bagus… saya Peneguhan hasrat
mendukung ide kamu. Jadi kamu akan menggunakan
wkatu belajar dan mencoba membicarakan dnegan
teman dan bapak kost, guru matematika serta
orangtua? Saya yakin kamu pasti bisa melakukannya.
Apa kamu bisa berjanji dan sungguh-sungguh
melakukannya dan dari kapan kamu melakukan hal
tersebut? Kapan kamu akan memberitahukan Ibu
tentang hal yang akan kamu lakukan itu ?

Konseli : Ya bu, saya berjanji akan berusaha untuk Reassurance Penguatan


melakukan rencana tersebut agar tidak terlalu menjadi
beban yang lebih berat buat saya. Mulai besok saya
akan melakukannya demi orangtua saya bu dan
secepatnya saya akan mengabarkan kepada Ibu tentang
hal ini mungkin seminggu lagi.

Konselor : Bagus…Bagus…
Gempar telah menemukan solusi yang sangat baik.
Dan Gempar harus tetap bersungguh-sungguh untuk
melakukannya agar tercapainya keinginan untuk
memperbaiki prestasi belajar. Bagaimana Gempar?
Konseli : Ya Bu, benar juga yang saya katakan tadi.
Memang sudah semestinya saya bersungguh-sungguh
untuk melakukannya. Saya berjanji akan rajin belajar
dan memperoleh prestasi yang lebih baik sehingga
teman-teman dan orangtua kagum dengan saya.
Saya akan berusaha tidak memikirkan hal-hal yang
sebenarnya tidak baik untuk diri saya.

Konselor