Anda di halaman 1dari 19

Spesifikasi Umum, Administrasi dan Teknis Halaman : I - 1

Pembangunan Driving Range

RENCANA KERJA DAN SYARAT-SYARAT TEKNIS

BAB I
SYARAT-SYARAT UMUM DAN TEKNIS
PERSIAPAN PELAKSANAAN PEKERJAAN

Rencana Kerja dan Syarat-syarat merupakan sebuah panduan dalam melaksanakan pekerjaan
ini, Kontraktor perlu memahami dengan baik seluruh item pekerjaan mulai dari Gambar
kerja, material yang akan digunakan sampai kondisi lapangan (site) pekerjaan tersebut.
Apabila didalam hal ini terdapat ketidak jelasan, perbedaan dan atau kesimpangsiuran
Informasi di dalam pelaksanaan, kontraktor wajib mengadakan pertemuan dengan Konsultan
Pengawas dan Team Teknis untuk mendapatkan kejelasan pelaksanaan. Syarat-syarat Teknis
yang diuraikan di sini adalah semua persyaratan yang akan dilaksanakan oleh Kontraktor
dalam PEMBANGUNAN DRIVING RANGE UPI.

1.1 LINGKUP PEKERJAAN DAN LOKASI


Pekerjaan yang akan dilaksanakan ialah :
Perencanaan Driving Range UPI.
Lingkup Pekerjaannya meliputi ;
1. Pekerjaan Persiapan
Kontraktor harus membuat Direksi keet, Air Kerja, mobilisasi tenaga kerja, pengukuran
ulang, dokumentasi, Membersihkan Lokasi dan lainnya.
2. Pekerjaan Bongkaran
Kontraktor harus membongkar sebagian bangunan Existing yang tidak sesuai dengan
gambar rencana.
3. Pekerjaan Arsitektural
Pekerjaan pemasangan dinding kamar mandi, pemasangan keramik lantai, pengecatan
bangunan sesuai dengan gambar rencana.
4. Pekerjaan Sipil
A. Pekerjaan Cut & Fill sesuai gambar Rencana.
B. Pekerjaan Betonan : Pondasi Telapak, dan bagian struktur yang perlu penguatan serta
untuk penahan pada Tiang jaring dan sesuai gambar rencana.
C. Pekerjaan Tiang Jaring : Reposisi Tiang, Pembuatan Tiang Baru, dan bagian struktur
yang perlu penguatan serta untuk penahan pada Tiang dan sesuai gambar rencana.
D. Pekerjaan Area Rumput Driving Range : Penanaman Rumput dengan medianya (tanah
Lembang dll), Pembuatan Bunker, dan bagian Green sesuai gambar rencana.
5. Pekerjaan Mekanikal
Pemasangan instalasi mekanikal air hujan untuk penyerapan air hujan pada area lapangan,
pemasangan saluran air bersih dan air kotor sesuai gambar rencana.
6. Pekerjaan Elektrikal
Pemasangan instalasi listrik pada bangunan house club sesuai gambar rencana.

1.2 MEMULAI PEKERJAAN


Kontraktor harus memulai pekerjaan setelah menerima Surat Perintah Kerja, paling lambat
1(satu) minggu setelah tanggal SPK tersebut dan sebelum memulai pelaksanaan pekerjaan
Spesifikasi Umum, Administrasi dan Teknis Halaman : I - 2
Pembangunan Driving Range

dimaksud, kontraktor pelaksana harus memberitahukan kepada Pemilik pekerjaan secara


tertulis.

1.3 MOBILISASI & DEMOBILISASI


Mobilisasi Demobilisasi yang dimaksud adalah sebagai berikut :
Transportasi tenaga kerja dan alat kerja sesuai daftar, alat-alat dan barang-barang yang
diajukan dalam penawaran, dari tempat pembuatannya (pabrik) ke lokasi dimana akan
digunakan. Dalam jangka waktu 7 (tujuh) hari sejak pemberitahuan memulai kerja,
kontraktor/Pemborong harus menyerahkan program mobilisasi & demobilisasi kepada
onsultan pengawas untuk disetujui.

1.4 RENCANA KERJA


Sebelum mulai pelaksanaan pekerjaan di lapangan, Kontraktor wajib membuat rencana
kerja pelaksanaan seperti Bar-Chart dan S-Curve, schedule material dan tenaga kerja.
1. Rencana Kerja tersebut harus sudah mendapat persetujuan terlebih dahulu dari
konsultan Pengawas, paling lambat dalam waktu 7 (tujuh) hari kalender setelah Surat
Perintah Kerja diterima kontraktor.
2. Kontraktor wajib memberikan salinan rencana kerja rangkap 4 kepada Konsultan
Pengawas, 1(satu) salinan Rencana Kerja harus ditempel pada dinding ruang kerja
Kontraktor di lapangan yang diikuti dengan grafik kemajuan/prestasi kerja.
3. Kontraktor harus selalu dalam pelaksanaan pekerjaan sesuai dengan jadwal rencana
kerja tersebut di atas.
4. Konsultan Pengawas akan menilai prestasi pekerjaan Kontraktor berdasarkan rencana
kerja tersebut.

1.5 DIREKSI KEET dan BOUWKEET


1. 5.1 Direksi Keet
Kontraktor harus menyediakan Direksikeet dan Bouwkeet untuk keperluan Pengawasan
Lapangan Proyek dengan semi permanen seluas kira-kira 9 M2 lantai diplester, dinding
tripleks/ papan/ asbes, diperlengkapi dengan kursi, meja, serta alat-alat kantor yang
diperlukan. Namun dalam hal ini Kontraktor dapat juga memanfaatkan sementara ruangan
pada area bangunan yang belum akan dibongkar yang akan ditentukan oleh Pengawas
apabila tidak tersedia ruangan untuk pembuatan direksikeet dan bouwkeet.

1.5.2 Kantor Kontraktor, Los Kerja dan Gudang Bahan


a. Atas biaya sendiri berkewajiban membuat kantor kontraktor dilapangan, los kerja untuk
para pekerja dan gudang bahan yang dapat dikunci untuk menyimpan barang-barang,
yang mana tempatnya akan ditentukan oleh Pengawas Lapangan.
b. Kantor kontraktor, gudang bahan, los kerja dan los lainnya yang dibuat dan dibiayai oleh
Kontraktor, setelah selesai pelaksanaan pembangunan/ pekerjaan tersebut, harus segera
dibongkar/dibersihkan oleh pihak kontraktor, dan bahan-bahan bekasnya menjadi milik
kontraktor.

1.6 KESEJAHTERAAN DAN KESELAMATAN PEKERJA


1. Kontraktor berkewajiban menyediakan air minum yang bersih, sehat dan cukup
ditempat pekerjaan untuk para pekerjanya.
2. Kontraktor berkewajiban menyediakan kotak P3K ditempat pekerjaan.
Spesifikasi Umum, Administrasi dan Teknis Halaman : I - 3
Pembangunan Driving Range

3. Dari awal hingga penyelesaian pekerjaan dan selama masa pemeliharaan, kontraktor
bertanggung jawab atas keselamatan pekerjaan, bahan dan peralatan teknis serta
konstruksi yang diserahkan kepada Konsultan Pengawas, dalam hal terjadinya
kerusakankerusakan, maka kontraktor harus bertanggung jawab untuk memperbaikinya
ke kondisi semula.
4. Apabila terjadi kecelakaan Kontraktor secepatnya memberitahukan kepada Konsultan
Pengawas dan mengambil tindakan yang perlu untuk keselamatan korban kecelakaan.
5. Sesuai dengan surat keputusan bersama Menteri Pekerjaan umum dan Menteri Tenaga
Kerja No. 30/KPTS/1984 dan Kep. 07/Men/1984 tanggal 27 Januari 1984 tentang
pelaksanaan Peraturan Pemerintah Nomor 33 tahun 1977 bagi Tenaga Kerja Borongan
Harian Lepas pada Kontraktor Induk maupun Sub Kontraktor yang melaksanakan
Proyek-proyek Departemen Pekerjaan Umum/ Pemerintah, pihak kontraktor yang
sedang melaksanakan pembangunan agar mengikutsertakan pekerjanya dalam Program
ASTEK dan memberitahukan secara tertulis kepada pemimpin proyek.

1.7 TENAGA DAN SARANA KERJA


Kontraktor harus menyediakan tenaga kerja yang ahli, bahan-bahan, peralatan berikut alat
bantu lainnya untuk melaksanakan bagian-bagian pekerjaan serta mengadakan
pengamanan, pengawasan dan pemeliharaan terhadap bahan-bahan, alat-alat kerja
maupun hasil pekerjaan
selama masa pelaksanaan berlangsung sehingga seluruh pekerjaan selesai dengan
sempurna sampai dengan diserah terimakan pekerjaan tersebut kepada Konsultan
Pengawas.
Tenaga Kerja/Tenaga Ahli
Tenaga Kerja dan Tenaga Ahli yang berpengalaman dengan jenis dan volume pekerjaan
yang akan dilaksanakan.
Peralatan
Selalu menyediakan alat-alat Bantu, seperti mesin las, alat-alat bor, alat alat pengangkat
dan pengangkut serta peralatan lain yang benar-benar diperlukan dalam pelaksanaan
pekerjaan ini.
Penyediaan Daya Listrik Untuk Bekerja
Tenaga Listrik untuk bekerja harus disediakan Kontraktor selama masa pekerjaan.
Penggunaan diesel untuk pembangkit tenaga listrik hanya diperkenankan untuk
penggunaan sementara atas petunjuk Konsultan Pengawas.

1.8 PERSYARATAN DAN STANDARISASI


Persyaratan Pelaksanaan.
Untuk menghindari klaim dari Pemilik/Pengguna Proyek dikemudian hari maka
Kontraktor harus betul-betul memperhatikan pelaksanaan pekerjaan dengan
memperhitungkan „ukuran jadi (finished)‟ sesuai persyaratan ukuran gambar kerja dan
penjelasan RKS. Kontraktor wajib melaksanakan semua pekerjaan dengan mengikuti
petunjuk dan syarat pekerjaan, peraturan persyaratan pemakaian bahan/ material yang
dipergunakan sesuai dengan RencanaKerja dan Syarat-syarat Teknis dan atau petunjuk
yang diberikan oleh Konsultan Pengawas.
Untuk menjamin mutu dan kelencaran pekerjaan kontraktor harus menyediakan :
- Wakil sebagai penanggung jawab lapangan yang terampil dan ahi dibidangnya selama
pelaksanaan pekerjaan dan selama masa pemelihraan guna memenuhi kewajiban.
- Buku harian untuk :
Spesifikasi Umum, Administrasi dan Teknis Halaman : I - 4
Pembangunan Driving Range

Kunjungan tamu-tamu yang ada hubunganya dengan proyek.


Mencatat semua petunjuk-petunjuk, keputusan dan detail dari pekerjaan.
- Alat-alat yang senantiasa tersedia di proyek adalah :
1 (satu) kamera
1 (satu) alat ukur schuifmat
1 unit komputer dan printer
1 (satu) alat ukur panjang 50m,7.5m
1 (satu) Mistar Waterpass panjang 120cm.
Standar yang dipergunakan
Semua pekerjaan yang akan dilaksanakan harus mengikuti Normalisasi Indonesia,
Standar Industri Kontruksi, Peraturan Nasional lainnya yang ada hubungannya dengan
pekerjaan antara lain :
PUBI – 1982 : Peraturan Bahan Bangunan di Indonesia .
NI-3 PMI PUBB 1970 : Peraturan Umum Bahan Bangunan di Indonesia .
NI-8 : Peraturan Semen Portland Indonesia.
NI-10 : Bata Merah Sebagai Bahan Bangunan.
PPI-1979 : Pedoman Plumbing Indonesia
PUIL-1977 : Peraturan Umum Instalasi Listrik
SII : Standard Industri Indonesia .
AVWI : Peraturan Umum Instalasi Air.
Serta :
- Peraturan Pembebanan Indonesia untuk gedung 1981.
- Peraturan Perburuhan di Indonesia dan peraturan tentang keselamatan tenaga kerja yang
dikeluarkan oleh Departemen Tenaga Kerja Republik Indonesia.
- Keputusan Mentri Pekerjaan Umum No. 02/KTPS/1985 tentang penanggulangan
bahaya kebakaran.
Jika tidak terdapat di dalam Peraturan/Standard/Normalisasi tersebut di atas, maka
berlaku Peraturan/Standard/Normalisasi Internasional ataupun dari negara asal produsen
bahan/material/komponen yang bersangkutan.
Sesuai ketentuan-ketentuan yang tersebut, berlaku pula dalam ketentuan ini:
- Dokumen Lelang yang sudah disyahkan oleh Pemberi Tugas (Gambar Kerja, RKS, BQ,
B.A. Aanwijzing dan Surat Perjanjian/Kontrak.
- Shop Drawing yang dibuat oleh Pemborong dan sudah disetujui /disahkan oleh Pemberi
Tugas dan Pengawas.

1.9 LAPORAN HARIAN, MINGGUAN, DAN BULANAN


Kontraktor melalui pelaksana lapangan setiap hari harus membuat laporan Harian
mengenai segala hal yang berhubungan dengan pelaksanaan pekerjaan, baik teknis
maupun non teknis. Dalam pembuatan laporan tersebut, pihak Kontraktor harus
memberikan data yang diperlukan menurut data dan keadaan yang sebenarnya. Pengawas
lapangan harus membuat laporan mingguan dan laporan bulanan secara rutin. Laporan-
laporan tersebut di atas, harus diserahkan kepada Konsultan Pengawas untuk bahan
monitoring dan proses pembayaran pekerjaan.

1.10 PENJELASAN RKS DAN GAMBAR


1. Bila terdapat gambar yang tidak sesuai dengan Rencana Kerja dan syarat-syarat (RKS),
maka harus dilaporkan kepada Konsultan Pengawas dan selanjutnya akan dibahas
bersama untuk ditentukan solusinya yang mengikat/berlaku adalah RKS.
Spesifikasi Umum, Administrasi dan Teknis Halaman : I - 5
Pembangunan Driving Range

2. Untuk revisi-revisi pada lokasi, dan detail gambar mungkin akan dilakukan didalam
waktu pelaksanaan pekerjaan. Kontraktor harus melaksanakan pekerjaan sesuai
dengan gambar dan spesifikasinya, dan tidak boleh mencari keuntungan dari kesalahan
atau kelalaian dalam gamba dari ketidaksesuaian dalam gambar dan spesifikasinya.
3. Konsultan Pengawas akan memberikan instruksi berkenaan dengan penafsiran yang
semestinya untuk memenuhi ketentuan gambar dan spesifikasinya. Permukaan
permukaan pekerjaan yang sudah selesai harus sesuai dengan garis, lapisan bagian dan
ukuran yang tercantum dalam gambar, kecuali bila ada ketentuan lain dari Konsultan
Pengawas.

1.10.1 Perbedaan Gambar.


- Bila suatu gambar tidak cocok dengan gambar yang lain dalam satu disiplin kerja, maka
gambar yang mempunyai skala yang lebih besar yang mengikat atau berlaku.
- Bila ada perbedaan antara gambar kerja Sipil/ Arsitektur, maka Kontraktor wajib
melaporkannya kepada Konsultan Pengawas yang akan memutuskannya setelah
berkonsultasi dengan Perencana.
- Bila ada perbedaan antara gambar kerja Arsitektur dengan sanitasi, Elektrikal/Listrik
dan Mekanikal, maka yang dipakai sebagai pegangan adalah ukuran fungsional dalam
gambar kerja Arsitektur.
- Mengingat setiap kesalahan maupun ketidak telitian di dalam pelaksanaan satu bagian
pekerjaan akan selalu mempengaruhi bagian pekerjaan lainnya, maka didalam hal
terdapat ketidak jelasan, kesimpang siuran, perbedaan-perbedaan dan ataupun ketidak
sesuaian dan keragu-raguan diantara setiap Gambar Kerja, Kontraktor diwajibkan
melaporkan kepada Konsultan Pengawas secara tertulis, mengadakan pertemuan dengan
Konsultan Pengawas dan Konsultan Perencana, untuk mendapat keputusan gambar
mana yang akan dijadikan pegangan.
- Ketentuan tersebut di atas tidak dapat dijadikan alasan oleh Kontraktor untuk
memperpanjang / meng-“klaim” biaya maupun waktu pelaksanaan.

1.10.2 Shop Drawing


1. Shop drawing merupakan gambar detail pelaksanaan di lapangan yang harus dibuat oleh
Kontraktor berdasarkan Gambar Dokumen kontrak yang telah disesuaikan dengan
keadaan di lapangan.
2. Kontraktor wajib membuat shop drawing untuk detail khusus yang belum tercakup
lengkap dalam gambar kerja/dokumen kontrak maupun diperintahkan oleh Konsultan
Pengawas.
3. Dalam shop drawing ini harus jelas dicantumkan dan digambarkan semua data yang
diperlukan termasuk pengajuan contoh dari semua bahan, keterangan produk, cara
pemasangan dan atau spesifikasi/persyaratan khusus sesuai dengan spesifikasi pabrik
yang belum tercakup secara lengkap didalam gambar kerja/Dokumen Kontrak maupun
didalam panduan ini.
4. Kontraktor wajib mengajukan shop drawing tersebut kepada Konsultan Pengawas untuk
mendapat persetujuan tertulis. Semua gambar yang dipersiapkan oleh kontraktor dan
diajukan kepada Konsultan Pengawas untuk diminta persetujuannya harus sesuai
dengan format standar dari proyek dan harus digambarkan pada kertas yang dapat
direproduksi.
Spesifikasi Umum, Administrasi dan Teknis Halaman : I - 6
Pembangunan Driving Range

1.10.3 Perubahan, Penambahan, Pengurangan Pekerjaan dan Pembuatan As


Builtdrawing
- Tata cara pelaksanaan dan penilaian perubahan, penambahan dan pengurangan pekerjaan
disesuaikan dengan dokumen Kontrak.
- Setelah pekerjaan selesai dan diserah terimakan, kontraktor berkewajiban membuat
gambar gambar yang memuat seluruh perubahan, dan sesuai dengan kenyataan yang
telah dikerjakan oleh Kontraktor (Asbuilt drawing). Biaya untuk penggambaran As-
Built Drawing, sepenuhnya menjadi tanggungan Kontraktor.

1.11 TANGGUNG JAWAB KONTRAKTOR


- Kontraktor harus bertanggung jawab penuh atas kualitas pekerjaan sesuai dengan
ketentuanketentuan dalam RKS dan Gambar Kerja.
- Bilamana terjadi gangguan yang dapat mempengaruhi pelaksanaan pekerjaan, maka
Kontraktor berkewajiban memberikan saran-saran perbaikan kepada Konsultan
Pengawas. Apabila hal ini tidak dilakukan, Kontraktor bertanggung jawab atas
kerusakan yang timbul. Kontraktor bertanggung jawab atas keselamatan tenaga kerja
yang dikerahkan dalam pelaksanaan pekerjaan.
- Segala biaya yang timbul akibat kelalaian kontraktor dalam melaksanakan pekerjaan
menjadi tanggung jawab Kontraktor.
- Selama pelaksanaan berlangsung, kontraktor harus menjaga keamanan bahan/material,
barang milik UPI Bandung, milik pihak ketiga yang ada dilokasi, maupun pekerjaan
yang dilaksanakannya sampai tahap serah terima.
- Apabila terjadi kebakaran, Kontraktor bertanggung jawab atas akibatnya, baik yang
berupa barang-barang maupun keselamatan jiwa.
- Apabila pekerjaan telah selesai, kontraktor harus segera mengangkut bahan bongkaran
dan sisa-sisa bahan lainnya yang sudah tidak dipergunakan lagi keluar lokasi pekerjaan.
Segala pembiayaannya menjadi tanggungan Kontraktor.

1.12 KETENTUAN & SYARAT BAHAN-BAHAN


Sepanjang tidak ada ketetapan lain dalam Rencana Kerja dan Syarat-syarat (RKS) ini
maupun dalam Berita Acara Penjelasan Pekerjaan, bahan-bahan yang akan dipergunakan
maupun syarat-syarat pelaksanaan harus memenuhi syarat-syarat yang tercantum dalam
Persyaratan Umum Bahan Bangunan Indonesia (PUBI th.1982), Standar Industri Indonesia
(SII) untuk bahan termaksud, serta ketentuan-ketentuan dan syarat bahan-bahan lainnya
yang berlaku di Indonesia. Seluruh barang material yang dibutuhkan dalam menyelesaikan
pekerjaan, seperti material, peralatan dan alat lainnya, harus dalam kondisi baru dan
kualitas terbaik untuk tujuan yang dimaksudkan.

1.12.1 Merk Pembuatan Bahan/Material & Komponen Jadi


- Kecuali bila ditentukan lain dalm kontrak ini, semua merk pembuatan atau merk dagang
dalam Rencana Kerja dan Syarat-syarat Teknis ini dimaksudkan sebagai dasar
perbandingan kualitas/setara dan tidak diartikan sebagai suatu yang mengikat. Setiap
keterangan mengenai peralatan, material barang atau proses, dalam bentuk nama
dagang, buatan atau nomor katalog harus dianggap sebagai penentuan standard atau
kualitas dan tidak boleh ditafsirkan sebagai upaya membatasi persaingan; dan
Kontraktor harus dengan sendirinya menggunakan peralatan material barang atau
proses, yang atas penilaian Konsultan Pengawas dan Perencana, sesuai dengan
Spesifikasi Umum, Administrasi dan Teknis Halaman : I - 7
Pembangunan Driving Range

keterangan itu. Seluruh material patent itu harus dipergunakan sesuai dengan instruksi
pabrik yang membuatnya.
- Bahan/Material dan komponen jadi yang dipasang / dipakai harus sesuai dengan yang
tercantum dalam Gambar dan RKS, memenuhi standard spesifikasi bahan tersebut
mengikuti peraturan persyaratan bahan bangunan yang berlaku.
- Apabila dianggap perlu, Konsultan Pengawas berhak untuk menunjuk tenaga ahli yang
ditunjuk oleh Pabrik dan atau Supplier yang bersangkutan tersebut sebagai pelaksana.
Dalam hal ini, Kontraktor tidak berhak mengajukan claim sebagai pekerjaan tambah.
- Disyaratkan bahwa satu merk pembuatan atau merk dagang hanya diperkenankan untuk
setiap jenis bahan yang boleh dipakai dalam pekerjaan ini.
- Penggunaan bahan produk lain yang setaraf dengan apa yang dipersyaratkan harus
disertai test dari laboratorium local/dalam negeri baik kualitas, ketahanan serta
kekuatannya dan harus disetujui oleh Konsultan Pengawas secara tertulis.
- Kontraktor Pelaksana terlebih dahulu memberikan contoh semua bahan-bahan yang
diperlukan untuk banguanan tersebut kepada Konsultan Pengawas/ Direksi dan
Perencana untuk mendapatkan persetujuan secara tertulis sebelum semua bahan-bahan
tersebut didatangkan/dipakai. Contoh bahan tersebut harus diserahkan kepada
Konsultan Pengawas/ Perencana sebanyak empat buah dari satu bahan yang ditentukan
untuk menetapkan “standard of appearance” dan disimpan di ruang Direksi. Paling
lambat waktu penyerahan contoh bahan dua (2) minggu sebelum jadwal pelaksanaan.
Keputusan bahan, jenis, warna, tekstur dan produk yang dipilih, akan diinformasikan
kepada Kontraktor selama tidak lebih dari tujuh (7) hari kalender setelah penyerahan
contoh bahan tersebut.

1.12.2 Penyimpanan Material


- Penyimpanan dan pemeliharaan bahan harus sesuai persyaratan pabrik yang
bersangkutan, dan atau sesuai dengan spesifikasi bahan tersebut.
- Material harus disimpan sedemikian rupa untuk menjaga kualitas dan kesesuaiannya
untuk pekerjaan. Material harus diletakkan diatas permukaan yang bersih, keras, dan
bila diminta, harus ditutupi.
- Bagian tengah tempat penyimpanan barang harus ditinggikan dan miring kesamping
sesuai dengan ketentuan, sehingga memberikan drainasi/pemutusan dari kandungan air
/cairan yang berlebihan. Material harus disusun sedemikian rupa sehingga tidak
menyebabkan pemisahan bahan (segregation), agar timbunan tidak berbentuk kerucut,
dan menjaga gradasi serta mengatur kadar air.

1.12.3 Pemerikasaan Bahan-Bahan


- Bahan-bahan yang didatangkan/diperkerjakan harus sesuai dengan contoh-contoh yang
telah disetujui Konsultan Pengawas seperti yang diatur dalam pasal 14 diatas.
- Bahan-bahan yang tidak memenuhi syarat-syarat atau kualitas jelek yang dinyatakan
afkir/ditolak oleh Konsultan Pengawas, harus segera dikeluarkan dari lapangan
bangunan selambat–lambatnya dalam tempo 3x24 jam dan tidak boleh dipergunakan.
- Apabila sesudah bahan-bahan tersebut dinyatakan ditolak oleh Pengawas /Direksi
/Perencana dan ternyata masih dipergunakan oleh Pelaksana, maka Konsultan
Pengawas/Perencana berhak memerintahkan pembongkaran kembali kepada Kontraktor
yang mana segala kerugian yang diakibatkan oleh pembongkaran tersebut menjadi
tanggungan Kontraktor sepenuhnya disamping pihak Kontraktor tetap dikenakan denda
sebesar 1 0/00 (satu permil) dari harga borongan .
Spesifikasi Umum, Administrasi dan Teknis Halaman : I - 8
Pembangunan Driving Range

- Jika terdapat perselisihan dalam pelaksanaan tentang pemeriksaan kualitas dari bahan-
bahan tersebut, maka Kontraktor harus dan memeriksakannya ke laboratorium balai
penelitian Bahan-bahan Pemerintah untuk diuji dan hasil pengujian tersebut
disampaikan kepada Pengawas/Direksi/Perencana secara tertulis. Segala biaya
pemeriksaan ditanggung oleh Kontraktor.
- Sebelum ada kepastian dari Laboratorium tersebut diatas tentang baik atau tidaknya
kualitas dari bahan-bahan, Pelaksana tidak diperkenankan melanjutkan pekerjaan-
pekerjaan yang menggunakan bahan-bahan tersebut diatas .

1.13 SUPPLIER DAN SUB KONTRAKTOR


Jika Kontraktor menunjuk supplier dan atau Sub-Kontraktor didalam hal pengadaan
material dan pemasangannya, maka Kontraktor wajib memberitahukan terlebih dahulu
kepada Direksi Pekerjaan untuk mendapatkan persetujuan.
Kontraktor wajib mengadakan koordinasi pelaksanaan atas petunjuk Konsultan Pengawas
dengan Kontraktor Bawahan atau Supplier bahan.
Supplier wajib hadir mendampingi Konsultan Pengawas di lapangan untuk pekerjaan
khusus dimana pelaksanaan dan pemasangan bahan tersebut perlu persyaratan khusus
sesuai instruksi pabrik.

1.14 PEMBERSIHAN TEMPAT KERJA


Pekerjaan ini mencakup pembersihan, pembongkaran dan pembuangan serta pembersihan
puing-puing bekas kerja, kecuali benda-benda yang telah ditentukan harus tetap
ditempatnya atau harus dipindahkan sesuai dengan ketentuan pasal-pasal yang lain dari
spesifikasi ini.
Pekerjaan ini mencakup juga perlindungan / penjagaan terhadap benda-benda yang
ditentukan harus tetap berada ditempatnya dari kerusakan atau cacat.
Konsultan Pengawas akan menetapkan batas-batas pekerjaan, dan menentukan semua
pohon, semak, tumbuhan dan benda-benda lain yang harus tetap berada ditempatnya.
Kontraktor harus menjaga semua jenis benda yang telah ditentukan harus tetap berada
ditempatnya.

1.15 PEMERIKSAAN HASIL PEKERJAAN


Ijin Memasuki Tempat Kerja.
Kontraktor dan Konsultan Pengawas atau setiap petugas yang diberi kuasa olehnya, setiap
waktu dapat memasuki tempat pekerjaan, atau semua bengkel dan tempat-tampatnya
dimana pekerjaan sedang dikerjakan / dipersiapkan atau dimana bahan/barang dibuat.
Kontraktor harus memberi fasilitas dan membantu untuk memasuki tempat tempat
tersebut.

1.15.2 Pemeriksaan Pekerjaan


- Pekerjaan atau bagian pekerjaan yang telah dilaksanakan Kontraktor, tetapi karena
bahan/material ataupun komponen jadi, maupun mutu pekerjaannya sendiri ditolak oleh
Konsultan Pengawas/Direksi harus segera dihentikan & selanjutnya dibongkar atas
biaya Kontraktor dalam waktu yang ditetapkan oleh Konsultan Pengawas/Direksi.
- Tidak ada pekerjaan yang boleh ditutup atau menjadi tidak terlihat sebelum mendapatkan
persetujuan pengawas dan pemborong harus memberikan kesempatan sepenuhnya
kepada pengawas ahli untuk memeriksa dan mengukur pekerjaan yang akan ditutup dan
tidak terlihat.
Spesifikasi Umum, Administrasi dan Teknis Halaman : I - 9
Pembangunan Driving Range

- Kontraktor harus melaporkan kepada pengawas setiap pekerjaan sudah siap atau
diperkirakan akan siap diperiksa dan pengawas tidak boleh menunda waktu
pemeriksaan, kecuali apabila pengawas memberikan petunjuk tertulis kepada
Kontraktor apa yang harus dilakukan .
- Bila permohonan pemerikasaan pekerjaan itu dalam waktu 2 x 24 jam (dihitung dari jam
diterimanya surat permohonan pemeriksaan, tidak terhitung hari libur /hari Raya.) tidak
dipenuhi/ditanggapi oleh Konsultan Pengawas, maka Kontraktor meneruskan
pekerjaannya dan bagian yang seharusnya diperiksa dianggap telah disetujui oleh
Konsultan Pengawas.
- Bila Kontraktor melalaikan perintah, Konsultan Pengawas berhak menyuruh
membongkar bagian pekerjaan sebagian atau seluruhnya untuk diperbaiki.
- Biaya pembongkaran dan pemasangan/perbaikan kembali menjadi tanggungan
Kontraktor, tidak dapat di “klaim” sebagai biaya pekerjaan tambah maupun alasan
untuk perpanjangan waktu pelaksanaan.

1.15.3 Kemajuan Pekerjaan


- Seluruh bahan, peralatan kontruksi dan tenaga kerja yang harus disediakan oleh
Kontraktor demikian pula metode/cara pelaksanaan pekerjaan harus diselenggarakan
sedemikian rupa, sehingga diterima oleh Konsultan Pengawas.
- Apabila laju kemajuan pekerjaan atau bagian pekerjaan pada suatu waktu menurut
penilaian Konsultan Pengawas telah terlambat, untuk menjamin penyelesaian pada
waktu yang telah ditentukan atau pada waktu yang diperpanjang, maka pengawas harus
memberikan petunjuk secara tertulis langkah-langkah yang perlu diambil guna
melancarkan laju pekerjaan sehingga pekerjaan dapat diselesaikan pada waktu yang
telah ditentukan.

1.15.4 Perintah untuk pelaksanaan (Foreman)


Bila Kontraktor atau petugas lapangannya tidak berada di tempat kerja di mana Konsultan
Pengawas bermaksud untuk memberikan petunjuk atau perintah, maka petunjuk atau
perintah itu harus dituruti dan dilaksanakan oleh semua petugas Pelaksana atau petugas
yang ditunjuk oleh Kontraktor untuk menangani pekerjaan itu.

1.15.5 Toleransi.
Seluruh pekerjaan yang dilaksanakan dalam kontrak ini harus dikerjakan sesuai dengan
toleransi yang diberikan dalam Spesifikasi, dan toleransi lainnya yang ditetapkan pada
bagian lainnya.
Spesifikasi Umum, Administrasi dan Teknis Halaman : I - 10
Pembangunan Driving Range

BAB II PEKERJAAN
SIPIL PEKERJAAN
STRUKTUR
A. Lingkup Pekerjaan
Pekerjaan ini meliputi
- Pekerjaan kendali ketinggian (leveling)
- Pekerjaan galian/urugan pada bagian-bagian tertentu yang ditentukan sesuai dengan
gambar;

B. Penentuan Tinggi Peil (Leveling)


Penentuan tinggi peil (leveling) didasarkan atas apa yang telah termuat dalam RKS ini
yaitu titik level rata sesuai dengan gambar.

Pekerjaan Tanah
A. Umum
Pekerjaan tanah, pembongkaran, pembersihan, galian, urugan dan pemadatan urugan yang
termasuk dalam pekerjaan struktur atas harus dikerjakan terlebih dahulu sebelum
pelaksana Pekerjaan/Kontraktor memulai pekerjaan struktur atas yang sebenarnya.
Pekerjaan-pekerjaan tersebut sesuai dengan yang telah ditentukan di dalam gambar, dan
mendapat persetujuan Konsultan Pengawas.
Tumbuh-tumbuhan atau pepohonan yang ada hanya boleh disingkirkan setelah mendapat
persetujuan Konsultan Pengawas. Tunggak-tunggak pepohonan dan jalinan jalinan akar
harus dibersihkan sampai pada kedalaman ± 1/2 m di bawah permukaan tanah.
Segala sisa dan kotoran yang disebabkan oleh pekerjaan-pekerjaan tanah tersebut harus
disingkirkan dari daerah pembangunan oleh Pelaksana Pekerjaan/Kontraktor sesuai
dengan petunjuk Konsultan Pengawas.
Bahan galian dari daerah pembangunan dapat dipergunakan, bila memadai untuk urugan.
Bahan urugan harus bersih dari unsur-unsur perusak dan harus disetujui Konsultan
Pengawas.

B. Urugan
Bahan Urugan
Bahan urugan harus dipadatkan sekurang-kurangnya mencapai kepadatan minimum 85%
dari kepadatan maksimum yang dicapai di laboratorium.
Tanah Asli
Bagian teratas sedalam 150 mm dari tanah asli haruslah mempunyai kepadatan minimum
85% AASHO pada laboratorium.
Urugan Tanah
Bahan urugan untuk pelaksanaan pengerasan harus disebar dalam lapisan -lapisan yang
rata dalam ketebalan yang tidak melebihi 300 mm pada kedalaman gembur. Gumpalan-
gumpalan tanah harus digemburkan dan bahan urugan tersebut dicampur dengan cara
menggaru atau cara sejenisnya sehingga diperoleh lapisan kepadatannya sama. Setiap
urugan haruslah sama dalam hal bahan, kepadatan dan kelembabannya, sebelum
pengerasan dilaksanakan.
Setiap lapisan harus diarahkan pada kepadatan yang dibutuhkan dan diperiksa melalui
pengujian lapangan yang memadai, sebelum dimulai dengan lapisan yang berikutnya.
Bilamana bahan urugan tidak mencapai kepadatan yang dikehendaki, lapisan tersebut
harus diulang dikerjakan atau diganti dan cara-cara pelaksanaan akan dihentikan guna
mendapatkan kepadatan yang dibutuhkan.
Spesifikasi Umum, Administrasi dan Teknis Halaman : I - 11
Pembangunan Driving Range

Setelah pemadatan selesai, urugan tanah yang berlebihan harus dipindahkan ke tempat
yang ditentukan oleh Konsultan Pengawas. Ketinggian (peil) disesuaikan dengan gambar.

C. Sarana-sarana Darurat
Pelaksana Pekerjaan/Kontraktor harus membangun saluran-saluran, memasang paritparit,
memompa dan atau mengeringkan saluran drainase dengan layak. Semua drainage darurat
harus disetujui oleh Konsultan Pengawas.
Pembersihan pekerjaan tanah untuk kepentingan pembuatan jalan pengangkutan tidak
diperhitungkan dalam Penawaran awal. Jalan-jalan pengangkutan akan sepenuhnya
menjadi tanggungjawab Pelaksana Pekerjaan/Kontraktor.

STRUKTUR
A. Bahan-bahan dan Syarat Bahan
Semen, Agregat dan Syarat Atas
Bahan-bahan bangunan berupa semen, agregat dan air kerja harus sesuai dengan
persyaratan yang termuat dalam RKS ini pada bab sebelumnya.
Adukan dan Campuran
Perbandingan dari berbagai adukan (specie) diberikan sesuai dengan proporsi bawah ini,
dimana angka-angka tersebut menyatakan perbandingan jumlah isi ditakar dalam keadaan
kering, yaitu :
- beton tumbuk 1 pc : 2 ps : 4 kr
- lantai kerja 1 pc : 3 ps : 5 kr
- pondasi batu kali 1 pc : 4 ps
- pasangan dinding kedap air 1 pc : 2 ps
- pasangan dinding biasa 1 pc : 4 ps
- plesteran sudut 1 pc : 3 ps
- plesteran beton 1 pc : 3 ps
- pasangan lantai 1 pc : 4 ps
Pelaksana Pekerjaan/Kontraktor harus membuat takaran yang sama ukuran-ukurannya dan
harus mendapat persetujuan dari Konsultan Pengawas.
Selanjutnya takaran tersebut dapat dipergunakan sebagai takaran untuk berbagai
Campuran, untuk pasangan, plesteran dan lain-lain.
Adukan dan campuran untuk beton bertulang dan pekerjaan-pekerjaan khusus lainnya akan
ditentukan dalam pasal tersendiri.
Bahan Campuran Tambahan (Admixtural)
Pemakaian bahan-bahan campuran tambahan (admixture) harus mendapat persetujuan
Konsultan Perancang atau Konsultan Pengawas.

B. Pekerjaan Beton
Besi Beton Polos (BJTP) dan Ulir (BJTD)
Semua besi beton yang digunakan harus memenuhi syarat-syarat dan ketentuan berikut :
- Peraturan Umum Bahan Bangunan di Indonesia 1982.
- Standard Umum Bahan Bangunan Indonesia 1986
- Tata Cara Perhitungan Struktur Beton untuk Bangunan Gedung (SK. SNI- 15-1991 - 03).
- Standard Industri Indonesia (SII) 0136-84.
- Bebas dari kotoran-kotoran, lapisan lemak/minyak, karat dan tidak cacat (retak-retak,
mengelupas, luka dan sebagainya).
Pemakaian besi beton dari jenis yang berlainan dari ketentuan-ketentuan di atas, harus
mendapat persetujuan dari Perancang/ Konsultan Pengawas.
Penggunaan besi beton yang sudah jadi seperti steel wiremesh dan semacamnya, harus
mendapat persetujuan Konsultan Perancang/Konsultan Pengawas.
Spesifikasi Umum, Administrasi dan Teknis Halaman : I - 12
Pembangunan Driving Range

Besi beton yang tidak memenuhi syarat karena kualitas tidak sesuai dengan spesifikasi
harus segera dikeluarkan dari site, setelah menerima instruksi tertulis dari Konsultan
Pengawas, dalam waktu 24 jam.

Penyetelan Besi Beton


Pembengkokan besi beton harus dilakukan secara hati-hati dan teliti, tepat pada ukuran
posisi pembengkokan sesuai dengan gambar dan tidak menyimpang dari SK.BI-
1.4.53.1989 - UDC : 693.s.
Pembengkokan tersebut dilakukan oleh tenaga yang ahli dengan menggunakan alat-alat
sedemikian rupa, sehingga tidak menimbulkan cacat, patah, retak-retak dan sebagainya.
Sebelum penyetelan dan pemasangan dimulai, Pelaksana Pekerjaan/Kontraktor harus
membuat rencana kerja pemotongan dan pembengkokan baja tulangan (bending schedule),
yang sebelumnya harus diserahkan kepada Konsultan Pengawas untuk mendapatkan
persetujuan.
Pemasangan dan penyetelan berdasarkan peil-peil sesuai dengan gambar dan sudah
diperhitungkan mengenai toleransi penurunnya. Pemasangan dengan menggunakan
pelindung beton (beton dekking) harus sesuai dengan gambar. Apabila hal tersebut tidak
tercantum di dalam gambar, maka digunakan specifikasi SK.SNI T-15-1991-03 pasal
3.16.7.

Adukan (Adonan) Beton


Adukan beton harus memenuhi syarat-syarat SKBI 1.4.53.1989-UDC:6953. Pelaksana
Pekerjaan/Kontraktor harus membuat adukan beton menurut komposisi adukan dan
proporsi antara split, air dan semen dan bertanggungjawab penuh atas kekuatan beton
yang disyaratkan. Penggunaan air harus sedemikian rupa sehingga dapat menghasilkan
beton yang padat dengan daya kerja yang baik sehingga dapat memberikan daya lekat
yang baik dengan besi beton.
Pelaksana Pekerjaan/Kontraktor diharuskan membuat adukan percobaan (trial mixed) untuk
mengontrol daya kerjanya sehingga tidak ada kelebihan air pada permukaan ataupun
menyebabkan terjadinya pengendapan (segregation) dari agregat.
Percobaan slum diadakan menurut syarat-syarat dalam Tata Cara Perancangan dan
Pelaksanaan Konstruksi Beton 1989 (SK.BI-1.4.53.1989) dan Peraturan Umum Bahan
Bangunan di Indonesia (PUBI-1982). Pengadukan harus dilakukan di dalam suatu mesin
pengaduk dari tipe yang disetujui dan berputar pada kecepatan yang direkomendasikan
oleh pabrik pembuat mesin tersebut.
Adukan beton dibuat setempat di dalam site (site mixing) dan harus memenuhi syarat-
syarat :
- Semen diukur menurut berat per kantong;
- Agregat diukur menurut beratnya;
- Pasir diukur menurut beratnya;
- Adukan beton harus dibuat menggunakan alat pengaduk mesin (batch mixer), type dan
kapasitasnya harus mendapat persetujuan Konsultan Pengawas;
- Kecepatan adukan sesuai dengan rekomendai dari pembuat mesin tersebut.
- Jumlah adukan beton tidak boleh melebihi dari kapasitas mesin pengaduk;
- Lama pengadukan tidak kurang dari 2 menit sesudah semua bahan sudah berada dalam
mesin pengaduk;
- Mesin pengaduk yang tidak dipakai lebih dari 30 menit harus dibersihkan dahulu, sebelum
adukan beton yang barn dimulai.

Tes Kubus Beton (Pengujian Mutu Beton)


Cetakan kubus coba harus berbentuk bujur sangkar dalam segala arah serta memenuhi
persyaratan seperti dalam SK.BI-1.4.53.1989. Ukuran kubus coba adalah 150 x 150 x 150
mm3. Pengambilan adukan beton, pencetakan kubus coba dan curingnya harus di bawah
Spesifikasi Umum, Administrasi dan Teknis Halaman : I - 13
Pembangunan Driving Range

pengawasan Konsultan-Konsultan Pengawas. Kubus coba harus ditandai untuk identifikasi


dengan suatu kode yang dapat menunjukkan tanggal pengecoran dan hal lain yang perlu
dicatat. Semua kubus coba dites dalam laboratorium yang berwenang dan disetujui
Konsultan Pengawas.
Laporan hasil percobaan harus diserahkan kepada Konsultan Pengawas selambat-
lambatnya 3 (tiga) hari setelah percobaan selesai dengan mencantumkan harga
karakteristik, nilai deviasi, slump, tanggal pengecoran dan pengetesan yang dilakukan.

Standard Mutu (Standard of Acceptance)


Pelaksana Pekerjaan/Kontraktor diharuskan membuat percobaan pendahuluan (trial test)
atas kubus coba sejumlah minimum 30 buah untuk setiap proporsi adukan yang
dikehendaki dan untuk masing-masing percobaan pada umur 3,7 dan 28 hari.
Trial test ini harus sudah diselenggarakan segera setelah adanya Surat Perintah Kerja atau
penunjukkan Pelaksana Pekerjaan/Kontraktor.
Biaya dan jaminan akan mutu dari hasil percobaan ini tetap menjadi tanggung jawab
Pelaksana Pekerjaan/Kontraktor.

Pemadatan Beton
Beton didapatkan dengan menggunakn suatu vibrator selama pengecoran berlangsung dan
dilakukan sedemikian rupa sehingga tidak merusak acuan maupun posisi tulangan.
Kontraktor harus menyediakan vibrator-vibrator untuk menjamin efisiensi tanpa adanya
penundaan.
Pemadatan beton secara berlebih-lebihan sehingga menyebabkan pengendapan agregat,
kebocoran-kebocoran melalui acuan dan lain-lain, harus dihindarkan.
Beton harus dicorkan lapis demi lapis dengan tidak melebihi 460 mm tebalnya. Lapis-lapis
ini harus dijaga supaya mempunyai pengikatan satu sama lain yang baik.
Siar Pelaksanaan dan Siar Dilatasi
Posisi dan pengaturan siar-siar ini harus mendapat persetujuan Konsultan- Konsultan
Pengawas, dimana
- Siar dalam kolom sebaiknya ditempat sedekat mungkin dengan bidang bawah dari
balok tertinggi;
- Siar dalam balok dan pelat ditempatkan pada tengah-tengah bentang;
- Siar vertikal dalam dinding supaya dihindarkan;
- Siar harus dibaut sekecil mungkin dan atas persetujuan Konsultan Pengawas.
Sebelum pengecoran beton baru, permukaan dari beton lama supaya dibersihkan dengan
seksama dan dikasarkan. Kotoran-kotoran disingkirkan dengan cara menyemprotkan
permukaan dari beton lama supaya dengan cara menyemprotkan permukaan dengan air
dan menyikat sampai agregat kasar tampak.
Setelah permukaan siar tersebut bersih, bubur semen (grout) yang tipis dilapiskan merata
keseluruh permukaan.
Bahan yang dipakai untuk expansion joint adalah heavy duty sealant dengan pelat hitam
berukuran 200 mm x 2 mm yang diletakkan sepanjang dilatasi dan dipasang sesuai
petunjuk Konsultan Pengawas.
Adukan Beton Monolitik
Pada pertemuan dari balok dengan kolom, perbedaan adukan beton supaya dicorkan
serentak atau berseling, yaitu beton yang bermutu tinggi dicorkan lebih dahulu, atau
berselang tidak lebih dari 20 menit antar waktu pengecoran kedua mutu beton. Beton
tersebut digetarkan samapi kedua mutu beton tersebut mengikat bersama.
Curing dan Perlindungan Atas Beton
Beton harus dilindungi selama berlangsungnya proses pengerasan terhadap sinar matahari,
angin, hujan atau aliran air dan pengrusakan secara mekanis atau pengeringan sebelum
waktunya.
Spesifikasi Umum, Administrasi dan Teknis Halaman : I - 14
Pembangunan Driving Range

Semua permukaan beton yang terbuka harus dijaga tetap basah selama 4 hari dengan
menyemprotkan air atau menggenangi dengan air pada permukaan beton tersebut.
Terutama pada pengecoran beton pada waktu cuaca panas, curing dan perlindungan atas
beton harus diperhatikan. Pelaksana Pekerjaan/Kontraktor harus bertanggung jawab atas
retaknya beton karena kelalaian ini .
Bekisting (Formwork)
Bekisting yang dibuat dari kayu dan besi harus memenuhi syarat-syarat kekuatan, daya
tahan dan mempunyai permukaan yang baik untuk pekerjaan finishing.
Pelaksana Pekerjaan/Kontraktor harus memberikan sample dan perhitungan kekuatan
bahan yang akan dipakai untuk bekisting, untuk disetujui oleh Konsultan Pengawas.
Bekisting harus dipasang sesuai dengan ukuran-ukuran jadi yang ada di dalam gambar dan
menjamin bahwa ukuran-ukuran tersebut tidak akan berubah sebelum dan selama
pengecoran.
Bekisting harus dipasang sedemikian rupa sehingga tidak akan terjadi kebocoran atau
hilangnya air selama pengecoran, tetap lures (tidak berubah bentuk) dan tidak bergoyang.
Bekisting harus dibersihkan dari potongan-potongan seperti kayu, paku, tahi gergaji, tanah
dan sebagainya yang akan/dapat merusak beton yang sudah jadi pada waktu
pembongkaran bekisting.
Bekisting untuk bagian konstruksi (pelat, balok dan kolom) diharuskan memakai multiplek
dengan ketebalan minimal 9 mm dan cukup kuat, disesuaikan dengan jarak rusuk-rusuk
pengaku bekisting.
Untuk mengejar kecepatan pengecoran struktural, maka disyaratkan agar Pelaksana
Pekerjaan/Kontraktor membuat panel-panel bekisting yang standard untuk bagian
konstruksi yang typical.
Pembongkaran Bekisting
Pembongkaran bekisting dilakukan sesuai dengan standard dalam SKBI- 1.4.53.1989.
Bagian-bagian konstruksi yang akan dibongkar bekistingnya harus sudah dapat memikul
berat sendiri dan baban-beban pelaksanaan.
Acuan-acuan bagian konstruksi di bawah ini boleh dilepas dalam waktu sebagai berikut
- Sisi-sisi balok, dinding dan kolom yang tidak dibebani ...... 2 hari
- Pelat beton (tiang penyangga tidak dilepas) ........... 7 hari
- Tiang-tiang penyangga pelat ................ 28 hari
- Tiang-tiang penyangga balok yang tidak dibebani ............................... 6 hari
- Tiang-tiang penyangga overstek (cantilever) ........................................ 28 hari
Pekerjaan pembongkaran bekisting harus dilaporkan dan disetujui sebelumnya oleh
Konsultan Pengawas.
Apabila setelah bekisting dibongkar ternyata terdapat bagian-bagian beton yang keropos
atau cacat konstruksi maka Pelaksana Pekerjaan/Kontraktor harus segera memberitahukan
kepada Konsultan Pengawas, untuk meminta persetujuan mengenai cara pengisian atau
menutupnya.
Semua resiko yang terjadi sebagai akibat pekerjaan tersebut dan biaya- biaya pengisian
atau penutupan bagian tersebut menjadi tanggungjawab Pelaksana Pekerjaan/Kontraktor.
Alat-alat di dalam Beton
Pelaksana Pekerjaan/Kontraktor tidak dibenarkan untuk membobok, membuat lubang atau
memotong konstruksi, beton yang sudah jadi tanpa sepengetahuan dan seijin Konsultan
Pengawas. Ukuran dari pembuatan lubang, pemasangan alat-alat di dalam beton,
pemasangan sparing dan sebagainya harus menurut petunjuk Konsultan Pengawas.
Spesifikasi Umum, Administrasi dan Teknis Halaman : I - 15
Pembangunan Driving Range

BAB III
PEKERJAAN AREA DRIVING RANGE
PERSYARATAN PEKERJAAN
LAPANGAN

PEKERJAAN RUMPUT
A. LINGKUP PEKERJAAN
1. Pekerjaan yang dimaksud adalah menyediakan tenaga kerja yang ahli di bidangnya,
bahan-bahan/material, peralatan berikut alat-alat bantu yang dibutuhkan untuk
terlaksananya pekerjaan ini sehingga mendapat hasil yang baik.
2. Pemasangan rumput lapangan joyce manila

B. PERSYARATAN BAHAN DAN PELAKSANAAN


1. Teknik pemasangan rumput mengikuti gambar detail pemasangan.
2. Rumput joyce manila harus segar dan tidak layu.
3. Kontraktor harus mengajukan contoh dari bahan yang akan digunakan untuk mendapat
persetujuan dari Konsultan Pengawas.
4. Jarak pemasangan rumput per 10 cm.
5. Media pemasangan rumput adalah pasir urug dan pupuk kandang dengan rasio 1:4

PEKERJAAN PIPA DRAINASE


1. LINGKUP PEKERJAAN
1.1. Umum
Pekerjaan ini tidak tidak terbatas pada penyediaan tenaga kerja saja, tetapi juga bahan –
bahan, peralatan dan alat bantu lainnya yang digunakan untuk seluruh perkerjaan pemipaan
dan mekanikal sehingga tercapai hasil pekerjaan yang bermutu dan sempurna untuk
operasional.

1.2. Standart dan Code


Standart dan peraturan yang berlaku dalam pekerjaan ini antara lain :
ASTM : American Society of Testing Material
ANSI : American National Standart Institute
BS : British Standar
JIS : Japan Industrial Standart
SII : Standart Industri Indonesia
1.3. Bagian yang Berhubungan
Referensi yang harus diperhatikan adalah pekerjaan – pekerjaan yang terkait yaitu
Pekerjaan Plambing.
2. PERSYARATAN BAHAN
2.1 Pipa PVC diameter 4” dan 6” setara maspion
2.2 Pipa dibuat lubang pen.
2.3 Aksesoris penyambungan dan lem pipa harus satu pabrikasi..
2.4 Bila dalam penyambungan, terdapat bagian yang cacat atau rusak, maka harus
dibongkar dan diperbaiki lagi sampai permukaannya betul- betul tersambung
Spesifikasi Umum, Administrasi dan Teknis Halaman : I - 16
Pembangunan Driving Range

dan berfungsi.
3. SYARAT – SYARAT PELAKSANAAN
3.2. Pipa PVC
- Sistem sambungan yang di pakai adalah :
Sambungan lem (perekat) untuk 80 mm (3”) ke bawah. Untuk di atas 3” digunakan
sambungan las PVC atau rubber ring joint (dengan ring dari karet).
- Galian pipa – pipa dalam tanah harus di buat dengan kedalaman dan kemiringan yang
tepat.
- Dasar lubang galian harus cukup stabil dan rata sehingga seluruh panjang pipa
terletak/tertumpu dengan baik.
- Pipa yang ditanam dalam tanah harus di lubangi sebesar 1cm dengan jarak 20cm dan
dilapisi dengan ijuk dan di beri lapisan pasir kurang lebih 10 cm disekelilingnya. Jenis
pasir adalah pasir urug yang bebas dari batu.
- Selama pemasangan berkala, kontraktor harus menutup setiap ujung pipa yang terbuka
untuk mencegah masuknya tanah, debu dan kotoran lainnya.
_ Semua sambungan / cabang dari pipa pembuangan air kotor (sanitair) harus di buat
dengan cabang Y, pipa mendatar untuk air kotor dan air hujan mempunyai kemiringan
minimal 2%.

4. PENGUJIAN / PENGETESAN
4.1. Pengujian GSP
Diuji dengan tekanan sebesar 1.5 kali tekanan kerja dan dibiarkan dalam kondisi ini minimal
12 jam tanpa mengalami penurunan tekanan. Segala kerusakan akibat pengetesan ini
menjadi
beban kontraktor.
4.2. Pengujian Pipa PVC
_ Seluruh sistem pembuangan harus mempunyai lubang – lubang yang dapat di tutup
agar seluruh sistem tersebut dapat di isi air sampai lubang pipa tertinggi.
_ Sistem tersebut harus dapat menahan air yang diisikan seperti tersebut di atas minimal
selama 1 (satu) jam dan penurunan air selama waktu tersebut tidak lebih dari 5 cm.
_ Apabila pada suatu saat pengawas menginginkan pengujian lain di samping pengujian
di atas, pemborong harus melakukannya dan segala biaya yang timbul menjadi
tanggungan kontraktor.

PEKERJAAN TIANG JARING PENGAMAN


A. LINGKUP PEKERJAAN
1 Pekerjaan ini meliputi pengadaan tenaga kerja, bahan-bahan, peralatan dan alat-alat
Bantu yang diperlukan dalam pelaksanaan pekerjaan ini, hingga pekerjaan Tiang jaring
pengaman dikerjakan dengan yang baik dan bermutu.
2 Lingkup pekerjaan termasuk seluruh detail yang ada pada gambar dan mendapatkan
persetujuan dari Konsultan Pengawas.
B. KETENTUAN
1 Tenaga Ahli
Pelaksanaan pekerjaan tiang jaring pengaman harus dengan tenaga ahli yang
berpengalaman dan dikerjakan dengan rapih dan baik.
2 Peralatan
Untuk melaksanakan pekerjaan tiang jarring pengaman diperlukan peralatan yang
memadai seperti alat potong besi, alat las khusus besi dan lain sebagainya.
Sebelum penngadaan bahan secara menyeluruh, Kontraktor diminta mengajukan contoh
dan katalog serta persyaratan teknis lainnya.
C. PERSYARATAN BAHAN
1 Tiang jaring pengaman dari bahan pipa hitam diameter 6’, 5’ dan 4’, atau sesuai dengan
detail yang ditunjukkan dalam gambar
Spesifikasi Umum, Administrasi dan Teknis Halaman : I - 17
Pembangunan Driving Range

2 Bahan yang akan dipakai, sebelum dipasang terlebih dahulu harus diserahkan contoh-
contohnya untuk mendapatkan persetujuan dari Konsultan Pengawas.
3 Kontraktor harus menyerahkan 2(dua) copy ketentuan dan persyaratan teknis operatif
sebagai informasi bagi Konsultan Pengawas.
4 Material lain yang tidak terdapat dalam daftar tetapi bahan itu dibutuhkan untuk
menyelesaikan pekerjaan, atau sebagai bahan pengganti, harus benar - benar baru dan
berkualitas dari jenisnya dan disetujui Konsultan Pengawas.
5 Pengendalian seluruh pekerjaan ini harus disesuaikan dengan peraturan-peraturan dalam
RKS ini.
6 Sebelum memulai pekerjaan Kontraktor diwajibkan membuat shopdrawing yang dapat
menunjukkan desain, produksi, dan system pemasangannya, serta telah menyesuaikan
dengan kondisi disite / lapangan.
D. PELAKSANAAN
1 Pipa Besi dipotong-potong sesuai panjang yang dibutuhkan dan dikerjakan di luar
proyek (work shop). Pelaksanaan di lokasi hanya merakit dan memasang pada
dudukannya.
2. Besi harus dibuat sesuai bentuk dan ukuran seperti yang tertera dalam gambar detail.
3. Pengelasan sambungan harus baik dan rapi , serta memenuhi persyaratan AWS D10-69,
Sedang penyambungan dengan bolts, nuts screws, dan rings harus menggunakan bahan
yang sama serta memenuhi standar ASTM A307.
4. Bila dianggap perlu , Kontraktor wajib mengadakan test terhadap bahan-bahan pada
laboratorium yang ditunjuk Konsultan Pengawas.
5. Tiang yang telah terpasang harus dilindungi. Sesudah pekerjaan ini selesai dilaksanakan,
Kontraktor harus menjaga dari kemungkinan tumbukan / benturan dari benda-benda keras,
dari pekerjaan lain . Bila terjadi kerusakan Kontraktor diwajibkan memperbaikinya atau
menggantinya.
6. Jaring dipasang sedemikian rupa sehingga kuat dan tidak jatuh. Pengait jarring antar
tiang harus dibuat sedemikian rupa sehingga jaring kuat.

Pekerjaan Pengecatan Besi /Tiang Jaring pengaman


- Permukaan yang akan dicat dibersihkan dari semua debu, kotoran minyak,
gemuk, dan sebagainya dengan cara mencuci dengan solvent yang cocok,
kemudian dilap dengan kain bersih.
- Semua karat dan kerak yang ada dihilangkan terlebih dahulu dengan mengerok/
menggosok dengan sikat baja atau dengan mengamplas permukaannya.
- Setelah seluruh bidang metal tersebut rata, bersih, dan halus, diberi cat dasar
zynchromate paint 2 kali aplikasi secara merata sesuai yang diterangkan dalam
brosur produk masing-masing dengan ketebalan ± 40 μ
- Pengecatan akhir dimulai lapis demi lapis sebanyak 2 kali secara merata dengan
menggunakan alat yang direkomendasikan produsen dan mendapat persetujuan
Pemcana/MK dengan ketebalan masing-masing ± 40 μ
- Aplikator diwajibkan mengikuti semua persyaratan teknis aplikasi dari produsen tanpa
terkecuali.
- Apabila terjadi kerusakan baik yang terlihat maupun yang tersembunyi dan tidak
disebabkan oleh pemilik atau pemakai maka Kontraktor wajib memperbaiki seluruh
pekerjaan yang rusak sampai dengan disetujui oleh Perencana dan Pengawas
dengan seluruh biaya ditanggung Kontraktor.
- Kontraktor harus memberikan jaminan/garansi, untuk cat yang terpasang dari
terkelupasnya cat, dan memudarnya warna cat selama 5 tahun kepada pengguna
barang.
Spesifikasi Umum, Administrasi dan Teknis Halaman : I - 18
Pembangunan Driving Range

PEKERJAAN PAVING BLOCK


A. Lingkup pekerjaan
1. Pekerjaan paving block ini meliputi seluruh pekerjaan paving block seperti yang
Ditunjukkan dalam gambar kerja.
2. Pekerjaan ini meliputi penyediaan tenaga kerja, bahan-bahan, peralatan dan alat-alat
bantu lainnya yang dibutuhkan dalam pelaksanaan pekerjaan ini sehingga diperoleh hasil
pekerjaan yang bermutu baik dan sempurna.
3. Pekerjaan ini termasuk pengadaan dan pelaksanaan pekerjaan “sub grade” dan lantai
kerja sesuai dengan seluruh detail yang disebutkan / ditunjukkan dalam gambar.

B. Persyaratan bahan
1. Semua material yang akan digunakan harus memenuhi standar SII, terutama pada hal-
hal kekuatan, ukuran, perubahan warna.
2. Material paving blok yang digunakan setara dengan merek Conblock Indonesia atau
lainnya ditentukan dengan test laboratorium atau sertifikat.

C. Syarat-syarat pelaksanaan
1. Bahan-bahan yang dipakai sebelum digunakan terlebih dahulu harus diserahkan
contoh-contohnya untuk mendapatkan persetujuan dari Konsultan Pengawas.
2. Material lain yang tidak ditentukan dalam persyaratan di atas, tetapi dibutuhkan untuk
penyelesaian / penggantian dalam pekerjaan ini, harus baru, kualitas terbaik dari
jenisnya dan harus disetujui Konsultan Pengawas / Pemberi Tugas.
3. Untuk pasangan paving blok yang langsung di atas tanah, maka lapisan pasir urug sub
Grade dan lantai kerja di bawahnya harus sudah dikerjakan dengan sempurna (telah
Dipadatkan sesuai persyaratan) dan memiliki kemiringan permukaan 2,5 % dan telah
mempunyai daya dukung maksimal sesuai yang ditujukkan dalam gambar dan sesuai
petunjuk Konsultan Pengawas / Pemberi Tugas.
4. Pekerjaan-pekerjaan di bawah tanah, lubang service dan lainnya harus dikerjakan dan
diselesaikan sebelum pekerjaan paving blok dilaksanakan.
5. Sebelum pekerjaan dimulai, Kontraktor diwajibkan membuat shop drawing dari pola
paving block untuk disetujui Konsultan Pengawas / Pemberi Tugas.
6. Jarak antara unit-unit pemasangan paving block yang terpasang (lebar siar-siar), harus
sama lebar maksimum 5 mm, atau sesuai detail gambar serta petunjuk Konsultan
Pengawas /Pemberi Tugas, yang membentuk garis-garis sejajar dan lurus yang sama
lebarnya, untuk siar-siar yang berpotongan harus membentuk sudut siku dan saling
berpotongan tegak lurus sesamanya.
7. Pertemuan unit paving block dengan curb, trotoir harus menggunakan key block dan
pemotongan harus menggunakan alat pemotong khusus sesuai persyaratan dari pabrik
yang bersangkutan.
8. Areal pemasangan paving block harus dipadatkan dengan plate vibrator ukuran plate 0,3
– 0,5 m2 dan mempunyai tekanan sentrifugal 1,6 – 2,0 ton. Pemadatan dilakukan 3 kali
sebelum siar-siar di isi pasir, setelah itu dipadatkan dan diratakan beberapa kali dengan
roller.
9. Area paving block tidak boleh digunakan sebelum seluruh area selesai dan terkunci.
10. Untuk setiap paving block, toleransi deviasi tidak lebih dari 6 mm dan perbedaaan
ketinggian setiap blok tidak lebih dari 2 mm.
11. Seluruh pekerjaan paving block harus bebas dari kotoran semen maupun oli.
12. Selama pemasangan dan setidaknya 3 hari setelah selesainya pekerjaan, seluruh area
paving block harus tertutup dari lalu lintas dan pekerjaan lainnya.
Spesifikasi Umum, Administrasi dan Teknis Halaman : I - 19
Pembangunan Driving Range

BAB IV
PENUTUP
1. Uraian pekerjaan yang belum termuat dalam ketentuan dan syarat-syarat ini tetapi didalam
pelaksanaannya harus ada, maka pekerjaan tersebut dapat dilaksanakan setelah ada perintah
tertulis dari Pemimpin Proyek dan akan diperhitungkan dalam pekerjaan tambahan.

2. Apabila terdapat jenis pekerjaan yang semula diestimasi oleh Konsultan Perencana perlu
dikerjakan dan sudah termuat dalam Daftar Rencana Anggaran Biaya, tetapi menurut
pertimbangan Pemberi Tugas yang dapat dipertanggungjawabkan tidak perlu lagi dilaksanakan,
maka atas perintah tertulis dari Pemberi Tugas pekerjaan tersebut tidak dilaksanakan dan akan
diperhitungkan sebagai pekerjaan kurang.

3. Apabila terdapat perbedaan antara gambar, spesifikasi teknis, dan Rencana Anggaran Biaya,
maka sebelum pekerjaan tersebut dilaksanakan harus diadakan rapat terlebih dahulu untuk
mendapatkan kepastian.

Bandung , 25 Juni 2018

Panitia