Anda di halaman 1dari 14

Persyaratan Teknis Dan Bahan

SPESIFIKASI TEKNIS
PENGEMBANGAN SARPRAS GEDUNG DAN BANGUNAN
DI BLOK CIMELATI 1
BALAI TAMAN NASIONAL GUNUNG HALIMUN SALAK

Pasal 1
SITUASI

1.1 Bangunan yang akan dibangunan /didirikan akan dilaksanakan pada :

Lokasi : DI BLOK CIMELATI

1.2 Lokasi yang akan dibangun akan diserahkan kepada pelaksana, sebagaimana
keadaaannya pada waktu rapat penjelasan, untuk itu para calon rekanan wajib meneliti
lokasi / medan terutama kondisi tanah, dan luasnya pekerjaan dan hal – hal lain yang
berpengaruh terhadap harga penawaran.

1.3 Kelalaian dan kekurang telitian dalam hal – hal tidak dapat dijadikan alasan untuk
mengajukan klaim dikemudian hari, bagi yang mendapatkan pelulusan pekerjaan.

1.4 Dalam rapat penjelasan akan ditunjukan lokasi bangunan dan ruang lingkup pekerjaan
yang akan dibangun.

Pasal 2
URAIAN PEKERJAAN

2.1 Pekerjaan pembangunan yang akan dilaksanakan adalah :

“PENGEMBANGAN SARPRAS GEDUNG DAN BANGUNAN DI BLOK CIMELATI 1”

a) PEMBANGUNAN GERBANG CIMELATI


b) PEMBANGUNAN TOILET 1
c) PEMBANGUNAN TOILET 2
d) PEMBANGUNAN TOILET 3
e) PEMBANGUNAN SHELTER 1
f) PEMBANGUNAN SHELTER 2
g) PEMBANGUNAN KIOS 1
h) PEMBANGUNAN KIOS 2
i) PEMBANGUNAN MUSHOLA
j) PEMBANGUNAN TEMPAT SAMPAH 1
k) PEMBANGUNAN TEMPAT SAMPAH 2
l) PEMBANGUNAN MAIN SIGN DAN PENUNJUK ARAH
m) PEMBANGUNAN GROUND TANK, JARINGAN AIR BERSIH DAN JARINGAN LISTRIK

2.1 Rekanan harus melaksanakan pekerjaan secara teliti seperti yang tercantum pada uraian
pekerjaan dalam Bill of Quantity ( BQ) dan gambar. Untuk itu rekanan harus mempelajari
secara teliti uraian pekerjaan dalam blanko RAB dan Gambar, yang terlampir dalam
Rencana Kerja dan Syarat – syarat ( RKS ) ini.
Persyaratan Teknis Dan Bahan

2.2 Untuk pelaksanaan pekerjaan pembangunan tersebut rekanan harus menyediakan :


2.3.1 Tenaga kerja, tenaga ahli yang cukup memadai dengan jenis pekerjaan.
2.3.2 Alat – alat bantu, yang sesuai dengan jenis pekerjaan yang akan dilaksanakan.

2.3 Pekerjaan harus dilaksanakan sesuai dengan ketentuan yang tertera dalam uraian
rencana kerja dan syarat – syarat, blanko RAB dan Gambar bestek & Detail serta
keputusan direksi.

Pasal 3
UKURAN TINGGI DAN UKURAN POKOK

3.1 Semua ukuran yang tercantum dalam gambar rencana dinyatakan dalam cm, kecuali
ukuran baja / besi yang dinyatakan dalam inc dan mm.

3.2 Permukaan atas lantai (  P 0,00 ) adalah 30 cm dari muka tanah sekitarnya,
kecuali ditetapkan lain

3.3 Ukuran penduga dibuat dari kayu 5/7 x 3 cm yang diketam rata semua sisinya, kemudian
sebagian ditanam ketanah asli sedalam 1 m, ukuran penduga tersebut merupakan titik
ikat tetap yang harus dibuat rekanan dibawah pengamatan Direksi lapangan dan
dipelihara selama pelaksanaan.

3.4 Ketentuan letak bangunan diukur dibawah pengawasan direksi dengan patok – patok
yang dipancang dan papan bouwplank yang diketam pada sisinya, rekanan harus
menyediakan paling sedikit 3 orang pembantu yang paham dalam pengukuran, penyipat
datar, penujukan / prisma silang, tali busur dan lainnya yang diperlukan.

Pasal 4
PEKERJAAN TANAH

4.1 LINGKUP PEKERJAAN INI :

4.1.1 Pembongkaran / pemindahan seluruh hal – hal yang merintangi pekerjaan.


4.1.2 Penggalian tanah pondasi.
4.1.3 Urugan tanah kembali bekas galian dan penimbunan.
4.1.4 Urugan tanah bawah lantai.
4.1.5 Pemadatan pada setiap lapisan timbunan.

4.2 PELAKSANAAN PEKERJAAN :

4.2.1 Galian tanah pondasi harus sesuai dengan ukuran dalam gambar atau sampai
tanah keras, apabila diperlukan untuk mendapatkan daya dukung tanah yang baik,
dasar galian harus dipadatkan / ditumbuk.
4.2.2 Jika galian melampaui kedalaman, rekanan harus mengurug kembali dan
dipadatkan sampai kepadatan maksimum.
Persyaratan Teknis Dan Bahan

4.2.3 Urugan tanah bawah lantai harus dilaksanakan lapis demi lapis disertai dengan
pemadatan tanah menggunakan stamper mekanis dengan kadar air yang yang
optimal sehingga menjamin tidak adanya penurunan lantai.
4.2.4 Hasil galian yang dapat dipakai untuk penimbunan harus diangkat langsung
ketempat yang direncanakan yang disetujui direksi, sedangkan hasil galian yang
tidak dapat dipakai untuk penimbunan harus disingkirkan ketempat yang disetujui
Direksi.
4.2.5 Harga satuan pekerjaan yang tercantum dalam penawaran harus sudah mencakup
semua biaya pekerjaan – pekerjaan, pembersihan, sewa alat, penimbunan dan
pembuangan hasil galian.
Pasal 5
PEKERJAAN BOUWPLANK

5.1 Semua bouwplank mengunakan kayu terentang / albasia diserut rata dan terpasang
waterpass dengan peil  0,00 m. Setiap jarak 2 m papan bouwplank diperkuat dengan
kayu berukuran 5/7 cm pada papan bouwplank ini harus dicat sumbu – sumbu dinding
dengan cat yang tidak luntur oleh pengaruh iklim.

5.2 Jarak papan bouwplank minimal 2,5 m dari garis bangunan terluar untuk
mencegah kelongsoran terhadap galian tanah pondasi.

5.3 Setelah pekerjaan papan bouwplank selesai, rekanan wajib memintakan pemeriksaan
dan persetujuan tertulis dari Direksi.

Pasal 6
PEKERJAAN BATU KALI

A. PEKERJAAN PONDASI

6.1 LINGKUP PEKERJAAN INI :

6.1.1 Urugan pasir bawah pondasi


6.1.2 Pasangan Aanstamping
6.1.3 Pasangan pondasi

6.2 BAHAN / MATERIAL :

6.2.1 Pasir urug tidak diharuskan sama seperti syarat pasir pasang, kadar lumpur yang
boleh dikandung maksimal 10 % dan mempunyai butiran antara 0 sampai 5
mm.
6.2.2 Pasir pasang tidak diharuskan sama seperti syarat pasir baton, kadar lumpur
yang boleh dikandung maksimal 10 % dan mempunyai butiran antara 0 sampai
1 mm.
6.2.3 Material batu kali / belah yang keras / jenis porselin
6.2.4 Batu kapur, batu penampang bulat atau berpori besar dan terbungkus lumpur
tidak diperkenankan dipakai.
6.2.5 Air yang dipakai harus air tawar dan bersih, bebas dari zat – zat kimia yang
merusak beton.
Persyaratan Teknis Dan Bahan

6.3 PELAKSANAAN PEKERJAAN :

6.3.1 Alas pondasi dari pasir urug yang dipadatkan setebal 5 cm, ditimbris dan disiram
air sampai kepadatan maksimum.
6.3.2 Lantai kerja pondasi lajur / aanstamping adalah setebal 15 cm, ditimbris pasir
atau batu belah sehingga kokoh.
6.3.3 Adukan yang dipakai untuk pasangan pondasi lajur adalah : 1Pc : 5Ps untuk
bagian bawah, sedang bagian atas pondasi trasraam ( 30 cm ) dipergunakan
adukan 1Pc : 3Ps..
6.3.4 Khusus lokasi – lokasi tertentu ( Lokasi tanah lembek ) sebelum alas pondasi
dilaksanakan dilakukan perbaikan tanah dan memasang cerucuk membu
dengan jumlah per 1 m2 minimal 9 buah yang dipancangkan sampai kedalaman
tanah keras berdasarkan pukulan.
Penggalian pondasi lajur dilakukan dengan terlebih dahulu menetapkan lay out
titik as pondasi tersebut dan ditentukan dengan teliti sesuai gambar dan
disetujui oleh direksi.
Pemeriksaan tiap galian pondasi dilaksanakan terhadap betulnya penempatan,
kedalaman besaran, lebar, letak, dan kondisi dasar galian.
Rekanan harus memperhatikan adanya stek tulangan kolom, stek tulangan ke
sloof.
Antara sloof dan pondasi batu kali menerus dipasang stek– stek besi berjarak
minimal 1,00 m.

B. PEKERJAAN JALAN SETAPAK

BAHAN / MATERIAL

- Bahan / material yang disyaratkan sama dengan pasangan pondasi.


- Untuk permukaan lantai jalan di usahakan dicari batu yang pipih.

PELAKSANAAN PEKERJAAN

- Tentukan area yang akan dibentuk sebagai jalan setapak


- Bersihkan area dari semua material existing
- Gali tanah / striping tanah sesuai dengan gambar
- Gunakan benang sebagai acuan sesuai dengan lebar yang diinginkan
- Alas dari pasangan adalah pasir urug
- Pasang batu belah sesuai dengan acuan dan lebar yang diinginkan.
- Finishing permukaan jalan agar terlihat rapi.
Persyaratan Teknis Dan Bahan

Pasal 7
PEKERJAAN DINDING DAN PLESTERAN

7.1. BAHAN / MATERIAL :

7.1.1 Bata merah bermutu baik, pembakaran sempurna, bebas dari cacat dan retak
maksimal belah menjadi dua bagian produk lokal dan memenuhi persyaratan
PUBBI.
7.1.2 Pasir pasang tidak diharuskan sama seperti syarat pasir beton, kadar lumpur
yang boleh dikandung maksimal 10 % dan mempunyai butiran antara 0 sampai
1 mm.
7.1.3 Semen yang dipakai harus memenuhi persyaratan N.I 18 Type menurut ASTM
dan memenuhi S.400 Standar Portland Cement.
7.1.4 Roster beton yang digunakan berukuran 20x20
7.1.5 Roster beton yang digunakan berukuran 20x20
7.1.6 Keramik dinding sekualitas Mulia
7.1.7 Grc motif serat kayu

7.2. ADUKAN / CAMPURAN :

Adukan trasraam 1 Pc : 5 Ps dilaksanakan untuk :


7.2.1 Semua pasangan bata merah ( sesuai rincian gambar ) .
7.2.2 Semua Plesteran dinding dan afwerking permukaan beton .
7.2.3 Semua pasangan keramik dinding dan batu alam.

Pasal 8
PEKERJAAN BETON BERTULANG DAN TIDAK BERTULANG

8.1. LINGKUP PEKERJAAN INI :

Yang termasuk dalam pekerjaan ini adalah :


8.1.1 Pekerjaan beton bertulang terdiri dari : Sloof, kolom, lintel dan ring balk (sesuai
uraian RAB).
8.1.2 Pekerjaan beton tidak bertulang terdiri dari :
8.1.2.1 Neut dibawah kusen pintu setinggi 10 cm
8.1.2.2 Lantai beton tumbuk ( rabatan ) keliling bangunan

8.2. BAHAN / MATERIAL :

8.2.1 Pasir beton harus bermutu baik, mempunyai butir – butir tajam, keras, tidak
pecah atau hancur oleh pengaruh cuaca, tidak mengandung bahan organik,
lumpur dan sejenisnya, diameter butir pasir berkisar antara 1 mm sampai
dengan 5 mm.
8.2.2 Koral / split harus terdiri dari butir – butir yang keras dan tidak berpori, tidak
pecah atau hancur oleh pengaruh cuaca, tidak mengandung bahan organik.
Lumpur dan sejenisnya, koral yang digunakan mempunyai gradasi 2 - 3 cm dan
dapat memenuhi persyaratan PBI 71 SNI 03 – 2847 – 1992.
Persyaratan Teknis Dan Bahan

8.2.3 Air yang dipakai harus air tawar dan bersih, bebas dari zat – zat kimia yang
merusak beton.
8.2.4 Tulangan besi beton yang digunakan harus bebas dari minyak, kotoran, cat,
karat lepas dan lain – lain yang dapat merusak, semua tulangan menggunakan
tulangan baja U – 24 dengan ukuran sesuai dengan gambar.

8.3. ADUKAN :

8.3.1 Adukan beton bertulang dengan perbandingan 1 Pc : 2 Ps : 3 Kr harus


dilaksanakan pada kolom, sloof, , kolom praktis, ringbalk, dan segala sesuatu
yang masuk pekerjaan beton bertulang.
8.3.2 Adukan dengan perbandingan 1 Pc : 3 Ps : 5 Kr , digunakan untuk beton tidak
bertulang pada lantai beton tumbuk.

8.4. PELAKSANAAN PEKERJAAN :

8.4.1 Penyetelan dan pemasangan besi tulangan, semua tulangan harus dipasang
pada posisi yang tepat hingga tidak dapat berubah dan bergeser pada waktu
adukan digetarkan. Penyetelan besi tulang harus diperhitungkan dengan tebal
selimut beton terhadap ukuran yang ditentukan. Hubungan sloof dan pondasi
batu kali dan kolom dengan dinding harus dipasang besi angker ( stek ) setiap
jarak 100 cm sesuai dengan gambar.

8.4.2 Pengecoran :
8.4.2.1 Sebelum pengecoran dilaksanakan, bekisting harus dicek terhadap
keseluruhan, baik arah vertikal maupun horizontal.
8.4.2.2 Alat penggetar pada waktu pengecoran dapat digunakan bambu bulat
dengan diselingi pengetukan bekisting secara perlahan – lahan.
8.4.2.3 Pengadukan harus rata dan sama kentalnya setiap kali membuat
adukan, sisa adukan yang mengeras tidak boleh dipakai.
8.4.2.4 Pembongkaran bekisting baru diperbolehkan setelah beton mengalami
priode pengerasan sesuai dengan PBI 1971 SNI 03 – 2847 – 1992 /
seijin Direksi.
8.4.2.5 Pekerjaan yang tidak sesuai dengan ketentuan ini, harus dibongkar
dan diperbaiki atas biaya rekanan.
8.4.2.6 Sebelum pengecoran dilakukan. Sisi dalam bekisting harus bebas dari
segala macam kotoran dan harus tersiram dengan air sampai merata.

Pasal 9
PEKERJAAN PENUTUP ATAP

9.1 Lingkup
a. Pemasangan Multiplek 9mm
b. Pemasangan underlyer berupa almunium foil
c. Pemasangan Atap Bitumen
Persyaratan Teknis Dan Bahan

9.2 Pelaksanaan Pekerjaan


a. Pastikan reng sebagai rangka atap teratas sudah terpasang dengan baik dan
rata.antara reng satu dengan yang lain (as+as) berikan jarak ± 40,5cm
b. Diatas reng dipasang material pendukung yaitu multiplek, multiplek yang dipakai
adalah multiplek dengan tebal minimal 9 mm. pasang secara tumpeng tindih dari
bawah listplank ke atas dengan jarak overlap ± 10 cm. gunakan paku atau skrup
untuk mengikat multiplek dengan reng.
c. Pasang bahan pelindungan (flashing) pada tepi bawah multipleks dan sisi sisi yang
bertemu sopi-sopi. Tujuannya agar multipleks terlindung dari pengaruh air dan
tidak mudah rusak.
d. Diatas multiplek kemudian dipasang pelapis anti bocor secara overlap, dimulai
dari jurai dalam. Jenis bahan untuk pelapis ini menggunakan almunium foil.
e. terakhir disusun lembaran bahan penutup atap yaitu genteng aspal bitumen
tegola dengan bentuk atap persegi panjang dengan warna hitam. Dengan data
sheet atap genteng aspal bitumen sebagai berikut : surface per bundle/m2 = 3,05,
Dimensi/ cm = 100 x 34, Fiberglass g/m2 = 125. Pemasangan dimulai dari jurai
dalam dan bagian bawah (starter) dan tepi menuju atas secara tumpang tindih
(overlap ningga 60% atau sesuai tanda pada lembaran) untuk jurai dalam bisa
juga dipasang mengikuti susunan atap dengan model anyaman. Bagian terakhir
dipasang adalah bubungan dan jurai luar. Untuk ikatan dikombinasikan paku dan
lem ( atau bahan adhesive pada lembaran atap).

9.3 Pemasangan untuk seluruh bangunan harus menggunakan bahan penutup atap dari
satu pabrik, sebelum dipesan / dikirim, rekanan terlebih dahulu mengajukan contoh
kepada direksi untuk mendapat persetujuan, bahan penutup atap yang cacat / retak
tidak dibenarkan untuk dipakai.

9.4 Sebelum pemasangan penutup atap dilaksanakan, harus dicek kemiringan dan kerataan atap sehingga
diperoleh bidang yang rata.

9.5 Pemasangan penutup atap yang tidak rapih, tidak rata dan berombak harus diperbaiki atas biaya rekanan.

Pasal 10
PEKERJAAN LANTAI

10.1 BAHAN / MATERIAL :

10.1.1 Pasir urug tidak diharuskan sama seperti syarat pasir pasang, kadar lumpur
yang boleh dikandung masksimal 10 % dan mempunyai butiran 0 sampai 5
mm.
10.1.2 Keramik yang dipakai mempunyai sudut tajam, tidak cacat, permukaan rata,
dan tidak retak.
10.1.3 Pasir pasang tidak diharuskan sama seperti syarat pasir beton, kadar lumpur
yang boleh dikandung masksimal 10 % dan mempunyai butiran 0 sampai 1
mm.
10.1.4 Semen yang dipakai harus memenuhi persyaratan N.I 18 Type menurut
ASTM dan memenuhi S.400 Standar Portland Cement.
Persyaratan Teknis Dan Bahan

10.1.5 Air yang dipakai harus air tawar dan bersih, bebas dari zat – zat kimia yang
merusak beton
10.1.6 Semua keramik yang akan dipakai harus satu produk / merk
10.1.7 Batu templek hitam tak beraturan yang digunakan adalah batu templek
Garut
10.1.8 Sebelum dilaksanakan pemasangan bahan, ketua pelaksana mengajukan
contoh terlebih dahulu untuk mendapatkan persetujuan direksi, bahan
tersebut harus disimpan ditempat yang terlindungi dan tertutup, kering dan
bersih.

10.2 ADUKAN

10.2.1 Adukan dengan perbandingan 1 Pc : 5 Ps dipakai untuk pemasangan lantai


keramik dan ketebalan aduk minimal 3 cm.

10.3 PELAKSANAAN PEKERJAAN

10.3.1 Pemasangan lantai keramik diatas urugan pasir T.10 cm, terlebih dahulu
diteliti dahulu kebenaran ukuran dan pasir urug dibawahnya serta kepadatan
peil yang ditentukan.
10.3.2 Semua lantai keramik yang akan dipasang terlebih dahulu direndam dalam
air, pengisian siar – siar harus cukup merata dan padat ,setelah dibersihkan
dari kotoran, pemolesan siar – siar lantai dapat dilakukan dengan air semen.
10.3.3 Pekerjaan lantai yang tidak lurus / tidak waterpass, turun naik dan retak
harus dibongkar dan diperbaiki atas biaya rekanan, lantai yang sudah
terpasang dipeil dan dibersihkan.
10.3.4 Lantai rabat beton dipasang diatas pasir urug tebal 10 cm, satu elemen
dengan elemen lainnya harus dipisah, ketebalan rabat beton minimal 7 cm
dengan finishing pukulan sapu lidi / roll cat
10.3.5 Pemasangan Lantai batu Templek Hitam Tak Beraturan :
10.3.5.1. Tentukan area, persiapkan bahan yang sesuai dengan spesifikasi
10.3.5.2. Pasang batu alam templek pertama (kepala) sebagai acuan
untuk pemasangan batu yang lain, kemudian pasang batu
templek berikut, berdasarkan pasangan batu pertama yang
dijadikan acuan
10.3.5.3. Batu dipasang satu persatu dengan adukkan perekat yang telah
dibuat sampai selesai, sesuai gambar.
10.3.5.4. Agar semua permukaan batu alam templek rata, tekan dengan
tangan dan pukul dengan palu karet.
10.3.5.5. Sisa pengecoran pada batu alam dibersihkan dengan sikat nilon
Persyaratan Teknis Dan Bahan

Pasal 11
PEKERJAAN KAYU

11.1 LINGKUP PEKERJAAN INI :

11.1.1 Pekerjaan Kuda-kuda


11.1.2 Pekerjaan rangka plafond
11.1.3 Pekerjaan rangka dinding dan pagar

11.2 PERSYARATAN BAHAN

11.2.1 Semua kayu yang dipakai harus kering, berumur tua, tidak retak, tidak
bengkok dan mempunyai derajat kelembaban kurang dari 15 % serta
memenuhi persyaratan yang tercantum dalam PKKI 1970 – NI. 15.
11.2.2 Semua kayu sebelum dikerjakan terlebih dahulu mengajukan contoh kepada
direksi untuk mendapatkan persetujuan.

11.3 PELAKSANAAN PEKERJAAN

11.3.1 Semua pekerjaan kayu yang tampak harus diserut rata dan licin hingga
memberikan penyelesaian yang baik dan sedikit penghalusan.
11.3.2 Permukaan kayu yang tampak harus diserut rata dan licin, setiap sambungan
konstruksi atas agar diperhatikan adanya pen / joint yang berfungsi sebagai
pengunci.
11.3.3 Pekerjaan kayu yang tidak rata, melentur, bengkok harus dibongkar dan
diperbaiki atas biaya rekanan.
11.3.4 Kayu yang dipakai untuk seluruh pekerjaan adalah klas awet II dengan ukuran
yang tercantum dalam gambar.
11.3.5 Penyambungan pada sudut kayu harus betul – betul rapih, tegak lurus dan
tidak terdapat celah – celah.

11.4 PEKERJAAN RANGKA PLAFOND DAN PENUTUPNYA

11.4.1 Rangka plafond dipakai kayu yang kering, lurus tidak bengkok dengan ukuran
5/10 cm untuk balok induk dan bidang permukaan diserut rata
11.4.2 Penggantung plafond menggunakan bahan kayu 5/7 cm yang dipasang
secukupnya, sehingga konstruksi rangka plafond benar – benar kokoh dan
stabil.
11.4.3 Pelaksanaan pekerjaan ini harus memperhatikan adanya pekerjaan elektrikal
yang sudah terpasang sebelum melaksanakan penutup plafond.
11.4.4 Pelaksanaan rangka plafond adalah 60 x 60 cm , untuk setiap jarak maksimal 3
m harus dipasang balok induk 5/10 cm kearah bentang pendek, agar
diperhatikan bahwa gantungan plafond kayu 5/7 cm harus dipasang, sehingga
plafond benar – benar kaku.
11.4.5 Permukaan rangka plafond bagian bawah harus diserut halus dan rata dan
sebelum dipasang penutup plafond, rangka harus benar – benar rata dan
waterpass secara keseluruhan.
Persyaratan Teknis Dan Bahan

11.4.6 Penutup plafond bangunan termasuk selasar digunakan GRC board datar
dengan permukaan rata, licin tidak berombak, sisi luar yang lurus , rata dan
tidak retak dengan ukuran 240 x 120 cm tebal minimal 4 mm.
11.4.7 Pertemuan antara plafond diberi nat sebesar 3 mm yang lurus dan rapat,
ditutup kasa dan kompon, pertemuan plafond dinding sisi / list plank
dipasang list kayu profil K3
11.4.8 GRC board yang cacat tidak boleh dipakai sedangkan yang tidak rata harus
diamplas.
11.4.9 Secara keseluruhan plafond yang berombak atau melengkung, nat yang tidak
lurus harus dibongkar dan diperbaiki atas biaya rekanan.

Pasal 12
PEKERJAAN KUSEN

12.1 LINGKUP PEKERJAAN


12.1.1 Pas Pintu
12.1.2 Pas. Bouvenlight

12.2 BAHAN MATERIAL


12.2.1 Semua bahan kusen dari almunium dengan ukuran 4”
12.2.2 Semua bahan almunium sekualitas alexindo

12.3 PELAKSANAAN PEKERJAAN


12.3.1 Semua bahan alumunium yang akan dipakai sebelum dikerjakan terlebih
dahulu mengajukan contoh kepada direksi untuk mendapatkan persetujuan
12.3.2 Pekerjaan alumunium dimulai setelah dipastikan pekerjaan sipil untuk lubang
pintu dan jendela telah benar benar finish dan presisi baik dari ukuran,
kehalusan finishing
12.3.3 kesikuan dan lain-lain yang diperlukan untuk kesempurnaan pemasangan
pekerjaan alumunium
12.3.4 Rangka daun jendela harus betul – betul kaku, lurus kokoh dan rata agar
dapat mudah ditutup / dibuka

Pasal 13
PEKERJAAN PEMBANGUNAN GROUND TANK, JARINGAN AIR BERSIH DAN JARINGAN LISTRIK

13.1 BAHAN / MATERIAL


13.2.1 Pemasangan Jaringan utama air bersih bersumber dari ground tank yang
dialirkan ke bangunan yang ada di blok cimelati dengan menggunakan Pipa
PVC Type AW 1”.
13.2.2 Pemasangan jaringan listrik dari sumber di alirkan ke bangunan-bangunan
yang ada di blok cimelati dengan menggunakan kabel NYY 3x4 ditanam dalam
tanah.
13.2.3 Penutup ground tank memakai plat besi t.2mm dengan rangka besi hollow
40x40
Persyaratan Teknis Dan Bahan

13.2 PELAKSANAAN PEKERJAAN


13.3.1 Contoh bahan-bahan yang akan dipakai harus diperlihatkan kepada pengawas
untuk disetujui.
13.3.2 Contoh harus memperlihatkan kualitas pengelasan dan penghalusan untuk
standard dalam pekerjaan ini.
13.3.3 Semua pekerjaan harus bertaraf yang sebaik-baiknya. Semua pekerjaan harus
diselesaikan bebas dari puntiran, tekukan dan hubungan terbuka.
13.3.4 Pembakaran di bengkel ataupun dilapangan harus mendapat persetujuan
pengawas.
13.3.5 Semua pengelasan harus memakai las listrik dan tenaga kerja yang
melaksanakan harus benar-benar ahli.

Pasal 14
PEKERJAAN PENGECATAN

14.1 PEKERJAAN PENGECATAN KAYU

Pekerjaan cat kayu dilaksanakan pada daun pintu, lisplank dan semua permukaan kayu
yang diexpose.
Cat kayu yang dipakai adalah setarap F - Thalite, contoh bahan cat yang akan digunakan
terlebih dahulu harus diajukan rekanan untuk disetujui direksi, warna cat ditentukan
kemudian.
Pekerjaan dempulan, menie, plamuur dan penghalusan ( diamplas ) harus dilaksanakan
hingga rapih dan halus sebelum pengecatan dilaksanakan.
Pengecatan dilakukan minimal 3 kali dengan kuas / roler ( disesuaikan dengan BQ, kalau
tidak ada keterangan didalam BQ nya berarti dilaksanakan 3 kali pengecatan ).
Persyaratan Teknis Dan Bahan

Pengecatan solignum dilaksanakan pada konstruksi atap, rangka atap, gording, nok,
jurai dan ikatan angin ( bagian yang tidak dicat ).
Pekerjaan yang ternyata retak, belang dan tidak rata harus diulangi dan diperbaiki.

14.2 PENGECATAN TEMBOK DAN LANGIT-LANGIT

14.2.1 Pengecatan dilaksanakan pada semua dinding yang tampak, permukaan beton
yang tidak dilindungi bahan lain, ringbalk dan langit – langit
14.2.2 Cat tembok yang digunakan adalah setara Vinilex, semua contoh cat terlebih
dahulu harus mendapat persetujuan Direksi.
14.2.3 Semua dinding langit – langit yang akan dicat harus diplamuur atau didempul
dari jenis yang sama dari cat tembok, dihaluskan dengan amplas hingga licin
dan rata pekerjaan cat dapat dilaksanakan setelah dapat ijin dari Direksi.
14.2.4 Pengecatan dilakukan minimal 3 kali dengan kuas atau roler ( disesuaikan BQ ).
14.2.5 Untuk pengecatan plint memakai cat minyak kualitas baik tinggi 10 cm.
14.2.6 Semua pekerjaan cat yang tidak rata, belang, pecah – pecah ,masih tipis harus
diulang dan diperbaiki atas biaya rekanan.

Pasal 15
PEKERJAAN INSTALASI LISTRIK

15.1 Instalasi listrik seluruhnya harus dilaksanakan oleh instalatir ahli yang memiliki PAS /
SIKA dari PLN setempat. Namun kontraktor tetap bertanggung jawab penuh atas
pekerjan.
15.2 Hasil pekerjaan harus memenuhi persyaratan teknis yang tercantum dalam AVE dan
PUTL serta peraturan PLN setempat.
15.3 Pekerjaan instalasi listrik meliputi seluruh Instalasi penerangan dan instalasi stop
kontak, panel sekering.
15.4 Semua bahan harus baru, kwalitas baik, dan memenuhi persyaratan standar PLN bahan
– bahan instalasi listrik yang dipakai antara lain :
 Kabel NYM, produk setarap kabelindo, dipasang dalam pipa union, ukuran kabel yang
digunakan sesuai kabutuhan.
 Stop kontak persegi, waterproof dipasang pada ketinggian + 95 cm dari permukaan
lantai.
 Sakelar ( Jenis tekan ) persegi, waterproof dipasang pada ketinggian + 150 cm dari
permukaan lantai.
 Sakelar dan stop kontak yang dipakai setarap Brocco.
 Lampu SL lengkap dengan ballast dan diffuser setaraf ex Nasional ( uk. watt sesuai
BQ ).
Semua instalasi dipasang secara Inbouw ( ditanam ) pakai pipa PVC ukuran 5/8 “.
15.5 Semua instalasi listrik yang sudah terpasang harus ditest / keer terlebih dahulu tegangan
yang dipakai 220 volt / 110 volt ( sesuai dengan yang ada sekitar lokasi tersebut )
penyambungan ke sumber daya / gardu tidak termasuk penawaran ini.
Persyaratan Teknis Dan Bahan

Pasal 16
PEKERJAAN PEMIPAAN DAN PERLENGKAPAN SANITASI

16.1 LINGKUP PEKERJAAN :

Pelaksanaan pekerjaan meliputi pembuatan toilet, Instalasi air bersih, saluran


pembuangan air kotor ,septick tank dan rembesan

16.2 BAHAN / MATERIAL :

16.2.1 Pipa PVC yang dipakai untuk air bersih O 1 ½”, O 1”, O ¾”, dan O ½ “ yang
mempunyai kuat tekanan 7 kg / cm2 type AW.
16.2.2 Pipa PVC yang dipakai untuk air kotor O 2”, dan O 4 “yang mempunyai kuat
tekanan 7 kg / cm2 type D.
16.2.3 Kloset jongkok yang dipakai sekualitas Toto
16.2.4 Kran air O ½ “ type kait sekualitas Onda
16.2.5 Saringan lantai ( floor drain ) dari bahan plastik berkualitas.
16.2.6 Septick tank dari pasangan bata merah diplester kedap air dan ditutup bagian
atasnya dengan plat beton bertulang, resapan dari susunan batu kosong
dengan ijuk ( ukuran dan konstruksi sesuai gambar detail ).

16.3 PELAKSANAAN PEKERJAAN :

16.3.1 Pemasangan pipa – pipa didalam bangunan dipasang didalam dinding


(inbouw), Pemasangan pipa tersebut harus Vertikal dan Horisontal, tidak boleh
dipasang miring.
16.3.2 Setelah selesai pemasangan jaringan air bersih harus dilakukan pengetesan.
16.3.3 Untuk air kotor dari KM / WC dialirkan ke rembesan dengan menggunakan
pipa PVC O2” type D. Kotoran dari kloset dialirkan ke septic tank dengan pipa
PVC O 4 “ type D yang ditanam dalam tanah.
.
Pasal 17
PEKERJAAN MAIN SIGN DAN PENUNJUK ARAH

17.1 Dalam Pembuatan Main sign disesuaikan dengan gambar perencanaan dan untuk huruf
CIPROLAK menggunakan bahan stainless dengan tinggi 20cm.
17.2 logo kementerian kehutanan dan logo taman nasional gunung halimun salak, dan peta
lokasi berbahan acrylic
17.3 Papan penunjuk arah di buat dari bahan kayu pinus dengan tulisan grafir finishing
coating clear dan untuk tiang penunjuk arah menggunakan kayu dolken.
17.4 Untuk pekerjaan batu templek di finishing dengan coating batu alam.
Persyaratan Teknis Dan Bahan

Pasal 18
PEKERJAAN LAIN – LAIN

18.1 Sebelum penyerahan pertama, rekanan wajib meneliti semua bagian pekerjaan yang
belum sempurna dan harus diperbaiki, semua ruangan harus bersih dipel, halaman
harus ditata rapih dan semua barang tidak berguna harus disingkirkan dari proyek.
18.2 Meskipun telah ada unsur – unsur lainnya semua penyimpangan dari ketentuan –
ketentuan bestek dan gambar menjadi tanggungan rekanan untuk itu rekanan harus
menyelesaikan pekerjaan sebaik mungkin.
18.3 Selama masa pemeliharaan, rekanan wajib merawat, menggambarkan dan
memperbaiki segala cacat yang timbul, sehingga sebelum serah terima kedua
dilaksanakan pekerjaan benar – benar sempurna.
18.4 Semua yang belum tercantum peraturan RKS ini akan ditentukan kemudian didalam
rapat penjelasan ( Aanwijzing ).