Anda di halaman 1dari 9

No.

Peserta : 18080652310036
Nama : NASARUDDIN, S.Pd.
Asal Sekolah : SMK Negeri 1 Ranah Ampek Hulu Tapan – Sumatera Barat

TUGAS AKHIR M6 PENILAIAN HASIL BELAJAR

Instructions:
Setelah Bapak/Ibu mendalami Kegiatan Belajar 1 sampai dengan Kegiatan Belajar 4, tentunya
Bapak/Ibu memiliki keinginan bagaimana menerapkan konsep-konsep tersebut kan? Bersama
tugas ini, Bapak/Ibu diharapkan melakukan sebagai berikut:
1. Pilihlah dua Kompetensi Dasar sesuai mata pelajaran yang Anda ajarkan. Kembangkan
soal tes tertulis bentuk pilihan ganda (lima alternative jawaban) untuk mengukur
penguasaan kognitif siswa terhadap materi kedua KD tersebu.
2. Jelaskan langkah-langkah dan kaidah-kaidah penulisan soal tes pilihan ganda.

Kirimkan hasil pekerjaan Anda dalam bentuk PDF atau MS Word. Ukuran file maksimal 10
MB.

Jawaban Penyelesaian:
1. Pilihlah dua Kompetensi Dasar sesuai mata pelajaran yang Anda ajarkan.
Kembangkan soal tes tertulis bentuk pilihan ganda (lima alternative jawaban) untuk
mengukur penguasaan kognitif siswa terhadap materi kedua KD tersebut.
Jawab:

KISI – KISI SOAL PILIHAN GANDA

Sekolah : SMK Negeri 1 Ranah Ampek Hulu – Sumatera Barat


Kelas/ Semester :X/1
Mata Pelajaran : Dasar Desain Grafis
Kurikulum : 2013 Rev.2017
Bentuk soal : Pilihan Ganda
Tahun Pelajaran : 2018 / 2019

Kompetensi Level Nomor


Bahan/ Konten/ Materi Indikator Soal
Dasar Kognitif Soal
3.1 Memahami 1. Unsur-unsur desain L1 Disajikan program aplikasi Corel 1
layout dan grafis dan prinsipnya: Draw, peserta didik dapat
komposisi menentukan standar warna pada
2. Karakteristik, aplikasi tersebut
kegunaan, dan
makna warna. L1 Disajikan fungsi tool pada Corel 2
Draw, peserta didik dapat
menentukan tool tersebut

L1 Disajikan tool yang berfungsi untuk 3


membuat bentuk elips, peserta
didik dapat menentukan tool
tersebut

L1 Disajikan fungsi tool garis pada 4,5


Corel Draw, peserta didik dapat
menentukan tool tersebut

L2 Disajikan fungsi tool pada Corel 6


Draw, peserta didik dapat
menentukan cara yang digunakan
sesuai fungsi tersebut

3.2 Memahami Fungsiwarna CMYK L1 Disajikan mode warna, peserta 7


fungsi dan dan RGB. didik dapat menentukan warna
bentuk Persamaan dan yang terdapat pada CMYK
warna perbedaan warna
CMYK dengan RGB. L1 Disajikan fungsi menu pada Adobe 8
Kombinasi warna Photoshop, peserta didik dapat
CMYK dngan RGB menentukan menu untuk mengatur
tingkat kecerahan gambar

L2 Disajikan kombinasi warna, peserta 9


didik dapat menentukan warna
yang dihasilkan dari kombinasi
tersebut
L3
Disajikan sebab dari 10
mempergunakan terlalu banyak
layer pada image, peserta didik
dapat menganalisis kemungkinan
yang akan terjadi

)*Level Kognitif :
Level 1 (L1) : Mengingat (C1), dan Memahami (C2)
Level 2 (L2) : Mengaplikasikan (C3)
Level 3 (L3) : Menganalisis (C4), Mengevaluasi (C5), dan Mencipta (C6)
SOAL PILIHANA GANDA
1. Apakan standart warna pada Corel c. black
Draw? d. yellow
a. RGB e. cyan
b. CMYK
c. Grayscale 8.  Untuk mengatur tingkat kecerahan
d. Sephia dalam photoshop dapat dilakukan dari
e. Grayscale menu berikut yaitu....
2. Berfungsi memberikan informasi a. duotone
tentang operasi yang sedang b. selective color
dilakukan baik posisi pointer berada c. brightness/contras
dan juga informasi tentang warna d. replace color
pada obyek yang aktif, dinamakan: e. equalize
a. Ruler
b. Status bar 9. Warna campuran kuning dengan
c. Scrool Bar merah adalah….
d. Navigasi Docoment a.  Ungu
e. Pallet b.  Hijau
c.  Pink
3. Tool yang berfungsi untuk membuat d.  Orange
bentuk elips, yaitu: e.  Abu – abu
a. Rectangle
b. Shape Jika Anda mempergunakan terlalu
c. Ellipse banyak layer pada image yang
d. Pick tool sedang Anda kerjakan akan
e. 3point Ellipse terjadi....
a. terbentuk noise pada image
4. Untuk merubah bentuk dari garis lurus b. image menjadi buram
menjadi lengkung, menggunaka n: c. aplikasi menjadi berat karena
a. Convert rule to curve terbebani ukuran file yang besar
b. Convert Line to Curve d. kemampuan komputer untuk
c. Merge line memproses image bertambah
d. Convert curve to line e. tidak ada pengaruhnya
e. Add nodes

5. Untuk merubah bentuk dari garis


lengkung menjadi lurus,
menggunaka n:
a. Convert rule to curve
b. Convert Line to Curve
c. Convert curve to line
d. Add nodes
e. Ellipse

6. Untuk menambahkan halaman baru,


dengan cara:
a. Klik layout – insert page
b. Klik insert – add new page
c. Klik insert – insert page
d. Klik layout – add nodes
e. Klik insert – file

7. CMYK adalah mode warna yang terdiri


atas warna-warna berikut ini, kecuali....
a. magenta
b. marine
PEDOMAN PENSKORAN SOAL PILIHAN GANDA

No. Kunci Jawaban Skor


Soal
1. RGB 10
2. Status bar 10
3. Ellipse 10
4. Convert Line to Curve 10
5. Convert curve to line 10
6. Klik insert – insert page 10
7. Marine 10
8 brightness/contras 10
9 trap - memperbaiki kesalahan alignment pada gambar 10
10 aplikasi menjadi berat karena terbebani ukuran file yang besar 10

Total Skor Maksimal 100

2. Jelaskan langkah-langkah dan kaidah-kaidah penulisan soal tes pilihan ganda.


Jawab:
Langkah-langkah menyusun soal pilihan ganda : dimulai dengan menyusun kisi-kisi soal,
selanjutnya adalah menulis/menyusun soal, sebelum test digunakan melakukan penelaahan
butir soal.
a. PENULISAN KISI-KISI SOAL
Kisi-kisi dapat didefinisikan sebagai matrik informasi yang dapat dijadikan
pedoman untuk menulis dan merakit soal menjadi instrumen tes. Dengan menggunakan
kisi-kisi, pembuat soal dapat menghasilkan soal-soal yang sesuai dengan tujuan tes.
Berbagai instrumen tes yang memiliki tingkat kesulitan, kedalaman materi dan cakupan
materi sama (paralel) akan mudah dihasilkan hanya dengan satu kisi-kisi yang baik.
Beberapa hal penting yang harus diperhatikan dalam menyusun kisi-kisi antara
lain:
1) Sampel Materi
Pemilihan sampel materi yang akan ditulis butir soalnya hendaknya dilakukan
dengan mengacu pada kompetensi yang ingin dicapai. Pemilihan sampel materi secara
representatif dapat mewakili semua materi yang diajarkan selama proses pembelajaran.
Semakin banyak sampel materi yang dapat ditanyakan maka semakin banyak pula tujuan
pembelajaran yang dapat diukur. Dasar pertimbangan yang digunakan dalam pemilihan
sampel materi adalah dasar pertimbangan keahlian (expert judgement).
2) Jenis Tes
Pemilihan jenis tes yang digunakan berhubungan erat dengan jumlah sampel
materi yang dapat diukur, tingkat kognitif yang akan diukur, jumlah peserta tes,
serta jumlah butir soal yang akan dibuat. 
 
3) Jenjang Pengetahuan
Setiap mata kuliah/kompetensi inti mempunyai penekanankemampuan yang
berbeda dalam mengembangkan proses berfikir peserta ujian. Dengan demikian jenjang
kemampuan berfikir yang akan diujikan pun berbeda-beda. Jika
tujuan suatu kompetensi lebih menekankan pada pengembangan proses berfikir analisis,
evaluasi dan kreasi, maka butir soal yang akan digunakan dalam ujian harus dapat
mengukur kemampuan tersebut, begitu juga sebaliknya. Secara singkat dapat dikatakan
bahwa kumpulan butir soal yangakan digunakan dalam ujian harus dapat mengukur proses
berfikir yang relevan dengan proses berfikir yang dikembangkan selama
proses pembelajaran. Dalam hubungan ini, kita mengenal ranah kognitif yang
dikembangkan oleh Bloom dkk yang kemudian direvisi oleh Krathwoll (2001). Revisi
Krathwoll terhadap tingkatan ranah kognitif adalah: ingatan(C1), pemahaman (C2),
penerapan (C3), analisis (C4), evaluasi (C5) dankreasi (C6). Berikut ini akan diuraikan
secara singkat ke-6 jenjang proses berfikir tersebut.
 
4) Tingkat Kesukaran
Dalam menentukan sebaran tingkat kesukaran butir soal dalam set soal untuk
ujian, harus mempertimbangkan interpretasi hasil tes mana yang akan digunakan. Ada dua
pendekatan yang dapat digunakan dalam menginterpretasikan hasil tes, yaitu pendekatan
Penilaian Acuan Patokan (PAP) dan Penilaian Acuan Norma (PAN). Dalam uji
kompetensi, interpretasi hasil tes yang digunakan berbasis kompetensi, maka pendekatan
yang digunakan adalah PAP. Sehingga dalam menginterpretasikan hasil tes yang menjadi
pertimbangan dalam penyusunan butir soal ujian adalah ketercapaian tujuan yang telah
ditetapkan dalam blue print kompetensi.Walaupun butir soal tersebut mudah, tetapi
apabila butir soal tersebut diperlukan untuk mengukur tujuan yang telah ditetapkan, maka
butir soal tersebut harus digunakan.
5) Waktu Ujian
Lamanya waktu ujian merupakan faktor pembatas yang harus diperhatikan dalam
membuat perencanaan tes. Lamanya waktu ujian (misalnya 90 menit) akan membawa
konsekuensi pada banyaknya butir soal yang harus dibuat. Jumlah butir soal yang akan
diujikan harus diperkirakan agar soal dapat diselesaikan dalam waktu 90 menit. Jumlah
butir soal tidak boleh terlalu banyakatau terlalu sedikit, untuk mengantisipasi peserta ujian
menjawab soal dengan cara menebak.

6) Jumlah Butir Soal


Penentuan jumlah butir soal yang tepat dalam satu kali ujian tergantung pada
beberapa hal, antara lain: penguasaan kompetensi yang ingin diketahui, ragam soal yang
akan digunakan, proses berfikir yang ingin diukur, dan sebaran tingkat kesukaran dalam set
tes tersebut. Pada uji kompetensi, waktu dan jumlah butir soal telah ditetapkan, sehingga
pembuat soal dapat memperkirakan tingkat kesulitan soal.

b. PENULISAN BUTIR SOAL


Tes objektif pilihan ganda merupakan jenis tes objektif yang
paling banyak digunakan. Konstruksi tes pilihan ganda terdiri atas dua bagian, yaitu
pokok soal (stem) dan alternative jawaban (option). Satu di antara alternatif jawaban
tersebut adalah jawaban yang benar atau yang paling  benar  (kunci jawaban),
sedangkan alternatif jawaban yang lain berfungsi sebagai pengecoh (distractor).
Pokok soal dapat dibuat dalam dua bentuk, yaitu dalam bentuk pernyataan tidak
selesai atau dalam bentuk kalimat tanya. Jumlah alternatif jawaban yang dibuat terdiri atas
empat atau lima option jawaban, untuk uji kompetensi sebanyak lima option jawaban.Tata
tulis tes pilihan ganda diatur sebagai berikut. Jika pokok soal (stem) ditulis dengan kalimat
tidak selesai, maka awal kalimat ditulis dengan huruf besar dan awal option ditulis dengan
huruf kecil (kecuali untuk nama diri dan nama tempat). Karena pokok soal ditulis dengan
kalimat tidak selesai, maka pada akhir kalimat disertai dengan empat buah titik. Tiga buah
titik yang pertama adalah titik-titik untuk pokok soal yang ditulis dengan kalimat tidak
selesai dan satu titik yang terakhir merupakan titik akhir alternatif jawaban. Dengan
demikian akhir setiap alternatif  jawaban  tidak  perlu  diberi  tanda  titik. 
Jika pokok kalimat ditulis dengan kalimat tanya, maka awal kalimat ditulis dengan huruf
kapital dan akhirkalimat diberi tanda tanya. Setiap awal option dimulai engan huruf
kapital dan diakhiri dengan tanda titik.
Secara lebih rinci bebarapa kaidah penulisan soal pilihan ganda yang harus diperhatikan
adalah sebagai berikut : 
a. Materi
1. Soal harus sesuai dengan indikator
2. Pilihan jawaban harus homogen dan logis ditinjau dari segi materi
3. Setiap soal harus mempunyai satu jawaban yang benar atau yang paling benar
b. Konstruksi
1. Pokok soal harus dirumuskan secara jelas dan tegas
2. Rumusan pokok soal dan pilihan jawaban harus merupakan pernyataan yang diperlukan
saja
3. Pokok soal jangan memberi petunjuk ke arah jawaban benar
4. Pokok soal jangan mengandung pernyataan yang bersifat negatif ganda
5. Panjang rumusan pilihan jawaban harus relatif sama
6. Pilihan jawaban jangan mengandung pernyataan, "Semua pilihan jawaban di atas
salah", atau "Semua pilihan jawaban di atas benar"
7. Pilihan jawaban yang berbentuk angka atau waktu harus disusun berdasarkan urutan
besar kecilnya nilai angka tersebut, atau kronologisnya
8. Gambar, grafik, tabel, diagram, dan sejenisnya yang terdapat padasoal harus jelas dan
berfungsi
9. Butir soal jangan bergantung pada jawaban soal sebelumnya.
c. Bahasa
1. Setiap soal harus menggunakan bahasa yang sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia
2. Jangan menggunakan bahasa yang berlaku setempat, jika soal akan digunakan untuk
daerah lain atau nasional
3. Setiap soal harus menggunakan bahasa yang komunikatif
4. Pilihan jawaban jangan mengulang kata atau frase yang bukan merupakan satu
kesatuan pengertian.