Anda di halaman 1dari 5

BAB 7

PERMINTAAN DAN PENAWARAN

A. Permintaan (Demand)
Keinginan Anda untuk mendapatkan sejumlah barang/jasa dalam rangka memenuhi kebutuhan disebut sebagai
permintaan. Permintaan dapat dibedakan menjadi beberapa definisi.Pertama, permintaan efektif (berdaya beli), yaitu
permintaan konsumen terhadap suatu barang atau jasa yang disertai dengan daya beli (kemampuan membayar).Kedua,
permintaan absolut, yaitu permintaan konsumen terhadap suatu barang atau jasa yang tidak disertai dengan daya beli
(hanya didasarkan pada kebutuhan saja).Ketiga, permintaan potensial, yaitu permintaan konsumen terhadap suatu
barang atau jasa yang disertai daya beli tetapi belum melaksanakan pembelian.

Dari ketiga jenis permintaan tersebut, yang dapat dianalisis dalam ilmu ekonomi adalah permintaan yang berdaya
beli atau permintaan efektif. Sebab, permintaan terhadap jumlah barang/jasa akan memiliki arti jika didukung oleh daya
beli dari konsumen. Dapat diartikan bahwa permintaan adalah berbagai jumlah barang tertentu yang diminta konsumen
pada berbagai tingkat harga tertentu, dalam jangka waktu tertentu.

1. Faktor-faktor yang mempengaruhi permintaan


a. Harga barang itu sendiri;
b. Harga barang-barang lain yang mempunyai kaitan erat dengan barang tersebut (barang substitusi dan
komplementer)
c. Pendapatan konsumen
d. Cita rasa atau selera masyarakat
e. Jumlah penduduk

2. Hukum Permintaan
Teori permintaan menjelaskan tentang sifat dari permintaan pembeli atas suatu barang. Permintaan boleh
didefinisikan sebagai keinginan dan kesanggupan seseorang pengguna untuk mendapat sesuatu barang pada suatu
tingkat harga dalam suatu jangka masa tertentu.

Secara eksplisit, hukum permintaan berbunyi: semakin rendah harga suatu barang, semakin banyak jumlah
barang tersebut yang ingin diminta. Sebaliknya, semakin tinggi harganya, semakin sedikit jumlah barang yang ingin
diminta(ceteris paribus). Ceteris paribus adalah suatu asumsi atau anggapan bahwa semua faktor lain yang turut
memengaruhi permintaan dianggap konstan atau tidak berubah.

Hal lain yang diasumsikan tetap adalah:


a. Penghasilan seseorang tetap. Jika penghasilan bertambah, maka kenaikan harga tidak banyak memengaruhi
permintaan. Mungkin saja, walaupun harga barang naik, permintaan suatu barang tetap, karena penghasilan
masyarakat bertambah.
b. Selera konsumen atau kesenangan orang akan barang itu tetap. Jika orang tidak lagi menyukai suatu barang, maka
walaupun harga barang tersebut turun, permintaannya tetap turun.
c. Tidak adanya barang substitusi baru. Jika ada barang substitusi baru, maka kenaikan harga sedikit saja akan
menyebabkan permintaan turun karena orang-orang akan beralih pada barang substitusi baru.
d. Jumlah penduduk tetap, artinya, tidak ada pertambahan kebutuhan penduduk terhadap suatu barang. Jika jumlah
penduduk bertambah, maka permintaan barang tetap meningkat meskipun harganya naik. Barang-barang yang
dimaksud adalah untuk kebutuhan pokok.
e. Orang tidak menganggap kenaikan harga itu merupakan suatu tanda bahwa harga barang itu akan terus naik. Jika
demikian, orang tetap akan membeli barang yang harganya naik karena takut tidak mampu membeli di masa yang
akan datang.

Hubungan permintaan dengan berbagai tingkat harga dapat ditunjukkan dengan contoh berikut.

Tabel permintaan tas sekolah pada berbagai harga Kurva permintaan terhadap tas sekolah

Harga Tas Jumlah barang


Keadaan
Sekolah (P) yang diminta (Q)
1 50.000 200
2 40.000 400
3 30.000 600
4 20.000 800
5 10.000 1000

Dari daftar permintaan barang di atas, Anda dapat membuat fungsi permintaan secara sederhana, yaitu dengan
mengambil dua titik ordinat, misalnya pada tingkat P = 50.000 dan pada tingkat P = 40.000.
P1 = 50.000 Q1 =200
P2 = 40.000 Q2 =11

𝑃 − 𝑃1 𝑄 − 𝑄1
=
𝑃2 − 𝑃1 𝑄2 − 𝑄1

16
B. Penawaran (Supply)
Dalam kegiatan ekonomi, produsen memproduksi barang/jasa namun tidak digunakan untuk keperluan sendiri
melainkan untuk dijual kepada konsumen dengan tujuan memperoleh laba atau atau keuntungan. Inilah yang
dinamakan dengan penawaran. Penawaran menunjukkan jumlah barang dan jasa yang ditawarkan produsen kepada
konsumen pada berbagai tingkat harga dan waktu tertentu.

Suatu penawaran yang dilakukan oleh seorang produsen/pengusaha disebut penawaran individual, sedangkan
keseluruhan penawaran yang dilakukan oleh beberapa produsen atau pengusaha di pasar dinamakan penawaran pasar
(kolektif).

1. Faktor-faktor yang mempengaruhi penawaran


a. Harga Barang itu sendiri
b. Ongkos produksi, yaitu biaya untuk memperoleh faktor-faktor produksi dan bahan mentah
c. Tingkat teknologi yang digunakan
d. Kebijakan pemerintah
e. Faktor alam
f. Perubahan harga barang substitusi dan komplementer

2. Hukum Penawaran
Teori penawaran menjelaskan tentang sifat para penjual di dalam menawarkan suatu barang yang akan dijualnya.
Penawaran adalah kesanggupan penjual untuk mengeluarkan sesuatu barang pada tingkat harga dalam jangka masa
tertentu.

Hukum penawaran menjelaskan sifat hubungan antara jumlah suatu barang yang ditawarkan para penjual
dengan harganya. Bunyi hukum penawaran yaitu: “makin rendah harga suatu barang, maka makin sedikit jumlah barang
yang ditawarkan oleh para penjual; sebaliknya makin tinggi harga suatu barang, makin banyak jumlah barang yang
ditawarkan oleh para penjual (cateris paribus)”. Hubungan penawaran dengan berbagai tingkat harga dapat ditunjukkan
dengan contoh berikut.

Tabel penawaran tas sekolah pada berbagai harga Kurva penawaran terhadap tas sekolah

Harga Tas Jumlah barang yang


Keadaan
Sekolah (P) ditawarkan (Q)
1 50.000 1000
2 40.000 800
3 30.000 600
4 20.000 400
5 10.000 200

Berdasarkan kurva di atas, Anda pun dapat membuat fungsi penawaran yang sederhana, yaitu dengan mengambil dua
titik ordinat. Misalnya pada tingkat P = 50.000 dan P = 40000.
P1 = 50.000 Q1 =1.000
P2 = 40.000 Q2 =800

𝑃 − 𝑃1 𝑄 − 𝑄1
=
𝑃2 − 𝑃1 𝑄2 − 𝑄1

C. Keseimbangan Harga (Ekuilibrium)


Harga keseimbangan atau harga ekuilibrium adalah harga yang terbentuk pada titik pertemuan kurva permintaan
dan kurva penawaran. Secara sederhana seperti kasus tawar menawar antara pedagang dan pembeli di pasar hingga
dicapai harga yang disepakati masing-masing pihak. Terbentuknya harga dan kuantitas keseimbangan di pasar
merupakan hasil kesepakatan antara pembeli (konsumen) dan penjual (produsen) di mana kuantitas yang diminta dan
yang ditawarkan sama besarnya. secara grafisharga keseimbangan ini terjadi pada titik potong antara kurva permintaan
dengan kurva penawaran. Perhatikanlah proses terbentuknya keseimbangan pasar melalui tabel berikut ini!

Tabel : Permintaan dan Penawaran

Kurva keseimbangan antara permintaan dan penawaran

17
D. Matematika Ekonomi (Permintaan,Penawaran, Dan Keseimbangan)
 Fungsi Permintaan (D)= Q = a – bP
 Fungsi Penawaran (S) = Q = a + bP
 Fungsi Keseimbangan = QD = QS
 Rumus mencari fungsi penawaran dan permintaan
𝑃 − 𝑃1 𝑄 − 𝑄1
=
𝑃2 − 𝑃1 𝑄2 − 𝑄1
Keterangan:
Q : jumlah barang yang ditawarkan (Qs)
a : angka bebas
b : gradien
P : harga barang
P1 : harga awal atau harga mula-mula
P2 : harga setelah mengalami kenaikan atau penurunan
Q1 : jumlah permintaan awal
Q2 : jumlah permintaan setelah mengalami kenaikan atau penurunan

Contoh Soal
1. Pada saat harga Jeruk Rp. 5.000 perKg permintaan akan jeruk tersebut sebanyak 1000Kg, tetapi pada saat
harga jeruk meningkat menjadi Rp. 7.000 Per Kg permintaan akan jeruk menurun menjadi 600Kg, buatlah
fungsi permntaannya ?
2. Pada saat harga durian Rp. 3.000 perbuah toko A hanya mampu menjual Durian sebanyak 100 buah, dan
pada saat harga durian Rp. 4.000 perbuah toko A mampu menjual Durian lebih banyak menjadi 200 buah. dari
kasus tersebut buatlah fungsi penawarannya ?
3. Tentukan jumlah barang dan harga pada keseimbangan pasar untuk fungsi permintaan

Jawab :

𝑃 − 𝑃1 𝑄 − 𝑄1 (P - 3000)(100) = (Q - 100) (1000)


1. = 100P - 300.000 = 1000Q - 100.000
𝑃2 − 𝑃1 𝑄2 − 𝑄1
1.000Q = -300.000 + 100.000 +
𝑃 − 5000 𝑄 − 1000 100P
= 1.000Q = -200.000 + 100P
7000 − 5000 600 − 1000
Q = 1/1000 (-200.000 + 100P )
𝑃 − 5000 𝑄 − 1000 Q = -200 + 0,1P
=
2000 − 400

P - 5000 (-400) = 2000 (Q - 1000) 3. Keseimbangan terjadi apabila Qd = Qs, Jadi


-400P + 2.000.000 = 2000Q - 2.000.000 2000 – 0,2P = -200 + 0,1P
2000Q = 2000.000 + 2.000.000 - 400P 2000 + 200 = 0,1P + 0,2P
Q = 1/2000 (4.000.000 - 400P) 2200 = 0,3P
Q = 2000 - 0,2P P = 7333

𝑃 − 𝑃1 𝑄 − 𝑄1 Q = 2000 – 0,2P
2. = Q = 2000 – (0,2 x 7333)
𝑃2 − 𝑃1 𝑄2 − 𝑄1
Q = 2000 – 1466
𝑃 − 3000 𝑄 − 100 Q = 534
=
4000 − 3000 200 − 100
𝑃 − 3000 𝑄 − 100
=
1000 100

E. Bentuk-Bentuk Struktur Pasar


1. Pasar Persaingan Sempurna
Jenis pasar persaingan sempurna terjadi ketika jumlah produsen sangat banyak sekali dengan
memproduksi produk yang sejenis dan mirip dengan jumlah konsumen yang banyak. Contoh produknya adalah
seperti beras, gandum, batubara, kentang, dan lain-lain.
Sifat-sifat pasar persaingan sempurna: (1) jumlah penjual dan pembeli banyak; (2) barang yang dijual
sejenis, serupa dan mirip satu sama lain; (3) penjual bersifat pengambil harga (price taker); (4) harga ditentukan
mekanisme pasar permintaan dan penawaran (demand and supply); (5) posisi tawar konsumen kuat; (6) sulit
memperoleh keuntungan di atas rata-rata; (7) sensitif terhadap perubahan harga; dan (8) mudah untuk masuk
dan keluar dari pasar.

2. Pasar Monopoli
Pasar monopoli akan terjadi jika di dalam pasar konsumen hanya terdiri dari satu produsen atau penjual.
Contohnya seperti perusahaan listrik negara (PLN), perusahaan kereta api, dan lain sebagainya.
Sifat-sifat pasar monopoli: (1) hanya terdapat satu penjual atau produsen; (2) harga dan jumlah kuantitas
produk yang ditawarkan dikuasai oleh perusahaan monopoli; (3) umumnya monopoli dijalankan oleh
pemerintah untuk kepentingan hajat hidup orang banyak; (4) sangat sulit untuk masuk ke pasar karena
peraturan undang-undang maupun butuh sumber daya yang sulit didapat; (5) hanya ada satu jenis produk
tanpa adanya alternatif pilihan; dan (6) tidak butuh strategi dan promosi untuk sukses.

18
3. Pasar Oligopoli
Pasar oligopoli adalah suatu bentuk persaingan pasar yang didominasi oleh beberapa produsen atau
penjual dalam satu wilayah area. Contoh industri yang termasuk oligopoli adalah industri semen di Indonesia,
industri mobil di Amerika Serikat, dan sebagainya.
Sifat-sifat pasar oligopoli: (1) harga produk yang dijual relatif sama; (2) pembedaan produk yang unggul
merupakan kunci sukses; (3) sulit masuk ke pasar karena butuh sumber daya yang besar; dan (4) perubahan
harga akan diikuti perusahaan lain.

4. Pasar Monopolistik
Dalam kehidupan sehari-hari, jarang dilihat pasar persaingan sempurna maupun pasar monopoli secara
murni. Justru bentuk pasar yang banyak ditemui adalah bentuk pasar monopolistik. Bentuk pasar monopolistik
ini ada di antara pasar persaingan sempurna dan pasar monopoli.
Dikatakan mengandung persaingan sempurna karena pada pasar monopolistik terdapat banyak
perusahaan atau penjual tersebut yang memiliki pangsa pasar (market share) yang cukup besar sehingga tidak
dapat memengaruhi pasar. Oleh karena itu, dalam industri terdapat banyak perusahaan.
Perbedaan pasar monopolistik dengan pasar persaingan sempurna terletak pada produk yang dijual.
Jika pada pasar persaingan sempurna produk yang dijual identik (bersifat sama), pada pasar monopolistik
produk yang dijual merupakan produk yang terdiferensiasi (diferensiasi produk).
Adanya diferensiasi produk telah mendorong perusahaan atau penjual melakukan persaingan nonharga
(non-price competition) melalui iklan, diskon, dan hadiah-hadiah. Oleh karena itu, jika dalam persaingan
sempurna produsen tidak menjadi pertimbangan bagi konsumen dalam membeli produk, dalam pasar
monopolistik produsen suatu produk justru menjadi penting bagi konsumen. Misalnya, seorang pria yang selalu
memakai produk sabun mandi merek “HARY” dan tidak mau memakai produk sabun mandi dari perusahaan
lain. Dalam hal ini terlihat bahwa perusahaan sabun mandi “HARY” memiliki daya monopoli meskipun terbatas.
Sifat-sifat pasar monopolistik: (1) untuk unggul diperlukan keunggulan bersaing yang berbeda; (2) mirip
dengan pasar persaingan sempurna; (3) brand yang menjadi ciri khas produk berbeda-beda; (4) produsen
atau penjual hanya memiliki sedikit kekuatan merubah harga; dan (5) relatif mudah keluar masuk pasar

SOAL EVALUASI

Soal Pilihan Ganda


1. Faktor paling utama yang menentukan tinggi rendahnya 7. Dengan asumsi permintaan tetap, pengaruh kenaikan
permintaan adalah . . . . penawaran terhadap keseimbangan pasar adalah . . . .
a. jumlah penduduk a. harga keseimbangan akan naik dan kuantitas
b. pendapatan keseimbangan akan naik
c. barang substitusi b. harga keseimbangan turun dan kuantitas
d. selera konsumen keseimbangan naik
e. harga c. harga keseimbangan turun dan kuantitas
keseimbangan turun
2. Tinta merupakan barang pelengkap untuk pena, apabila d. harga keseimbangan naik dan kuantitas
harga tinta naik maka permintaan terhadap pena akan ... keseimbangan turun
a. naik e. tidak ada jawaban yang benar
b. turun
c. tetap 8. Bila fungsi permintaan Q = 40 – 2P maka bila harga Rp10
d. mengikuti kenaikan harga tinta jumlah barang yang diminta adalah . . . .
e. tidak bisa diperkirakan a. 20
b. 60
3. Menjelang perayaan tahun baru, harga terompet naik c. –20
karena. . . . d. 40
a. persediaan barang berkurang e. 80
b. masyarakat terbiasa merayakan tahun baru
c. permintaan akan terompet meningkat 9. Saat harga Rp100,- jumlah yang diminta 40 unit. Saat
d. pendapatan masyarakat naik harga naik menjadi Rp200,- jumlah yang diminta 30 unit.
e. harga bahan baku terompet naik Maka, fungsi permintaannya adalah . . .
a. 10P = –100Q – 5000
4. Ketika harga tepung terigu dan telur untuk membuat roti b. –P = 10Q + 500
naik maka jumlah roti yang ditawarkan akan . . . . c. C –P = 100Q –5
a. naik d. –10P = 100Q – 5000
b. turun e. P = 10Q –500
c. tetap
d. berubah 10. Diketahui fungsi penawaran P = 4Q + 1000. Bila harga
e. tidak bisa diperkirakan Rp5.000,- maka jumlah barang yang ditawarkan adalah ...
a. 100
5. Hukum penawaran menunjukkan hubungan antara harga b. 10
dengan . . . . c. 10.000
a. jumlah barang yang diminta d. 1.000
b. jumlah barang yang ditawarkan e. 2.000
c. jumlah barang yang tersedia di pasar
d. kebutuhan masyarakat 11. Harga keseimbangan adalah harga yang terjadi saat . . .
e. jumlah output yang dihasilkan a. jumlah yang diminta > jumlah yang ditawarkan
b. jumlah yang diminta < jumlah yang ditawarkan
6. Pergeseran titik-titik di sepanjang kurva penawaran c. jumlah produsen = jumlah konsumen
menunjukkan adanya perubahan . . . . d. kurva permintaan berpotongan dengan kurva
a. biaya produksi penawaran
b. harga barang lain e. kurva permintaan sejajar dengan kurva penawaran
c. harga barang yang bersangkutan
d. pajak dan subsidi
e. teknik produksi yang digunakan

19
12. Bila kita ingin membeli barang-barang, seperti tas, sepatu, b. Kurva S bergeser ke kanan menjadi S1 setelah harga
komputer, dan televisi kita bisa mendapatkannya dipasar... turun dari 0P menjadi . . . .
a. input d. output c. Dengan kurva S bergeser ke kanan menjadi S1 dan
b. jasa e. faktor produksi posisi kurva D tetap, maka keseimbangan yang baru di
c. onput ....
4. Jelaskan terbentuknya harga keseimbangan!
13. Tenaga kerja, bahan baku, dan kewirausahaan bisa dijual 5. Jika harga jeruk sebesar Rp8.000,00, Pak Amat menjual
di pasar . . . . telur sebanyak 16 kg. Jika harga jeruk turun menjadi Rp
a. input d. output 6.000,00 per kg, Pak Amat menjual telurnya sebanyak 12
b. jasa e. barang kg. Hitunglah besarnya elastisitas penawaran jeruk oleh
c. onput Pak Amat!
6. Jelaskan perbedaan pasar persaingan sempurna
14. Menurut ilmu ekonomi bentuk pasar yang paling ideal dengan pasar persaingan tidak sempurna!
adalah pasar . . . . 7. Mengapa pasar persaingan sempurna tidak mungkin
a. monopoli d. persaingan sempurna dijumpai dalam kehidupan nyata?
b. duopoli e. persaingan tidak sempurna 8. Sebutkan bentuk pasar persaingan tidak sempurna!
c. monopsony 9. Jelaskan pembentukan harga pada pasar persaingan
sempurna!
15. Berikut ini yang bukan ciri pasar persaingan sempurna 10. Jelaskan lima jenis monopoli!
adalah . . . . 11. Apa yang dimaksud dengan hak cipta, hak paten, dan
a. pembeli dan penjual mengetahui keadaan pasar hak merek?
dengan sempurna 12. Jelaskan yang dimaksud dengan pasar oligopsoni!
b. tidak ada campur tangan pemerintah 13. Sebutkan kebaikan pasar persaingan monopolistik!
c. barang yang diperjualbelikan berbeda corak 14. Mengapa campur tangan pemerintah diperlukan dalam
d. faktor-faktor produksi bebas bergerak pembentukan harga di pasar?
e. jumlah pembeli dan penjual sangat banyak 15. Jelaskan dengan singkat empat bentuk campur tangan
pemerintah dalam pembentukan harga di pasar!
16. Harga sangat ditentukan oleh tarik-menarik kekuatan
permintaan dan penawaran secara keseluruhan. Ini terjadi
pada pasar . . . .
a. monopoli d. oligopoli
b. oligopsoni e. persaingan monopolistik
c. persaingan sempurna

17. Dalam pasar monopoli harga ditentukan oleh . . . .


a. pembeli d. banyak pembeli
b. pemerintah e. satu penjual
c. dua penjual

18. Berikut ini yang merupakan ciri pasar monopoli adalah . . .


a. harga ditentukan penjual dan pembeli
b. tidak menimbulkan kerugian bagi masyarakat
c. konsumen tidak bisa pindah ke penjual lain
d. sangat memerlukan iklan
e. perusahaan lain mudah masuk pasar ini

19. Monopoli yang terjadi karena kepercayaan masyarakat


terhadap produk tertentu disebut monopoli . . . .
a. masyarakat d. undang-undang
b. alamiah e. efisiensi
c. Negara

20. Berikut ini yang bukan keburukan pasar monopoli adalah ...
a. pemegang monopoli bisa bertindak boros
b. perusahaan baru susah masuk pasar
c. harga jual tidak mudah berubah
d. distribusi pendapatan tidak merata
e. menimbulkan eksploitasi

21. Hak yang diterima pencipta karena telah menemukan


proses produksi baru disebut hak . . . .
a. cipta d. merek
b. paten e. perusahaan
c. jual

Soal Esai
1. Jelaskan hukum permintaan dan penawaran serta asumsi
yang memengaruhinya!
2. Jelaskan sifat kurva penawaran!
3. Jawablah soal berikut dengan mengamati lebih dahulu
grafik berkut!

a. Titik E menyangkut tentang keseimbangan harga


setinggi . . . dan banyaknya barang yang
diperdagangkan sebanyak . . . .

20