Anda di halaman 1dari 158

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PENINGKATAN KETERAMPILAN MENULIS PUISI MENGGUNAKAN MEDIA GAMBAR SISWA KELAS VIII SMP VITA SURABAYA TAHUN AJARAN 2015/2016

SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Program Studi Pendidikan Bahasa
SKRIPSI
Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat
Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan
Program Studi Pendidikan Bahasa Sastra Indonesia
Oleh:
Henricus Agil Galih Pamungkas
NIM:
111224049
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BAHASA SASTRA INDONESIA
JURUSAN PENDIDIKAN BAHASA DAN SENI
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS SANATA DHARMA
YOGYAKARTA
2016

i

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI ii

ii

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI iii

iii

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

HALAMAN MOTO DAN PERSEMBAHAN

Firman-Mu itu pelita bagi kakuku dan terang bagi jalanku. -Mazmur 119: 105 Mintalah, maka akan
Firman-Mu itu pelita bagi kakuku dan terang bagi jalanku.
-Mazmur 119: 105
Mintalah, maka akan diberikan kepadamu,
Carilah maka kamu akan mendapat,
Ketoklah, maka pintu akan dibukakan bagimu.
-Matius 7: 7
Bermimpilah dengan segenap pikiran.
Yakinlah dengan segenap hati.
Wujudkanlah dengan seluruh tenaga.
-Wishnutama K.-
Banyak jalan yang harus kita lalui,
Banyak rintangan yang harus kita hadapi
Namun itu semua bukan halangan untuk kita dalam meraih semua mimpi
-Henricus Agil G.P-

Skripsi ini kupersembahkan untuk kedua orang tuaku

iv

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PERNYATAAN KEASLIAN KARYA

Saya menyatakan dengan sesungguhnya bahwa skripsi yang saya tulis ini tidak memuat karya atau bagian
Saya menyatakan dengan sesungguhnya bahwa skripsi yang saya tulis ini
tidak memuat karya atau bagian karya orang lain, kecuali yang telah disebutkan
dalam kutipan dan daftar pustaka sebagaimana layaknya karya ilmiah.
Yogyakarta, 29 Juli 2016
Penulis,
Henricus Agil Galih Pamungkas

v

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

LEMBAR PERNYATAAN PERSETUJUAN PUBLIKASI KARYA ILMIAH UNTUK KEPENTINGAN AKADEMIS

Yang bertanda tangan di bawah ini, saya mahasiswa Universitas Sanata Dharma Nama : Henricus Agil
Yang bertanda tangan di bawah ini, saya mahasiswa Universitas Sanata Dharma
Nama : Henricus Agil Galih Pamungkas
Nomor Mahasiswa : 111224049
Demi pengembangan ilmu pengetahuan, saya memberikan kepada perpustakaan
Universitas Sanata Dharma karya ilmiah saya yang berjudul:
PENINGKATAN KETERAMPILAN MENULIS PUISI
MENGGUNAKAN MEDIA GAMBAR
SISWA KELAS VIII SMP VITA SURABAYA
TAHUN AJARAN 2015/2016
Dengan demikian saya memberikan kepada perpustakaan Universitas Sanata
Dharma hak untuk menyimpan, mengalihkan dalam bentuk media lain,
mengolahnya dalam bentuk pangkalan data, mendistribusikan secara terbatas, dan
mempublikasikan di internet atau media lain untuk kepentingan akademis tanpa
perlu meminta izin dari saya maupun memberikan royalty kepada saya selama
tetap mencantumkan nama saya sebagai penulis.
Demikian pernyataan ini saya buat dengan sebenarnya.
Dibuat di Yogyakarta
pada tanggal 29 Juli 2016
Yang menyatakan
Henricus Agil Galih Pamungkas

vi

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

ABSTRAK

Pamungkas, Henricus Agil Galih. 2016. “Peningkatan Keterampilan Menulis Puisi Menggunakan Media Gambar Siswa Kelas VIII
Pamungkas, Henricus Agil Galih. 2016. “Peningkatan Keterampilan Menulis
Puisi Menggunakan Media Gambar Siswa Kelas VIII SMP Vita
Surabaya Tahun Ajaran 2015/2016”. Skripsi Strata satu (S1). Yogyakarta:
Program Studi Pendidikan Bahasa Sastra Indonesia, Fakultas Keguruan dan
Ilmu Pendidikan, Universitas Sanata Dharma Yogyakarta.
Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan peningkatan hasil belajar dan
keaktifan siswa kelas VIII SMP Vita Surabaya Tahun Ajaran 2015/2016. Media
gambar ini digunakan dalam pembelajaran menulis puisi pada pembelajaran
kompetensi dasar menulis puisi bebas dengan menggunakan pilihan kata yang
sesuai. Kegiatan ini berfokus pada penulisan puisi dengan menggunakan media
gambar. Maka dari itu, dalam pembelajaran ini media gambar digunakan untuk
melatih kemampuan siswa dalam hal menulis khususnya menulis puisi. Tujuan
dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan peningkatan keterampilan
menulis puisi dengan menggunakan gambar siswa kelas VIII SMP Vita Surabaya
Tahun Ajaran 2015/2016.
Jenis penelitian ini adalah penelitian PTK (Penelitian Tindakan Kelas).
Desain penelitian menggunakan. Desain yang digunakan dalam penilitian ini
adalah desain Kemmis dan Mc Taggart. Teknik analisis data dengan menggunakan
metode deskriptif kuantitatif dengan menggunakan model PAP tipe I untuk data
deskriptif dan data diolah dengan perhitungan statistik menggunakan SPSS 16
untuk normalitas, homogenitas dan uji-t. Data dalam penelitian ini berdistribusi
normal dan homogen. Pada teknik pengumpulan data, diperoleh dengan
melakukan observasi guru dan siswa, wawancara, dan melakukan tes. Subjek
penelitian ini adalah siswa kelas VIII A SMP Vita Surabaya. Sampel yang dipakai
dalam penelitian ini sebanyak 44 dari 72 populasi.
Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa
penggunakan media gambar dalam penulisan puisi pada pembelajaran Bahasa
Indonesia khususnya menulis. Hal ini dapat dibuktikan dengan peningkatan hasil
belajar siswa dengan rata-rata nilai pada siklus I sebesar 74,5, sedangkan rata-rata
kelas yang diperoleh dari siklus II sebesar 79,6. Selain itu, jumlah ketuntasan
belajar siswa dengan nilai di atas rata-rata mengalami peningkatan dari siklus I ke
siklus II sebesar 22,7%. Keaktifan siswa kelas dalam menulis puisi juga
mengalami peningkatan. Rata-rata siswa pada siklus I 65,9%, sedangkan rata-rata
keaktifan siswa pada siklus II sebesar 78,3%. Hal ini dapat membuktikan pula
bahwa penggunaan media gambar dapat meningkatkan hasil belajar serta
keaktifan siswa kelas VIII SMP Vita Surabaya.
Kata kunci: Keterampilan Menulis, Media gambar, Puisi

vii

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

ABSTRACT

Pamungkas, Henricus Agil Galih. 2016. “The Poem Writing Skill Improvement by Using Picture Media among
Pamungkas, Henricus Agil Galih. 2016. “The Poem Writing Skill Improvement
by Using Picture Media among VIII Grade Students of Vita Junior High
School Surabaya 2015/2016”. S1 Thesis. Yogyakarta: Indonesian Language
and Literature Education Study Program, Faculty of Education and Teachers
Training, Sanata Dharma University.
This research aimed to describe the increase of learning result and the
activeness of 8 th grade students of Vita Junior High School Surabaya 2015/2016.
This picture media was used in poem-writing lesson of writing core competence.
This activity focused on poem-writing by using pictures as the media. Therefore,
in this learning, pictures were used to rehearse students in writing especially poem
writing. The purpose of this research was to describe the increase of learning
result and the activeness of 8 th grade students of Vita Junior High School Surabaya
2015/2016.
This type of research was Classroom Action Research (CAR). The design
used Kemmis and McTaggart. The data analysis technique used
descriptive-quantitative method by using PAP type I model for descriptive data.
The data was processed by statistical counting by using SPSS 16 for normality,
homogeneity, and T-Test. This research data was distributed normally and
homogeneously. The researcher obtained the data by observing teacher and
students, interviewing, and testing. The subject were VIII A students of Vita Junior
High School Surabaya. The used samples were 44 from 72 population.
Based on the result, the researcher concluded that using picture as media
increases the learning result of writing skill especially poem-writing. It can be
observed on the increased result from the students by the average 74.5 in cycle I.
In cycle II, the value was 79.6. On the other hand, the sum of passing grade
increased 22.7% from cycle I to II. The students’ activeness in writing the poem
also increased; the value in cycle I was 65.9% and in cycle II was 78.3%. It also
proved that the use of pictures as learning media increase the 7 th grade students of
Vita Junior High School Surabaya.
Keywords: Writing Skill, Pictures as Learning Media, Poem.

viii

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

KATA PENGANTAR

Puji dan syukur penulis panjatkan kepada Tuhan Yesus Kristus atas berkat dan karunia-Nya, penulis dapat
Puji dan syukur penulis panjatkan kepada Tuhan Yesus Kristus atas berkat
dan karunia-Nya, penulis dapat menyelesaikan skripsi yang berjudul Peningkatan
Ketrampilan Menulis Puisi Menggunakan Media Gambar Kelas VIII SMP Vita
Surabaya Tahun Ajaran 2015/2016. Skripsi ini disusun untuk memperoleh syarat
dan gelar Sarjana Pendidikan Bahasa Sastra Indonesia, Fakultas Keguruan dan
Ilmu Pendidikan, Universitas Sanata Dharma Yogyakarta.
Pada kesempatan ini penulis mengucapkan terima kasih kepada berbagai
pihak yang telah memberikan bimbingan dan dukungan dalam proses penyusunan
skripsi ini. Penulis mengucapkan terima kasih kepada:
1. Rohandi Ph.D., selaku Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan
Universitas Sanata Dharma Yogyakarta.
2. Dr. Yuliana Setiyaningsih, M.Pd, selaku Ketua Program Studi Pendidikan
Bahasa Sastra Indonesia.
3. Drs. Petrus Hariyanto, M. Pd. selaku Dosen Pembimbing yang selalu
memberikan semangat, motivasi, dan menjadi fasilitator penulis untuk
menyeselesaikan skripsi
4. Junita Indriani, S.T, S.H. selaku Kepala SMP Vita Surabaya yang telah
memberikan izin penulis untuk melakukan penelitian.
5. Martha Ruri Windy K, selaku Guru Bahasa Indonesia SMP Vita Surabaya dan
seluruh jajaran guru serta karyawan di SMP Vita Surabaya yang telah
membantu penulis untuk menyelesaikan skripsi ini.
6. Siswa-siswa kelas VIII A yang telah berkolaborasi dan berpartisipasi aktif
serta bersedia menjadi subjek dalam penelitian ini.
7. Kedua orang tuaku, Bapak B. Sugeng Riyanto dan Ibu C. Sundari yang telah
memberikan doa, dukungan dan keprihatinannya dalam segala hal.
8. Kakak dan adik tersayang, Matheas Advin, Martha Ruri, Yen Selpischa, dan
Hosea Bara yang telah memberikan doa dan dukungan dalam segala hal.

9. Om dan Tante tercinta, Slamet Winoto dan Agnes Sudarini yang telah memberikan doa dan dukungan dalam segala hal.

ix

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

10. Barasmara Dewa Sugiarto yang telah memberikan menghibur dan semangat

saat kesulitan. 11. Okti Ika Trisnaningsari yang telah memberikan semangat dan menemani saat kesulitan. 12.
saat kesulitan.
11. Okti Ika Trisnaningsari yang telah memberikan semangat dan menemani saat
kesulitan.
12. R. Marsidiq yang telah memberikan semangat dan dukungan serta membantu
menyelesaikan kelengkapan skripsi ini.
13. Teman-teman PBSI 2011 kelas B yang telah memberikan semangat dan
dukungan serta membatu menyelesaikan kelengkapan skripsi ini.
14. Semua pihak yang tidak dapat disebutkan satu per satu, yang telah
memberikan masukan, doa, semangat, dan menjadi inspirasi hingga penulis
dapat menyelesaikan skripsi ini.
Penulis menyadari bahwa penlitian ini masih jauh dari sempurna. Meskipun
demikian, penulis berharap bahwa penelitian ini dapat memberikan manfaat bagi
pembaca. Terima kasih.
Yogyakarta, 29 Juli 2016
Penulis
Henricus Agil Galih Pamungkas

x

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL PERSETUJUAN HALAMAN PENGESAHAN HALAMAN MOTO DAN PERSEMBAHAN PERNYATAAN KEASLIAN KARYA HALAMAN
HALAMAN JUDUL
PERSETUJUAN
HALAMAN PENGESAHAN
HALAMAN MOTO DAN PERSEMBAHAN
PERNYATAAN KEASLIAN KARYA
HALAMAN PERSETUJUAN PUBLIKASI
ABSTRAK
ABSTRACT
KATA PENGANTAR
DAFTAR ISI
DAFTAR TABEL
DAFTAR BAGAN
DAFTAR DIAGRAM
DAFTAR LAMPIRAN
i
ii
iii
iv
v
vi
vii
viii
ix
xi
xiv
xv
xvi
xvii
BAB I PENDAHULUAN
1
A. Latar Belakang Masalah
1
B. Rumusan Masalah
5
C. Tujuan Penelitian
5
D. Manfaat Penelitian
6
E. Batasan Istilah
7
F. Sistematika Penulisan
7
BAB II LANDASAN TEORI
9
A. Penelitian yang Relevan
9
B. Landasan Teori
12
1.
Media, Gambar, dan Media Gambar
.
12

a. Media

12

b. Gambar dan Media Gambar

18

xi

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

2. Menulis dan Keterampilan Menulis

23

3. Puisi 26 a. Pengertian Puisi 26 b. Struktur Puisi 27 c. Menulis Puisi 31
3.
Puisi
26
a. Pengertian Puisi
26
b. Struktur Puisi
27
c.
Menulis Puisi
31
C. Kerangka Berpikir
31
D. Hipotesis
33
BAB III METODE PENELITIAN
34
A. Pendekatan, Metode, dan Desain Penelitian
34
B. Subjek dan Objek Penelitian
38
C. Lokasi dan Waktu Penelitian
38
D. Variabel Penelitian
38
E. Prosedur Penelitian
39
F. Target Keberhasilan Penelitian
45
G. Teknik Pengumpulan Data
46
H. Instrumen Penelitian
51
I. Sumber Data
55
J. Validitas Instrumen
56
K. Uji Instrumen Pembelajaran
57
L. Teknik Analisis Data
58
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
60
A. Deskripsi Hasil Penelitian
60
B. Deskripsi Data Hasil Penelitian
60
1. Deskripsi Data Hasil Belajar Siklus I
61
2. Deskripsi Data Hasil Belajar Siklus II
62
3. Deskripsi Data Keaktifan Siklus I
64
4. Deskripsi Data Keaktifan Siklus II
67

C. Uji Normalitas

69

D. Uji Homogenitas Varians

70

xii

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

E. Uji-t

71

F. Pembahasan 75 BAB V PENUTUP 81 A. Simpulan 81 B. Saran 85 DAFTAR PUSTAKA
F.
Pembahasan
75
BAB V PENUTUP
81
A. Simpulan
81
B. Saran
85
DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN
84
87

xiii

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

DAFTAR TABEL

Tabel 1 33 Tabel 2 44 Tabel 3 45 Tabel 4 47 Tabel 5 50
Tabel
1
33
Tabel 2
44
Tabel 3
45
Tabel 4
47
Tabel 5
50
Tabel 6
51
Tabel 7
`
52
Tabel 8
54
Tabel 9
59
Tabel 10
59
Tabel 11
61
Tabel 12
63
Tabel 13
65
Tabel 14
68
Tabel 15
70
Tabel 16
71
Tabel 17
73
Tabel 18
Respon Akfektif Guru
Nilai Pra-siklus
Target Keberhasilan Siswa
Istrumen lembar Pengamatan
Lembar Wawancara
Lembar Wawancara Akhir Siklus I dan II
Rubrik Penilaian Menulis Puisi
Instrumen Pengamatan Keaktifan Siswa
Kriteria Presentase Hasil belajar
Kriteria Persentase Keaktifan Siswa
Nilai Hasil Belajar Siklus I
Nilai Hasil Belajar Siklus II
Kriteria Keaktifan Tiap Indikator Siklus I
Kriteria Keaktifan Tiap Indikator Siklus II
Uji Normalitas
Uji Homogenitas Varians
Uji t Hasil Nilai Siswa Siklus I dan II
Uji t Hasil Nilai Keaktifan Siswa Siklus I dan II
Kriteria Keaktifan Siswa Siklus I dan II
74
Tabel 19
78

xiv

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

DAFTAR BAGAN

Bagan 1 Model Kemmis dan Mc Taggart 36
Bagan 1 Model Kemmis dan Mc Taggart
36

xv

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

DAFTAR DIAGRAM

Diagram 1 Nilai Hasil Belajar Siklus I Diagram 2 Nilai Hasil Belajar Siklus II Diagram
Diagram 1 Nilai Hasil Belajar Siklus I
Diagram 2 Nilai Hasil Belajar Siklus II
Diagram 3 Hasil Belajar Siklus I
Diagram 3 Hasil Belajar Siklus II
62
64
76
77

xvi

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

LAMPIRAN

Lampiran 1. Hasil Observasi Guru Lampiran 2. Transkrip Wawancara Guru Sebelum penelitian Lampiran 3. Transkrip
Lampiran 1. Hasil Observasi Guru
Lampiran 2. Transkrip Wawancara Guru Sebelum penelitian
Lampiran 3. Transkrip Wawancara Guru Akhir Siklus I
88
92
95
Lampiran
4. Transkrip Wawancara
Guru Akhir Siklus
II
96
Lampiran 5. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Siklus I
Lampiran 6. Soal Siklus I
Lampiran 7. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Siklus II
Lampiran 8. Soal Siklus II
Lampiran 9. Daftar Nilai Siswa Pra Siklus
Lampiran 10. Daftar Nilai Siswa Siklus I
Lampiran 11. Daftar Nilai Siswa Siklus II
Lampiran 12. Nilai Individu Siswa Siklus I
Lampiran 13. Nilai Individu Siswa Siklus II
Lampiran 15. Rubrik Penilaian Menulis Puisi
Lampiran 16. Rubrik Penilaian Keaktifan Siswa
Lampiran 17. Nilai Keaktifan Siswa Siklus I
Lampiran 18. Nilai Keaktifan Siklus II
Lampiran 19. Hasil Uji Normalitas Hasil Belajar
Lampiran 20. Hasil Uji Normalitas Keaktifan Siswa
Lampiran 21. Frekuensi Hasil Belajar
Lampiran 22. Frekuensi Keaktifan
Lampiran 23. t-Test Hasil Belajar
Lampiran 24. t-Test Keaktifan
Lampiran 25. Surat Keterangan
Lampiran 26. Surat Ijin Penelitian
97
105
106
114
115
117
119
121
122
123
125
127
129
131
132
133
135
137
138
139
140

xvii

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

BAB I

PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Sastra merupakan seni kreatif yang objeknya adalah manusia dan kehidupan
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
Sastra
merupakan
seni
kreatif
yang
objeknya
adalah
manusia
dan
kehidupan
dengan
menggunakan
bahasa
sebagai
mediumnya.
Dapat
dikatakan bahwa sastra adalah gambaran kehidupan manusia. Penggambaran
kehidupan manusia dalam sastra didasarkan pada daya imajinasi sehingga
kehidupan tersebut bersifat imajinatif.
Puisi adalah karya sastra yang paling tua. Puisi memiliki ciri khas
tersendiri
dibandingkan
dengan
jenis
karya
sastra
yang
lain.
Dalam
pembuatannya
puisi
diperlukan
konsentrasi
yang
kuat
serta
mengkonsentrasikan
segala
kekuatan
bahasa
dan
gagasannya
untuk
melahirkan puisi. Sampai saat ini belum ada buku yang memadai dalam
merealisasikan pemahaman mengenai puisi. Hal ini mungkin disebabkan
minat pembaca puisi dirasa sangat kecil.
Menurut Waluyo (1991: 2-3), setiap puisi pasti berhubungan dengan
penyairnya, karena puisi diciptakan dengan mengungkapkan diri penyair
sendiri.
Dalam
puisi
terdapat
tema,
nada,
perasaan,
dan
amanat.
Pada
kenyataannya,
sejarah
yang
melatarbelakangi
proses
penciptaan
puisi
mempunyai peranan yang penting dalam memberikan makna puisi itu.

1

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

 

2

Slamet

Muljana

(melalui

Pradopo,

2002:

13),

mendefinisikan

puisi

sebagai bentuk sastra atau kata yang menghasilkan rima, ritma, dan musikalitas. Sementara itu menurut
sebagai
bentuk
sastra
atau
kata
yang
menghasilkan
rima,
ritma,
dan
musikalitas.
Sementara
itu
menurut
Pradopo
(2002:
7),
puisi
mengekspresikan pemikiran yang membangkitkan perasaan dan merangsang
imanjinasi
panca
indera.
Puisi
merupakan
rekaman
dan
interpretasi
pengalaman manusia yang penting dan diubah dalam wujud yang paling
berkesan.
Dalam pengajaran bahasa dan sastra di sekolah, siswa diberikan empat
jenis keterampilan berbahasa. Keempat jenis keterampilan berbahasa tersebut
adalah
mendengarkan,
berbicara,
membaca,
dan
menulis.
Keterampilan
berbahasa tersebut memiliki keterkaitan yang erat. Kegiatan tersebut dapat
menjadi
fokus
pembelajaran.
Berdasarkan
aktivitas
penggunaannya,
keterampilan membaca dan menyimak tergolong keterampilan berbahasa
yang
bersifat
reseptif
sedangkan
keterampilan
berbicara
dan
menulis
termasuk keterampilan berbahasa yang bersifat produktif.
Menulis merupakan sarana mengembangkan daya pikir atau nalar dengan
mengumpulkan fakta, menghubungkannya, kemudian menarik kesimpulan.
Manfaat menulis adalah dapat memecahkan masalah dengan lebih mudah,
memberikan dorongan untuk belajar secara aktif, dan membiasakan diri
berpikir dan berbahasa dengan tertib.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

3

Menulis merupakan salah satu jenis keterampilan berbahasa yang harus

dikuasai siswa. Keterampilan ini didukung dengan keterampilan membaca. Menurut Tarigan (1982: 3 -4), menulis merupakan
dikuasai siswa. Keterampilan ini didukung dengan keterampilan membaca.
Menurut Tarigan (1982: 3 -4), menulis merupakan suatu kegiatan yang
produktif dan ekspresif. Berbeda dengan Tarigan, Widyamartaya (1992: 4
melalui
Wicakso
2014)
mengemukakan
bahwa
menulis
dapat
dipahami
sebagai keseluruhan rangkaian kegiatan seseorang dalam mengungkapkan
gagasan dan menyampaikan melalui bahasa tulis kepada pembaca untuk
dipahami tepat seperti yang dimaksudkan pengarang.
Gambar
atau
media
sering
digunakan
pada
pembelajaran.
Media
merupakan bahasa yang umum, dapat dimengerti, dan dinikmati oleh semua
orang di mana-mana. Gambar atau foto berfungsi untuk menyampaikan pesan
melalui gambar yang menyangkut indera penglihatan.
Puisi sebagai karya kemanusiaan yang kreatif, imajinatif, dan sugestif
serta dapat berfungsi memberikan pengaruh positif terhadap cara berpikir
orang mengenai baik dan buruk, mengenai benar dan salah, mengenai cara
hidupnya sendiri serta bangsanya. Berkaitan dengan pengajaran apresiasi
puisi dan menulis sastra, peserta didik diharapkan dapat mengembangkan
potensinya sesuai kemampuan, kebutuhan, serta minat, dapat menumbuhkan
penghargaan terhadap hasil karya kesastraan dan hasil intelektual bangsa
sendiri. Sementara itu, peran guru diharapkan lebih mandiri serta leluasa
dalam menentukan bahan ajar kebahasaan dan kesastraan sesuai kondisi
lingkungan sekolah serta kemampuan peserta didik.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

 

4

Keterampilan

menulis

puisi

dalam

pembelajaran

di

sekolah

kurang

mendapat perhatian khusunya pada siswa kelas VIII. Kurangnya perhatian ini berdampak pada hasil nilai yang
mendapat perhatian khusunya pada siswa kelas VIII. Kurangnya perhatian ini
berdampak
pada
hasil
nilai
yang
diperoleh
siswa.
Berdasarkan
standar
kompetensi, pengajaran apresiasi sastra bertujuan agar siswa dapat menikmati
dan memanfaatkan karya sastra untuk memperluas wawasan, memperhalus
budi pekerti, serta meningkatkan pengetahuan dan kemampuan berbahasa dan
menghargai dan membanggakan sastra Indonesia.
Peneliti melakukan wawancara pada 13 Oktober 2015 dengan guru Ibu
Martha selaku guru mata pelajaran Bahasa Indonesia SMP Vita Surabaya
mengenai materi penulisan puisi, dari hasil wawancara dengan guru Bahasa
Indonesia, guru menerangkan masih adanya kekurangan dalam hal menulis
puisi dimana pada saat pembelajaran menulis puisi guru hanya memberikan
materi
puisi
dan
selanjutnya
siswa
diminta
untuk
menuliskan
puisi
berdasarkan imajinasi siswa secara individu. Dengan sistem pembelajaran
seperti itu guru masih menemukan kekurangan, kekurangan yang dimaksud
guru ialah masih terdapat siswa yang mendapatkan nilai dibawah KKM (75)
yang ditentukan oleh sekolah.
Dari permasalah yang terjadi di SMP Vita dalam pembelajaran menulis
puisi
disini
peneliti
berpikir
bahwa
perlunya
penggunaan
media
dalam
pembelajaran materi dan peneliti memilih media gambar. Dengan media
gambar ini diharapkan memudahkan siswa dalam memahami puisi serta
memudahkan siswa dalam memproduksi puisi.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

5

Melalui media gambar ini, siswa memiliki gambaran mengenai objek

yang akan mereka tuangkan dalam bentuk puisi. Namun, sebelumnya peneliti akan melihat kemampuan siswa dalam
yang akan mereka tuangkan dalam bentuk puisi. Namun, sebelumnya peneliti
akan melihat kemampuan siswa dalam menulis puisi tanpa menggunakan
gambar sehingga peneliti dapat mengetahui kemampuan siswa menulis puisi
tanpa atau dengan media gambar.
B. Rumusan Masalah
Berdasarkan uraian latar belakang masalah, rumusan masalah dalam
penelitian ini sebagai berikut.
1. Bagaimana peningkatan hasil belajar siswa kelas VIII SMP VITA
Surabaya dalam pembelajaran keterampilan menulis puisi dengan
menggunakan media gambar?
2. Bagaimana keaktifan siswa kelas VIII SMP VITA Surabaya dalam
pembelajaran
keterampilan
menulis
puisi
dengan
menggunakan
media gambar?
C. Tujuan Penelitian
Berdasarkan
rumusan
masalah
yang telah
diuraikan di
atas,
tujuan
penelitian ini adalah sebagai berikut.
1. Mendeskripsikan peningkatan hasil belajar siswa kelas VIII SMP
VITA Surabaya dalam pembelajaran keterampilan menulis puisi
dengan menggunakan media gambar.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

6

2. Mendeskripsikan peningkatan keaktifan siswa kelas VIII SMP VITA Surabaya dalam pembelajaran keterampilan menulis puisi
2. Mendeskripsikan peningkatan keaktifan siswa kelas VIII SMP VITA
Surabaya dalam pembelajaran keterampilan menulis puisi dengan
menggunakan media gambar.
D. Manfaat Penelitian
Penelitian ini diharapakan dapat memberikan manfaat sebagai berikut.
1. Bagi Guru Bahasa dan Sastra Indonesia.
Hasil dari penelitian ini dapat memberikan informasi mengenai
apakah media gambar dapat menumbuhkembangkan kreativitas siswa
dalam menulis puisi pada siswa kelas VIII SMP VITA Surabaya. Apabila
media
gambar
dapat
menumbuhkembangkan
kreativitas
siswa,
guru
diharapkan dapat memotivasi siswa untuk meningkatkan penulisan puisi.
2. Bagi Siswa.
Hasil penelitian ini dapat memberikan kemampuan mereka dalam
menulis puisi tanpa atau dengan media gambar. Apabila dengan media
gambar ini mereka dapat mengembangkan kreativitas dalam menulis
puisi
para
siswa
diharapkan
dapat
termotivasi
untuk
meningkatkan
kemampuan menulis puisi.
3. Bagi peneliti Lain.
Hasil penelitian ini diharapkan dapat digunakan sebagai acuan untuk
penelitian selanjutnya sehingga hasilnya akan lebih baik.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

7

E. Batasan Istilah Berikut ini disajikan batasan istilah yang dimaksudkan oleh peneliti. 1. Gambar sebagai
E.
Batasan Istilah
Berikut ini disajikan batasan istilah yang dimaksudkan oleh peneliti.
1.
Gambar sebagai media
Alat bantu untuk mendorong dan merangsang pikiran siswa dalam
proses pembelajaran. Perluasaan konsep tentang media, di mana teknologi
bukan sekedar benda, alat, bahan atau perkakas tetapi tersimpul pula sikap,
perbuatan, organisasi dan manajemen yang berhubungan dengan penerapan
ilmu.
2.
Menulis
Keterampilan
berbahasa
yang
memerlukan
proses
pemikiran
dalam
menyampaikan gagasan dan sebagai alat komunikasi secara tidak langsung.
3.
Puisi
Suatu karya sastra yang membutuhkan daya imajinasi serta gagasan yang
dituangkan dalam bentuk tulisan.
F.
Sistematika penyajian
Skripsi ini terdiri dari lima bab, yakni: (1) pendahuluan, (2) landasan teori, (3)
metode penelitian, (4) hasil penelitian dan pembahasan, (5) kesimpulan dan saran.
Penjelasan dari masing-masing bab, yaitu Bab I berisi pendahuluan meliputi latar
belakang
masalah,
rumusan
masalah,
tujuan
penelitian,
manfaat
penelitian,
batasan istilah serta sistematika penulisan. Bab II berisi landasan teori yang
menguraikan teori-teori yang berkaitan dengan penelitian. Isi dari Bab II ini
meliputi penelitian yang relevan, kajian teori, kerangka berpikir, dan hipotesis.
Bab
III berkaitan dengan metodologi penelitian yang berisi metode-metode
penelitian
yang
terdiri
dari
lima
hal,
yaitu
jenis
dan
metode
penelitian,

langkah-langkah

penelitian,

sumber

data,

variabel

penelitian,

teknik

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

 

8

pengumpulan

data,

validitas

instrumen,

uji

instrumen

pembelajaran,

teknik

analisis data serta uji hipotesis. Isi dari Bab IV adalah hasil penelitian dan pembahasan yang
analisis data serta uji hipotesis.
Isi dari Bab IV adalah hasil penelitian dan pembahasan yang menyajikan
deskripsi data dari hasil penelitian, pengujian hipotesis, dan pembahasan tentang
penelitian secara keseluruhan. Bab terakhir yaitu Bab V yang berisi kesimpulan
dan saran, secara lebih lanjut bab ini menguraikan tentang kesimpulan hasil
penelitian, implikasi, dan saran.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

BAB II

LANDASAN TEORI A. Penelitian yang Relavan Penelitian yang dapat dijadikan penelitian senjenis adalah penelitian yang
LANDASAN TEORI
A. Penelitian yang Relavan
Penelitian yang dapat dijadikan penelitian senjenis adalah penelitian yang
dilakukan oleh Yuni Nur Isneni (2012) dan Rian Dana Abidin (2013). Kedua
Penelitian tersebut akan diuraikan sebagai berikut.
Penelitian yang dilakukan oleh Yuni Nur Isneni (2012) berjudul “Upaya
Meningkatkan
Kemampuan
Menulis
Puisi
Dengan
Menggunakan
Media
Permaninan Kata Pada Siswa Kelas VIII C SMP NEGERI 2 Kesesi Kabupaten
Pekalongan Jawa Tengah”. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kemampuan
siswa
dalam
menulis
puisi
dapat
ditingkatkan
dengan
menggunakan
media
permainan kata. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa kemampuan menulis puisi
siswa dapat ditingkatkan dengan menggunakan media gambar hal ini dapat
dibuktikan dari adanya peningkatan di setiap indikator. Peningkatan kemampuan
menulis puisi ditunjukkan dengan peningkatan nilai rata-rata pra siklus, siklus I
dan siklus II. Hasil belajar siswa yang diperoleh pada pra siklus sebesar 21,1 atau
60,4% nilai Rata-rata mengalami peningkatan sebesar 3,9 atau 11,1%. Hasil
belajar siswa pada siklus I sebersar 25 atau 71,2%. Hasil belajar siswa yang
diperoleh
pada
siklus
II
juga
mengalami
peningkatan
27,5
atau
78,5%.
Berdasarkan hasil diatas dalam penelitian yang dilakukan oleh isneni mengalami
peningkatan sebesar 18,1%

9

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

 

10

Secara

proses,

keberhasilan

pendekatan

proses

ditunjukkan

dengan

pembelajaran dilaksanakan dengan menarik dan menyenangkan. Peningkatan keaktifan siswa, dan adanya peningkatan hasil
pembelajaran dilaksanakan dengan menarik dan menyenangkan. Peningkatan
keaktifan siswa, dan adanya peningkatan hasil belajar siswa dalam menulis puisi.
Perbedaan anatara penelitian ini dengan penelitian dari Isneni adalah media
yang
digunakan.
Media
yang
digunakan
dalam
penelitian
Isneni
adalah
penggunaan media permainan kata sedangkan dalam penelitian ini menggunakan
media gambar. Perbedaan selanjutnya adalah subjek penelitian. Maka dari itu,
penelitian dari Isneni ini dapat menjadi acuan dan referensi yang tepat untuk
meningkatkan hasil belajar dan keaktifan siswa kelas VIII SMP Vita Surabaya.
Penelitian yang relevan yang kedua oleh Rian Dana Abidin (2013), berjudul
“Peningkatan
Kemampuan
Menulis
Puisi
Melalui
Model
Pembelajaran
Kontekstual Dengan Inspirator Gambar Peristiwa Pada Siswa Kelas VII A SMP
Albanna Denpasar Tahun Ajaran 2013/2014”. Kesimpulan penelitian ini adalah
bahwa hasil penelitian menulis puisi dengan model pembelajaran kontekstual
dengan inspirator gambar pada siswa kelas VIII A SMP Albanna Denpasar dapat
meningkat, ini dapat dilihat dari peningkatan nilai rata-rata yang diperoleh siswa
pada tes awal (pra test) jumlah rata-rata 4,09 dengan kategori kurang, pada siklus I
mengalami peningkatan nilai rata-rata 5,3 dengan kategori hampir cukup, siklus II
mengalami peningkatan nilai rata-rata siswa menjadi 6,6 dengan kategori cukup,
dan pada siklus III juga mengalami peningkatan nilai rata-rata siswa menjadi 8,0
dengan kategori baik. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, peneliti merumuskan
saran. Guru bahasa Indonesia SMP Negeri Albanna Denpasar supaya memberi

motivasi kepada siswa agar tidak mengabaikan pembelajaran sastra khususnya

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

menulis puisi.

11

Perbedaan pada penelitian ini dengan penelitian Abidin adalah di penelitian yang dilakukan oleh Abidin ini
Perbedaan pada penelitian ini dengan penelitian Abidin adalah di penelitian
yang dilakukan oleh Abidin ini dia menggunakan model pembelajaran kontekstual
dengan inspirator gambar peristiwa sedangkan dalam penelitian ini menggunakan
media gambar saja. Selain itu, subjek dari penelitian Abidin Adalah siswa kelas
VII SMP Albanna.
Berdasarkan
pemaparan
di
atas,
telah
jelas
mengenai
perbedaan
antara
penelitian yang akan dilakukan terdahulu dengan penelitian ini. Oleh karena itu,
penelitian yang berjudul Peningkatan Keterampilan Menulis Puisi Menggunakan
Media Gambar Siswa Kelas VIII SMP VITA Surabaya Tahun Ajaran 2015/2016
dapat dilakukan karena masalah-masalah yang akan diteliti bukan duplikasi dari
penelitian-penelitian sebelumnya.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

B. Landasan Teori

12

1. Media, Gambar, dan Media Gambar a. Media Kata media berasal dari kata latin medius
1. Media, Gambar, dan Media Gambar
a. Media
Kata media berasal dari kata latin medius yang secara harafiah berarti tengah,
perantara atau pengantar (Arsyad 2010: 3). Gerlach dan Ely 1971 (melalui Arsyad
2010: 3), mengatakan bahwa media apabila dipahami secara garis besar adalah
manusia,
materi,
atau
kejadian
yang
membangun
kondisi
siswa
mampu
memperoleh pengetahuan, keterampilan atau sikap. Dalam pengertian ini, guru,
buku teks, dan lingkungan merupakan media.
Banyak batasan yang dikemukakan oleh para ahli tentang media, diantaranya
adalah Asosiasi Teknologi dan Komunikasi Pendidikan (Association of Education
and Communication Technology) membatasi media sebagai bentuk dan saluran
yang
digunakan
orang
untuk
menyalurkan
pesan
atau
informasi.
National
Education Assicition (NEA) mengatakan bahwa media adalah bentuk-bentuk
komunikasi baik cetak maupun audio-visual maupun peralatannya.
Gagne (1970 melalui Sanaky, 2013: 4) mengatakan bahwa media adalah
berbagai jenis komponen atau sumber belajar dalam lingkungan pembelajar yang
dapat merangsang pembelajar untuk belajar. Yusuf Hadi (melalui Sanaky 2013: 4)
mengatakan bahwa media adalah segala sesuatu yang dapat digunakan untuk
merangsang pikiran, perasaan, perhatian, dan kemauan siswa sehingga dapat
mendorong terjadinya proses belajar pada diri pembelajaran.
Dari pengertian di atas, dapat disimpulkan bahwa media adalah alat bantu

untuk mendorong dan merangsang pikiran siswa dalam proses pembelajaran.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

13

Perluasaan konsep tentang media, di mana teknologi bukan sekadar benda, alat,

bahan atau perkakas tetapi tersimpul pula sikap, perbuatan, organisasi dan manajemen yang berhubungan dengan penerapan
bahan
atau perkakas tetapi tersimpul pula sikap, perbuatan, organisasi dan
manajemen yang berhubungan dengan penerapan ilmu.
Menurut Bruner, (1996 melalui Arsyad 2010: 7), ada tiga tingkatan utama
modus belajar, yaitu pengalaman langsung, pengalaman piktoral/gambar, dan
pengalaman abstrak. Menurut Kosasih (2007: 13), untuk menggunakan media
yang
disesuaikan
dengan
materi
pelajaran
perlu
diketahui
terlebih
dahulu
jenis-jenis media yang ada. Ada pula yang memisahkan jenis media sebagai
berikut.
a. Media Grafis
Media
grafis
termasuk
dalam
media
visual,
yakni
pesan
yang
akan
disampaikan ke dalam simbol-simbol komunikasi visual (menyangkut indera
penglihatan). Media grafis ini meliputi gambar/foto, sketsa, diagram, bagan grafik,
kartun, poster, peta/globe, papan panel, dan papan buletin.
b. Media Audio
Media
jenis
ini
berkaitan
dengan
indera
pendengaran.
Pesan
yang
disampaikan ke dalam lambang-lambang auditif, baik verbal (kata-kata atau bahsa
lisan) maupun nonverbal. Media audio meliputi radio, alat perekam pita magnetik
(tape recorder), piringan hitam, dan laboratorium bahasa.
c. Media Prokyeksi Diam
Media jenis ini mempunyai persamaan dengan media grafis dalam arti
menyajikan rangsangan-rangsangan visual. Perbedaannya dengan media grafis

dapat secara langsung berinteraksi dengan pesan media yang bersangkutan.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

14

Sedangkan pada media proyeksi diam, pesan tersebut harus diproyeksikan dengan

proyektor agar dapat dilihat oleh sasaran. Media yang termasuk dalam media proyeksi diam antara lain
proyektor agar dapat dilihat oleh sasaran. Media yang termasuk dalam media
proyeksi diam antara lain film bingkai, film rangkai, overhead proyektor.
Menurut Seels & Glasgow (melalui Arsyad 2010: 33-35), pengelompokkan
berbagai jenis media apabila dilihat dari segi perkembangannya dibagi dalam dua
kategori
luas,
yaitu
pilihan
media
tradisional
dan
pilihan
media
teknologi
mutakhir. Berikut ini adalah macam-macam pilihan media tradisional dan pilihan
media teknologi mutakhir sebagai berikut:
1. Pilihan Media Tradisional.
a. Visual diam yang diproyeksikan
1)
proyeksi opaque (tak tembus pandang)
2)
proyeksi overhead
3)
slides
4)
Flimstrips
b. Visual yang tak diproyeksikan
1)
gambar, poster
2)
foto
3)
charts, grafik, diagram
4)
pemeran, papan info, papan bulu
c. Audio
1)
rekaman piringan
2)
pita kaset, reel, catridge

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

d. Penyajian Multimedia

15

1) slide plus suara (tape) 2) multi-image e. Visual dinamis yang diproyeksikan 1) film 2)
1)
slide plus suara (tape)
2)
multi-image
e. Visual dinamis yang diproyeksikan
1)
film
2)
televisi
3)
video
f. Cetak
1)
buku teks
2)
modul, teks terprogram
3)
workbook
4)
majalah ilmiah, berkala
5)
lembaran lepas (hand-out)
g. Permainan
1)
teka-teki
2)
simulasi
3)
permainan papan
h. Realia
1)
model
2)
specimen
3)
manipulatif (peta, boneka)

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

2. Pilihan Media Mutakhir.

16

a. Media berbasis telekomunikas 1) telekonferen 2) kuliah jarak jauh b. Media berbasis mikroprosesor 1)
a. Media berbasis telekomunikas
1)
telekonferen
2)
kuliah jarak jauh
b. Media berbasis mikroprosesor
1)
computer-assited instruction
2)
permainan komputer
3)
sistem tutor intelijen
4)
interaktif
5)
hypermedia
6)
compact (video) disk
Ciri-ciri
khusus
suatu
media
berbeda
menurut
tujuan
atau
pengelompokkannya.
Ciri-ciri
media
dapat
dilihat
menurut
kemampuannya
membangkitkan rangsangan pada indera pengelihatan, pendengaran, perabaan,
penciuman, dan pengecapan. Maka, secara umum ciri media adalah media itu
dapat diraba, dilihat, didengar, dan diamati melalui panca indera. Di samping itu,
ciri-ciri
media
juga
dapat
dilihat
menurut
lingkup
sasarannya
dan
kontrol
pemakaiannya. Tiap-tiap media mempunyai karakteristik yang perlu dipahami
oleh pemakainya, pengenalan jenis media dan karakteristik merupakan salah satu
faktor dalam penentuan media.
Dalam memilih media, perlu diperhatikan tiga hal berikut:
1. Kejelasan maksud dan tujuan pememilihan tersebut.

2. Sifat dan ciri-ciri media yang akan dipilih.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

17

3. Adanya sejumlah media yang dapat dibandingkan karena pemilihan

media pada dasarnya adalah proses pengambilan keputusan akan adanya alternatif-alternatif pemecahan yang dituntut oleh
media pada dasarnya adalah proses pengambilan keputusan akan
adanya alternatif-alternatif pemecahan yang dituntut oleh tujuan
Kecuali prinsip-prinsip tersebut, ada pula norma atau patokan yang dapat
digunakan pada proses pemilihan media. Dalam proses pembelajaran, ada dua
unsur yang amat penting yakni metode dan media, pemilihan metode tentu
mempengaruhi jenis media yang sesuai dengan metode tersebut. Dengan demikian,
salah
satu
fungsi
utama
media
pembelajaran
adalah
sebagai
alat
bantu
pembelajaran yang ikut mempengaruhi situasi, kondisi, dan lingkungan belajar
dalam rangka mencapai tujuan pembelajaran yang telah diciptakan dan didesain
oleh guru.
Pemakaian
media
dalam
proses
pembelajaran
dapat
membangkitkan
keinginan
dan
minat
yang
baru,
membangkitkan
motivasi
dan
rangsangan
kegiatan belajar serta membawa pengaruh psikologis terhadap siswa. Selain itu,
media juga dapat
berguna untuk
belajar mandiri
sesuai
dengan
minat
dan
kemampuannya. Media juga dapat menigkatkan fleksibilitas dalam penyampaian
pesan. Media juga dapat berfungsi sebagai alat komunikasi, sebagai sarana
pemecahan masalah, serta sarana pengembangan diri.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

b. Gambar, dan Media Gambar

18

Menurut KBBI, gambar/gam·bar/ n tiruan barang (orang, binatang, tumbuhan, dsb) yang dibuat dengan coretan pensil,
Menurut
KBBI,
gambar/gam·bar/
n
tiruan
barang (orang,
binatang,
tumbuhan, dsb) yang dibuat dengan coretan pensil, pada kertas lukisan. Menurut
Sanaky (2013: 81) gambar atau foto merupakan media yang paling umum
digunakan orang, karena media ini mudah dimengerti dan dapat dinikmati, mudah
didapatkan dan dijumpai di mana-mana, serta banyak memberikan penjelasan bila
dibandingkan dengan verbal. Menurut Kustandi (2011: 41), gambar atau foto
adalah media pembelajaran yang sering digunakan. Media ini merupakan bahasa
yang umum dan dapat dimengerti dan dinikmati oleh semua orang di mana-mana.
Gambar atau foto berfungi untuk menyampaikan pesan melalui gambar yang
menyangkut indera penglihatan. Pesan yang disampaikan dituangkan ke dalam
simbol-simbol tersebut perlu dipahami dengan benar agar proses penyampaian
pesan dapat berhasil dan efisien. Gambar-gambar dari majalah, booklet, brosur,
dan lain-lain mungkin dapat memenuhi kebutuhan kita, dari berbagai sumber
diharapkan tersedia gambar yang diinginkan dan disesuaikan dengan konteks.
Meskipun tidak memiliki latar belakang pendidikan kesenian melukis, kita dapat
membuat gambar sederhana yang berupa sketsa atau gambar garis, walaupun
sederhana gambar garis dapat menunjukan asli atau sikap dengan tampak yang
cukup baik.
Dengan gambar, kita dapat menyampaikan cerita atau pesan. Di samping itu
gambar, dapat dibuat langsung pada papan tulis tetapi dapat juga dipersiapkan
terlebih dahulu pada lembaran karton atau kertas yang sesuai. Dalam membuat

gambar ciri utamanya adalah objek, situasi, atau aksi yang ingin dilukiskan harus

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

tetap ada.

19

Menurut Kosasih (2007: 26), media gambar adalah penyajian visual dua dimensi yang memanfaatkan rancangan gambar
Menurut Kosasih (2007: 26), media gambar adalah penyajian visual dua
dimensi yang memanfaatkan rancangan gambar sebagai sarana pertimbangan
mengenai kehidupan sehari-hari, misalnya yang menyangkut manusia, peristiwa,
benda-benda, dan tempat. Menurut Sudjana dan Rivai (1990: 27), media gambar
adalah media yang mengkombinasikan fakta dan gagasan secara jelas dan kuat
melalui kombinasi pengungkapan kata-kata dengan gambar-gambar. Di antara
media pendidikan yang ada, media gambar adalah media yang paling umum
dipakai.
Media ini berfungsi menyalurkan pesan dari sumber informasi ke penerima
pesan. Saluran yang menyangkut indera penglihatan dan pesan yang dituangkan
melalui simbol-simbol komunikasi visual. Simbol-simbol tersebut perlu dipahami
secara tepat agar proses penyampaian pesan dapat efektif dan efisien. Namun,
secara khusus media gambar berfungsi untuk menarik perhatian, memperjelas
sajian ide, mengilustrasikan atau memberi variasi pada fakta yang kemungkinan
akan dilupakan atau diabaikan.
Media gambar merupakan media sederhana, mudah dalam pembuatannya,
dan ditinjau dari pembiayaan termasuk media yang paling murah harganya. Media
gambar salah satu media visual yang sederhana yang dapat mempermudah cara
belajar siswa. Media ini dibuat tidak terlalu mahal dan mudah dipahami oleh
siswa. Maka, penggunaan media gambar dapat mempercepat proses penyampaian,
penangkapan, dan penguasaan materi.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

20

Media gambar atau media grafis terdiri atas gambar, bagan diagram, grafik,

poster, kartu, komik. Di antara media grafis media gambar adalah media yang pada umumnya dipakai,
poster, kartu, komik. Di antara media grafis media gambar adalah media yang
pada umumnya dipakai, gambar yang bagus digunakan dalam pembelajaran
berukuran 12x8 cm, gambar dapat dibuat sendiri atau mengambil dari media
gambar yang telah ada. Fungsi media gambar dalam pembelajaran adalah untuk
membangkitkan
motivasi
belajar
siswa
dan
sebagai
alat
komnikasi
dalam
menyampaikan pesan (materi pembelajaran) yang lebih konkret pada siswa
sehingga lebih mudah dipahami.
Penggunaan media gambar yang efektif harus mempunyai tujuan yang jelas,
pasti, dan terperinci. Dalam hal ini, media gambar yang bisa digunakan adalah
media gambar yang ada hubungannya dengan pelajaran yang sedang dibahas atau
masalah yang dihadapi. Media visual dalam proses belajar mengajar dapat
mengembangkan imajinasi anak-anak, membantu meningkatkan penguasaan anak
terhadap hal-hal yang abstrak atau peristiwa yang tidak mungkin dihadirkan di
dalam kelas.
Menurut Kosasih (2007: 28), dalam penggunaan media gambar hal yang
perlu diperhatikan, sebagai berikut:
a.
Gambar
yang
bagus,
menarik,
jelas,
dan
mudah
dipahami
atau
dimengerti.
b. Apa yang digambarkan harus cukup penting dan cocok untuk hal sedang
dipelajari.
c. Gambar harus benar dalam arti harus dapat menggambarkan situasi yang

serupa jika dilihat pada keadaan yang sebenarnya.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

21

d. Gambar memiliki kesederhanaan dalam arti tidak rumit sehingga dipahami

siswa. e. Gambar harus sesuai dengan kecerdasan orang yang melihatnya. f. Ukuran gambar harus sesuai
siswa.
e. Gambar harus sesuai dengan kecerdasan orang yang melihatnya.
f. Ukuran gambar harus sesuai dengan kebutuhan.
Senanda dengan Kosasih, menurut Sanaky (2013: 83) media gambar yang
baik sebagai media harus memenuhi syarat sebagai berikut:
a. Harus autentik, artinya gambar haruslah secara jujur melukiskan situasi
seperti apa adanya atau sesuai dengan benda aslinya.
b. Sederhana
komposisinya
hendaklah
cukup
jelas
menunjukkan
point-point pokok dalam gambar.
c. Ukuran relatif, tidak terlalu besar dan tidak terlalu kecil, tetapi disesuaikan
dengan kebutuhan, gambar harus menampilkan suatu benda atau objek
yang telah dikenal.
d. Gambar
atau
foto
yang
bagus
belum
tentu
baik
mencapai
tujuan
pembelajaran, maka untuk gambar yang baik sebagai media hendaknya
bagus dari sudut seni dan sesuai dengan tujuan pembelajaran.
Manfaat media gambar dalam pendidikan antara lain (1) membantu siswa
dalam mengingat nama-nama benda atau orang yang mereka lihat, (2) membantu
mempercepat siswa dalam memahami materi kepribadian melalui pendidikan, (3)
membantu siswa dalam memahami konsep-konsep dari materi pendidikan dengan
lebih konkret. Prinsip umum penggunaan media gambar antara lain (1) gambar
harus realistis dan digunakan secara hati-hati, karena gambar yang amat rinci

dengan realisme yang sulit diproses dan dipelajari seringkali menganggu perhatian

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

22

siswa untuk mengamati apa yang seharusnya diperhatikan, (2) gambar harus

berfungsi untuk melukiskan perbedaan konsep-konsep, (3) warna yang digunakan harus mengarahkan perhatian dan membedakan
berfungsi untuk melukiskan perbedaan konsep-konsep, (3) warna yang digunakan
harus mengarahkan perhatian dan membedakan komponen-komponen. Dengan ini,
prinsip-prinsip penggunaan media gambar dapat dipisahkan dari kondisi dan
karakteristik siswa dalam mencapai tujuan pembelajaran.
Menurut Sanaky (2013: 82), dalam penggunaanya media gambar memiliki
kelebihan dan kekurangan. Adapun kelebihan dari media gambar sebagai berikut:
a. Sifanya
konkret,
artinya
lebih
realistis
menunjukan
pokok
masalah
dibandingkan dengan media verbal semata.
b. Gambar dapat mengatasi batasan ruang dan waktu, tidak semua benda,
objek atau peristiwa dapat dibawa ke kelas. Selain itu anak-anak tidak
selalu bisa dibawa ke tempat objek tersebut berada, karena gambar dapat
mewakili dan mengatasinya.
c. Media gambar dapat mengatasi keterbatasan pengamatan kita.
d. Media gambar dapat memperjelas suatu masalah dalam bidang apa saja
dan
untuk
tingkat
usia
berapa
saja,
sehingga
dapat
mencegah
dan
membetulkan kesalahpahaman.
e.
Media
gambar
murah
harganya
dan
gampang
didapat
serta
digunakan tanpa memerlukan perlatan khusus.
Kelemahan media gambar sebagai berikut:
a. Gambar hanya menekankan persepsi indera mata.
b. Gambar benda yang terlalu kompleks kurang efektif untuk kegiatan

belajar.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

23

c. Ukurannya sangat terbatas, tidak memadai untuk kelompok besar.

2. Menulis, dan Keterampilan Menulis Menulis salah satu keterampilan berbahasa yang sangat erat dengan aspek
2. Menulis, dan Keterampilan Menulis
Menulis salah satu keterampilan berbahasa yang sangat erat dengan aspek
keterampilan yang lain seperti mendengarkan, berbicara, dan membaca. Menulis
merupakan sarana mengembangkan daya pikir atau nalar dengan mengumpulkan
fakta,
menghubungkan
kemudian
menarik
kesimpulan.
Menulis
dapat
memperjelas sesuatu kepada diri penulis karena gagasan-gagasan yang semula
masih berserakan dan tidak runtut di dalam pikiran dapat dituangkan secara lebih
runtut dan sistematis.
Menurut
Wicaksono
(2014:
10),
menulis
merupakan
salah
satu
jenis
keterampilan
yang harus
dikuasai
siswa.
Keterampilan ini
sangat
didukung
dengan keterampilan membaca. Tarigan (2008: 21), menulis ialah menurunkan
atau melukiskan lambang-lambang grafik yang menggambarkan suatu bahasa
yang
dipahami
oleh
sesorang,
sehingga
orang-orang
lain
dapat
membaca
lambang-lambang grafik tersebut.
Menurut Akhadiah (1995: 2, melalui Wicaksono 2014), menulis dapat
didefinisikan sebagai berikut.
a. Merupakan suatu bentuk komunikasi.
b. Merupakan proses pemikiran yang dimulai dengan pemikiran tentang
gagasan yang akan disampaikan.
c. Merupakan
bentuk
komuikasi
yang
berbeda
dengan
bercakap-cakap,
dalam tulisan tidak terdapat intonasi, ekspresi wajah, gerakan fisik, dan

situasi yang menyertai perkacapan.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

 

24

d.

Merupakan

suatu

ragam

komunikasi

yang

perlu

dilengkapi

dengan

alat-alat penjelas dan ejaan serta tanda baca. Berdasarkan pemaparan di atas disimpulkan bahwa menulis adalah
alat-alat penjelas dan ejaan serta tanda baca.
Berdasarkan
pemaparan
di
atas
disimpulkan
bahwa
menulis
adalah
keterampilan berbahasa yang memerlukan proses pemikiran dalam menyampaikan
gagasan dan sebagai alat komunikasi secara tidak langsung. Dalam kegiatan
menulis ini, penulis haruslah terampil memanfaatkan struktur, kosa kata, dan
bahasa. Keterampilan menulis ini tidak akan datang secara otomatis, melainkan
harus melalui latihan yang banyak serta teratur. Modern ini keterampilan menulis
sangat dibutuhkan. Banyak manfaat yang dapat diambil dari kegiatan menulis.
Manfaat-manfaat tersebut sebagai berikut.
1. Meningkatkan kecerdasan.
Dengan menulis seseorang dapat meningkatkan kecerdasannya
2. Mengembangkan
daya
inisiatif
dan
kreativitasnya
dengan
menulis
seseorang dapat mengembangkan daya inisiatif (ide) dan kreativitas yang ada
pada dirinya.
3. Menumbuhkan keberanian.
Dengan menulis seseorang dapat menumbuhkan keberan terutama keberanian
dalam mengungkapkan ide atau perasaan.
4. Mendorong keterampilan dan kemauan mengumpulkan informasi
Dengan
menulis seseorang akan terdorong untuk mengumpulkan
informasi
yang
berhubungan dengan apa yang ditulisnya.
Dari pernyataan di atas, dapat disimpulkan bahwa manfaat dari menulis

untuk menuangkan ide atau gagasan yang terdapat di dalam pikiran kita dalam

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

25

bentuk tulisan. Pada prinsipnya, fungsi utama tulisan sebagai alat komunikasi

tidak langsung atau bertatap muka dengan orang yang diajak berkomunikasi. Bagi siswa, kegiatan menulis mempunyai
tidak langsung atau bertatap muka dengan orang yang diajak berkomunikasi. Bagi
siswa, kegiatan menulis mempunyai fungsi utama sebagai sarana untuk berpikir
dan
belajar
selain
tugas
menulis
yang
diberikan
siswa
telah
belajar
mengungkapkan
ide
dan
mendemostrasikan
bahwa
mereka
telah
menguasai
materi pelajaran yang diberikan.
Akhadiah
(1995:
2,
melalui
Wicaksono
2014),
mengatakan
beberapa
keuntungan yang dapat dipetik dari pelaksanaan kegiatan menulis, yaitu:
a. Dapat mengenali kemampuan dan potensi diri.
b. Mengembangkan beberapa gagasan.
c. Memperluas wawasan.
d. Mengorganisasikan gagasan secara sistematik dan mengungkapkan secara
tersurat.
e. Dapat meninjau dan menilai gagasan sendiri secara lebih objektif.
f. Lebih mudah memcahkan permasalahan.
g. Mendorong diri belajar secara aktif.
h. Membiasakan diri berpikir serta berbahasa secara tertib.
Hal senada juga diungkapkan oleh Tarigan (1982: 34), bahwa menulis
merupakan alat kominikasi secara tidak langsung. Kemampuan ini dapat diperoleh
dengan cara praktik teratur. Walaupun kegiatan menulis untuk banyak keperluan
umum, baik di dalam sekolah maupun di luar sekolah, sebab menulis membantu
seseorang
berpikir
lebih
mudah
serta
sangat
ampuh
sebagai
alat
untuk

meningkatkan kemampuan otak. Dapat diperinci lagi, kegiatan menulis kegunaan

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

26

menulis untuk menolong kita menemukan kembali apa yang pernah kita ketahui

sebelumnya, menghasilkan ide-ide baru, membantu kita untuk menyerap informasi yang baru, dan membantu kita untuk
sebelumnya,
menghasilkan
ide-ide
baru,
membantu
kita
untuk
menyerap
informasi yang baru, dan membantu kita untuk memecahkan sebuah masalah.
Kegiatan menulis karya sastra berisi kegiatan menulis puisi, menulis cerpen,
menulis dongeng, menulis dialog atau drama pendek. Menurut Kholid A. Harras
(2010),
kegiatan
bersastra
menjadi
bagian
penting.
Dalam
pelaksaannya
difokuskan pada bagian tertentu dengan tidak mengucilkan kegiatan lainnya.
Kegiatan bersastra tidak dapat dipisahkan dari keterampilan berbahasa, kegiatan
bersastra ini sebenarnya merupakan bagian pokok pembelajaran yang akan di
orientasikan pada kegiatan siswa berpengalaman bersastra. Pada bagian ini,
langkah konstruksi pengetahuan, pengalaman dan perasaan.
3.
Puisi
a. Pengertian Puisi
Salah satu rahasia yang sesungguhnya tetap menjadi rahasia sepanjang masa
adalah puisi. Bentuk paling tua dari kesusasteraan dalam sejarah peradaban
manusia adalah puisi, dan bentuk paling agung yang senantiasa diliputi kabut
rahasia dalam kesusteraan dunia adalah puisi. Puisi pengertiannya sangat beragam,
tetapi para ahli merumuskan puisi dengan keintian yang sama.
Muljana (melalui Pradopo, 2002: 113), mendefinisikan puisi sebagai bentuk
sastra dalam pengulangan suara atau kata yang menghasilkan rima, ritma dan
musikalitas. Puisi mengespresikan pemikiran yang membangkitkan perasaan yang
merangsang imajinasi panca indera dalam susunan yang berirama. Menurut

Waluyo (1991: 3), puisi adalah bentuk karya sastra yang paling tua, sejak

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

27

kelahirannya puisi memang sudah menunjukkan ciri-ciri khas seperti yang kita

kenal sekarang. Bentuk karya sastra puisi memang dikonsep oleh penulis atau penciptanya sebagai puisi dan
kenal sekarang.
Bentuk karya sastra puisi memang dikonsep oleh penulis atau penciptanya
sebagai puisi dan bukan bentuk prosa yang kemudian dipuisikan. Semantara itu,
Pradopo (2002: 7) menyatakan bahwa puisi mengekspresikan pemikiran yang
membangkitkan perasaan yang merangsang imajinasi panca indra dalam susunan
yang berirama. Jadi, dapat disimpulkan bahwa puisi adalah suatu karya sastra
yang membutuhkan daya imajinasi dan dapat membangkitkan pemikiran serta
gagasan yang dituangkan dalam bentuk tulisan.
b. Struktur puisi
Menurut Jabrohim (2003: 35-37), unsur-unsur pembangun puisi ialah
diksi, pengimajian, kata konkret, bahasa figuratif, vertifikasi, tipografi, dan saran
retorika. Sementara itu, Tarigan (1991: 28), menyatakan bahwa metode puisi
terdiri dari 1) diksi, 2) imaji, 3) kata nyata, 4) majas dan, 5) ritme atau rima.
Selain itu, Waluyo (1991: 27) berpendapat bahwa struktur fiksi terdiri dari
baris-baris puisi. Bait-bait itu membangun kesatuan makna di dalam keseluruhan
puisi sebagai wacana. Struktur fisik merupakan medium pengungkap struktur
batin puisi. Adapun unsur-unsur yang termasuk dalam struktur fisik puisi.
Menurut Waluyo (1991) adalah diksi, pengimajian, kata konkret, majas
(meliputi lambang dan kiasan), bersivikasi (meliputi rima, ritma dan metrum),
tipografi, dan sarana retorika. Dengan demikian, ada tujuh macam unsur yang
termasuk struktur fisik, adapun struktur batin terdiri atas tema, nada, perasaan, dan

amanat.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

28

Hakikat puisi terdiri dari empat hal pokok sebagai berikut :

a) Sense (tema, arti) Sense atau tema adalah pokok persoalan yang dikemukakan oleh pengarang baik
a) Sense (tema, arti)
Sense atau tema adalah pokok persoalan yang dikemukakan oleh pengarang
baik langsug maupun tidak langsung.
b) Feeling (rasa)
Feeling adalah sikap penyair terhadap pokok persoalan yang dikemukakan
dalam puisinya. Setiap penyair memiliki pandangan yang berbeda dalam
menghadapi suatu persoalan.
c) Tone (nada)
Tone adalah sikap penyair terhadap pembaca atau penikmat karyanya pada
umumnya. Terhadap pembaca, penyair bisa bersikap rendah hati, angkuh,
persuasif, sugestif.
d) Intention (tujuan)
Intention adalah tujuan penyair dalam menciptakan puisi tersebut. Tujuan
atau amanat ini bergantung pada pekerjaan, cita-cita, pandangan hidup, dan
keyakinan yang dianut penyair.
Untuk memberikan pengertian yang lebih memadai, berikut ini dikemukakan
uraian mengenai unsur-unsur pengembangan puisi:
a) Diksi
Diksi
atau pilihan kata mempunyai
peranan
penting dan
utama untuk
mencapai keefektifan dalam penulisan suatu karya sastra khusunya puisi. Untuk
mencapai diksi yang baik, seorang penulis harus memahami secara lebih baik

masalah kata dan maknanya, harus tahu memperluas dan mengaktifkan kosa kata

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

29

yang sesuai dengan situasi yang dihadapinya. Diksi merupakan esensi penulisan

puisi yang merupakan faktor penentu kemampuan daya cipta. b) Pengimajian Pengimajian ini berguna untuk memberikan
puisi yang merupakan faktor penentu kemampuan daya cipta.
b) Pengimajian
Pengimajian
ini
berguna
untuk
memberikan
gambaran
yang
jelas,
menimbulkan suasana khusus, membuat hidup gambaran dalam pikiran dan
penginderaan, untuk menarik perhatian, untuk memberikan kesan mental atau
bayangan visual penyair menggunakan gambaran-gambaran angan.
Gambaran
angan,
gambaran
pikiran,
kesan
mental,
dan
bahasa
yang
menggambarakan biasa disebut dengan istilah citra atau imaji, cara membentuk
kesan mental atau gambaran sesuatu biasa disebut dengan istilah citraan.
c) Kata Konkret
Kata
konkret
adalah
kata-kata
yang
digunakan
oleh
penyair
untuk
menggambarkan suatu lukisan keadaan atau suasana batin dengan maksud untuk
mengembangkan imaji pembaca. Dalam hubungannya dengan pengimajian, kata
konkret merupakan syarat atau sebab terjadinya pengimajian.
d) Bahasa Figuratif
Bahasa figuratif oleh Herman disebut juga sebagai majas. Bahasa puisi dapat
membuat puisi menjadi prismatis, artinya memancarkan banyak makna. Pradopo
(2002: 62), menguraikan ada beberapa gaya bahasa atau majas yang sering
muncul dalam puisi.
Adapun beberapa majas tersebut antara lain:
1. Perbandingan atau perumpamaan.

2. Metafora

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

3. Allegori

30

4. Personifikasi 5. Metonomini 6. Sinedoki e) Vertifikasi Vertifikasi meliputi ritma, rima, dan metrum. Secara
4.
Personifikasi
5.
Metonomini
6.
Sinedoki
e)
Vertifikasi
Vertifikasi meliputi ritma, rima, dan metrum. Secara umum, ritma dikenal
sebagai irama yakni pergantian turun naik, panjang pendek, keras lembut ucapan
bunyi bahsa dengan teratur.
f) Tipografi
Tipografi
merupakan
pembeda
yang
paling
awal
dapat
dilihat
dalam
membedakan puisi dengan prosa fiksi dan drama.
g) Sarana retorika
Dalam kaitannya dengan puisi pada umumnya sarana retorika menimbulkan
ketegangan puitis, karena pembaca harus memikirkan efek apa yang ditimbulkan
dan dimaksudkan oleh penyairnya.
Jabrohim (melalui Wicaksono 2014: 11), mengemukakan bahwa menulis
kreatif sastra (puisi) merupakan kegiatan seseorang intelektual yang menurut
seorang penulis harus benar-benar mengerti bahasa dan memiliki wawasan yang
cukup, hal ini karena pada saat kita menulis puisi kita akan membuka pikiran dan
peka terhadap perasaan dalam menulis. Menulis puisi juga dapat menggabungkan
antara
fakta
yang
kita
lihat
dan
digabungkan
dengan
imajinasi
kita
untuk
membentuk sebuah tulisan yang bermakna serta terkadang memiliki pesan yang

akan disampaikan oleh penulis.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

c. Menulis Puisi

31

Menulis puisi merupakan salah satu bentuk kreatif. Menurut Wicaksono (2014: 30), menulis puisi adalah suatu
Menulis puisi merupakan salah satu bentuk kreatif. Menurut Wicaksono
(2014: 30), menulis puisi adalah suatu kegiatan intelektual, yakni kegiatan yang
menunut
seseorang
harus
benar-benar
cerdas,
menguasi
bahasa
luas,luas
wawasannya, dan peka perasaannya. Menulis puisi juga dapat menggabungkan
antara pengembangan fakta-fakta empirik dengan daya imajinasi menjadi sebuah
tulisan yang bermakna bagi manusia yang mempunyai kesadaran eksistensial.
Menulis
puisi
bermuladari
proses
kreatif,
yakni
mengimajinasikan
atau
mengembangkan fakta-fakta empirik yang kemudian diwujudkan dalam bentuk
puisi. Kemudian, untuk menuangkannya menjadi bentuk puisi. Kemempuan
menulis puisi merupakan kesanggupan dari seorang penyair atau pengarang
dengan daya imajinasinya dan daya kreasi dari penyair dalam menggunakan
bahasa atau pilhan kata dalam menggunakan bahasa atau pilihan kata yang tepat
sehingga menghasilkan puisi yang mengandung nilai keindahan khusus puisi.
(Abidin: 2014).
C. Kerangka Berpikir
Menulis
dapat
dikatakan
sebagai
keterampilan
berbahasa
yang
memerlukan proses pemikiran dalam menyampaikan gagasan dan sebagai alat
komunikasi secara tidak langsung, dan salah satu keterampilan yang diajarkan di
sekolah adalah menulis puisi. Pentingnya menulis puisi ini dapat mengasah
kemampuan daya imaji siswa serta mampu membangkitkan kekreativitasan siswa
dalam hal menulis khususnya yakni menulis puisi.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

32

Dengan menulis dilatih agar mampu menulis puisi sesuai dengan instrumen

penilaian sebagai berikut: 1. Isi 2. Bahasa 3. Struktur Kalimat. Adapun penilaian keterampilan menulis dengan
penilaian sebagai berikut:
1. Isi
2. Bahasa
3. Struktur Kalimat.
Adapun penilaian keterampilan menulis dengan cara tes, tetapi dengan catatan
bahwa
penilaian
tersebut
bersifat
selintas,
yaitu
penilaian
yang
bersifat
menyeluruh berdasarkan kesan yang diperoleh dari membaca tulisan siswa secara
selintas. Diperlukan pula penilaian secara analitis agar guru dalam memberikan
nilai
secara
objektif
dan
dapat
memperoleh
informasi
lebih
rinci
tentang
kemampuan siswa, penilaian dengan pendekatan analisis ini merinci tulisan dalam
kategori tertentu. Pengkategorian ini sangatlah bervariasi bergantung pada jenis
tulisan itu sendiri. Namun pada intinya pengkategorian hendaknya meliputi
hal-hal sebagai berikut:
1. Kualitas dan ruang lingkup isi,
2. Organisasi dan penyajian isi,
3. Gaya dan bentuk bahasa,
4. Mekanik: tata bahasa, ejaan, tanda baca, keterampilan tulisan, dan
kebersihan,
5. Respon afektif guru terhadap karya tulis.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Tabel 1

33

Respon Akfektif Guru Aspek Indikator Bentuk Majas/Gaya Bahasa, Diksi, Ritme dan irama, Citraan/ Imageri, Kata
Respon Akfektif Guru
Aspek
Indikator
Bentuk
Majas/Gaya
Bahasa,
Diksi,
Ritme
dan
irama, Citraan/ Imageri, Kata nyata.
Isi
Kesatuan tema, Amanat/tujuan, Nada, Rasa
Gambar merupakan media pembelajaran yang sering digunakan. Media ini
merupakan bahasa yang umum, dapat dimengerti, dan dinikmati oleh semua orang
di mana-mana. Gambar berfungsi untuk menyampaikan pesan melalui gambar
yang menyangkut indera pengelihatan pesan yang disampaikan dituangkan dalam
simbol-simbol komunikasi visual. Penggunaan media gambar ini diharapkan
dapat meningkatkan kemampuan menulis puisi siswa kelas VIII SMP VITA
Surabaya. Daya kretivitas siswa diharapkan dapat dirangsang dengan adanya
media gambar dapat berpengaruh terhadap kemampuan siswa secara nyata.
D.
Hipotesis
Berdasarkan dengan teori pembelajaran dan rumusan masalah yang telah
dipaparkan pada latar belakang, peneliti dapat merumuskan dengan penggunakan
media gambar ini dapat meningkatkan keterampilan menulis puisi siswa pada
pembelajaran Bahasa Indonesia.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

BAB III

METODE PENELITIAN A. Pendekatan, Metode, dan Desain Penelitian Pendekatan mengenai peningkatan keterampilan menulis
METODE PENELITIAN
A. Pendekatan, Metode, dan Desain Penelitian
Pendekatan mengenai peningkatan keterampilan menulis puisi adalah
pendekatan deskriptif kuantitatif. Menurut Basuki (2006: 72), penelitian deskriptif
kuantitatif memusatkan perhatian pada hal lebih nyata yang dapat diukur dengan
angka atau istilahnya quantifiable, berupaya memahami hal yang diteliti dengan
melakukan pengukuran dalam bentuk, misalnya frekuensi dan intensitas variabel.
Best
(1982,
melalui
Sukardi
2003),
mengemukakan
penelitian
deskriptif
merupakan
metode
penelitian
yang
berusaha
menggambarkan
dan
menginterpretasi objek sesuai dengan apa adanya. Dengan kata lain, penelitian
deskriptif kuantitatif adalah penelitian yang berpusat pada perhitungan angka dan
metode statistika pengolahannya.
Jenis penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK).
Menurut Arikunto (2006: 3), Penelitian tindakan kelas merupakan suatu suatu
pencermatan terhadap kegiatan belajar berupa sebuah tindakan yang sengaja
dimunculkan dan terjadi dalam sebuah kelas secara bersama. Penelitian tindakan
kelas
memiliki
peranan
penting
dan
strategis
untuk
meningkatkan
mutu
pembelajaran
apabila
diimplementasikan
dengan
baik
dan
benar.
Penelitian
tindakan kelas menawarkan peluang sebagai strategi pengembangan kinerja sebab
pendekatan penelitian ini menempatkan guru sebagai peneliti. Penelitian tindakan

kelas merupakan kegiatan pemecahan masalah yang bercirikan siklus dan reflektif

34

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

yang dimulai dari:

35

1. Perencanaan (planning) 2. Pelaksanaan Tindakan 3. Mengumpulkan Data Desain yang digunakan dalam penilitian ini
1. Perencanaan (planning)
2. Pelaksanaan Tindakan
3. Mengumpulkan Data
Desain yang digunakan dalam penilitian ini adalah desain Kemmis dan Mc
Taggart yang dikembangkan oleh Stephen Kemmis dan Robbin Mc Taggart.
Model Kemmis dan Mc Taggart pada hakikatnya berupa perangkat-perangkat atau
untaian-untaian
dengan
satu
perangkat
terdiri
dari
empat
komponen.
Yaitu
perencanaan, tindakan, pengamatan, dan refleksi, yang ke-empatnya merupakan
satu siklus Depdiknas 1999 (melalui Tukiran 2011: 24)

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

36

Model Kemmis dan Mc Taggart dapat digambarkan sebagai berikut:

Bagan 1. Model Kemmis dan Mc Taggart Perencanaan Refleksi SIKLUS I Pelaksanaan Pengamatan Perencanaan Refleksi
Bagan 1.
Model Kemmis dan Mc Taggart
Perencanaan
Refleksi
SIKLUS I
Pelaksanaan
Pengamatan
Perencanaan
Refleksi
SIKLUS II
Pelaksanaan
Pengamatan

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

37

Perencanaan tindakan berisi empat kegiatan pokok yang dilakukan peneliti,

pertama adalah menyusun skenario pembelajaran. Kedua adalah mempersiapkan instrumen penelitian untuk menekan dan
pertama adalah menyusun skenario pembelajaran. Kedua adalah mempersiapkan
instrumen penelitian untuk menekan dan menganalisis data tentang proses dan
hasil tindakan. Ketiga adalah mempersiapkan fasilitas dan sarana pendukung yang
diperlukan.
Keempat
melaksanakan
simulasi
tindakan
yang
menguji
keterlaksanaan rancangan.
1. Pada pelaksanaan tindakan, rencana penelitian dapat diwujudkan dalam
bentuk RPP yang akan dilaksanakan pada situasi sesungguhnya melalui
proses kegiatan belajar mengajar di kelas. Untuk melaksanakan penelitian,
peneliti bekerja sama dengan mitra kolaboratif (guru Bahasa Indonesia dan
satu mahasiswa). Mitra kolaboratif bertindak sebagai pengamat atau observer.
Peneliti bertugas sebagai pengajar sekaligus pengamat.
2. Kegiatan pada tahap observasi ini adalah melihat secara langsung keaktifan
siswa dalam pembelajaran menulis puisi yang menggunakan media gambar.
Hal ini dilakukan karena proses pengamatan dilakukan secara personal. Tahap
ini tidak dapat lepas dari tahap pelaksanaan tindakan, karena observasi
dilakukan pada saat pelaksanaan tindakan itu berlangsung.
3. Refleksi merupakan kegiatan mengulas secara kritis tentang perubahan yang
terjadi baik pada siswa, suasana kelas maupun guru. Peneliti dan mitra
kolaboratif
menyimpulkan
apakah
penggunaan
media
gambar
efektif
digunakan untuk meningkatkan menulis puisi.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

B. Subjek dan Objek Penelitian

38

Subjek penelitian ini adalah siswa kelas VIII SMP VITA Surabaya yang berjumlah 44 Siswa. Objek
Subjek penelitian ini adalah siswa kelas VIII SMP VITA Surabaya yang
berjumlah 44 Siswa. Objek dalam penelitian ini hasil belajar dan keaktifan siswa.
C. Lokasi dan Waktu Penelitian
Penelitian dilaksanakan di SMP VITA Jl. Arif Rahman Hakim No. 189-191,
Surabaya. Pelaksanaan penelitian akan direncanakan pada semester ganjil tahun
ajaran 2015/2016 dari bulan Oktober 2015 hingga November 2015, adapun
rincian waktunya sebagai berikut.
1. Tahap Persiapan
:
Minggu
Pertama
Oktober
2015
hingga
Kedua
Oktober 2015
2. Tahap Pelaksanaan : Minggu Ketiga Oktober 2015 hingga Minggu Pertama
November 2015
3. Tahap Laporan
:
Minggu
Kedua
November
2015
hingga
akhir
November 2015
D. Variabel Penelitian
Variabel penelitian adalah objek yang diteliti dan dipelajari kemudian ditarik
kesimpulan atau apa yang menjadi titik pusat suatu penelitian (Sugiyono 2012:
38). Terdapat dua variabel dalam penelitian ini, sebagai berikut.
a. Variabel
bebas
adalah
variabel
yang
mempengaruhi
atau
yang
menjadi sebab perubahan atau timbulnya variabel terikat (Sugiyono 2012:

41). Variabel bebas dalam penelitian ini adalah gambar sebagai media dalam

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

meningkatkan kemampuan menulis puisi.

39

b. Variabel terikat merupakan variabel yang dipengaruhi atau yang menjadi akibat karena adanya variabel bebas.
b. Variabel terikat merupakan variabel yang dipengaruhi atau yang
menjadi akibat karena adanya variabel bebas.
E. Prosedur Penelitian
1. Siklus I
Prosedur pelaksanaan penelitian siklus I meliputi perencanaan, pelaksanaan
tindakan, pengamatan, dan refleksi. Prosedur pelaksanaan dijelaskan sebagai
berikut.
1.1. Perencanaan
Berdasarkan hasil diskusi dengan Ibu Martha Ruri Windy, S.Pd. selaku
guru mata pelajaran Bahasa Indonesia SMP VITA Surabaya dan berdasarkan hasil
observasi
yang
telah
dilakukan
mengenai
pembelajaran
Bahasa
Indonesia.
Kegiatan pembelajaran menulis puisi peneliti menemukan kekurangan dalam
menulis puisi. Keaktifan siswa sangat rendah sehingga mereka cenderung kurang
memperhatikan penjelasan guru. Siswa kurang aktif dalam menjawab pertanyaan
yang diajukan
oleh guru namun terdapat pula siswa
yang aktif menjawab
pertanyaan
dari
guru.
Dengan
informasi
dari
Ibu
Martha
peneliti
mulai
mempersiapkan rencana untuk meningkatkan hasil belajr siswa dengan rencana
menyiapkan
RPP
yang
akan
diterapkan
dalam
kegiatan
belajar
mengajar,
mempersiapkan materi pembelajaran, mempersiapkan media gambar dan soal

yang akan diberikan kepada siswa.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

1.2. Pelaksanaan

40

1.2.1. Pendahuluan Dalam langkah berikut ini peneliti bersama dengan mitra kolaboratif (guru Bahasa Indonesia kelas
1.2.1. Pendahuluan
Dalam langkah berikut ini peneliti bersama dengan mitra kolaboratif (guru
Bahasa Indonesia kelas VIII SMP Vita Surabaya dan satu mahasiswa) memasuki
ruang kelas. Peneliti menjelaskan materi puisi serta melaksanakan tanya jawab
mengenai materi yang akan disampaikan, peneliti juga menjelaskan pembelajaran
mengenai penulisan puisi dengan menggunakan media gambar.
1.2.2. Kegiatan Inti Siklus I
Pada kegiatan inti siklus I ini, peneliti melaksanakan pembelajaran menulis
puisi dengan menggunakan media gambar. Peneliti mengajar siswa kelas VIII
yang dilaksanakan selama 2x40 menit,
Kondisi
keaktifan
siswa pada siklus
I,
peneliti
mengingingkan
adanya
peningkatan indikator keberhasilan sehingga indikator di siklus I meningkat
menjadi
50%
siswa
yang
aktif
dalam
menulis
puisi,
sehingga
kefektifan
penggunaan gambar sebagai media dalam dapat digunakan untuk meningkatkan
kemampuan siswa dalam menulis puisi atau dinyatakan lulus KKM (75).
1.2.3. Penutup
Dalam akhir pembelajaran peneliti berpesan kepada para siswa untuk terus
melatih
kemampuan
menulis
puisi
di
rumah
untuk
mempersiapkan
materi
pembelajaran selanjutnya.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

1.3. Observasi Siklus I

41

Observasi atau pengamatan dilakukan untuk memperoleh data keaktifan siswa dalam kegiatan belajar menulis puisi. Observasi
Observasi atau pengamatan dilakukan untuk memperoleh data keaktifan
siswa dalam kegiatan belajar menulis puisi. Observasi dilakukan pada saat
pembelajaran berlangsung, pelaksanaan observasi dilakukan oleh peneliti bersama
dengan mitra kolaboratif (guru Bahasa Indonesia kelas VIII SMP Vita Surabaya).
Observasi dilakukan dengan menggunakan rubrik atau lembar penilaian keaktifan
siswa.
1.4. Refleksi Siklus I
Tahap refleksi dilakukan setelah pelaksanaan tindakan observasi berakhir.
Untuk kepentingan refleksi, peneliti melakukan kegiatan sebagai berikut.
a. Mengolah nilai siswa,
b. Melakukan analisis dan kemampuan dan hasil obeservasi keaktifan,
c. Pengolahan data hasil tulisan yang telah dibuat oleh siswa,
d. Melakukan diskusi bersama mitra kolaboratif guru Bahasa Indonesia
kelas
VIII
SMP
Vita
Surabaya
untuk
mengetahui
kelebihan
dan
kekurangan yang tampak pada siklus I.
2. Siklus II
Prosedur pelaksanaan penelitian siklus II meliputi perencanaan, pelaksanaan
tindakan, pengamatan, dan refleksi. Prosedur pelaksanaan dijelaskan sebagai
berikut.
2.1. Perencanaan
Berdasarkan hasil diskusi dengan Martha Ruri Windy, S.Pd. selaku guru

mata pelajaran Bahasa Indonesia SMP Vita Surabaya dan berdasarkan hasil

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

42

observasi yang telah dilakukan, kegiatan pembelajaran menulis puisi dengan

media gambar dan tanpa media gambar peneliti menemukan banyak kekurangan dalam menulis puisi keaktifan siswa
media gambar dan tanpa media gambar peneliti menemukan banyak kekurangan
dalam menulis puisi keaktifan siswa sangat rendah sehingga mereka cenderung
kurang memperhatikan penjelasan guru. Siswa kurang aktif dalam menjawab
pertanyaan yang diajukan oleh guru namun terdapat pula siswa yang aktif
menjawab pertanyaan dari guru.
2.2. Pelaksanaan
2.2.1. Pendahuluan
Dalam langkah berikut ini peneliti bersama dengan mitra kolaboratif (guru
Bahasa Indonesia kelas VIII SMP Vita Surabaya) memasuki ruang kelas. Peneliti
menjelaskan materi puisi dan melaksanakan tanya jawab mengenai materi yang
akan disampaikan, peneliti juga menjelaskan pembelajaran mengenai penulisan
puisi dengan menggunakan media gambar.
2.
2.2. Kegiatan inti Siklus II
Pada siklus II ini, peneliti melaksanakan pembelajaran menulis puisi
dengan
menggunakan
media
sebagai
gambar
dan
menulis
puisi
tanpa
menggunakan gambar. Peneliti mengajar siswa kelas VIII yang dilaksanakan
selama
2x40
menit.
Kondisi
keaktifan
siswa
pada
siklus
II,
peneliti
mengingingkan adanya peningkatan indikator keberhasilan sehingga indikator di
siklus II meningkat menjadi 85% siswa yang aktif dalam menulis puisi, sehingga
penggunaan
media
gambar
dalam
pembelajaran
dapat
digunakan
untuk
meningkatkan kemampuan siswa dalam menulis puisi atau dinyatakan lulus KKM

(75).

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

2.2.3. Penutup

43

Dalam akhir pembelajaran peneliti berpesan kepada para siswa untuk terus melatih kemampuan menulis puisi di
Dalam akhir pembelajaran peneliti berpesan kepada para siswa untuk terus
melatih
kemampuan
menulis
puisi
di
rumah
untuk
mempersiapkan
materi
pembelajaran selanjutnya.
2.3. Observasi Siklus 2
Kegiatan observasi atau pengamatan yang dilakukan di siklus II sama dengan
kegiatan
observasi
siklus
II.
Observasi
dilakukan
untuk
memperoleh
data
keaktifan
siswa
dalam
kegiatan
belajar
menulis
puisi
dilakukan
pada
saat
pembelajaran berlangsung bersama mitra kolaboratif (guru Bahasa Indonesia
kelas VIII SMP Vita Surabaya). Observasi dilakukan dengan menggunakan rubrik
atau lembar penilaian keaktifan siswa.
2.4. Refleksi Siklus II
Refleksi pada siklus II merupakan tahap akhir dalam penelitian, peneliti
bersama guru merefleksikan pelaksanaan tindakan siklus II sebagai berikut.
a. Melakukan evaluasi terhadap tindakan yang dilakukan baik hal-hal
positif maupun yang negatif.
b. Melakukan pembahasan terhadap hasil evaluasi hasil dari keaktifan dan
kemampuan dalam pembelajaran menulis puisi.
c. Memperbaiki pelaksanaan tindakan siklus pada perbaikan berikutnya,
apabila pencapaian hasil belum sesuai dengan indikator keberhasilan
yang telah ditentukan.
Dengan demikian peneliti dapat mengetahui perbadingan nilai rata-rata

yang diperoleh siswa diakhir kegiatan siklus I dan siklus II, serta peneliti juga

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

 

44

dapat

mengetahui

seberapa

tinggi

peningkatan

keterampilan

menulis

puisi

menggunakan media gambar siswa kelas VIII SMP Vita Surabaya. Tabel 2 Nilai Pra-Siklus Menulis puisi
menggunakan media gambar siswa kelas VIII SMP Vita Surabaya.
Tabel 2
Nilai Pra-Siklus Menulis puisi Siswa Kelas VIII
(tanpa media gambar)
No
Nama Siswa
Nilai
Keterangan
Pra-siklus
1
Andrew Timothy K
65.00
Tidak Tuntas
2
Angeline Prisillia I. S
75.00
Tuntas
3
Angeline Tanzil
72.00
Tidak Tuntas
4
Antonia Caitlin G
80.00
Tuntas
5
Bryan Daniel Suprapto
60.00
Tidak Tuntas
6
Catlyn Jeniffer Foris
72.00
Tidak Tuntas
7
Chaterine Patricia Chandra
75.00
Tuntas
8
Chelsea Abigail
75.00
Tuntas
9
Christopher Gerry W
60.00
Tidak Tuntas
10
Clarence Venedictta
78.00
Tuntas
11
Darrel Nathaniel P
65.00
Tidak Tuntas
12
Eric Wibisono
78.00
Tuntas
13
Florencia Pruistina
73.00
Tidak Tuntas
14
Frederick Grevaise H
63.00
Tidak Tuntas
15
Jafia Nethania
60.00
Tidak Tuntas
16
Jannice Suciptono
70.00
Tidak Tuntas
17
Jason Setiono
60.00
Tidak Tuntas
18
Jennifer
80.00
Tuntas
19
Jennifer Aurelia
68.00
Tidak Tuntas
20
Jennifer Vania
70.00
Tidak Tuntas
21
Jeslyn Livia Soedewa
60.00
Tidak Tuntas
22
Jesslin Viola Talim
72.00
Tidak Tuntas
23
Jocelyn
75.00
Tuntas
24
Kathleen Karran
73.00
Tidak Tuntas
25
Kellyna Tirta Wisena
70.00
Tidak Tuntas
26
Kevin Jonathan
80.00
Tuntas
27
Marcel Enrico T
60.00
Tidak Tuntas
28
Marchella Natasya Gozali
78.00
Tuntas
29
Matthew Edward
72.00
Tidak Tuntas
30
Michael Wenardi G
60.00
Tidak Tuntas
31
Michelle Evelyn T
78.00
Tuntas
32
Nicholas Podiman
60.00
Tidak Tuntas
33
Priccillia Putri Prabowo
75.00
Tuntas

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

45 34 Ralf Suryawinata 60.00 Tidak Tuntas 35 Rheynald Alexander H 70.00 Tidak Tuntas 36
45
34
Ralf Suryawinata
60.00
Tidak Tuntas
35
Rheynald Alexander H
70.00
Tidak Tuntas
36
Risky Octanius Feranando
60.00
Tidak Tuntas
37
Ronald Budiman
75.00
Tuntas
38
Seandi Christian H
73.00
Tidak Tuntas
39
Stanley Geraldo Nyoto
60.00
Tidak Tuntas
40
Theophilus Jesse Soetedjo
70.00
Tidak Tuntas
41
Timotius San Sutanto
73.00
Tidak Tuntas
42
Valencia Lolita K
70.00
Tidak Tuntas
43
Vanessa Netanya
68.00
Tidak Tuntas
44
Yosia Obedience B
65.00
Tidak Tuntas
Jumlah
44.00
Keterangan: KKM 75
F. Target Keberhasilan Penelitian
Pencapaian keberhasilan tindakan dapat dilihat dari meningkatnya hasil
belajar dan keaktifan siswa dalam pembelajaran keterampilan menulis puisi
dengan menggunakan media gambar. Target yang ditentukan dalam penelitian ini
setelah
melihat
hasil
yang
diperoleh
siswa
dalam
pra
siklus
serta
peneliti
melakukan
diskusi
dengan
guru
mata
pelajaran
Bahasa
Indonesia.
Target
keberhasilan dapat dijelaskan sebagai berikut.
Tabel 3
Target Keberhasilan Siswa
Aspek
Pra-Siklus
Siklus I
Siklus II
Cara mengukur
Kualitas
hasil
Siswa
Tuntas
Ketuntasan
Ketuntasan
Dihitung
dari
pembelajaran
30%.
dengan
belajar
siswa
belajar
siswa
jumlah
siswa
dilihat
dari
KKM 75.
sebesar
60%.
sebesar
80%.
yang
mencapai
keterampilan
dengan
KKM
dengan
KKM
KKM
pada
siswa
dalam
75.
75.
siklus
1
dan
menulis
puisi
siklus 2. Hasil
dengan
pembelajaran
memperhatikan:
diukur
1. Pilihan kata
berdasarkan
2. Struktur puisi
lembar
(unsur fisik)
penilaian

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

46

3.Unsur batin terhadap tugas menulis puisi. Keaktifan siswa Persentase Persentase Persentase Diamati saat
3.Unsur batin
terhadap
tugas
menulis puisi.
Keaktifan
siswa
Persentase
Persentase
Persentase
Diamati
saat
selama
30%
keaktifan
keaktifan
pembelajaran
pembelajaran
kelas 60%
kelas 80%
berlangsung
berlangsung,
dengan
yang meliputi:
menggunakan
1. Keaktifan
lembar
mendengarkan
observasi
penjelasan guru.
oleh peneliti
Keaktifan
siswa
Serta
melihat
selama
menulis
kesungguhan
puisi
dalam
mengikuti
pembelajaran
menulis
puisi
dengan
dan
tanpa
media
gambar
G.
Teknik Pengumpulan Data
1. Pengamatan.
Peneliti melakukan pengamatan secara pasif. Pengamatan itu dilakukan
terhadap guru ketika kegiatan belajar mengajar berlangsung di dalam kelas.
Pengamatan ini dilakukan oleh peneliti dengan mengambil tempat duduk paling
belakang,
dalam
posisi
itu
peneliti
dapat
secara
lebih
leluasa
melakukan
pengamatan terhadap aktivitas belajar mengajar.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

47

Tabel 4 Instrumen Lembar Pengamatan Guru Bahasa Indonesia SMP Vita

NO BUTIR-BUTIR SASARAN YA TIDAK 1. Guru membuka pelajaran 2. Guru mengabsen/menyebut nama 3. Suara
NO
BUTIR-BUTIR SASARAN
YA
TIDAK
1.
Guru membuka pelajaran
2.
Guru mengabsen/menyebut nama
3.
Suara guru jelas
4.
Guru memakai media
5.
Guru memakai alat peraga
6.
Guru sering bertanya kepada siswa
7.
Pertanyaan guru diajukan ke perorangan
8.
Pertanyaan guru diajukan kepada kelas
9.
Guru memanfaatkan penguatan
10.
Guru memberi tugas rumah
11.
Sikap guru serius
12.
Sikap guru santai
13.
Guru menulis di papan tulis
14.
Guru umumnya duduk di kursi
15.
Guru sering berjalan ke belakang, ke samping, dan ke tengah
16.
Guru membuat rangkuman pelajaran
17.
Evaluasi diberikan kepada hal-hal berikut:
a. setiap indikator/tujuan pembelajaran
b. sekelompok indikator/tujuan pembelajaran

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

48

Instrumen Lembar Pengamatan

Guru Bahasa Indonesia SMP Vita Surabaya NO ASPEK YANG DIAMATI SKOR I PRAPEMBELAJARAN 1. Memeriksa
Guru Bahasa Indonesia SMP Vita Surabaya
NO
ASPEK YANG DIAMATI
SKOR
I
PRAPEMBELAJARAN
1.
Memeriksa kesiapan ruang, alat pembelajaran, dan media
1
2 3 4 5
2.
Memeriksa kesiapan siswa
1
2 3 4 5
II
MEMBUKA PEMBELAJARAN
1
2 3 4 5
1.
Melakukan kegiatan apersepsi
1
2 3 4 5
2.
Menyampaikan kompetensi yang akan dicapai dan rencana kegiatannya
III
KEGIATAN INTI PEMBELAJARAN
A.
Penguasaan materi pelajaran
1.
Menunjukkan penguasaan materi pembelajaran
1
2 3 4 5
2.
Mengaitkan materi dengan pengetahuan lain yang relevan
1
2 3 4 5
3.
Menyampaikan materi sesuai dengan hierarki belajar
1
2 3 4 5
4.
Mengaitkan materi dengan realitas kehidupan
1
2 3 4 5
B.
Pendekatan/strategi pembelajaran
1.
Melaksanakan pembelajaran sesuai dengan kompetensi yang akan dicapai
1
2 3 4 5
2.
Melaksanakan pembelajran sesuai dengan tingkat perkembangan dan kebutuhan
siswa
1
2 3 4 5
3.
Melaksanakan pembelajaran secara runtut
1
2 3 4 5
4.
Melaksanakan pembelajaran yang terkoordinasi
1
2 3 4 5
5.
Melaksanakan pembelajaran yang bersifat kontekstual
1
2 3 4 5
6.
Mengakomodasi adanya keragaman budaya Nusantara
1
2 3 4 5
7.
Melaksanakan pembelajaran yang memungkinkan tumbuhnya kebiasaan positif
1
2 3 4 5
8.
Melaksanakan pembelajaran sesuai dengan waktu yang telah dialokasikan
1
2 3 4 5
NO
ASPEK YANG DIAMATI
SKOR
C.
Pemanfaatan media pembelajaran/sumber belajar
1.
Menunjukkan keterampilan dalam penggunaan media
1
2 3 4 5
2.
Menghasilkan pesan yang menarik
1
2 3 4 5
3.
Menggunakan media secara efektif dan efisien
1
2 3 4 5
4.
Melibatkan siswa dalam pemanfaatan media
1
2 3 4 5
D.
Pembelajaran yang memicu dan memelihara keterlibatan siswa
1.
Menumbuhkan partisipasi aktif siswa dalam pembelajaran
2.
Merespons positif partisipasi siswa
1
2 3 4 5
3.
Memfasilitasi terjadinya interaksi guru-siswa dan siswa-siswa
1
2 3 4 5
4.
Menunjukkan sikap terbuka terhadap respons siswa
1
2 3 4 5
5.
Menunjukkan hubungan antarpribadi yang kondusif
1
2 3 4 5
6.
Menumbuhkan keceriaan dan antusiasme siswa dalam belajar
1
2 3 4 5
E.
Kemampuan khusus dalam pembelajaran bidang studi
1
2 3 4 5
1.
Menumbuhkan sikap ekonomis
1
2 3 4 5
2.
Menumbuhkan sikap produktif
1
2 3 4 5
F.
Penilaian proses dan hasil belajar
1
2 3 4 5
1.
Melakukan penilaian awal
1
2 3 4 5
2.
Memantau kemajuan belajar

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

49

Instrumen Lembar Pengamatan

Guru Bahasa Indonesia SMP Vita Surabaya 3. Memberikan tugas sesuai dengan kompetensi 1 2 3
Guru Bahasa Indonesia SMP Vita Surabaya
3.
Memberikan tugas sesuai dengan kompetensi
1
2 3 4 5
4.
Melakukan penilaian akhir sesuai dengan kompetensi
1
2 3 4 5
G.
Penggunaan bahasa
1.
Menggunakan bahasa lisan secara jelas dan lancar
1
2 3 4 5
2.
Menggunakan bahasa tulis yang baik dan benar
1
2 3 4 5
3.
Menyampaikan pesan dengan gaya yang sesuai
1
2 3 4 5
IV
Penutup
A.
Refleksi dan rangkuman pembelajaran
1.
Melakukan refleksi pembelajaran dengan melibatkan siswa
1
2 3 4 5
2.
Menyusun rangkuman dengan melibatkan siswa
1
2 3 4 5
B.
Pelaksanaan tindak lanjut
1.
Memberikan arahan, kegiatan, atau tugas sebagai bagian remedi
1
2 3 4 5
2.
Memberikan arahan, kegiatan, atau tugas sebagai bagian pengayaan
1
2 3 4 5
Skor Total
NO
BUTIR-BUTIR SASARAN
YA
TIDAK
1.
Siswa siap mengikuti proses pembelajaran
2.
Siswa memperhatikan penjelasan guru/praktikan
3.
Siswa menanggapi pembahasan pelajaran
4.
Siswa mencatat hal-hal penting
5.
Siswa mengerjakan tugas dengan baik
6.
Siswa menanyakan materi yang belum paham
Diadopsi dari Buku Pedoman Program Pengalaman Lapangan, FKIP USD (2011).
2. Wawancara
Kegiatan selanjutnya setelah melakukan pengamatan adalah wawancara dan
diskusi. Peneliti mewawancarai guru. Wawancara ini dilaksanakan setelah peneliti
melakukan pengamatan, Wawancara dimaksudkan untuk memperoleh informasi
tentang berbagai hal yang berkaitan dengan pembelajaran Bahasa Indonesia.
Wawancara juga dilakukan pada akhir proses belajar pada akhir siklus I dan pada

akhir siklus II. Hal ini dilaksanakan untuk mengetahui kelemahan dan kelebihan

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

50

selama proses pembelajaran siklus I dan II.

Tabel 5 Intrumen Lembar Wawancara Guru Bahasa Indonesia SMP Vita No. Pertanyaan 1. Materi pokok
Tabel 5
Intrumen Lembar Wawancara
Guru Bahasa Indonesia SMP Vita
No.
Pertanyaan
1.
Materi pokok apakah yang sering Anda ajarkan di dalam kelas ?
2.
Bagaimanakah karakteristik siswa di SMP Vita Surabaya saat pelajaran
Bahasa Indonesia ?
3.
Menurut Anda, keterampilan berbahasa apakah yang perlu dipertahankan
dan ditingkatkan pada siswa SMP Vita Surabaya?
4.
Metode dan teknik apa yang sering Anda gunakan saat mengajar Bahasa
Indonesia?
5.
Apakah tujuan Anda menggunakan metode dan teknik tersebut ?
6.
Bagaimana respons siswa pada metode dan teknik yang Anda gunakan saat
mengajar?
7.
Apakah metode dan teknik yang Anda gunakan mampu membangkitkan
semangat dan keaktifan siswa di dalam kelas ?
8.
Menurut pengamatan Anda, bagaimana dengan pengaruh metode dan teknik
yang digunakan terhadap kondisi kelas ?
9.
Berdasarkan hasil evaluasi yang Anda lakukan, bagaimanakah prestasi
siswa terhadap metode dan teknik yang Anda gunakan ?
10.
Apa sajakah hambatan yang sering terjadi saat mengajar Bahasa Indonesia
di dalam kelas ? Bagaimana cara mengatasinya ?
3.
Tes
Pemberian tes ini untuk mengukur seberapa jauh hasil yang diperoleh
siswa setelah mengikuti pemberian tindakan. Tes menulis diberikan pada
awal kegiatan penelitian untuk mengidentifikasi kekurangan atau kelemahan
siswa
dalam
mengarang
dan
setiap
akhir
siklus
untuk
mengetahui
peningkatan mutu hasil tulisan siswa.
4.
Keaktifan Siswa

Keaktifan Siswa diperoleh dari pengamatan di setiap siklus. Pada proses

pengamatan ini dilakukan untuk mengetahui keaktifan siswa di kelas sat

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

pembelajaran menulis puisi.

51

H. Instrumen Penelitian. Teknik yang digunakan untuk mengumpulkan data di atas meliputi wawancara, kajian
H. Instrumen Penelitian.
Teknik
yang
digunakan
untuk
mengumpulkan
data
di
atas
meliputi
wawancara, kajian dokumen, tes dan non tes yang masing-masing secara singkat
diuraikan sebagai berikut.
1.
Wawancara
Lembar wawancara berisi pertanyaan-pertanyaan mengenai pelaksanaan
mengenai pelaksanaan kegiatan belajar keterampilan menulis puisi dengan
menggunakan media gambar. Wawancara dilakukan dengan ibu Martha dan
dilakukan pada akhir penelitian.
Tabel 6
Lembar Wawancara Akhir Siklus I dan II
No
Pertanyaan
1.
Bagaimana
pendapat
ibu
mengenai
pembelajaran
menulis
puisi
dengan
menggunakan
2.
Bagaimana pendapat ibu mengenai manfaat yang didapat siswa dalam
pembelajaran menulis puisi?
3.
Bagaimana proses pembelajaran yang telah dilakukan?
4.
Bagaimana pendapat ibu mengenai pembelajaran menyimak untuk
pembelajaran menulis puisi berikutnya?
2. Kajian Dokumen
Kajian ini dilakukan terhadap berbagai dokumen atau arsip yang ada,
seperti kurikulum, Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), buku atau
materi pelajaran, dan hasil tulisan siswa.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

3. Tes

52

Pemberian tes ini untuk mengukur seberapa jauh hasil yang diperoleh siswa setelah mengikuti pemberian tindakan.
Pemberian tes ini untuk mengukur seberapa jauh hasil yang diperoleh
siswa setelah mengikuti pemberian tindakan. Tes menulis diberikan pada
awal kegiatan penelitian untuk mengidentifikasi kekurangan atau kelemahan
siswa
dalam
mengarang
dan
setiap
akhir
siklus
untuk
mengetahui
peningkatan mutu hasil tulisan siswa.
Tabel 7
Rubrik Penilaian Menulis Puisi
Kriteria dan Skor
Bobot
Skor x
Aspek
Bobot
4
3
2
1
Keselarasa
Struktur
Hanya
Hanya
Hanya
8
32
n Unsur
disusun
memuat
memuat
memuat
Puisi
dengan
tiga
dua
satu
memadukan
sub-aspek
sub-aspek
sub-aspe
unsur
k
1. Citraan
2. Majas
3. Diksi
4.Ketepatan
pemilihan dan
pengungkapka
n kata

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

53

Rubrik Penilaian Menulis Puisi

Kejelasan Memuat Hanya Hanya Hanya 7 28 hakikat 1. Pengembangan memuat memua memuat puisi tema/isi
Kejelasan
Memuat
Hanya
Hanya
Hanya
7
28
hakikat
1.
Pengembangan
memuat
memua
memuat
puisi
tema/isi puisi yang
disesuaikan dengan
judul (serta media
tiga
t
dua
satu
sub-aspek,
sub-as
sub-aspek
namun
pek
gambar)
tidak ada
2.
Amanat (baik
kesesuaian
tersurat maupun
tema/isi
tersirat)
dengan
3.
Sikap penulis
judul puisi
(baik terhadap tema
puisi maupun
kepada pembaca
yang dituju)
Pemilihan
Pemilihan kata yang
dugunakan seusai
dengan tema,
meliputi:
Hanya
Hanya
Hanya
10
40
Kata
memuat
memua
memuat
tiga
t
dua
satu
sub-aspek
sub-as
sub-aspek
1.
Pilihan kata yang
pek
digunakan sesuai
dengan tema
2.
Pilihan kata
bervariatif dan
sesuai konteks,
mencerminkan
kekayaan
pembendaharaan
kata
3.
Adanya kata yang
bermakna
4.
Adanya kata
perlambangan yang
menyatakan maksud
tertentu
Jumlah
24
100

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

4. Non Tes

54

Lembar pengamatan digunakan untuk mengamati aktivitas siswa selama mengikuti pembelejaran menulis puisi dikelas. Adapun
Lembar pengamatan digunakan untuk mengamati aktivitas siswa selama
mengikuti pembelejaran menulis puisi dikelas. Adapun rinciannya sebagai
berikut.
Tabel 8
Instrumen Pengamatan Keaktifan Siswa
No.
Kriteria Penilaian
Skor
2
1
0
1.
Kesiapan siswa untuk
mengikuti proses belajar
Kesiapan siswa
Siswa
kurang
dalam
siap
dalam
mengikuti
mengukuti
proses
proses
Siswa tidak
siap dan tidak
membawa alat
tulis
pembelajaran
pembelajaran
menulis puisi
menulis puisi
2.
Perhatian siswa mencatat
hal penting mengenai
materi yang sedang
dibahas
Siswa mencatat
Siswa
Siswa
tidak
materi
terkadang
mencatat
mencatat
materi
materi
3.
Siswa
fokus
pada
saat
Siswa
fokus
Siswa
Siswa
tidak
pembelajaran
mengerjakan tugas.
dan
pada
terkadang
fokus
pada
pembelajaran
fokus
dengan
pembelajaran
materi
dan
sama sekali
terkadang
bicara sendiri
4.
Kesiapan siswa membawa
buku referensi atau
sumber lain
Siswa
Siswa
Siswa
tidak
membawa buku
meminjam
membawa
referensi
dan
referensi yang
referensi
sumber
yang
dibawa teman
lain
terkait
materi
5.
Menghargai dan menerima
Siswa
Siswa
Siswa
tidak
menghargai/me
menghargai
menghargai
pendapat orang lain
nerima
teman
dan
teman
pendapat teman
terkadang
mengacuhkan
pendapat
teman

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

55

Instrumen Pengamatan Keaktifan Siswa

6. Sikap memberi pujian Siswa Siswa Siswa tidak memberikan terkadang memberikan kepada teman pujian
6.
Sikap
memberi
pujian
Siswa
Siswa
Siswa
tidak
memberikan
terkadang
memberikan
kepada teman
pujian
memberikan
pujian
pujian
7.
Siswa bersemangat dalam
belajar menulis puisi
Siswa
selalu
Siswa
Siswa
tidak
bersemangat
terkadang
bersemangat
saat
belajar
bersemangat
saat
belajar
menulis puisi
saat
belajar
menulis puis
menulis puisi
I. Sumber Data
1.
Populasi
Populasi menurut Arikunto (2010) adalah keseluruhan objek penelitian,
sedangkan Sudjana memberikan definisi bahwa populasi adalah semua anggota
kumpulan yang lengkap dan jelas memiliki karakteristik tertentu yang ingin
dipelajari sifat-sifatnya.
Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIII SMP Vita Surabaya
tahun
ajaran
2015/2016
yang
terbagi
menjadi
tiga
kelas
dan
sumber
data
pendukung adalah Martha Ruri Windy .K, S.Pd. selaku guru Bahasa Indonesia
kelas VIII SMP Vita Surabaya. Siswa kelas VIII SMP Vita Surabaya terdiri dari 72
siswa.
2.
Sampel
Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini berdasarkan individual,
bukan
berdasarkan pada kelompok. Atas persetujuan antara penulis dengan guru
Bahasa Indonesia, terpilih kelas VIII dengan jumlah seluruh sampel adalah 44

Siswa.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

J. Validitas Instrumen

56

Validitas instrumen dilakukan untuk menguji kevalidan dan instrumen penelitian. Berikut penjelasan tentang
Validitas
instrumen
dilakukan
untuk
menguji
kevalidan
dan
instrumen
penelitian. Berikut penjelasan tentang validitas instrumen pada penelitian ini.
Validitas menurut Azwar (2012: 8) berasal dari kata validity yang mempunyai arti
sejauh
mana
akurasi
suatu
tes
atau
skala
dalam
menjalankan
fungsi
pengukurannya. Pengukuran dikatakan mempunyai validitas yang tinggi apabila
menghasilkan data
yang
secara
akurat
memberikan gambaran mengenai
variabel yang diukur seperti dikehendaki oleh tujuan pengukuran tersebut. Akurat
dalam hal ini tepat dan cermat sehingga apabila
tes yang dihasilkan data yang
tidak relevan dengan tujuan pengukuran maka dikatakan sebagai pengukuran yang
memiliki validitas rendah. Dalam penelitian ini menggunakan validitas konstruk
dan validitas isi.
a. Validitas Konstruk
Validitas konstruk menurut Djaali (2008: 50) adalah validitas yang
mempermasalahkan seberapa jauh item-item tes mampu mengukur apa
yang benar-benar hendak diukur sesuai dengan konsep khusus atau
definisi konseptual
yang telah ditetapkan. Validitas konstruk biasa
digunakan
untuk
instrumen-instrumen
yang
dimaksudkan
guna
mengukur
variabel
konsep,
sifatnya
performansi
tipikal
seperti
instrumen
untuk
mengukur
sikap,
minat,
konsep
diri,
gaya
kepemimpinan, motivasi dan prestasi, dan lain-lain.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

b. Validitas Isi

57

Menurut Djaali (2008: 51), adalah suatu tes yang mempermasalahkan seberapa jauh suatu tes mengukur tingkat
Menurut Djaali (2008: 51), adalah suatu tes yang mempermasalahkan
seberapa jauh suatu tes mengukur tingkat penguasaan terhadap isi suatu
materi tertentu yang seharusnya dikuasai sesuai dengan tujuan pengajaran.
Dengan kata lain, tes yang benar-benar mengukur penguasaan materi yang
seharusnya dikuasai sesuai dengan konten pengajaran.
Validitas isi dilakukan dengan cara expert judgment atau memberikan
blueprint
dari
instrumen
penelitian
baik
lembar
observasi
,
kepada
seseorang yang lebih ahli. Dalam penelitian ini expert judgement dilakukan
oleh dosen untuk menilai ketepatan dari setiap item instrumen.
K. Uji Instrumen Pembelajaran.
Perangkat pembelajaran yang telah disusun kemudian oleh peneliti diuji
validitas isi dan validitas konstruk oleh beberapa ahli
yaitu dosen sebagai
validator 1 dan guru sebagai validator 2. Peneliti memilih dosen dan guru karena
dianggap memiliki kemampuan yang sesuai dalam bidang dan lingkup objek
penelitian ini. Dalam penelitian ini, peneliti menunjuk seorang dosen ahli yaitu
Drs. Petrus Hariyanto, M.Pd. Validitas yang selanjutnya adalah peneliti meminta
bantuan kepada guru mata pelajaran Bahasa Indonesia di SMP VITA Surabaya
karena beliau salah satu guru yang menurut peneliti yang mengerti dalam bidang
pendidikan terutama di sekolah menengah pertama.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

K. Teknik Analisis Data

58

1. Tes Setelah mengetahui hasil yang diperoleh siswa setelah mengikuti pembelajaran menulis puisi maka tahap
1. Tes
Setelah
mengetahui
hasil
yang
diperoleh
siswa
setelah
mengikuti
pembelajaran menulis puisi maka tahap selanjutnya mengolah data siswa.
Nilai yang diperoleh siswa pada siklus I dan pada siklus II akan diolah untuk
mengetahui
apakah
terdapat
peningkatan
yang
terjadi
dalam
proses
pembelajaran menulis puisi dengan menggunakan media gambar. Untuk
mencari rata-rata hasil belajar siswa dapat dirumuskan:
Mean =
Σx
Keterangan: Mean = nilai rata-rata
N
Σx = Jumlah seluruh skor
N = jumlah siswa
Menurut Nurgiyantoro (2012) nilai tes, rata-rata dam kriteria dipaparkan
sebagai berikut:
Nilai =
Jumlah skor yang diperoleh siswa
x 100%
Jumlah skor maksimal
Nilai uang diperoleh siswa
Rata-rata
x 100%
Jumlah siswa

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Tabel 9

59

Kriteria Presentase Hasil belajar Nilai Kriteria prestasi 85-100 Sangat Baik 75-84 Baik 60-74 Cukup 40-59
Kriteria Presentase Hasil belajar
Nilai
Kriteria prestasi
85-100
Sangat Baik
75-84
Baik
60-74
Cukup
40-59
Kurang
0-39
Sangat Kurang
2. Keaktifan Siswa
Keaktifan siswa dalam penelitian ini bertujuan untuk mengukur.
Kekatifan diamati adalah aspek adalah afektif. Hasil analisis ini dilihat
dari masing-masing siswa. Sudjana (2009). Menjelaskan rumus untuk
menghitung keaktifan aspek afektif sebagai berikut.
Jumlah skor yang diperoleh siswa
Persentase keaktifan siswa=
x 100%
Skor total
Tabel 10
Kriteria Persentase Keaktifan Siswa
Nilai
Kriteria prestasi
81-100
Sangat Baik
61-80
Baik
41-60
Cukup
21-40
Kurang
0-20
Sangat Kurang

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

BAB IV

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Deskripsi Hasil Penelitian Dari hasil pengamatan selama melakukan penelitian pada
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
A. Deskripsi Hasil Penelitian
Dari hasil pengamatan selama melakukan penelitian pada siklus I penilaian
dalam pembelajaran menulis puisi siswa baik dengan menggunakan media gambar
dan tanpa media gambar siswa kelas VIII SMP Vita Surabaya terlihat bahwa siswa
cukup aktif dalam mengikuti pembelajaran dikelas. Hal ini dapat terlihat dari hasil
observasi yang dilakukan pada saat pembelajaran berlangsung untuk mengamati
siswa dan guru. Pengamatan pada siklus II adalah penilaian hasil belajar serta
keaktifan siswa, nampak pula perubahan siswa pada siklus I dibandingkan dengan
siklus II . Perubahan itu dapat dilihat dari meningkatnya nilai dalam hal menulis
puisi baik menggunakan media gambar dan tanpa media gambar siswa kelas VIII
SMP Vita Surabaya Peningkatan itu juga dapat terlihat dari hasil observasi yang
dilakukan pada saat pembelajaran berlangsung untuk mengamati siswa dan guru.
B.
Deskripsi Data Hasil Penelitian
Penelitian ini dilakukan pada siswa kelas VIII SMP Vita Surabaya, Penelitian
ini
dilakukan
untuk
mengatahui
penggunaan
media
gambar
dalam
upaya
meningkatkan keterampilan menulis puisi. Sebelum dilakukan pengambilan data
penelitian, peneliti terlebih dahulu dilakukan deskripsi data penelitian untuk
memudahkan
penyajian
data
masing-masing
variabel
dalam
penelitian
ini
disajikan sebagai berikut.

60

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

1. Deskripsi Data Hasil Belajar siklus I

61

1.1. Siklus I 1.1.1. Hasil Belajar Hasil analisis deskriptif nilai hasil belajar siswa dilakukan tes
1.1. Siklus I
1.1.1. Hasil Belajar
Hasil analisis deskriptif nilai hasil belajar siswa dilakukan tes yang
bersifat individu.
Berdasarkan
nilai hasil belajar siswa menunjukan
rata-rata siklus I sebesar 74,5, setelah memperoleh nilai rata-rata hasil
belajar siswa, nilai
yang diperoleh tiap siswa pada tes akhir akan
dimasukkan ke dalam kriteria prestasi yang telah ditentukan sebagai
berikut:
Tabel 11
Nilai hasil belajar siklus I
Interval
Kategori
Jumlah
Siswa
Persentase
85-100
Sangat Baik
1
2,3%
75-84
Baik
27
61,3%
60-74
Cukup
16
36,3%
40-59
Kurang
0
0,00%
0-39
Sangat Kurang
0
0,00%
Jumlah
44

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

62

Berdasarkan tabel di atas jumlah siswa yang memperoleh nilai 75 ke atas

(tuntas) sebanyak 28 siswa (64)%, sedangkan siswa yang memperoleh nilai dibawah 75 (tidak tuntas) sebesar
(tuntas) sebanyak 28 siswa (64)%, sedangkan siswa yang memperoleh nilai
dibawah 75 (tidak tuntas) sebesar 16 siswa (36%). Jadi, persentase jumlah
ketuntasan siswa pada tes siklus I sebesar 64%.
Diagram 1
Nilai hasil belajar siklus I
70
60
50
40
Tuntas
Tidak Tuntas
30
20
10
0
Nilai Siswa Siklus I
Berdasarkan
tabel
di
atas,
diperoleh
nilai
rata-rata
74,
dan
persentase
ketuntasan 64%. Siklus I belum mencapai target dan masih ada beberapa siswa
yang belum tuntas yaitu 16 siswa (36%). Faktor yang menyebabkan tidak
tercapainya target pada siklus I karena siswa kurang fokus dalam mengerjakan
tugas menulis puisi serta kurangnya konsentrasi.
2. Deskripsi Data Hasil Belajar Siklus II
2.1. Hasil Belajar
Setelah
tindakan
siklus
II
selesai
dilaksanakan
untuk
mengukur
peningkatan
hasil
belajar
siswa,
dilakukan
tes
bersifat
individu.
Tes
dilaksanakan pada akhir siklus II. Berdasarkan hasil belajar siswa diperoleh

rata-rata 79,65. Setelah memperoleh nilai rata-rata hasil belajar siswa, nilai

yang diperoleh tiap siswa pada tes akhir akan dimasukan ke dalam kriteria

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

63

prestasi yang telah ditentukan sebagai berikut.

Tabel 12 Nilai hasil belajar siklus II Interval Kategori Jumlah Siswa Persentase 85-100 Sangat Baik
Tabel 12
Nilai hasil belajar siklus II
Interval
Kategori
Jumlah
Siswa
Persentase
85-100
Sangat Baik
16
36%
71-84
Baik
22
50%
61-70
Cukup
6
14%
41-60
Kurang
0
0,00%
0-40
Sangat Kurang
0
0,00%
Jumlah
44
Berdasarkan tabel di atas, siswa yang memperoleh nilai diatas 75 sebanyak 38
siswa (86%), sedangkan siswa yang memperoleh nilai di bawah 75 (tidak tuntas)
sebanyak 6 siswa (14%). Jadi, persentase jumlah ketuntasan siswa pada tes siklus
2 sebesar 86%.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Diagram 2

64

Nilai hasil belajar siklus II 90 80 70 Tuntas 60 Tidak Tuntas 50 40 30
Nilai hasil belajar siklus II
90
80
70
Tuntas
60
Tidak Tuntas
50
40
30
20
10
0
Nilai Siswa Siklus II
Berdasarkan hasil analisis data ketuntasan hasil belajar tes siklus 2 dan
persentase
jumlah
ketuntasan
di
atas,
dapat
dijelaskan
adanya
peningkatan
persentase ketuntasan siswa menjadi 22,7%. Jumlah siswa yang tuntas pada siklus
II sebesar 38 siswa (86%) dengan nilai rata-rata 79,65. Hasil belajar siswa di atas
sudah melebihi target untuk siklus II dari target awal.
3. Deskripsi Data Keaktifan Siklus I
3.1. Siklus I
Selama melakukan penelitian siklus I, pengamatan dilakukan pada
saat
proses
pembelajaran
berlangsung.
Dalam
hal
ini
peneliti
menggunakan instrumen nontes yaitu lembar observasi siswa. Tahap ini
bertujuan untuk mengetahui keaktifan pada setiap siswa selama proses
pembelajaran.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

65

Pengamatan keaktifan ini terdiri dari tujuh indikator yang akan

diamati yaitu: a. P1) kesiapan siswa untuk mengikuti proses belajar, b. P2) perhatian siswa mencatat
diamati yaitu:
a. P1) kesiapan siswa untuk mengikuti proses belajar,
b. P2) perhatian siswa mencatat hal penting mengenai materi
yang dibahas,
c. P3) siswa fokus dalam mengejerkan tugas,
d. P4) keaktifan siswa mencari sumber lain atau referensi,
e. P5) menghargai pendapat orang lain atau teman sekelas,
f. P6) memberi pujian dan memberikan semangat pada teman
sekelas,
g. P7) siswa bersemangat dalam belajar menulis puisi.
Setiap indikator di atas memiliki skor tertinggi 2 dan skor terendah
adalah 0. Hasil pengamatan keaktifan siswa dapat dilihat sebagai berikut.
Tabel 13
Kriteria Keaktifan Tiap Indikator Siklus I
Indikator
Persentase keaktifan
Kriteria Keaktifan
P1
74%
Tinggi
P2
67%
Tinggi
P3
56%
Cukup
P4
73%
Tinggi
P5
64%
Tinggi
P6
67%
Tinggi
P7
67%
Tinggi

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

66

Hasil keaktifan pada siklus I dapat dijlaskan bahwa kesiapan siswa untuk mengikuti proses belajar mengajar
Hasil keaktifan pada siklus I dapat dijlaskan bahwa kesiapan siswa untuk
mengikuti proses belajar mengajar (P1). Indikator ini terlihat ketika peneliti
dengan mitra kolaboratif (guru mata pelajaran) memasuki ruang kelas terlihat para
siswa telah siap mengikuti pelajaran.
Hasil indikator P2) terlihat pada saat pembelajaran berlangsung. Hal ini
terlihat ketika para siswa mencatat apa yang sedang dijelaskan peneliti. Dalam
pembelajaran ini peneliti menjelaskan mengenai materi puisi.
Hasil indikator P3) fokus siswa saat mendengarkan penjelasan materi puisi
dan saat mengerjakan tugas yang diberikan oleh peneliti mengenai menulis puisi
berdasarkan gambar yang diberikan kepada para siswa.
Hasil indikator P4) mencari sumber lain serta membawa referensi atau
sumber lain. Kriteria ini memenuhi kriteria tinggi. Hal ini dapat dilihat dari saat
pembelajaraan Bahasa Indonesia, siswa membawa buku referensi atau sumber
lain.
Hasil indikator P6) yaitu sikap memberi pujian dan semangat kepada teman,
indikator ini memenuhi kriteria tinggi. Beberapa siswa memberi pujian dan
semangat.
Hasil indikator P7) yaitu siswa bersemangat dalam belajar menulis puisi,
indikator ini memenuhi kriteria tinggi. Beberapa siswa semangat dalam menulis
puisi.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

4. Data Keaktifan Siklus II

67

4.1. Siklus II Selama melakukan penelitian siklus II, pengamatan dilakukan pada saat proses pembelajaran berlangsung.
4.1. Siklus II
Selama melakukan penelitian siklus II, pengamatan dilakukan pada
saat
proses
pembelajaran
berlangsung.
Dalam
hal
ini
peneliti
menggunakan instrumen nontes yaitu lembar observasi siswa. Tahap ini
bertujuan untuk mengetahui keaktifan pada setiap siswa selama proses
pembelajaran.
Pengamatan keaktifan ini terdiri dari tujuh indikator yang akan
diamati yaitu:
a. P1) kesiapan siswa untuk mengikuti proses belajar,
b. P2)perhatian siswa mencatat hal penting mengenai materi yang
dibahas,
c. P3) siswa fokus dalam mengejerkan tugas,
d. P4) kaktifan siswa mencari sumber lain atau referensi,
e. P5) menghargai pendapat orang lain atau teman sekelas,
f. P6) memberi pujian dan memberikan semangat pada teman
sekelas,
g. P7)Siswa bersemangat dalam belajar menulis puisi.
Setiap indikator di atas memiliki skor tertinggi 2 dan skor terendah
adalah 0. Hasil pengamatan keaktifan siswa dapat dilihat sebagai berikut.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Tabel 14

68

Kriteria Keaktifan Tiap Indikator Siklus II Indikator Persentase keaktifan Kriteria Keaktifan P1 85% Sangat Tinggi
Kriteria Keaktifan Tiap Indikator Siklus II
Indikator
Persentase keaktifan
Kriteria Keaktifan
P1
85%
Sangat Tinggi
P2
76%
Tinggi
P3
79%
Tinggi
P4
79%
Tinggi
P5
73%
Tinggi
P6
76%
Tinggi
P7
75%
Tinggi
Hasil keaktifan pada siklus II dapat dijelaskan bahwa kesiapan siswa untuk
mengikuti proses belajar mengajar (P1). Indikator ini terlihat ketika peneliti
dengan mitra kolaboratif (guru mata pelajaran) memasuki ruang kelas terlihat para
siswa telah siap mengikuti pelajaran.
Hasil indikator P2) terlihat pada saat pembelajaran berlangsung. Hal ini
terlihat ketika para siswa mencatat apa yangsedang dijelaskan peneliti. Dalam
pembelajaran ini peneliti menjelaskan mengenai materi puisi.
Hasil indikator P3) fokus siswa saat mendengarkan penjelasan materi puisi
dan saat mengerjakan tugas yang diberikan oleh peneliti mengenai menulis puisi
berdasarkan gambar yang diberikan kepada para siswa.
Hasil indikator P4) mencari sumber lain serta membawa referensi atau

sumber lain. Kriteria ini memenuhi kriteria tinggi. Hal ini dapat dilihat dari saat

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

69

pembelajaraan Bahasa Indonesia, siswa membawa buku referensi atau sumber

lain. Hasil indikator P6) yaitu sikap memberi pujian dan semangat kepada teman, indikator ini memenuhi
lain.
Hasil indikator P6) yaitu sikap memberi pujian dan semangat kepada teman,
indikator ini memenuhi kriteria tinggi. Beberapa siswa memberi pujian dan
semangat.
Hasil indikator P7) yaitu siswa bersemangat dalam belajar menulis puisi,
indikator ini memenuhi kriteria tinggi. Beberapa siswa semangat dalam menulis
puisi.
C. Uji Normalitas
Uji normalitas bertujuan untuk menguji apakah data variabel dependen dan
variabel independen mempunyai distribusi normal atau tidak. Data yang baik
adalah memiliki distribusi data normal (Ghozali, 2011). Untuk menguji normalitas,
dapat
menganalisis
dengan
menggunakan
metode
one-sample
kolmogorov-simorov
test.
Dasar
pengambilan
keputusan
adalah
jika
nilai
probalitas z-hitung > level of significant = 0,05, maka data memenuhi asumsi
normalitas.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Tabel 15

70

Uji Normalitas One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test Keaktifan Siklus Keaktifan Siklus Nilai siswa Nilai siswa I II
Uji Normalitas
One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test
Keaktifan Siklus
Keaktifan Siklus
Nilai
siswa
Nilai
siswa
I
II
Siklus I
Siklus II
N
44
44
44
44
Normal Parameters a
Mean
65.9091
78.3864
74.5909
79.6591
Std. Deviation
7.89707
7.52118
5.79622
4.68517
Most Extreme Differences
Absolute
.177
.174
.164
.180
Positive
.164
.157
.127
.127
Negative
-.177
-.174
-.164
-.180
Kolmogorov-Smirnov Z
1.176
1.154
1.091
1.193
Asymp. Sig. (2-tailed)
.126
.139
.185
.116
a. Test distribution is Normal.
D. Uji Homogenitas Varians
Uji homogenitas varians dilakukan untuk mengetahui apakah sampel yang
diambil memiliki varians yang homogen atau tidak. Salah satu teknik statistik
yang digunakan untuk menjelaskan homogenitas kelompok adalah dengan varian.
Sampel
yang digunakan
dalam
penelitian
ini
adalah homogen
karena nilai
signifikannya lebih besar dari 0,05. Hal ini dibuktikan dengan uji homogenitas
varians pada SPSS 16.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Tabel 16

71

Uji Homogenitas Varians Test of Homogeneity of Variances Nilai keaktifan Levene Statistic df1 df2 Sig.
Uji Homogenitas Varians
Test of Homogeneity of Variances
Nilai keaktifan
Levene Statistic
df1
df2
Sig.
.169
1
86
.682
Test of Homogeneity of Variances
Nilai Siswa
Levene Statistic
df1
df2
Sig.
3.419
1
86
.068
E. Uji-t (t-test)
Langkah yang dilakukan peneliti selanjutnya adalah uji-t setelah normalitas
dan
homogenitas
diketahui.
Perhitungan
uji-t
dilakukan
secara
statistik
menggunakan uji parametrik dengan tipe uji Paired Sample t Test.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

72

Adapun langkah-langkah untuk melakukan uji-t adalah sebagai berikut.

1) masukkan nama data pada variable view; 2) masukkan data-data yang akan dihitung pada data
1) masukkan nama data pada variable view;
2) masukkan data-data yang akan dihitung pada data view;
3) klik menu Analyze, pilih Compare Mean;
4) pilih Paired-Samples T-Test;
5)
muncul
kotak
dialog
Paired
Sample
t
Test,
lalu
masukkan
nama-nama data yang muncul ke kotak Test Variable;
6) klik ok. Maka, hasilnya akan muncul pada
jendela
output;
7) lihat pada
tabel
df
untuk
menentukan
t
tabel;
8) untuk melihat peningkatan tersebut, lihat pada tabel
t
dan Asymp. Sig.
(2-tailed),peningkatan
terjadi
apabila
t
hitung
>
t
tabel
dan
Asymp.
Sig.
(2-tailed)lebih besar dari 0, 05.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

73

Tabel 17 Uji-t Hasil Nilai Siswa Siklus I dan II T-Test Group Statistics Siklus N
Tabel 17
Uji-t Hasil Nilai Siswa Siklus I dan II
T-Test
Group Statistics
Siklus
N
Mean
Std. Deviation
Std. Error Mean
Nilai Siswa
Siklus I
44
74.5909
5.79622
.87381
Siklus II
44
79.6591
4.68517
.70632
Independent Samples Test
Levene's
Test
for
Equality of Variances
t-test for Equality of Means
95%
Confidence
Interval
of
the
Mean
Std. Error
Difference
Sig.
Differenc
Differenc
F
Sig.
t
df
(2-tailed)
e
e
Lower
Upper
Nilai
Equal
variances
3.419
.068
-4.511
86
.000
-5.06818
1.12358
-7.30179
-2.83458
Siswa
assumed
Equal
variances
-4.511
82.379
.000
-5.06818
1.12358
-7.30319
-2.83318
not assumed

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

74

Tabel 18 Uji-t Nilai Keaktifan Siswa Siklus I dan II Group Statistics Siklus N Mean
Tabel 18
Uji-t Nilai Keaktifan Siswa Siklus I dan II
Group Statistics
Siklus
N
Mean
Std. Deviation
Std. Error Mean
Nilai keaktifan
Siklus I
44
65.9091
7.89707
1.19053
Siklus II
44
78.3864
7.52118
1.13386
Independent Samples Test
Levene's
Test
for
Equality of Variances
t-test for Equality of Means
95% Confidence Interval
of the Difference
Sig.
Mean
Std.
Error
F
Sig.
t
df
(2-tailed)
Difference
Difference
Lower
Upper
Nilai
Equal
variances
.169
.682
-7.589
86
.000
-12.47727
1.64408
-15.74559
-9.20895
keaktifan
assumed
Equal variances not
-7.589
85.796
.000
-12.47727
1.64408
-15.74570
-9.20884
assumed

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

75

F. Pembahasan Menulis merupakan salah satu keterampilan berbahasa yang sangat erat dengan aspek keterampilan yang
F.
Pembahasan
Menulis merupakan salah satu keterampilan berbahasa yang sangat erat
dengan aspek keterampilan yang lain seperti
mendengarkan, berbicara, dan
membaca. Menulis merupakan sarana mengembangkan daya pikir atau nalar
dengan mengumpulkan fakta, menghubungkan, kemudian menarik kesimpulan.
Kenyataan yang ada saat ini menunjukan bahwa masih ada siswa yang mengalami
kesulitan pada materi menulis puisi hal ini mengakibatkan hasil belajar siswa
belum maksimal. Dalam penelitian ini, peneliti ingin mengetahui peningkatan
hasil belajar dan keaktifan siswa kelas VIII SMP Vita Surabaya. Pembelajaran
menulis puisi dengan menggunakan media. Hasil kognitif yang diperoleh melalui
tes individu siswa dalam menulis puisi, sedangkan keaktifan siswa diperoleh dari
hasil
pengamatan
selama
proses
belajar
mengajar
berlangsung
dengan
menggunakan lembar pengamatan.
Data tes tertulis siswa dalam menulis puisi bebas diambil dari nilai setiap
aspek yang telah ditentukan dalam pedoman penilaian yang sudag ditetapkan.
Aspek-aspek yang akan dinilai pada tes tertulis siswa yaitu pemilihan kata,
keselarasan unsur puisi, kejelasan hakikat puisi, dan kesesuaian tema puisi.
Peningkatan kemampuan menulis puisi siswa pada siklus I dan siklus 2 dapat
dijelaskan sebagai berikut.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

76

Diagram 3 Hasil Belajar Siklus I Hasil Belajar Siswa 30 25 20 15 10 5
Diagram 3
Hasil Belajar Siklus I
Hasil Belajar Siswa
30
25
20
15
10
5
0
Siklus I
Siswa Tuntas
Siswa Tidak Tuntas
Berdasarkan
hasil
pengamatan
yang
dilakukan
pada
siklus
I
dengan
menggunakan
media
gambar
untuk
meningkatkan
menulis
puisi
siswa
menunjukkan hasil belajar pada tes siklus I dengan rata-rata 74,5 siswa tuntas, dan
persentase jumlah ketuntasan belajar terdapat 28 (63,6%). Siswa tuntas dengan
nilai di atas 75. Keaktifan siswa dengan rata-rata 65,9 dengan memenuhi kriteria
tinggi. Penelitian pada siklus I hasil belajar dan keaktifan siswa belum memenuhi
target
keberhasilan.
Dalam
proses
pembelajaran
siklus
terdapat
beberapa
hambatan yang dialami seperti siswa yang asik dengan teman atau dengan dirinya
sendiri, serta dalam pemberian materi yang menurut guru terlalu berat untuk siswa
kelas VIII. Dari kekurangan dan kendala yang dialami maka dilaksanakan siklus
II untuk meningkatkan hasil belajar dan keaktifan agar tercapai taget yang
direncanakan.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

77

Diagram 4 Hasil Belajar Siklus I Hasil Belajar Siswa 40 35 30 25 20 15
Diagram 4
Hasil Belajar Siklus I
Hasil Belajar Siswa
40
35
30
25
20
15
10
5
0
Siklus II
Siswa Tuntas
Siswa Tidak Tuntas
Pengamatan
pada
siklus
II
dengan
menggunakan
media
gambar
untuk
meningkatkan menulis puisi siswa pada siklus II dengan rata-rata 79,6, dan
persentase jumlah ketuntasan belajar terdapat 38 siswa (86,3%) siswa tuntas
dengan nilai di atas 75.
Hasil hasil belajar yang diperoleh siswa pada proses pembelajaran pada siklus
I dan siklus II adanya perbedaan yang dapat dilihat dari hasil ketuntasan belajar
siswa. Pada siklus siswa menunjukan jumlah siswa yang mengalami ketuntasan
belajar sebesar 28 siswa dengan persentase jumlah ketentusan sebesar 63,6%.
Sedangkan pada siklus II jumlah siswa yang mengalami ketuntasan belajar
sebesar 38 siswa dengan persentase jumlah ketuntasan sebesar 86,3%. selain itu
hambatan yang dialami pada siklus I juga mengalami pengurangan dimana siswa
pada siklus
II sudah
mampu
untuk
mengatur
dirinya sendiri
serta
mampu

mengikuti proses belajar dengan baik. Penggunaan media gambar juga dapat

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

78

membantu siswa, dimana media gambar mampu menjadi inspirator siswa dalam

menulis puisi. Serta, siswa tidak merasakan jenuh pada saat proses pembeljaran berlangsung, hal dapat dibuktikan
menulis puisi. Serta, siswa tidak merasakan jenuh pada saat proses pembeljaran
berlangsung, hal dapat dibuktikan puls dengan adanya peningkatan hasil belajar
siswa dengan persentase menjadi 22,7%.
Tabel 19
Kriteria Keaktifan Siswa Siklus I dan Siklus II
Siklus I
Siklus II
Indikator
Persentase
Kriteria
Indikator
Persentase
Kriteria
Keaktifan
Keaktifan
Keaktifan
Keaktifan
P1
74%
Tinggi
P1
85%
Sangat
Tinggi
P2
67%
Tinggi
P2
76%
Tinggi
P3
56%
Cukup
P3
79%
Tinggi
P4
73%
Tinggi
P4
79%
Tinggi
P5
64%
Tinggi
P5
76%
Tinggi
P6
67%
Tinggi
P6
75%
Tinggi
P7
67%
Tinggi
P7
Tinggi
Hasil keaktifan dapat dijelaskan bahwa kesiapan siswa untuk mengikuti
proses belajar mengajar. Rata-rata nilai yang diperoleh siswa dalam kesiapan
mengikuti proses balajar pada siklus I sebesar 65,9 sedangkan pada siklus II
sebesar 78,3. hal ini memenuhi kriteria tinggi. Dengan demikian, penerapan media
gambar berdampak positif sehingga nilai hasil belajar keaktifan dan keaktifan
siswa tuntang di atas KKM yang sudah ditentukan sekolah yaitu 75.

Keaktifan dapat dijelaskan bahwa siswa mengikuti proses belajar dengan

indikator (P1). Indikator ini terlihat ketika peneliti dengan mitra kolaboratif (guru

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

79

mata pelajaran) memasuki ruang kelas terlihat para siswa telah siap mengikuti

pelajaran. Hasil indikator P2) terlihat pada saat pembelajaran berlangsung. Hal ini terlihat ketika para siswa
pelajaran.
Hasil indikator P2) terlihat pada saat pembelajaran berlangsung. Hal ini
terlihat ketika para siswa mencatat apa yangsedang dijelaskan peneliti. Dalam
pembelajaran ini peneliti menjelaskan mengenai materi puisi.
Hasil indikator P3) fokus siswa saat mendengarkan penjelasan materi puisi
dan saat mengerjakan tugas yang diberikan oleh peneliti mengenai menulis puisi
berdasarkan gambar yang diberikan kepada para siswa.
Hasil indikator P4) mencari sumber lain serta membawa referensi atau
sumber lain. Kriteria ini memenuhi kriteria tinggi. Hal ini dapat dilihat dari saat
pembelajaraan Bahasa Indonesia, siswa membawa buku referensi atau sumber
lain.
Hasil indikator P6) yaitu sikap memberi pujian dan semangat kepada teman,
indikator ini memenuhi kriteria tinggi. Beberapa siswa memberi pujian dan
semangat.
Hasil indikator P7) yaitu siswa bersemangat dalam belajar menulis puisi,
indikator ini memenuhi kriteria tinggi. Beberapa siswa semangat dalam menulis
puisi.
Media gambar tidak kalah efektif dengan dalam upaya meningkatkan hasil
belajar siswa dan keaktifan siswa dalam keterampilan menulis puisi. Media
gambar ini dapat membantu siswa untuk mengembangkan daya kreativitas dalam
menulis puisi para siswa.

Keterampilan

menulis

adalah

keterampilan

berbahasa

yang

memerlukan

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

80

proses pemikiran dalam menyampaikan gagasan dan sebagai alat komunikasi

secara tidak langsung. Dalam kegiatan menulis ini, maka penulis haruslah terampil memanfaatkan struktur, kosa kata,
secara tidak
langsung.
Dalam
kegiatan
menulis
ini,
maka penulis haruslah
terampil memanfaatkan struktur, kosa kata, dan bahasa.
Media gambar merupakan media sederhana, mudah dalam pembuatannya,
dan ditinjau dari pembiayaan termasuk media yang paling murah harganya. Media
gambar salah satu media visual yang sederhana dan mempermudah cara belajar
siswa. Media ini dibuat tidak terlalu mahal mudah dipahami oleh siswa. Maka,
penggunaan media gambar dapat mempercepat proses penyampaian, penangkapan,
dan penguasaan materi. Media gambar tidak kalah efektif dengan media lain
dalam hal meningkatkan keterampilan menulis. Dengan menggunakan media
gambar ini dapat berfungsi untuk menarik perhatian, memperjelas sajian ide,
mengilustrasikan
atau
memberi
variasi
pada
fakta
yang
kemungkinan
akan
dilupakan atau diabaikan, dapat
menggugah
minat belajar siswa dan dapat
menghindari siswa dari perasaan jenuh.
Hasil penelitian ini didukung oleh penelitian Rian Dana Abidin. Kesimpulan
penelitian
ini
adalah
bahwa
hasil
penelitian
menulis
puisi
dengan
model
pembelajaran kontekstual dengan inspirator gambar pada siswa kelas VIII A SMP
Albanna Denpasar dapat meningkat. Peningkatan nilai rata-rata yang diperoleh
siswa pada tes awal (pra test) jumlah rata-rata 4,09 dengan kategori kurang. Pada
siklus I mengalami peningkatan nilai rata-rata 5,3 dengan kategori hampir cukup.
Pada siklus II mengalami peningkatan nilai rata-rata siswa menjadi 6,6 dengan
kategori cukup, dan pada siklus III juga mengalami peningkatan nilai rata-rata

siswa menjadi 8,0 dengan kategori baik.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

BAB V

PENUTUP Bab lima merupakan bab penutup penelitian ini. Bab ini mencakup simpulan dan saran. Berikut
PENUTUP
Bab lima merupakan bab penutup penelitian ini. Bab ini mencakup simpulan
dan saran. Berikut ini akan dipaparkan mengenai kedua hal tersebut.
A. Simpulan
Berdasarkan hasil analisis di atas dapat disimpulkan bahwa penggunaan
media gambar dapat menjadi inspirator dan mampu meningkatkan kemampuan
menulis puisi siswa kelas VIII Vita Surabaya tahun ajaran 2015/2016. Hasil
analisis deskriptif nilai hasil belajar siswa dilakukan tes yang bersifat individu.
Berdasarkan nilai hasil belajar siswa menunjukan rata-rata siklus I sebesar 74,5.
jumlah siswa yang memperoleh nilai 75 keatas (tuntas) sebanyak 28 siswa (64)%,
sedangkan siswa yang memperoleh nilai dibawah 75 (tidak tuntas) sebesar 16
siswa (36%). Jadi persentase jumlah ketuntasan siswa pada tes siklus I sebesar
64%.
Hasil belajar pada siklus II tes dilaksanakan pada akhir siklus II. Berdasarkan
hasil belajar siswa diperoleh rata-rata 79,65. Setelah memperoleh nilai rata-rata
hasil belajar siswa yang memperoleh nilai diatas 75 sebanyak 38 siswa (86%),
sedangkan siswa yang memperoleh nilai di bawah 75 (tidak tuntas) sebanyak 6
siswa (14%). Jadi, persentase jumlah ketuntasan siswa pada tes siklus II sebesar
86%. Jumlah siswa yang tuntas pada siklus II sebesar 38 siswa (86%) sudah
melebihi target untuk siklus II dari target awal.

81

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

 

82

jumlah

ketuntasan

belajar

siswa

dengan

nilai

di

atas

rata-rata

mengalami

peningkatan dari siklus I ke siklus II sebesar 22,7%. Keaktifan siswa kelas VIII SMP VITA
peningkatan dari siklus I ke siklus II sebesar 22,7%.
Keaktifan siswa kelas VIII SMP VITA Surabaya dalam menulis puisi juga
mengalami
peningkatan.
Rata-rata
kekatifan
siswa
pada
siklus
I
65,9%,
sedangkan
pada
siklus
II
mengalami
peningkatan
sebesar
78,3%.
Dapat
disimpulkan dengan penggunaan media gambar ini dapat meningkatkan hasil
belajar dan keaktifan siswa kelas VIII SMP VITA Surabaya.
B. Saran
Berkaitan dengan penerapan media gambar telah meningkatkan hasil belajar
siswa dan keaktifan dalam pembelajaran keterampilan menulis puisi siswa kelas
VIII SMP VITA Surabaya, maka dapat diberikan saran untuk lebih meningkatkan
keterampilan menulis peserta didik siswa kelas VIII SMP VITA Surabaya dengan
cara:
1. Bagi Siswa
Siswa sebaiknya mampu menyadari bahwa ilmu yang dipelajarinya
sangat penting bagi kehidupan. Siswa sebaiknya mampu merefleksikan apa
yang
dia
peroleh
dari
pembelajaran
yang
telah
dilaksaknakan
yaitu
pembelajaran menulis puisi, sehingga siswa juga semakin berkembang dalam
kemampuan menulis puisi.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

2. Bagi Sekolah

83

Guru sebaiknya memberikan metode pelajaran menulis puisi, sehingga pembelajaran menulis puisi tidak membosankan. Dengan
Guru sebaiknya memberikan metode pelajaran menulis puisi, sehingga
pembelajaran menulis puisi tidak membosankan. Dengan demikian pula
keterampilan menulis siswa kelas VIII SMP VITA Surabaya akan meningkat.
3. Bagi Peneliti Selanjutnya
Perlu dilakukan penelitian lebih lanjut tentang penerapan media gambar
untuk meningkatkan keterampilan menulis puisi, sehingga penggunaan media
ini gambar ini dapat dikembangkan atau menggunakan metode lain yang
relevan.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

84

DAFTAR PUSTAKA

Abidin, Rian Dana. 2014. “Peningkatan Kemampuan Menulis Puisi Melalui Model Pembelajaran Kontekstual Dengan Inspirator
Abidin, Rian Dana. 2014. “Peningkatan Kemampuan Menulis Puisi Melalui Model
Pembelajaran Kontekstual Dengan Inspirator Gambar Peristiwa Pada Siswa Kelas
VII A SMP Albanna Denpasar Tahun Pelajaran 2013/2014”. Skripsi: Denpasar.
Univertas Mahasaraswa Denpasar.
Angkowo, R dan Kosasih, A. 2007. Optimalisasi Media Pembelajaran. Jakarta: Grasindo.
Arikunto, S. 2010. Prosedur Penelitian. Jakarta: Rineka Cipta
Arikunto, Suhardjono, Supardi. 2006. Penelitian Tindakan Kelas. Jakarta: Bumi Aksara
Arsyad, Azhar. 2010. Media Pembelajaran. Jakarta: Rajawali Pers.
Azwar, Saifudin. 2012. Reliabilitas dan Validitas. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Basuki, Sulistyo. 2006. Metode Penelitian. Jakarta: Wedatama Widya Sastra.
Dahlan. 2000. Model-model Mengajar. Bandung: Diponegoro
Depdiknas. 2008. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta: Gramedia
Djaali
dan
Pudji
Muljono.
2009.
Pengukuran
dalam
Bidang
Pendidikan.
Jakarta:

Grasindo.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

85

FKIP, USD. 2011. Pedoman PPL. Yogyakarta: Universitas Sanata Dharma.

https://www.google.com/search?biw=320&bih=508&tbm=isch&sa=1&ei=FZmqV9flGsL
https://www.google.com/search?biw=320&bih=508&tbm=isch&sa=1&ei=FZmqV9flGsL
vQS2y77QBA&q=gambarpemandanganalam&btng=#imgrc=nq3olYXSXW2vMM.
http://www.google.com/search?q=gambaribu&source=inm&prmd=inv%tbm=isch&sa&v
ed=0ahUKEwil4O7x8rXAHXJpo8KHca9CvgQ_AUIBygB&biw=320&bih=509#imrgc=
_aKcR4V-KaXMPM.
Isneni, Yuni Nur. 2012. “Upaya Meningkatkan Kemampuan Menulis Puisi dengan
Menggunakan Media Permainan Kata Siswa Kelas Siswa VIII C SMP N 2 Kesesi
Kabupaten Pekalongan Jawa Tengah”. Skripsi. Yogyakarta: Universitas Negeri
Yogyakarta.
Jabrohim, dkk. 2003. Cara Menulis Kreatif. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Kholid A. Harras. 2010. Penulisan Buku Ajar Bahasa Indonesia “ Presentasi dalam
Pelatihan Penulisan Buku Ajar. Bahan Ajar %20. pdf
Kountour, Ronny. 2003. Metode Penelitian: Untuk Penulisan Skripsi, dan Tesis. Jakarta:
Penerbit PPM
Kusnandar. 2009. Langkah Mudah Penelitian Tindakan Kelas sebagai Pengembangan
Profesi Guru. Jakarta: Rajawali Pers.
Kustandi, Cecep dan Sutjipto. 2011. Media Pembelajaran. Bogor: Ghalia Indonesia.
Moleong, L.J. 2002. Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: Remaja Rosdakarya.

Munadi, Yudhi. 2010. Media Pembelajaran. Jakarta: Gaung Persada Pers.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

86

Noor, Juliansyah. 2012. Metodologi Penelitian: Skripsi, Tesis, Disertasi, dan Karya Imiah. Jakarta: Kencana Predana Media Grup.