Anda di halaman 1dari 28

PROGRAM STUDI TEKNIK GEODESI

Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan


Institut Teknologi Nasional Malang
Proposal Kerja Praktik
DINAS ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL

PROPOSAL KERJA PRAKTEK


DINAS ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL

BAB I
PENDAHULUAN

I.1. Latar Belakang


Pesatnya pertumbuhan ekonomi dan peningkatan investasi dalam
pemanfaatan sumber daya alam dan mineral, maka kebutuhan akan informasi
geografis suatu wilayah dalam skala yang besar dan lebih detail merupakan hal yang
sangat penting.
Ditinjau dari keadaan di atas, maka pihak-pihak yang berkepentingan dengan
adanya kebutuhan akan informasi yang lebih detail tentang kondisi topografi suatu
daerah perlu mengadakan survey dan pemetaan mengenai kondisi topografi
tersebut.
Pembuatan peta topografi untuk pembukaan lahan tambang diperlukan untuk
mengetahui bentuk permukaan dataran yang berada di lokasi yang akan di tambang.
Mengetahui bentuk permukaan daratan pada areal pertambangan antara lain
diperlukan untuk pembuatan jalan angkutan, saluran drainase, memperhitungkan
besarnya volume galian dan timbunan yang dilakukan selama penambangan.
Peta topografi adalah peta yang menggambarkan relief permukaan bumi atau
tanah yang dinyatakan dengan garis ketinggian “kontur” memperlihatkan unsur-
unsur alam dan unsur-unsur buatan manusia seperti jalan, jembatan, gedung dan
sebagainya di atas permukaan bumi ini. Peta topografi juga disebut sebagai peta
umum, sebab dalam peta topografi tersebut unsur-unsur yang disajikan bukan hanya
satu jenis saja tetapi juga menyajikan semua unsur yang ada di permukaan bumi.
Penyajian tersebut tentu disesuaikan dengan skala peta topografi tersebut. Jadi peta
topografi dapat digunakan untuk bermacam-macam tujuan. Peta topografi dikenal
sebagai peta dasar yang digunakan sebagai sarana perencanaan umum untuk suatu
pekerjaan perencanaan pembangnan suatu wilayah.
1|Proposal Kerja Praktek
PROGRAM STUDI TEKNIK GEODESI
Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan
Institut Teknologi Nasional Malang
Proposal Kerja Praktik
DINAS ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL

Oleh karena itu, peta topografi menunjukkan kontur bentuk tanah, maka peta
topografi merupakan jenis peta yang sangat cocok untuk kegiatan outdoor seperti
kegiatan pertambangan. Peran para surveyor untuk pembuatan peta topografi ini
sangat penting, karena mereka mampu membuat peta yang nantinya terus akan di
gunakan untuk kelanjutan survei topografi progres tambang.
Maka, dari kegiatan kerja praktek ini kami sebagai selaku mahasiswa Jurusan
Teknik Geodesi ingin memperoleh ilmu baru tentang pengukuran topogarfi dalam
kegiatan pertambangan.

I.2. Maksud dan Tujuan


I.2.1 Maksud
Adapun maksud dari kerja praktek ini adalah sebagai salah satu
persyaratan dalam menyelesaikan studi di jurusan Teknik Geodesi,
Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan ITN Malang tahun 2018/2019
I.2.1 Tujuan
Tujuan dari kerja praktek ini adalah agar dapat lebih mengetahui dan
memahami tentang survey topografi di kawasan areal tambang terutama
dalam :
1. Memetakan relief (peta situasi),
2. Mengukur dan memetakan batas poligon, dan
3. Mengetahui luas areal tambang

I.3. Manfaat
Manfaat dari kerja praktek dalam perusahaan adalah :
1. Mengetahui proses pekerjaan Pengukuran Topografi.
2. Mengetahui proses pengolahan data.
3. Mengetahui aplikasi yang digunakan dalam mengolah data.
4. Dapat membantu perushaan dalam menyelesaikan pekerjaan di bidang
survey dan pemetaan.
5. Menambah ilmu pengetahuan tentang Survey Tambang.

2|Proposal Kerja Praktek


PROGRAM STUDI TEKNIK GEODESI
Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan
Institut Teknologi Nasional Malang
Proposal Kerja Praktik
DINAS ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL

I.4. Perserta dan Bidang Kajian


Nama Peserta dalam Kerja Praktek ini adalah sebagai berikut :
1. Nama : Muhammad Rizal Iskandar
Nim : 15.25.025
2. Bidang kajian : Survey Topografi
3. Kajian utama : Pengukuran Topografi Untuk Perencanaan Batas
Kawasan Tambang Terbuka.
Keterangan : Bidang kajian utama dapat diganti bidang kajian lain, sesuai
permintaan perusahaan dan mahasiswa.

3|Proposal Kerja Praktek


PROGRAM STUDI TEKNIK GEODESI
Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan
Institut Teknologi Nasional Malang
Proposal Kerja Praktik
DINAS ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL

BAB II
DASAR TEORI

II.1 Lingkup Materi


Dalam lingkup materi yang ada di proposal kerja praktek ini adalah sebagai
berikut :
II.1.1 Survey Topografi
Survey topografi adalah suatu metode unutk menetukan posisi tanda-
tanda buatan manusia dan alamiah dipermukaan tanah. Pengukuran
topografi dilakukan dengan metode tachymetry mencakup objek yang
dibentuk oleh alam dan buatan manusia. Pengukuran ini dilakukan
dengan mengukur titik-titik yang terdapat pada area pengukuran,
sehingga gambaran umum dari keadaan topografi pada suatu area dapat
dipresentasikan dengan baik. Pengukuran dilakukan dengan mengukur
sudut dan jarak yang direkam dalam format digital untuk selanjutnya
ditampilkan dalam bentuk koordinat pada alat survei. Alat survei yang
digunakan dalam pekerjaan pengukuran ini adalah alat Electronic Total
Station dengan ketelitian sudut satu detik.

Gambar 2.1 Alat Total Station (Sumber : www.google.co.id)

4|Proposal Kerja Praktek


PROGRAM STUDI TEKNIK GEODESI
Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan
Institut Teknologi Nasional Malang
Proposal Kerja Praktik
DINAS ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL

II.1.2 Sistem Refrensi Koordinat


Sistem referensi koordinat adalah sistem (termasuk teori, konsep,
deskripsi fisis dan geometris, serta standar dan parameter) yang digunakan
dalam pendefinisian koordinat. Kerengka referansi koordinat
dimaksudkan sebagai realisasi praktis dari sistem referensi, sehingga
sistem tersebut dapat digunakan untuk pendeskripsian secara kuantitatif
posisi dan pergerakan titik-titik, baik di permukaan bumi (kerangka
terestris) ataupun di luar bumi (kerangka selestia atau ekstra-terestri.
Kerangka referensi biasanya direalisasikan dengan melakukan
pengamatan-pengamatan geodetik, dan umumnya direpresentasikan
dengan menggunakan suatu set koordinat dari sekumpulan titik maupun
obyek (seperti satelit, bintang dan quasar). Sistem Refrensi Koordinat
biasanya untuk Titik referensi koodinat berupa BM dan control point untuk
mendapatkan posisi azimuth awal.

II.1.3 Kerangaka Kontrol Horizontal


Kerangka Kontrol Horisontal (KKH) merupakan kerangka dasar
pemetaan yang memperlihatkan posisi horisontal (X,Y) antara satu titik
relatif terhadap titik yang lain di permukaan bumi pada bidang datar.
Untuk mendapatkan posisi horisontal dari KKH dapat digunakan banyak
metode, salah satu metode penentuan posisi horisontal yang sering
digunakan adalah metode poligon. Metode poligon digunakan untuk
penentuan posisi horisontal banyak titik dimana titik yang satu dan lainnya
dihubungkan dengan jarak dan sudut sehingga membentuk suatu
rangkaian sudut titik-titik (polygon). Pada penentuan posisi horisontal
dengan metode ini, posisi titik yang belum diketahui koordinatnya
ditentukan dari titik yang sudah diketahui koordinatnya dengan mengukur
semua jarak dan sudut dalam poligon.

5|Proposal Kerja Praktek


PROGRAM STUDI TEKNIK GEODESI
Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan
Institut Teknologi Nasional Malang
Proposal Kerja Praktik
DINAS ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL

II.1.4 Macam-Macam Poligon


Berdasarkan bentuknya poligon dapat dibagi menjadi empat macam,
yaitu :
a) Poligon Terbuka Terikat Sempurna
b) Poligon Terbuka Terikat Sepihak
c) Poligon Terbuka Tidak Terikat
d) Poligon Tertutup

a) Poligon Terbuka Terikat Sempurna


Poligon terbuka terikat sempurna adalah poligon terbuka
dengan titik awal dan titik akhir berupa titik tetap.

Gambar 2.2 Poligon Terbuka Terikat Sempurna (Sumber :


http://geodesi10-materi-kkh.blogspot.com)

Keterangan:

A, 1, B, T : Titik tetap
1,2,3,..., n : Titik yang akan ditentuka koordinatnya
S1, S2,..., Sn : Sudut
αA1, αBT : Azimuth awal dan azimuth akhir

Syarat yang harus dipenuhi untuk poligon tebuka terikat sempurna:


1. ΣS + f (s) = (αakhir – αawal) + (n-1) x 180°
2. Σd Sin α + f(x) = Xakhir - Xawal
3. Σd Cos α + f(y) = Yakhir - Yawal

6|Proposal Kerja Praktek


PROGRAM STUDI TEKNIK GEODESI
Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan
Institut Teknologi Nasional Malang
Proposal Kerja Praktik
DINAS ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL

Keterangan:
ΣS : Jumlah sudut
Σd : Jumlah jarak
α : Azimuth
f(s) : Kesalahan sudut
f(x) : Kesalahan koordinat X
f(y) : Kesalahan koordinat Y

b) Poligon Terbuka Terikat Sepihak


Poligan Terbuka Terikat Sepihak adalah poligon terbuka yang
titik awal atau titik akhirnya berada pada titik yang tetap.

Gambar 2.3 Poligon Terbuka Terikat Sepihak (Sumber :


http://geodesi10-materi-kkh.blogspot.com)

Keterangan:
A : Titik tetap
1, 2, ..., n : Titik yang akan ditentukan koordinatnya
S1, S2, ..., Sn-1 : Sudut
αA1 : Azimuth awal

7|Proposal Kerja Praktek


PROGRAM STUDI TEKNIK GEODESI
Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan
Institut Teknologi Nasional Malang
Proposal Kerja Praktik
DINAS ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL

c) Poligon Terbuka Tidak Terikat


Poligon Terbuka Tidak Terikat adalah Poligon tanpa titik
tetap/ Pada poligon ini tidak dapat dilakukan koreksi dan ada
pengikatan titik.

Gambar 2.4 Poligon Terbuka Tidak Terikat (Sumber :


http://geodesi10-materi-kkh.blogspot.com)

Keteranga:
1, 2, ..., n : Titik yang akan ditentukan koordinatnya
S1, S2, ..., Sn-1 : Sudut
αA1 : Azimuth awal

d) Poligon Tertutup
Poligon tertutup atau kring adalah poligon yang titik awal dan
titik akhirnya bertemu pada satu titik yang sama. Pada poligon
tertutup, koreksi sudut dan koreksi koordinat tetap dapat dilakukan
walaupun tanpa titik ikat.

8|Proposal Kerja Praktek


PROGRAM STUDI TEKNIK GEODESI
Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan
Institut Teknologi Nasional Malang
Proposal Kerja Praktik
DINAS ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL

Gambar 2.5 Poligon Tertutup (Sumber : http://geodesi10-materi-


kkh.blogspot.com)
Keterangan :
1, 2, 3, ..., n : Titik kontrol poligon
D12, D23,..., Dn1 : Jarak pengukuran sisi poligon
S1, S2, S3, ..., Sn : Sudut

Syarat geometris dari poligon terturup sebagai berikut :


ΣS + f(s) = (n-2) x 180
Σd Sin α + f(x) =0
Σd Cos α + f(y) =0

Keterangan:
ΣS : Jumlah sudut
Σd Sin α : Jumlah ∆x
Σd Cos α : Jumlah ∆y
f(s) : Kesalahan sudut
f(x) : Kesalahan koordinat X
f(y) : Kesalahan koordinat Y

9|Proposal Kerja Praktek


PROGRAM STUDI TEKNIK GEODESI
Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan
Institut Teknologi Nasional Malang
Proposal Kerja Praktik
DINAS ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL

Koordinat sementara semua titik poligon, persamaan yang


digunakan:
Xn = Xn-1 + d Sin αn-1.n
Yn = Yn-1 + d Cos αn-1.n

Keterangan:
Xn, Yn : Koordinat titik n
Xn-1, Yn-1 : Koordinat titil n-1

Koordinat terkoreksi dari semua titik poligon dihitung dengan


persamaan:
Xn = Xn-1.n + dn Sin αn-1.n + (dn / Σd) x f(x)
Yn = Yn-1.n + d Cos αn-1.n + (dn / Σd) x f(y)

Keterangan:
n : Nomor titik
Xn, Yn : Koordinat terkoreksi titik n
Xn-1.n, Yn-1.n : Koordinat titik ke n-1
dn : Jarak Sisi titik n-1 ke n
αn-1.n : Azimuth sisi n-1 ke n

II.1.5 Pemetaan Situasi dan Detail


Pemetaan situasi dan detail adalah pemetaan suatu daerah atau
wilayah ukur yang mencakup penyajian dalam dimensi horizontal dan
vertikal secara bersama-sama dalam suatu gambar peta. Titik-titik detail
situasi dapat dibedakan atas titik detail buatan seperti gedung, jembatan,
jalan, parit, dan sebagainya, serta titik detail alam seperti pohon, sungai,
gunung, dan bentuk alam lainnya.
Pengukuran situasi adalah serangkaian pengukuran suatu daerah
dengan cara menentukan objek-objek penting berdasarkan unsur sudut
10 | P r o p o s a l K e r j a P r a k t e k
PROGRAM STUDI TEKNIK GEODESI
Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan
Institut Teknologi Nasional Malang
Proposal Kerja Praktik
DINAS ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL

dan jarak dalam jumlah yang cukup sehingga dapat mewakili atau
menggambarkan daerah tersebut dan seisinya secara jelas mungkin
dengan skala tertentu.

II.1.6 Kerangaka Kontrol Vertikal


Kerangka vertikal digunakan dalam suatu pengukuran untuk
menentukan beda tinggi dan ketinggian suatu tempat/titik.
(Purworaharjo, 1986)

II.1.7 Pengukuran Waterpass


Waterpass adalah alat yang digunakan untuk mengukur atau
menentukan sebuah benda atau garis dalam posisi rata baik pengukuran
secara vertikal maupun horizontal. Ada banyak jenis alat waterpass yang
digunakan dalam pertukangan, tapi jenis yang paling sering
dipergunakan adalah Waterpass panjang 120 cm yang terbuat dari bahan
kayu dengan tepi kuningan, dimana alat ini terdapat dua buah alat
pengecek kedataran baik untuk vertikal maupun horizontal yang terbuat
dari kaca dimana didalamnya terdapat gelembung cairan, dan pada posisi
pinggir alat terdapat garisan pembagi yang dapat dipergunakan sebagai
alat ukur panjang.
Hasil-hasil dari pengukuran waterpass di antaranya digunakan untuk
perencanaan jalan, jalan kereta api, saluran, penentuan letak bangunan
gedung yang didasarkan atas elevasi tanah yang ada, perhitungan urugan
dan galian tanah, penelitian terhadap saluran-saluran yang sudah ada, dan
lain-lain.

11 | P r o p o s a l K e r j a P r a k t e k
PROGRAM STUDI TEKNIK GEODESI
Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan
Institut Teknologi Nasional Malang
Proposal Kerja Praktik
DINAS ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL

Gambar 2.6 Alat Waterpass/ Pesawat Penyipat Datar (Sumber :


https://www.google.co.id)

Ada beberapa metode untuk menentukan beda tinggi dan ketinggian


titik tersebut yaitu :
 Kerangka Vertikal dengan Metode Waterpassing
Syarat utama dari penyipat datar adalah garis bidik penyipat
datar, yaitu garis yang melalui titik potong benang silang dan
berhimpit dengan sumbu optis teropong dan harus datar.Syarat
pengaturannya adalah :
 Mengatur sumbu I menjadi vertical
 Mengatur benang silang mendatar tegak lurus sumbu I
 Mengatur garis bidik sejajar dengan arah nivoMenentukan beda
tinggi

12 | P r o p o s a l K e r j a P r a k t e k
PROGRAM STUDI TEKNIK GEODESI
Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan
Institut Teknologi Nasional Malang
Proposal Kerja Praktik
DINAS ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL

Dengan menggunakan metode waterpassing alat yang


digunakan adalah Waterpass, penentuan ketinggian (elevasi) dengan
menggunakan waterpass ada 3 macam yaitu :
1. Alat di tempatkan di stasion yang di ketahui ketinggiannya

Gambar 2.7 Penyipat Datar Di Atas Titik (Sumber :


https://www.scribd.com)

Dapat dihitung dengan menggunakan rumus sebagai berikut :


h a-b = ta - Btb
HB = Ha + h a-b

2. Alat sipat datar di tempatkan di antara dua stasion

Gambar 2.8 Penyipat Datar Di Antara Dua Titik (Sumber :


https://www.scribd.com)

13 | P r o p o s a l K e r j a P r a k t e k
PROGRAM STUDI TEKNIK GEODESI
Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan
Institut Teknologi Nasional Malang
Proposal Kerja Praktik
DINAS ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL

Keterangan :
Hab =Bt m - Bt b
Hba = Bt b – Bt m
Bila tinggi stasion A adalah Ha, maka tinggi stasion B adalah :
Hb = Ha + Hab
Hb = HA + Bt m - Bt b
Hb = T – Bt b
Bila tinggi stasion B adalah Hb, maka tinggi stasion A adalah :
Ha = Hb + Hba
Ha = Hb + Bt b – Bt m
Ha = T – Bt m

3. Alat Sipat Datar tidak di tempatkan di atara kedua stasion

Gambar 2.9 Penyipat DatarDi Luar Titik (Sumber :


https://www.scribd.com)

Keterangan :
hab = Bt m-Bt b
hba = Bt b – Bb m
Bila tinggi stasion C di ketahui HC, maka:
Hb = Hc + tc – Bt b = T – Bt b
Ha = Hc = tc – Bt m = T – Bt m

14 | P r o p o s a l K e r j a P r a k t e k
PROGRAM STUDI TEKNIK GEODESI
Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan
Institut Teknologi Nasional Malang
Proposal Kerja Praktik
DINAS ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL

II.1.8 Pengertian Tambang Terbuka


Tambang Terbuka adalah suatu kegiatan penggalian bahan galian
seperti batubara, ore (bijih), batu dan sebagainya di mana para pekerja
berhubungan langsung dengan udara luar.dan iklim. Tambang terbuka
(open pit mining) juga disebut dengan open cut mining; adalah metoda
penambangan yang dipakai untuk menggali mineral deposit yang ada
pada suatu batuan yang berada atau dekat dengan permukaan.
II.1.9 Survey Tambang
Dalam kegeitan Survey Tambang meliputi pengukuran, perhitungan, dan
pemetaan yang melayani tujuan mendapatkan informasi pada semua
tahap dari prospeksi untuk eksploitasi dan memanfaatkan kandungan
mineral, baik berada pada permukaan maupun pada bawah tanah. Berikut
ini adalah kegiatan utama dari survei tambang:
1. Menginterpretasi geologi tentang kandungan mineral dalam
kaitannya dengan eksploitasi ekonomi daripadanya.
2. Penyelidikan dan negosiasi hak pertambangan mineral
3. Membuat dan merekam, dan perhitungan pengukuran survei tambang
pertambangan kartografi.
4. Investigasi dan prediksi dampak tambang yang bekerja pada
permukaan dan dibawah permukaan.
5. Perencanaan tambang perencanaan dalam konteks lingkungan
setempat dan rehabilitasi setelah ditambang.

Kegiatan meliputi:
1. Lokasi, struktur, konfigurasi, dimensi dan karakteristik endapan
mineral dan batuan yang berdampingan dan strata atasnya. Penilaian
resreves mineral dan ekonomi eksploitasi
2. Penerimaan, penjualan, sewa dan pengelolaan tambang mineral.
3. Menyediakan dasar arah, perencanaan dan pengendalian kerja
tambang untuk memastikan operasi pertambangan ekonomis dan
aman.
15 | P r o p o s a l K e r j a P r a k t e k
PROGRAM STUDI TEKNIK GEODESI
Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan
Institut Teknologi Nasional Malang
Proposal Kerja Praktik
DINAS ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL

4. Studi tentang gerakan batu dan tanah yang disebabkan oleh operasi
pertambangan, prediksi mereka, dan tindakan pencegahan dan
pengobatan perbaikan kerusakan subsidence.
5. Membantu dalam perencanaan dan rehabilitasi lahan terkena dampak
operasi mineral dan bekerja sama dengan otoritas perencanaan
pemerintah daerah.

Gambar 2.10 Pekerjaan Surveyor bidang Pertambangan (Mining Survey)


(Sumber : geodesiinfo.wordpress.com)

II.1.10 Surveyor Teknik Geodesi Dalam Ilmu Pertambangan


Survey tambang adalah pengumpulan data yang berhubungan
dengan pengukuran permukaan bumi dan digambarkan melalui peta atau
digital. Survey umumnya dilakukan pada bidang datar, yaitu dengan
tidak memperhitungkan kelengkungan bumi. Dalam proyek surveying,
kelengkungan buminya kecil, jadi pengaruhnya dapat diabaikan, dengan
menggunakan perhitungan yang rumusnya disederhanakan. Sedangkan
pada proyek yang memiliki jarak jauh, kelengkungan bumi tidak dapat
diabaikan, karena keadaan ini termasuk surveying geodesi.

16 | P r o p o s a l K e r j a P r a k t e k
PROGRAM STUDI TEKNIK GEODESI
Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan
Institut Teknologi Nasional Malang
Proposal Kerja Praktik
DINAS ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL

Ada pun jenis-jenis pekerjaan lain yang dilakukan oleh surveyor


pertambangan adalah :

1. Juru ukur tambang bertanggung jawab untuk menunjuk atau


menentukan arah dan batas-batas yang akan digali sesuai dengan
rencana yang telah ditetapkan.
2. Juru ukur harus segera melapor kepada petugas yang bertanggung
jawab atas pekerjaan penggalian apabila mendekati (tidak kurang
50meter) dari tempat- tempat yang mempunyai potensi bahaya
seperti kantong-kantong air, gas-gas berbahaya, semburan batu (rock
burst), dan permukaan tanah atau penyangga- penyangga yang dapat
membahayakan penggalian tersebut.
3. Sedapat mungkin mengambil langkah-langkah untuk membuat
ketepatan dari setiap peta-peta, gambar-gambar atas peta penampang
yang belum dibuat olehnya atau yang dibawah pengawasannya.
4. Harus melaporkan kepada Kepala Teknik Tambang, apabila ada
keragu- raguan akan ketepatan dari setiap peta, gambar-gambar atau
peta penampang dari tambang yang tidak dapat dibuat oleh atau di
bawah pengawas juru ukur tambang, yang mungkin menimbulkan
dampaak terhadap pekerjaan dan kegiatan tambang atau keselamatan
orang-orang ditambang.
5. Mengecek kapakah daerah tersebut sudah memiliki peta topografi.
Jika peta dasar (peta topografi) dari daerah eksplorasi sudah tersedia,
maka survei dan pemetaan singkapan (outcrop) atau gejala geologi
lainnya sudah dapat dimulai (peta topografi skala 1 : 50.000 atau 1 :
25.000). Tetapi jika belum ada, maka perlu dilakukan pemetaan
topografi lebih dahulu. Kalau di daerah tersebut sudah ada peta
geologi, maka hal ini sangat menguntungkan, karena survei bisa
langsung ditujukan untuk mencari tanda-tanda endapan yang dicari
(singkapan), melengkapi peta geologi dan mengambil conto dari
singkapan-singkapan yang penting.

17 | P r o p o s a l K e r j a P r a k t e k
PROGRAM STUDI TEKNIK GEODESI
Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan
Institut Teknologi Nasional Malang
Proposal Kerja Praktik
DINAS ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL

6. Selain singkapan-singkapan batuan pembawa bahan galian atau


batubara (sasaran langsung), yang perlu juga diperhatikan adalah
perubahan/batas batuan, orientasi lapisan batuan sedimen (jurus dan
kemiringan), orientasi sesar dan tanda-tanda lainnya. Hal-hal
penting tersebut harus diplot pada peta dasar dengan bantuan alat-
alat seperti kompas geologi, inklinometer, altimeter, serta tanda-
tanda alami seperti bukit, lembah, belokan sungai, jalan, kampung,
dll. Dengan demikian peta geologi dapat dilengkapi atau dibuat baru
(peta singkapan).
7. Tanda-tanda yang sudah diplot pada peta tersebut kemudian
digabungkan dan dibuat penampang tegak atau model
penyebarannya (model geologi). Dengan model geologi hepatitik
tersebut kemudian dirancang pengambilan contoh dengan cara acak,
pembuatan sumur uji (test pit), pembuatan paritan (trenching), dan
jika diperlukan dilakukan pemboran.

18 | P r o p o s a l K e r j a P r a k t e k
PROGRAM STUDI TEKNIK GEODESI
Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan
Institut Teknologi Nasional Malang
Proposal Kerja Praktik
DINAS ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL

BAB III
METODE PELAKSANAAN

III.1 Diagram Alir

Mulai

Pengenalan Instansi

Ins
Orientasi Lapangan

Persiapan Alat dan Personil

Pengukuran Topografi

Pengukuran Pengukuran
1 Pengukuran
Kerangaka Horizontal Detail Kerangaka Vertikal

Pengolahan Data

Proses Penggambaran

Pembuatan Peta

Pembuatan Laporan

Gambar 3.1 Diagram Alir

19 | P r o p o s a l K e r j a P r a k t e k
PROGRAM STUDI TEKNIK GEODESI
Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan
Institut Teknologi Nasional Malang
Proposal Kerja Praktik
DINAS ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL

Adapun Penjelasan Diagram alir adalah sebagai berikut:


1. Pengenalan Instansi
Pengenalan instansi dimaksudkan untuk mengenalkan peserta kerja praktek
pada instansi dan sintematika pekerjaan yang dilaksanakan di Instansi.
2. Orientasi Lapangan
Orientasi Lapangan yaitu Pengenalan lapangan dilakukan untuk mempelajari
lokasi yang akan dikerjakan, sehingga dapat menentukan metode klasifikasi
yang akan digunakan.
3. Persiapan
Perispan melakukan penyiapan Alat dan Personil Seperti :
a. Persiapan peralatan survey seperti:
 Total Station (Theodolite)
 Prisma
 Statif
 Meteran 50m
 Meteran 5m
 Radio HT
b. Persiapan Personil
 Kordinator lapangan
 Surveyor
 Baju Rompi Safety
 Sepatu Safety
 Topi Safety
4. Pengukuran Topografi
Pengukuran Topografi adalah salah satu tahapan yang harus dilaksanakan
dalam proses pembuatan peta topografi batas kawasan tambang dengan
menggunakan alat Total Station (Theodolite) dan Waterpass.
5. Pengukuran Kerangka Horizontal
Kerangka horizontal termasuk juga dalam pengukuran topografi yaitu
merupakan kumpulan titik-titik yang telah diketahui atau ditentukan posisi
horizontalnya berupa koordinat pada bidang datar. dilakukan dengan cara
20 | P r o p o s a l K e r j a P r a k t e k
PROGRAM STUDI TEKNIK GEODESI
Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan
Institut Teknologi Nasional Malang
Proposal Kerja Praktik
DINAS ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL

teristris, pengadaan kerangka horizontal bisa dilakukan menggunakan cara


triangulasi, trilaterasi atau poligon.
6. Pengukuran Detail
Pengukuran Detail dilakukan dengan metode grid, yaitu Pengukuran situasi
dilakukan dengan cara trigonometris dengan alat Total Station. Pengukuran
harus diikatkan pada titik-titik poligon utama dan poligon cabang
7. Pengukuran Kerangka Vertikal
Kerangka vertikal sama juga digunakan pada pengukuran topografi.
Kerangka vertkal digunakan dalam suatu pengukuran untuk menentukan
beda tinggi dan ketinggian elevasi suatu titik dengan menggunakan alat
Waterpass.
8. Pengolahan Data
Proses Pengolahan Data dilakukan pada saat setelah hasil dari kegiatan
pengukuran. Keseluruhan data hasil pengukuran kemudian di download ke
komputer untuk dilakukan perhitungan dan koreksi-koreksi dijital dengan
menggunakan perangkat lunak/ software yang sudah terpasang lengkap di
komputer.
9. Proses Penggambaran Peta
Pembuatan Peta adalah penggambaran titik-titik kerangka dasar pengukuran
dan titik-titik detail yang dinyatakan dengan penyebaran patok, BM, titik-
titik ketinggian dan obyek-obyek lainnya yang dianggap perlu dalam suatu
areal pekerjaan. Penggambaran areal pekerjaan diproyeksikan pada bidang
datar dengan skala 1 : 100, Interval kontur 0,5 meter, ukuran lembar peta
A1. dengan menggunakan Aplikasi Software AutoCAD dan ArcGIS
10. Pembuatan Laporan
Pembuatan laporan dilakukan untuk memberikan gambaran hasil
pelaksanaan pekerjaan yang telah dilakukan, sehingga dapat diketahui
kondisi areal pekerjaan secara umum, informasi lainnya yang berkaitan
dengan pekerjaan survey dan pemetaan.

21 | P r o p o s a l K e r j a P r a k t e k
PROGRAM STUDI TEKNIK GEODESI
Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan
Institut Teknologi Nasional Malang
Proposal Kerja Praktik
DINAS ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL

III.2 Waktu Dan Tempat Pelaksanaan


Jangka waktu pekerjaan : 2 bulan
Tanggal Pelaksanaan : 11 Juli 2018 – 10 September 2018
Tempat Kerja Praktek : Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral Jalan Cilik
Riwut Km 3,5 Palangkaraya, Kalimantan Tengah
Volume Kegiatan : ± 17 Ha

III.3 Jedwal Kegiatan


Jadwal kegiatan Kerja Praktek ini berupa :
1. Pengenalan Instansi
2. Orientasi Lapangan
3. Pengukuran Di Lapangan
4. Pengolahan Data dan Penggambaran
5. Pembuatan Laporan
Berikut Merupakan Tabel Jedwal Kegiatan Kerja Praktek :
Bulan 1 Bulan 2
No Jenis Kegiatan
Minggu 1 Minggu 2 Minggu 3 Minggu 4 Minggu 1 Minggu 2 Minggu 3 Minggu 4
1 Pengenalan Instansi
2 Oreintasi Lapangan
3 Pengukuran Di Lapangan
4 Pengolahan Data dan Penggambaran
5 Pembuatan Laporan
Gambar 3.2 Tabel Jedwal Kegiatan Kerja Praktek

22 | P r o p o s a l K e r j a P r a k t e k
PROGRAM STUDI TEKNIK GEODESI
Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan
Institut Teknologi Nasional Malang
Proposal Kerja Praktik
DINAS ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL

BAB IV
PENUTUP

Demikian proposal kerja praktek ini kami buat sebagai kerangka kerja
praktek mahasiswa jurusan strata 1 Teknik Geodesi Institut Teknologi Nasional
Malang akademik 2018/2019. Kami mengharapkan pihak DINAS ENERGI DAN
SUMBER DAYA MINERAL dapat menyetujui dan menerima proposal kerja
praktek ini, setelah adanya konfirmasi atas rencana ini lebih lanjut. Atas perhatian
dan ketersedian pihak DINAS ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL untuk
dapat menerima pelaksanaan kegiatan kerja praktek ini, kami ucapkan terimakasih.

23 | P r o p o s a l K e r j a P r a k t e k
PROGRAM STUDI TEKNIK GEODESI
Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan
Institut Teknologi Nasional Malang
Proposal Kerja Praktik
DINAS ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL

CURICULUM VITAE

A. DATA PRIBADI

Nama : Muhammad Rizal Iskandar


TTL : Banjarmasin, 26 Agustus 1997
Jenis Kelamin : Laki – laki
Jurusan : Teknik Geodesi, Institut Teknologi Nasional Malang
Status : Belum menikah
Agama : Islam
Kewarganegaraan : Indonesia
Alamat Asal : Jalan Jelawat No.101 RT. 07, Komp. Cahaya Ratu Elok,
Banjarbaru, Kalimantan Selatan
Alamat Sekarang : Jalan Candi 3E No.326A RT. 10, Kelurahan Karang Besuki,
Kecamatan Sukun, Malang Kota, Jawa Timur
No.HP : 0813-3631-1264
Email : yudistira61@gmail.com
IPK/Semester : 2.86/6

B. PENDIDIKAN FORMAL

No. Nama Sekolah Tahun

1. SD Muhammadiyah 8-10 Banjarmasin 2004 – 2010

2. SMP Negeri 10 Banjarmasin 2010 – 2013

3. SMK Negeri 5 Banjarmasin 2013 - 2015

4. Teknik Geodesi Institut Teknologi Nasional Malang 2015 - Sekarang

24 | P r o p o s a l K e r j a P r a k t e k
PROGRAM STUDI TEKNIK GEODESI
Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan
Institut Teknologi Nasional Malang
Proposal Kerja Praktik
DINAS ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL

C. RIWAYAT ORGANISASI

No. Organisasi Jabatan Lingkup Periode

1. Himpunan Koordinator Bidang. Jurusan 2017


Mahasiswa Sosial Dan Keagamaan
Teknik Geodesi
ITN Malang
2.. English Publish Anggota Kampus 2017 -
Community Sekarang
ITN Malang
3. Asosiasi Anggota Organisasi 2017
Mahasiswa Daerah
Banjarbaru
Malang
4. Ikatan Anggota Nasional 2017 -
Mahasiswa Sekarang
Geodesi
Indonesia

D. SEMINAR/PELATIHAN
1. Dies Natalis ke-30 ITN Malang “Workshop Survey Pemetaan, Sistem
Informasi Geografis (SIG), dan Penginderaan Jauh (Remote Sensing) di ITN
Malang tahun 2015.
2. Workshop Hardware and Software “Meningkatkan keterampilan Hardware &
Software dalam dunia pemetaan” Speak About Autodesk Civil 3D,
Echousounder & Surveying tool, Oil and Gas Sector Facing AEC 2015 di
ITN Malang tahun 2015

E. KETERAMPILAN ALAT
1. Total Station
2. Theodolite
3. Waterpass
4. GPS Geodetic

25 | P r o p o s a l K e r j a P r a k t e k
PROGRAM STUDI TEKNIK GEODESI
Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan
Institut Teknologi Nasional Malang
Proposal Kerja Praktik
DINAS ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL

F. Software yang dikuasai


1. Microsoft Office (Microsoft Word, Microsoft Excel, Microsoft Power Point,
Microsoft Access, dll)
2. AutoCAD
3. ArcGIS
4. Fugro Viewer
5. Global Mapper
6. Surfer
7. Trimble Business Center

26 | P r o p o s a l K e r j a P r a k t e k
PROGRAM STUDI TEKNIK GEODESI
Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan
Institut Teknologi Nasional Malang
Proposal Kerja Praktik
DINAS ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL

Transkrip Nilai :

TOTAL SKS X BOBOT : 303.5 TOTAL SKS PEMBAGI : 106 IPK : 2.86

Kode Nama Mata Kuliah SKS Grade


GE1103 BAHASA INDONESIA 3 A
GE1105 ILMU UKUR TANAH 4 B
GE1201 PENGANTAR TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI 2 B
GE1203 PENGANTAR GEODESI 3 D
GE1204 ALJABAR LINIER 3 C
GE1205 STATISTIK 3 C+
GE1207 DASAR PEMROGRAMAN KOMPUTER 3 B
GE2106 KARTOGRAFI 3 B+
GE2107 KERANGKA KONTROL GEODESI 3 C+
GE2108 SURVEI G P S 3 C+
GE2109 SURVEI TOPOGRAFI 3 B
GE2112 FOTOGRAMETRI I 3 B
GE2116 OSEANOGRAFI 2 C+
GE2206 ILMU HITUNG PERATAAN 3 D
GE3104 BAHASA INGGRIS 2 B+
GE3110 PEMETAAN MATRA DARAT 6 B+
GE3111 PROYEKSI PETA 3 C+
GE3117 SURVEI HIDROGRAFI 3 B+
GE3202 PENDIDIKAN KARAKTER & ANTI KORUPSI 2 B
GE3209 SISTEM REFERENSI KOORDINAT 2 A
GE3301 TECHNOPRENEURSHIP 2 A
GE4113 INDERAJA SENSOR AKTIF 3 B
GE4114 PENGINDERAAN JAUH 3 C+
GE4118 SURVEI REKAYASA LAUT 3 B
GE4119 PEMETAAN MATRA LAUT 6 B+
GE4211 HUKUM PERTANAHAN INDONESIA 2 C
GE4212 FOTOGRAMETRI II 3 B
GE5115 PEMETAAN MATRA UDARA 5 B+
GE5120 SISTEM BASIS DATA 3 C+
GE5121 SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS 3 B
GE5123 MODEL PERMUKAAN DIGITAL 3 C+
GE5210 WAWASAN WILAYAH KEPULAUAN 2 C+

27 | P r o p o s a l K e r j a P r a k t e k
PROGRAM STUDI TEKNIK GEODESI
Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan
Institut Teknologi Nasional Malang
Proposal Kerja Praktik
DINAS ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL

GE5302 FOTOGRAMETRI JARAK DEKAT 3 D


GE6101 PENDIDIKAN AGAMA ISLAM 3 -
GE6102 PENDIDIKAN AGAMA KRISTEN 3 -
GE6103 PENDIDIKAN AGAMA KATOLIK 3 -
GE6104 PENDIDIKAN AGAMA HINDU 3 -
GE6105 PENDIDIKAN AGAMA BUDHA 3 -
GE6122 GEOINFORMATIKA 5 -
GE6127 SISTEM INFORMASI KADASTRAL 3 B
GE6208 PEMROGRAMAN GEODESI 3 -
GE6303 SURVEI DEFORMASI 3 -
GE6313 TOPONIMI 3 -
GE6314 SURVEI TAMBANG TEROWONGAN 3 -
GE6315 SURVEI BATAS WILAYAH 3 -
GE6316 SURVEI KONSTRUKSI JALAN DAN GEDUNG 3 -
GE7102 PENDIDIKAN PANCASILA DAN KEWARGANEGARAAN 3 B+
GE7124 S I G BERBASIS WEB 3 -
GE7125 TATA LAKSANA PROYEK 3 -
GE7126 METODE PENELITIAN 2 -
GE7128 KERJA PRAKTEK 4 -
GE7204 PEMETAAN PESISIR DAN PULAU-PULAU KECIL 3 -
GE7205 PENILAIAN TANAH DAN PROPERTI 3 -
GE7206 HUKUM LAUT DAN KEMARITIMAN 3 -
GE7207 INFRASTRUKTUR DATA SPASIAL 3 -
GE8129 SKRIPSI 6 -

28 | P r o p o s a l K e r j a P r a k t e k