Anda di halaman 1dari 42

Critical Book Report

MANAJEMEN
OLEH :
NAMA: IKBAL
NIM: 7161144020
KELAS: A Reguler

DOSEN PENGAMPU : HENDRA SAPUTRA, SE,M,Si

Pend.Administrasi Perkantoran

FAKULTAS EKONOMI
UNIVERSITAS NEGERI MEDAN
KATAPENGANTAR

Puji dan syukur saya ucapkan kepada Tuhan Yang Masa Esa, karena atas berkat dan
RahmatNya saya dapat menyelesaikan tugas mata kuliah Manajemen ini yang berjudul
“Critical Book Report”. Dan saya sangat berterima kasih kepada Bapak HENDRA
SAPUTRA, SE,M,Si yang sudah memberikan bimbingannya.

Saya juga menyadari bahwa tugas ini masih banyak kekurangan oleh karena itu
penulis minta maaf jika ada kesalahan dalam penulisan dan penulis juga maklumatas kritik
dan saran yang membangun guna kesempurnaan tugas ini. Akhir kata saya ucapkan terima
kasih semoga dapat bermanfaat dan bisa menambah pengetahuan bagi pembaca.
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ...............................................................................................................i


DAFTAR ISI .............................................................................................................................ii

BAB I PENDAHULUAN .......................................................................................................1

1.1 Latar Belakang ....................................................................................................................1


1.2 Rumusan Masalah................................................................................................................1
1.3 Tujuan ..................................................................................................................................2

BAB II PEMBAHASAN

2.1 Identitas buku.......................................................................................................................3

2.2 Ikhtisar buku.........................................................................................................................4

2.3 Penilaian terhadap buku.....................................................................................................35

BAB III PENUTUP

3.1 Kesimpulan.........................................................................................................................37

3.2 Saran...................................................................................................................................37

DAFTAR PUSTAKA 38
BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Buku adalah kumpulan kertas atau bahan lainnya yang dijilid menjadi satu pada salah
satu ujungnya dan berisi tulisan atau gambar. Seperti kata pepatah, buku adalah jendela
dunia. Buku merupakan sebuah alat untuk menjelajahi ribuan bahkan milyaran ilmu yang ada
di dunia. Untuk mengetahui tentang apa yang ada di dunia luar sana, kita tidak perlu datang
langsung ke sana. Namun dengan membaca buku, kita dapat mengetahui apa saja yang terjadi
atau yang ada di dunia luar sana.

Dengan semakin berkembangnya teknologi dan komunikasi, dewasa ini semakin


banyaknya bermunculan penulis–penulis buku. Untuk satu topik bahasan kita dapat
mengambil referensi dari banyak buku dari penulis yang berbeda. Namun dari banyak buku
yang ada tersebut sangat sulit untuk mencari buku yang sesuai dengan kebutuhan kita.
Misalnya dari susunan kalimatnya yang mudah dipahami, keteraturan susunan, isi buku yang
menarik dan penjelasan yang mudah dimengerti dan lain-lain. Maka dari itu diperlukan
pengetahuan dan penilaian dari orang yang pernah membaca buku tersebut untuk
medeskripsikan seberapa besar kesesuaian buku tersebut terhadap kebutuhan kita.

Critical Book Report (CBR) adalah suatu laporan yang berisi penilaian terhadap
sebuah karya tulis. CBR meliputi deskripsi singkat mengenai buku serta kelebihan dan
kelemahan buku

Tersebut dibandingkan buku lain yang berkaitan atau mempunyai kesamaan topik.

Kemudian diharapkan CBR tersebut bisa dimanfaatkan oleh para pembaca yang masih
bingung dalam memilih buku yang sesuai dengan kebutuhan

1.2 Rumusan masalah


1. Bagaimana gambaran atau deskripsi singkat dari buku tersebut ?
2. Apa kelebihan buku tersebut dibanding buku lain ?
3. Apa kelemahan buku tersebut dibanding buku lain ?

1.3 Tujuan

1. Untuk memenuhi tugas kuliah Manajemen.


2. Untuk memberikan informasi dan penilaian buku Manajemen kepada para pembaca.
BAB II
ISI BUKU

1.1 Identitas Buku


Buku Utama (buku satu)
1. Judul buku : MANAJEMEN
2. Pengarang : - JAMES A.F. STONER
- R. EDWARD FREEMAN
- DANIEL R. GILBERT JR.
3. Penerbit : PT Prenhallindo
4. Tahun terbit : 2013
5. Kota terbit : Jakarta
6. Tebal buku : 310 halaman
7. Edisi :1
8. No ISBN : 976-8901-04-5

Buku Pembanding ( buku kedua )


1. Judul buku : PENGHANTAR MANAJEMEN
2. Pengarang : - ERNIE TISNAWATI SULE
- KURNIAWAN SAEFULLAH
3. Penerbit : Kencana
4. Tahun terbit : 2005
5. Kota terbit : Jakarta
6. Tebal buku : 423 halaman
7. Edisi :1
8. No ISBN : 979-3465-75-1
ISI BUKU PERTAMA (1)

BAB 1
MANAJER DAN PENGELOLAAN
1. ORGANISASI DAN KEBUTUHAN AKAN MANAJEMEN
Semua organisasi juga mempunyai beberapa program atau metode untuk mencapai
sasaran yaitu rencana. Apapun bentuknya, tanpa rencana yang harus dikerjakan,
kemungkinan besar tidak organisasi yang dapat bertindak efektif.Manajemen
organisasi adalah kebiasaan yang dilakukan secara sadar dan terus menerus dalam
membentuk organisasi. Semua organisasi memiliki orang yang bertanggung jawab
terhadapa organisasi orang ini disebut Manajer.
2. MENGAPA MEMPELAJARI ORGANISASI DAN MANAJEMEN
Alasan itu menyangkut masa lalu, masa kini, dan masa depan, semuanya menunjukan
pengaruh manusia yang bekerja sama dalam organisasi, dibawah bimbingan manajer,
lebih banyak hal yang ingin dicapai.
3. MANAJEMEN SEBAGAI SUATU KEISTIMEWAAN DALAM WAKTU DAN
HUBUNGAN MANUSIA
Kepentingan hubungan manusia juga melibatkan beberapa ide sebagai berikut :
a. Manajer bertindak yang bersifat dua arah; setiap pihak dipengaruhi oleh orang
lain.
b. Manajer bertindak dalam hubungan yang pengaruhmya menyebar
c. Manajer dengan cepat memainkan hubungan simultan berganda.
4. PRESTASI MANAJERIAL DAN ORGANISASI
Manajerial adalah aktivitas utama yang membuat perbedaan dalam hal seberapa baik
organisasi melayani orang yang dipengaruhi olehnya. Bila para manajer melakukan
pekerjaan mereka dengan baik, suatu organisasi mungkin akan mencapai sasarannya.
5. EFISIENSI DAN EFEKTIVITAS
Efesiensi merupakan kemampuan untuk meminimalkan penggunaan sumber daya
dalam mencapai tujuan organisasi. Efektivitas merupakan kemampuan untuk
menentukan tujuan yang memadai. Efektivitas merupakan kunci keberhasilan suatu
organisasi. Sebelum kita dapat melakukan kegiatan secara efisien, kita harus yakin
telah menemukan hal yang tepat untuk dilakukan.
6. PROSES MANAJEMEN
a. MERENCANAKAN, proses menetapkan sasaran dan tindakan yang perlu untuk
mencapai sasaran tadi.
b. MENGORGANISASIKAN, proses mengatur dan mengalokasikan wewenang
c. MEMIMPIN, Meliputi mengarahkan, mempengaruhi, dan memotivasi karyawan
d. MENGENDALIKAN, proses untuk memastikan bahwa aktivitas sebenarnya
sesuai dengan aktivitas yang direncanakan.
7. PROSES MANAJEMEN DALAM PRAKTEK
Dalam prakte, proses manajemen tidak menyangkut empat macam aktivitas yang
terpisah atau yang hubungan nya longgar, tetapi sekelompok fungsi yang saling
berkaitan.
8. EMPAT BELAS BUTIR DEMING
a. Ciptakan tujuan yang mantap untuk perbaikan produk dan jasa
b. Adopsi filosofi baru
c. Hentikan ketergantungan pada inpeksi massal
d. Akhiri kebiasaan memberikan bisnis hanya berdasarkan pada harga
e. Perbaiki sistem produksi dan jasa
f. Lembagakan metode pelatihan yang modern
g. Lembaga kepemimpinan
h. Hilangkan rasa takut
i. Pecahkan hambatan di antara para staf
j. Hilangkan slogan, nasihat
k. Hilangkan kuota numerik
l. Hialngkan hambatan
m. Lembagakan program pendidikan yang kokok
n. Lakukan tindakan untuk transformasi
9. PERAN MANAJERIAL
- Penghubung (peran antar pribadi)
- Memonitor (peran informasional)
- Negosiator ( peran memutuskan)
10. PERKEMBANGAN INOVATIF DALAM BISNIS KECIL
Terkadang bisnis kecil dapat menerapkan perubahan yang lebih cepat daripada yang
besar.
11. BERBAGAI TINGKATAN MANAJER
a. First-line(or first level) managers
b. Middle managers
c. Top managers
12. TINGKAT MANAJEMEN DAN KETERAMPILAN
a. Technical skill ( keterampilan teknis)
b. Human skill ( Keterampilan manusia)
c. Conceptual skill ( Keterampilan konseptual)
13. TANTANGAN MANAJER
- Perlu nya memiliki visi
- Perlunya memiliki etika
Untuk menanggapi keanekaragaman budaya, dan pemahaman yang baru mengenai
setiap ide kerja dan tempat kerja.
BAB 2
EVOLUSI TEORI MANAJER
1. PEMIKIRAN AWAL MENGENAI MANAJEMEN
Melihat kebelakang lewat sejarah dunia, kita dapat melacak cerita manusia bekerja
bersama-sama dalam organisasi formal seperti tentara Yunani dan Roma.
2. MENGAPA BELAJAR TEORI MANAJEMEN ?
a. Pertama, teori memberikan fokus yang mantap untuk memahami apa yang kita
alami
b. Kedua, teori mempermudah kita berkomunikasi dengan efesien
c. Ketiga, teori membuat kita bahkan menantang untuk belajar
3. EVOLUSI TEORI MANAJEMEN
Manajemen dan organisasi adalah produk dari sejarah, keadaan sosial, dan tempat
kejadian jadi , kita dapat memahami evolusi teori manajemen dalam arti bagaimana
manusia berkecimpung dengan masalah hubungan pada kurun waktu tertentu dalam
sejarah. Teori manajemen awal terdiri dari berbagai usaha untuk mengetahui para
pendatang baru dalam kehidupan industri ini pada akhir abad kesembilan belas dan
awal abad kedua puluh di Eropa.
4. ALIRAN MANAJEMEN ILMIAH
Aliran ini muncul sebagian dari kebutuhan untuk meningkatkan produktivitas dan
Taylor menyebut rencananya sistem tarip berbeda. Pendekatan manajemen,
dirumuskan oleh frederick A. Taylor dan kawan kawan antara tahun 1890 dan 1930,
yang mencoba menerangkan secara ilmiah metode terbaik untuk melaksanakan tugas
apa pun dan untuk menyeleksi, melatih, dan memotivasi pekerja.
5. ALIRAN TEORI ORGANISASI KLASIK
Merupakan suatu usaha di pelopori oleh Henri Fayol, untuk mengenali prinsip-prinsip
dan keterampilan yang mendasari manajemen yang efektif, teori organisasi klasik
menumbuhkan kebutuhan untuk menemukan pedoman pengelolaan organisasi
kompleks, seperti pabrik.
6. ALIRAN TINGKAH LAKU : ORGANISASI ADALAH MANUSIA
 Gerakan hubungan manusia, sering kali digunakan sebagai istilah umum
untuk menguraikan cara manajer berinteraksi dengan karyawan mereka.
 Menerapkan konsep mutu pada teori hubungan manusia, penerapan teori ini
dapat dilihat dalam lingkungan yang penuh persaingan sekarang ini.
Misalnya, dengan restrukturisasi ekonomi global kompetetif sekarang ini.
 Dari hubungan manusia sampai pendekatan ilmiah tingkah laku, ilmuan
tingkah laku membawa serta dua dimensi baru dalam penelitian manajemen
dan organisasi, pertama mereka lebih jauh memajukan pandangan manusia
dan lebih banyak memberi dorongan. Kedua, menerapkan metode
penyelidikan ilmiah untuk mempelajari cara manusia bertingkah laku.
7. ALIRAN ILMU MANAJEMEN
Aliran ilmu manajemen menjadi populer lewat dua penomena pasca perang. Pertama
perkembangan komputer berkecapaian tinggi dan komunikasi di antara komputer
membuka jalan besar untuk menangani masalah organisasi berskala besar dan
kompleks.
8. PERKEMBANGAN MUTAKHIR DALAM TEORI MANAJEMEN
Teori memberi pengaruh yang sangat kuat. Semakin lama kita menggunakan sebuah
teori, kita semakin mengenal dan merasa nyamandengannya dan semakin kita
cenderung tidak mencari teori alternatif kecuali ada peristiwa yang memaksa kita untu
berubah.
9. PENDEKATAN SISTEM
Pendekatan ini memberikan kemungkinan para manajer untuk melihat organisasi
secara keseluruhan dan sebagai bagian dari lingkungan eksternal yang lebih luas.
10. BEBERAPA KONSEP KUNCI
a. Subsistem
b. Sistem terbuka dan tertutup
c. Batas sistem
d. Arus
e. Umpan balik
11. PENDEKATAN KONTINGENSI
Pandangan bahwa tekhnik manajemen yang paling baik memberikan kontribusi untuk
pencapaian sasaran organisasi mungkin bervariasi dalam situati atau lingkungan yang
berbeda.
12. MEMASUKI ERA KETERLIBATAN DINAMIK
a. Lingkungan organisasi yang baru
b. Etika dan tanggung jawab sosial
c. Globalisasi dan manajemen
d. Mendirikan dan memperbaharui organisasi
e. Budaya dan multi budaya
f. Mutu
BAB 3
LINGKUNGAN ORGANISASI DAN LINGKUNGAN ALAM
1. MENJELASKAN PENTING NYA LINGKUNGAN EKSTERNAL
Banyak perubahan yang terjadi secara cepat dalam lingkungan eksternal organisasi
yang memerlukan perhatian yang semakkin besar dari para manajer. Lingkungan
eksternal terdiri dari berbagai sumber daya tempat organisasi bergantung. Ini bearti
bahwa organisasi tidak mungkin menghindar dari pengaruh peristiwa yang terjadi di
lingkungan.
2. MEMBEDAKAN LINGKUNGAN ALAM DAN LINGKUNGAN ORGANISASI
Manajer harus mengenali elemen lingkungan organisasi internal, seperti pihak yang
berkepentingan. Di samping itu, manajer juga harus memahami hubungan elemen dari
lingkungan alam yang dapat mempengaruhi organisasi.

3. MEMBUAT DAFTAR DAN MENDISKUSIKAN BERBAGAI ELEMEN


LINGKUNGAN TIDAKAN LANGSUNG
Komponen tindakan langsung dari lingkungan terdiri dari pihak yang berkepentingan
pada organisasi artinya, kelompok dengan dampak langsung pada aktivitas organisasi.
4. MENGENALI PIHAK YANG BERKEPENTINGAN DARI SEBUAH
ORGANISASI
Pihak yang berkepentingan adalah orang dan kelompok yang mempunyai minat
terhadap segala sesuatu yang berlangsung dalam organisasi. Pihak yang
berkepentingan eksternal termasuk pelanggan, pemasok, pemerintah, kelompok
khusus, media, serikat pekerja, lembaga keuangan dan pesaing. Pihak yang
berkepentingan internal termasuk karyawan, pemegang saham, dan dewan direktur.
5. MENJELASKAN BAGAIMANA ORGANISASI DAPAT MENGGUNAKAN
JARINGAN PIHAK YANG BERKEPENTINGAN DAN KOALISI UNTUK
MEMPENGARUHI PIHAK YANG BERKEPENTINGAN
Pihak yang berkepentingan sering kali bekerja sama untuk mempengaruhi tinggah
laku sebuah organisasi, manajer, sebagai pihak yang berjepentingan, harus
menyeimbangkan perhatian mereka sendiri terhadap perhatian persaingan dari pihak
yang berkepentingan lainnya. Mereka mungkin dapat menggunakan jaringan
hubungan diantara pihak yang berkepentingan dan organisasi untuk mempengaruhi
pihak yang berkepentingan secara individual.
6. MEMBUAT DAFTAR DAN MENDISKUSIKAN EMPAT VARIABEL YANG
MENYUSUN LINGKUNGAN TINDAKAN-TIDAK-LANGSUNG
Komponen tidak-langsung dari lingkungan terdiri dari variabel sosial, ekonomi,
politik, dan teknik yang mempengaruhi organisasi secara tidak langsung. Variabel ini
menciptakan sesuatu iklim. Organisasi harus menyesuaikan diri dengan iklim
tersebut, dan variabel tersebut mempunyai potensi untuk masuk kedalam lingkungan
tindakan-langsung.
7. MEMBUAT DAFTAR TANTANGAN LINGKUNGAN ALAM YANG KITA
HADAPI
Memperhatikan kerusakan lingkungan alam semakin mendapat peran penting pada
tahun-tahun belakangan ini. Manusia memperhatikan berbagai masalah dari polusi
sampai pemanasan global dan penipisan ozon.
8. MENJELASKAN BAGAIMANA ORGANISASI DAPAT MEMBERIKAN
RESPONS TERHADAP LINGKUNGAN ALAM
Beberapa organisasi telah mengambil peranan aktif dalam mempromosikan kesadaran
lingkungan. Sebagai manajer memilih hanya mengikuti persyaratan legal, sementara
yang lain bertindak jauh untuk menyatakan nilai nilai lingkungan lewat produk dan
pemasaran produk. Manajer terutama di tingkat atas harus memonitor lingkungan
eksternal dan mencoba meramalkan perubahan yang akan mempengaruhi organisasi.
Mereka harus menggunakan perencanaan strategik dan desain organisasi untuk
menyesuaikan diri dengan lingkungan.
BAB 4
TANGGUNG JAWAB SOSIAL DAN ETIKA
1. MENDISKUSIKAN PRINSIP-PRINSIP DASAR DOKTRIN KEKAYAAN
ANDREW CARNEGIE
Pernyataan klasik mengenai tanggung jawab sosial perusahaan diciptakan oleh
Andrew Carnigie dalam buku nya yang berjudul The Gospel of Wealth(1899).
Doktrin Carnigie berdasarkan pada prinsip amal dan prinsip kepengurusan harta
orang lain. Carnegie adalah seorang dermawan terkenal dan filosofinya memberi
inspirasi pemikiran bagi tanggung jawab sosial perusahaan antara tahun 1930 dan
tahun 1960-an.
2. MENGEVALUASI KRITIK DARI DOKTRIN CARNEGIE
KEKURANGAN DOKTRIN Carnegie adalah mempertahankan status quo dan
melindungi bisnis dari bentuk tekanan yang lain, dan bahwa istilah tanggung
jawab sosial demikian meragukan sehingga banyak diserahkan pada
kebijaksanaan individu.
3. MENJELASKAN POSISI MILTON FRIEDMAN PADA TANGGUNG JAWAB
SOSIAL KORPORASI
Menurut Milton Friedman perusahaan bertanggung jawab untuk memaksimalkan
labanya sendiri, dalam batas-batas hukum. Pada umumnya kontribusi sebuah
perusahaan terhadap kesejahteraan seharusnya berupa produksi barang dan jasa
yang efesien. Masalah sosial harus diserahkan kepada pemikiran individu dan
badan pemerintah.
4. MEMBANDINGKAN DAN MENUJUKKAN PERBEDAAN PANDANGAN
CARNEGIE DAN FRIEDMAN
Carnegie dan Friedman mewakili pandangan yang bertentangan mengenai
tanggung jawab sosial.
5. MENJELASKAN KONSEP YANG MENERANGKAN KEPENTINGAN
SENDIRI
Menjelaskan kepentingan sendiri adalah ide bahwa untuk kepentingan sendiri
organisasi bertindak dengan cara yang dianggap oleh masyarakat secara sosial
bertanggung jawab.
6. MENDAFTAR DAN MENDEFENISIKAN ISTILAH KUNCI YANG
DIPERGUNAKAN DALAM ETIKA
Agar memahami alasan etika, kita perlu memahami bahasa etika, termasuk istilah
niali nilai, hak dan kewajiban, peraturan moral serta hubungan.
7. MENDISKUSIKAN ISU YANG HARUS DIPERHATIKAN OLEH MANAJER
DALAM MENERAPKAN ETIKA
Kita juga harus memahami dasar ajaran dari moralitas umum, yang mencakup dari
menepati janji sampai menghargai hak milik. Disamping itu kita perlu memahami
perbedaan antara perspektif keadilan yang biasanya dipakai oleh kamu pria dan
perspektif kepedulian yang dipakai oleh kaum wanita dalam membuat keputusan
moral.
8. MENGEVALUASI TANTANGAN RELATIVISME PADA ALASAN MORAL
Manajer harus mewaspadai dan menghindari godaan relativisme naif-ide bahwa
manusia adalah standar yang dipakai untuk menilai diri mereka sendiri dan
relativisme budaya ide bahwa moralitas bersifat relatif pada budaya tertentu.
Kontribusi utama dari relativisme pada debat mengenai etika bisnis adalah
mengingatkan kita mengenai saling mempengaruhi antara individu dan
masyarakat persyaratan dasar umtuk pemikiran etika.

BAB 5
GLOBALISASI DAN MANAJEMEN

1. APA ARTI GLOBALISASI


Globalisasi ini merupakan salah satu perubahan penting pada lingkungan
eksternal dari kebanyakan bisnis. Globalisasi mengacu pada perspektif baru,
atau sikap, mengenai hubungan dengan orang lain di negara lain. Globalisasi
mengacu pada cakupan, bentuk, jumlah, dan kompleksitas yang belum pernah
ada dari hubungan bisnis yang dilakukan melintasi batas batas internasional.
2. GLOBALISASI DAN DAYA SAING
Daya saing, posisi relatif dari salah satu pesaing terhadap yang lain, dapat
dipakai untuk sebuah organisasi atau untuk sebuah negara. Globalisasi telah
meningkatkan peran pemerintah dalam mempengaruhi daya saing di antara
bangsa-bangsa. Pemerintah dapat mempengaruhi daya saing lewat iklim
ekonomi, lembaga, dan kebijakan.
3. MELACAK EVOLUSI SEJARAH GLOBALISASI BISNIS
Kecepatan internasional semakin tinggi sesudah Perang Dunia II, ketika
ekonomi A.S yang kuat dan kemajuanteknologi dalam kemajuan teknologi
dalam komunikasidan transportasi menyebabkan membeli dan mengelola aset
di luar negeri menjadi hal yang layak. Walaupun begitu, pada tahun 1960 an
pertumbuhan ekonomi Eropa dan Jepang telah menyebar pesaing untuk
perusahaan Amerika.
4. PERUBAHAN SKENARIO INTERNASIONAL
a. Masyarakat Eropa yang akan datang
b. Eksperimen ekonomi di Republik rakyat cina
c. Sesudah Uni Soviet
d. Perjanjian perdagangan bebas Amerika Utara (NAFTA)
e. Ikhtisar mengenai pengaruh pemerintah
5. MENDISKUSIKAN BERBAGAI KONDISI PENTING YANG HARUS
DIPERHATIKAN OLEH MANAJER DALAM TINDAKAN GLOBALISASI
MEREKA
Hubungan bisnis global terpengaruh kondisi ekonomi, politik dan tekhnologi
dari negara tuan rumah yang berbeda dari suatu negara ke negara lain. Lebih
penting lagi, manajer global mempunyai alasan untuk bersabar dengan evolusi
hubungan bisnis global.

BAB 6
MENDIRIKAN DAN MEMPERBARUI ORGANISASI

1. BISNIS KECIL
Bisnis kecil memainkan peran sentral dalam hidup kita karena kita melakukan
kebanykan aktivitas ekonomi kita dengan orang yang menjalani bisnis kecil. Bisnis
kecil adalah bisnis yang mempunyai pegawai kurang dari 500 orang.
2. ARTI KEWIRAUSAHAAN
Wirausahawan adalah kemampuan mengambil faktor-faktor produksi lahan, tenaga
kerja, dan modal dan menggunakannya untuk memproduksi barang atau jasa baru.
Wirausahawan menyadari peluang yang tidak dilihat atau tidak dipedulikan oleh
eksekutif bisnis lain. Kewirausahaan berbeda dari manajemen karena fokusnya adalah
mengawali perubahan. Kewirausahaan dapat terjadi kalau seseorang atau kelompok
memulai bisnis baru.
3. KEWIRAUSAHAAN VERSUS MANAJEMEN
Kewirausahaan sekarang merupakan bidang studi penting dan memberikan kontribusi
untuk pertumbuhan ekonomi dan produktivitas masyarakat, untuk penyediaan
teknologi, produk,dan jasa, serta untuk peremajaan persaingan di pasar.
Kewirausahaan berbeda dari manajemen dalam arti kewirausahaan artinya mengawali
perubahan dalam produksi dan penciptaan organisasi baru, sedangkan manajemen
mencakup koordinasi proses produksi yang sedang berjalan di organisasi yang sudah
ada.
4. SIFAT SIFAT KUNCI PSIKOLOGI DARI WIRAUSAHAWAN
Karakteristik psikologi wirausahawan telah dipelajari secara luar. Teori paling penting
mengenai akar psikologi kewirausahaan dikekemukakan oleh McClelland, yang
menemukan bahwa orang-orang tipe tertentu mempunyai kebutuhan untuk
berorientasi tinggi dan bahwa dalam masyarakat tertentu cenderung menciptakan
perlunya berprestasi tinggi.Belgey dan Boyn mengenal ada lima dimensi kebutuhan
untuk mencapai, letak kendali, toleransi terhadap risiko, toleransi terhadap keragu-
raguan, tingkah laku Tipe-A itu tampaknya membedakan pendiri dan manajer bisnis
kecil dari eksekutif pada umumnya. Sebagai tambahan, keadaan sosial, seperti kurang
kesempatan untuk maju atau bekerja dengan digaji, cenderung mendorong orang
tertentu untuk memasuki kewirausahaan.
5. MENDISKUSIKANN PENTINGNYA MEMPERBAIKI ORGANISASI
Setelah organisasi didirikan dan berjalan, para manajer perlu memberi perhatian untuk
memperbaharui hubungan yang menyusun organisasi. Ini merupakan praktek
manajerial untuk memperbaiki organisasi yang sudah ada. Istilah paling dikenal untuk
ini adalah Intrapreneurship, yang sama pentingnya untuk organisasi yang sudah ada.
Memperbaiki organisasi adalah penekanan untuk mengatasi perasaan puas dan
memelihara usaha kreatif manusia dalam organisasi.
BAB 7
BUDAYA DAN MULTI BUDAYA

1. MENENTUKAN BUDAYA DALAM ORGANISASI


Budaya dalam arti antropologi dan sejarah, adalah inti dari kelompok atau masyarakat
tertentu apa yang berbeda mengenai cara para anggotanya saling berinteraksi dan
dengan orang dari luar lingkungan dan bagaimana mereka menyelesaikan apa yang
dikerjakannya.
2. BUDAYA ORGANISASI
Merupakan sejumlah pemahaman penting seperti norma, nilai, sikap, dan keyakinan,
yang dimiliki bersama oleh anggota organisasi.
3. KAITAN ANTARA SUKSES ORGANISASI DAN BUDAYA ORGANISASI
Suatu budaya organisasi mempengaruhi sukses organisasi. Budaya mempengaruhi
interaksi internal di samping prestasi finansial
4. MULTIBUDAYA DAN KEANEKARAGAMAN SEJUMLAH DIMENSI
Agar sensitif terhadap multibudaya, budaya organisasi harus melawan hambatan
seperti sindrom langit langit kaca, pelecehan seksual, sindrom pintu berputar, dan
diskriminasi terhadap orang berusia lanjut.
5. BEBERAPA CARA PENGELOLAAN DALAM DUNIA MULTIBUDAYA
Dalam dunia multibudaya, manajer mengambil langkah ekstra untuk mendorong
orang dengan latar belakang budaya yang berbeda agar berpartisipasi dalam proyek
bersama-sama.

BAB 8
MUTU

1. MANAJEMEN MUTU TERPADU’


Mutu menjadi suatu faktor yang tidak dapat di abaikan lagi oleh organisasi.
Manajer masa kini bertujuan melaksanakan Total Quality Management, yang
muncul kalau seluruh budayaorganisasi di fokuskan pada mutu dan kepuasan
pelanggan lewat sistem terpadu dari peralatan, teknik, dan pelatihan.
2. SEJARAH MUTU
Banyak perusahaan Jepang berhasil mencapai tingkat perbaikan mutu yang
revolusioner setelah Perang Dunia Kedua. Sejak saat itu mutu menjadi standar
global.
3. 14 BUTIR DARI DEMING DAN KERANGKA KERJA LAIN SEBAGAI
PEDOMAN MANAJEMEN UNTUK MENGEJAR MUTU
14 butir deming menyediakan semua kerangka kerja termasuk membimbiing
manajemen dalam mengejar mutu. Kriteria Malcolm Baldrige National Quality
Award dan trilogi Juran juga menyediakan kerangka kerja yang amat bernilai.
4. PERAN MANAJER PUNCAK DALAM PERBAIKAN MUTU
Komitmen manajemen puncak dan kepemimpinan perlu untuk mencapai dan
mempertahankan tingkat revolusioner perbaikan mutu.
5. PERAN BENCHMARKING DAN MEMUSATKAN PERHATIAN PADA
PELANGGAN DALAM PROGRAM MUTU
Benchmarking dan fokus pada pelanggan adalah dua hal penting yang dapat
dilakukan oleh manajer untuk meningkatkan mutu.
6. MENJELASKAN BAGAIMANA KARYAWAN DAPAT DIDUKUNG DALAM
MENGEJAR MUTU
Memberi wewenang kepada karyawan-memberikan wewenang, pengetahuan, dan
sumber daya kepada karyawan untuk melakukan apa yang perlu dalam
melaksanakan pekerjaan mereka merupakan bagian untuk menciptakan mutu di
dalam sebuah organisasi.

BAB 9
PEMBUATAN KEPUTUSAN

1. MENGHUBUNGKAN PEMBUATAN KEPUTUSAN DENGAN IDE BAHWA


MANAJER BERHUBUNGAN DENGAN WAKTU DAN HUBUNGAN ANTAR
MANUSIA
Membuat keputusan proses mengidentifiksasi dan memilih serangkaian tindakan
untuk menghadapi masalah atau mengambil keuntungan dari suatu kesempatan
merupajan bagian penting dari pekerjaan seorang manajer. Manajer mengkaji prestasi
pada masa lampau, keadaan masa kini, dan harapan masa depan ketika membuat
keputusan. Disamping itu, ketika manajer memproyeksikan konsekuensi yang
mungkin timbul dari keputusan yang mereka ambil, mereka harus menyadari bahwa
keputusan orang lain mungkin bertentangan atau berinteraksi dengan keputusan
mereka.
2. PEMBUATAN KEPUTUSAN SEBAGAI MASALAH KOMPLEKS DARI
PSIKOLOGI DAN MEMAHAMI DUNIA SESEORANG
Empat macam situasi informal dan intuitif biasanya menyadarkan manajer tentang
adanya masalah: penyimpangan prestasi masa lalu, prestasi yang menyimpang dari
rencana, ada orang yang menyatakan ketidakpuasan, atau prestai pesaing menantang
organisasi. Apakah manajer memandang suatu situasi sebagai masalah tergantung
pada nilai ambang mereka untuk pengakuan adanya masalah, yang di tentukan oleh
pemahaman mereka mengenai sasaran , rencana, dan standar prestasi yang dapat
diterim, di samping nilai-nilai dan latar belakang mereka.
3. MEMBEDAKAN KEPUTUSAN TERPROGRAM DARI KEPUTUSAN TIDAK
TERPROGRAM
Keputusan dapat dibayangkan sebagai terprogram dan tidak terprogram. Keputusan
terprogram mencakup hal-hal rutin dan dapat di tangani dengan kebijakan, prosedur,
dan peraturan tertulis dan tidak tertulis. Keputusan tidak terprogram melibatkan
masalah masalah yang tidak biasa atau perkecualian. Karena kebanyakan keputusan
mencakup beberapa elemen masa depan, manajer harus mampu menganalisis
kepastian, manajer dapat memperkirakan hasil dari setiap alternatif.

4. MENJELASKAN PROSES PEMBUATAN KEPUTUSAN RASIONAL


Model rasioanl dari pembuatan keputusan mengasumsikan keputusan paling efektif
dihasilkan kalau manajer kalau manajer mengikuti proses empat langkah, yaitu
meneliti situasi, mengembangkan alternatif, mengevaluasi alternatif dan memilih yang
terbaik, setra kemudian mengimplementasikan keputusan dan tidak lanjut. Model
rasional mempunyai sejarah yang panjang dalam praktek manajemen dan pendidikan
manajemen.
5. MENEMPATKAN PEMBUATAN KEPUTUSAN RASIONAL DALAM
PERSPEKTIF SEBAGAI SUATU PROSES YANG DIPENGARUHI OLEH
RASIONALITAS TERBATAS, MEMADAI, DAN HEURISTIC
Manusia hanya dapat menyimpan sedikit informasi dalam pikirannya, dan sering kali
harus membuat keputusan dibawah tekanan waktu yang signifikan. Konsep
rasionalitas terbatas, memadai, dan heuristic menempatkan keterbatasan ini dalam
persfektif. Dengan ide ini, manajer dapat memahami pembuatan keputusan rasioanl
secara lebih baik.
6. TEORI SIASAT DAN TEORI KEKACAUAN MENGURAIKAN KONTEKS
YANG LEBIH LUAS YANG DI DALAM NYA MANAJER MENETAPKAN
KEPUTUSAN
Dua pendekatan pembuatan keputusan baru baru ini menekankan bahwa pmbuat
keputusan harus beradaptasi pada apa yang dilakukan oleh pembuatn keputusan yang
lain pada waktu yang sama. Teori siasat dan teori kekacauan menekankan pembuatan
keputusan sabagai sesuatu yand dilakukan dalam hubungan di mana banyak pembuat
keputusan secara bersama-sama membuahkan hasil yang mungkin tidak mereka
maksud.

BAB 10
PERENCANAAN DAN MANAJEMEN STRATEGI

1. MENGURAIKAN KEGUNAAN SASARAN DI SEBUAH ORGANISASI


Perencanaan di sebuah organisasi mencakup menetapkan sasaran dan memilih cara
orang mencapai sasaran organisasi tadi. Sasaran penting karena (1) memberikan arah
(2) memfokuskan usaha kita (3)menjadi pedoman rencana dan keputusan kita, dan
(4)membantu kita mengevaluasi kemajuan kita. Walaupun perencanaan biasa nya
ditunjukan sebagai salah satu dari empat fungsi manajemen, lebih tepat untuk
memikirkannya sebagai lokomotif yang menghela kereta yang terdiri dari aktivitas
pengorganisasian, kepemimpinan, dan pengendalian.
2. RENCANA STRATEGIS DAN OPERASIONAL
Manajer organisasi menggunakan dua macam rencana utama. Rencana strategis di
desain untu mencapai sasaran organisasi, secara luas sementara rencana operasional
menujukan bagaimana rencana strategis akan diimplementasikan dalam usaha sehari-
hari. Rencana strategis dan rencana operasioanl dikaitkan dengan penyataan misi
organisasi, sasaran luas yang membenarkan keberadaan organisasi. Pernyataan misi
didasarkan pada asumsi perencanaan, asumsi dasar mengenai tempat organisasi di
dunia.
3. STRATEGI SUATU USAHA UNTUK MENEMPATKAN SEBUAH ORGANISASI
DALAM LINGKUNGANNYA
Output yang amat penting dari proses perencanaan adalah strategi untuk sebuah
organisasi. Istilah strategi mengacu pada aopa yang dikendaki oleh manajer agar
dicapai organisasi. Strategi menempatakan organisasi di tempat tertentu di
lingkungan organisasi.
4. MENGAPA PROSES MANAJEMEN STRATEGIS BERKEMBANG
Sejak perang dunia II, kebiasaan membuat rencana strategi organisasi menjadi
perencanaan khusus yang disebut manajemen strategis. Empat langkah proses
manajemen strategis biasanya digunakan oleh manajer untuk memutuskan tentang
strategi organisasi dan kemudia membuat ororang bertindak berdasarkan pada atau
mengimplementasikan strategi itu. Empat langakh tersebut adalh menetapkan sasaran,
merumuskan strategis muncul di tingkat korporasi, di tingkat unit bisnis, dan di
tingkat fungsional dari suatu organisasi. Hal ini membuat manajemen strategis
semakin khusus.
5. SUATU STRATEGI SEBAGAI PERNYATAAN SUBSTANTIF MENGENAI KE
MANA TUJUAN SEBUAH ORGANISASI
Suatu strategi memberikn pedoman bagi manajer masa depan organisasi. Tiga cara
mengekspresikan pedoman tadi dalam strategi korporasi adalah pendekatan.
Portofolio korporasi, pendekatan “Lima Kekuatan” dan pendekatan strategi
perusahaan.
6. MENDISKUSIKAN KESEMPATAN DAN HAMBATAN MENGENAI
PENDEKATAN KOLABORATIF PADA SRATEGI
Pendekatan lebih kolaboratif pada strategi korporasi telah mucul dalam beberapa
tahun terakhir ini. Salah satu contoh adalah strategi kolektif. Pendekatan kolaboratif
tumbuh dari pengakuan bahwa manajer dari organisasi yangt berbeda dapat
mempunyai minat yang kebetulan sama. Sekalipun demikian, undang-undang yang
melarang penggabungan industri membatasi sejauh mana kerja sama tadi dapat
dilaksanakan.

BAB 11
IMPLEMENTASI STRATEGI
1. BERBAGAI ASPEK KUNCI DARI IMPLEMENTASI STRATEGI DAN
HUBUNGANNYA DENGAN PERENCANAAN STRATEGIS
Mengimplementasikan strategi terdiri dari melembagakan dan mengoperasikan
strategi yang telah dikembngkan.
2. TESIS CHANDLER YANG MENYANGKUT PERTUMBUHAN DAN
PERKEMBANGAN STRATEGI DAN STRUKTUR SEBUAH ORGANISASI
Implementasi sebagian tergantung pada struktur organisasi. Tesis Chandler adalah
organisasi A.S biasanya melewati tiga tahap perkembangan strategis dan
strukturaln pada saat organisasi berubah dari satu unit, menjadi organisasi
fungsional, dan kemudian menjadi perusahaan multidivisi. Pada awalnya, sebuah
organisasi dimulai dari kecil di satu lokasi, produk tunggal, dan pembuat
keputusan tunggal. Ketika organisasi ini tumbu, semakin banyak volume dan
tambahan lokasi menciptakan masalah bar. Organisasi menjad satu unit
perusahaan, dengan beberapa unit lapangan dan sebuah kantor administrati untuk
mengenai koordinasi, spesialisasi, dan standardisasi di antara unit. Ketika
perusaan tumbuh dan mengakibatkan integrasi vertikal, organisasi berkembang
menjadi organisasi fungsional denga keuanan, produksi, dan subdivisi yang lain
dan sistem penetapan anggaran dan membuat rencana yang di buat formal.
3. MENDAFTAR TUJUH MACAM FAKTOR DALAM MODEL TUJUH-S DAN
MENJELASKAN BAGAIMANA SEMUA INI SALING BERINTERAKSI
DALAM MENGIMPELENTASIKAN STRATEGI
Model tujuh S melangkah lebih jauh dari Chandler untuk mengatakan bahwa
keberhasilan implementasi strategi tergantung pada interaksi dari struktur, strategi,
sistem, gaya, star, keterampilan, dan sasaran tinggi.
4. KONSEP PELEMBAGAAN STRATEGI
Stretegi dilembagakan kalau dimasukan kedalam lokasi nilai, norma, persn dan
kelompok yang ingin ditujukan khusus untuk mencapai sasaran tertentu. Karena
CEO menghabiskan demikian banyak waktu untuk merumuskan strategi, nilai
pribadi mereka tidak dapat dihindari lagi akan membentuk strategi dan budaya
perusahaan. Sebagai tambahan, CEO menginterpretasikan strategi,
mendemonstrasikan komitmen perusahaan pada nilai-nilainya dan memotivasi
orang lain.
5. DUA TIPE DASAR RENCANA OPERASIONAL
Rencana operasional, yang menyediakan rincian implementasi, dapat dibagi
menjadi dua jenis: rencana sekali pakai, didesain untuk menghadapi sasaran yang
tidak berulang, dan rencana berkelanjutan, yang didesain untuk menangani situasi
yang terjadi berulang-ulang dan dapat diperkirakan. Rencana berkelanjutan
termasuk kebijakan, prosedur, dan peraturan.
6. KOSEP MANAJEMEN BERDASARKAN TUJUAN DAN MENGURAIKAN
ELEMEN-ELEMENNYA YANG PENTING
Prosedur seperti ini menentukan tujuan tahunan, manajemen berdasarkan tujuan,
dan sistem imbal jasa dapat menjadi alat yang berdaya guna untuk
mengimplementasikan strategi dan meningkatkian komitmen karyawan pada
sasaran strategis. MBO mengacu pada prosedur formal yang dimulai dengan
menetapkan sasaran dan dilanjutkan sampai peninjauan prestasi kerja. MBO
menyediakan cara untuk menyatukan dan memfokuskan usaha dari semua anggota
organisasi pada sasaran manajemen yang lebih tinggi dan strategi organisasi
secara keseluruhan. Program MBO yang paling efektif mempunyai 6 elemen
berikut ini : komitmen pada program, penetapan sasaran tingkat puncak, sasaran
individual, partisipasi, otonomi dalam mengimplementasikan rencana, dan
penilaian prestasi kerja
ISI BUKU KEDUA (2)

BAB 1
KONSEP DASAR MANAJEMEN BISNIS
1. PENGERTIAN ORGANISASI
Organisasi adalah sekelompok orang yang bekerjasama dalam struktur dan kordinasi
tertentu dalam mencapai serangkaian tujuan tertentu.
2. JENIS-JENIS ORGANISASI
Organisasi Profit
a. Perusahaan Besar
b. Perusahaan Kecil
c. Koperasi
d. Perusahaan Multinasional
Organisasi Non Profit/Nirlaba
a. Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah, Pemerintah Kota
b. Lembaga Pendidikan Negeri
c. Yayasan Sosial,
3. PENGERTIAN MANAJEMEN
Sebuah proses yang dilakukan untuk mewujudkan tujuan organisasi melalui rangkaian
kegiatan berupa perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, dan pengendalian orang-
orang serta sumber daya organisasi lainnya.
4. FAKTOR-FAKTOR DALAM PENCAPAIAN TUJUAN
Adanya penggunaan sumber daya organisasi, baik sumber daya manusia, maupun
faktor-faktor produksi lainnya.Sumber daya tersebut meliputi sumber daya manusia,
sumber daya alam, sumber daya keuangan, serta informasi.
5. SUMBER DAYA ORGANISASI
a. Sumber Daya Manusia
b. Sumber Daya Informasi
c. Sumber Daya Fisik
d. Sumber Daya Keuangan
e. Sumber Daya Alam
6. FUNGSI-FUNGSI MANAJEMEN
a. Perencanaan (Planning)
b. Pengorganisasian (Organizing)
c. Pengarahan dan pengimplementasian (Directing/Leading)
d. Pengawasan dan Pengendalian (Controlling)
7. FUNGSI PERENCANAAN
proses yang menyangkut upaya yang dilakukan untuk mengantisipasi kecenderungan
di masa yang akan datang dan penentuan strategi dan taktik yang tepat untuk
mewujudkan target dan tujuan organisasi.
8. KEGIATAN DALAM FUNGSI PERENCANAAN
a. Menetapkan tujuan dan target bisnis
b. Merumuskan strategi untuk mencapai tujuan dan target bisnis tersebut
c. Menentukan sumber-sumber daya yang diperlukan
d. Menetapkan standar/indikator keberhasilan dalam pencapaian tujuan dan
target bisnis
9. FUNGSI PENGORGANISASIAN
proses yang menyangkut bagaimana strategi dan taktik yang telah dirumuskan dalam
perencanaan didesain dalam sebuah struktur organisasi yang tepat dan tangguh, sistem
dan lingkungan organisasi yang kondusif, dan dapat memastikan bahwa semua pihak
dalam organisasi dapat bekerja secara efektif dan efisien guna pencapaian tujuan
organisasi.
10. FUNGSI PENGAWASAN DAN PENGENDALIAN
proses yang dilakukan untuk memastikan seluruh rangkaian kegiatan yang telah
direncanakan, diorganisasikan dan diimplementasikan dapat berjalan sesuai dengan
target yang diharapkan sekalipun berbagai perubahan terjadi dalam lingkungan dunia
bisnis yang dihadapi.
11. FUNGSI OPERASIONAL DALAM MANAJEMEN
a. Manajemen Sumber Daya Manusia
b. Manajemen Pemasaran
c. Manajemen Operasi/Produksi
d. Manajemen Keuangan
e. Manajemen Informasi
BAB 2
MANAJER DALAM KEGIATAN MANAJEMEN

1. PENGERTIAN MANAJER
Manajer adalah orang yang melakukan kegiatan manajemen.Lebih lengkap lagi
manajer adalah individu yang bertanggung jawab secara langsung untuk memastikan
kegiatan dalam sebuah organisasi dijalankan bersama para anggota dari organisasi.
2. KEAHLIAN-KEAHLIAN MANAJER
a. Keahlian teknis (Technical skills)
b. Keahlian berkomunikasi dan berinteraksi dengan masyarkat (Human Relation
skills)
c. Keahlian Konseptual (Conceptual skills)
d. Keahlian dalam Pengambilan Keputusan (Decision Making-Skills)
e. Keahlian dalam Mengelola Waktu (Time Management Skills)

3. TINGKAT-TINGKATAN MANAJER
- Manajer tingkat puncak
- Manajer tingkat menengah
- Manajer tingkat pertama dan supervisi
-Manajer Non-supervisi
4. MANAJEMEN SAINS ATAU SENI ?
Manajemen sebagai Sains
- Pendekatan melalui tahapan sistematis berdasarkan keilmuan
- Umumnya memerlukan keahlian teknis, diagnostik dan pengambilan keputusan
Manajemen sebagai Seni
- Pendekatan melalui intuisi dan perasaan berdasarkan pengalaman
- Umumnya memerlukan keahlian konseptual, kreatifitas dan komunikasi
interpersonal

BAB 3
PERKEMBANGAN ILMU MANAJEMEN
1. SEJARAH ILMU MANAJEMEN
Peninggalan fisik sebagai ciri adanya implementasi ilmu manajemen; seperti Piramida
di Mesir, Bangunan Ka’bah di Makkah, Tembok Cina, dan lain
sebagainya.Peninggalan fisik tersebut menggambarkan adanya aktifitas yang teratur
dan bertahap di masa lalu yang saat ini dinamakan manajemen.
2. EMPAT GAGASAN DALAM MANAJEMEN
- Kerjasama yang saling menguntungkan antara tenaga kerja dan pimpinan
- Seleksi ilmiah tenaga kerja atau karyawan
- Sistem insentif untuk merangsang produktifitas karyawan dan organisasi
- Penggunaan instruksi-instruksi kerja yang terperinci
3. KESIMPULAN MENGENAI MANAJEMEN KLASIK
a. Kontribusi Manajemen Klasik
- spesialisasi pekerjaan
- studi mengenai masa dan beban kerja
- metode ilmiah dalam manajemen
- Dikenalnya fungsi-fungsi manajemen.
- Prosedur dan Birokrasi
b. Keterbatasan Manajemen Klasik
- Kurang memperhatikan aspek kemanusiaan dari pekerja, seperti motif, tujuan,
perilaku, dan lain sebagainya
4. PERSFEKTIF MANAJEMEN KUANTITATIF
a. Kelompok Manajemen Sains
Pengenalan penggunaan model matematis dalam kegiatan bisnis dan industri, seperti
penentuan jumlah Teller dalam sebuah Bank (kasus Bank of England), peramalan atas
volume penjualan, dan lain sebagainya
b. Kelompok Manajemen Operasi
Adanya fokus pada pendekatan kuantitatif untuk peningkatan efisiensi,
Dikenalnya pendekatan Analisa Break Even, Queuing Theory.
5. PERSPEKTIF SISTEM DALAM MANAJEMEN
- Sistem terbuka adalah sistem yang melakukan interaksi dengan lingkungan
dimana kebalikannya, sistem tertutup tidak melakukan interaksi dengan
lingkungan.
- Sub-sistem merupakan elemen-elemen dalam sistem organisasi atau manajemen
yang satu sama lainnya saling berkaitan
- Sinergi adalah konsep yang menjelaskan bahwa pekerjaan yang dilaksanakan
secara bersama-sama akan memberikan hasil yang lebih baik daripada jika hanya
dikerjakan oleh seorang saja.
- Entropi adalah kondisi dimana organisasi mengalami penurunan produktifitas dan
kualitasnya disebabkan ketidakmampuan dalam membaca dan beradaptasi dengan
lingkungan.
-
BAB 4
LINGKUNGAN DAN BUDAYA ORGANISASI
1. ORGANISASI DAN LINGKUNGAN
- Organisasi berada dalam sebuah lingkungan
- Lingkungan dapat menjadi faktor pendukung maupun penghambat organisasi
- Kegiatan organisasi akan merubah lingkungan, dan juga sebaliknya, lingkungan
akan mendorong perubahan pada organisasi.
2. LINGKUNGAN INTERNAL ORGANISASI
- Pemilik
- Tim Manajemen
- Para Anggota atau Pekerja
- Lingkungan Fisik Organisasi
3. LINGKUNGAN EKSTERNAL ORGANISASI
- Pelanggan
- Pesaing
- Pemasok
4. BUDAYA ORGANISASI
Budaya Organisasi merupakan Nilai-nilai dan norma yang dianut dan dijalankan oleh
sebuah organisasi terkait dengan lingkungan di mana organisasi tersebut menjalankan
kegiatannya.
5. FAKTOR PENENTU BUDAYA ORGANISASI
- Pengalaman Organisasi (Organizational Experiences) merupakan faktor penentu
utama terciptanya sebuah Budaya Organisasi tertentu. Pengalaman Organisasi
dapat berupa keberhasilan maupun kegagalan yang dialami organisasi dalam
menjalani kegiatannya dari waktu ke waktu.
- Prinsip, Norma, Keyakinan, juga dapat menjadi faktor penentu terbentuknya
sebuah Budaya Organisasi.Prinsip, Norma, dan keyakinan tertentu nilai-nilainya
diadopsi sehingga menentukan sebuah budaya organisasi.

BAB 5
TANGGUNG JAWAB SOSIAL DAN ETIKA MANAJEMEN
1. TANGGUNG JAWAB SOSIAL PERUSAHAAN
Tanggung Jawab Sosial Perusahaan atau Corporate Social Responsibility adalah
bentuk kepedulian perusahaan terhadap lingkungan eksternal perusahaan melalui
berbagai kegiatan yang dilakukan dalam rangka penjagaan lingkungan, norma
masyarakat, partisipasi pembangunan, serta berbagai bentuk tanggung jawab sosial
lainnya.
2. MANFAAT TANGGUNG JAWAB SOSIAL PERUSAHAAN
- Manfaat bagi Perusahaan
Citra Positif Perusahaan di mata masyarakat dan pemerintah
- Manfaat bagi Masyarakat
Selain kepentingan masyarakat terakomodasi, hubungan masyarakat dengan
perusahaan akan lebih erat dalam situasi win-win solution.
- Manfaat bagi Pemerintah
Memiliki partner dalam menjalankan misi sosial dari pemerintah dalam hal
tanggung jawab sosial.
3. DIMENSI ETIKA DALAM MANAJEMEN
- Etika adakah pandangan , keyakinan dan nilai akan sesuatu yang baik dan buruk,
benar dan salah (Griffin)
- Etika Manajemen adalah standar kelayakan pengelolaan organisasi yang
memenuhi kriteria etika.
4. KONFLIK NILAI
- Konflik intrapersonal pada dasarnya terjadi umumnya di dalam individu dan antar
individu.
- Konflik individu-organisasi pada dasarnya merupakan konflik yang terjadi pada
saat nilai yang dianut oleh individu berbenturan dengan nilai yang harus
ditanamkan oleh perusahaan
- Konflik antar Budaya pada dasarnya merupakan konflik antar individu maupun
antara individu dengan organisasi yang disebabkan oleh adanya perbedaan budaya
diantara individu yang bersangkutan atau juga organisasi yang bersangkutan .
5. UPAYA PERWUJUTAD PENINGKATAN ETIKA MANAJEMEN
- Pelatihan etika
- Advokasi etika
- Kode Etik
- Keterlibatan Publik dalam Etika Manajemen Perusahaan

BAB 6
FUNGSI PERENCANAAN DAN PENGAMBILAN KEPUTUSAN

1. PENGERTIAN PERENCANAAN
Perencanaan atau Planning adalah sebuah proses yang dimulai dari penetapan tujuan
organisasi, menentukan strategi untuk pencapaian tujuan organisasi tersebut secara
menyeluruh, serta merumuskan sistem perencanaan yang menyeluruh untuk
mengintegrasikan dan mengkordinasikan seluruh pekerjaan organisasi hingga
tercapainya tujuan organisasi.
2. FUNGSI ATAU MANFAAT DARI PERENCANAAN
- Pengarah Organisasi
- Minimalisasi Ketidakpastian
- Minimalisasi inefisiensi sumber daya
- Penetapan Standar dalam Pengawasan Kualitas
3. PERSYARATAN PERENCANAAN
- Faktual dan Realistis
- Logis dan Rasional
- Fleksibel
- Komitmen
- Komprehensif atau menyeluruh
4. JENIS-JENIS TUJUAN
- Berdasarkan jumlah
Tujuan tunggal (single goals) dan Tujuan yang banyak (multiple goals)
- Berdasarkan Kejelasan
Tujuan yang dinyatakan (stated goals) dan rujuan yang aktual atau nyata (real
goals)
- Berdasarkan Keluasan dan Waktu Pencapaian
Tujuan Strategis (strategic goals), Tujuan Taktis (tactical goals), dan Tujuan
Operasional (operational goals)
5. JENIS-JENIS RENCANA
- Berdasarkan Keluasan dan Waktu Pencapaian
Rencana Strategis (Jangka Panjang), Rencana Taktis (jangka Menengah) dan
Rencana Operasional (Jangka Pendek)
- Berdasarkan Kejelasan
Rencana Spesifik (Specific Plans) Rencana Direktif (Directive Plans)
- Berdasarkan Frekuensi Penggunaan
Rencana Sekali Pakai (single-use plans), dan Rencana yang dipergunakan secara
terus-menerus (standing plans).

BAB 7
MANAJEMEN STRATEGIS PERUSAHAAN
1. PENGERTIAN STRATEGI
Strategi adalah rencana komprehensif untuk mencapai tujuan organisasi.
2. KOMPONEN STRATEGI
- kompetensi yang berbeda (distinctive competence)
- ruang lingkup (scope)
- ditribusi sumber daya (resource deployment).
3. JENIS-JENIS STRATEGI
- strategi pada tingkat perusahaan (corporate-level strategy)
- kedua strategi pada tingkat bisnis (bisnis-level strategy)
- strategi pada tingkat fungsional (functional level strategy)

BAB 8
DESAIN DAN STRUKTUR ORGANISASI
1. KONSEP DASAR PENGORGANISASIAN
- Dalam fungsi pengorganisasian, manajer mengalokasikan keseluruhan sumber
daya organisasi sesuai dengan rencana yang telah dibuat berdasarkan suatu
kerangka kerja organisasi tertentu.
- Kerangka kerja tersebut dinamakan sebagai Desain Organisasi.
- Bentuk Spesifik dari kerangka kerja organisasi dinamakan dengan Struktur
Organisasi.
- Stuktur Organisasi pada dasarnya merupakan desain organisasi dimana manajer
melakukan alokasi sumber daya organisasi, terutama yang terkait dengan
pembagian kerja dan sumber daya yang dimiliki organisasi, serta bagaimana
keseluruhan kerja tersebut dapat dikordinasikan dan dikomunikasikan.
2. EMPAT PILAR PENGORGANISASIAN
- Pilar Pertama : pembagian kerja (division of work)
- Pilar Kedua : Pengelompokan Pekerjaan (Departmentalization)
- Pilar Ketiga : penentuan relasi antar bagian dalam organisasi (hierarchy)
- Pilar Keempat : penentuan mekanisme untuk mengintegrasikan aktifitas antar
bagian dalam organisasi atau koordinasi (coordination)
3. FAKTOR YANG MEMPENGARUHI STRUKTUR ORGANISASI
- Strategi Organisasi
- Skala Organisasi
- Teknologi
- Lingkungan
BAB 9
KEKUASAAN, KEWENANGAN,TANGGUNG JAWAB, DAN DELEGASI
1. PENGERTIAN KEKUASAAN
Kekuasaan atau power berarti suatu kemampuan untuk mempengaruhi orang atau
merubah orang atau situasi danKekuasaan dapat berkonotasi positif maupun
negative.
2. FAKTOR YANG MENDASARI ADANYA KEKUASAAN
- Reward Power
- Coercive Power
- Legitimate Power
- Expert Power
- Referent Power
3. Tanggung Jawab
Kewenangan dan Tanggung Jawab, Manajer yang diberi wewenang menyadari
terdapat tanggung jawab dalam setiap kewenangan, dan menjalankan tanggung jawab
tersebut.

Kewenangan vs Tanggung Jawab, Manajer yang diberi wewenang menyadari terdapat


tanggung jawab dalam setiap kewenangan, dan cenderung menghindar dari tanggung
jawab tersebut.

4. PELIMPAHAN WEWENANG
Pelimpahan wewenang adalah proses pengalihan tugas kepada orang lain yang sah
atau terlegitimasi (menurut mekanisme tertentu dalam organisasi) dalam melakukan
berbagai aktifitas yang ditujukan untuk pencapaian tujuan organisasi yang jika tidak
dilimpahkan akan menghambat proses pencapaian tujuan tersebut.
5. SENTRALISASI VS DESENTRALISASI
Sentralisasi merujuk kepada cara pengorganisasian dimana keseluruhan tugas,
tanggung jawab, dan perintah dipusatkan dari hirarki yang paling tinggi untuk
kemudian hirarki yang dibawahnya menerjemahkan dalam bentuk tindak lanjut dari
apa yang telah diputuskan dari hirarki yang tertinggi. Sedangkan Desentralisasi
merupakan pelimpahan kewenangan dari hirarki yang lebih tinggi kepada hirarki yang
lebih rendah dalam hal pengambilan keputusan dan penentuan dengan cara bagaimana
kegiatan akan dijalankan.

BAB 10
MANAJEMEN SUMBER DAYA MANUSIA
1. Manajemen Sumber Daya Manusia adalah proses serta upaya untuk merekrut,
mengembangkan, memotivasi serta mengevaluasi keseluruhan sumber daya manusia
yang diperlukan perusahaan dalam pencapaian tujuannya
2. PROSES MANAJEMEN SDM
- Human Resource Planning. Merencanakan kebutuhan dan pemanfaatan SDM bagi
perusahaan.
- Personnel Procurement: Mencari dan Mendapatkan Sumber Daya Manusia,
termasuk didalamnya rekrutmen, seleksi dan penempatan serta kontrak tenaga
kerja.
- Personnel Development: Mengembangkan Sumber Daya Manusia, termasuk
didalamnya program orientasi tenaga kerja, pendidikan dan pelatihan.
- Personnel Maintenance: Memelihara Sumber Daya Manusia, termasuk di
dalamnya pemberian insentif, jaminan kesehatan dan keselamatan tenaga kerja,
pemberian penghargaan dan lain sebagainya.
- Personnel Utilization: Memanfaatkan dan mengoptimalkan Sumber Daya
Manusia, termasuk didalamnya promosi, demosi, transfer dan juga separasi.
3. PERENCANAAN SDM
Perencanaan Sumber Daya Manusia adalah perencanaan strategis untuk mendapatkan
dan memelihara kualifikasi sumber daya manusia yang diperlukan bagi organisasi
perusahaan dalam mencapai tujuan perusahaan.
4. LANGKAH-LANGKAH PERENCANAAN SDM
- Langkah pertama: Representasi dan Refleksi dari Rencana Strategis Perusahaan
- Langkah Kedua: Analisa dari Kualifikasi Tugas yang akan diemban oleh Tenaga
Kerja.
- Langkah Ketiga: Analisa Ketersediaan Tenaga Kerja
- Langkah Keempat: Melakukan Tindakan Inisiatif
- Langkah Kelima: Evaluasi dan Modifikasi Tindakan
5. PENGEMBANGAN SDM
On the job Training
a. Coaching
b. Planned Progression
c. Job Rotation
d. Temporary Task
e. Performance Appraisal Programs
Off the job Training
a. Executive Development Programs
b. Laboratory Training
c. Organizational Development

BAB 11
FAKTOR INDIVIDU DALAM ORGANISASI
1. KONTRIBUSI DAN KOMPENSASI
Kontribusi (apa yang dapat diberikan oleh individu bagi organisasi atau perusahaan )
Kompensasi (apa yang dapat diberikan oleh organisasi atau perusahaan bagi individu
).
2. FAKTOR YANG TERKAIT DENGAN INDIVIDU DALM ORGANISASI
a. Kontrak Psikologis (Psychological Contract)
suatu kesepakatan tidak tertulis yang muncul ketika seseorang bergabung
dengan sebuah organisasi atau ketika tenaga kerja bergabung dalam sebuah
perusahaan
b. Kesesuaian Tenaga Kerja yang dibutuhkan Perusahaan (Personal Job Fit)
c. Keragaman Individu dalam Organisasi (Individual Differences in
Organization)
3. PERILAKU INDIVIDU DAN SIKAP BERORGANISASI
- Persepsi Selektif
a. proses penyeleksian informasi mengenai sesuatu dimana sesuatu tersebut
mengalami berbagai kontradiksi dan ketidaksesuaian dari persepsi awal yang
kita yakini
- Stereotip
a. proses pelabelan terhadap seseorang berdasarkan suatu kejadian tertentu yang
BAB 12
MOTIVASI DAN KEPEMIMPINAN
1. PENGERTIAN MOTIVASI
Motivasi adalah sesuatu yang mendorong seseorang untuk menunjukkan perilaku
tertentu.
2. FAKTOR PENENTU KINERJA
- Motivasi (Motivation)
- Kemampuan (Ability)
- Lingkungan Pekerjaan (Work Environment)
3. BEBERAPA PENDEKATAN MENGENAI MOTIVASI
- pendekatan tradisional atau dikenal sebagai traditional model of motivation
theory,
- pendekatan relasi manusia atau human relation model
- pendekatan sumber daya manusia atau human resources model.
4. PERSPEKTIF KONTENPORER MENGENAI MOTIVASI
- pendekatan tradisional atau dikenal sebagai traditional model of motivation
theory,
- pendekatan relasi manusia atau human relation model
- pendekatan sumber daya manusia atau human resources model.

5. KONSEP DASAR KEPEMIMPINAN


a. Pengertian Kepemimpinan
proses dalam mengarahkan dan mempengaruhi para anggota dalam hal
berbagai aktifitas yang harus dilakukan
b. Konsep mengenai Kepemimpinan (Griffin)
Kepemimpinan sebagai proses
Kepemimpinan sebagai atribut
6. 4 ASPEK DALAM KEPEMIMPINAN
- pengikut (followers)
- perbedaan kekuasaan (distribution of powers) antara pemimpin dan pengikut
- penggunaan kekuasaan untuk mempengaruhi (power to influence),
- nilai yang dibangun(leadership value)

BAB 13
KELOMPOK KERJA DAN KOMUNIKASI DALAM ORGANISASI
1. PENGERTIAN KELOMPOK DAN KELOMPOK KERJA
a. Kelompok
kumpulan dua orang atau lebih yang saling berinteraksi dan saling mempengaruhi
untuk suatu tujuan tertentu yang dipahami bersama. “ two or more people who
interact and influence each other toward a common purpose “
b. Kelompok Kerja
kelompok yang disusun oleh organisasi dengan tujuan untuk menjalankan berbagai
pekerjaan yang terkait dengan pencapaian tujuan organisasi.
2. KARAKTERISTIK KELOMPOK
- Merupakan kumpulan yang beranggotakan lebih dari satu orang, yang berarti
adanya karakteristik yang berbeda dari setiap orang
- Adanya interaksi diantara kumpulan orang tersebut
- Adanya tujuan bersama yang ingin dicapai
3. KELOMPOK KERJA FORMAL DAN INFORMAL
a. Kelompok Kerja Formal
adalah kelompok kerja yang dibentuk atau disusun secara resmi oleh manajer
dimana kelompok kerja tersebut diberikan tugas dan pekerjaan yang terkait
dengan pencapaian tujuan organisasi.

b. Kelompok Kerja Informal


kelompok kerja disusun atau tersusun dengan sendirinya ketika beberapa
anggota dari organisasi yang kegiatannya biasanya tidak terkait langsung
dengan rencana-rencana rutin dari organisasi, namun secara tidak langsung
akan mempengaruhi kinerja dari orang-orang dalam organisasi.
4. PERAN KEPEMIMPINAN DALAM KELOMPOK KERJA
a. Pemimpin Formal
seseorang yang ditunjuk atau ditugaskan secara formal oleh organisasi untuk
memimpin orang-orang dalam melakukan suatu pekerjaan
b. Pemimpin Informal
seseorang yang secara alamiah dianggap mampu memainkan perannya sebagai
pemimpin ketika kelompok kerja telah bekerja dan saling berinteraksi.
5. NORMA DALAM KELOMPOK KERJA
sesuatu yang diterima dan disepakati oleh kelompok sebagai aturan yang mengontrol
perilaku dan tindakan mereka.
6. SOLADARITAS DAN INTEGRITAS DALAM KELOMPOK KERJA
a. Pengertian Solidaritas dan Integritas
tingkat kekompakan dan rasa memiliki, serta pandangan positif para anggota
kelompok terhadap kelompok mereka sendiri
b. Cara Membentuk Solidaritas dan Integritas
- Memperkenalkan kompetisi atau persaingan antar kelompok kerja dalam
pengertian positif
- Meningkatkan tingkat interaksi antar anggota dalam kelompok kerja
- Mengangkat isu bersama berupa tujuan atau target-target yang harus dicapai
bersama.
BAB 14
PENGAWASAN DAN PENGENDALIAN ORGANISASI
1. PENGERTIAN PENGAWASAN
Pengawasan adalah proses dalam menetapkan ukuran kinerja dan pengambilan
tindakan yang dapat mendukung pencapaian hasil yang diharapkan sesuai dengan
kinerja yang telah ditetapkan tersebut.
2. TUJUAN DARI FUNGSI PENGAWASAN
- adaptasi lingkungan
- meminimalkan kegagalan
- meminimumkan biaya
- mengantisipasi kompleksitas dari organisasi
3. BEBERAPA FAKTOR YANG TERKAIT DENGAN PENGAWASAN DALAM
BIDANG SDM
- Penerapan Employee Discipline System
- Adanya Career Path
- Pemahaman Manajer atas Motivasi, Kepuasan, serta Gaya Kepemimpinan yang
diterapkan.
4. MEMPERTAHANKAN FUNGSI PENGAWASAN
- Sistem pengawasan tradisional (traditional control system)
- sistem pengawasan yang berdasarkan komitmen (commitment-based control
system).

BAB 15
SISTEMPENGAWASAN TRADISIONAL DAN SISTEM PENGAWASAN YANG
BERDASARKAN KOMITMEN
1. PENGERTIAN MANAJEMEN OPERASI
rangkaian proses pengelolaan keseluruhan sumber daya perusahaan yang dibutuhkan
dalam menghasilkan barang atau jasa yang akan ditawarkan kepada konsumen.
2. FOKUS MANAJEMEN OPERASI
- People
- Plants
- Parts
- Processes
- Planning and Control System
3. EMPAT ELEMEN DALAM PRODUKSI
- lokasi kegiatan produksi,
- tipe proses produksi yang akan dijalankan ?
- rancangan rumah produksi
- rancangan sistem produksi yang akan dijalankan
4. RANCANGAN SISTEM PRODUKSI
- rancangan produk (product layout)
- rancangan proses(process layout)
- rancangan posisi tetap (fixed-position layout)
- rancangan model selular (cellular manufacturing layout)
5. MANAJEMEN PERSEDIAAN
a. Pengertian Persediaan
Persediaan adalah berbagai produk yang diperlukan perusahaan untuk melakukan
proses produksi.
b. Terdapat 5 jenis konsep persediaan :
- bahan baku (raw-materials)
- komponen (components)
- produk dalam proses pengerjaan (work in process)
- barang jadi (final goods)
- barang pasokan (supplies).
6. ENAM LANGKAH MANAJEMEN PERUBAHAN
- Envisioning
- Activating
- Supporting
- Installing
- Ensuring
- Recognizing
BAB 16
MANAJEMEN INFORMASI DAN MANAJEMEN INTERNASIONAL
1. DATA DAN INFORMASI
a. Data
fakta-fakta atau gambaran mentah/kasar yang memiliki kaitan atau relasi
terhadap sebuah organisasi
b. Informasi
data yang telah diproses untuk kegunaan perencanaan dan pengambilan
keputusan dalam sebuah organisasi.
2. SYARAT-SYARAT INFORMASI
- Relevan
- Akurat
- Lengkap
- Cepat secara periodic

3. PENGERTIAN MANAJEMEN INFORMASI


Manajemen informasi adalah pengelolaan data dimana didalamnya mencakup proses
mencari, menyusun, mengklasifikasikan, serta menyajikan berbagai data yang terkait
dengan kegiatan yang dilakukan perusahaan sehingga dapat dijadikan landasan dalam
pengambilan keputusan oleh manajemen.
4. SISTEM INFORMASI MANAJEMEN
sebuah sistem yang menyangkut metoda dan upaya terorganisasi dalam melakukan
fungsi pengumpulan data (baik data-dataa dari dalam dan luar perusahaan) serta
dengan menggunakan komputer data-data yang telah dikumpulkan tadi diproses
untuk menghasilkan dan menyajikan informasi yang terkini, akurat dan cepat bagi
para pengambil keputusan manajemen.
5. KOMPONEN DALAM SISTEM INFORMASI MANAJEMEN
- sistem pemrosesan data (data processing system)
- sistem pelaporan manajemen (management reporting system)
- sistem pendukung keputusan (decision support system)
- sistem otomatisasi kantor (office automation system)
- sistem pintar (expert system)
6. PERBEDAAN PERUSAHAAN LOKAL DAN MULTINASIONAL
- Ruang lingkup kegiatan bisnis
- Penggunaan mata uang yang berbeda
- Penggunaan sumber daya perusahaan
- Regulasi bisnis
BAB 17

MANAJEMEN USAHA KECIL DANMANAJEMEN ORGANISASI NIRLABA

1. PENGERTIAN USAH KECIL DIINDONESIA


usaha yang dijalankan oleh sejumlah orang (dibawah 20 orang) dimana usaha tersebut
memiliki kekayaan bersih maksimal sebesar 200 juta rupiah dan penghasilan tahunan
maksimal sebesar 1 milyar rupiah.
2. FAKTOR MANAJEMEN USAHA KECIL
- Entrepreneurship
- Profesionalisme
- Inovatif
- Keluasan jaringan usaha
- Kemampuan adaptif
3. MANAJEMEN ORGANISASI NIRLABA
organisasi yang tujuannya lebih menekankan kepada pencapaian manfaat bagi para
anggota dan masyarakat daripada aspek keuangan dari organisasi. Manfaat tersebut
dapat berupa manfaat sosial, keagamaan, kesehatan, maupun pendidikan.
4. BEBERAPA KELIRUAN PANDANGAN MENGENAI ORGANISASI NIRLABA
- manajemen nirlaba tidak sama dengan manajemen perusahaan
- organisasi nirlaba memberikan penghargaan yang rendah bagi para pelaksananya
- orang aktif dalam organisasi nirlaba di waktu senggangnya
5. FAKTOR PERTIMBANGAN DALAM ORGANISASI MANAJEMEN NIRLABA
- karakteristik produk atau keluaran dari organisasi nirlaba
- sasaran dari kegiatan organisasi nirlaba
- sikap professional dari pengelola organisasi nirlaba
- kemampuan adaptif dari organisasi nirlaba
BAB III
PEMBAHASAN

PERBANDINGAN ANTARA KEDUA BUKU

Kedua buku ini membahas tentang Manajemen. Kedua buku ini menggunakan Bahasa
Indonesia. Isi buku ini tidak sama pembahasannya. Dalam buku pertama membahas
tentang Manajemen, sedangkan Buku kedua hanya membahas Penghantar Manajemen
saja. Yang di bahas oleh buku pertama pembahasannya jauh lebih luas di bandingkan
dengn buku kedua.

KELEMAHAN BUKU

Dalam buku pertama bahasa dan kalimat yang digunakan lumayan susah untuk dimengerti
dan dicerna, kata-kata nya tidak mudah dipahami sehingga pembaca harus lebih serius dan
berkonsentrasi saat membacanya, banyak nya penggunaan tata bahasa yang kurang
dimengerti.

Dalam buku kedua, kajian konsep kata dan kalimat yang disajikan sulit dimengerti oleh
pembaca atu tidak mudah dipahami saat dibaca dan materi nya juga berbelit belit, dan
membuat pusing pembaca

KELEBIHAN BUKU

Sebenarnya kedua buku ini sangat bagus.


Menurut saya buku yang pertama memang lebih sangat bagus, karena materi-materi yang
di bahas isinya sangat lengkap dan disertai dengan contoh studi kasus di tiap bab nya.
Buku ini juga sangat mudah dipahami karena tidak memakai kata-kata baku sehingga si
pembacah sangat mudah untuk memahaminya.
Menurut saya buku yang kedua juga bagus disertai beberapa gambar dan diagram yang
dapat memperjelas pembahasan dan mudah diketahui secara langsung. Buku ini sangat
cocok digunakan untuk mahasiswa baru sebagai panduan dan pedoman untuk menambah
pengetahuan dasar tentang ilmu Manajemen.
PERBEDAAN KEDUA BUKU

Beda kedua buku ini adalah tampak dari judul awal, karena buku yang pertama membahas
tentang manajemen secara mendalam dan keseluruhan sedangkan buku yang kedua hanya
membahas pengantar nya saja. Buku yang pertema membahas dengan sangat rinci, sedangkan
buku yang kedua tidak menjelaskan si detail buku yang ke dua.

BAB IV
PENUTUP

3.1 KESIMPULAN

Kelebihan dan kelemahan yang disajikan di atas dapat di simpulkan bahwa buku “MANAJEMEN”
lebih cocok dijadikan sebagai buku pegangan bagi Mahasiswa yang ingin mendalami tentang ilmu
Manajemen karena buku ini sangat menjalaskan dengan rinci, dan buku ini memakai kata-kata yang
mudah di pahami oleh pembaca yang pemula. Sedangakan buku “PENGHANTAR MANAJEMEN”
lebih cocok dijadikan sebagai buku pegangan bagi Mahasiswa baru.

3.2 SARAN

kelebihan dan kelemahan yang disajikan di atas saya menyarankan menjadikan buku “Penghantar
Manajemen” menjadi buku utama dan buku “Manajemen ” sebagai buku pendamping dari buku
utama. Dan cover bukunya harus lebih menarik agar si pemmbaca tertarik untuk membacanya.
DAFTAR PUSTAKA

Sule, Ernie Tisnawati. 2005. Penghantar Manajemen. Jakarta: Kencana

Stoner, James A.F. 2013. Manajemen. Jakarta : PT Prehalindo