MARKETING BATLE REVIEW “ABC WHITE COFFE & LUWAK WHITE COFFE”
A. PROFIL PERUSAHAAN
1. PROFIL PERUSAHAAN PT. SANTOS JAYA ABADI
( PRODUSEN ABC WHITE COFFE)
a) Sejarah Perusahaan
PT Santos Jaya Abadi yang mewarisi tradisi sekental kopinya. Sebagai usaha
keluarga pemilik merk kopi terbesar di Indonesia, akar perusahaan ini mulai tumbuh dari
sebuah industri rumah tangga sederhana di Surabaya, di mana lebih dari 79 tahun silam pada
tahun 1927, Sang Pelopor Go Soe Loet memproduksi kopi terkenalnya.
Dalam rentang waktu tak terlalu lama, perusahaan mulai memproduksi kopi dengan merk
“Kapal Api” yang secara langsung mengaspirasikan simbol teknologi tertinggi dan
kemewahan pada zaman tersebut. Lebih dari itu, inspirasi untuk senantiasa mengacu pada
kualitas, menjadikan perusahaan mengalami kemajuan yang pesat dan berkelanjutan.
Pada tahun 1970, perusahaan melakukan perkembangan sekaligus perubahan. Generasi kedua
mulai tampil untuk memastikan kelanjutan dan kesuksesan usaha dengan memperkenalkan
mesin dan peralatan mutakhir, mengembangkan manajemen, meningkatkan keterampilan
tenaga kerja serta memperluas penyebaran produk hingga tersedia di seluruh Jawa Timur.
Tahun 1980 kami membangun pabrik yang sekarang berada di Sepanjang, Sidoarjo, Jawa
timur. Pada tahap ini, merk Kapal Api telah menjadi penyangga utama perusahaan yang
tersebar rata di seluruh Indonesia sekaligus menjadi pemimpin pasar dengan rangkaian
produk lengkapnya.
Melanjutkan sukses merk Kapal Api dan demi kepuasan pelanggan, PT Santos Jaya Abadi
memperkenalkan beberapa merk kopi lain yang juga berhasil meraih sukses di pasaran, yaitu
Excelso, ABC, Good Day, Ya dan Kapten. Hingga kini, PT Santos Jaya Abadi dengan
rangkaian produknya telah menjadi bagian dari keseharian dan bahkan berlangsung dari
generasi ke generasi
Profile Perusahaan
Nama perusahaan : Kopi Indo Rasa
Badan hokum : Perseroan Terbatas
Berdiri : 8 Agustus 2009
Alamat : Delta Silicon II Lippo Cikarang, Kavling Industri, Jawa Barat,
Kode Pos 17550
Luas bangunan : 55,82 x 107,74 m atau sekitar 6000 m2
Luas perkebunan : 35 hektar di Lampung
Modal Pendirian Perusahaan sekitar 3 triliun rupiah
Dr. Ir. Kirbrandoko, MSM : Rp 1,25 trilyun (41.67%)
Prof. Dr. Ir. Ujang Sumarwan, Msc. : Rp 1,25 trilyun (41.67%)
Sinukaban Jordan Yahya : Rp. 500 milyar (16.67%)
b) Visi Dan Misi Pt. Santos Jaya Abadi
Visi :
Menjadi perusahaan kopi instan terkemuka dan terbesar di dunia
Misi :
1. Mengubah paradigma cara penyajian kopi instan dengan menawarkan kepraktisan
kopi celup bercita rasa khas tinggi.
2. Market leader dalam pasar kopi instan.
3. Menciptakan trend baru penyajian kopi untuk gaya hidup dinamis dan modern.
Tujuan :
1. Memenuhi kepuasan konsumen melalui kepraktisan penyajian kopi celup.
2. Memaksimumkan profit perusahaan.
Motto : “ Bagi kami, Kepuasan konsumen adalah segalanya ”
c) Struktur Organisasi
– Direktur : Sinukaban Jordan
– Manajer Adm & Keuangan : Ika Arsianti Dwi
– Kabid Administrasi : Sanitianing Anggraini
– Kabid Keuangan : Goldati Agritha
– Manajer HRD : Saiful Zafar
– Kabid Recruitment : Husein Brando
– Kabid Pengembangan SDM : Ferry Handoko
– Manajer Pemasaran : Renatalido Arios
– Kabid Sales & Marketing : Susan Hanifa
– Kabid Distribusi : Andrian
– Kabid Promosi : Alfredo Zebua
– Manajer Produksi : Muhamad Irfan
– Kabid Persiapan Bahan Baku : Amir Santoso
– Kabid Processing : Hendra Purnomo
– Kabid Packaging & Storing : Asep Sudarma
– Manajer R & D : Fajar Rachman
– Manajer Perkebunan : Ateris Bilada
d) Portfolio Produk dan Profil Kinerja Pasar PT Santos Jaya Abadi
2. PROFIL PERUSAHAAN PT. JAVA PRIMA ABADI
(PRODUSEN LUWAK WHITE COFFE)
a) Sejarah Perusahaan
Sejarah Kopi Luwak awalnya nama merek kopi milik pengusaha asal Semarang, Tan
Hok Seng, yang dimulai pada 1965 silam. Awalnya, kopi ini dijual di Pasar Peterongan,
Semarang, dengan alat sederhana. Disebutkan, dengan hanya bermodalkan alas sebesar 9x25
meter, Tan mulai mengajak kedua anaknya untuk turut membantu dalam memasak kopi
giling dan mengepaknya. Setelah lulus SMA, salah seorang putranya, Agus Susanto
meneruskan usaha ayahnya. Pada 1980-an, pembuatan kopi mereka terbantu dengan adanya
mesin buatan Jerman. Hal itu meningkatkan produksi cukup pesat, dari yang sebelumnya
hanya mampu 800 kilogram per hari, menjadi hingga 5 ton per harinya. Akhirnya, hal
tersebut membawa kesuksesan bagi Agus dan ayahnya, hingga mereka berhasil menjadi salah
satu produsen kopi luwak dibawah naungan perusahaan yang dibentuk dengan nama PT Java
Prima Abadi. Di awal tahun 1999, perusahaan PT.JAVA PRIMA ABADI selaku produsen
Kopi luwak mulai berekspansi usahannya dari peternak kopi biji luwak ke bidang Café.
Outlet Café Kopi Luwak pertama yang dibuka berlokasi di Bandara Achmad Yani,
Semarang, dengan alasan bandara merupakan salah satu tempat yang cukup strategis untuk
mulai mengenalkan kopi luwak ke tengah masyarakat. Dan ternyata hal ini terbukti dengan
gerai outlet pertamanya yang cukup ramai diminati oleh para wisatawan lokal ataupun
mancanegara yang sedang menunggu di bandara. Kemudian Tahun 2000, Agus membuka
outletnya yang ke-dua di Java Supermall,Semarang. Kesusksesan Agus membuka outletnya
yang ke-dua membuatnya bersemangat untuk melebarkan usahanya ke kota besar lainnya,
yaitu Jakarta. Baru mulai di tahun 2002, Cafe Kopi Luwak mulai berekspansi ke Jakarta.Dan
Mall Kelapa Gading 2 menjadi piliha outlet pertama bagi Café Kopi Luwak di Jakarta. Saat
ini, PT JAVA PRIMA ABADI dipimpin oleh seorang putrinya, yaitu Vivin Susanti.
Rencananya, usaha Café Kopi Luwas akan di perbesar menuju kawasan Internasional seperti
Cina dan Hongkong.Sampai saat ini sudah ada 8 outlet lainnya yang tersebar diwilayah
Jakarta dan lebih dari 5 outlet di luar Jakarta.Malioboro Mall. Kopi Luwak juga baru saja
memenangkan 2 buah penghargaan Top Brand 2015 untuk kategori White Coffee dan
Powder Coffee.
Profil Perusahaan
Nama perusahaan : PT Java Prima Abadi
Tanggal berdiri : 5 Juli 1999
Alamat : Jl. Arteri Yos Sudarso No.1 - Tambakrejo, Gayamsari,
Semarang, Indonesia
Website : Email : info@kopiluwak.id
Sertifikasi : GMP (Good Manufacturing Product),
Halal Volume penjualan tahunan : $ 75 juta – $ 199 milyar Persentase ekspor : 21 – 40%
Jenis kepemilikan : Perseorangan
Modal terdaftar : $6M - $10M
Penghargaan yang pernah diterima :
1. TOP BRAND 2015 KATEGORI WHITE COFFEE
2. TOP BRAND 2015 KATEGORI POWDER COFFEE
b) Visi Dan Misi Pt. Java Prima Abadi
Visi :
Menjadi perusahaan Home Industri yang terkemuka di Indonesia yang senantiasa
mampu bersaing dan tumbuh berkembang dengan sehat.
Misi :
1. Maksimumkan provit perusahaan yang pantas untuk kemajuan perusahaan
2. Menciptakan trend penyajian kopi untuk gaya hidup minimalis dan modern
3. Memproduksi kopi luwak jenis Robusta Dampit yang terkait dengan kebutuhan
masyarakat dengan mutu dan harga yang berdaya saing tinggi melalui pengelolaan
yang professional demi kepuasan konsumen
4. Menjalin kemitraan kerjasama dengan pemasok dan penyalur yang saling
menguntungkan
5. Memberikan perhatian yang tulus kepada masyarakat pecinta kopi khususnya di
Indonesia untuk mendapatkan kopi yang terbaik dengan harga yang sangat terjangkau
6. Membuka penciptaan lapangan kerja
c) Struktur Organisasi
B. STRATEGI PEMASARAN
1. STRATEGI PEMASARAN ABC WHITE COFFE
a. Segmentasi Pemasaran ABC White Coffe
Perusahaan dalam memasarkan produknya harus memperhatikan segmentasi pasar
berdasarkan geografik, demografik, psikografik, dan perilaku agar produk yang mereka
pasarkan tepat sasaran ke konsumen yang diinginkan dan target pasar tercapai. PT. SANTOS
JAYA ABADI dalam memasarkan produk ABC White Coffe juga memperhatikan segmen-
segmen tersebut, terutama segmen demografik terutama usia calon konsumen dan status
sosial konsumen.
b. Target Pemasaran ABC White Coffe
Pada target pemasaran pada ABC White Coffe menargetkan kalangan remaja
dan dewasa tidak hanya para pecinta kopi tetapi masyarakan umum sekalipun
c. Positioning ABC White Coffe
2. STRATEGI PEMASARAN LUWAK WHITE COFFE
a. Segmentasi Pemasaran Luwak White Coffe
Disegmentasikan berdasarkan : geografi (wilayah, iklim, lokasi, kepadatan),
demografi (umur, jenis kelamin,status keluarga, status pekerjaandan ), psikografi (kelas
sosial, gaya hidup, karakteristik personal), perilaku (pengetahuan, sikap penggunaan, respon
terhadap produk). Dalam memasarkan produk-produknya PT. JAVAPRIMA ABADI
memperhatikan segmen-segmen tersebut dan menetapkan target segmen mana yang akan
mereka fokuskan untuk memasarkan produk mereka di dalam maupun di luar negri. Jika
salah satu segmen sesuai dengan tujuan dan sumber daya perusahaan tidak berarti produknya
pasti mampu bersaing di segmen tersebut. Perusahaan harus mencermati skill, sumber daya,
dan kapabilitas yang dimiliki, dan memastikan bahwa mereka memiliki keunggulan
dibandingkan pesaing yang ada di segmen itu. PT. JAVAPRIMA ABADI menguasai hampir
seluruh segmen pasar di dunia dengan beragam produk yang dimilikinya. Untuk produk
Mylanta yang di pasarkan di Indonesia ada beberapa segmen yang dipilih mengingat di
Indonesia sendiri sudah ada beberapa merek white coffeeyang beredar.
b. Target Pemasatran Luwak White Coffe
Beberapa perusahaan besar ini seringkali menggunuakan Celebrity Endorser untuk
menarik konsumen . Hal ini bisa disebabkan karena terjadinya pencinta kopi yang semakin
banyak di kalangan anak muda sampai orang tua. Luwak White Coffee merupakan salah satu
brand image yang menggunakan celebrity endorser dalam iklan. Lee Min Ho, yang akrab kita
kenal dengan nama Min Ho dipilih oleh perusahaan PT. JAVAPRIMA ABADI sebagai
selebriti pendukung dengan tujuan memperkuat kembali segmentasi dari Luwak White Coffe
pencinta kopi dari kalangan anak muda sampai orang tua.
c. Positioning Luwak White Coffe
C. BAURAN PEMASARAN
1. BAURAN PEMASARAN ABC WHITE COFFEE
Strategi Marketig Mix PT. Santos Abadi Jaya terhadap ABC WHITE COFFEE
a. Produk (product)
Kopi ABC instan white coffee diproduksi oleh PT Santos Jaya Abadi yang
berlokasi di Sidoarjo dan mempunyai berat bersih 23 gram dan mengklaim isi lebih banyak,
dengan promo beli 5 gratis 1. Komposisi yang terkandung dalam 1 kemasan Kopi ABC
instan White Coffee ini adalah Gula, krimer nabati, kopi instan (7,5%), perisa sintetic kopi,
serta coklat bubuk dengan total energi 100 kkal. Produk lain dari PT Santos Jaya Abadi
adalah Kapal Api, ABC, dan Exelso.
b. Harga (Price)
Dari segi harga, kopi instant tersebut sudah mengantongi ijin BPOM dan berlabel
halal. Soal harga, per pcs di warung Rp1.500. harganya sama. Tapi jika beli di supermarket
rata-rata dijual Rp12.500 isi 10 pcs.Ini merupakan harga yang sangat terjaukau oleh
masyarakat luas sehingga mampu bersaing dengan kompetitornya.
c. Distribusi (Place)
Jalur distribusi yang digunakan oleh PT. Santos Abadi Jaya untuk memasarkan abc
white coffee sampai ke warung dan supermarket untuk mempermudah konsumen
mendapatkannya dan tersedia dalam jumlah yang besar.
d. Promosi (Promotion)
Spesialisasi produk yang ditawarkan merupakan kunci dan strategi PT Santos Jaya
Abadi untuk membidik pasar sehingga tetap melekat dengan lidah konsumen. Abc white
coffee yang diklaim menggunakan 100% biji kopi pilihan dan tanpa campuran mampu
mempertahankan konsumennya sejak awal berproduksi hingga sekarang. Hal itulah yang
memicu rasa optimisme Marketing Manager PT Santos Jaya Abadi Soegiono bahwa produk
abc white coffee yang diproduksi oleh perusahaannya mampu bersaing dengan produk
lainnya.
2. BAURAN PEMASARAN LUWAK WHITE COFFEE
a. Produk
Luwak White Koffie yang diproduksi oleh PT Javaprima Abadi. Brand kopi ini
dikenal sebagai bisnis kopi hasil olahan sistem pencernaan hewan khas, yaitu luwak, dan
sudah melebarkan di kancah industri kopi, baik nasional maupun internasional. Terbukti dari
tulisan pada kemasan yang sudah tersedia dalam 2 bahasa yaitu bahasa Indonesia dan bahasa
Inggris.Kopi ini juga sudah mendapat 2 penghargaan sebagai Top Brand 2015 untuk kategori
White Coffee dan Powder Coffee. Dan membuka kafe kopi luwak di beberapa mall besar di
Jakarta, Semarang, Solo dan Surabaya. Untuk komposisi Luwak White Koffie terdapat gula,
krimmer, kopi instan 15% dengan berat bersih 20 gram dalam 1 kemasan.
b. Harga
Soal harga, per pcs di warung Rp. harganya sama. Tapi jika beli di supermarket rata-
rata dijual Rp12.500 isi 10 pcs.Ini merupakan harga yang sangat terjaukau oleh masyarakat
luas sehingga mampu bersaing dengan kompetitornya.
c. Distribusi
Jalur distribusi yang digunakan untuk memasarkan luwak white coffee sampai ke
warung dan supermarket untuk mempermudah konsumen mendapatkannya dan tersedia
dalam jumlah yang besar. Selain itu luwak white coffe juga sudah tersebar di seleruh
Indonesia berbagai event-event seperti jalan sehat dll.
d. Promosi
Luwak White Koffie merupakan salah satu merek kopi putih dalam kemasan yang
memasang iklan di televisi. Iklan Luwak White Koffie yang ditayangkan setiap hari
diharapkan dapat membentuk kesadaran merek dari khalayak, sehingga dapat menunjang
aktivitas perusahaan dalam mempromosikan produknya. PT Javaprima Abadi selaku pihak
manajemen Luwak White Koffie mengungkapkan alasan di balik pemilihan Lee Min Ho
sebagai brand ambassador. PT Javaprima Abadi berharap tidak hanya bisa mempromosikan
Luwak White Koffie di dalam negeri saja namun dapat menjangkau pasar ekspor. PT
Javaprima Abadi ingin memperkenalkan kopi asli Indonesia yang berkualitas tinggi dan
berdaya saing ke dunia internasional.
D. PERILAKU KONSUMEN PRODUK
Era perdagangan bebas dan globalisasi sekarang ini ditandai dengan semakin
meluasnya berbagai produk, baik berupa barang maupun jasa yang menyebabkan persaingan
bisnis antar perusahaan semakin ketat. Hal ini menyebabkan manajemen perusahaan dituntut
untuk lebih cermat menyikapi dalam menentukan strategi bersaing. Setiap perusahaan
berusaha untuk menarik perhatian (calon) konsumen dengan berbagai cara salah satunya
dengan pemberian informasi tentang produk.
Bentuk pemberian informasi tentang produk tersebut dapat dilakukan melalui
berbagai bentuk program komunikasi pemasaran di antaranya : advertaising, sales
promotions, personal selling, public relations dan direct marketing. Menrutu Kotler (2010)
advertising merupakan salah satu cara yang paling umum digunakan perusahaan untuk
mengarahkam komunikasi persuasive pada target. Media yang digunakan ini paling efektif
dalam mempengaruhi konsumen untuk melakukan pembelian dan agar produk yang
ditawarkan pemasar melalui media iklan memiliki daya tarik tersendiri bagi calon konsumen
untuk membeli, maka diperlukan dukungan tokoh terkenal atau bintang iklan sebagai
penyampaian pesan dalam iklan. Berdasarkan hal tersebut, perusahaan harus mampu
merencanakan
strategi pemasaran yang efektif sehingga konsumen dapat memberikan tanggapan yang
positif terhadap produk. Strategi pemasaran yang dapat dilakukan oleh sebuah perusahaan
untuk mengomunikasikan produknya secara efektif dalam memperkenalkan produknya
kepada konsumen serta menarik perhatian melalui iklan. Salah satu konsep periklanan yang
digunakan oleh perusahaan yaitu dengan product endorser.
Perusahaan lebih sering menggunakan selebriti untuk mendukung produknya dalam
suatu iklan dibandingkan dengan orang biasa. Menurut Royan (2004). Seseorang selebriti
memiliki kepopuleran, daya tarik fisik, daya tarik seksual, keberanian, bakat, keberwibawaan
yang dapat dijadikan sebagai pemikat bagi konsumen untuk membeli produk sehingga dapat
meningkatkan penjualan. Pemakaian selebriti sebagai produk endorser harus melalui
berbagai pertimbangan, di antaranya yaitu tingkat popularitas dengan permasalahan apakah
selebriti yang dipilih dapat mewakili karakter produk yang sedang diiklankan.
Royan (2004) mengatakan bahwa karakterisik endorser mencakup daya
tarik (attractiveness), kepercayaan (trustworthiness), keahlian (expertise). Daya tarik
mengacu pada kecerdasan, sifat-sifat kepribadian, gaya hidup, daya tarik fisik dari endorser
tersebut. Kepercayaan dapat timbul pada kejujuran, intergritas produk dan dapat
dipercayainya seorang endorser. Keahlian mengacu pada pengetahuan, pengalaman yang
dimiliki oleh seorang endorser yang berhubungan dengan iklannya.
Melalui penggunaan celebrity endorser, pemasar sekaligus dapat melakukan pembeda dengan
produk kompetitor yang ada di pasar. Basis pembedan ini sangat penting karena basis
pembeda ini akan digunakan konsumen untuk memilih dari berbagai macam produk yang
ditawarkan produsen. Cara lain yang dapat dilakukan untuk menekankan basis pembeda
adalah melalui brand association. Perusahaan harus bisa membangun asosiasi dalam diri
konsumen, sehingga membuat konsumen selalu mengingat sebuah merek dari asosiasi yang
di ciptakan banyak perusahaan yang menggunakan selebriti yang sedang naik daun untuk
menigiklankan produknya tanpa memperhatikan kesesuaian antara personalitas selebriti
dengan personalitas produk yang diiklankan. Dalam jangka pendek penggunaan selebriti
yang sedang naik daun dapat menaikkan volume penjualan, tetapi pengunaan selebriti sebaga
endorser juga memerlukan biaya yang cukup mahal. Persaingan kopi di Indonesia mayoritas
dipengaruhi oleh beberapa perusahaan besar dari kopi Kapal Api, kopi Tora Bika dan kopi
ABC. Beberapa perusahaan besar ini seringkali menggunuakan Celebrity Endorser
untuk menarik konsumen . Hal ini bisa disebabkan karena terjadinya pencinta kopi yang
semakin banyak di kalangan anak muda sampai orang tua. Luwak White Coffee merupakan
salah satu brand image yang menggunakan celebrity endorser dalam iklan. Lee Min Ho, yang
akrab kita kenal dengan nama Min Ho dipilih oleh perusahaan PT. JAVAPRIMA ABADI
sebagai selebriti pendukung dengan tujuan memperkuat kembali segmentasi dari Luwak
White Coffe pencinta kopi dari kalangan anak muda sampai orang tua. Min Ho merupakan
actor nomor satu korea yang memiliki karakteristik yang berbeda dan seorang endorser
yang bagus. Hal ini dibutikan dengan atribut yang dimiliki oleh Lee Min Hoo yaitu memiliki
image yang baik dikalangan para pria maupun wanita, memiliki penampilan yang menarik,
pesona wajah yang tampan dan kemampuan berakting yang luar biasa. Min Ho baru pertama
kali digunakan oleh PT. JAVAPRIMA ABADI sebagai model iklan Luwak White Coffe pada
tahun 2016.
Brand Assciantion dapat menciptakan informasi yang padat tepat bagi konsumen,
mempengaruhi interprestasi terhadap fakta-fakta dan mempengaruhi pengingatan kembali
atas fakta tersebut pada saat pengambilan keputusan. Beberapa asosiasi mempengaruhi
keputusan pembelian dengan cara memberikan rasa percaya diri atas merek tersebut. Brand
Association juga merupakan asset yang dapat meningkatkan nilai dan dasar penting
melakukan pembedaan, keunggulan kompetitif, keputusan pembelian, mendorong perasaan
dan sikap positif serta peningkatan pembelian. Keputusan pembelian merupakan salah satu
komponen utama dari perilaku konsumen. Suatu keputusan melibatkan pilihan di antara dua
atau lebih tindakan perilaku. Dalam memahami perilaku konsumen terdapat banyak pengaruh
yang mendasari seseorang dalam mengambil suatu produk atau merek. Untuk dapat
memuaskan keinginan konsumen, perusahaan harus mampu memenuhi kebutuhan dan
keinginan setiap konsumen tersebut. Termasuk di dalamnya motif yang mendasari seseorang
membeli suatu produkdi antara lainya, dimana mereka dapat membeli produk, kapan mereka
membeli , berapa yang mereka beli dan pada tingkat harga berapa mereka mau membeli
produk tersebut.
Merek kopi yang sudah ada mempunyai karakteristik yang dapat di ingat oleh para
konsumen biasanya menggunakan faktor-faktor seperti kemasan yang menarik, rasa, kualitas,
harga dan merek sebagai bahan pertimbangan dalam pengambilan keputusan pembelian kopi.
Kemasan yang menarik, rasa dan kualitas akan mempengaruhi proses pengambilan keputusan
pembelian.
Kemasan produk yang dapat diingat akan mendorong seorang konsumen untuk
memberikan kemudahaan dalam membeli sehingga konsumen merasa puas. Desain yang
unik, rasa yang khas dari Luwak White Coffee, kualitas yang baik, bermacam-macam rasa
dan informasi yang diberikan pada kemasan akan semakin mempengaruhi konsumen dalam
menentukan pilihan produk. Kopi sebagai produk yang banyak peminatnya yang mudah
dicari dan dibeli ini telah menjadi lebih dari sebuah produk pemenuhan kebutuhan sebagai
minuman yang nikmat. Kopi Luwak White Coffee dengan kualitas yang baik, harga yang
terjangkau, rasa yang khas dan mudah diperoleh menyebabkan cukup banyak anak remaja
dan orang tua yang menggunakan Luwak White Coffe sebagai solusi teman hangat saat
melakukan aktivitas. Semua orang sudah tidak asing lagi dengan brand Luwak White Coffee.
Seseorang pencita kopi memerlukan minuman kopi yang tepat untuk memberikan
kenikmatan setiap rasa pada saat meminumnya ketika melakukan aktivitas. Pelanggan Luwak
White Coffee akan membeli minuman kopi yang mereka pakai, ketika memiliki
kencenderungan menyukai baik dari model endorser maupun maupun rasa nikmat dari kopi
itu tersendiri. Lee Min Hoo sebagai endorser minuman Luwak White Coffe berperan penting
dalam pembentukan brand image produk yang baik dan tingkat penjualan produk yang
positif. Hal ini dibuktikan dengan masuknya Luwak White Coffee sebagai salah satu Top
Brand Award 2016 dalam katagori kopi.
Top Brand diberikan kepada merek yang menjadi brand association Luwak White
Coffe yang dikombinasikan dengan celebrity endorser Lee Min Hoo telah berhasil. Ada
beberapa penelitian yang berkaitan dengan celebrity endorser, brand association dan brand
image terhadap keputusan pembelian. Coffee Versi Lee Min Ho Tahun 2016 Pada Pelanggan
Luwak White Coffee)”.
E. MARKETING INSIGHT
F. DAFTAR PUSTAKA
Tjiptono, F. 2008. Strategi Pemasaran. Yogyakarta : Andi Offset.
Tjiptono, F, dan Gregorius Chandra. 2012. Pemasaran Global Konteks Offline & Online.
Yogjakarta : UPP STIM YKPN Yogyakarta
G. LAMPIRAN