Anda di halaman 1dari 20

Pendahuluan

Topik mengenai strategi bisnis sebuah perusahaan bukanlah hal yang asing lagi bagi orang-
orang ekonomi terkhusus yang mempelajari ilmu manajemen. Tanpa strategi bisnis yang baik
maka mustahil sebuah perusahaan dapat berkembang dengan baik pula. Strategi bisnis
merupakan hal mendasar yang diperlukan semua perusahaan untuk berkembang. Strategi
bisnis meliputi semua perencanaan dan bagaimana sebuah perusahaan beroperasi untuk
menghasilkan keuntungan. Dalam konteks bisnis internasional, strategi bisnis sebuah
perusahaan berbicara mengenai bagaimana perusahaan berusaha menguasai pasar
internasional.

Melihat betapa ketatnya persaingan dipasar internasional, strategi bisnis yang baik saja tentu
tidak cukup. Dibutuhkan strategi bisnis yang luar biasa cerdas untuk memenangkan
persaingan. Perusahaan yang ingin menjadi penguasa pasar perlu menempatkan produknya
dengan tepat dan melakukan teknik pemasaran yang tepat juga.

Salah satu perusahaan yang berhasil melakukan strategi bisnis yang luar biasa adalah
Samsung. Lima tahun yang lalu kita pasti tidak akan pernah menyangka bahwa Samsung
akan menjadi produsen smartphone yang hebat seperti sekarang. Samsung dulu lebih terkenal
sebagai produsen chip dan berbagai hardware dalam komputer. Banyak analis yang dulu
berpikir Samsung akan menjadi raja di pasar chip. Namun, siapa sangka kalau saat ini
Samsung malah merajai pasar smartphone yang dulu bukanlah keunggulan dari Samsung.

Karena Samsung begitu cepat merebut pasar mobile phone terkhusus smartphone, Samsung
menjadi bahan pembicaraan banyak analis. Berbagai media masa yang membahas masalah
ekonomi dan teknologi seperti berlomba-lomba menyajikan berita maupun analisis para ahli
mengenai Samsung.

Para analis berusaha menganalisis strategi apa sebenarnya dilakukan Samsung hingga bisa
menguasai pasar smartphone. Para analis menganalisis data penjualan hingga kasus-kasus
yang dihadapi Samsung. Kasus yang menjadi topik terhangat mengenai Samsung adalah
perseteruannya dengan Apple. Kasus perseteruan ini bisa dikatakan adalah salah satu strategi
bisnis yang dilakukan Samsung untuk merebut pasar.

Melihat keberhasilan Samsung dalam merebut pasar smartphone dan menjadi bahan
pembicaraan banyak analis, penulis merasa perlu untuk meneliti mengenai Samsung
smartphone. Penulis melihat bahwa strategi bisnis yang dilakukan Samsung untuk menguasai
pasar merupakan hal yang sangat menarik untuk dipelajari. Karena itu penulis mencoba
meneliti ”Strategi Bisnis apa yang dilakukan Samsung smartphone untuk menguasai
pasar internasional?”
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi bisnis yang dilakukan Samsung
smartphone berdasarkan teori yang ada. Lewat hasil analisis tersebut, diharapkan penelitian
ini dapat digunakan sebagai salah satu referensi untuk perusahaan-perusahaan yang ingin
menguasai pasar baik secara lokal maupun internasional.

Metode Penelitian
Dalam tulisan ini, metode yang digunakan adalah rekonstruksi dan analisis isi tulisan-tulisan
dari media masa. Metode rekonstruksi ini merupakan metode dimana penulis menyusun
penelitian kualitatif berdasarkan data fakta-fakta yang terjadi di lapangan. Penulis
mengharapkan dapat mengetahui strategi bisnis seperti apa yang membuat sebuah perusahaan
multinasional dapat menguasai pasar internasional. Penelitian ini difokuskan pada strategi
perusahaan smartphone. Data yang didapat merupakan hasil dari penelusuran mengenai
berita-berita mengenai persaingan di pasar smartphone.

Untuk mendapatkan kajian mengenai strategi bisnis, penulis melakukan kajian pustaka
sebagai dasar teori dari penelitian ini. Penulis menggunakan dasar teoritis yang didapat dari
kajian pustaka sebagai instrumen untuk menganalisis data-data fakta yang diperoleh penulis.

Perusahaan multinasional yang digunakan penulis sebagai bahan penelitian adalah Samsung
dan difokuskan pada divisi smartphone. Alasan mengapa penulis memilih Samsung
smartphone sebagai obyek penelitian adalah karena Samsung bukanlah perusahaan yang
sejak awal menguasai pasar smartphone, namun saat ini Samsung smartphone bisa dikatakan
sebagai raksasa di pasar smartphone. Selain itu banyaknya pemberitaan mengenai Samsung
smartphone juga menarik perhatian penulis untuk meneliti lebih dalam.

Melihat banyaknya pemberitaan mengenai Samsung Smartphone maka penulis menggunakan


media masa sebagai sumber data. Penulis menggunakan media masa yang penulis anggap
validitas pemberitaannya bisa di percaya. Dalam penelitian ini, media masa yang digunakan
adalah : Forbes, New York Times, Bloomberg, Business Insider, Daily Tech, Kompas, dan
Tempo. Penulis mengikuti pemberitaan-pemberitaan maupun analisis dari para analis di
media masa tersebut untuk mendapatkan data kronologis mengenai Samsung smartphone.
Penulis melakukan penelitian ini untuk melihat strategi bisnis Samsung untuk menguasai
pasar dunia smartphone dari sudut pandang Samsung sebagai perusahaan multinasional.

Data fakta yang didapat dari media masa tersebut selanjutnya dibuat menjadi anotasi untuk
menyaring data-data yang diperlukan dalam penelitian ini. Pembuatan anotasi juga bertujuan
agar penulis tidak terjebak dalam kegiatan plagiasi. Dalam pembuatan anotasi, penulis
mencoba membahasakan data yang didapatkan dengan bahasa penulis sendiri tanpa
melupakan untuk menyebutkan sumber. Selanjutnya anotasi yang merupakan potongan-
potongan fakta yang didapat dari setiap artikel media masa dirangkai menjadi sebuah cerita
kronologi yang utuh. Cerita kronologi tersebut selanjutnya dianalisis berdasarkan teori yang
berkaitan dan dikaji berdasarkan teori yang digunakan sebagai dasar penelitian oleh penulis.

Review Literatur
Menurut arti katanya, strategi bisnis merupakan sebuah metode atau rencana mengenai masa
depan yang diinginkan, seperti pencapaian sebuah tujuan atau pemecahan dari sebuah
masalah. Strategi juga diartikan sebagai seni dan ilmu dari merencanakan dan menyusun
sumber daya sampai pada tingkat yang paling efektif dan efisien (Business Dictionary).
Dalam strategi bisnis, strategi pemasaran dan strategi produk merupakan bagian yang sangat
penting untuk mencapai tujuan yang diinginkan.

Pemasaran merupakan fungsi organisasional dan sebuah rangkaian proses untuk


menciptakan, mengkomunikasikan, dan menyampaikan nilai pada konsumen untuk mengatur
hubungan dengan konsumen sehingga menguntungkan untuk organisasi dan perusahaan
(American Management Association, 2005). Strategi pemasaran terdiri dari menggunakan
sumberdaya dari perusahaan untuk memenuhi kebutuhan konsumen berdasarkan analisis
pasar, analisis mengenai perilaku kompetitor, perilaku pemerintah dan globalisasi, bersamaan
dengan perubahan teknologi dan lingkungan (Ranchhod, 2007).

Secara konseptual, bagaimana perusahaan dapat mengendalikan pasar adalah melalui adanya
perubahan kepemimpinan, selanjutnya terbentuk budaya organisasi, dari perubahan budaya
menghasilkan perubahan teknologi dan tingkat keefektifan dalam perusahaan. Untuk
membangun budaya untuk mengendalikan pasar dibutuhkan kapasitas untuk berinovasi yang
dibangun dari inovasi, keberanian mengambil resiko, organisasi yang mau belajar (Carrillat et
al, 2004).

Tidak ada produk di dunia ini yang tidak memiliki posisi, karena itu product positioning bisa
dikatakan sebagai keputusan terpenting yang dibuat oleh manajer dalam sebuah perusahaan
(Kotler and Keller 2008). Product positioning bicara mengenai bagaimana sebuah produk
dapat dilihat, dikenali, dan bagaimana produk mewakili konsumennya. Di pasar dengan
persaingan yang semakin ketat dan konsumen yang memiliki begitu banyak pilihan,
kemampuan identifikasi, dan pengetahuan mengenai produk menjadikan nilai yang tidak
terlihat dari produk menjadi sangat penting (Ostasevičiūtė dan Šliburytė, 2008).

Disisi lain keputusan mengenai product positioning mempengaruhi keputusan mengenai


variabel campuran, seperti harga, dan keputusan-keputusan yang memberikan pengaruh pada
laba perusahaan. Product positioning tidak hanya memperhatikan permintaan konsumen dan
biaya produksi namun juga harus memperhatikan Product positioning lawan. Sebagai sebuah
pendekatan baru Positioning berarti merubah pemikiran konsumen sehingga menerima apa
yang ditanamkan ke pikiran konsumen dan apa yang bekerja pada alat tersebut (Mustafa
KARADENIZ,2009).

Didalam product positioning terdapat sepuluh peraturan dasar, yaitu: membangun pengertian
mengenai positioning, buat itu sederhana, buat itu unik, gali keuntungan dari produk dan
kebutuhan pasar, bangun posisi yang kuat, pastikan adanya dukungan yang kuat dengan
memulai lebih awal, ikuti dinamika pasar, buat positioning dapat dilihat dari semua jalur, uji
pilihan alternatif positioning secara kuantitatif, jangan menguji pernyataan positioning itu
sendiri. (Robertson, 2005)

Merek (brand) secara internasional didefinisikan sebagai sebuah tanda atau sekumpulan
tanda yang menyatakan keaslian dari produk atau jasa dan membedakannya dari kompetitor
(Kapferer, 2008).

Brand equity merupakan nilai yang dihasilkan produk atau jasa baik secara langsung maupun
tidak langsung (Kapferer, 2005 dan Keller, 2003). Brand equity juga bisa diartikan sebagai
nilai marketing dan financial yang berhubungan dengan kekuatan sebuah merek di pasar
termasuk didalamnya kepemilikkan aset merek, pengenalan akan merek (brand name
awareness), kesetiaan terhadap merek (brand loyalty), anggapan mengenai kualitas sebuah
merek, dan segala anggapan yang terkait dengan sebuah merek (brand assosiations) (Pride
dan Ferrel, 2003. P. 299).

Brand awareness merupakan bagian pertama dari brand equity di pemikiran konsumen
(Huang dan Sarigöllü, 2011) yang mempengaruhi persepsi dan perilaku konsumen.

Brand image merupakan apa yang dipikirkan dan dirasakan konsumen mengenai sebuah
merek (Roy dan Banerjee, 2007). Tujuan dari bekerja secara strategik dengan brand image
adalah untuk memastikan bahwa merek tersebut tertanam kuat di benak konsumen. Brand
image terdiri dari beberapa konsep: persepsi, karena merek harus bisa dipercaya; kesadaran,
karena merek dievaluasi dengan kesadaran; dan perilaku, karena setelah konsumen
mempersepsikan dan mengevaluasi merek maka terbentuk perilaku terhadap merek tersebut
(Heding, Knudtzen and Bjerre, 2009). Berdasarkan Hsieh dan Lie (2008), strong brand
image membangun sebuah pesan merek yang membuat sebuah merek dianggap lebih hebat
dibandingkan merek pesaingnya. Hal ini menyebabkan perilaku konsumen dipengaruhi dan
ditentukan oleh brand image.

Brand Loyalty merupakan inti dari nilai sebuah merek karena memiliki kekuatan untuk
membuat konsumen membeli produk yang sama dan menolak untuk membeli merek dari
kompetitor (Yoo, 2000). Mencapai tingkat kesetiaan yang tinggi dari konsumen merupakan
sebuah pencapaian yang penting dari sebuah proses branding. Konsumen yang setia
merupakan hal yang berharga karena akan jauh lebih banyak biaya yang dikeluarkan untuk
mendapatkan konsumen baru daripada mempertahankan konsumen yang sudah ada (Heding,
Knudtzen and Bjerre, 2009).

Sejarah Samsung
Samsung yang sekarang kita kenal sebagai salah satu perusahaan besar dunia yang berasal
dari Korea Selatan tentu tidak tiba-tiba menjadi sebuah perusahaan besar. Samsung memiliki
sejarah yang cukup panjang sampai berada di posisinya saat ini. Samsung pertama kali
didirikan oleh Lee Byung Chul pada 1 Maret 1938, nama Samsung sendiri terdiri dari kata
“Sam” yang berarti besar, luar biasa, dan kuat, sedangkan kata “sung” yang berarti cerah,
tinggi, dan sinar yang tidak pernah padam1.

Samsung mengawali sejarahnya pada tahun 1938 sebagai perusahaan yang mengirimkan ikan
kering dan buah-buahan ke Manchuria yang dikuasai Jepang. Usaha awal yang dilakukan Lee
Byung Chul dianggap tidak sukses, sehingga pada 1 Maret 1938 beliau mendirikan bisnis
angkutan truk di Daegu yang bernama Cheil (pendahulu Samsung). Lee Byung Chul juga
berkali-kali datang ke jepang untuk mempelajari strategi bisnis dan ekonomi. Untuk
mengembangkan usahanya Lee Byung Chul menghabiskan 80% waktunya untuk menemukan
dan mengembangkan orang-orang berbakat untuk perusahaannya.

Samsung baru mulai menekuni bidang elektronik pada tahun 1960. Pada tahun 1970-an
Samsung-Sanyo mulai memproduksi televisi hitam-putih untuk penjualan domestik. Pada
tahun 1980-an Samsung mulai memproduksi air conditioner dan microwave. Selanjutnya
pada tahun 1983, Samsung mulai memproduksi personal computers (PCs). Pada Tahun 1986,
Samsung mengembangkan tape recorder terkecil di dunia dengan ukuran 4mm. Pada tahun
1991, Samsung menyelesaikan pengembangan mobile phone handset-nya. Pada Tahun 1996,
Samsung mulai memproduksi secara masal 64M DRAMs dan mengembangkan 1GB
DRAMs. Sampai pada tahun 1999, Samsung baru mulai mengembangkan smartphonenya 2.

Kasus Samsung vs Apple


Sejak awal Samsung mengembangkan smartphonenya pada tahun 1999, Samsung sebenarnya
sudah mulai mempersiapkan strategi untuk menguasai pasar smartphone. Namun, baru pada
tahun 2010 Samsung memulai sebuah lompatan besar dalam dunia Smartphone dengan
keberaniannya menantang Apple sebagai pioneer dalam dunia Smartphone. Samsung
mengawali langkahnya dengan mengeluarkan produk Samsung Galaxy yang memiliki
banyak kesamaan dengan produk iPhone milik Apple.

1
Lee Byung-Chull, Hoam Chajŏn [Autobiography of Ho Am] (Seoul: JoongAng Ilbo, 1986), p.34
2
Samsung, “Samsung History.” http://www.samsung.com/us/aboutsamsung/corporateprofile/history05.html
Perseteruan Samsung melawan Apple ini mulai ramai diberitakan setelah adanya pengaduan
Apple ke ITC (International Trade Committe) mengenai hak paten Apple yang dilanggar oleh
Samsung pada April 2011. Apple merasa dirugikan oleh pelanggaran hak paten yang
dilakukan Samsung. Berdasarkan tuntutan Apple, hak paten Apple yang dilanggar oleh
Samsung adalah layar datar dengan garis batas yang lebih besar pada bagian atas dan bawah,
multi touch screen, gambar transparan untuk tampilan aplikasi baik pada telepon selular
maupun layar komputer, dan cara untuk mendeteksi saat headphone dihubungkan 3.

Kasus ini mengakibatkan penjualan Samsung model lama (Galaxy) yang dianggap
melanggar hak paten Apple diblokir. Persidangan-persidangan mengenai hak paten ini tidak
hanya terjadi di Amerika tapi juga di 10 negara lain seperti Inggris dan Australia. Produk
yang saat itu diklaim Apple melanggar hak paten Apple adalah Epic 4G, Captivate, Indulge,
Nexus S, Galaxy S, dan Samsung tab.

Kasus yang menjerat Samsung ini ternyata dianggap sebagai salah satu strategi Samsung
untuk masuk ke pasar smartphone. Bahkan apa yang dilakukan Samsung dengan meniru
produk Apple disebut oleh para analis sebagai Apple-like Strategy4. Selain itu Samsung juga
dituntut oleh juri yang beberapa diantaranya merupakan keluarga dari pemilik saham Apple
untuk membayar denda sebesar 1 miliar dollar AS.

Setelah menang dalam persidangan pertama, Apple masih mencoba membuat Samsung
dituntut 3 kali lipat dari tuntutan awal. Apple berharap bisa membuat Samsung dituntut
sebesar 3 miliar dollar AS. Pada minggu pertama bulan November 2012, Apple menuntut
Samsung’s Galaxy Note 10.1 dan sistem operasi Jelly Bean besutan Google. Apple meminta
hakim Lucy Koh untuk menuntut sistem operasi Jelly Bean dengan harapan dapat
menghentikan seluruh penjualan smartphone Samsung 5.

Tuntutan Apple yang kedua ini ternyata ditolak oleh hakim Lucy Koh karena dianggap
tuntutan yang Apple ajukan hanya bisa dikenakan pada Samsung lama seperti Galaxy S
generasi pertama. Tidak hanya itu, pada Maret 2013 hakim Lucy Koh menyatakan bahwa juri
pada persidangan pertama kasus pelanggaran paten Apple oleh Samsung melakukan
kesalahan perhitungan. Menurut hakim Lucy Koh kerugian yang di derita oleh Apple akibat

3
Haydn Shaughnessy. " The Apple, Samsung Conflict Will Get Even More Absurd Before It Gets Better " Forbes, 21 Juli 2013,
http://www.forbes.com/sites/haydnshaughnessy/2013/07/21/the-apple-samsung-conflict-to-get-even-more-absurd-before-it-gets-
better/ (Diakses pada 3 Oktober 2013)
4
Kevin C Tofel. "Why Only Samsung Builds Phones That Outsell iPhones." Business Week, 09 November 2012,
http://www.businessweek.com/articles/2012-11-09/why-only-samsung-builds-phones-that-outsell-iphones (Diakses pada 21 Mei 2013)
5
Jason Mick. “Apple Looks to Ruin Google's Jelly Bean Party With More Lawsuits.” Daily tech, 7 November 2012,
http://www.dailytech.com/Apple+Looks+to+Ruin+Googles+Jelly+Bean+Party+With+More+Lawsuits/article29136.htm (diakses pada 19
November 2013)
pelanggaran hak paten oleh Samsung tidak mencapai 1 miliar dollar AS dan hanya bernilai
400 juta dollar AS6.

Serangan balik dilakukan Samsung pada 21 November 2012 dengan melaporkan Apple pada
ITC dengan tuduhan melanggar hak paten komunikasi Samsung. Kali ini giliran Samsung
yang menggugat produk iPad mini, iPad 4, dan iPod touch keluaran Apple. Gugatan Samsung
pada Apple selanjutnya menghasilkan keputusan pada bulan Juni 2013, International Trade
Committe (ITC) menetapkan bahwa versi AT&T dari iPhone 4, iPhone 3GS, dan iPhone 3G
melanggar paten teknologi nirkabel 3G milik Samsung. Dalam kasus ini Apple dituntut
dengan larangan penjualan produk apple yang dianggap melanggar hak paten Samsung di
Amerika Serikat7.

Drama perseteruan Samsung melawan Apple terus berlanjut hingga adanya turun tangan
langsung dari pemerintah Amerika. Pada 3 Agustus 2013, pemerintahan Obama
menggunakan hak veto dari Wakil Perdagangan Amerika Serikat, Michael Froman
menghentikan keputusan ITC yang melarang adanya impor produk Apple yang melanggar
hak paten Samsung.8

Perseteruan Apple dan Samsung mengenai paten masih terus berlanjut, pada 18 November
2013 Apple memenangkan putusan banding di Pengadilan Sirkuit Federal Amerika Serikat.
Keputusan Persidangan tidak menyatakan adanya pelanggaran hak paten desain produk
Apple oleh Samsung, namun Samsung dianggap melanggar 3 hak paten utilitas Apple. Paten
utilitas pertama yang dilanggar Samsung adalah, fitur “multi-sentuhan” yang memungkinkan
pengguna memperbesar atau memperkecil gambar dengan sentuhan mencubit layar. Kedua,
“mengetuk layar dua kali” untuk memperbesar tampilan di layar. Ketiga, fitur “bounce-back”
yang membuat tampilan seakan memantul jika pengguna menggulirkan layar hingga mentok.
Perseteruan Apple dan Samsung masih akan berlanjut melalui persidangan ronde kedua yang
direncanakan akan dilaksanakan pada bulan Maret 2014 di pengadilan distrik untuk distrik
bagian utara California dengan Hakim Paul S. Grewal9. Tuntutan Apple ditujukan terhadap
Galaxy SII, Galaxy SIII, dan Galaxy Note II.

Setelah kasus perseteruan Samsung dan Apple pada tahun 2010, pada tahun 2011 Samsung
dengan produknya Samsung Galaxy S II memecahkan recor dengan penjualan mencapai 1

6
Aditya Panji. “Apple Boleh Blokir Produk Samsung.” KompasTekno , 19 November 2013,
http://tekno.kompas.com/read/2013/11/19/1240074/Apple.Boleh.Blokir.Produk.Samsung (diakses pada 19 November 2013)
7
Aditya Panji. “Apple vs Samsung Diwarnai Campur Tangan Pemerintah AS.” KompasTekno , 5 Agustus 2013,
http://tekno.kompas.com/read/2013/08/05/0827402/Apple.vs.Samsung.Diwarnai.Campur.Tangan.Pemerintah.AS (diakses pada 05
September 2013)
8
Connie Guglielmo.”Apple Loop: Tim Cook Talks With Obama, ITC Dings Samsung Over Patents, Judge Offers Differents E-book Ending.”
http://www.forbes.com/sites/connieguglielmo/2013/08/10/apple-loop-tim-cook-talks-surveillance-with-obama-itc-dings-samsung-over-
patents-judge-offers-different-e-book-ending/ (diakses pada 3 Oktober 2013)
9
Canada Courts. “Magistrate Judge Paul Singh Grewal.” http://www.cand.uscourts.gov/psg (diakses pada 14 November
2013)
juta unit dalam 70 hari pertama setelah diluncurkan. Pada tahun 2013 Samsung menjadi
perusahaan yang paling menguntungkan dengan keuntungan dari penjualan smartphone
sebesar $5,2 milyar mengalahkan pesaingnya Apple yang berada di angka $4,6 milyar 10.

Strategi Bisnis Samsung


Keberhasilan Samsung dalam melakukan strategi bisnisnya dapat terlihat dari data
penguasaan pasar dan penjualan Samsung smartphone dibawah ini.

Grafik 1.1 Pertumbuhan penguasaan pasar smartphone Samsung dan Apple (dalam %)

35,0
32,6 32,7
31,3
30,0 29,0 31,4
28,8 30,4
29,0
25,0
22,7 23,0 21,8
22,5
20,0 18,8
16,9 17,3
17,0 Samsung
15,0
15,0
13,8 13,1 Apple
13,1
10,0

5,0

0,0
Q2 Q3 Q4 Q1 Q2 Q3 Q4 Q1 Q2 Q3
2011 2011 2011 2012 2012 2012 2012 2013 2013 2013

Sumber: IDC Worldwide Mobile Phone Tracker

10
Tim Worstall. " Interesting Number: Samsung Now Beats Apple As World's Most Profitable Phone Maker " Forbes, 27 Juli 2013,
http://www.forbes.com/sites/timworstall/2013/07/27/interesting-number-samsung-now-beats-apple-as-worlds-most-profitable-phone-
maker/ (Diakses pada 3 Oktober 2013)
Grafik 1.2 Pertumbuhan jumlah penjualan smartphone Samsung dan Apple (dalam jutaan)

90,0

80,0 81,2
70,7
70,0 72,4

60,0 57,8 63,7


50,3
50,0 47,8
50,3
36,2 44,0 Samsung
40,0
37,0 Apple
35,1 37,4 33,8
30,0
20,4 28,1 26,9
26,0
20,0
17,1
18,4
10,0

0,0
Q2 Q3 Q4 Q1 Q2 Q3 Q4 Q1 Q2 Q3
2011 2011 2011 2012 2012 2012 2012 2013 2013 2013
Sumber: IDC Worldwide Mobile Phone Tracker

Note: Data are preliminary and subject to change. Vendor shipments are branded shipments and exclude OEM
sales for all vendors.

Melihat data diatas, dapat dilihat penjualan Samsung smartphone mulai meningkat setelah
kasus perseteruannya dengan Apple pada tahun 2011 merebak. Ini menjadi menarik untuk
diteliti bagaimana Samsung mengalami pertumbuhan yang positif dalam penjualan dan
penguasaan pasar smartphone. Dalam penelitian ini, penulis membagi strategi bisnis yang
dilakukan Samsung smartphone dalam tiga kategori.

1. Strategi Produk Samsung

Mulai dari bagaimana Samsung smartphone memulai gebrakannya dengan meniru produk
iPhone besutan Apple yang bisa dikatakan sebagai pioneer di pasar smartphone. Seperti
disebutkan di bagian Samsung vs Apple, para analis menyebut tindakan Samsung dengan
meniru produk Apple adalah salah satu strategi Samsung yang disebut sebagai Apple-like
strategy11.

Apple-like strategi ini dianggap sebagai salah satu strategi Samsung karena Samsung secara
sengaja meniru produk Apple yang sudah cukup dikenal dipasar untuk mendapatkan
perhatian konsumen. Strategi ini ternyata memang berhasil menarik perhatian dunia.
Walaupun Samsung mengalami kerugian mentcapai 1 miliar dollar AS, dengan ramainya

11
Kevin C Tofel. "Why Only Samsung Builds Phones That Outsell iPhones." Business Week, 09 November 2012,
http://www.businessweek.com/articles/2012-11-09/why-only-samsung-builds-phones-that-outsell-iphones (Diakses pada 21 Mei 2013)
pemberitaan mengenai Samsung smartphone bisa dikatakan Samsung sedang mengiklankan
produknya secara gratis.

Bagaimana Samsung bisa melakukan strategi meniru Apple dengan begitu cepat? Itu
pertanyaan yang cukup membuat penulis merasa penasaran. Samsung disebut juga oleh para
analis sebagai peniru yang cepat dengan biaya bersaing dan jaringan distribusi yang luas 12.
Faktanya Samsung tidaklah tiba-tiba bisa melakukan strategi meniru Apple ini.

Salah satu faktor yang membuat Samsung menjadi peniru yang cepat adalah Samsung yang
ternyata merupakan salah satu penyuplai komponen Hardware terbesar untuk produk-produk
Apple. Produk-produk Apple yang komponenya disuplai oleh Samsung antara lain : New
iPad, iPad 2 versi Wifi, iPhone 4s, iPod touch generasi ketiga, MacBook Air, dan Macbook
Pro dengan retina Display13. Dengan menjadi penyuplai komponen Apple, bisa dilihat bahwa
Samsung memiliki kesempatan yang sangat besar untuk mempelajari mengenai produk
Apple.

Samsung memproduksi sendiri komponen dari smartphone nya mulai dari chip sampai layar
yang digunakan14. Karena itu, Samsung dapat membuat biaya produksinya lebih rendah
dibanding pesaing dan menjual produknya di pasaran dengan harga yang lebih rendah juga
dibandingkan pesaingnya. Kemampuan Samsung untuk menyediakan komponen-komponen
penting sendiri juga membuat Samsung bisa meluncurkan berbagai variasi smartphone dalam
waktu yang hampir bersamaan.

Untuk menguasai pasar, hanya meluncurkan produk berkualitas dengan harga yang bersaing
dan meluncurkannya dengan berbagai variasi tentu tidak cukup. Diperlukan product
positioning yang baik untuk dapat benar-benar menguasai pasar. Hal yang yang perlu
diperhatikan adalah adanya karakter yang sangat berbeda antara segment pasar high-end dan
pasar low-end. Karena karakter yang berbeda dari setiap segment, produk yang ditawarkan
pada masing-masing segment tentu harus berbeda juga secara karakteristik.

Untuk high-end market, produk high-end smartphone yang ditawarkan haruslah merupakan
produk yang benar-benar hebat dan canggih. Konsumen pada high-end market juga tidak
memiliki tingkat kesensitifan terhadap harga yang tinggi, karena itu produk yang ditawarkan
untuk segment ini memiliki harga premium dengan kualitas terbaik dan teknologi terbaru.

12
Mark C. Newman., dkk, “Samsung: Just Beginning...”Bernstein Research (September 2012)
13
Oik Yusuf, “Ini Dia Produk-produk Apple dengan “Jeroan” Samsung.” Kompas, 28 Agustus 2012,
http://tekno.kompas.com/read/2012/08/28/16202266/Ini.Dia.Produkproduk.Apple.dengan.Jeroan.Samsung (diakses pada 28 Januari
2014)
14
Tim Worstall. "Why Samsung Beats Apple or Perhaps Vice Versa." Forbes, 09 September 2013,
http://www.forbes.com/sites/timworstall/2013/09/09/why-samsung-beats-apple-or-perhaps-vice-versa/(diakses pada 02 November
2013)
Untuk distribusinya, operator yang dipilih biasanya berada di negara berkembang. Selain itu,
dibutuhkan juga strategi internal dengan memetakan produk dan tujuannya.

Berbeda dengan low-end market, produk low-end smartphone yang disediakan haruslah
sangat beragam. Karena konsumen di low-end market memiliki tingkat sensitifitas terhadap
harga yang cukup tinggi, maka diperlukan produk yang memiliki fungsi terbaik namun
memiliki harga yang bersaing. Distribusi untuk low-end market bisa dilakukan darimana saja.
Produk untuk low-end market harus bisa cepat bereaksi terhadap perubahan tren dan
permintaan15.

Dalam melakukan product positioningnya, Samsung tidak hanya membuat produk untuk satu
segment saja melainkan semua segment pasar bahkan segment middle market yang
seringkali terlewat untuk diperhatikan oleh perusahaan lain.

Dari gambar diatas dapat dilihat bahwa Samsung tidak memiliki product gap, Samsung
memposisikan produk smartphonenya dengan harga untuk low-end, middle, sampai high-end
market.

Dalam strategi produk diperlukan juga strategi merek bagi sebuah perusahaan. Strategi merek
ini digunakan untuk membangun brand-equity dari produk yang dihasilkan perusahaan
tersebut. Samsung juga melakukan strategi merek untuk membuat produknya menarik bagi
konsumen.

Ketika perusahaan berusaha membangun brand-equity dari produknya, faktor pertama yang
perlu diperhatikan adalah brand awarnesses. Merek perlu dikenal dahulu oleh konsumen
untuk membuat konsumen tertarik untuk membeli produk tersebut. Samsung menggunakan
kasus perseteruannya melawan Apple untuk membangun brand awarnessesnya. Setelah

15
Mark C. Newman., dkk, “Samsung: Just Beginning...”Bernstein Research (September 2012)
banyaknya pemberitaan mengenai Samsung sebagai pesaing Apple, merek Samsung
smartphone (Galaxy) mulai diperhitungkan di pasar dunia.

Samsung juga terus membangun brand-imagenya sebagai produk yang memiliki harga
bersaing namun dengan kualitas yang baik. Samsung membangun brand-image ini melalui
pemberitaan-pemberitaan bahwa Samsung berhasil meniru produk Apple dengan
menawarkan harga yang lebih bersaing namun memiliki kualitas yang tidak kalah dengan
produk Apple. Keberhasilan Samsung membangun brand-imagenya terlihat ketika produk
Galaxy SII berhasil memecahkan rekor penjualan dengan mencapai penjualan sebanyak 1
miliar unit dalam 70 hari pertama setelah peluncurannya 16. Samsung Galaxy S II merupakan
smartphone yang dibuat Samsung setelah kasus pertama Samsung melawan Apple yang
mengakibatkan Galaxy S harus ditarik dari pasar.

Dalam hal membangun brand-loyalty, Samsung mungkin belum sehebat pesaingnya Apple.
Hal ini juga dikarenakan Samsung lebih tertarik pada open-inovation daripada pemujaan pada
sebuah produk seperti yang dilakukan pada Apple17. Brand-loyalty konsumen Samsung
smartphone ini berkaitan dengan platform Android buatan Google yang digunakan Samsung.

Berdasarkan hasil penelitian dari Consumer Intelligence Research Partners (CIRP) yang
dilakukan pada 500 orang konsumen smartphone pada tahun 2013, ditemukan bahwa
pengguna platform android yang beralih ke sistem iOS lebih banyak dibandingkan
sebaliknya.

Grafik 2.1

Sumber: Consumer Intelligence Research Partners (CIRP)

16
Kevin C Tofel. "Why Only Samsung Builds Phones That Outsell iPhones." Business Week, 09 November 2012,
http://www.businessweek.com/articles/2012-11-09/why-only-samsung-builds-phones-that-outsell-iphones (Diakses pada 21 Mei 2013)
17
Steve Kovach.” SAMSUNG: Why We're So Successful Despite The Religious Devotion Of Apple Customers.” Business Inseider, 13
november 2013, http://www.businessinsider.com/samsung-why-were-so-successful-the-religious-devotion-of-apple-customers-2013-11
(diakses pada 14 November 2013)
Dari grafik diatas dapat dilihat bahwa pengguna platform Android kebanyakkan memang
sudah sejak awal merupakan pengguna sistem Android maupun pengguna awal18. Melihat hal
ini, Samsung tidak tinggal diam, Samsung memulai sebuah strategi baru untuk tetap bisa
menguasai pasar smartphone. Samsung menghadirkan aplikasi baru yang disebut “Smart
Swicth” dimana pengguna Samsung’s Galaxy S4 dapat memindahkan data di iPhone
konsumen ke Galaxy S4. Tidak hanya itu, aplikasi ini juga bisa mendeteksi aplikasi yang
digunakan di iPhone dan menawarkan aplikasi pada Android yang memiliki fungsi sama
dengan aplikasi yang ada di iOS19.

Samsung juga menyiapkan platform baru yang disebut sistem Bada. Sistem ini merupakan
sistem buatan Samsung sendiri yang sangat terbuka bagi para pengembang aplikasi. Selain
itu, Samsung juga bekerjasama dengan Intel untuk mengembangkan sistem baru yang disebut
Tizen. Kedua sistem ini juga berusaha digabungkan oleh Samsung sehingga sistem Tizen
dapat bekerja pada sistem Bada20.

2. Strategi Pemasaran Samsung

Produk sebaik apapun tentu tidak akan benar-benar menguntungkan tanpa adanya strategi
pemasaran yang juga baik. Seperti sudah dijelaskan pada bagian Strategi Produk diatas,
Samsung memiliki kemampuan untuk memproduksi banyak jenis produk dalam waktu yang
hampir bersamaan. Karena kemampuannya ini, Para analis melihat strategi pemasaran
smartphone yang dilakukan Samsung adalah market-flooding strategy21.

Samsung membanjiri pasar smartphone dengan berbagai varian produk di semua segment.
Para analis mencoba membandingkan jenis produk smartphone yang dikeluarkan Samsung
dalam satu tahun dengan jenis smartphone yang dikeluarkan oleh pesaingnya Apple
[Lampiran I]. Dari data tersebut, jenis produk yang dikeluarkan Samsung memang jauh lebih
bervariasi dibandingkan pesaingnya Apple.

Saat ini, dapat dikatakan bahwa strategi bisnis Apple yang menggantungkan diri pada high-
end market saja tidak lagi tepat. Para analis melihat bahwa segment pasar high-end sudah
mulai jenuh. Hal ini dikarenakan pada high-end market jenis barang yang bisa ditawarkan

18
Chuck Jones. "Apple Vs. Samsung: Who Could Win The Smartphone War?" Forbes, 20 Agustus 2013,
http://www.forbes.com/sites/chuckjones/2013/08/20/apple-and-samsung-who-could-win-the-smartphone-war/ (Diakses pada 2 Oktober
2013)
19
Tim Worstall, “ Samsung’s New Weapon In The Fight Against Apple.” Forbes, 01 Juli 2013,
http://www.forbes.com/sites/timworstall/2013/07/01/samsungs-new-weapon-in-the-fight-against-apple/ (diakses pada 04 November
2013)
20
Elizabeth Woyke, “ Samsung Merging Its Bada OS With Intel-Backed Tizen Project.” Forbes, 13 Januari 2012,
http://www.forbes.com/sites/elizabethwoyke/2012/01/13/samsung-merging-its-bada-os-with-intel-backed-tizen-project/ (diakses pada
02 Januari 2014)
21
Trefis Team, “Samsung's Market-Flooding Strategy May Not Work Much Longer.” Forbes, 09 Juni 2012,
www.forbes.com/sites/greatspeculations/2012/09/06/samsungs-market-flooding-strategy-may-not-work-much-longer/ (diakses pada 10
Januari 2014)
lebih terbatas dibandingkan low-end market22. Kejenuhan pada high-end market terlihat pada
tingkat kepemilikkan high-end smartphone di Amerika serikat dan Eropa hampir mencapai
60% yang berarti kesempatan untuk mendapatkan konsumen baru untuk high-end
smartphone semakin menurun23. Melihat hal ini, para analis memperkirakan Samsung akan
mulai lebih banyak bergerak di middle dan low-end market.

Keberhasilan Samsung dalam strategi pemasarannya juga karena Samsung adalah pengikut
yang cepat. Yang dimaksud disini adalah Samsung mampu membaca selera dan permintaan
pasar dengan cepat. Samsung menyesuaikan diri dengan apa yang dilakukan kompetitornya,
melihat apa yang dibawa masuk ke pasar, menelitinya dan mengembangkannya dengan
inovasinya sendiri. Samsung memproduksi produk dengan cepat, menawarkan berbagai jenis
produk, dan mengurangi kemungkinan adanya kesalahan melihat permintaan pasar 24.

Dalam hal pemasaran melalui iklan, Samsung termasuk perusahaan yang menghabiskan
banyak dana untuk periklanan. Berdasarkan data tahun 2012, Samsung menghabiskan 881
juta dolar AS hanya untuk iklan produk di Amerika saja 25. Samsung juga memanfaatkan
pemberitaan-pemberitaan mengenai produk maupun kasus yang dihadapinya sebagai salah
satu cara memperkenalkan produknya ke konsumen.

3. Strategi Kelembagaan Samsung

Strategi kelembagaan merupakan strategi yang mencakup seluruh aspek dalam perusahaan
dan memanfaatkan seluruh sumberdaya yang dimiliki perusahaan. Strategi kelembagaan
Samsung smartphone berkaitan erat dengan kasus perseteruan Samsung melawan Apple.
Dalam hal ini, Samsung menggunakan persidangan sebagai salah satu strategi bisnisnya.
Persidangan-persidangan ini Samsung gunakan sebagai cara untuk mengalahkan
kompetitornya seperti dijelaskan pada bagian Samsung vs Apple.

Samsung jelas sekali tidak sembarangan bahkan dalam hal memilih pesaing. Samsung
membuka pintu masuk ke pasar smartphone dengan langsung berhadapan dengan pemimpin
pasar smartphone saat itu. Samsung memperhitungkan segala sesuatunya bahkan kerugian
yang akan dialaminya ketika Samsung secara sengaja melanggar hak paten Apple.

22
Nigam Arora.”samsung earnings Outlook Suggest Saturation In High End Phones.” Forbes, 05 Juli 2013,
http://www.forbes.com/sites/nigamarora/2013/07/05/samsung-earnings-outlook-suggests-saturation-in-high-end-phones/ (diakses pada
06 November 2013)
23
Parmy Olson.”Samsung Misses As High-End smartphone ‘Hit A Wall’.”Forbes, 05 Juli 2013,
http://www.forbes.com/sites/parmyolson/2013/07/05/samsung-misses-as-high-end-smartphones-hit-a-wall/(diakses pada 06 November
2013)
24
Max Nisen. “Samsung Has A Totally Different Strategy From Apple, And It's Working Great.” Business Insider, 15 Maret 2013,
http://www.businessinsider.com/samsung-corporate-strategy-2013-3 (diakses 04 Januari 2014)
25
Kenneth Rapoza. ”In War with Apple, Samsung Ups Ad Spend.” Forbes, 26 Juli 2013.
http://www.forbes.com/sites/kenrapoza/2013/06/26/in-war-with-apple-samsung-ups-ad-spend/ (diakses pada 03 November 2013)
Melalui kasus yang dihadapi Samsung tersebut, Samsung sebenarnya sedang membuka
banyak kesempatan untuk produknya berkembang. Mulai dari brand-awareneses terhadap
merek Samsung smartphone yang terbangun karena banyaknya pemberitaan mengenai kasus
Samsung sampai membuatnya disejajarkan dengan Apple.

Kesimpulan
Berdasarkan hasil penelitian mengenai strategi bisnis Samsung smartphone untuk menguasai
pasar internasional, maka penulis mengembangkan sebuah kesimpulan. Samsung
mempersiapkan strategi tersebut dalam jangka waktu yang cukup lama dan melalui penelitian
yang mendalam. Ada banyak aspek yang harus dipersiapkan ketika sebuah perusahaan ingin
masuk ke sebuah persaingan memperebutkan pasar.

Samsung tidak tiba-tiba secara langsung terjun ke pasar smartphone, Samsung melakukan
pengamatan yang terlebih dahulu terhadap keadaan pasar maupun pesaing. Samsung
menggunakan semua kesempatan yang dimilikinya untuk mendapatkan informasi yang
dibutuhkan. Dalam melakukan strategi bisnisnya, Samsung juga menggunakan seluruh
sumberdaya yang dimilikinya.

Strategi bisnis yang dilakukan Samsung tidak hanya mengembangkan produk dan
pemasarannya. Samsung bahkan memanfaatkan kasus perseteruan mengenai hak paten yang
dialaminya sebagai bentuk strategi bisnis. Saat memilih lawan untuk bersaing, Samsung juga
memastikan bahwa lawannya akan membawa keuntungan bagi Samsung.

Samsung tidak bersaing dengan pemain nomer dua atau ketiga di pasar smartphone. Samsung
langsung bersaing dengan pioneer di pasar smartphone. Keberanian Samsung ini tentu saja
sudah melalui perencanaan yang matang. Samsung juga sangat memperhitungkan
kemampuannya sendiri sehingga persaingan dimana Samsung terjun tidak hanya
menghasilkan kerugian di pihak Samsung.

Hasil penelitian ini juga menunjukkan bahwa saat perusahaan ingin menguasai pasar,
perusahaan tersebut harus memperhitungan sampai hal paling kecil. Selain itu perencanaan
yang matang dan pengamatan juga penelitian yang mendalam bukan saja pada keadaan pasar
namun juga pesaing menjadi kunci keberhasilan sebuah strategi bisnis. Oleh karena itu,
strategi bisnis yang dilakukan perusahaan harus dipersiapkan bukan hanya untuk jangka
pendek tapi juga jangka panjang.
Daftar Pustaka
Campbell, David., dkk, 2002, Business Strategy an Introduction. Butterworth-Heinemann

Chen, Chih-Chung., dkk, “Brands and Consumer Behavior” Social Behavior and Personality
(2012) 105-114.

Kapferer, Jean-Noȅl., 2008, The New Strategic Management 4th Edition. Great Britain:
Kogan Page.

Khan, Mehwish Aziz., dkk, “ Impact Of Brand Loyalty Factors On Brand Equity” International
Journal of Academic Research (Januari 2012).

KARADENIZ, Mustafa., “Product Positioning Strategy in Market Management” Journal of


Naval Science and Engineering (2009) 98-110.

Newman, Mark C., dkk, “Samsung: Just Beginning...”Bernstein Research (September 2012)

Ostasevičiūtė, Rũta dan Laimona Šliburytė., “Theoretical Aspects of Product Positioning in


The Market” Engineering Economics (2008).

Pride, W. M. & Ferrell, O. C., 2003, Marketing: Concepts and strategies. Boston, MA:
Houghton Mifflin Company.

Ranchod, Ashok., Călin Gurău, 2007, Marketing Strategies A Contemporary Approach.


Pearson Education Limited.

Severi, Erfan., dkk, “The Mediating Effects of Brand Association, Brand Loyalty, Brand Image
and Perceived Quality on Brand Equity” Asian Social Science Vol. 9 (2013).

Song, Younghee., dkk, “Brand Trust And Affect in the Luxury Brand – Customer
Relationship.” Social Behavior and Personality (2012) 331-338.

Xie, Yun Henry., dkk, “On The Determinants Of Post-Entry Strategic Positioning Of Foreign
Firms In A Host Market: A ‘‘Strategy Tripod’’ Perspective” International Business
Review (2011) 477-490.
[Lampiran I]

Produk smartphone yang dirilis Samsung sejak 2009-2013

Date Model Alternative name and variations


June 2009 Samsung Galaxy GT-I7500
GT-I5700
November 2009 Samsung Galaxy Spica
Samsung Galaxy Portal
Samsung Captivate
Samsung Vibrant
June 2010 Samsung Galaxy S (GT-I9000) Samsung Fascinate
Samsung Epic 4G
Samsung Mesmerize
July 2010 Samsung Galaxy 3 Samsung Galaxy Apollo
Samsung Galaxy Europa
August 2010 Samsung Galaxy 5
Samsung Galaxy 550
August 2010 Samsung Galaxy U
October 2010 Samsung Galaxy 551
October 2010 Samsung Galaxy K
Samsung Galaxy Ace (GT- Samsung Galaxy Cooper (GT-S5830)
February 2011
S5830, GT-S5830i) (in Thailand)
February 2011 Samsung Galaxy Fit (S5670)
Samsung Galaxy SL (GT-
February 2011
I9003)
Samsung Galaxy Gio (GT-
March 2011
S5660)
Samsung Galaxy Mini (GT- Samsung Galaxy Next (in Italy) Samsung
March 2011
S5570) Galaxy Pop (in India)
Samsung Galaxy Prevail (SPH-
April 2011
M820)
April 2011 Samsung Galaxy Pro
April 2011 Samsung Galaxy Neo
Samsung Galaxy S II (GT- Samsung Galaxy S II Skyrocket
May 2011
I9100)[30] Samsung Captivate Glide
Samsung Exhibit 4G (SGH-
June 2011
T759)
June 2011 Samsung Galaxy Z
Samsung Galaxy S Plus (GT-
August 2011
i9001)[Note 1]
Samsung Galaxy R (I9103)[Note
August 2011 1][26]

Samsung Galaxy W(I8150)[Note


August 2011 1][24] Samsung Exhibit II 4G (SGH-T679)[25]

August 2011 Samsung Galaxy M [Note 1][24]


Samsung Galaxy Y (GT-
August 2011
S5360)[Note 1][24]
August 2011 Samsung Galaxy Precedent[23]
Samsung Galaxy XCover
August 2011
(S5690)
October 2011 Samsung Stratosphere[Note 1][22]
October 2011 Samsung Galaxy Note
Samsung Galaxy
November 2011 [21]
Nexus (i9250)
Samsung Galaxy Y Pro
January 2012 GT-B5512(B)
Duos (GT-B5510)[20]
Samsung Galaxy Ace
January 2012
Plus (GT-S7500[L/T/W])[19]
Samsung Galaxy Ace 2 (GT-
February 2012 Samsung Galaxy Ace 2 x (GT-S7560M),
I8160)[18]
Samsung Galaxy Mini 2 (GT-
February 2012 [18]
S6500)
Samsung Galaxy Y DUOS (GT-
February 2012
S6102)
Samsung Galaxy
February 2012
Beam (i8530)[17]
Samsung Galaxy Rugby
March 2012
Smart(SGH-i847)[16]
Samsung Galaxy Pocket (GT-
March 2012
S5300)[15]
Samsung Galaxy Rugby (GT-
April 2012
S5690M)
April 2012 Samsung Galaxy S Advance Galaxy S II Lite
Samsung Galaxy S III (GT-
May 2012 Galaxy S III I9305 (LTE)
I9300)
Samsung Galaxy Appeal (SGH-
May 2012
I827)
Samsung Galaxy Ch@t (GT-
May 2012
B5330)
Samsung Galaxy Stellar (SCH-
July 2012
I200)
Galaxy S Duos (GT-S7568, China Mobile
TD-SCDMA), Galaxy Trend II Duos (GT-
Samsung Galaxy S Duos (GT-
August 2012 S7572, different camera, 1.2 GHz dual-
S7562) core CPU, Chinese Market), Galaxy Trend
(S7560M, haven't dual sim)
Samsung Galaxy Pocket
September 2013
Duos (GT-S5302)
Samsung Galaxy Victory 4G
September 2013
LTE (SPH-L300)
September 2013 Samsung Galaxy Reverb
September 2013 Samsung Galaxy Note II
September 2013 Samsung Galaxy Rush
September 2013 Samsung Galaxy Express SGH-I437
Samsung Galaxy Rugby Samsung Galaxy Rugby LTE (SGH-
October 2012
Pro (SGH-I547) i547C, Canadian market)

Samsung Galaxy S III Mini (GT-


November 2012
I8190)

Samsung Galaxy Pocket


January 2013
Plus (GT-S5301)

Samsung Galaxy S II Plus (GT-


January 2013
I9105)
Samsung Galaxy Grand (GT-
January 2013 GT-I9082 (Dual SIM)
I9080)
Samsung Galaxy Young (GT-
March 2013 GT-S6312 (Dual SIM)
S6310)
Samsung Galaxy Xcover 2 (GT-
March 2013
S7710)
Late April 2013 Samsung Galaxy S4 (GT-I9500) Galaxy S4 I9505 (LTE)
Samsung Galaxy Fame (GT-
Late April 2013 GT-S6810P (NFC)
S6810)
GT-I9150 (5.8"), GT-I9152 (5.8", Dual
April 2013 Samsung Galaxy Mega SIM), GT-I9200 (6.3"), GT-I9205 (6,3",
LTE)
Samsung Galaxy Win (GT- Galaxy Grand Quattro, GT-I8552 (Dual
May 2013
I8550) SIM)
Samsung Galaxy Y Plus (GT-
May 2013
S5303)
Samsung Galaxy Core (GT-
Mid May 2013 GT-i8262D
S8262)
Samsung Galaxy Star (GT-
Late May 2013 GT-S5282 (Dual SIM)
S5280)
Samsung Galaxy Pocket
June 2013 GT-S5312 (Dual SIM)
Neo (GT-S5310)
Samsung Galaxy S4
Mid June 2013
Zoom (SM-C1010)
Samsung Galaxy S4 Active (GT-
Late June 2013
I9295)

Samsung Galaxy S4 Mini (GT- Galaxy S4 Mini I9195 (LTE) / Galaxy S4


July 2013
I9190) Mini I9192 (Dual SIM)

SM-N9005 (4G/LTE Model/Qualcomm


Snapdragon Chip/Selected Countries),
September 2013 Samsung Galaxy Note 3
SM-N9000 (3G Model/Samsung Exynos
Chip/International)
Samsung Galaxy Ace 3 (GT- GT-S7272 (Dual SIM), GT-S7275 (LTE)
October 2013
S7270)
October 2013 Samsung Galaxy Round
December 2013 Samsung Galaxy Win Pro
December 2013 Samsung Galaxy S Duos 2
November 2013 Samsung Galaxy Grand 2
October 2013 Samsung Galaxy Express 2
Sumber : http://en.wikipedia.org/wiki/Samsung_Galaxy

Produk smartphone yang dirilis Apple

Tahun Produk Gambar


Juni 2009 iPhone 3GS

Juni 2010 iPhone 4

Maret 2011 iPhone 4


(CDMA)

Oktober 2011 iPhone 4S

September 2012 iPhone 5

Oktober 2013 iPhone 5S


iPhone 5c

Sumber : http://apple-history.com dan http://www.apple.com

Anda mungkin juga menyukai