Anda di halaman 1dari 47

BAB II

TINJAUN UMUM PERUSAHAAN


2.1 Sejarah Perusahaan
PT. Duraquipt Cemerlang adalah perusahaan yang bergerak dalam
bidang jasa perbaikan dan perawatan pompa sentrifugal dan katup untuk
industri yang berada di Jalan Limo Raya No. 09, Desa Limo, Depok, Jawa
Barat.
Riwayat berdirinya PT. Duraquipt Cemerlang adalah sebagai berikut,
 1989 Desember 1999 : Sebagai devisi service di PT Guna Pertiwi
Cemerlang.
 Oktober 1999 : Survai lokasi pembangunan gedung dan workshop
 Desember 1999: Mulai pelaksanaan pembangunan gedung dan
workshop.
 Juli 2000 : Peresmian berdirinya workshop.
 November 2000 : Peresmian berdirinya PT. Duraquipt Cemerlang
 Desember 2000 : Mulai melakukan aktivitas usaha yang bergerak
dalam bidang jasa perbaikan dan perawatan pompa sentrifugal dan
katup industri.

2.2 Lokasi Perusahaan



PT. Duraquipt memiliki lokasi dan tempat di : Jalan Limo Raya No. 9
Desa Limo, Depok Jawa Barat.

Luas tanah : 8.000 m2

Luas gedung kantor : 432 m2

Luas workshop : 1512 m2

Telephone : 62-21-7535559

Fax : 62-21-7536031

2.1 Motto, Visi dan Misi Perusahaan


a. Motto Perusahaan.
Mitra kerja terpercaya anda untuk solusi pompa dan katup industri.
b. Misi Perusahaan.
1. Manufaktur pompa proses ANSI sesuai dengan standar
ASME/ANSI B.73.1M

1
2. Manufaktur pompa pemadam kebakaran sesuai dengan
standar NFPA 20 & UL/FM
3. Memperbaiki dan Memaintenance pompa sentrifugal sesuai
dengan standar-standar intrenasional seperti : ASME/ANSI B
73.1M, NFPA 20 & UL/FM, API 610, ISO 2858, ISO 5199,
Hydraulic Institute atau sesuai dengan spesifikasi dari
pabriknya
4. Memperbaiki dan Memaintenance katup sesuai dengan
standar API 6D, API 6A, API 598 atau standar spesifikasi
manufaktur katup aslinya
c. Visi Perusahaan.
Menjadi manfaktur pompa proses ANSI, manufaktur pompa
pemadam kebakaran dan bengkel pompa dan katup terbaik di
Indonesia.

2.3 Logo Perusahaan

Gambar 2.1 Logo perusahaan

2.4 Tenaga Kerja


a. Jumlah karyawan
Jumlah karyawan yang bekerja pada PT Duraquipt Cemerlang untuk
sampai saat ini sebanyak ± 80 karyawan.
b. Tingkat pendidikan
Karyawan PT Duraquipt Cemerlang menampung karyawan dengan
tingkat pendidikan minimal SMK.

2
2.6 Peralatan Keselamatan Kerja
Peralatan keselamatan kerja yang digunakan adalah sebagai berikut:
1. Helm kepala: sebagai pelindung kepala dari benda jatuh dan
benturan.
2. Kaca mata: sebagai pelindung mata dari percikan bahan kimia dan
benda yang terpental saat kita bekerja.
3. Masker: sebagai pelindung pernafasan dari debu, proses pengecatan
dan bahan kimia.
4. Tutup telinga: sebagai pelindung selaput gendang telinga dari
kebisingan yang menyebabkan ganguan pendengaran.
5. Sarung tangan: sebagai pelindung jari dan telapak tangan agar tidak
terkelupas dan tergores saat bekerja.
6. Baju keselamatan kerja: sebagai pelindung tubuh dari berbagai jenis
pekerjaan.
7. Safety shoes: melindungi jari kaki, telapak kaki dan punggung kaki
agar aman apabila ada benda yang menimpa.

2.2 Struktur Organisasi

3
Gambar 2.2 Struktur Organisai
2.8 Produk Perusahaan

Gambar 2.3 Gambar 2.4

4
Gambar 2.5 Gambar 2.6

Gambar 2.7 Gambar 2.8

Gambar 2.9 Gambar 2.10

5
Gambar 2.11 Fire Water Pump Package

Gambar 2.12 Gambar 2.13

BAB III
TINJAUAN UMUM POMPA

3.1 Pengertian Pompa


Pompa merupakan peralatan mekanis yang merubah energi tekanan
yang berfungsi memindahkan cairan melalui saluran tertutup. Pompa
menghasilkan tekanan yang sifatnya mengalir dari suatu tempat bertekanan
tinggi ke tempat yang bertekanan lebih rendah. Atas dasar kenyataan tersebut
maka pompa harus mampu membangkitkan tekanan cairan sehingga dapat
mengalir atau berpindah.
Fluida yang dipindahkan adalah fluida incompressible atau fluida
yang tidak dapat dimampatkan. Dalam kondisi tertentu pompa dapat
digunakan untuk memindahkan zat padat yang berbentuk bubukan atau
tepung.

6
Prinsip kerja pompa adalah menghisap dan melakukan penekanan
terhadap fluida. Pada sisi hisap (suction) elemen pompa akan menurunkan
tekanan dalam ruang pompa sehingga terjadi perbedaan tekanan antara ruang
pompa dengan permukaan fluida yang dihisap. Akibatnya fluida akan
mengalir ke ruang pompa. Oleh elemen pompa fluida ini akan didorong atau
diberikan tekanan sehingga fluida akan mengalir ke dalam saluran tekan
(discharge) melalui lubang tekan. Proses kerja ini akan berlangsung terus
selama pompa beroperasi.
Untuk melakukan kerja hisap dan menekan pompa membutuhkan
energi yang berasal dari pengerak pompa. Energi mekanis dari pengerak
pompa oleh elemen pompa akan diubah menjadi energi tekan pada fluida
sehingga fluida akan memiliki daya alir.
Energi dari pengerak pompa selain untuk memberi daya alir pada
fluida juga digunakan untuk melawan perbedaan energi potensial, mengatasi
hambatan dalam saluran yang diubah menjadi panas. Energi yang digunakan
untuk mengatasi hambatan dan yang diubah menjadi panas merupakan
kerugian energi bagi pompa.
Dari keterangan diatas maka dapat disimpulkan fungsi pompa adalah
untuk mengubah energi mekanis dari pengerak pompa menjadi energi tekan
dalam fluida sehingga akan menjadi aliran fluida atau perpindahan fluida
melalui saluran tertutup.
Secara garis besar pompa digunakan untuk:
1. Memindahkan cairan dari satu tempat ke tempat yang lain.
2. Menaikkan tekanan yang dimiliki cairan.
3. Menaikkan kecepatan aliran dari cairan.
4. Memindahkan fluida dari suatu tempat ke tempat lain dengan jarak
tertentu.
5. Untuk sirkulasi.

3.2 Prinsip Kerja Pompa Sentrifugal


Pompa digerakan oleh motor, daya dari motor diberikan kepada poros
pompa untuk memutar impeler yang dipasang pada poros tersebut. Zat cair
yang berada pada impeler akan ikut berputar karena dorongan sudu-sudu.
Karena timbul gaya sentrifugal, maka zat cair mengalir dari tengah
impeler keluar melalui saluran diantara sudu-sudu dan meninggalkan impeler
dengan kecepatan tinggi. Zat cair yang keluar dari impeller dengan
kecepatan tinggi ini kemudian melalui saluran yang penempangnya makin

7
membesar (volut/diffuser) sehingga terjadi perubahan dari head kecepatan
menjadi head tekanan. Maka zat cair yang keluar dari flange pompa head
totalnya bertambah besar.
Pengisapan terjadi karena setelah zat cair dilempar oleh impeler,
ruang diantara sudu-sudu menjadi turun tekanannya sehingga zat cair akan
terisap masuk.
Selisih energi persatuan atau head total dari zat cair pada flange
keluar dan flange masuk disebut Head Total Pompa. Sehingga dapat
dikatakan bahwa pompa sentrifugal fungsinya mengubah energi mekanik
motor menjadi energi aliran fluida. Energi inilah yang mengakibatkan
pertambahan head kecepatan, head tekanan, dan head potensial secara terus-
menerus.

3.3 Komponen Pompa Sentrifugal


Komponen utama dari pompa sentrifugal terlihat pada Gambar 3.2
dan diterangkan dibawah ini:
1. Komponen berputar: impeler yang disambungkan ke sebuah poros.
2. Komponen statis: casing, penutup casing, dan bearings.

Gambar 3.1 Komponen Pompa Sentrifugal

a. Impeller

8
Impeller merupakan cakram bulat dari logam dengan lintasan
untuk aliran fluida yang sudah terpasang. Impeler biasanya terbuat
dari perunggu, polikarbonat, besi tuang atau stainless steel, namun
bahan-bahan lain juga digunakan. Sebagaimana kinerja pompa
tergantung pada jenis impellernya, maka penting untuk memilih
rancangan yang cocok dan mendapatkan impeller dalam kondisi yang
baik.
Jumlah impeller menentukan jumlah tahapan pompa. Pompa
satu tahap memiliki satu impeller dan sangat cocok untuk layanan
head (=tekanan) rendah. Pompa dua tahap memiliki dua impeller
yang terpasang secara seri untuk layanan head sedang. Pompa multi-
tahap memiliki tiga impeller atau lebih terpasang seri untuk layanan
head yang tinggi.
Impeller dapat digolongkan atas dasar:
 Arah utama aliran dari sumbu putaran: aliran radial, aliran
aksial, aliran campuran.
 Jenis hisapan: hisapan tunggal dan hisapan ganda.
 Bentuk atau konstruksi mekanis:
 Impeller yang tertutup memiliki baling-baling yang ditutupi
oleh mantel (= penutup) pada kedua sisinya (Gambar
3.3). Biasanya digunakan untuk pompa air, dimana baling-
baling seluruhnya mengurung air. Hal ini mencegah
perpindahan air dari sisi pengiriman ke sisi penghisapan, yang
akan mengurangi efisiensi pompa. Dalam rangka untuk
memisahkan ruang pembuangan dari ruang penghisapan,
diperlukan sebuah sambungan yang bergerak diantara impeler
dan wadah pompa. Penyambungan ini dilakukan oleh cincin
yang dipasang diatas bagian penutup impeler atau dibagian
dalam permukaan silinder wadah pompa. Kerugian dari
impeler tertutup ini adalah resiko yang tinggi terhadap
rintangan.
 Impeller terbuka dan semi terbuka (Gambar 10) kemungkinan
tersumbatnya kecil. Akan tetapi utnuk menghindari terjadinya
penyumbatan melalui resirkulasi internal, volute atau back-

9
plate pompa harus diatur secara manual untuk mendapatkan
setelan impeler yang benar.
 Impeller pompa berpusar/vortex cocok untuk bahan-bahan
padat dan “berserabut” akan tetapi pompa ini 50% kurang
efisien dari rancangan yang konvensional.

IMPELLER TERBUKA IMPELLER TERTUTUP

Gambar 3.2 Impeler jenis terbuka dan tertutup


b. As Pompa
As Pompa memindahkan torque dari motor ke impeler selama
startup dan operasi pompa.
c. Wadah / Casing
Fungsi utama wadah adalah menutup impeler pada
penghisapan dan pengiriman pada ujung dan sehingga berbentuk
tangki tekanan. Tekanan pada ujung penghisapan dapat sekecil
sepersepuluh tekanan atmosfir dan pada ujung pengiriman dapat dua
puluh kali tekanan atmosfir pada pompa satu tahap. Untuk pompa
multi-tahap perbedaan tekanannya jauh lebih tinggi. Wadah dirancang
untuk tahan paling sedikit dua kali tekanan ini untuk menjamin batas
keamanan yang cukup.
Fungsi wadah yang kedua adalah memberikan media
pendukung dan bantalan poros untuk batang torak dan impeller. Oleh
karena itu wadah pompa harus dirancang untuk:
 Memberikan kemudahan mengakses ke seluruh bagian pompa
untuk pemeriksaan, perawatan dan perbaikan
 Menghubungkan pipa-pipa hisapan dan pengiriman ke flens
secara langsung.
 Mudah dipasang dengan mudah ke mesin penggerak (motor
listrik) tanpa kehilangan daya.

10
Gambar 3.3 Potongan sebuah wadah yang memperlihatkan volute
Terdapat dua jenis wadah:
 Wadah volute (Gambar 3.4) memiliki impeller yang dipasang
dibagian dalam wadah. Salah satu tujuan utamanya adalah membantu
kesetimbangan tekanan hidrolik pada batang torak pompa. Walau
begitu, mengoperasikan pompa dengan wadah volute pada kapasitas
yang lebih rendah dari yang direkomendasikan pabrik pembuatnya
dapat mengakibatkan tekanan lateral pada batang torak pompa. Hal
ini dapat meningkatkan pemakaian seal, bantalan poros, dan batang
torak itu sendiri. Wadah volute ganda digunakan bilamana gaya radial
menjadi cukup berarti pada kapasitas yang berkurang.

Gambar 3.4 Wadah padat


 Wadah bulat memiliki baling-baling penyebaran stasioner
disekeliling impeller yang mengubah kecepatan menjadi energi
tekanan. Wadah tersebut banyak digunakan untuk pompa multi-tahap.
Wadah dapat dirancang sebagai:

11
 Wadah padat (Gambar 3.5): seluruh wadah dan nosel dimuat
dalam satu cetakan atau
 potongan yang sudah dibuat pabrik pembuatnya.
 Wadah terbelah: dua bagian atau lebih disambungkan
bersama. Bilamana bagian
 wadah dibagi oleh bidang horisontal, wadahnya disebut
terbelah secara horisontal
 atau wadah yang terbelah secara aksial.

1.4 Klasifikasi Pompa


Bagian di bawah ini menjelaskan berbagai jenis pompa.
Pompa hadir dalam berbagai ukuran untuk penggunaan yang luas.
Pompa dapat digolongkan menurut prinsip operasi dasarnya seperti
pompa sentrifugal (Gambar 3.5).

Gambar 3.5 Klasifikasi Pompa Sentrifugal

12
1.4.1 Pompa Perpindahan Positif 
Pompa   perpindahan   positif   dikenal   dengan   caranya

beroperasi:   cairan   diambil   dari   salah   satu   ujung   dan   pada   ujung

lainnya   dialirkan   secara   positif   untuk   setiap   putarannya   Pompa

perpindahan positif digunakan secara luas untuk pemompaan fluida

selain   air,   biasanya   fluida   kental.  Pompa   perpindahan   positif

selanjutnya digolongkan berdasarkan cara perpindahannya: 
 Pompa Reciprocating jika perpindahan dilakukan oleh maju
mundurnya jarum piston. Pompa reciprocating hanya
digunakan untuk pemompaan cairan kental dan sumur
minyak.
 Pompa Rotary jika perpindahan dilakukan oleh gaya putaran
sebuah gir, cam atau baling- baling dalam sebuah ruangan
bersekat pada casing yang tetap. Pompa rotary selanjutnya
digolongkan sebagai gir dalam, gir luar, lobe, dan baling-
baling dorong dll. Pompa - Pompa tersebut digunakan untuk
layanan khusus dengan kondisi khusus yang ada di lokasi
industri.
Pada   seluruh   Pompa   jenis   perpindahan   positif,   sejumlah

cairan   yang   sudah   ditetapkan   dipompa   setelah   setiap   putarannya.

Sehingga   jika   pipa   pengantarnya   tersumbat,   tekanan   akan   naik   ke

nilai yang sanga tinggi dimana hal ini dapat merusak Pompa.

13
Gambar 3.6 Berbagai jenis pompa perpindahan positif

1.4.2 Pompa Dinamik
Pompa dinamik juga dikarakteristikkan oleh cara Pompa tersebut

beroperasi: impeler yang berputar mengubah energi kinetik menjadi

tekanan   atau   kecepatan   yang   diperlukan   untuk   memompa   fluida.

Terdapat dua jenis Pompa dinamik: 
 Pompa sentrifugal merupakan Pompa yang sangat umum
digunakan untuk pemompaan air dalam berbagai penggunaan
industri. Biasanya lebih dari 75% Pompa yang dipasang di
sebuah industri adalah Pompa sentrifugal Untuk alasan ini,
Pompa ini dijelaskan dibawah lebih lanjut.
 Pompa dengan efek khusus terutama digunakan untuk kondisi
khusus di lokasi industri.

1.4.3 Pompa Menurut Jenis Impeller
1. Pompa Sentrifugal
Pompa   ini   mempunyai   konstruksi   sedemikian   rupa

hingga   aliran   zat   cair   yang   keluar   dari   impeler   akan   melalui

sebuah bidang tegak lurus poros pompa.

14
Gambar 3.7 Pompa Sentrifugal

2. Pompa Aliran Campuran
Aliran   yang     meninggalkan   impeler   akan   bergerak

sepanjang permukaan kerucut di dalam pompa aliran campuran

ini. Salah satu ujung poros dimana impeler dipasang, ditumpu

oleh   bantalan   dalam.  Pada   ujung   yang   lain   dipasang   kopling

dengan sebuah bantalan luar di dekatnya. 

Gambar 3.8  Pompa aliran campuran mendatar

3. Pompa Aliran Aksial
Pompa jenis aksial dipakai untuk head yang lebih rendah

lagi.  Aliran di dalam pompa ini mempunyai arah aksial (sejajar

poros). Untuk mengubah head kecepatan menjadi head tekanan

dipakai sudu antar yang berfungsi sebagai difuser.

15
Gambar 3.9  Pompa aliran aksial mendatar

3.4.4 Pompa Menurut Bentuk Rumah
1. Pompa Volut
Aliran yang keluar dari impeller pompa volut ditampung

di   dalam   volut   (atau   rumah   spiral),   yang   selanjutnya   akan

menyalurkan   ke   nosel   keluar.  Harag  ns  dari   pompa   volut

bervariasi pada daerah yang cukup luas, yaitu antara 100 sampai

300.

Gambar 3.10 Pompa volut

2. Pompa Difuser
Pompa   difuser   mempunyai   difuser   yang   dipasang

mengelilingi impeler. Fungsi difuser adalah untuk menurunkan

kecepatan   aliran   yang   keluar   dari   impeler,   sehingga   energi

kinetik aliran dapat diubah menjadi energi tekanan secara efisien.

Pompa difuser dipakai untuk memperoleh head total yang tinggi.

Harag ns pompa ini berkisar antara 100 sampai 300.

16
Gambar 3.11 Pompa Difuser

3. Pompa Aliran Campuran Jenis Volut
Untuk   head   yang   sedikit   lebih   rendah,   dapat   dipilih

pompa   aliran   campur.   Harga  ns  jenis   ini   berkisar   antara   350

sampai 1300. Pompa ini umumnya menggunakan rumah difuser

dengan sudu antar seperti terdapat  dalam gambar.  Jika pompa

menggunakan   rumah   volut   untuk   menampung   langsung   aliran

yang keluar dari impeller, maka disebut 
“Pompa Aliran Campuran Jenis Volut”.

Gambar 3.12 Pompa aliran campuran jenis volut

3.4.5 Pompa Menurut Jumlah Tingkat
1. Pompa Satu Tingkat

Pompa ini hanya mempunyai satu impeler.

17
2. Pompa Bertingkat Banyak
Pompa   ini   menggunakan   beberapa   impeler   yang   dipasang

secara berderet (seri). Zat cair yang keluar dari impeler pertama

dimasukkan   ke   impeler   selanjutnya   dan   seterusnya   hingga

impeler selanjutnya.  Head total pompa ini merupakan jumlahan

dari   head   yang   ditimbulkan   oleh   masing­masing  impeller

sehingga relatif tinggi.

Gambar 3.13  Pompa bertingkat banyak dan rumah volut kembar dari sebuah

pompa bertingkat banyak.

3.4.6 Pompa Menurut Letak Poros
1. Pompa Jenis Poros Mendatar
Pompa ini mempunyai poros dengan posisi mendatar.
2. Pompa Jenis Poros Tegak

Pompa   ini   mempunyai   poros   dengan   posisi   tegak.  Pompa

aliran   campuran   dan   aksial   sering   dibuat   dengan   poros   tegak.

Rumah   pompa   semacam   ini   digantung   pada   lantai   oleh   pipa

kolom   yang   menyalurkan   zat   cair   dari   pompa   ke   atas.   Poros

pompa   yang   menggerakkan   impeler   di   pasang   sepanjang   pipa

sumbu pipa  kolom  dan dihubungkan dengan  motor  penggerak

pada   lantai.  Poros   ini   dipeganng   dibeberapa   tempat   sepanjang

pipa kolom oleh bantalan (yang sering terbuat dari karet). Poros

18
ini   dapat   diselubungi   oleh   pipa   selubung   yang   berfungsi   juga

sebagai penyalur air pelumas.

Gambar 3.14 Pompa aliran campuran tegak

3.4.7 Pompa Menurut Belahan Rumah
1. Pompa Jenis Belahan Rumah
Pompa ini mempunyai rumah yang dapat dibelah dua menjadi

bagian   bawah   dan   bagian   atas   oleh   bidang   mendatar   yang

melalui  poros.

Gambar 3.15  Pompa jenis belahan mendatar

2. Pompa Jenis Belahan Radial
Rumah pompa jenis ini terbagi oleh sebuah bidang yang tegak

lurus poros.
3. Pompa Jenis Berderet

19
Jenis ini terdapat pada pompa bertingkat banyak yang dimana

rumah   pompa   terbagi   oleh   bidang­bidang   tegak   lurus   poros

sesuai dengan jumlah tingkat yang ada. Tiap rumah ini berbentuk

cincin.

3.4.8 Pompa Menurut Sisi Masuk Impeller
1. Pompa Isapan Tunggal
Pada pompa ini zat cair masuk dari satu sisi impeller.

Gambar 3.16 Tekanan air yamg bekerja pada sisi impeller

2. Pompa Isapan Ganda

Pompa ini memasukan air melalui kedua sisi impeller. Disini

poros yang menggerakan impeler dipasang menembus kedua sisi

rumah dan impeler ditumpu oleh bantalan di luar rumah.

20
Gambar 3.17 Pompa volut jenis isapan ganda

3.4.9 Pompa Jenis Tumpuhan Sumbu
Pompa   jenis   ini   mempunyai   kaki   yang   diperpanjang   sampai

setinggi sumbu poros untuk menumpu rumah.

Gambar 3.18 Pompa dengan tumpuan di sumbu

3.4.10 Pompa Jenis Khusus
1. Pompa Dengan Motor Benam (Submersible­Motor)
Untuk memompa  air dari sumur yang sangat dalam, sering

dipakai   pompa   yang   merupakan   satu   unit   dengan   motor

penggeraknya,   dimana   keduanya   dipasang   terbenam   di   bawah

permukaan air. Misalnya: jenis berisi air yang diisi dengan air di

dalamnya,  jenis  berisi  minyak   yang  diisi  minyak  di  dalamnya

dan jenis berisi gas.

21
Gambar 3.19  Pompa dengan aliran campuran dengan motor benam berisi minyak.

2. Pompa Motor Terselubung Dan Stator Motor Terdapat
Pompa jenis ini dengan motornya merupakan satu unit. Pada

celah   antara   rotor   terdapat   selubung   rotor   dari   logam   anti

magnetik.  Ruangan di dalam selubung ini dihubungkan dengan

ruangan dalam dari pompa. 

22
Gambar 3.20 Pompa motor berselubung (canned­motor)

3. Pompa Sesumbu
Pompa   ini   disebut   demikian   karena   nosel   isap   dan   nosel

keluar terletak pada satu sumbu dengan pipa penyalur. Rumah

pompa dipasang langsung pada flens pipa tanpa menggunakan

kaki, sehingga tidak memerlukan banyak ruangan.

Gambar 3.21 Pompa jenis sesumbu

4. Pompa Memancing Sendiri
Dibuat   untuk   mengatasi   kerepotan   di   atas.  Di   sini   pompa

mempunyai   ruangan   yang   dapat   menyimpan   sedikit   air.   Jika

pompa   dijalankan   maka   air   yang   terdapat   di   dalam   ruangan

impeller  akan   naik  keruangan  atas   dari  rumah   sehingga  udara

dari pipa isap akan masuk kedalam impeler.  Di sini udara akan

tercampur air dan ikut naik ke ruangan atas rumah. Dari ruangan

atas ini udara akan dikeluarkan ke pipa keluar sedangkan airnya

akan terpisah dan kembali ke impeller.

23
Gambar 3.22 Pompa jenis memancing sendiri (self­priming)

5. Pompa Proses
Pompa ini dipakai untuk mengangkut bahan baku di dalam

proses produksi.

Gambar 3.23 Pompa jenis tarik ukur (back pullout)

6. Pompa Pasir
Pompa   ini   dipakai   untuk   mengangkut   zat   cair   yang

mengandung  pasir  atau  butiran  zat   padat   dalam   jumlah  besar.

Dalam   banyak   hal   diambil   pompa   volut   isapan   tunggal   untuk

maksud ini. Pompa yang khusus dipakai untuk memompa butiran

24
padat dengan diameter kurang dari 0,3 mm sering disebut pompa

lumpur.

Gambar 3.24 Pompa Lumpur (slurry)

7. Pompa Bebas Sumbatan
Pompa   jenis   ini   mempunyai   jenis   impeler   dengan   bentuk

khusus untuk menghindari sumbatan benda padat pada impeller.

Gambar 3.25 Pompa bebas sumbatan

1.5 Putaran Spesifik dan Bentuk Impeller


Gambar 3.26 Memperlihatkan harga ns dalam hubungannya dengan
bentuk impeller yang bersangkutan. Di sini juga diperlihatkan jenis pompa

25
yang sesuai dengan harga ns kecil, impeller akan berjenis sentrifugal atau
radial. Lebar saluran di dalam impeler akan bertambah besar jika harga ns
bertambah besar. Bila ns bertambah lebih lanjut, maka akan dicapai bentuk
aliran campur. Disini aliran melalui impeller akan mempunyai arah diagonal
(menyudut) terhadap sumbu poros.

Gambar 3.26 kecepatan Spesifik (ns )dan bentuk impeler

Dari gambar tersebut dimengerti bahwa pada dasarnya bentuk


impeler ditentukan oleh harga ns-nya. Namun perlu diperhatikan bahwa tidak
semua faktor tergantung pada ns saja, karena pada daerah tertentu dua buah
pompa dengan jenis yang berbeda dapat dirancang dari harga ns yang sama.

Gambar 3.27 Bentuk Impeler

26
Gambar 3.28 Bentuk Impeler bebas hambatan

1.6 Performansi
Bentuk pompa pada umumnya tergantung pada ns. Jadi dapat
dimengerti bila karakteristiknya juga akan tergantung pada ns. Karakteristik
sebuah pompa dapat digambarkan dalam kurva-kurva karakteristik, yang
menyatakan besarnya head total pompa, daya poros, dan efisiensi pompa,
terhadap kapasitas.
Gambar 3.29, memperlihatkan contoh kurva performansi untuk tiga
jenis pompa dengan harga ns yang jauh berbeda. Di sini semua besaran kurva
karakteristik dinyatakan dalam persen. Titik 100% untuk harga kapasitas,
head total pompa, dan daya pompa, diambil pada keadaan efisiensi
maksimum.

27
Gambar 3.29 Kurva zat cair

1.7 Kavitasi

Gambar 3. 30 Pompa sentrifugal

Kavitasi adalah fenomena perubahan phase uap dari zat cair yang
sedang mengalir, karena tekanannya berkurang hingga di bawah tekanan uap

28
jenuhnya. Pada pompa bagian yang sering mengalami kavitasi adalah sisi
isap pompa. Hal ini terjadi jika tekanan isap pompa terlalu rendah hingga
dibawah tekanan uap jenuhnya, hal ini dapat menyebabkan :

 Suara berisik, getaran atau kerusakan komponen pompa tatkala


gelembung-gelembung fluida tersebut pecah ketika melalui
daerah yang lebih tinggi tekanannya.
 Kapasitas pompa menjadi berkurang.
 Pompa tidak mampu membangkitkan head (tekanan).
 Berkurangnya efisiensi pompa.

Secara umum, terjadinya kavitasi diklasifikasikan atas 3 alasan dasar :


1. Vaporization-Penguapan
Fluida menguap bila tekanannya menjadi sangat rendah atau
temperaturnya menjadi sangat tinggi. Setiap pompa sentrifugal
memerlukan head (tekanan) pada sisi isap untuk mencegah
penguapan.Tekanan yang diperlukan ini, disiapkan oleh pabrik
pembuat pompa dan dihitung berdasarkan asumsi bahwa air
yang dipompakan adalah ‘fresh water’ pada suhu 68 oF. Dan ini
disebut Net Positive Suction Head Available (NPSHA).
Karena ada pengurangan tekanan (head losses) pada sisi
suction( karena adanya valve, elbow, reduser, dll), maka kita
harus menghitung head total pada sisi suction dan biasa disebut
Net Positive Suction Head is Required (NPSHR).
Nah nilai keduanya mempengaruhi terjadinya penguapan,
maka untuk mencegah penguapan, syaratnya adalah :

NPSHA - Vp ≥ NPSHR
Dimana Vp : Vapor pressure fluida yang dipompa.

2. Air Ingestion - Masuknya Udara Luar ke Dalam System

29
Pompa sentrifugal hanya mampu meng’handle’ 0.5% udara dari total
volume. Lebih dari 6% udara, akibatnya bisa sangat berbahaya, dapat
merusak komponen pompa.

Udara dapat masuk ke dalam system melalui beberapa sebab, antara


lain :
 Dari packing stuffing box (Bagian A - Lihat Gambar). Ini
terjadi, jika pompa dari kondensor, evaporator atau
peralatan lainnya bekerja pada kondisi vakum.

 Letak valve di atas garis permukaan air (water line).

 Flange (sambungan pipa) yang bocor.

 Tarikan udara melalui pusaran cairan (vortexing fluid).

 Jika ‘bypass line’ letaknya terlalu dekat dengan sisi isap, hal
ini akan menambah suhu udara pada sisi isap.

 Berkurangnya fluida pada sisi isap, hal ini dapat terjadi jika
level cairan terlalu rendah.

Gambar 3.31 Vortexing Fluida


Keduanya, baik penguapan maupun masuknya udara ke dalam system
berpengaruh besar terhadap kinerja pompa yaitu pada saat gelembung-
gelembung udara itu pecah ketika melewati ‘eye impeler’(Bagian G -
Lihat Gambar) sampai pada sisi keluar (Sisi dengan tekanan yang lebih
tinggi). Terkadang, dalam beberapa kasus dapat merusak impeller atau

30
casing. Pengaruh terbesar dari adanya jebakan udara ini adalah
berkurangnya kapasitas pompa.

3. Internal Recirculation - Sirkulasi Balik di dalam System

Kondisi ini dapat terlihat pada sudut terluar (leading edge) impeler,
dekat dengan diameter luar, berputar balik ke bagian tengah kipas. Ia
dapat juga terjadi pada sisi awal isap pompa.

Efek putaran balik ini dapat menambah kecepatannya sampai ia


menguap dan kemudian ‘pecah’ ketika melalui tempat yang tekanannya
lebih tinggi. Ini selalu terjadi pada pompa dengan NPSHA yang rendah.
Untuk mengatasi hal tersebut, kita harus tahu nilai Suction Spesific
Speed , yang dapat digunakan untuk mengontrol pompa saat beroperasi,
berapa nilai terdekat yang teraman terhadap nilai BEP (Best Efficiency
Point) pompa yang harus diambil untuk mencegah terjadinya masalah.

Nilai Suction Spesific Speed yang diijinkan adalah antara 3.000 sampai
20.000. Rumus yang dipakai adalah :

Dimana : rpm = Kecepatan Pompa

Capacity = Gallons per menit, atau liters per detik dari impeller
terbesar pada nilai BEP(Best Efficiency Point) -nya.

Head = Net Positive Suction Head is Required (feet atau meter)


pada nilai rpm-nya.

Karena kavitasi sangat merugikan, maka kavitasi harus dicegah


dengan membuat Netto Positive Suction Head yang tersedia lebih besar
dari pada Netto Positive Suction Head yang diperlukan. Hal ini dapat
dilakukan dengan perancangan instalsi:
1. Ketinggian letak pompa terhadap permukaan zat cair yang dihisap
harus dibuat serendah mungkin agar head statis menjadi lebih
rendah

31
2. Pipa isap harus dibuat sependek mungkin. Jika terpaksa dipakai
pipa isap yang panjang. Sebaiknya diambil pipa yang berdiameter
satu nomor yang lebih besar untuk mengurangi kerugian gesekan.
3. Sama sekali tidak dibenarkan untuk memperkecil laju aliran dengan
menghambat sisi isap.

1.8 Sifat-sifat Zat Cair


Performansi sebuah pompa dapat berubah-ubah tergantung pada
karakteristik zat cair yang dialirkan. Jadi, dalam menentukan spesifikasi
pompa, karakteristik ini harus diperhatikan.
Sifat-sifat fisik zat cair yang banyak dijumpai dalam teknik diberikan
dalam tabel 3.2 dan 3.3

Gambar 3.32 Sifat-sifat berbagai zat cair

1.9 Pemipaan
Kapasitas dan umur pompa sering kali ditentukan oleh kesempurnaan
dalam hal pemasangan dan pemilihan jenis pipa. Untuk menjaga agar tidak

32
terkena gaya yang berlebihan yang berasal dari sistem pipa maka pipa isap,
pipa keluar dan katup-katup harus ditumpu pada lantai atau dinding
bangunan.
Selain itu bila diperkirakan akan ada pemuaian dan pengaturan pipa
atau penurunan tanah dapat dipertimbangkan untuk melengkapi dengan
pemipaan dengan sambungan khusus yang lebih mahal dan berkualitas baik
pada sisi pompa. Baut-baut flens penghubung yang menghubungkan pipa
satu dengan pipa yang lainnya harus dikencangkan dengan merata. Dengan
cara ini, flens dapat diratakan secara merata sehingga kemungkinan
kebocoran air atau udara lebih kecil.

Gambar 3.33 Susunan pipa disekitar pompa di dalam kamar pompa

1.10 Keuntungan dan Kerugian Pompa Sentrifugal


1.10.1 Keuntungan pompa sentrifugal
 Pada aliran volume yang sama, harga pembelian pompa lebih murah.
 Tidak banyak bagian-bagian yang bergerak, jadi biaya pemeliharaan
lebih murah.
 Lebih sedikit memerlukan tempat.
 Jumlah putaran tinggi, sehingga memberi kemungkinan untuk
penggerakan langsung oleh sebuah elektro motor.
 Jalannya tenang, sehingga pondasi dapat dibuat ringan.

33
 Bila konstruksinya disesuaikan, memberi kemungkinan untuk
mengerjakan zat cair yang mengandung kotoran.
 Aliran zat cair tidak terputus-putus.
 Prinsip kerjanya sederhana
 Mempunyai banyak jenis
 Konstruksinya kuat dan perawatannya mudah
 Tersedia berbagai jenis pilihan kapasitas output debit air
 Poros motor penggerak dapat langsung disambung ke pompa

1.10.2 Kerugian pompa sentrifugal


 Rendemen lebih rendah terutama pada aliran volume yang kecil dan
daya dorong yang besar.
 Dalam pelaksanaan normal tidak menghisap sendiri (tidak dapat
memompakan udara)
 Kurang cocok untuk mengerjakan zat cair kental, terutama pada
aliran volume kecil.

34
BAB V

ASSEMBLING DAN PERSIAPAN PENGEGETESAN POMPA


VERTIKAL TURBIN

Setting
Shaft dan Impeller 1

Pasang
Impeller dan bowl Komplit

Pasang
Pompa di Test Bench

Pasang
Discharge Head

Pasang Pasang
Stuffing Box Packing Seal

Pasang
Gearbox dan Coupling

Pengetesan unit
Pompa

Gambar 5.1 Flow Chart Assembling dan Persiapan Pengetesan Pompa Vertikal
Turbin

35
5.1 Alat-alat Yang Digunakan
Peralatan yang digunakan dalam proses persiapan test pompa vertikal
turbin antara lain:

36
 Helm  Kunci shock
 Kaca mata  Kunci pipa 2 buah
 Pakaian kerja  Majun
 Masker  Meteran
 Sarung tangan  Clamp column 1 set
 Kunci kombinasi satu set  Sealant
 Kunci ‘L’ satu set

5.2 Assembling Pompa Vertkal Turbin


5.2.1 Pasang Impeller pertama pada shaft
Untuk memasang impeller pertama pada shaft harus diketahui
ukuran jarak ujung wearing impeller dengan ujung shaft pada saat
disassembling ( Gambar 5.1 ) jika impeller memakai collet, jika
memakai split ring tidak perlu dilakukan setting, lalu dipasang pada
shaft. Jika impeller sudah terpasang pada shaft, maka diletakkan di
suction bell dengan posisi wearing impeller berhimpit dengan
wearing suction bell ( Gambar 5.6 ).

Gambar 5.2 Jarak ujung wearing Impeller dengan ujung shaft

5.2.2 Pasang Bowl

37
 Memasang bowl. Koneksi antar bowl memakai ulir dan dipasang
setelah impeller pertama terpasang, kemudian dipasang pada suction
bell.

Gambar 5.3 Suction Bell

 Memasang bowl pertama diatas impeller pertama yang sudah duduk


diatas suction bell, kemudian memasang impeller kedua diatas bowl
pertama dan dipasang collet dengan menggunakan tool collet. Perlu
diingat bahwa untuk pemasangan collet pada impeller, posisi
wearing impeller sudah duduk pada wearing suction bell atau bowl
untuk menghindari perubahan endplay, hal tersebut dilakukan
penguncian pada ujung shaft yang ada ulirnya dengan baut yang
tertumpu pada ujung lubang suction bell bearing / bushing.

Gambar 5.4 Collet dan impeller

 Memasang bowl kedua dan selanjutnya mengikuti step pada bowl


pertama.

38
Gambar 5.5 Bowl

5.2.3 Setting Impeller


Karena pompa vertikal turbin yang diperbaiki dan akan ditest
memakai jenis impeller tertutup maka cara untuk settingnya
berdasarkan posisi wearing impeller tidak menyentuh bagian dasar
bowl wearing dengan cara disetting sebesar seperempat sampai
sepertiga dari total endplay.

Gambar 5.6 Posisi Bowl Wearing dan Impeller wearing

5.2.4 Komplit Assembling bowl Unit


Seperti sudah diterangkan pada step 5.2.2, maka assembling bowl
dan impeller dilakukan secara bergantian dan bertahap dari bowl

39
pertama dan impeller ke 2, kemudian bowl yang ke 2 dan impeller
ke 3 seterusnya sampai bowl yang ke 16 dan yang terakhir dipasang
bowl adapter, seperti pada Gambar 5.5.

Gambar 5.7 Assembling Bowl Unit

5.2.5 Pasang Pompa di Test Bench


Pemasangan unit pompa di test bench memerlukan tenaga welder
dan service dibawah pengawasan supervisor service, yaitu divisi
yang mengerjakan pembongkaran dan pemasangan unit yang telah
siap untuk dipasang, atau ditest.
 Langkah pertama divisi welder mempersiapkan dudukan
discharge head dengan membuat baseplate dengan lubang baut 4
posisi segiempat, kemudian dilas pada besi kanal H pada test
bench.
 Langkah kedua divisi service memasukan bowl unit assembly
kedalam test bench yang berukuran Ø 4 m kedalaman 6 m,
dengan memakai alat bantu overhead crane, web sling dan
clamp pompa. Setelah pompa akan diletakkan statis pada sumur
test, pompa tersebut di clamp untuk menjaga agar pompa tidak
terjatuh ke sumur.

5.2.6 Pasang Discharge Head


Setelah pemasangan unit pompa di test bench, kemudian dilakukan
pemasangan discharge head. Dengan memakai over head crane dan
alat bantu pengangkatan yang lain discharge head diletakkan diatas

40
pompa unit yang terlebih dulu dipasang di test bench. Setelah
koneksi dengan pompa unit, discharge head dan pompa unit diangkat
untuk mengambil clamp, kemudian diletakkan kembali dan diikat
dengan baut pada base plate yang telah tersedia. Kemudian dipasang
koneksi flange pipa keluaran ( discharge ) terhadap flange discharge
head di pompa.

Gambar 5.8 Discharge Head

5.2.7 Pasang Stuffing Box dan Packing Seal


Pemasangan stuffing box dan packing seal dilakukan setelah
discharge dan pipa keluaran ( discharge ) terpasang. Dipasang juga
pressure gauge discharge dan flow meter untuk pembacaan kapasitas
pompa yang akan di test.

41
Gambar 5.9 Stuffing box, Gland, lantern Ring dan Packing Seal

5.2.8 Pasang Gearbox dan Coupling


Gearbox diletakkan diatas discharge head dan diikat dengan baut
pada lubang yang telah tersedia, kemudian drive shaft pada gearbox
dipasang disambung dengan head shaft pompa dengan thread
coupling, setelah drive shaft telah terpasang maka dilakukan setting
thrust up pompa dengan nut adjuster. Coupling yang
menghubungkan gearbox dengan motor dipasang setelah dipastikan
bahwa motor penggerak dipastikan putarannya benar. Pengetesan
pada pompa ini menggunakan motor electric dengan daya 75 HP.

Gambar 5.10 Gearbox

5.2.9 Pengetesan unit Pompa


Setelah semua pemasangan aksesoris pompa selesai, maka
diadakan pengetesan pompa. Dan hasilnya sebagai berikut:

42
Gambar 5.11 Data Pengetesan

43
Gambar 5.12 Kurva Pengetesan

44
BAB VI
KESIMPULAN DAN SARAN

6.1 Kesimpulan
Setelah melaksanakan kerja praktek selama 1 bulan, kami dapat
banyak pengalaman yang berharga khususnya di PT. Duraquipt Cemerlang
yang tidak kami dapat selama masa perkuliahan di kampus diantaranya
adalah sebagai berikut:
1. Dalam proses assembling pompa vertikal turbin, diperlukan adanya
data sheet sebagai acuan dalam menentukan material dan jenis
pompa yang digunakan.
2. Dalam melakukan suatu pekerjaan baik welding, service,
assembling, dan fabrikasi di work shop, faktor yang paling di
utamakan adalah safety. Karena tanpa safety suatu pekerjaan jadi
tertunda bahkan tidak dilakukan.
3. Pengetahuan tentang menggambar mesin terutama dalam
menggunakan AUTO CAD dan menganalisa dari suatu obyek
merupakan hal yang penting dalam sebuah proses perbaikan
pompa.
4. Dalam assembling pompa sentrifugal faktor clearance sangat
diperhatikan karena akan mempengaruhi performance dari pompa
tersebut.
5. Produk yang dihasilkan oleh PT. Duraquipt Cemerlang diantaranya
adalah Standard Pump, Vortex Pump, Priming Pump, Low Flow
Pump, Dynamic Sealing Pump, API 610 Pump, G-Series ANSI
Pump, Horizontal Split Case Pump, Fire Pump Package, dan Clyd
Union Authorized Service Provider.

6.2 Saran
1. Perlu adanya pengaturan manpower dalam setiap pekerjaan, dan
jadwal yang jelas.

45
2. Perlu adanya jadwal pekerjaan yang lebih teratur agar dapat
dilakukan pergantian shift yang bagus sehingga kesehatan
karyawan lebih terjamin.
3. Perlu adanya pengetahuan spare part pompa untuk orang
warehouse sehingga pelayanan dan inventory lebih baik.
4. Perlu adanya evaluasi mengenai kemampuan karyawan secara fisik
dalam setiap melakukan pekerjaan, baik pekerjaan yang
membutuhan tenaga maupun yang membutuhkan pikiran.
5. Perlu dihidupkan suasana saling menghargai pada setiap karyawan
dan tidak ada kecemburuan sosial pada kelompok yang
mengerjakan proyek kontrak dan yang tidak.
6. Silaturahmi antar karyawan perlu ditingkatkan sehingga timbul
suasana kekeluargaan yang lebih erat, dan dapat menghantarkan
suasana kerja yang lebih kooperatif pada setiap karyawan.

DAFTAR PUSTAKA

46
 Sularso, Haruo Tahara, 2000. “Pompa Dan Kompresor”, PT. Pradya
Paramitha, Jakarta.
 Fire Pump report SO: 132/IV/10/SOA PT. Duraquipt Cemerlang, Depok.
 Centrifugal Pumps for Petroleum, Petrochemical and Natural Gas Industries,
ANSI/API standard 610, Tenth Edition, October 2004.
 American National Standard for Vertical Pumps for Nomenclature and
Definitions, Hydraulic Institute, 9 Sylvan way Parsippany, New Jersey
07054-3802.

47