Anda di halaman 1dari 16

Laporan Praktikum Studi Lapangan

PENGENALAN ALAT

Oleh

Ihda Quratul Aini


1608104010015

JURUSAN BIOLOGI
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS SYIAH KUALA
BANDA ACEH
2017
BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Studi lapangan merupakan salah satu mata kuliah yang mengajarkan cara
untuk dapat berkemah atau melakukan penelitian di hutan. Dalam menjelajahi alam
diperlukan mengetahui apa saja yang harus disiapkan, bagaimana teknik
pelaksanaannya, dan cara untuk menghadapi kemungkinan hambatan yang ada.
Berkemah di hutan penuh petualangan dan kegiatan ini membutuhkan keterampilan,
kecerdasan, kekuatan, dan daya juang yang tinggi. Bahaya dan tantangan seakan
hendak mengungguli merupakan daya tarik dari kegiatan ini. Pada hakekatnya bahaya
dan tantangan tersebut adalah untuk menguji kemampuan diri dan untuk bisa
menyatu dengan alam. Keberhasilan suatu penjelajahan yang sukar merupakan
keunggulan terhadap rasa takut dan kemenangan terhadap perjuangan melawan diri
sendiri. Karena dalam melakukan penjelajahan ke hutan tidak hanya di perlukaan
kekuatan fisik tapi juga mental yang kuat.

1.2 Tujuan Praktikum


Tujuan dilakukannya praktikum ini adalah untuk memperkenalkan alat-alat
yang digunakan dalam pembelajaran studi lapangan.
BAB II
TINJAUAN KEPUSTAKAAN

Keberhasilan suatu kegiatan di alam terbuka juga di tentukan oleh


perencanaan perjalanan, perlengkapan dan perbekalan yang tepat serta persiapan
pribadi. Dalam merencanakan perlengkapan perjalanan terdapat beberapa hal yang
perlu diperhatikan, yaitu : mengenal jenis medan yang akan dihadapi (hutan, rawa,
tebing, dll), mengumpulkan data-data yang dibutuhkan sedetail dan selengkap
mungkin, mengetahui lamanya perjalanan (misalnya 3 hari, seminggu, sebulan, dsb),
mengetahui keterbatasan kemampuan fisik untuk membawa beban, memperhatikan
hal-hal khusus (obat-obatan tertentu), kesehatan perjalanan yaitu menjaga kesehatan
dan kebugaran tiap orang dan tim sebelum dan selama perjalanan agar kegiatan yang
dilaksanakan sesuai dengan yang diharapkan, perbekalan yaitu menentukan
perbekalan apa saja yang cocok untuk daerah tujuan, misalnya apakah di daerah
tersebut cukup tersedia air (Pdf).
Mendaki gunung itu setidaknya dilakukan secara berkelompok, minimal tiga
orang.Oleh karena itu, perlengkapan naik gunung yang perlu disipakna juga dibagi
dua, yaitu perlengkapan individu dan kelompok.Perlengkapan Individu ini,
perlengkapan yang menjadi tanggung jawab setiap individu untuk membawa dan
memiliki untuk perjalanan demi keselamatan dan kenyamanan
perjalanan.Perlengkapan individu ini ada yang sifatnya wajib demi keamanan dan
berjalannya pendakian. Ada juga yang sifatnya pilihan karena ada atau tidaknya
sifatnya kenyamanan dan bergantung pada medan serta tujuan.Lalu perlengkapan
kelompok, perlengkapan yang memiliki wajib minimal tertentu harus ada dalam
setiap kelompok pendakian.Ini menjadi tanggung jawab ketua kelompok pendakian
untuk memastikan ketersediaan perlengkapan.Perlengkapan kelompok ini sifatnya
wajib ada (Pdf).
Perlengkapan kelompok ialah: tenda, bivak, perlengkapan masak (nasting),
peralatan navigasi, parang dan plastik 5kg untuk sampah. Sedangkan perlengkapan
pribadi yaitu: tas carrier, matras, sleeping bag, senter, makanan dan obat tertentu,
pakaian lapangan (baju, celana, sepatu, jaket, dll) serta aksesoris lapangan (masker,
sarung tangan, gelang, salayer dll) (Nadilah,2014).
Tenda diperlukan untuk tempat berteduh dari konisi alam yang tidak
memunginkan perjalanan dilanjutkan atau tempat kita tidur saat bermalam.Tenda ini
seperti versi rumah mini.Ada banyak jenis tenda dengan berbagai model, ukuran,
kapasitas dan tingkat kualitas.Ada kapasitas ukuran 2-3 orang saja, kapasitas empat
atau enam orang, dan ada juga yang kapasitas besar untuk banyak orang. Ada hal-hal
yang harus dipertimbangkan ketika membeli sebuah tenda, yaitu berat tenda,
ketahanan dan kualitas bahan dalam melawan dingin, hujan dan angin. Standar tenda
saat ini juga sudah memiliki penutup tenda ataupun teras tenda.Penutup ini fungsinya
agar embun atau air hujan tidak langsung menimpa tenda.Tenda bagus tentu memiliki
bahan yang baik dan tidak mudah merembes embun ataupun air hujan.Tenda yang
mudah merembes embun atau hujan tentu akan membuat kita tidak nyaman (Lahiya,
2016).
Bivak atau shelter dapat dibagi atas: bivak alam dan bivak buatan. Bivak alam
biasanya menggunakan bahan-bahan yang terdapat di alam seperti, pohon tumbang,
lubang pada pohon besar gua, bivak dari bambu dan bivak dari tumbuh-tumbuhan.
Sedangkan bivak buatan menggunakan plastik atau menggunakan fly sheet. Ada
beberapa syarat yang harus diperhatikan ketika kita memutuskan untuk membuat
bivak, yaitu jangan membuat bivak pada tempat yang berpotensi banjir pada waktu
hujan. Di atas bivak hendaknya tak ada pohon atau cabang yang mati atau busuk, bisa
berbahaya jika runtuh. Dirikan bivak pada tempat yang kering dan rata serta bukan
tempat sarang nyamuk atau serangga lainnya (Kumat, 2015).
Selama di gunung tidak ada warung makan, sehingga membutuhkankompor
dan peralatan memasak untuk memasak makanan selama kegiatan berlangsung.
Bawalah kompor dan peralatan masak yang benar-benar diperlukan.Pertimbangkan
juga ukurannya.Bawa saja panci kecil dan perlengkapan makan tentara.Dalam satu
kelompok berjumlah 10-12 orang bawa 2 peralatan makan tentara atau nesting sudah
cukup.Biasanya terdiri dari 3 bagian, yang masing-masing dapat digunakan sebagai
tempat makan, memasak air, dan memasak makanan semisal nasi.Lalu untuk bahan
bakar bawalah setidaknya 3 gas kecil. Selain gas bisa jug cadangan membawa
parafin. Untuk bahan makananan, sesuaikanlah sesuai menu yang direncakan
(Lahiya, 2016).
Peta topografi adalah peta yang menggambarkan tinggi rendahnya muka
bumi. Dari peta topografi kita dapat mengetahui ketinggian suatu tempat secara
akurat.Cara menginterpretasikan peta topografi berbeda dengan peta umum karena
sImbol-simbol yang digunakan berbeda.Representasi yang ideal akan terwujud jika
setiap fitur dari daerah yang dipetakan dapat ditunjukkan dalam bentuk yang
benar.Untuk dapat dimengerti, peta harus diwakili dengan tanda konvensional dan
simbol.Secara Umum Peta topografi suatu peta yang menunjukkan maklumat
topografi dan fitur-fitur yang ada di atas permukaan bumi.Bukit, sungai, jalan dan
lain-lain ada ditunjukkan.Nama-nama tempat, sungai, gunung dan lain-lain
dinyatakan dengan jelas. Seperti peta lain, simbol dan warna digunakan untuk
mewakili sesuatu fitur. Pada peta topografi terdapat garis-garis kontur yang
menunjukkan relief muka bumi Peta topografi menunjukkan bentuk-bentuk muka
bumi. Lereng, Cekungan(Depresi), Bukit, Pegunungan (Eucational Top Studies Files,
2015).
Kompas adalah alat yang mendasar untuk bertahan hidup di alam liar.
Bersama dengan peta topografis yang berkualitas bagus dari wilayah yang sedang di
jelajahi, mengetahui cara menggunakan kompas akan memastikan kita tidak akan
pernah tersesat. Kita dapat belajar untuk mengidentifikasi komponen dasar kompas,
membaca dengan akurat arah, dan mulai mengembangkan keterampilan navigasi
yang diperlukan (Wiki How, 2015).
Tas carrier merupakan perlengkapan wajib individu. Tas ini fungsinya sudah
sangat jelas, yaitu untuk membawa dan menampung barang bawaan
sertaperlengkapan lainnya dalam mendaki gunung. Bedanya dibanding tas biasa, tas
gunung ini memiliki kapasitas yang lebih besar. Biasanya tas yang digunakan
berkapasitas 45 liter, 65 liter, 75 liter, 85 liter, bahkan ada yang sampai 115
liter.Kapasitas besar ini disesuaikan oleh masing-masing orang. Tidak semua orang
harus menggunakan tas berkapasitas besar. Tas gunung kapasitas besar biasanya
dibawa atau dimiliki oleh mereka yang terbiasa menjadi leader ataupun porter dalam
kelompok pendakian.Dalam satu kelompok, dengan jumlah anggota 11-15, cukup 1-3
saja yang membawa tas berkapasitas besar. Hal dimaksudkan agar dalam perjalanan
tidak semua anggota mendapat beban fisik yang sama saat perjalanan. Harapannya,
saat ada kelelahan dari anggota lain bisa berbagi beban atau bertukar beban tas
(Lahiya, 2016).
Tas Carrier juga harus terbuat dari bahan yang kuat. Bawaan yang banyak
tentu mengharuskan wadahnya memiliki kekuatan dalam menampung. Jangan sampai
ditengah jalan tas rusak hanya kerena tidak kuat menahan beban. Desain pun dibuat
sedemian rupa agar dapat menampung perlengkapan mendaki gunung sesuai letak
dan posisi yang tepat.Seperti, adanya kantong di bagian atas untuk menaruh pelastik,
jas hutan, tali rafia atau yang lainnya.Ada tali pengikat di samping kanan kiri, atas,
bawah yang fungsinya bisa disesuaikan masing-masing. Paling penting tas gunung
juga harus memiliki penutup tas yang anti basah agar ketika hujan, tas terhindar basah
dan barang di dalam aman dari hujan (Lahiya, 2016).
Matras ini berfungsi sebagai kasur saat tidur di dalam tenda. Atau sebagai alas
duduk saat ingin bersantai ria saat bersitirahat, berteduh dan sebagainya tanpa harus
duduk beralaskan tanah. Secara umum matras berbahan karet, ada matras dengan
karet tebal atau tipis (Lahiya, 2016).
Kantong tidur atau sleeping bag berguna untuk menutupi tubuh pada saat tidur
di tenda sehingga tubuh kita tetap hangat.Tidak dapat dipungkiri, bahkan jika tidur di
tenda, biasanya masih tidak cukup untuk menjaga masuknya udara pegunungan yang
dingin selama malam hari.Dua faktor yang perlu dipertimbangkan ketika memilih
kantong tidur adalah kualitas bahan dan ukuran. Kantong tidur besar, tidak selalu baik
dalam menahan dingin. Karena saat ini juga sudah ada produk yang sangat tipis tapi
memiliki kehangatan yang baik (Lahiya, 2016).
Makanan atau bahan makanan yang wajib dibawa adalah beras satu liter untuk
perjalanan 2-3 hari.Lalu bawa juga mie instan, mie ini untuk mengantisipasi ada
kekurangan bahan makanan karena kesalahan prediksi kebutuhan makanan kelompok
ataupun karena kondisi darurat.Selebihnya pendaki dapat membawa makanan ringan
kesukaan sesuai kecukupan masing-masing selama tidak membebani perjalanan
berlebihan. Bawalah makanan manis atau berkarbohidrat tinggi.Selain makanan,
tentunya bawa lah air mineral.Setidaknya setiap individu 2 liter berupa 1 botol besar
dan 1 botol kecil.Bekal tersebut untuk perjalanan 2-3 hari dan tujuan gunung yang
memiliki sumber air.Dan tak lupa juga mempersiapkan perawatan perawatan-
terutama jika memiliki penyakit tertentuseperti Alergi, dll. Obat lain yang dapat
diambil termasuk obat luka, minyak kayu putih, balsem, madu, gula, tolak angin dll
(Lahiya, 2016).
Pakaian lapangan dan aksesoris lapangan berfungsi untuk menjaga agar
lapisan udara hangat tetap bertahan di sekitar kulit, namun membiarkan keluarnya
keringat tubuh secara terus-menerus. Baju lapangan yag baik memiliki sirkulasi udara
di punggungnya, berlengan panjang dan terbuat dari katun tipis dan tidak terlalu
panas karena dipakai untuk berjalan. Celana lapangan kuat namunringan, serta
memiliki lapisan ganda. Mempunyai kantong tambahan dan mudah menyerap
keringat. Mudah kering bila basah sehingga tidak menambah berat. Topi lapangan
melindungi kepala dari kemungkinan cidera akibat duri. Sarung tangan sebaiknya
terbuat dari kulit, tidak kaku dan tidak menghalangi pergerakan. Jaket diusahakan
berfungsi ganda sebagai penghangat dan juga anti air (Erone, 2010).
BAB III
METODOLOGI PERCOBAAN

3.1 Alat dan Bahan


Adapun alat dan bahan yang digunakan pada praktikum ini adalah peta,
kompas, carrier, bivak, parang, tenda, matras, pisau, nesting, pakaian lapangan dan
aksesoris lapangan.

3.2 Cara Kerja


Langkah kerja yang digunakan pada praktikum ini adalah cara membuat
bivak. Adapun cara membuat bivak ialah sebagai berikut. Carila 3 buah kayu yang
tingginya sedada atau sesuai yang diinginkan, dua buah kayu untuk penyangga
sedangkan satunya lagi untuk menghubungkan dua kayu penyangga tersebut,
kemudian dicari pasak atau kayu kecil sebanyak 6 buah. Kayu yang tingginya sedada
tadi di pasang pada dua sisi yang berbeda dengan cara menancapkan kayu tersebut ke
tanah. Lalu kayu panjang yang tersisa diletakkan diantara dua kayu yang telah di
tancapkan tadi, kayu direkatkan dengan menggunakan tali yang diikat pada ujung
kayu. Setelah itu dipasangkan terpal diatas kayu tersebut sehingga membentu segitiga
atau menyerupai tenda. Kemudian pasak di ikat pada setiap ujung terpal dengan
menggunakan tali, lalu pasak ditancapkan ke tanah. Pasak dipasangkan sebanyak 3
buah di sisi kanan dan kiri terpal. Lalu saluran air dibuat disekitar bivak yang berguna
untuk menampung air hujan dan ditaburkan garam disaluran tersebut untuk mencegah
datangnya hewan melata.
BAB IV
DATA HASIL PENGAMATAN DAN PEMBAHASAN

4.1 Data Hasil Pengamatan


Adapun data hasil pengamatan pada praktikum ini adalah :
Tabel 4.1 Data hasil pengamatan

No. Gambar Fungsi


1. Carrier Untuk menampung segala
peralatan dalam jumlah yang
banyak atau besar.

2. Kompas Sebagai alat penunjuk arah, yang


selalu menunjukkan arah utara
(N) dan selatan (S)
3. Matras Untuk alas tidur

4. Peta Topografi Alat bantu penunjuk jalan

5. Bivak Sebagai tempat berlindung atau


tenda darurat
6. Nasting Sebagai perlengkapan masak
yang simpel dan ringan

7. Parang Sebagai alat potong atau alat


tebas saat keluar masuk hutan

8. PisauMultifungsi Untuk memotong, menggungting


segala sesuatu
9. Sepatu Merupakan pakaian lapangan,
untuk melindungi kaki agar
terhindar dari segala sesuatu
yang berbahaya

10. Topi Merupakan aksesoris lapangan,


untuk melindungi kepala dari
ranting-ranting, dll

4.2 Pembahasan
Pengenalan alat-alat studi lapangan sangat diperlukan, terutama sebelum
melakukan ekspedisi ke hutan, gunung, maupun tempat lainnya yang mengharuskan
untuk dapat bertahan hidup dengan peralatan yang seadanya seta makanan yang tidak
memadai. Oleh karenanya, dengan mengenal serta mengetahui fungsi dari alat-alat
studi lapangan, akan mempermudah praktikan saat melakukan ekspedisi. Adapun
alat-alat yang digunakan dalam studi lapangan adalah :
 Peta
Peta adalah gambaran dari permukaan bumi yang diperkecil dengan skala
tertentu sesuai dengan kebutuhan. Peta digambarkan di atas bidang datar dengan
sistem proyeksi tertentu. Peta yang digunakan untuk kegiatan alam bebas adalah peta
topografi. Peta topografi adalah suatu representasi di atas bidang datar tentang
seluruh atau sebagian permukaan bumi yang terlihat dari atas dan diperkecil dengan
perbandingan ukuran tertentu. Peta topografi menggambarkan secara proyeksi dari
sebagian fisik bumi, sehingga dengan peta ini bisa diperkirakan bentuk permukaan
bumi. Bentuk relief bumi pada peta topografi digambarkan dalam bentuk garis-garis
kontur.
 Carrier
Carrier adalah tas yang biasa digunakan untuk naik gunung atau melakukan
pendakian. Carrier memiliki beberapa macam ukuran volume, 50 L, 80 L sampai 100
L. Pada carrier terdapat tali untuk punggung, dada dan perut agar pembagian beban
merata. Memiliki banyak ruang untuk alat dan bahan yang dibawa saat studi
lapangan.
 Kompas
Kompas merupakan alat untuk penunjuk arah mata angin. Kompas terdiri
menjadi kompas analog dan kompas digital. Pada kompas terdapat bagian-bagian
seperti pegangan kompas, untuk meletakkan jari saat memegang kompas, kaca
pembesar untuk memperbesar hasil pengamatan atau arah yang kita lihat pada
kompas, visir, dial, tutup dial dan jarum penunjuk.
 Parang
Benda tajam yang digunakan untuk alat perlindungan diri juga bisa digunakan
untuk membelah kayu atau membantu pekerjaan selama studi lapangan.
Pisau Multifungsi
Pisau multifungsi merupakan pisau yang memiliki banyak fungsi seperti untuk
memotong tali saat membuat bivak, memasak juga bisa untuk melindungi diri.
 Bivak
Tenda darurat yang dibuat untuk melindungi diri baik dari hujan, matahari atau
saat hari sudah malam. Terbuat dari terpal, ponco bahkan daun yang digunakan
sebagai pelindung diri sudah dapat dikatakan sebagai bivak.
 Nasting
Alat yang digunakan untuk memasak saat studi lapangan. Bentuknya seperti
rantang dari logam dan sangat praktis. Saat pengemasan, sendok dan garpu juga bisa
dimasukkan kedalam untuk meminimalisir tas atau ruang yang tersedia agar mudah
dibawa.
 Matras
Alas yang digunakan untuk istirahat. Bagian yang bergerigi merupakan bagian
bawah yang mengenai rumput agar tidak licin, sementara bagian halus sebagai bagian
atasnya.
 Tenda
Tenda diperlukan untuk tempat berteduh dari konisi alam yang tidak
memunginkan perjalanan dilanjutkan atau tempat kita tidur saat bermalam. Tenda ini
seperti versi rumah mini. Ada banyak jenis tenda dengan berbagai model, ukuran,
kapasitas dan tingkat kualitas. Ada kapasitas ukuran 2-3 orang saja, kapasitas empat
atau enam orang, dan ada juga yang kapasitas besar untuk banyak orang.
 Pakaian lapangan dan aksesoris lapangan
Pakaian dan aksesoris lapangan adalah alat yang melindungi diri selama dalam
perjalanan, oleh karenanya semua bahan-bahannya haruslah nyaman digunakan.
Fungsi dari pakaian lapangan ialah melindungi tubuh dari kondisi sekitar, kuat
ringan, tidak mengganggu pergerakan, terbuat dari bahan yang menyerap keringat
praktis dan mudah kering. Sepatu lapangan ialah sepatu khusus yang digunakan untuk
pendakian atau penjalan ke dalam hutan, hal yang harus diperhatikan dalam
pemilihannya ialah sesuai dengan rute perjalanan. Topi lapangan juga dibutuhkan
sebagai aksesoris lapangan. Topi ini berfungsi untuk melindungi kepala dari
kemungkinan cedera akibat duri, dapat melindungi bagian kepala dari curahan hujan,
terutama bagian belakang. Topi yang dikenakan haruslah kuat dan tidak mudah
robek, dianjurkan menggunakan topi rimba atau semacam topi jepang.
BAB V
KESIMPULAN

Adapun kesimpulan dari praktikum ini adalah :


1. Alat yang digunakan pada praktikum studi lapangan adalah peta, kompas,
carrier, matras, pisau multifungsi, parang, perlengkapan masak (nesting),
bivak, tenda, pakaian dan aksesoris lapangan.
2. Setiap alat memiliki karakteristik dan fungsi tertentu.
3. Perlengkapan alat studi lapangan terbagi dua :
 Perlengkapan kelompok yaitu: tenda, bivak, perlengkapan masak
(nasting), peralatan navigasi (peta, kompas, dll) , parang dan plastik
5kg untuk sampah.
 perlengkapan pribadi yaitu: tas carrier, matras, sleeping bag, senter,
makanan dan obat tertentu, pakaian lapangan (baju, celana, sepatu,
jaket, dll) serta aksesoris lapangan (masker, sarung tangan, gelang,
salayer, dll).
4. Bivak terbagi dua jenis yaitu:
 Bivak alam yang menggunakan bahan-bahan yang terdapat di alam
seperti, pohon tumbang, lubang pada pohon besar gua, bivak dari
bambu dan bivak dari tumbuh-tumbuhan.
 Bivak buatan yang menggunakan plastik atau menggunakan fly sheet.
DAFTAR PUSTAKA

Erone. 2010. Materi Pengetahuan Pecinta Alam. Dokumen Untuk Pecinta Alam
Pasundan: Hal 13-25.

Eucational Top Studies Files. 2015. Penjelasan Lengkap Peta Topografi. (online)
(http://top-studies.blogspot.co.id/2015/12/penjelasan-lengkap-peta-
topografi.html diakses 07 Maret 2017).

Kumat, Andrex. 2015. Cara Membuat Bivak. (online) (http://pasabana-


smarihexa.blogspot.co.id/p/cara-membuat-bivak-dan-bentuknya-hay.html
diakses 08 Maret 2017).

Lahiya. 2016. Daftar Perlengkapan Naik Gunung. (online)


(http://www.lahiya.com/mau-naik-gunung-ini-daftar-perlengkapan-dan-
peralatan-penting-mendaki-gunung/ diakses 08 Maret 2017).

Makalah Pendakian Gunung, (online)


aresearch.upi.edu/operator/upload/s_pjkr_0705051_chapter1.pdf.
(https://www.google.co.id/webhp?sourceid=chromeinstant&ion=1&espv=2&ie
=UTF-8#q=makalah+pendakian+gunung&* diakses 07 Maret 2017).

Nadilah, Sri. 2014. Karya Anak Bangsa – Makalah Penjelajahan.


(file:///D:/New%20folder/KARYA%20ANAK%20BANGSA_%20makalah%2
0penjelajahan.html diakses 07 Maret 2017).

Wiki How. 2015. Cara Menggunakan Kompas. (online)


(http://id.wikihow.com/Menggunakan-Kompas diakses 08 Maret 2017).