Anda di halaman 1dari 24

Diagnosis

Laboratorium Fungi
Noverita (23 November 2018)
Bahan Kajian
1) Cara-cara pengambilan sampel
2) Pemeriksaan
3) Pengkulturan specimen
Mikroba termasuk jamur pd tubuh
manusia dibagi 2 kelompok:
1) Mikroba tetap
selalu ditemukan pada daerah
tertentu dari tubuh  komensal
(sebagian mutualisme)

2). Mikroba sementara


berada pada tubuh manusia
pada waktu tertentu
 berasal dr lingkungan sekitar
 patatogen
atau non patogen
Epidermophyton
Di tubuh manusia
jamur sering
ditemukan di:
Kulit
Saluran pencernaan (
mulut – anus)
Saluran pernafasan
(hidung – paru-paru)
Saluran urin
Saluran genital
Mata, telinga
Pembuluh darah
Organ/jaringan tubuh
Untuk mengidentifikasi jamur pada tubuh perlu adanya
Diagnosis/Pemeriksaan Laboratorium
Diagnosis laboratorium
 suatu tindakan dan prosedur pemeriksaan khusus dgn
mengambil bahan/sampel dari penderita, dapat
berupa urine (air kencing), darah, sputum (dahak),
atau sample dari hasil biopsy
Tujuan
1. Mendeteksi penyakit
2. Menentukan risiko
3. Memantau perkembangan penyakit
4. Memantau pengobatan dan lain-lain
5. Mengetahui ada tidaknya kelainan/penyakit yg
banyak dijumpai dan potensial membahayakan
Hasil pemeriksaan laboratorium sangat penting dalam:
 membantu diagnosa
 memantau perjalanan penyakit
 menentukan prognosa.

Setiap tindakan pemeriksaan laboratorium pada


hakekatnya harus melewati 3 tahap utama,yaitu;
1. Tahap pre-analitik (input) : sebelum dilakukan
pemeriksaan
2. Tahap analitik (process) : saat pemeriksaan ( analisa )
sample
3. Tahap post-analitik (output) : saat penulisan hasil
pemeriksaan.
Setiap tahap harus menjawab pertanyaan yang spesifik
1. Input :
• Apakah tes yang diminta sesuai dengan kondisi klinik?
• Apakah jenis bahan dan waktu pengambilannya sudah
benar?
2. Proses :
• Apakah prosedur pemeriksaan sudah dilakukan dengan
benar?
• Apakah hasil yang diperoleh cukup akurat/dapat dipercaya?
• Apakah waktu pelaksanaan terlalu lama (turn around time
needs of clinicians)?
3. Output :
• Apakah hasil pemeriksaan cukup dapat diinterpretasikan?
• Apakah hasil pemeriksaan cocok dengan kondisi klinis?
• Apakah data tidak berlebihan dan menimbulkan
kebingungan?
Yang perlu diperhatikan dlm pengam. bahan pemeriksaan
1. Stadium penyakit penderita pada waktu pengambilan bahan
2. Jumlah bahan pemeriksaan yg diambil harus cukup untuk dapat
digunakan
3. Bahan dimasukkan ke wadah steril, tutup rapat dan tidak bocor
4. Bahan pemeriksaan dari klinik harus segera dikirim kelaboratorium
dan disertai dengan keterangan tentang penyakit penderita, agar
pemeriksaan dapat dilakukan dengan tepat.
5. Bila perlu waktu lama untuk mengirimkan, maka bahan tersebut harus
didinginkan atau masukkan kedalam perbenihan transpor
6. Pemeriksaan bahan yang mengandung mikroba patogen harus hati-
hati  bahaya infeksi
7. Perlu kerja sama yang baik antara: dokter, perawat dan ahli
laboratorium.
Bahan pemeriksaan yang dikirim kelaboratorium harus
dilengkapi surat pengantar yang berisi:
1. Nama penderita
2. Umur dan Jenis kelamin
3. Tanggal pengambilan
4. Jenis bahan yang dikirim
5. Rumah sakit
6. Bagian/Unit
7. Dokter yang mengirim
8. Keterangan klinik penderita
9. Pemeriksaan laboratorium yang diminta
Penyakit infeksi masih tetap merupakan problem utama
kesehatan di Indonesia.
Penyakit ini dapat disebabkan oleh bakteri, jamur, virus dll.
Khususnya penyakit infeksi jamur selama ini relatif jarang
dibicarakan, karena itulah seringkali pasien yang terinfeksi
jamur tidak terdeteksi,sehingga seringkali terjadi
keterlambatan pengobatan yang berakibat fatal.
Selain itu bertambahnya kecepatan tumbuh jamur sebagai
akibat cara pengobatan modern, terutama penggunaan
antibiotik berspektrum luas, atau kombinasi dari berbagai
antibiotik ,penggunaan kortikosteroid dan obat
imunosuppressif lainnya serta penggunaan sitostika,
terdapatnya faktor predisposisi yaitu penyakit kronik yang
berat termasuk penyakit keganasan.
Oleh karena itu untuk mencegah keterlambatan diagnosa infeksi
jamur maka hendaknya kita mengenali gejala ,sifat dan efek
dari infeksi yang ditimbulkan oleh jamur dengan berbagai
cara menggunakan tehnik yang tepat
Secara umum dikenal 3 pembagian utama infeksi
jamur :
1. Infeksi jamur superficial (superfisialis mycoses),
menyerang kulit dan selaput mukosa (pityriasis
versicolor, dermatophytosis,superficial
candidiosis).
2. Infeksi jamur subkutan (subcutaneous
mycoses),menyerang jaringan subkutan dan
struktur sekitarnya termasuk kulit dan tulang
(mycetoma,chromomycosis, sporotricosis)
3.Infeksi jamur sistemik (systemic
mycoses),menyerang jaringan organ di dalam
tubuh ( deep viscera ).
Untuk melakukan penegakkan diagnosis
dapat dilakukan melalui tindakan-
tindakan sebagai berikut seperti:
 Kecurigaan yang tinggi terhadap
kemungkinan infeksi jamur.
 Pemeriksaan diagnostik yang
menunjang seperti melakukan
pemeriksaan dengan CT Scan, hasil
radiologi
 Pemeriksaan laboratorium kultur
darah, dll
 Pemeriksaan serologi.
Bahan pemeriksaan
Bahan pemeriksaan yang digunakan tergantung pada
tempat kelainan, misalnya;
 Kerokan kulit, kuku dan rambut pada penderita
dengan kelainan superficial.
 Sputum, secret bronkus, jaringan paru diperiksa
pada penderita dengan kelainan paru,
 Usap mulut pada penderita stomatitis
 Usap vagina pada penderita vaginitis
 Pemeriksaan tinja pada penderita enteritis.
 Pada kelainan sistemik dapat diperiksa urine,
darah dan cairan serebrospinalis.
Pengambilan Sampel
Kuku
1) Siapkan pisau scalpel dan gunting kuku steril.
2) Bersihkan kuku dengan kapas beralkohol,
biarkan kering.
3) Sementara kuku mengering, siapkan media
yang digunakan.
4) Tulis no.lab., nama pasien, dan tanggal
pengambilan sampel.
5) Gunakan cawan Petri steril untuk menampung
potongan dan kerokan kuku.
6) Potong kuku dengan gunting kuku. Usahakan
potongan kuku agak besar, untuk direndam
dalam KOH Parker Blue 20%, atau dalam
dimetil sulfoksida (DMSO) 40% untuk
mempermudah lisis keratin
7) Sisa potongan kuku kerok dengan pisau scalpel
untuk ditanam dalam media yang sudah
disiapkan.
Kulit
1. Siapkan pisau scalpel steril.
2. Bersihkan kulit yang akan dikerok dengan kapas beralkohol,
biarkan mengering.
3. Sementara kulit mengering, siapkan media yang akan
digunakan.
4. Tulis no.lab., nama pasien, dan tanggal pengambilan sampel.
5. Kerok bagian kulit yang terinfeksi.
6. Kerokan yang sudah terkumpul sebagian tabur (tanam)
dalam media yang sudah disiapkan, sebagian dibuat
preparat KOH.
Rambut
Cara pengambilan sampel dari kepala sama dengan
pengambilan sampel dari kulit. Hanya ditambah dengan akar
rambut, karena biasanya terdapat spora pada akar rambut
(endotriks ataupun eksotriks).
Pengolahan Sampel
Dari tiga jenis sampel (rambut, kulit dan kuku),
hanya sampel kuku yang harus diolah.
Cara pengolahan :
1. Sampel kuku dikerik.
2. Sampel kuku yang agak besar rendam dalam
larutan KOH Parker Blue 20% (2-3 tetes) dan
simpan selama 1 malam dalam suhu ruangan.
Pemeriksaan Sampel
Preparat KOH
Kuku
1. Siapkan object glass, beri nomor lab. dipinggirnya.
2. Ambil 1-2 Ose sampel kuku yang telah direndam dalam KOH Parker
Blue 20% dan oleskan di atas object glass. Usahakan agar mendapakan
kuku yang berbentuk seperti bubur.
3. Tutup dengan cover glass. Tekan sedikit agar didapat preparat yang
cukup tipis.
4. Periksa dibawah mikroskop dengan perbesaran 10x40
Kulit
1. Siapkan object glass, beri nomor lab. dipinggirnya.
2. Kerokan kulit dikumpulkan dibagian tengah object glass.
3. Teteskan 1 tetes larutan KOH Parker Blue 20% dipinggirnya.
4. Dengan menggunakan cover glass, campurkan kerokan kulit dengan
larutan tersebut dan tutup dengan cover glass.
5. Diperiksa dibawah mikroskop dengan perbesaran 10x40.
Rambut
1.Siapkan object glass, beri nomor lab.
dipinggirnya.
2. Rambut dan kerokan kulit kepala dikumpulkan
dibagian tengah object glass.
3.Teteskan 1 tetes larutan KOH Parker Blue 20%
dipinggirnya.
4. Dengan menggunakan cover glass, campurkan
rambut dan kerokan kulit dengan larutan KOH
tersebut dan ditutup dengan cover glass.
5. Periksa dibawah mikroskop dengan perbesaran
10x40.
Sputum, Pus, Urine, Liquor, Biopsi, dll.
1.Siapkan object glass, beri nomor lab.
dipinggirnya.
2.Teteskan 1 tetes larutan KOH Parker Blue 20%
dipinggirnya.
3. Ambil 1 ose sampel, disuspensikan dengan
larutan KOH Parker Blue 20% tadi.
4.Tutup dengan cover glass. Tekan sedikit agar
didapat preparat yang cukup tipis.
5. Periksa dibawah mikroskop dengan perbesaran
10x40.
Sekret, Sampel Swab
1.Siapkan object glass, diberi nomor lab.
dipinggirnya.
2. Oleskan sampel sekret / sampel swab ke atas
object glass, campurkan dengan 1-2 tetes
larutan KOH Parker Blue 20%.
3.Tutup dengan cover glass. Tekan sedikit agar
didapat preparat yang cukup tipis.
4.Periksa dibawah mikroskop dengan perbesaran
lensa okuler 10x 40.
Pengkulturan specimen
Kuku
1. Sampel kuku yang telah dikerik masing-masing dimasukkan
kedalam plate SBRC Agar dan Dermatophyte Test Medium
(DTM).
2. Bungkus plate yang telah berisi isolat dari sampel kuku dengan
menggunakan kertas Non Woven Blue.
3. Simpan pada suhu ruangan (25 - 30oC) selama 1 bulan.
4. Amati perkembangan tiap 1 minggu.
Kulit
1. Sampel kerokan kulit masing-masing dimasukkan kedalam
plate SBRC Agar dan Dermatophyte Test Medium (DTM).
2. Bungkus plate yang telah berisi isolat dari sampel kulit dengan
menggunakan kertas Non Woven Blue.
3. Simpan pada suhu ruangan (25 - 30oC) selama 1 bulan.
4. Amati perkembangan tiap 1 minggu.
Rambut
1. Sampel rambut dan kerokan kulit kepala masing-masing dimasukkan
kedalam plate SBRC Minyak Agar dan Dermatophyte Test Medium
(DTM).
2. Bungkus plate yang telah berisi isolat dari sampel rambut dengan
menggunakan kertas Non Woven Blue.
3. Simpan pada suhuruangan (25-30oC) selama 1 bulan.
4. Diamati perkembangan tiap 1 minggu.

Sekret/Sampel Swab
Langsung dihapuskan pada media yang sudah disiapkan. Dibuat
preparat sisanya.
Sputum, Pus, Darah, dll.
1. Tanam dengan cara digores menggunakan ose steril, sisanya dibuat
preparat KOH Parker Blue 20%.
2. Untuk sampel darah, diusahakan mendapat 2 bagian. 1 bagian
ditambah Anti coagulant untuk dibuat preparat dan 1 bagian darah
segar untuk biakan (kultur)
Pembuatan Preparat Lacto-Phenol Cotton Blue
1. Tandai koloni tersangka yang tumbuh pada media,di
dalam safety cabinet.
2. Siapkan object glass bersih dan steril, ditulis nomor
pemeriksaan dipinggirnya.
3. Teteskan 1 tetes larutan Lacto-Phenol Cotton Blue ke atas
object glass.
4. Ambil koloni tersangka dengan ose lurus / jarum tusuk.
5. Suspensikan dengan larutan Lacto-Phenol Cotton Blue.
6. Tutup dengan cover glass. Ditekan sedikit agar didapat
preparat yang cukup tipis.
7. Periksa dibawah mikroskop dengan perbesaran lensa
okuler 10x40.
Subkultur
1. Siapkan media SBRD Agar / Rice Medium (jamur
tertentu), beri no. Lab dan tanggal.
2. Pada safety cabinet, ambil sedikit koloni
tersangka dan tanam pada media SBRD Agar /
Rice Medium yang tadi sudah disiapkan.
3. Inkubasi pada suhu 35-37C.
Tes Fermentasi Gula-gula (untuk koloni tersangka
golongan Candida / Yeast)
1. Siapkan larutan glukosa, maltosa, sakarosa, dan
urea slant
2.Ambil sedikit koloni dengan ose lurus / tusuk dan
disuspensikan kedalam larutan-larutan tadi.
3. Simpan dalam inkubator dengan temperatur 35-
37oC selama 24-72 jam.
4. Amati perubahan warna menjadi rose dan
pembentukan gas pada tabung Durham
(pembentukan gas baik pada hari ketiga), kemudian
disesuaikan dengan Tabel Identifikasi jenis.