Anda di halaman 1dari 5

Layli

Pinaringaning 1506668611

RESUME ETIKA KEDOKTERAN GIGI


Oleh drg. Nada Ismah, Sp.Ort
Jumat, 15 Februari 2019

• Etika Kedokteran penting dalam hubungan dokter-pasien
• Diperlukan oleh tenaga profesional, menyampaian ke orang awam, atas dasar keilmuan
dan kepercayaan
• Pasien sebagai obyek utama dalam etika (kepentingan , perawatan & kesembuhan)
• Etika bukan benar atau salah namun adalah kepekaan tenaga kesehatan
• Etika adalah refleksi kritis atas pandangan moral, Kajian moralitas, perilaku,
• Moralitas : Dimensi nilai
• Bahasa moralitas : hak, kewajiban; baik, jahat ; benar salah
• Etika kedokteran tidak sama dengan etika biomedik (bioetika).
• Etika Kedokteran lebih ke masalah dalam praktek pengobatan

Pengobatan: gabungan ilmu dan seni
• Mengamati, memeriksa, mengukur, menyembuhkan à manusia dengan ilmu
pengetahuan dan tekhnologi. Bukan sebagai objek
• Manusia, sebagai Individu yang berbudaya, beragama, memiliki hak asasi, tanggung
jawab.

Dunia kedokteran:
• Suatu profesi yang dianggap spesial
• Dimintai pertolongan
• Diijinkan melihat, menyentuh, memanipulasi badan pasien
• Atas dasar dipercaya dan berharap kesembuhan
• Perkembangan zaman sekarang pasien menjadi kritis à banyak bertanya dan ingin
penjelasan, membandingkan dengan praktisi lain, mengkritik dll
• Dokterharus memiliki:
• Belas kasih: memahami, memperhatikan masalah orang lain, menolong, rasa empati
Layli Pinaringaning 1506668611

• Kompetensi: kemampuan yang harus dimiliki dokter dalam menyembuhkan /


mengobati pasien secara profesional. Dijaga dan ditingkatkan dalam hal keilmuan,
ketrampilan, tingkah laku /etika
• Otonomi: dokter memiliki kewenangan untuk menetapkan perawatan, mengatur
kliniknya. Otonomi juga dimiliki oleh pasien.

• Lafal sumpah dokter gigi indonesia : sesuai SK Menkes No 434/Menkes/SK/X/1983
• BAB 3 : Kewajiban drg terhadap teman sejawat
• Menjaga hubungan baik baik
• Menjunjung azas Musyawarah
• Praktek berdekatan harus izin
• Cara merujuk pasien
• Tidak mengambil alih pasien
• Menasihati sejawat
• Melakukan kedaruratan à mengembalikan rujukan

• BAB 4 : Kewajiban drg terhadap diri sendiri
• Menjaga kehormatan, martabat, profesi
• Menghindari prilaku tidak profesional
• Mengikuti perkembangan etika dan iIptek
• Tidak boleh menyelenggarakan pendidikan dn pelatihan tanpa izin organisasi profesi
• Drg harus menjaga kesehatan

• Kode etik yang dijiwai oleh nilai-nilai Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945,
didasarkan pada asas etika
• Asas etika :
• Penghargaan atas hak otonomi pasien
• Mengutamakan kepentingan pasien
• Melindungi pasien dari kerugian
• Bertindak adil, dan jujur.
• The professional dentist :
Layli Pinaringaning 1506668611

• will practice according to the art and science of dentistry and to the principles of
humanity
• will safeguard the oral health of patients irrespective of their individual stat
• Hippocrates more than 2,000 years ago.
• The core values of “first, do no harm” and “put the patient first” apply to this very day.

KOMUNIKASI DALAM KEDOKTERAN GIGI

• Komunikasi dalam perawatan gigi merupakan domain kompetensi drg S1 dan termasuk
kemampuan non teknis
• Dokter gigi professional dituntut mempunyai keahlian teknis dan ahli dalam
berkomunikasi keberhasilan perawatan
• Komunikasi dokter-pasien: hubungan yang berlangsung antara dokter / dokter gigi
dengan pasiennya selama proses pemeriksaan/pengobatan perawatan yang terjadi di
ruang praktik perorangan poliklinik, rumah sakit, dan puskesmas dalam rangka membantu
menyelesaikan masalah kesehatan pasien
• Sebagai professional, keterampilan komunikasi dokter-pasien merupakan salah satu
kompetensi yang harus dikuasai dokter gigi karena akan menentukan keberhasilan dalam
membantu penyelesaian masalah kesehatan pasien
• Komunikasi: proses mengirimkan sinyal/pesan antara pengirim dan penerima melalui
berbagai macam metode (tulisan, isyarat nonverbal, dan lisan)
• Proses komunikasi: proses transmisi stimuli/rangsangan dari seseorang untuk mengubah
perilaku orang lain
• Tujuan komunikasi: menjalin hubungan/interaksi
• Pelayanan optimal melalui komunikasi
• Komunikasi dalam perawatan gigi:
• o Interaksi antara dokter gigi dan pasien bersifat penting
• Komunikasi interpersonal: hubungan atau kerjasama dalam proses pelayanan medik gigi
antara dokter gigi dengan pasien.
• Komunikasi yang baik harus ada feedback.
• Dalam komunikasi terdapat komunikator dan penerima pesan yang dapat berganti peran.
• Dokter gigi harus mampu menjadi komunikator.
Layli Pinaringaning 1506668611

• Komunikasi akan menumbuhkan kepercayaan, daya tarik, dan kekuatan.


• Komunikasi dokter-pasien dapat berupa:
• Informasi, instruksi, nasihat, edukasi à paham, pintar, menurut, melaksanakan.
• Faktor yang memengaruhi komunikasi:
• Usia
• Jenis kelamin
• Pendidikan: bertukar pikiran
• Frekuensi berkunjung: jika semakin sering maka semakin komunikatif
• Pendampingan: jika ada teman maka lebih komunikatif
• Komunikasi efektif drg-pasien:
• Drg menjadi pendengar yang baik atas keluhan pasien
• Drg menerangkan dengan jelas penyakit, perawatan, alternatif, efek samping, dll
kepada pasien
• Drg menggunakan bahasa awam, sehingga mudah dimengerti pasien, tidak terlalu
cepat, sopan, disertai gambar, dilengkapi bukti/fakta
• Terjadi komunikasi 2 arah, ajak pasien berdiskusi dan bertimbang atas keluhan dan
perawatan
• Memperlakukan pasien sebagai subjek, bukan objek
• Mempertimbangkan: usia, pendidikan, jenis kelamin
• Kegagalan komunikasi drg-pasien:
• Dokter gigi merasa tidak cukup waktu
• Pasien terlalu banyak, sehingga dokter letih
• Waktu praktek terlalu larut
• Dokter enggan bertanya
• Pasien enggan bertanya
• Drg merasa lebih pintar
• Pasien tidak paham, tidak puas, mencari dokter lain.
• Tipe komunikasi dengan baik:
• Miliki keberanian berbicara
• Percaya diri jangan ragu
• Kontak mata sebagai pendengar/pembicara à tatap mata, buka kontak à
memandang zona T
Layli Pinaringaning 1506668611

• Gunakan gestur tangan dan wajah


• Berbicara:
• Utarakan kata kata dengan jelas dan tidak menggumam
• Gunakan kosakata yang tepat. Jika tidak yakin, tidak usah diucapkan
• Tidak tergesa-gesa, perlambat bicara. Orang akan mengetahui anda cemas dan tidak
percaya diri jika anda berbicara dengan cepat
• Kembangkan suara anda: suara yang tinggi tidak dianggap sebagai sebuah kewibaan
• Yang menyertai dalam berbicara:
• Situasi
o Jujur, sabar, optimis, tulus
o Menghargai dan menerima orang lain
o Sensitive terhadap perasaan orang lain
o Percaya pada kemampuan orang lain
o Tidak memotong pembicaraan
o Pemilihan waktu adalah sesuatu yang penting
o Melihat reaksi lawan bicara
• Pembicara yang baik adalah pendengar yang baik.