0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
295 tayangan16 halaman

Startup Unicorn

Teks ini membahas tentang startup unicorn dan valuasi perusahaan rintisan. Startup unicorn adalah perusahaan rintisan dengan valuasi lebih dari $1 miliar. Beberapa faktor yang mendorong pertumbuhan cepat unicorn antara lain strategi tumbuh cepat, akuisisi perusahaan, modal swasta, dan kemajuan teknologi. Di Indonesia, Go-Jek dianggap sebagai unicorn setelah mencapai valuasi $1,3 miliar berkat dominasi di sektor on-demand.

Diunggah oleh

siti aisyah
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
295 tayangan16 halaman

Startup Unicorn

Teks ini membahas tentang startup unicorn dan valuasi perusahaan rintisan. Startup unicorn adalah perusahaan rintisan dengan valuasi lebih dari $1 miliar. Beberapa faktor yang mendorong pertumbuhan cepat unicorn antara lain strategi tumbuh cepat, akuisisi perusahaan, modal swasta, dan kemajuan teknologi. Di Indonesia, Go-Jek dianggap sebagai unicorn setelah mencapai valuasi $1,3 miliar berkat dominasi di sektor on-demand.

Diunggah oleh

siti aisyah
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

TUGAS PHARMAENTREPRENEUR

Oleh:
Siti Aisyah
1941013010

Dosen pembimbing:
Prof. Dr. Akmal Djamaan, MS, Apt

FAKULTAS FARMASI
UNIVERSIRAS ANDALAS
PADANG
2019
UNICORN

STARTUP UNICORN

1.1 PENGENALAN DIGITAL BISNIS


Saat ini kita telah memasuki dunia digital, segala hal memungkinkan dapat
dikendalikan dari segala tempat melalui jaringan internet dengan perangkat gadget /
smartphone. Hal itu semakin memudahkan mobilitas manusia dalam berkegiatan sehari
- hari termasuk dalam dunia bisnis khususnya dalam bidang ekonomi kreatif, sehingga
fenomena ini semakin mengukuhkan dunia menuju arah ekonomi digital. Misalnya
secara sederhana kita mengenal email, penggunaan website, aplikasi, pengelolaan
produk secara online, serta transaksi online. Peluang yang begitu menantang ini, telah
mengantarkan Indonesia ke pintu persaingan ekonomi. Tentunya sudah tak bisa
dielakan, ketika setiap produk-produk lokal yang ada diseluruh wilayah Indonesia harus
mampu bersaing di tingkat global. Agar produk yang dihasilkan masyarakat memiliki
daya saing, tentunya hal ini menjadi bagian penting, bahwa pasar online menjadi solusi
guna memudahkan dan memperkenalkan produk kreatif mereka kepada konsumen baik
Nasional maupun dalam kancah Internasional.
Berbagai negara mulai mencanangkan untuk fokus menggarap potensi pada
ekonomi digital, salah satunya juga dilakukan oleh Indonesia. Pemerintah sendiri telah
mencanangkan target pada 2020, nilai bisnis ekonomi digital Indonesia mencapai USD
130 miliar atau setara Rp 1.730 triliun. Terlebih, survei APJII pada 2016 yang
mengungkapkan pengguna internet Indonesia ada 132,7 juta akan terus mengalami
peningkatan seiring masih banyaknya masyarakat dan daerah yang akan dipenuhi
kebutuhan layanan internetnya. Salah satu program pemerintah RI adalah melalui
Palapa Ring (jaringan serat optic nasional) dan peluncuran satelit yang akan
diluncurkan pada tahun 2019, yang nantinya akan melayani kebutuhan internet cepat
diseluruh daerah di Indonesia.
Berdasarkan riset yang dilakukan oleh Google dan Temasek, bahwa Asia
Tenggara memiliki potensi pasar online yang sangat luar biasa besar untuk bisnis
mendatang. Laporan tersebut menyebutkan pasar online di Asia Tenggara mencapai
USD 200 miliar atau 2.647 triliun di tahun 2025. Sejumlah agenda menggarap potensi
ekonomi digital dilakukan pemerintah, terutama dari sisi regulasi, misalnya Kementerian
Koordinator Perekonomian mengeluarkan Paket Kebijakan Ekonomi Jilid 14 soal e-
commerce dan melahirkan startup lewat Gerakan Nasional 1.000 Startup Digital yang
digalakkan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika dengan bekerjasama pihak
terkait.

1.2 PERHITUNGAN VALUASI STARTUP


Untuk menentukan nilai valuasi sendiri, satu startup dengan startup lainnya
memang memiliki pendekatan yang berbeda-beda. Ada beberapa hal yang mungkin
mempengaruhi nilai valuasi startup. Pertama adalah nilai yang ditentukan oleh pasar
(umumnya diwakili oleh investor). Misalnya jika investor mengatakan bahwa startup X
bernilai $5 juta, maka itulah nilai yang layak. Namun kadang founder merasa nilainya
harus lebih tinggi, misalnya ternyata ada aset atau kekuatan dari talenta bisnis yang
dihitung bernilai lebih, namun jika startup tidak bisa mengumpulkan uang dari aset itu
senilai penilaian valuasi tadi, maka startup memang harus menerima penilaian pasar.
Startup sebenarnya juga punya hak untuk menentukan nilainya sendiri. Hal yang
mungkin ditunjukkan untuk menyanggah nilai valuasi yang dinilai terlalu rendah bisa
menggunakan perbandingan dan proyeksi keuangan. Perbandingan biasanya dilakukan
dengan cara menilai kapabilitas dan laju perkembangan startup yang bermain di sektor
sama di pangsa pasar yang 6 sama. Bagaimana jangkauan produk, traksi pengguna
hingga varian produk yang ada di dalamnya akan menjadi bagian penting dalam
komparasi tersebut. Yang kedua adalah proyeksi keuangan. Tak mudah memang
melakukan memastikan angkanya, namun tren dan traksi pengguna yang ada dari
waktu sebelumnya seharusnya dapat dijadikan acuan, terlebih untuk produk digital,
maka proyeksi tersebut akan lebih mudah dianalisis juga didasarkan dengan upaya
pemasaran yang akan dibubuhkan.
Cara yang paling mudah untuk menunjukkan valuasi tak lain adalah dengan
menunjukkan profit bisnis. Menunjukkan kepada semua orang bahwa bisnis yang
dijalankan mampu memberikan keuntungan yang fantastis. Ini pun menjadi tantangan
untuk startup, karena ratarata di fase awal fokus bisnis memang akan condong kepada
akuisisi pengguna dan perluasan pangsa pasar. Pada dasarnya penentuan valuasi
startup memang menjadi sebuah proses seni. Seperti pada sebuah lukisan, penilaian
kadang didasarkan poin-poin yang sulit dikalkulasikan secara matematis.

1.3 STARTUP UNICORN


UNICORN merupakan sebuah “gelar” yang diberikan kepada startup yang memiliki
valuasi lebih dari $1 miliar. Istilah ini diciptakan pada tahun 2013 oleh Aileen Lee,
seorang pemodal usaha. Ia memilih hewan mitos ini karena perusahaan yang sukses
seperti ini tergolong langka. Dekakorn (decacorn) adalah sebutan untuk perusahaan
yang nilainya lebih dari $10 miliar, sedangkan hektokorn (hectocorn) untuk perusahaan
yang nilainya lebih dari $100 miliar.

Pemicu pertumbuhan cepat dari UNICORN berdasarkan pada beberapa hal,


diantaranya adalah :

a. Strategi tumbuh cepat

Investor dan badan pemodal usaha menggunakan strategi Get big fast (GBF)
untuk menghadapi perusahaan rintisan. Menurut GBF, sebuah perusahaan
rintisan mencoba ekspansi cepat melalui serangkaian putaran pendanaan besar
dan pemotongan harga supaya pangsa pasarnya unggul dan pesaingnya cepat
tersingkir. Keuntungan yang meningkat pesat yang dijanjikan oleh strategi ini
menarik perhatian semua pihak. Namun, mereka selalu mempertimbangkan
meletusnya gelembung dot-com tahun 2000 dan tidak adanya keberlanjutan nilai
perusahaan era Internet dalam jangka panjang.

b. Akuisisi perusahaan

Banyak unikorn terbentuk melalui akuisisi oleh perusahaan terbuka besar.


Apabila tingkat bunga sedang rendah dan pertumbuhan melambat, banyak
perusahaan seperti Apple, Facebook, dan Google mengutamakan akuisisi alih-
alih penanaman modal dan pengembangan proyek investasi internal. Beberapa
perusahaan besar memilih memperluas operasinya dengan mengakuisisi
perusahaan dengan teknologi dan model bisnis yang mapan daripada membuat
sendiri.
c. Modal swasta

Usia rata-rata perusahaan teknologi sebelum melantai ke bursa efek saat ini
adalah 11 tahun, lebih lama daripada usia rata-rata empat tahun pada
1999. Dinamika baru ini berkembang berkat banyaknya modal swasta yang bisa
diperoleh unikorn serta disahkannya Jumpstart our Business Startups (JOBS)
Act di Amerika Serikat pada tahun 2012. Undang-undang ini mengizinkan
perusahaan menambah jumlah pemegang sahamnya empat kali lipat sebelum
diwajibkan membuka laporan keuangannya. Jumlah modal swasta yang ditanam
di perusahaan perangkat lunak naik tiga kali lipat sejak 2013 sampai 2015.

d. Mencegah IPO

Melalui banyak putaran pendanaan, perusahaan tidak perlu melewati


proses penawaran umum perdana (IPO/initial public offering) untuk mendapat
modal atau nilai yang lebih tinggi; mereka tinggal meminta modal tambahan dari
investor yang sama. IPO juga berpeluang menurunkan nilai perusahaan apabila
pasar menganggap nilai perusahaan tidak setinggi itu. Penurunan pasca-IPO
dialami oleh Square, platform pembayaran daring dan jasa keuangan,
dan Trivago, mesin pencari hotel asal Jerman. Harga saham kedua perusahaan
ini lebih rendah daripada harga penawaran perdana. Ini disebabkan oleh terlalu
tingginya nilai perusahaan di pasar swasta yang didongkrak oleh investor dan
badan pemodal usaha. Pasar tidak setuju dengan nilai perusahaan sehingga
menjatuhkan harga setiap lembar saham dari harga sebelumnya (penawaran
perdana). Investor dan perusahaan rintisan juga malas melantai ke bursa efek
karena peraturannya banyak. Undang-Undang Sarbanes–Oxley menerapkan
aturan yang lebih ketat setelah banyak perusahaan bangkrut di Amerika Serikat.
Karena itu, perusahaan rintisan menghindari kebangkrutan dengan tidak
menawarkan sahamnya ke publik.

e. Kemajuan teknologi
Perusahaan rintisan memanfaatkan teknologi-teknologi baru yang muncul dalam
sepuluh tahun terakhir untuk mendongkrak nilai perusahaan. Seiring populernya
media sosial dan akses ke jutaan pengguna teknologi ini, perusahaan rintisan
bisa memperbesar bisnisnya dengan sangat cepat. Inovasi teknologi baru
seperti telepon pintar, platform P2P, dan komputasi awan ditambah aplikasi
media sosial turut membantu pertumbuhan unikorn.

Di Indonesia sendiri memang belum banyak startup unicorn. Beberapa diantaranya


yang sering digadang-gadang adalah Tokopedia, Traveloka, dan Go-Jek. Pada putaran
pendanaan terakhir, Go-Jek berhasil membekukan valuasi $1,3 miliar. Valuasi Go-Jek
bisa mencapai angka tersebut dikarenakan dinamika bisnis di pangsa pasar on-demand
dan persaingan di sektor itu sendiri. Spesifik tentang pembahasan Go-Jek dan gelar
unicornnya di dorong penilaian oleh market value. Pada saat yang sama semua venture
capital pendukung berinvestasi untuk mencari “killer” untuk pangsa pasar di wilayah
tersebut. Nilai unik Go-Jek sebagai masa depan bisnisnya adalah revolusi layanan
pembayaran dengan Go-Pay. Mereka tidak mematokkan diri sebagai pemain di sektor
transportasi, tapi sebagai sebuah platform yang memberikan berbagai jasa layanan
untuk kebutuhan sehari-hari melalui sistem on-demand merupakan peran penting
dalam membangun ekosistem dan infrastruktur untuk membudayakan masyarakat
melek digital.

OVERVIEW UNICORN
2.1 STARTUP UNICORN ASIA TENGGARA
Dari Yangon ke Manila, Hanoi ke Bandung, Bandar Seri Begawan hingga Luang
Prabang, Asia Tenggara sedang berkembang pesat. Beberapa orang sering
membanding-bandingkan Asia Tenggara dengan Eropa, dimana keduanya merupakan
jalan pintas yang sesungguhnya memiliki negara-negara dengan bahasa, budaya,
kebiasaan, dan tingkat pertumbuhan yang berbeda dengan satu sama lainnya. Dan,
tidak berbeda dengan di Eropa, ekosistem startup akan memperhitungkan kekuatan
dari regional setempat, lalu bagaimana hal tersebut akan bersaing di tingkat global.
1. Sea (Nilai : $ 4.5 milyar)
Didirikan oleh Forrest Li di Singapura pada tahun 2009, Sea Ltd, singkatan dari
Southeast Asia atau Asia Tenggara berganti nama dari Garena setelah berhasil
mendapatkan dana $ 550 juta untuk meningkatkan daya saing dengan e-commerce
giant Alibaba dan e-commerce lainnya di Indonesia. Perusahaan belanja dan
permainan online ini mengincar tempat melihat keadaan kompetisi e-commerce di
Asia Tenggara sedang meningkat, khususnya pada pasar Indonesia yang sebagian
besar belum dimanfaatkan. Saat ini bisnisnya meliputi permainan online Garena,
operator e-commerce Shopee dan layanan pembayaran digital AirPay.
2. Grab (nilai $ 3.5 milyar)
Bermula di sebuah gudang di Kuala Lumpur pada tahun 2012, hingga akhirnya
Anthony Tan dan Tan Hooi Ling selaku pendiri memilih Singapura untuk
menggerakkan ekspansi regional mereka. Grab merupakan salah satu dari dua
unicorn asal Singapura. Grab merupakan pesaing terbesar dari Uber -Startup paling
berharga di dunia- di Asia Tenggara sebelum diakuisisi saat ini. Grab memperdalam
kehadirannya di Asia Tenggara daripada memperluas keberadaannya melebihi Asia
Tenggara. Di awal 2017, Grab menginvestasikan 700 juta dolar Amerika untuk
master plan 2020 ‘Grab 4 Indonesia’ - investasi terbesar yang pernah dibuat oleh
startup transportasi dalam satu negara. Bagian dari rencana ini adalah untuk
mengembangkan solusi secara spesifik pada Indonesia, seperti algoritma untuk
mengatasi peraturan jalan Indonesia dan layanan bike-pooling. Hingga saat ini,
Grab beroperasi di 30 kota diseluruh Malaysia, Filipina, India, Thailand, Singapura,
Vietnam, dan Indonesia.
3. Go-Jek (Nilai saham $3 Miliar)
Go-Jek merupakan startup transportasi hyperlocal, logistik dan pembayaran
Indonesia yang didirikan sejak 2010. Setelah mengakuisisi beberapa startup luar
negeri, operasi terbesar GoJek masih di Indonesia, dengan ribuan pengendara
melayani di 25 kota di seluruh nusantara. Go-jek juga mengembangkan layanan
pesan antar makanan yang rupanya menghasilkan permintaan lebih tinggi
dibandingkan layanan car-hailing. Sistem pembayaran online, GoPay, turut
berkembang secara signifikan seiring dengan penawaran lainnya yang diberikan
oleh Go-Jek. Go-Jek membawa pengaruh besar terhadap generasi baru startup
ride-hailing di Asia Tenggara, termasuk U-Hop di Filipina, Banana Bike di Thailand,
dan CatchThat Bus di Malaysia.
4. Traveloka (Nilai saham $2 milyar)
Traveloka asal Indonesia ini menyediakan layanan pemesanan tiket pesawat dan
hotel secara online dengan fokus perjalanan domestik di Indonesia. Traveloka
menawarkan platform online yang memudahkan penggunanya melakukan
pemesanan hotel, pesawat, kereta, dan operator transportasi lainnya, promotor
acara, operator objek wisata, biro perjalanan, operator telekomunikasi, dan segala
jenis penyedia layanan. Perusahaan ini didirikan ditahun 2012 dan beroperasi di
Jakarta Barat. Hingga 28 Juli 2017, Deal Street Asia melaporkan nilai saham
Traveloka mencapai 2 triliun dolar Amerika, ujar seorang eksekutif yang akrab
dengan perkembangan dan beafiliasi dengan perusahaan ini, yang enggan disebut
namanya.
5. Tokopedia (Nilai $ 1,2 Milyar)
Tokopedia merupakan sebuah platform online yang melibatkan individu dan
pemilik usaha kecil hingga menengah di Indonesia untuk membuka dan mengelola
toko onlinenya. Perusahaan ini berdiri di tahun 2009 dan beroperasi di Jakarta
Barat. Agustus 2017, Tokopedia menerima investasi dari Alibaba sebesar 1.1 triliun
dolar Amerika. Dengan investasi tersebut, Alibaba mendapat kedudukan di lanskap
e-commerce Indonesia. Sebagai e-commerce terkemuka di Indonesia, Tokopedia
telah mengumpulkan dana sebesar 147 juta dolar Amerika dari investor yang tidak
disebutkan, menurut beberapa laporan pada 10 April 2016.
6. Bukalapak (Nilai $ 1 Milyar)
Bukalapak merupakan platform e-commerce yang memungkinkan penjual dan
pembeli melakukan transaksi online aman dengan cara yang sederhana. Pada
pertengahan November, Achmad Zaky, pendiri dan kepala eksekutif e-commerce
dari Bukalapak.com mengumumkN bahwa Bukalapak baru saja bergabung pada
klub unicorn. Pada akhir 2015, Bukalapak memiliki 510.000 usaha kecil dan
menengah dalam jaringannya, menjajakan lebih dari 1,4 juta barang. Seperti yang
dilaporkan, perusahaan ini melakukan transaksi harian lebih dari 4 juta dolar
Amerika pada bulan Desember dan terlihat pertumbuhan hingga 3-5 kali tahun lalu.
7. Revolution Precrafted (Nilai $ 1 milyar)
Revolution merupakan sebuah koleksi dari limited edition, pre-crafted properties,
termasuk rumah dan paviliun, dikenalkan oleh desain & real estate developer
Robbie Antonio. Revolusi menjual rumah prefabrikasi yang dibuat oleh puluhan
arsitek dan desainer ternama dunia seperti Zaha Hadid, David Salle, Tom Dixon,
Marcel Wanders, dan Lenny Kravitz’s Kravitz Design. Didirikan oleh Robbie Antonio,
seorang maniak kolektor seni dari keluarga yang memang telah terkenal sebagai
pemain hebat dalam industri real estate di Filipina. Dilaporkan telah melebihi nilai 1
triliun dolar Amerika terhitung November 2017, dan menjadi unicorn pertama dari
Filipina.

2.2 NEXT INDONESIA UNICORN (NEXTICORN)


9 Program ini merupakan upaya untuk menciptakan marketplace yang lebih
terstruktur dan tertata bagi para start-up untuk bertemu investor dalam memperoleh
pendanaan. NEXTICORN ini merupakan langkah berikutnya untuk menampilkan
Indonesia berikut startup-startup-nya kepada para investor global dan nasional agar
startup dapat memperoleh pendanaan (funding), karena pemerintah mengerti
permasalahan dalam mendapatkan funding, terutama di zona Missing Middle/Series B.
Diharapkan nantinya startup-startup Indonesia dapat tumbuh dan mempunyai value di
mata investor nasional dan global sehingga akan lahir unicorn-unicorn berikutnya di
Indonesia. Program NEXTICORN ini merupakan kerja sama pemerintah dengan
Asosiasi Modal Ventura untuk Startup Indonesia (AMVESINDO) dan Ernst & Young.
Dengan program NEXTICORN ini, pemerintah akan mendukung adanya Business
Matching yang tepat melalui event-event yang mendatangkan Venture Capital baik dari
nasional maupun dari luar negeri ke Indonesia, juga dengan membawa startup-startup
Indonesia ke event-event di luar negeri yang dihadiri oleh VC. Oleh karena itu
partisipasi dari para pelaku startup sangat penting untuk memanfaatkan peluang yang
telah diberikan, sehingga berpartisipasi agar startup-startup di Indonesia dapat menjadi
The Next Indonesian Unicorn. Pendampingan dimulai dari business plan, market
validation, hingga sustainability technology.
ANALISA STARTUP UNICORN
3.1 ANALISA KENDALA PERKEMBANGAN STARTUP UNICORN
Kendala merupakan hal yang utama diantaranya adalah logistik, infrastruktur
komunikasi, keamanan cyber, perlindungan konsumen, perpajakan, permodalan, dan
edukasi serta sumber daya manusia. Salah satu poin yang mendapat perhatian lebih
adalah permasalah edukasi serta sumber daya manusia.
Perkembangan teknologi adalah suatu kepastian, yang harus kita perhatikan
adalah bagaimana memanfaatkan teknologi. Contohnya kesiapan masyarakat, ini yang
harus menjadi prioritas, terutama bagaimana mengedukasi masyarakat. Selain
rendahnya tingkat edukasi secara umum, tidak meratanya tingkat pengetahuan
masyarakat di Indonesia juga menjadi pemicu masalah. Pemerintah tetap optimis dan
melakukan berbagai upaya untuk mendukung perkembangan startup digital di
Indonesia, salah satunya melalui program-program pembinaan seperti Plug and Play
Indonesia. Plug and Play Indonesia juga memjembatani hubungan startup dengan
berbagai stakeholder seperti instansi pemerintahan, korporasi, dan juga media.

3.2 ANALISA ANCAMAN DAN TANTANGAN STARTUP UNICORN


Jika Indonesia mengikuti jejak Silicon Valley, akan terjadi ketimpangan. Banyak
startup akan yang akan berakhir di kuburan bersama startup-startup lainnya,
sedangkan sejumlah pemain besar akan semakin mendulang kesuksesan. Setiap
startup harus melewati kesulitan yang akan menentukan nasib mereka di tengah
pertumbuhan startup lain yang begitu pesat.
Secara lebih spesifik, ada tiga yang harus dilalui oleh startup:
1. Teknologi
Industri berjalan dengan begitu cepat. Penemuan teknologi saat ini adalah cikal
bakal bagi inovasi berikutnya. Berbagai penemuan selama enam dekade
belakangan, seperti mainframe, PC, internet, mobile, cloud-computing, networking,
AI, user interface (UI), dan komunikasi, telah berhasil meningkatkan produktivitas
perusahaan. Ada perusahaan yang bertumbuh dengan cepat. Banyak pula yang
gagal lebih cepat dari perkiraan, jika mereka terlalu cepat puas dengan
perusahaannya sendiri dan tidak berinovasi.
Perusahaan di industri teknologi terbagi ke dalam dua aliran, yaitu : Perusahaan
yang telah sukses akan berkembang semakin besar, bahkan hampir mencapai
level monopoli dan Perusahaan yang mengalami kebangkrutan, atau lebih buruk
lagi, tidak relevan. Yang harus dipertimbangkan adalah :
a. Scalability dan stabilitas, ini adalah salah satu kesulitan yang paling sering
ditemukan ketika sebuah startup sedang dalam proses berkembang. Sistem
crash beberapa kali dalam satu hari adalah hal yang lumrah. KASKUS,
Twitter, Amazon, dan lainnya sudah mengalami hal ini dan berhasil
melewatinya meskipun secara perlahan. Startup yang baik memiliki
kemampuan untuk membangun kembali pesawatnya bahkan saat berada di
tengah udara, serta memberikan solusi untuk perkembangan jangka
panjang yang berkelanjutan.
b. Keamanan, Ini adalah hal yang kerap diabaikan oleh kebanyakan pelaku
startup. Kemungkinan besar karena sistem belum pernah diretas sehingga
kurang menyadari ancaman akan hal ini. Banyak pula founder muda yang
telat menyadari pentingnya memiliki kemampuan untuk mengatasi isu
keamanan ini. Masih banyak startup yang menghadapi masalah ini,
utamanya yang bergerak di bidang e-commerce dan pembayaran.
c. Merambah pasar internasional dan lokal 11 Bidang, ini juga sering
terlupakan. Kebanyakan startup tanah air memang hanya menargetkan
pasar lokal. Namun, ketika kesempatan untuk go international datang,
kelaikan software milikmu dari segi desain dan implementasinya tentu harus
teruji. Akan lebih baik jika hal ini diserahkan kepada tim software
engineering yang ahli dalam hal ini.
2. Bisnis
Pemilik perusahaan dan tim manajemen bertanggung jawab kepada berbagai
stakeholder, seperti karyawan, pelanggan, pemegang saham, dan komunitas, baik
secara hukum, etika, dan moral. Para VC pun memiliki tanggung jawab terhadap
investornya. Oleh sebab itu, haarapannya untuk mendapatkan kembali uang
investasinya dalam jumlah yang berlipat. Kelalaian dalam mengelola keuangan
menjadi penyebab lain kegagalan startup. Ketika sebuah startup mendapatkan
suntikan dana segar, kesalahan terbesar yang paling umum adalah
menghabiskannya dalam sekejap. Kebiasaan-kebiasaan seperti menyewa mobil
mewah untuk menjemput tamu, berpesta di hotel bintang lima, mengadakan outing
perusahaan di resor eksotis, akan terkesan tidak bertanggung jawab di mata para
pemegang saham. Bahwa sebuah startup harus berjalan sesuai dengan
kemampuannya dan mengeluarkan uang secara cerdas dan sedikit demi sedikit.
Di saat yang sama, penting untuk tetap menjaga kualitas karyawan secara ketat.
3. Kepemimpinan dan manajemen
Seiring dengan berkembangnya startup, interaksi antarkaryawan juga akan
semakin rumit, apalagi dengan latar belakang pendidikan, pengalaman, dan
budaya yang berbeda. Pertumbuhan juga akan membawa perubahan pada
pelanggan, pemegang saham, dan integrasi produk yang semakin kompleks.
Founder dan juga tim manajemen seketika harus berurusan dengan berbagai unit
bisnis serta lokasi kantor dan zona waktu yang berbeda-beda. Bisa dikatakan
bahwa akan sangat sulit untuk menghitung semua kemungkinan yang ada.
Solusinya untuk menghadapinya ada 4 cara, yaitu :
a. People-First
Sebuah perusahaan akan sukses jika karyawan dan pelanggannya merasa
puas. Memenuhi kebutuhan karyawan akan mencegah perhatian mereka
terbagi sehingga mereka dapat fokus pada pekerjaannya. Hasilnya, kepuasan
pelanggan juga akan meningkat.
b. Alignment
Salah satu penyebab gagalnya sebuah startup adalah masalah internal. Semua
departemen, mulai dari PM, engineering, penjualan, pemasaran, keuangan,
HR, customer support, dan sebagainya, harus menyesuaikan target mereka
agar sejalan dengan tujuan jangka panjang dan jangka pendek perusahaan.
Hal ini perlu dimonitor untuk memastikan bahwa semuanya sudah sejalan.
Yang terpenting adalah semua pihak setuju dan berkomitmen. Jika terpaksa,
hal terbaik berikutnya adalah “tidak setuju dan berkomitmen”, selama urutan
prioritas mengutamakan perusahaan, tim, dan individu.
c. Disiplin
Sudah menjadi rahasia umum bahwa para pekerja di Silicon Valley berpakaian
kasual. Mulai dari kaos dan celana jin, atau bahkan celana pendek saat musim
panas. Di balik penampilan santai tersebut, mereka menyimpan gairah yang
tinggi, keinginan sekuat baja, optimisme naif, kepercayaan “bodoh”, dan disiplin
yang tinggi. Sebuah sindrom yang dikenal dengan nama duck syndrome inilah
yang sukses membuat perusahaan startup di Silicon Valley berhasil menjadi
perusahaan kelas dunia dalam kurun waktu satu dekade atau lebih.
d. Back to basic
Penting untuk mengingat kembali hal-hal yang fundamental dalam
perjalananmu membangun startup.

MODEL KEPEMIMPINAN UNICORN

Pada April 2018, Indonesia berhasil mengorbitkan empat perusahaan unicorn.


Go-Jek, Traveloka, Tokopedia, dan Bukalapak. Jumlah ini ternyata lebih banyak
daripada negara-negara maju lainnya seperti Kanada, Korea Selatan, Australia,
Perancis, Rusia, Jerman, dan Singapura.
Tentunya keberhasilan tersebut menarik untuk dikaji dari sisi kepemimpinan para
pendiri unicorn asal Indonesia ini. Pendekatannya kita ambil dari James Kouzes dan
Barry Posner tentang lima praktik kepemimpinan teladan.
1. Praktik pertama sekaligus hal yang tersulit adalah model the way, menjadi
panutan bagi bawahan. Para pendiri unicorn berupaya untuk menjadi orang
pertama di perusahaannya masing-masing yang dapat dijadikan contoh teladan
bagi bawahannya dalam hal integritas dan profesionalisme kerja. Ini dilihat dari
adanya konsistensi yang terus-menerus antara perkataan dan perbuatan. Hal ini
turut membantu mereka mendapatkan kredibilitas dan kepercayaan dari
bawahan, pelanggan, investor, pemerintah, dan para pemangku kepentingan.
2. Kedua, inspire a shared vision, mempunyai kompetensi berpikir visioner yang
menginspirasi dan bermanfaat. Para pendiri unicorn dikenal sebagai visioner
yang bertujuan untuk menjadi pelayan dan anugerah untuk seluruh
komunitasnya.
3. Ketiga, challenge the process, bersedia untuk menantang pola lama agar dapat
memperbarui proses. Perusahaan dan bawahan selalu diarahkannya untuk
dapat bergerak gesit mengikuti tuntutan zaman seperti halnya unicorn yang
lincah.
4. Keempat, enable others to act, mengembangkan dan memampukan
bawahannya untuk bertindak. Para pendiri perusahaan unicorn begitu mencintai
bawahannya. Ini menegaskan para pemimpin unicorn tersebut seperti tidak
memiliki kekhawatiran ditinggalkan ataupun diambil posisinya oleh para
bawahannya.
5. Terakhir yang tidak kalah pentingnya, encourage the heart, memberikan
penghargaan untuk prestasi dan keberhasilan, kecil maupun besar, yang dicapai
oleh bawahannya. Bahkan untuk hal sepele sekali pun. Para pemimpin unicorn
tak segan memberikan “like” ataupun komentar positif pada status media sosial
bawahannya yang menginformasikan adanya suatu pencapaian atau
keberhasilan tertentu. Ini pastinya turut membangun chemistry positif saling
mendukung dan saling menyayangi.

UNICORN DI BIDANG KESEHATAN


Menteri Komunikasi dan Informasi Rudiantara menyebutkan bahwa startup
edutech dan healthtech memiliki peluang menjadi unicorn Indonesia selanjutnya.
“Secara teoritis yang bagus itu edutech. Kenapa? Karena 20% APBN kita digunakan
untuk belanja pendidikan. Kemudian healthtech dengan anggaran mencapai 5% dari
APBN,” kata Rudiantara usai mengisi acara IdeaFest 2018 di Jakarta Convention
Center, Jumat (26/10/2018).
Rudiantara menyampaikan pemerintah terus memfasilitasi perkembangan
startup Indonesia. Salah satunya dengan mengajak investor untuk berinvestasi di
perusahaan pengembang teknologi edukasi dan kesehatan.“Kita punya program Next
Indonesian Unicorn sudah dua kali, bagaimana melakukan percepatan-percepatan
[lahirnya] unicorn dan saya yakin tahun 2019, sebelum 2020, minimal unicorn Indonesia
ada 5,” ucap Rudiantara optimis.

KESIMPULAN
1) Ada tiga rintangan yang harus dilalui oleh startup untuk dapat berkembang, antara
lain teknologi, bisnis, serta kepemimpinan dan manajemen.
2) Ketekunan yang sejalan dengan misi perusahaan adalah kunci agar startup dapat
berkompetisi dengan perusahaan raksasa.
3) Startup juga perlu mengutamakan kesejahteraan sumber daya manusia, komitmen,
dan kedisiplinan
DAFTAR PUSTAKA

https://www.academia.edu/36601231/ANALISA_PENGIMPLEMENTASIAN_UNICORN_
DI_INDONESIA. diakses tanggal 12 Maret 2019.

Anda mungkin juga menyukai