Anda di halaman 1dari 26

PROCEDURE

DOCUMENT NUMBER REV . : 0


PRE COMMISSIONING &
PAGE NUMBER
SPD-PR-009-053 COMMISSIONING 1 OF 26

PEMBERI KERJA : PT. PERTAMINA (PERSERO)

KONTRAKTOR : PT.INDRABAS PURNAMA MAKMUR

NAMA PROYEK : KONSTRUKSI (EPC) UNTUK


RELOKASI DPPU SUPADIO
PONTIANAK

LOKASI : PONTIANAK

NOMOR KONTRAK : -

5
4
3
2
1
0 22-03-2018 - IFR EV KH AW
PREP’D BY CHEC’D BY APPR’D BY APPR’D BY APPR’D BY
REV. DATE PAGE DESCRIPTION
PT. INDRABAS PURNAMA MAKMUR PT. PERTAMINA
PROCEDURE

DOCUMENT NUMBER REV . : 0


PRE COMMISSIONING &
PAGE NUMBER
SPD-PR-009-053 COMMISSIONING 2 OF 26

LEMBAR REVISI

NO REVISI TANGGAL PERUBAHAN


PROCEDURE

DOCUMENT NUMBER REV . : 0


PRE COMMISSIONING &
PAGE NUMBER
SPD-PR-009-053 COMMISSIONING 3 OF 26

DAFTAR ISI
Hal
1. KATA PENGANTAR 5
2. LINGKUP 5
3. FILOSOFI 5
4. TUJUAN 6
5. SINGKATAN 6
6. DEFINISI 7
7. REFERENSI 8
8. ORGANISASI 9
9. PRA COMMISSIONING 10
9.1 Sistem Elektrikal
9.2 Sistem Instrumentasi
9.3 Mechanical
9.4 Fire & Safety System
9.5 Diesel oil system
9.6 Fuel Receiving & Supply System
9.7 Oil Drain System

LAMPIRAN-1 : Daftar Peralatan untuk precomm


LAMPIRAN-2 : Organization chart dan List Manpower PT.IPM
LAMPIRAN-3 : Form Pump mechanical run
LAMPIRAN-4 : Check list pre commissioning
LAMPIRAN-5 : Check list commissioning
LAMPIRAN-6 : Form Flushing
PROCEDURE

DOCUMENT NUMBER REV . : 0


PRE COMMISSIONING &
PAGE NUMBER
SPD-PR-009-053 COMMISSIONING 4 OF 26

1. Kata Pengantar
Depot Pengisian Pesawat Udara (DPPU) Supadio adalah Fasilitas Pengisian Bahan Bakar Pesawat
Udara yang dirancang untuk memenuhi kebutuhan bahan bakar pesawat di Bandara Supadio yang
baru secara efektif dan efisien dengan refueller system.

Prosedur ini akan menjelaskan tahapan pre-commisioning berdasarkan urutan desain filosofi operasi
untuk DPPU Supadio, Pontianak

2. Lingkup
Prosedur ini memberikan tanggung jawab kepada semua personil yang terlibat didalam
pengoperasian peralatan dan control sistem yang akan digunakan selama proses Pre-comissioning
untuk proyek DPPU Supadio.

3. Filosofi
Filosofi dalam fase pre-commissioning ini adalah untuk menemukan kendala-kendala didalam meng-
operasionalkan system beserta solusinya, sehingga diharapkan biaya resiko dapat ditekan terutama
terhadap faktor keselamatan kerja, keselamatan peralatan dan lindungan lingkungan. Keselamatan
personel dan peralatan dan perindungan lingkungan adalah prioritas utama yang harus diperhatikan
dalam proses penyelesaian pekerjaan pre-commissioning.

Pre-comisioning Proyek DPPU Supadio akan dilaksanakan secara sequential meliputi fasilitas :
a) Fire water system
b) Diesel oil system
c) Fuel Unloading system
d) Fasilitas Penimbunan avtur
e) Fasilitas Supply avtur ke Refueller
f) Drain tank system
g) Emergency system
PROCEDURE

DOCUMENT NUMBER REV . : 0


PRE COMMISSIONING &
PAGE NUMBER
SPD-PR-009-053 COMMISSIONING 5 OF 26

4. Tujuan

Tujuan prosedur ini adalah sebagai panduan lengkap, detail dan terstruktur dalam proses pre-
commisioning, sehingga proses pre-comisioning dapat dijalankan dengan aman dan terstruktur serta
dapat memastikan bahwa system yang didesain bisa beroperasi dengan baik dengan performa
sesuai rencana pada saat commissioning nantinya.

5. Singkatan
H=high level ESD=emergency shut down
HH=high-high level KL=kiloliter
L=low level DPPU=depot pengisian pesawat udara
LL=low-low level ATG=automatic tank gauging
DT=drain tank PT=pressure transmitter
T=tanki avtur PI=pressure indicator
DFS=drain filter separator MOV=motor operating valve
PLC=distribution control system PLC=programmable logic control
DP=drain pump MCC=motor control center
MV=medium volt
AC-1 = Acceptance Certificate SS=sub station
COMM=Commissioning KV=kilo volt
DAC=Discipline Acceptance Certificate LVDP=low volt main distribution panel
EQ’s=Engineering Queries
FAT=Factory Acceptance Tests HC-1 = Handover Acceptance Certificate
FCN’s= Field Chance Notices ITR’s= Inspection & Test record sheet
CF’s=Change Forms MC=Mechanical Completion
PC=Pre- commissioning
SC-1=Sistem Completion Certificate
UCP=Unit Control Panel

6. Definisi
6.1 Pre Comissioning
 Pre-commissioning adalah fase awal sebelum dilakukan commissioning (yaitu pada fase
dimana avtur sebelum dimasukan kedalam system Sarfas) dan dapat didefinisikan sebagai
PROCEDURE

DOCUMENT NUMBER REV . : 0


PRE COMMISSIONING &
PAGE NUMBER
SPD-PR-009-053 COMMISSIONING 6 OF 26

konfirmasi bahwa sistem dan peralatan yang terpasang telah melalui tahapan mekanikal
(fabrikasi, konstruksi, instalasi dsb) dan siap apabila akan dilakukan proses commissioning
yang menyeluruh dan mengacu kepada desain sistem, operasional dan factor keselamatan.
 Pre-commissioning melibatkan serangkaian inspeksi dan tes baik mechanical, instrument,
electrical serta site safety dan emergency. Walaupun sebenarnya pre-commissioning adalah
bagian yang terintegrasi dengan commissioning dimana umumya tidak terdapat proses serah
terima (handover), kecuali bila commissioning tersebut dilakukan oleh pihak lain.
 Tahapan pre-commissioning juga dimaksudkan untuk melakukan pembersihan jalur pipa
avtur (flushing) mulai dari system penerimaan hingga ke system loading ke refueller.

6.2 Commissioning
 Commissioning adalah pengoperasian dinamis seluruh peralatan, sistem control dan sistem
keselamatan dan fasilitas yang lain untuk menguji kesesuaian desain dan menemukan
kendala secara operasional di bagian alat (equipment) tersebut, serta melakukan mitigasi
apabila ditemukan kendala tersebut dengan menggunakan avtur sebagai media operasi.
 Aktivitas commissioning hendaknya dilakukan di bawah atau mendekati keadaan operasi
normal dan menggunakan medium Avtur, serta melibatkan pengoperasian unit yang telah
terhubung oleh sistem atau subsistem. Pengontrolan dilakukan melalui sistem PLC atau
panel control.

6.3 Performance Test


Performance Test perlu dilakukan untuk menyatakan bahwa peralatan mekanikal telah dapat
dioperasikan sesuai dengan criteria desain. Pada equipment tertentu umumnya hal ini
diselesaikan pada saat FAT (Factory Acceptance Test), tetapi bisa diulang pada saat
commissioning tergantung situsi dan kondisi.

Uji performan ini dilaksanakan oleh PT Indrabas Purnama Makmur pada saat tahapan pre-
commissioning dan apabila dimungkinkan dibantu oleh pihak vendor unit tersebut. Seluruh
PROCEDURE

DOCUMENT NUMBER REV . : 0


PRE COMMISSIONING &
PAGE NUMBER
SPD-PR-009-053 COMMISSIONING 7 OF 26

tahapan performance test yang dilakukan harus mengacu kepada prosedur pre-commissioning
dan prosedur vendor atau badan verifikasi yang ditunjuk.

6.4 Operasi
Operasi sistem pre-commissioning akan menjadi tanggung jawab PT Indrabas Purnama Makmur
sedangkan Commissioning akan menjadi tanggung jawab Pertamina dibantu oleh PT Indrabas
Purnama Makmur.

6.5 Factory Acceptance Test


 Factory Acceptance Test (FAT) harus dilakukan oleh pihak penyuplai peralatan dilokasi
fabrikasi pihak penyuplai atau fasilitas uji yang ditunjuk, sebagai bukti bahwa
equipment/peralatan telah memenuhi persyaratan operasi sebelum alat tersebut dikirimkan
ke lapangan.
 Tes – tes ini harus digunakan untuk mengurangi ruang lingkup kerja commissioning dengan
mengeliminasi performance test saat commissioning. Commissioning pada dasarnya lebih
ditekankan pada sistem control alat tersebut dan pengaruhnya terhadap alat lainnya yang
akan diintegrasikan.
 Seluruh peralatan control dan instrumentasi sudah dilakukan kalibrasi pada saat FAT dan
SAT dengan tanpa menggunakan media avtur

7. Referensi
 API Std 650 : Welded tank for oil storage
 API 653 : Tank inspection, repair, alteration & reconstruction
 EI 1581 : Specification & Qualification for Aviation jet fuel
 Piping for fuel supply system : API std 1104, ASTM D1655
 Pressure Vessel and Boiler : ASME VII Div 1 & ASME I
 JIG (Joint Inspection Group) bulletin 96 : Fuel Quality requirement
PROCEDURE

DOCUMENT NUMBER REV . : 0


PRE COMMISSIONING &
PAGE NUMBER
SPD-PR-009-053 COMMISSIONING 8 OF 26

8. Struktur Organisasi
 Bagan struktur organisasi team pre-commissioning dan commissioning terlampir (Lampiran 2).
 PT. Indrabas Purnama Makmur melakukan tahapan penyelesaian mekanikal (Mechanical
Completion) dan pre-Commissioning dibawah koordinasi Manajer Proyek yang dibantu oleh
seorang Manajer Konstruksi dan beberapa personel yang ditunjuk.
 Tim Commissioning dibentuk dan disetujui oleh Pertamina, didalamnya terdapat bagian-bagian
fungsi yang masing-masing dianggotai oleh personel Pertamina dan Kontraktor.
 Tim tersebut memiliki tanggung jawab sebagai penjamin bahwa proyek telah diselesaikan secara
aman, terprogram dengan baik, sesuai dengan anggaran proyek, jadwal dan prosedur.

Tugas dan tanggung jawab team pre-commissioning :


 Identifikasi paket pre-commissioning dan commissioning
 Mempersiapkan prosedur pre-commissioning & commissioning
 Mencatat data – data Pre-commissioning dan commissioning di sistem operasi
 Persiapan jadwal precom & commissioning, termasuk identifikasi sequence pekerjaan
 Identifikasi peralatan-peralatan yang hanya digunakan sementara pada saat pre-commissioning
beserta suku cadang.
 Identifikasi jumlah personel yang dibutuhkan selama pengerjaan (termasuk vendor dan
subkontraktor).

9. Pre Commissioning
Kegiatan pre-commissioning hanya boleh dimulai apabila tahapan Mechanical Completion,
persetujuan Sertifikat MC berikut punch list telah memenuhi pre-commissionig check list (terlampir),
dan proses serah terima kepada Team pre-Commissioning telah selesai. Pre Commissioning
mencakup inspeksi awal start-up dan serangkaian tes yang menjadi bagian penyelesaian Function
Test Certificates dan termasuk beberapa aktivitas seperti berikut :
PROCEDURE

DOCUMENT NUMBER REV . : 0


PRE COMMISSIONING &
PAGE NUMBER
SPD-PR-009-053 COMMISSIONING 9 OF 26

9.1 Sistem Elektrikal


 Inspeksi visual seluruh alat elektrikal
 Insulation resistance test pada kabel
 Test grounding
 Continuity test pada saat terminasi kabel
 Apabila serangkaian test sudah siap, maka power dari PLN akan di “Energized”
 Test tanpa beban untuk motor listrik (motor solo run)
 Tahap penyelesaian sertifikasi pre-commissioning
 Bersama vendor melakukan test genset 135 Kva sesuai rujukan NFPA 110

9.2 Sistem Instrumentasi


Untuk instrumentasi, perlu dilakukan pemeriksaan ulang terhadap PLC, ESD dan panel-panel
control yang lain bila ada dan termasuk didalamnya berbagai aktifitas:
 Cek loop sistem instrumentasi
 Kontrol dan cek instrumentasi ESD dari alat yang terhubung dan sesuai dengan
konfigurasi matriks pada cause and effect diagram.
 Pemeriksaan visual terhadap peralatan instrument yang terpasang, termasuk skid
instrument, dan menjamin bahwa seluruhnya terpasang dengan tepat sesuai dengan
P&ID.
 Pemeriksaan fungsional dari MOV
 Pemeriksaan fungsional dari ATG
 Uji instalasi PSV dan sertifikasi oleh Migas
 Cek dan uji kehandalan HMI yang terpasang dengan semua status (Normal, Auto)
 Cek response time pompa terhadap ESD
PROCEDURE

DOCUMENT NUMBER REV . : 0


PRE COMMISSIONING &
PAGE NUMBER
SPD-PR-009-053 COMMISSIONING 10 OF 26

9.3 Mechanical
 Memastikan bahwa instalasi seluruh peralatan mekanikal yang akan diuji di tahapan pre-
commissioning telah dilakukan dengan tepat dan sesuai dengan criteria vendor.
 Melakukan tes kebocoran dengan pneumatic test terhadap sistem perpipaan dan filter
separator yang dilengkapi dengan berita acara pemeriksaan
 Melakukan uji tightnest test untuk bejana tekan Drain tank DT-401/402 dan diesel oil
tank DT-501
 Melakukan uji hydrostatic test untuk fire water tank T-701, fuel storage tank : T-201, T-
202, T-203
 Join Inspeksi internal terhadap seluruh storage tank dan pressure vessel. Pastikan
bahwa kondisi internal unit-unit tersebut bersih dan terpasang dengan baik.
 Pastikan putaran pompa dan motor dalam keadaan bebas, arah rotasi dan pengecekan
fungsi start/stop yang menjadi tanggung jawab disiplin elektrikal.
 Melakukan tes fungsional terhadap seluruh bagian unit, sistem lubrikasi dll.
 Melakukan tes tanpa beban untuk motor elektrik
 Melakukan pemasangan internal filter separator dan memastikan tidak ada kebocoran
pada sambungan flange dan threaded (FWS media tidak dipasang selama flushing I
(pertama)).
 Melakukan uji kebersihan (cleaness test) untuk semua jalur pipa avtur.
 Memastikan semua jalur vents dan drain pada jalur pipa avtur telah terpasang dengan
benar
 Lakukan box up dengan melibatkan semua fungsi terkait baik dari Kontraktor dan
Pertamina untuk fuel tank, drain tank dan diesel oil tank. Dibuat berita acara box up yang
ditanda tangani oleh Pertamina dan Kontraktor.
PROCEDURE

DOCUMENT NUMBER REV . : 0


PRE COMMISSIONING &
PAGE NUMBER
SPD-PR-009-053 COMMISSIONING 11 OF 26

9.4 Fire & Safety System


 Inspeksi peralatan keselamatan yang akan dipasang seperti emergency lighting,
extinguisher dll, berikut penentuan lokasi dan jumlah.
 Inspeksi dan uji coba sisyem smoke detector, heat detector (bila ada)
 Inpeksi dan uji coba ESD (Buat BA pengujiannya)
 Inspeksi dan uji system fire fighting, terdiri dari Fire Pump, Jockey pump dan hydrant ring
system dan foam system.
 Lakukan water flushing pada seluruh jalur fire water termasuk foam system
 Yakinkan bahwa kinerja fire water pump dan jockey pump telah sesuai dengan design
 Pemasangan APAR sesuai dengan lokasi rencana (sesuai dengan IP 1540 dan NFPA
10)
 Inspeksi dan memastikan jalur darurat dan pemasangan tanda-tanda keselamatan
 Gunakan log sheet sebagai dasar untuk semua parameter pengecekan

9.4.1 Fire water system


Lakukan verifikasi P&ID, yakinkan bahwa semua system fire water telah terpasang dengan
benar. Libatkan vendor apabila diperlukan. Langkah-langkah persiapan precommissioning
fire water system adalah sebagai berikut:

STEP 1:
Lakukan Pengisian fire water pada T-701 (fire water tank) sampai max level. Amati
pertambahan tinggi cairan didalam tanki melalui level indicator yang telah tersedia.

STEP 2:
Lakukan pengisian cairan pada suction pompa secara perlahan-lahan, mulai dari jockey
pump kemudian ke fire water main pump. Lakukan venting pada casing pompa agar tidak
ada udara yang terjebak. Lanjutkan pengisian cairan hingga sampai ke main ring di sekitar
area tanki dan office. Apabila diperlukan, start pompa jockey untuk menambah tenaga aliran
air. Lakukan venting udara pada seluruh hydrant yang tersedia.
PROCEDURE

DOCUMENT NUMBER REV . : 0


PRE COMMISSIONING &
PAGE NUMBER
SPD-PR-009-053 COMMISSIONING 12 OF 26

JOCKEY PUMP
 Lakukan setting “START” dan “STOP” jockey pump sesuai dengan design dan lakukan
uji coba auto start & auto stop.
 Buat aliran fire water kearah sirkulasi dari T-701, pompa jockey dan kembali ke T-701.
Hal ini dilakukan untuk memberi ruang gerak fluida selama proces mechanical run
jockey pump.
 Lakukan start jockey pump dalam 3 second, lalu stop. Cek apakah ada yang tidak
normal dengan putaran dan suara. Apabila semua normal, maka jockey pump siap untuk
mechanical run selama kurang lebih 2 jam. Catat perubahan tempratur dan vibrasi
sesuai dengan form yang tersedia.

STEP 3:
FIRE WATER PUMP DIESEL ENGINE
 Cek bahwa tanki diesel daily tank fire water pump telah diisi fuel yang cukup untuk
kegiatan precom & commissioning ini
 Buat aliran fire water kearah sirkulasi dari T-701, pompa fire dan kembali ke T-701. Hal
ini dilakukan untuk memberi ruang gerak fluida selama proces mechanical run fire pump.
 Pelajari manual vendor dan lakukan langkah-langkah periapan untuk start diesel engine.
Pada tahap awal ini, bantuan vendor mungkin akan sangat membantu untuk start diesel
engine. Cek oli, air radiator, accu, power supply dll sesuai dengan petunjuk vendor
 Lakukan start engine dengan slow run (rpm 500 ~ 700) untuk waming up
 Apabila tidak ada kendala, tambah rpm perlahan-lahan hingga mencapai rpm
operasional (1700 ~ 2100). Lakukan mechanical run dan catat perubahan temperature
dan vibrasi sesuai dengan form yang tersedia.

STEP 4:
 Pada saat pompa fire sedang mechanical run, lakukan test fire water system dengan
membuka 2 atau 3 fire hydrant yang telah dihubungkan dengan fire hose. Amati jarak
semburan air yang terjadi.

STEP 5:
 Setelah itu, lakukan juga test fire water springkler pada masing-masing tanki fuel secara
PROCEDURE

DOCUMENT NUMBER REV . : 0


PRE COMMISSIONING &
PAGE NUMBER
SPD-PR-009-053 COMMISSIONING 13 OF 26

bergantian dengan membuka valve pada inlet fire water springkler yang telah tersedia.
 Lakukan setting “AUTO START” sesuai dengan set pressure yang ada didalam design.
 Lakukan uji coba untuk auto start
 Apabila semua test sudah sesuai dengan design, maka fire water system sudah bisa
dipasang dengan kondisi stand by.

STEP 6:
9.4.2 Foam System
 Apabila fire water system sudah on line, maka foam system perlu segera di fungsikan
dengan langkah-langkah sbb:
o Isi foam bladder tank dengan foam liquid yang tersedia. Proses pengisian foam dari
drum ke blader tank harus sesuai dengan petunjuk vendor.

STEP 7:
o Lakukan test untuk generate foam. Hal ini dapat dilakukan test melalui foam
chamber. Disarankan untuk mengambil titik yang terjauh. Apabila test melalui foam
chamber, maka foam chamber harus dilepas dari nozzle dan di putar 180 derajat.
Siapkan terpal seperlunya agar foam yang terbentuk tidak berhamburan tertiup
angin.
o Apabila bladder tank telah diisi dengan foam concentrat, maka untuk mengalirkan
campuran foam dengan fire water adalah dengan membuka inlet valve pada bladder
tank, sehingga cairan foam akan tersedot secara proportional oleh foam educator.

STEP 8:
o Lakukan test foam melalui foam springkler pada area filling shed
o Apabila tes generate foam sudah selesai, foam system dapat segera di aktifkan

9.4.3 Fire extinguisher


 Lakukan cek terhadap penempatan fire extinguisher apakah sudah sesuai dengan
layout drawing atau tidak. Laporkan apabila ada ketidak sesuaian dan harus segera
mendapat perhatian dan kontraktor dan Pertamina. Dibuatkan berita acara untuk
inpeksi penempatan fire extinguisher ini. Penempatan sesuai dengan Fire
PROCEDURE

DOCUMENT NUMBER REV . : 0


PRE COMMISSIONING &
PAGE NUMBER
SPD-PR-009-053 COMMISSIONING 14 OF 26

extinguisher layout yang sudah di approved oleh Pertamina.

9.4.4 Fire Water Hydrant system


 Fire Hose beserta perlengkapannya harus sudah ada didalam masing-masing hydrant
box ketika akan melakukan uji coba fire hydrant. Cek apakah jumlah dan perlengkapan
sudah sesuai dengan design atau belum. Dibuatkan berita acara untuk penempatan
fire hose ini.

9.5 Diesel oil system


Pastikan bahwa DT-501 telah dilakukan uji kebocoran dengan benar.
STEP 1:
 Lakukan line up dan line cek mulai dari DT-501 hingga ke DT-502A/502B (Genset 1 & 2)
dan DT-503A/503B (Firepump diesel tank 1 & Firepump diesel tank 2).
 Lakukan flushing dari truck tank ke DT-501 bersamaan dengan menjalankan pompa
DP-501 untuk pemompaan diesel oil dari truk lorry ke DT-501
 Pastikan bahwa diesel oil yang masuk ke dalam DT-501 dengan aman

STEP 2:

 Buka aliran diesel oil kearah dispenser


 Cek power pompa dispenser, dan lakukan pengisian fuel ke truak yang tersedia untuk
simulasi

STEP 3:

 Pastikan bahwa instrumentasi yang terkait dengan automation pada DT-502A/502B


(genset) dan DT-503A/503B (Firepump diesel tank) telah dipasang dan dapat bekerja
sesuai dengan rencana.
 Info ke Control room untuk tangki yang mau disikan.Jika sudah ada konfirmasi dari
control room.maka barulah pompa DP-501 dihidupkan secara manual. Pompa akan
berhenti bilamana tangki yang akan disikan akan penuh.
PROCEDURE

DOCUMENT NUMBER REV . : 0


PRE COMMISSIONING &
PAGE NUMBER
SPD-PR-009-053 COMMISSIONING 15 OF 26

 Tandai low level dan high level pada side glass yang tersedia sebagi acuan operasi
selanjut nya.
 Pastikan bahwa diesel oil yang masuk ke dalam DT-502A/502B dan DT-503A/503B
keadaan bersih dengan mengambil sample melalui drain valve yang tersedia pada
masing-masing tank.

9.6 Fuel Receiving & Supply System


 Sebelum melakukan penerimaan avtur, maka ESD (emergency shutdown) system,
system fire fighting dan diesel fuel harus sudah dilakukan precom & commissioning
terlebih dahulu dan sudah dalam kondisi siap untuk dioperasikan dan apabila terjadi
keadaaan emergency dapat dihentikan.
 Lakukan line chek dan line up, verifikasi P&ID, pastikan bahwa instalasi sistem
perpipaan, instalasi, support, valve berikut seluruh komponen dan koneksi instrumentasi
dilakukan dengan baik dan sesuai dengan informasi desain terakhir.
 Pastikan media Filter separator belum terpasang.
 Persiapkan ember aluminium atau stainless steel 20 litre dan drum 200 liter untuk
menampung minyak avtur selama proses drain dan venting (lihat lampiran 1).
 Lakukan inspeksi terhadap pengoperasian seluruh valve (PSV, MOV dan manual valve)
 Pastikan bahwa chek list commissioning sudah dilaksanakan dan sudah disetujui
 Melakukan tes kebocoran (pneumatic test atau hidrotest) terhadap sistem perpipaan
 Persiapkan minimum Avtur (kalkulasi terlampir)
 Untuk Step akan dijabarkan pada excel terlampir include diagram flow pada Pi&D
PROCEDURE

DOCUMENT NUMBER REV . : 0


PRE COMMISSIONING &
PAGE NUMBER
SPD-PR-009-053 COMMISSIONING 16 OF 26

LAMPIRAN 1.
Daftar peralatan untuk kegiatan precom & commissioning:
PROCEDURE

DOCUMENT NUMBER REV . : 0


PRE COMMISSIONING &
PAGE NUMBER
SPD-PR-009-053 COMMISSIONING 17 OF 26

LAMPIRAN 2.

Bagan Organisasi Precom & Commissioning:

DPPU Mgr Comm Manager Site Manager


Aviation Mgr

3rd Party Spv

Operation Spv I/E lead Spv Mech Lead Spv QC lead Spv

Pre Comm & Comm support team

Note ;
 I/E : Instrument & Electrical
 Mechanical supervisor membawahi piping dan equipment
PROCEDURE

DOCUMENT NUMBER REV . : 0


PRE COMMISSIONING &
PAGE NUMBER
SPD-PR-009-053 COMMISSIONING 18 OF 26

LAMPIRAN 3A.

FORM PUMP MECHANICAL RUN

Date : - 2018
Prepared By : ________________
Motor Pump Amb
Jam ACP CP ACP CP Temp Rpm Remarks
Vb () T (C) Vb () T (C) Vb () T (C) Vb () T (C) (C)
00
15’
30’
45’
60’
75’
90’
105’
120’

NOTE: ACP : Anti Coupling, CP : Coupling

PT. INDRABAS PURNAMA MAKMUR


PT. PERTAMINA

( ) ( )
PROJECT MANAGER PROJECT MANAGER
PROCEDURE

DOCUMENT NUMBER REV . : 0


PRE COMMISSIONING &
PAGE NUMBER
SPD-PR-009-053 COMMISSIONING 19 OF 26

LAMPIRAN 3B.
Emergency Generator –Test Form
Generator Model: ………….. Engine Model: ………. Date installed: ……………, 2018

Standby kW nameplate rating: …… kW 30% of standby rating = ……. kW Fuel type: Diesel Normal operating temp: 180° to 200° F

Time Meter Reading Transfer Switch


Battery
Test Oil Operating Load Tested Comments
Month Start End Specific
Date Inspection Test Pressure Temp. kW By
Gravity
PROCEDURE

DOCUMENT NUMBER REV . : 0


PRE COMMISSIONING &
PAGE NUMBER
SPD-PR-009-053 COMMISSIONING 20 OF 26

MENGETAHUI:

PT. INDRABAS PURNAMA MAKMUR PT. PERTAMINA

( ) ( )
PROJECT MANAGER PROJECT MANAGER
PROCEDURE

DOCUMENT NUMBER REV . : 0


PRE COMMISSIONING &
PAGE NUMBER
SPD-PR-009-053 COMMISSIONING 21 OF 26

LAMPIRAN 4.

CHECK LIST FOR PRE-COMMISSIONING

Date : - 2018
Prepared By : ________________

Item Description Remarks


I FIRE FIGHTING SYSTEM
1 Fire Pump FP-701/702 sudah terpasang
2 Fire Pump JP-701 sudah terpasang
3 FW tank T-701 telah siap dan terisi air
4 Diesel fuel supply sudah terpasang
5 Fuel sudah tersisi dengan cukup
6 Fire water system Piping sudah selesai
7 Foam system piping sudah selesai
8 Fire water hydrant & hose telah terpasang
9 Fire water springkler telah terpasang
10 Foam system telah terpasang foam
11 Foam liquid telah siap didalam foam tank

II DIESEL OIL SYSTEM


1 Diesel oil tank DT-501 telah terpasang
2 Diesel oil pump DP-501 telah terpasang
3 Diesel oil piping system telah terpasang
4 Fuel oil telah tersedia pada DT-501

III ELECTRIC POWER SYSTEM


1 Transformer sudah terpasang
2 MCC sudah terpasang
3 Power & control cable telah terpasang
4 Genset telah terpasang
5 Fuel oil genset telah tersedia
6 PLN power sudah terconnect
7 Power dari genset telah ready
8 Lighting system sudah terpasang
9 Grounding system sudah terpasang
PROCEDURE

DOCUMENT NUMBER REV . : 0


PRE COMMISSIONING &
PAGE NUMBER
SPD-PR-009-053 COMMISSIONING 22 OF 26

IV INSTRUMENTATION
1 PLC telah siap dioperasikan
2 Field instrument telah terpasang
3 ATG telah siap
4 MOV telah siap
5 Power & control cable telah siap
6 Loop test telah dilakukan
7 Function test telah dilakukan
8 ESD test telah dilakukan

V MECHANICAL EQUIPMENT
1 Fuel tank T-201/202/203 telah siap dan
telah dilakukan box up
2 Dain tank DT-501/502 telah siap
3 Receiving Filter separator telah siap
4 Supply filter separator telah siap
5 Drain filter separator telah siap
6 Piping fuel dan drain system telah siap
7 Fuel tank sudah dikalibrasi & sertifikasi

VI FUEL SYSTEM OPERATION


1 Instrumentasi sudah siap
2 Electrical system telah siap
3 Fire fighting system telah siap
4 Diesel fuel system telah siap
5 Organisasi precom & Comm sudah siap
6 Personell DPPU sudah di training
7 Prosedur precom sudah disepakati
8 Prosedur Comm sudah disepakati
9 Bridger telah tersedia
10 Refueller telah tersedia
11 Peralatan pendukung untuk precom &
comm telah tersedia (Lihat lampiran 1)
12 Sampling bottle sudah siap
13 Kendaran untuk team comm sudah siap
14 Emergency prosedur sudah siap
15 Informasi kepada team terkait (DPPU, AP)
telah dilakukan
PROCEDURE

DOCUMENT NUMBER REV . : 0


PRE COMMISSIONING &
PAGE NUMBER
SPD-PR-009-053 COMMISSIONING 23 OF 26

Note :
1. Sudah siap atau terpasang dimaksudkan bahwa equipment tersebut telah dipasang, di test
secara individual sehingga dinyatakan siap untuk di operasikan

MENGETAHUI:

PT. INDRABAS PURNAMA MAKMUR


PT. PERTAMINA

( ) ( )
PROJECT MANAGER PROJECT MANAGER
PROCEDURE

DOCUMENT NUMBER REV . : 0


PRE COMMISSIONING &
PAGE NUMBER
SPD-PR-009-053 COMMISSIONING 24 OF 26

LAMPIRAN 5.

CHECK LIST FOR COMMISSIONING

Date : - 2018
Prepared By : ________________

Item Description Remarks


I FIRE FIGHTING SYSTEM
Fire fighting system sudah di operasikan (in
service) dan pada posisi standby

II DIESEL OIL SYSTEM


Diesel fuel system sudah di operasikan (in
service) dan pada posisi standby

III ELECTRIC POWER SYSTEM


Electrical power supply system sudah di
operasikan (in service), Genset pada posisi
auto.

IV INSTRUMENTATION
Instrument Control system sudah di
operasikan (in service). Personel DPPU
sudah di training dan siap untuk
mengoperasikan

V MECHANICAL EQUIPMENT
Seluruh mechanical equipment sudah siap
di operasikan dibuktikan dengan berita
acara pekerjaan.

VI FUEL SYSTEM OPERATION


1 Instrumentasi sudah siap
2 Electrical system telah siap
3 Fire fighting system telah siap
4 Diesel fuel system telah siap
5 Organisasi Comm sudah siap
6 Personell DPPU sudah di training
7 Prosedur Comm sudah disepakati
PROCEDURE

DOCUMENT NUMBER REV . : 0


PRE COMMISSIONING &
PAGE NUMBER
SPD-PR-009-053 COMMISSIONING 25 OF 26

8 Bridger telah tersedia


9 Refueller telah tersedia
10 Peralatan pendukung untuk commissionig
telah tersedia
11 Sampling bottle sudah siap
12 Kendaran untuk team commissioning sudah
siap
13 Emergency prosedur sudah siap

Note :
2. Sudah siap atau terpasang dimaksudkan bahwa equipment tersebut telah dipasang, di test
secara individual sehingga dinyatakan siap untuk di operasikan dibuktikan dengan berita acara
pekerjaan yang disepakati bersama.

MENGETAHUI:

PT. INDRABAS PURNAMA MAKMUR


PT. PERTAMINA

( ) ( )
PROJECT MANAGER PROJECT MANAGER
PROCEDURE

DOCUMENT NUMBER REV . : 0


PRE COMMISSIONING &
PAGE NUMBER
SPD-PR-009-053 COMMISSIONING 26 OF 26

LAMPIRAN 6.

FORM FLUSHING APPROVAL

Date : - 2018
Prepared By : ________________
Item Description Remarks
1 System
2 Description
3 Test result
- Colour Ok Not Ok
- Debris Ok Not Ok
- Sand Ok Not Ok
- CWD Ok Not Ok
- Water content Ok Not Ok
Density
Conductifity

4 Note Picture reports are attached

MENGETAHUI:

PT. INDRABAS PURNAMA MAKMUR


PT. PERTAMINA

( ) ( )
PROJECT MANAGER PROJECT MANAGER