Anda di halaman 1dari 11

TUGAS PROYEK

PEMBUATAN ALAT PERAGA


“ Koper Bulat ”
(Kolom Perkalian Bilangan Bulat)

Dosen Pengampu : Dra Katrina Samosir, M.Pd

Disusun Oleh :

1) Debby Meutiara Sari 4183111001


2) Hotber Parasian Hutagaol 4182111006
3) Jose Andreas Gandhi Sinaga 4183111094
4) Kiki Wulandari 4181111007
5) Mastiur Santi Sihombing 4182111042
6) Sonia Arga Novita Mangunsong 4183311055
7) Tsuwaibatul Aslamiyah 4182111016

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN MATEMATIKA


FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS NEGERI MEDAN
2019
KATA PENGANTAR

Puji dan syukur kami ucapkan kepada Tuhan Yang Maha Esa, yang telah
melimpahkan rahmat dan karunia kepada kami sehingga kami dapat
menyelesaikan tugas Proyek Teori Bilangan tentang, “ Membuat Splusi
Alternatif Untuk Mengatasi Kesulitan Siswa Menguasai Konsep Bilangan“ .

Tidak lupa juga kami mengucapkan terimakasih kepada Ibu dosen


pembimbing mata kuliah Teori Bilangan, ibu Dra Katrina Samosir, M.Pd, atas
segala bantuan yang telah diberikan kepada kami sehingga memudahkan kami
dalam mengerjakan tugas ini.

Harapan kami semoga tugas ini dapat menambah pengetahuan bagi para
pembaca dan peserta didik lainnya. Karena keterbatasan pengetahuan maupun
pengalaman kami, kami sangat mengharapkan saran dan kritik dalam tugas ini.

Medan, 29 Maret 2019

Penulis

ii
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR .............................................................................................................. ii

DAFTAR ISI............................................................................................................................ iii

BAB I ........................................................................................................................................ 1

PENDAHULUAN .................................................................................................................... 1

A. Abstark .......................................................................................................................... 1

B. Tujuan Pembuatan Projek ............................................................................................. 1

BAB II....................................................................................................................................... 2

LANDASAN TEORI ................................................................................................................ 2

BAB III ..................................................................................................................................... 4

PROSEDUR DAN MEKANISME ........................................................................................... 4

A. Alat dan Bahan .............................................................................................................. 4

B. Prosedur Kerja .............................................................................................................. 4

C. Cara Menggunakan/Mekanisme Penggunaan Alat ....................................................... 4

BAB IV ..................................................................................................................................... 6

PENUTUP ................................................................................................................................ 6

A. Kesimpulan ................................................................................................................... 6

B. Saran ............................................................................................................................. 6

DAFTAR PUSTAKA

LAMPIRAN

iii
BAB I

PENDAHULUAN

A. Abstark

Kecerdasan logika matematika merupakan salah satu aspek


kecerdasan kognitif yang sangat penting dikembangkan pada peserta didik.
Kecerdasan ini berkenaan dengan kemampuan peserta didik dalam
mengenal dan memahami simbol-simbol dan teorema-teorema yang
digunakan dalam logika matematika terkhusus pada pendidikan di tingkat
tinggi.
Dalam mepelajari suatu konsep atau prinsip-prinsip matematika
diperlukan pengalaman melalui benda-benda yang nyata, seperti media
pembelajaran atau alat peraga yang digunakan untuk berpikir abstrak.
Dalam materi logika matematika ini, sangat diperlukan kemampuan
bernalar. Oleh karena itu, media pembelajaran yang berupa alat peraga
merupakan salah satu alternatif dalam memahami logika matematika,
terkhusus tentang bahasan konjungsi, disjungsi, implikasi dan biimplikasi
dan pernyataan yang ber-ekuivalen yang kami tambahkan dalam media
pembelajaran ini

B. Tujuan Pembuatan Projek

1. Untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah Teori Bilangan.


2. Untuk mengetahui cara mudah mempelajari konsep dasar Bilangan.
3. Merubah anggapan tentang matematika sebagai pelajaran yang
menakutkan menjadi matematika yang menyenangkan.

1
BAB II

LANDASAN TEORI

Bilangan adalah suatu konsep matematika yang digunakan sebagai pencacahan


dan pengukuran. Lambang atau simbol untuk mewakili bilangan disebut dengan
angka atau lambang bilangan.Macam – macam bilangan yaitu:
A. Bilangan Asli
Bilangan asli adalah bilangan positif yang di mulai dari bilangan satu
keatas. Contohnya: N = {1, 2, 3, 4, 5, 6, 7….}
B. Bilangan Bulat
Bilangan bulat adalah himpunan bilangan bulat negatif, bilangna nol
dan bilangan bulat positif. Contohnya: B = {…., -4, -3, -2, -1, 0, 1, 2, 3,
4,…..}
C. Bilangan Cacah
Bilangan cacah adalah himpunan bilangan yang terdiri bilangan positif
danb nol. Contohnya : C = {0, 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8,….}
D. Bilangan Prima
Bilangan prima adalah bilangan yang tidak dapat dibagi oleh bilangan
lainnya kecuali bilangan itu sendiri dan 1. Contohnya: P = {2, 3, 5, 7, 11, 13,
17, …..}
E. Bilangan Nol
Bilangan nol adalan bilangan nol (0) itu sendiri. Contohnya: N ={0}
F. Bilangan Pecahan
Bilangan pecahan adalah bilangan yang dapat dinyatakan dalam
bentuk a/b dengan a dan b adalah bilangan bulat dan b ≠ 0. Bilangan a disebut
dengan pembilang dan b disebut dengan penyebut. Contohnya: H ={ ⅓, ⅔,
⅛,…..}Keterangan: 4/2 = 2, berarti 4/2 bukan bilangan pecahan.

2
G. Bilangan Rasional
Bilangan rasional adalah bilangan yang dinyatakan dalam bentuk a/b
dengan a dan b merupakan anggota bilangan bulat dan b ≠ 0. Contohnya: R =
{ ¼, ¾, …. }
H. Bilangan Irrasional
Bilangan irrasional adalah himpunan bilangan yang tidak dapat
dinyatakan dalam bentuk pecahan atau bilangan sekain bilangan rasional.
Contohnya : I = { √2, √3, √5, √6, √7, ….. }Keterangan √9 = 3 berarti √9
bukan bilangan irrasional.
I. Bilangan Real
Blangan real adalah himpunan bilangan berupa gabungan antara
bilangan rasional dan bilangan irasional. Contohnya: R = { 0, 1, ¼, ⅔, √2, √5,
….. }

3
BAB III

PROSEDUR DAN MEKANISME

A. Alat dan Bahan

a. Alat
Penggaris
b. Bahan
1. Kertas Karton
2. Stik Note
3. Spidol
4. Double Tip

B. Prosedur Kerja

1. Ambil 1 buah kertas karton putih, lipat dua kertas karton tersebut lalu
lem dengan double tip.
2. Lalu gambar kolom – kolom perkaliaan diatas kertas karton.
3. Lalu tempelkan stik note.

C. Cara Menggunakan/Mekanisme Penggunaan Alat

1. Pilih bilangan bulat yang ingin dikalikan Misalnya: 22457 x 4389. Ini
perkalian angka puluhan ribu dengan ribuan.Jika ingin memperbesar
bilangan perkalian,maka jumlah kotak pun ikut bertambah.
2. Bilangan 22457 kita letakkan di kolom paling atas secara horizontal dan
4389 kita letakkan dikolom paling kanan (kolom hijau) secara vertikal.

4
3. Kemudian,di kalikan setiap kolom dari 22457 dengan baris 1( angka 4).
Maka: 2 x 4= 8; 2 x 4 =8 ; 4 x 4=16; 5 x 4 =20; 7 x 4=28. Dengan catatan:
setiap kolom hasil perkalian dibagi menjadi berbentuk 2 segitiga,segitiga
atas sebagai tempat angka puluhan dan bawah sebagai tempat satuan.
4. Selanjutnya,lakukan langkah yang sama untuk perkalikan kolom 22457
dengan baris 2 (angka 3); baris 3 (angka 8) dan baris 4 (angka 9).
5. Lalu, Jumlahkan hasil perkalian tesebut secara diagonal.Perhitungan
dimulai dari diagonal bawah,dan hasilnya dibuat ke kolom bawahnya.
Diagonal pertama (3),maka langsung ditulis ke kolom bawahnya 3. Hitung
Diagonal kedua (6+6+5=17), maka ditulis dikolom bawahnya 7 dan
disimpan 1 keatas.Begitulah menghitung diagonal seterusnya.
6. Jika telah dihitung jumlah masing masing diagonal, maka hasil dari 22457
x 4389 kita ambil dari urutan vertikal paling kiri dikotak hijau (985) dan
di ikuti angka yang ada pada kolom horizontal paling bawah (63773).
Maka dapat ditulis, 98.563.773
7. Kemudian,masukkan hasil akhir perkalian 22457 x 4389 ke kolom
bawah berwarna hijau sebelah kanan (98.563.773).

5
BAB IV

PENUTUP

A. Kesimpulan

Kami membuat alat peranga ini untuk mempermudah siswa/i dalam


memahami perkalian bilangan bulat. Dalam alat peraga ini menggunakan
kertas berwarna warni, yang bertujuan untuk menarik minat siswa/i untuk
menggunakannya.

B. Saran

Saran dari kami untuk para pendidik harus bisa membuat metode
belajar yang kreatif. Sehingga siswa/i menyenangi matematika dan termasuk
pelajaran yang ditunggu tunggu. Selain sisws/I senang terhadap matematika,
menggunakan metode yang kreatif akan mempermudah menjelaskan materi
kepada siswa/i

6
DAFTAR PUSTAKA

Siswanto Hery, dkk.(2006). Napak Tilas Olimpiade Sains Nasional Matematika


SMP; Penerbit Universitas Negeri Malang: Malang

7
LAMPIRAN