Anda di halaman 1dari 2

Siklus Born-Haber

Born-Haber pada tahun 1919 mengungkapkan tahap-tahap yang terjadi dalam proses
pembentukan senyawa ion beserta perubahan entalphi yang menyertai setiap tahap tersebut yang
digambarkan dalam satu daur atau siklus yang dikenal sebagai: Siklus Born-Haber.

Siklus Born-Haber biasa digunakan untuk:

1. Penentuan besarnya energi kisi


2. Menghitung afinitas elektron yang sulit ditentukan secara eksperiment
3. Memprediksi kemungkinan terbentuk tidaknya suatu senyawa ionik

Sebelum diungkapkannya Siklus Born-Haber, penentuan energi kisi suatu senyawa berbentuk
kristal biasanya dilakukan melalui eksperimental. Tetapi eksperimental ini memerlukan banyak
waktu, memboroskan banyak bahan kimia dan hasilnya kurang signifikan.

Contoh Siklus Born-Haber pembentukan senyawa LiF

Untuk pembentukan senyawa LiF rumusan lengkapnya menjadi:

∆H sublimasi Li + ∆H atomisasi F2 + ∆H ionisasi Li+ - ∆H ionisasi F- - ∆H kisi - ∆H f = 0


Energi Kisi

Besar kecilnya nilai energi kisi bergantung pada kemudahan ion-ion dalam fasa gas bergabung
dan tersusun menjadi kristal ionik. Ada 2 faktor yang mempengaruhi besar kecilnya energi kisi,
yakni:

1. Jari-jari atau ukuran ion


Semakin besar ukuran ion, semakin sulit ion disusun atau ditata menjadi kristal sehingga
semakin kecil energi kisi. Tetapi, semakin kecil ukuran ion semakin mudah ion
bergabung dan disusun atau ditata menjadi kristal sehingga semakin besar energi kisi.
2. Muatan Ion
Semakin besar muatan ion, semakin besar gaya elektrostatik sehingga semakin mudah ion
bergabung maka semakin besar energi kisi dan sebaliknya.

Data Energi Kisi Beberapa Senyawa Ion

Senyawa Ion Ion Energi Kisinya (Kj/Mol)


LiCl Li dan Cl-
+
845
NaCl Na+ dan Cl- 778
KCl K+ dan Cl- 709
LiF Li+ dan F- 1033
CaCl2 Ca2+ dan Cl- 2258
AlCl3 Al3+ dan Cl- 5492
CaO Ca2+ dan O2- 3401
Al2O3 Al3+ dan O2- 15916