Teori Middle Range:Theory of a Restorative Subsystem
Disusun untuk memenuhi tugas matakuliah Falsafah dan Teori keperawatan
Dosen pengampu Raharjo Apriyatmoko, SKM,M.Kes
Disusun oleh :
1. NUR AFIFAH (010117A069)
2. NURMA YULIANI (010117A072)
3. RANIA TAUFIKA RAHMA (010117A079)
4. SYLVIA OKTA VIDYANINGRUM (010117A107)
5. WARDAH HAMIDAH (010117A113)
PROGRAM STUDI S1 KEPERAWATAN
UNIVERSITAS NGUDI WALUYO
TAHUN 2017/2018
KATA PENGANTAR
Puji syukur kami ucapkan kehadirat Allah SWT, yang telah memberikan Rahmat dan
HidayahNya, maka kami dapat menyelesaikan makalah tentang “TEORY MIDDLE
RANGE:THEORY OF A RESTORATIVE SUBSYSTEM. Makalah ini adalah merupakan salah
satu tugas mata kuliah falsafah kami selaku penulis menyadari bahwa dalam penyusunan
makalah ini bukanlah hal yang mudah. Banyak kesulitan yang kami hadapi dalam
penyelesaiaannya, tetapi berkat bimbingan dosen dan teman teman, saya dapat menyelesaikan
makalah ini dengan baik. Dalam kesempatan ini saya mengucapkan terima kasih yang sebesar
besarnya kepada Bapak Raharjo Apriyatmoko,SKM,M.Kes selaku dosen mata kuliah
falsafah.kami menyadari bahwa Makalah ini belum sempurna, untuk itu saya berharap dengan
pembutan makalah ini bisa menjadi sumber referensi tentang dan juga agar makalah ini bisa
menambah wawasan dan pengetahuan. Kami menyadari bahwasannya makalah ini masih jauh
dari kata sempurna, maka dari itu kami selalu terbuka untuk menerima kritik dan saran dari para
pembaca semuanya demi penyempurnaan dan perbaikan makalah ini kedepannya.
DAFTAR ISI
DAFTAR ISI...........................................................................................................................
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang..........................................................................................................
B. Rumusan Masalah.....................................................................................................
C. Tujuan .......................................................................................................................
BAB II PEMBAHASAN
A. Paradigma Teori Behavioral Sistem Model...............................................................
BAB III PENUTUP
A. Kesimpulan..............................................................................................................
B. Saran ........................................................................................................................
DAFTAR PUSTAKA
BAB 1
PENDAHULUAN
A. LatarBelakang
Midle Range Teori dikemukakan oleh sosiolog Amerika Robert MErtn dalam “Social
Theory an Social Structure”. Untuk Menghubungkan Pemisah diantara hipotesis-hipotesis
terbatas dari situ diempirisme dan teori teori besar yang abstrak. Sejarah perkembangan dari
Midle-Range Theory termasuk baru dalam ilmukeperawatan. Samahalnya dengan Grand Theory ,
Mid-Range menjelaskan mengenai dunia empiris dalam keperawatan , tetapi Hal Itu lebih spesifik
dan sedikit fomal dibanding Grand Theory yang lebih abstrak. Mid-Range Theory membutuhkan
diskusi tentang “What it is” dan “What Comes Before And After In Its Range”
TeoriMidle Range merupakan teori kedua dari teori keperawatan, dimana teori ini memiliki
sejumlah variable terbatas, dan dapat diuji secara langsung. TeoriMidle Range memiliki hubungan
yang lebih kuat dengan penelitian dan praktik. Hubungan antara penelitian dan praktik menurut
Morton 1968, menunjukan bahwa teori middle range amat penting dalam disipin Praktik dan
mempertahankan bahwa mid-rane theories menyeimbangkan kespesifikannya dengan konsep
ekonomi secara normal yang Nampak dalam grand teori. Akibatnya mid-range teori memberikan
manfaat bagi perawat, ,mudah diaplikasikan dalam praktik dan cukup abstrak secara ilmiah.
Mid-Range Theory sesuai dengan lingkungan hidup yang relative luas tetapi tidak
mencakup keseluruhan fenomena yang ada dan merupakan masalah pada disiplin ilmu. Mid-Range
TeoriBerfokus pada konsep perminatan perawat dan mencakup Nyeri, empati, berduka,
konsepdiri, harapan, kenyamanan, martabatdankualitashidup.
Theori Chronic Sorrow merupakanteori Mid-Range karena dalam teori ini membahas
tentang fenomena yang spesifik yaitu tentang masalah yang timbul dari penyakit kronis mencakup
proses berduka, kehilangan, factor pencetus dan metoda manajemennya. Karena kespesifikan teori
tersebut, maka teori ini mudah diaplikasikan dalam praktik keperawatan.
B.Rumussan Masalah
1. Apa pengertian teori dari middle range ?
2. Apa pengertian dari Theory Restorative Subsystem ?
3. Bagaimna aplikasi teori middle range restorative subsystem ?
4. Bagaimana Middle Range Theories berasal?
5. Apa ciri-ciri ,dan perkembangan Middle Range Theory ?
C. Tujuan
1. Unruk mengetahui apa itu teoridari middle range
2. Untuk mengetahui pengertian dari theory Restorative subsystem
3. Untuk mengetahui aplikasi dari teori middle range restorative subsystem
4. Mengetahui asal dari Middle Range Theories
5. Untuk mengetahui ciri-ciri dan perkembangan Middle Range Theory
BAB II
PEMBAHASAN
The Behavioral System Model telah dioperasionalkan melalui pengembangan beberapa
instrumen penilaian. Pada tahun 1974, Grubbs(1980) menggunakan teori untuk
mengembangkan alat penilaian dan lembar proses keperawatan berdasarkan Johnson
tujuh subsistem. Pertanyaan dan pengamatan yang terkait dengan masing-masing
subsistem tersedia alat yang dapat digunakan untuk mengumpulkan data penting yang
membantu dalam menemukan pilihan lain dari perilaku yang akan memungkinkan pasien
untuk mencapai tujuan kesehatannya. The Johnson Behavioral System Model digunakan
untuk mengembangkan laporan diri dan instrumen pengamatan yang akan dilaksanakan
dengan proses keperawatan. Sistem Derdiarian Behavioral Model instrumen termasuk
penilaian dari subsistem restorative dan tujuh subsistem yang dianjurkan oleh Johnson.
Hasil penelitian menunjukan bahwa pelaksanaan instrumen memberikan pendekatan yang
lebih komprehensil dari sistematis untuk penilaian dan intervensi, sehingga menimbulkan
pasien dan perawat kepuasan dengan perawatan. Behavioral System Model sistem model
digunakan untuk menggambarkan “bahaya ketakutan kejahatan” yang dapat
menyebabkan gangguan pada ingestive, ketergantungan, prestasi, subsistemalilialif dan
agresil-pelindung (Benson, 1997.p.26). Pasien dan intervensi yang berfokus pada
masyarakat kualitas pelayanan dan kualitas hidup dewasa yang lebih tua.
Dalam praktik keperawatan dengan Behavioral System Model, perawat memandang
orang sebagai sistem perilaku. Tindakan dan tanggapan orang tersebut terdiri dari sistem
subsistem yang berinteraksi. Oleh karena itu, penilaian terhadap subsistem mengarah
pada pemahaman tentang perilaku pasien. 7 subsistem dan 3 teori model sistem perilaku
Johnson, yaitu:
a) Subsitem model sistem perilaku Johnson
1. Ketertarikan atau afiliatif adalah suatu kondisi kritis karena hal tersebut
membentuk suatu dasar organisasi sosial. Umunya menjadi bagian pertahana
dan keamanan.
2. Ketergantungan adalah subsistem yang meningkatkan perilaku pemberian
pertolongan yang memunculkan adanya respon terhadap kebutuhan pemberian
asuhan keperawatan yang sesuai dengan kondisi pasien.
3. Menelan(ingestive) adalah segala sesuatu yang harus dikerjakan, kapan,
bagaimana, apa, berapa banyak makanan yang dimakan. Perilaku ini
berhungan dengan pertimbangan sosial, psikologis dan biologis.
4. Eliminatif membahas tentang kapan, bagaimana, dan kondisi tertentu yang
memelurkan tindakan eliminasi.
5. DSeksual, subsistem ini mempunyai fungsi ganda, yaitu yang berkaitan
dengan reproduksi dan hal yang menciptakan kesenangan yang didalamnya
tidak hanya aktifitas sosial, tetapi juga perkembangan peran dari aktifitas
jender dan perilaku peran seksual.
6. Agresif-proteksi adalah perlindungan(stafproteksion) dan
pemeliharaan(segala sesuatu yang perlu dihargai dan dilindungi).
7. Prestasi dimaksudkan untuk memanipulasi lingkungan yaitu pengendalian
atau penguasaan terhadap aspek diri atau lingkungan untuk mencapai prestasi
atau keberhasialan.
b) Teori sistem perilaku Johnson
1. Teori of the person as a behavioral system
2. Teori of a restorative subsistem
3. Teori of a Sustenal Inperatives
Teori of a the person as a behavioral system adalah teori besar yang tersirat dalam
model teori Johnson. Dua teori jarak menengah yang diturunkan dari model: teori
imperative sustenal yang di kembangkan oleh Holaday(1974), Turnel-Handson, dan
Swan(1997). Dan berdasarkan karya Holaday dan grubbs(1974), yaitu teori restorative
subsistem. Dalam teori restorative mengembangkan perilaku yang terkait dengan
pemeliharaan atau pemulihan ekuilibrium energi, misalnya kelegaan dari kelelahan,
pemulihan dari penyakit, perilaku tidur, rekreasi / kepentingan rekreasi, dan perilaku
peran sakit.
A. Paradigma Teori Behavioral Sistem Model
1. Manusia
Johnson memandang manusia sebagai suatu sistem perilaku yang mempunyai
pola,terjadi secara berulang dan mempunyai tujuan tertentu.Konsepsi manusia
merupakan motivational,yang dipadang sebagai hasil pemikiran johnson yang
dipengaruhi oleh teori etiologi yang menyatakan faktor biologis yang berbeda
dapat mempengaruhi pola dan motivasi perilaku.Pengalaman masa lalu, belajar,
stimulus fisik dan sosial juga bisa mempengaruhi periku.
Johnson mengumukan lebih lanjut bahwa sistem perilaku cenderung untuk
mencapai keseimbanganus .Seseorang berusaha terus menerus untuk memelihara
sistem perilaku dan keadaan yang stabil dengan melakukan penyesuan dan
adaptasi terhadap lingkungan.
2. Kesehatan
Johnson memprepsikan suatu keadaan yang tidak mudah untuk dicapai tidak
dinamis yang dipengruhi faktor biologis dan sosial. Kesehatan direfleksikan
dengan adanya suatu pengaturan organisasi , interaksi , dan intergasi seluruh
subsistem dari sistem perilaku. Untuk mencapai keseimbangan dalam sistem dan
hal tersebut akan menuju kepada perilaku fungsional. Keluaran dari sisten
perilaku antara lain : 1. pengeluarn energi yang lebih sedikit daripada energi
yang dibutuhkan (hal yang berkait dengan kebutuhan energi yang lebih besar
untuk memelihara kesehatan, atau sedang sakit, energi yang tersedia untuk
proses biologis yang dibutuhkan untuk pemulihan, 2. Keberlajutan kemampuan
bertahan biologis dan sosial.
3. Lingkungan
Lingkungan terdiri dari semua faktor yang bukan bagian dari sistem perilaku
individu. Perawat bisa memanipulasi beberapa aspek lingkungan yang bertujuan
untuk mencapai keseimbangan sistem perilaku yang bisa tercapai bagi seorang
pasien. Lingkungan juga merupakan sumber dari perlindngan, pemeliharaan,
dan stimulasi yang diperukan sebagai persyaratan untuk memelihara kesehatan
(keseimbangan sistem perilaku ). Respon subsistem tersebut dikembangkan oleh
motivasi, pengalaman , dan belajar serta dipengaruhi oleh faktor biologis ,
psikologis dan sosial . Sistem perilaku berusaha untuk dicapai keseimbanganya
dengan menyesuaikan stimulus internal dan lingkungan.
4. Keperawatan
Tujuan keperawatan untuk memelihara dan memperbaiki keseimbangan dan
stabilitas sistem perilaku dalam diri seseorang atau untuk membantu seseorang
dalam mencapai tingkat keseimbangan dan fungsi yang optimal keperawatan
menurut Johnson adalah suatu kekuatan eksternal yang menjaga keteraturan
(organisasi) dan kesatuan (intergrasi) dari perilaku seserang untuk mencapi
tingkat optimal sebagai seni dan ilmu keperawtan memberikan bantuan eksternal
baik sebelum, selama dan sesudah terjadinya gangguan keseimbangan sistem
sehingga memerlukan adanya rangkaian pengetahuan, gangguan dan kendali.
Aktivitas keperwatan tidak bergantung pada kewenangan medis,akan tetapi
dapat melengkapi pengobatan medis.
Theory Middle Range Berasal Dari Conceptual Model
CONCEPTUAL MODEL MIDDLE RANGE THEORY
Johnson’s Behavioral System Model 1. Theory of a Restorative
subsystem
2. Theory of Sustenal Imperative
2.2.1 Conceptual Model
Conceptual Model adalah seperangkat konsep yang saling terkait yang secara simbolis
merepresentasikan dan menyampaikan gambaran mental suatu fenomena "(Fawcett & Alligood,
2005), Adam (1992) mengklaim bahwa mereka adalah inti dari pengembangan keperawatan.
Conceptual Model biasanya dikembangkan melalui tiga tahap : Konseptualisasi atau Formulasi,
Formalisasi Model, dan Validasi (Young, Taylor, & Renpenning, 2001) Prosesnya bisa bersifat
empiris atau intuitif, deduktif atau induktif. Secara empiris, para ilmuwan perawat melakukan
pengamatan dari praktik : secara intuitif, mereka mengembangkan wawasan, Secara deduktif,
mereka menggabungkan gagasan dari berbagai bidang penyelidikan, terutama teori lain dan basis
ilmiah,dan secara induktif, mereka menggeneralisasi dari situasi atau pengamatan tertentu. Model
keperawatan konseptual mencerminkan asumsi, kepercayaan, dan nilai. Menurut Adam
(1992),model konseptual terdiri dari enam unit, dengan perspektif filosofis yang umum terjadi,
yaitu Achievement, Affiliative, Aggresive/Protective Dependence, Eliminate, Ingestive, Sexual.
Berikut merangkum unit dan perspektif filosofis dengan contoh-contoh dari Johnson's Behavioral
System Model,yaitu :
1. Tujuan keperawatan, umumnya : idealis, pragmatis, dan humanistik, Misalnya,
"mendorong fungsi perilaku yang efektif dan efisien" (Johnson, 1990, hal 24)
2. Konseptualisasi klien, biasanya eksistensial dan humanistik, dan hampir pasti holistik.
Sebagaimana dibuktikan oleh delapan subsistem perilaku Johnson (Grubbs, 1974)
3. Peran sosial perawat, seringkali humanistik dan idealis; Misalnya, keperawatan dipandang
sebagai layanan yang memberi kontribusi unik bagi kesehatan dan kesejahteraan individu
- khususnya, perawat yang bertindak untuk "memberikan layanan khas kepada masyarakat"
(Grubbs, 1974) dan "untuk Carilah tingkat perilaku perilaku tertinggi [untuk pasien]''
(Grubbs, 1974)
Perluasan tiga theory Johnsons subsystem of behaviors :
1. Theory of Person sebagai sistem tingkah laku.
2. Theory Restorative Subsystem yaitu mendistribusikan energi .
3. Theory of Sustenal Imperative.
Ciri Middle Range Theory
. Menurut Mc. Kenna h.p. (1997) :
1. Bisa digunakan secara umum pada berbagai situasi
2. Sulit mengaplikasikan konsep ke dalam teori
3. Tanpa indikator pengukuran
4. Masih cukup abstrak
5. Konsep dan proposisi yang terukur
6. Inklusif
7. Memiliki sedikit konsep dan variabel
8. Dalam bentuk yang lebih mudah diuji
9. Memiliki hubungan yang kuat dengan riset dan praktik
10. Dapat dikembangkan secara deduktif, retroduktif. Lebih sering secara induktif
menggunakan studi kualitatif
11. Mudah diaplikasikan ke dalam praktik, dan bagian yang abstrak merupakan hal ilmiah yang
menarik
12. Berfokus pada hal-hal yang menjadi perhatian perawat.
13. Beberapa di antaranya memiliki dasar dari grand teori
14. Mid-range theory tumbuh langsung dari praktik.
Menurut Meleis, A. I. (1997) :
1. Ruang lingkup terbatas,
2. Memiliki sedikit abstrak,
3. Membahas fenomena atau konsep yang lebih spesifik, dan
4. Merupakan cerminan praktik (administrasi, klinik, pengajaran)
Menurut Whall (1996) :
1. Konsep dan proposisi spesifik tentang keperawatan
2. Mudah diterapkan
3. Bisa diterapkan pada berbagai situasi
4. Proposisi bisa berada dalam suatu rentang hubungan sebab akibat
Perkembangan Middle Range Theory
Liehr & Smith (1999) menjelaskan bahwa perkembangan middle range theory bersumber pada
proses intelektual yang meliputi:
a. Teori induktif yang membangun teori melalui riset
b. Teori deduktif yang berasal dari grand theory
c. Kombinasi dari teori keperawatan dan non keperawatan
d. Sintesa teori yang berasal dari penelitian yang telah terpublikasi
e. Mengembangkan teori dari pedoman praktik klinik
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Dalam praktik keperawatan dengan Behavioral System Model, perawat
memandang orang sebagai sistem perilaku. Tindakan dan tanggapan orang
tersebut terdiri dari sistem subsistem yang berinteraksi. Oleh karena itu,
penilaian terhadap subsistem mengarah pada pemahaman tentang perilaku
pasien. Paradigma Teori Behavioral Sistem Model ada 4 yaitu; Manusia,
Kesehatan, Lingkungan, Keperawatan.
B. Saran
Sebaiknya ada metode keperawatan yang dijelaskan dalam teori dan
penerapan dalam praktik sehingga menjadi lebih mudah dipahami oleh
perawat. Tujuan keperawatan adalah menjaga dan mengembalikan kesehatan
untuk mencapai keseimbangan sistem perilaku atau stabilitas untuk membantu
mencapai tingkat keseimbangan yang optimal.
DAFTAR PUSTAKA
Alligood, Martha Raile. 2014. Pakar Teori Keperawatan dan Karya Mereka(diterjemahkan
oleh: Achir Yani S dan Kusman Ibrahim). Ed/8.Vol 1. Singapore Elsevier.
Currentnursing.com/nursing_theory/behavioural_system.html
Peterson,Sandra J, dan Timothy S. Bredow. 2009. Middle Range Theories : Application to Nursing
Research. Diakses 3 Mei 2017,dari www.google.com
current.com/nursing_theory /Levin_four_conservation_principles.html
nursingtheories.weeby.com/myra-estrin-levine.html
BAB III
PENUTUP
C. Kesimpulan
Dalam praktik keperawatan dengan Behavioral System Model, perawat
memandang orang sebagai sistem perilaku. Tindakan dan tanggapan orang
tersebut terdiri dari sistem subsistem yang berinteraksi. Oleh karena itu,
penilaian terhadap subsistem mengarah pada pemahaman tentang perilaku
pasien. Paradigma Teori Behavioral Sistem Model ada 4 yaitu; Manusia,
Kesehatan, Lingkungan, Keperawatan.
D. Saran
Sebaiknya ada metode keperawatan yang dijelaskan dalam teori dan
penerapan dalam praktik sehingga menjadi lebih mudah dipahami oleh
perawat. Tujuan keperawatan adalah menjaga dan mengembalikan kesehatan
untuk mencapai keseimbangan sistem perilaku atau stabilitas untuk membantu
mencapai tingkat keseimbangan yang optimal.
DAFTAR PUSTAKA
Alligood, Martha Raile. 2014. Pakar Teori Keperawatan dan Karya Mereka(diterjemahkan
oleh: Achir Yani S dan Kusman Ibrahim). Ed/8.Vol 1. Singapore Elsevier.
Currentnursing.com/nursing_theory/behavioural_system.html