Anda di halaman 1dari 6

CRITICAL BOOK REVIEW

MK. EKOLOGI HEWAN


DAN TUMBUHAN

Skor Nilai

Pengantar Ekologi Tropika & Prinsip-Prinsip Ekologi

(J.Yanney Ewusie & Prof.Dr.Zoer’aini Djamal Irwan,M.Si., 1980 & 2015)

KELOMPOK : VII (TUJUH)

NAMA MAHASISWA : 1. BEATRIK NOVA

2. NINA RIANA HARAHAP

3. YENNI TRIANA LUMBAN GAOL

DOSEN PENGAMPU : KHAIRIZA LUBIS, S.Si., M.Sc.Ph.D

MATA KULIAH : EKOLOGI HEWAN DAN TUMBUHAN

PROGRAM STUDI S1 PENDIDIKAN IPA

FMIPA-UNIVERSITAS NEGERI MEDAN

MEDAN

MARET 2019
EXCECUTIVE SUMMARY

Ekologi merupakan kajian tentang bagaimana tanaman, binatang, dan organisme lain
yang saling berhubungan satu sama lain dalam lingkungan atau “ rumah mereka”. Kata
ekologi “ berasal dari bahasa Yunani “ Oikos” yang berarti rumah. Ekologi juga berate kajian
tentang kelimpahan dan distribusi organisme.
Ekologi dalam perkembangannya menjadi semakin dibutuhkan kehadirannya hamper
disetiap pemecahan permasalahan lingkungan dan pembangunan. Kondisi ini sangat
dimungkinkan karena ekologi menjadi dasar yang harus dimiliki dalam menerapkan berbagai
konsep, terutama penerapan konsep lingkungan, maupun konsep-konsep tentang manusia dan
mahluk hidup lain dalam hubungannya dengan lingkungan.
Ahli ilmu lingkungan hidup mempelajari organisme hidup dengan cara atau
pendekatan berbeda. Seorang ahli ekologi mungkin mempelajari satu populasi hewan yang
bisa kawin (interbreed) satu sama lain ; suatu komunitas yang terdiri dari banyak spesies yang
menghuni satu areal atau satu ekosistem, satu komunitas dari banyak organism yang hidup
bersama-sama dengan benda-benda tidak hidup dilingkungan mereka. Bagian-bagian tidak
hidup, oleh ahli ilmu lingkungan hidup dikenal sebagai komponen “ abiotik” yaitu meliputi
udara, air, tanah dan cuaca.
Ahli ekologi populasi mempelajari apa yang membuat suatu populasi punah, apa yang
mengatur populasi berada pada kepadatan yang sedang (intermediate), dan apa membuat
suatu populasi mengalami peningkatan yang sangat besar. Ahli ekologi komunitas
mempelajari hubungan diantara spesies berbeda sebagai contoh, bagaimana kelompok suatu
pemangsa dan yang dimangsa saling mempengaruhi satu sama lain.
Kehadiran suatu populasi hewan disuatu tempat dan penyebaran spesies hewan itu
dimuka bumi, selalu berkaitan dengan habitat dan relung ekologi yang ditempatinya. Secara
umum, habitat menunjukan corak lingkungan yang ditempati hewan itu dalam kaitan
hubungannya dengan factor-faktor lingkungan biotic dan abiotik.
Habitat suatu populasi hewan pada dasarnya merupakan totalitas sumberdaya
lingkungan baik berupa ruang termasuk, tipe substrat atau medium, cuaca dan iklimnya, serta
vegetasi yang terdapat di lingkungan yang menempati populasi hewan itu.
BAB I
PENDAHULUAN

1. Rasionalisasi Pentingnya CBR


Sering kali kita bingung memilih buku referensi untuk kita baca dan
pahami.Terkadang kita memilih satu buku,namun kurang memuaskan hati kita. Misalnya
dari segi analisis bahasa, pembahasan tentang Habitat dan Relungnya,dll.
Oleh karena itu, penulis membuat Critical Book Review ini untuk mempermudah
pembaca dalam memilih buku referensi,terkhusus pada pokok bahasa tentang Habitat dan
Relung.

2. Tujuan Penulisan Critical Book Review


Mengkritisi/membandingkan satu topik materi matakuliah Ekologi Hewan dan
Tumbuhan dalam dua buku yang berbeda.

3. Manfaat Critical Book Review


 Untuk menambah wawasan tentang Habitat dan Relung
 Untuk mengetahui Pengertian Habitat dan Relung

4. Identitas buku yang diriview :


 Judul : Prinsip-Prinsip Ekologi, Ekosistem, dan Pelestariannya.
 Edisi : Kesembilan
 Pengarang : Prof.Dr.Zoer’aini Djamal Irwan,M.Si
 Penerbit : PT Bumi Aksara
 Kota terbit : Jakarta
 Tahun terbit : 2015
 ISBN : 979-526-164-9
BAB II
RINGKASAN ISI BUKU

A. Buku Utama
Habitat dan Relung (Niche)
Habitat adalah tempat hidup makhluk hidup. Misalnya habitat kodok adalah di
darat setelah dewasa, di air bila masih menjadi berudu atau telurnya. Dalam hal ini
kodok mempunyai dua habitat. Pohon bakau mempunyai habitat di pantai yang
berlumpur dan tanah salinitas dan membutuhkan arus yang tenang. Setiap makhluk
hidup mempunyai habitat yang sesuai dengan kebutuhannya. Apabila terjadi
gangguan atau perubahan yang cepat makhluk tersebut mungkin akan mati atau pergi
mencari habitat lain yang cocok. Misalnya jika terjadi arus terus-menerus di pantai
habitat bakau, dapat dipastikan bakau tersebut tidak akan bertahan hidup. Habitat
dapat disebut aamat makhluk tersebut. Dan setiap makhluk dapat mempunyai lebih
dari satu habitat.
Relung atau niche merupakan cara hidup dari makhluk hidup dalam
habitatnya. Seperti burung ada yang memakan buah atau biji, ada pula yang memakan
ulat atau semut, ada pula yang memakan ikan atau kodok, atau kembang bangkai yang
memakan bangkai. Cara hidup seperti ini disebut relung atau niche. Niche ada yang
bersifat umum dan ada pula yang bersifat spesifik. Seperti ayam termasuk mempunyai
niche yang umum karena dapat memakan cacing, padi, daging, ikan, rumput dan
lainnya. Termasuk manusia yang memakan segalanya. Dalam hal ini ayam dan
manusia juga polifag, yang berarti makan banyak jenis. Ada juga yang makan
beberapa jenis disebut oligofag, bahkan ada pula yang hanya makan satu jenis seperti
wereng, hanya makan padi. Wereng ini tergolong monofag.
Dalam suatu habitat dapat hidup berbagai jenis makhluk. Jika ada dua hewan
misalnya mempunyai niche yang sama maka akan terjadi persaingan. Dalam
persaingan ini individu yang lemah akan terdesak kebagian niche yang marginal.
Sebagai efeknya ialah melebarnya relung, dan jenis tersebut akan menjadi lebih
generalis. Ini berarti jenis tersebut semakin tahan atau kuat. Hal ini ada hubungannya
dengan makanan pokok suatu bangsa yang hanya tergantung pada beras atau kentang,
akan menimbulkan masalah jika beras atau kentang tersebut produksinya menurun
atau terkena serangan hama dan penyakit yang sangat menurunkan produksi. Cara
hidup relung atau niche dari makhluk tersebut disebut juga profesi.
B. Buku Pembanding
a) Habitat
Lingkungan terdiri dari berbagai factor ragawi dan biologi di sekeliling jasad,
populasi, atau komunitas. Jumlah keseluruhan keadaan lingkungan itu pada suatu
tempat tertentu dapat disebut habitatnya atau kediamannya. Bagi kebanyakan
tumbuhan dan hewan, jika keadaan habitatnya kebetuan berubah menjadi keadaan
yang tak tertahankan, mereka akan mati atau tak dapat tumbuh dengan sehat.
Dalam batasan ekologi bahwa tekanan yang diberikan kepada berbagai factor
yang menyusun untuk lingkungan efektifnya. Hal ini disebabkan karena beberapa
factor lingkungan itu lebih penting dalam habitat tertentu atau pada waktu tertentu
daripada dalam habitat lain atau waktu lain dalam habitat yang sama. Dalam
mempertimbangkan habitat, harus selalu diingat bahwa tanah merupakan salah satu
diantara factor yang penting.
b) Relung ekologi
Berbeda dengan habitat, relung ekologi tidak mengacu kepada tempat yang
khas. Relung ekologi harus lebih dianggap sebagai keseluruhan jumlah factor
lingkungan efektif yang banyak, yang tersedia bagi atau dipakai oleh suatu jasad
individu atau suatu populasi selama rentang hidupnya. Sebagai gambaran, walaupun
tumbuhan tak pernah beranjak tempat selama hidupnya, kombinasi yang efektif dari
factor lingkungan kecambahnya mungkin berbeda sekali dengan kombinasi yang ada
pada factor lingkungan tumbuhan dewasanya dari spesies yang sama dan sering factor
lingkungan pada waktu tumbuhan itu berbunga dapat pula berbeda dengan pada tahap
pra-biaknya.
Walaupun bagi tumbuhan , relung ekologi hanya dialami di suatu tempat,
tetapi untuk hewan mungkin saja dialami di tempat yang berbeda-beda oleh spesies
yang sama sebagai akibat ruaya. Relung ekologi pada saat tertentu dalam waktu
dalam kehidupan suatu spesies oleh beberapa penulis hanya dianggap sebagai
kedudukan spesies dalam komunitasnya.
Dalam komunitas tertentu, atau habitat tertentu spesies yang berbeda-beda itu
mempunyai relung ekologinya sendiri-sendiri, sehingga suatu komunitas akan
mengandung relung sebanyak jumlah spesies penyusunnya. Ini berarti bahwa secara
teori hanya satu spesies saja yang tergabung dengan satu relung ekologi. Jika suatu
habitat tidak ditempati oleh spesies apa pun, sebagaimana mungkin ditemukan pada
pulau gunung berapi yang baru muncul, dapatlah dikatakan bahwa pulau itu tak
mempunyai relung ekologi.