Anda di halaman 1dari 8

Case Study

A Quick Response Operation Strategy – The Essence Of


Operating Strategy

Kelas : D

Dina Widiantari (16311170)

Almira Danniswara (16311276)

Tera Monica (16311279)

Anik Purwanti (16311322)

JURUSAN MANAJEMEN
FAKULTAS EKONOMI
UNIVERSITAS ISLAM INDONESIA
YOGYAKARTA
2018/2019
A Quick Response Operation Strategy – The Essence Of Operating
Strategy

I. Ringkasan Kasus

Seperti yang kita lihat dalam studi kasus Grup Ritel Aztec di bab terakhir, Quick
Response (QR) sebagai strategi operasi dirancang untuk mengatasi dampak
musiman dalam operasi. Praktik tradisional adalah untuk memproduksi sebanyak
mungkin persediaan barang jadi sebelum musim dimulai, kemudian memberikan
setengah atau dua pertiga dari jumlah perkiraan yang kemungkinan akan dijual di
musim sebelum awal musim (titik A pada Gambar. 5.4). Neraca pesanan
kemudian dikirimkan pada waktu yang telah disepakati sebelumnya selama
musim (misalnya, titik B), atau jika menjual di atas perkiraan awal, pemesanan
akan ditempatkan (titik C).

Metodologi QR mengambil rute yang berbeda. Sesedikit mungkin dibuat


dan dikirim sebelum musim. Dari hari pertama, data titik penjualan dikumpulkan,
dianalisis, dan digunakan untuk mendapatkan indikator awal tentang gaya, warna,
ukuran dan preferensi lainnya. Manufaktur kemudian dipandu oleh informasi PoS
(mingguan / harian) berkelanjutan. Estimasi ulang / penyusunan ulang yang akurat
akan terjadi (titik A sampai B) selama musim awal memungkinkan kode bar,
produk siap simpan untuk dikirimkan sesuai dengan permintaan kebutuhan untuk
campuran SKU khusus.

Konsep di balik Quick Response bersifat sederhana, namun mendasar bagi


peningkatan kompetitif:

 Peramalan, dan khususnya meramalkan barang musim pendek dengan


kisaran luas gaya, warna, ukuran, dll., Hampir selalu salah.
 Satu-satunya saat kepastian apa pun diperkenalkan ke dalam operasi
pengecer atau produsen adalah ketika pelanggan membayar di kasir dan
dalam terminologi QR, mendaftarkan preferensi Stock Keeping Unit
(SKU) 'melalui entri PoS.
 Jika aliran berkelanjutan data PoS dapat ditinjau pada interval yang sering
selama musim, indikasi awal dapat diperoleh tentang kemungkinan
volume yang diminta dan campuran SKU yang dibutuhkan oleh
pelanggan. Dalam istilah QR, ini adalah estimasi permintaan dan estimasi
ulang.
 Berbeda dengan praktek tradisional menerima sebagian besar barang
sebelum awal musim, alternatif QR hanya menerima cukup untuk
penampilan toko atau produksi awal berjalan dan kemudian mengeluarkan
seringnya reorder berdasarkan estimasi ulang SKU dan volume yang
disediakan. oleh data Pos sekarang ada. Dengan cara ini, campuran dan
volume barang di rak atau di operasi manufaktur terus disesuaikan untuk
mencerminkan permintaan sebenarnya sambil menjaga persediaan kecil.
Akibatnya, kehabisan stok diminimalkan dan tingkat layanan pelanggan
meningkat, dan pada akhir musim, ketika penurunan harga yang tidak
terencana biasanya bermain malapetaka dengan kinerja keuangan, volume
dan campuran SKU berada di bawah kendali.

II. Rumusan Masalah


PERTANYAAN DISKUSI, TUGAS KERJA DAN PERTANYAAN
UJIAN
1. Dalam matriks komposisi strategi operasi, beberapa blok bangunan
generik dijelaskan. Berikan contoh praktis untuk masing-masing bahan
menggunakan: (a) rantai restoran, dan (b) sebuah department store.
2. Seberapa penting data dan informasi untuk peran strategi operasi?
Kebutuhan data dan informasi apa yang secara strategis penting untuk
rantai restoran atau department store?
3. Bagaimana data dan kebutuhan informasi ini dapat terpenuhi? Sistem
informasi dan teknologi informasi apa yang cocok untuk tujuan ini?
4. Apa peran dari e-operation dalam keadaan seperti ini?

Pertanyaan pembaca terkait dengan studi kasus strategi operasi


tanggap cepat
1. Apa Building Blocks utama yang penting untuk strategi operasi QR
(Quick Response)? Mengapa mereka sangat penting dalam industri
ritel (terutama pakaian)?

III. Pembahasan
1. Dalam matriks komposisi strategi operasi, beberapa blok bangunan
generik dijelaskan. Berikan contoh praktis untuk masing-masing bahan
menggunakan: (a) rantai restoran, dan (b) sebuah department store.
(a) Rantai restoran:
 Core competencies, capabilities and processes: Lebih banyak
pilihan makanan, rasa yang relatif lebih enak, tempat makan
yang nyaman.
 Teknologi: Sistem proses transaksi, contohnya: proses
inventory, penjualan, sistem accounting.
 Sumber daya: sumber daya manusia / pegawai, bahan baku,
peralatan memasak, perabotan restoran,dll.
 Key Activities: aktivitas produksi (makanan dan minuman),
aktivitas service (pelayanan konsumen), dan aktivitas promosi.
(b) Department store:
 Core competencies, capabilities and processes: Lebih leluasa,
terdapat diskon, hadiah, kartu anggota, entertainment, kualitas
lebih baik, lokasi tersebar dimana-mana.
 Teknologi:
 Sistem proses transaksi, contohnya: proses inventory,
penjualan, sistem accounting.
 Sistem kontrol, contohnya: proses pengiriman item.
 Sistem kolaborasi perusahaan, contohnya: sistem e-mail,
chat, video conference.
 Sumber daya: sumber daya manusia, pemasok.
 Key Activities: mengadakan fashion week.
2. Seberapa penting data dan informasi untuk peran strategi operasi?
Kebutuhan data dan informasi apa yang secara strategis penting untuk
rantai restoran atau department store?
Data dan informasi dalam suatu organisasi memegang peranan
penting dalam fungsionalitas bisnis yang digunakan oleh semua unit
dalam organisasi. Data dan informasi dapat mendukung operasi bisnis,
mendukung pengambilan keputusan manajerial, dan mendukung
keunggulan strategis.
Data dan informasi yang dibutuhkan oleh restauran atau
departemen store, terkait rincian persediaan (baik bahan baku, barang
dalam proses dan barang jadi serta penyediaan jasa) berada di semua
titik suplai (melayani pelanggan, pengecer, pabrikan,perakitan,
dll)pengembangan produk/jasa baru, promosi dan inisiatif pemasaran
yang lain, perkembangan baru dalam proses operasional, strategi
penetapan harga, pembiayaan, program logistik, dll.
3. Bagaimana data dan kebutuhan informasi ini dapat terpenuhi? Sistem
informasi dan teknologi informasi apa yang cocok untuk tujuan ini?

Semua data dan kebutuhan informasi ini dapat dipenuhi perusahaan,


jika perusahaan membuat database dan datawarehouse dengan
menyimpan informasi tersebut didalamnya. Data warehouse berisi
semua data dalam bentuk apa pun yang dibutuhkan oleh suatu
organisasi. Database dan data warehouse memiliki kepentingan yang
lebih besar dalam sistem informasi dengan munculnya "big data",
sebuah istilah untuk jumlah data yang sangat besar yang dapat
dikumpulkan dan dianalisis.
Sistem informasi yang cocok dengan hal ini adalah strategic
information systems (SIS). Pada konsep ini, sistem informasi
diharapkan untuk memainkan peranan langsung dalam mencapai tujuan
atau sasaran strategis dari perusahaan. Hal ini memberikan tanggung
jawab baru bagi sistem informasi di dalam bisnis. Dengan fokus utama
sistem ini pada :

- Shared inventory management systems


- Product data and information sharing with trading partners

4. Apa peran dari e-operation dalam keadaan seperti ini?


Peran e-operation dalam keadaan seperti dikasus ini ialah
membantu mengontrol semua kegiatan didalam suatu perusahaan.
Karena dengan adanya e-operation semua kegiatan dalam operasional
dapat terkontrol dengan baik, terpantau dengan baik dan lain
sebagainya. Sehingga, manajer dibagian operasional baik itu produksi,
pengemasan dan lainnya tidak harus terjun tangan sendiri memantau
dan memastikan barang yang tersedia cukup atau tidak, berlebih atau
kurang. Dn e-operations ini sangat bisa membantu perusahaan dalam
menghadapi musim penjualan didalam operasi. Ini bisa mengatasi
masalah musim penjualan didalam operasi. Dengan adanya e-operation,
maka prediksi musim penjualan akan bisa lebih akurat dan tidak
membuat perusahaan membuang-buang banyak biaya. Misalnya,
diperkirakan msuim penjualan celana berbahan jeans akan tiba 6 bulan
mendatang, dan 3 bulan sebelum itu adalah musim celana berbahan
kain. Dengan ada nya e-operation ini membuat prediksi ini lebih akurat,
sehingga perusahaan tidak memproduksi terlalu banyak stock yang
dibutuhkan di 3 bulan awal tetapi membuat lebih banyak stock di 6
bulan yang akan datang. Dan perusahaan pun tidak menjadi rugi karena
ada e-operation ini.
Jadi, pada inti nya e-operation ini ketika dihadapkan pada keadaan
seperti kasus diatas, dia bisa membantu perusahaan untuk menghadapi
masalah yang terjadi seperti musim penjualan dalam operasi. Dia bisa
membantu perusahaan dalam mengontrol dan memprediksi jumlah
barang yang harus diproduksi. Apalagi di zaman sekarang ini yang
sudah semakin canggih, e-operation sangatlah dibutuhkan dibanyak
perusahaan.

Pertanyaan pembaca terkait dengan studi kasus strategi operasi


tanggap cepat

1. Apa Building Blocks utama yang penting untuk strategi operasi QR


(Quick Response)? Mengapa mereka sangat penting dalam industri ritel
(terutama pakaian)?

Building Blocks yang penting untuk Grup Ritel Aztec yang saat ini
telah memanfaatkan strategi Quick Response untuk mengatasi dampak
musiman dalam operasi dengan memproduksi sebanyak mungkin
persediaan barang jadi sebelum musim dimulai adalah:
a) Sales captured at item level: melalui segmentasi tingkat individu
dan menangkap aktivitas pada tingkat item individual, seperti
dalam terminologi QR dengan mendaftarkan preferensi Stock
Keeping Unit.
b) Point of Sale (PoS) data sharing with customers and suppliers: hal
ini digunakan untuk memastikan apa pun yang diperkenalkan ke
dalam operasi pengecer atau produsen melalui entri PoS (Point of
Sales) karena penting untuk persediaan yang fleksibel dan
responsif.
c) Store or consumption ready deliveries: melalui ini waktu dapat
dikurangi dalam siklus pengiriman dengan menempatkan barang-
barang langsung di rak dan tetap disesuaikan dengan permintaan
dan persediaan stok.
d) Fast re-estimation and reorder systems: ini juga penting dalam
estimasi permintaan dan estimasi ulang dalam QR khususnya pada
barang dan jasa yang fashionable untuk menyesuaikan preferensi
permintaan.
e) Pre-season delivery: yang menggambarkan banyak perusahaan
terutama pada bidang fashion sudah mulai melakukan pengiriman
barang pada masa pra-musim yang setidaknya cukup untuk display
dan penyimpanan dengan kapasitas barang yang minim diikuti
dengan kecepatan, fleksibel, dan responsif selama pra-musim
maupun pada musim ketika preferensi permintaan telah diketahui.

Building Blocks diatas sangat penting dalam strategi QR pada


industri ritel terutama di bidang fashion karena hal tersebut sangat
membantu untuk meningkatkan kecepatan dan keakuratan untuk
mencerminkan preferensi permintaan pelanggan. Selain itu, kehabisan
stok dapat diminimalkan dan diharapkan tingkat layanan pelanggan
akan meningkat. Resiko lain seperti penurunan harga yang tidak
terencana dan dapat mempengaruhi kinerja keuangan, volume, dan
Stock Keeping Unit (SKU) juga akan dapat dikendalikan dengan baik.