Anda di halaman 1dari 15

PT.

Pupuk Sriwidjaja Palembang Universitas Jambi

BAB II
STRUKTUR ORGANISASI

2.1. Struktur Organisasi PT Pupuk Sriwidjaja Palembang


Direktur utama

Kepala Satuan Direktur Direktur Direktur Teknik Direktur SDM Sekretaris


Pengawasan Produksi Komersil dan dan Umum
Intern Pengembangan

General Manager General Manager General Manager General Manager


Operasi Keuangan Jasa Teknik SDM
Perekayasaan

General Manager General Manager


Perusahaan General Manager General Manager Umum
Pemeliharaan Perencanaan dan
Pengembangan
Usaha

General Manager
Perkapalan

Gambar 6. Struktur Organisasi PT. Pupuk Sriwidjaja Palembang

Suatu perusahaan akan memerlukan struktur organisasi yang baik


untuk mencapai efisiensi kerja yang tinggi disertai dengan berkembangnya
peranan dan tanggung jawab perusahaan tersebut. Struktur organisasi ini
akan menentukan kelancaran aktivitas perusahaan sehari-hari dalam
memperoleh keuntungan dan produktivitas yang maksimal, sehingga
tercapai produksi yang berkelanjutan. PT PUSRI Palembang menggunakan
sistem organisasi yang dalam pengelolaannya berdasarkan sistem Line dan
Staff Organization dengan bentuk perusahaannya berupa Perseroan Terbatas
(PT). Sistem ini bekerja dengan modal pengelolaan pabrik berasal dari
Pemerintah. Proses manajemen berdasarkan Total Quality Control
Management yang melibatkan seluruh pimpinan dan karyawan dalam rangka
peningkatan mutu secara kontinyu.

14
15

PT. Pupuk Sriwidjaja Palembang Universitas Jambi

Kedudukan tertinggi dalam struktur organisasi yang ada di PT PUSRI


Palembang adalah dewan komisaris. Dewan komisaris bertugas memberikan
pembinaan dan pengawasan terhadap kelangsungan manajemen maupun
operasional perusahaan. Tugas operasional sesuai dengan surat keputusan
direksi No.SK/DIR/251/2009, tanggal 24 November 2009, dilaksanakan oleh
dewan direksi yang terdiri dari Direktur Utama yang membawahi lima orang
direktur, yaitu:
1. Direktur Utama
2. Direktur Keuangan
3. Direktur Sumber Daya Manusia dan Umum
4. Direktur Produksi
5. Direktur Teknik & Pengembangan
6. Direktur Pemasaran
Tetapi terjadi perubahan struktur organisasi PT PUSRI Palembang
yang menuju penyempurnaan pada awal tahun 2011. Prinsip utama
penyempurnaan organisasi tersebut adalah untuk menuju pembentukan
organisasi PT PUSRI yang ramping, efisien, dan fleksibel. Struktur Organisasi
Perusahaan yang disampaikan pada tanggal 1Januari 2011.dalam SK Direksi.
Struktur organisasi utama PT PUSRI Palembang yang dilaksanakan oleh
dewan direksi dapat dilihat pada Gambar 6. Sejak tahun 2011, terjadi
penggabungan antara Direktur Keuangan dan Direktur Pemasaran yang
digabung menjadi Direktur Komersil. Jadi, sekarang ini direktur utama hanya
membawahi empat orang direktur, yaitu:
1. Direktur Utama
2. Direktur Produksi
3. Direktur Komersil
4. Direktur Teknik dan Pengembangan
5. Direktur SDM dan Umum
Penjenjangan karyawan yang ada di dalam perusahaan didasarkan
kepada tingkat pendidikan, keahlian dan pengalaman. Berdasarkan jabatan
16

PT. Pupuk Sriwidjaja Palembang Universitas Jambi

dalam struktur organisasi, karyawan yang bekerja pada PT PUSRI Palembang


dapat dikelompokkan sebagai berikut :
1. Direksi
2. General Manager
3. Manager
4. Superintendent
5. Asisten Superintendent
6. Foreman senior
7. Foreman
8. Karyawan
Dalam pengoperasian pabrik, direktorat yang berhubungan dengan
proses atau melaksanakan tugas operasional adalah direktorat produksi.
Direktur Produksi merupakan salah satu komponen penting dalam
perusahaan karena bertanggung jawab terhadap kelangsungan proses
produksi PT. PUSRI Palembang. Direktur produksi membawahi
kompartemen operasi, yaitu :
1. Plant Manager PUSRI IB
2. Plant Manager PUSRI II
3. Plant Manager PUSRI III
4. Plant Manager PUSRI IV
5. Plant Manager Teknik Produksi
6. Kepala PU&A
Departemen Operasi PUSRI IB, PUSRI II, PUSRI III dan PUSRI IV
bertugas mengkoordinir jalannya kegiatan produksi pada setiap pabrik.
Setiap pabrik dipimpin oleh seorang Plant Manager yang membawahi 3
bagian operasi yang tiap – tiap bagian itu dikepalai oleh seorang
Superintendent. Bagian itu antara lain:
1. Bagian Utilitas
2. Bagian Amoniak
3. Bagian Urea
17

PT. Pupuk Sriwidjaja Palembang Universitas Jambi

Untuk promosi kejenjang yang lebih tinggi maupun untuk kenaikan


tingkat golongan, maka setiap tahun diadakan penilaian karyawan yang
meliputi loyalitas, dedikasi, pengetahuan, keterampilan, tingkah laku,
pergaulan sesama karyawan dan produktivitas kerja. Kenaikan jabatan
terjadi apabila ada formasi yang kosong dan sistemnya dari bawah keatas,
sedangkan untuk mutasi jabatan dilakukan pada posisi yang hampir sejajar.
Jam kerja normal bagi karyawan non shift adalah :
1. Senin – Kamis : Pukul 07.30 - 12.00 WIB dan Pukul 13.00 - 16.30 WIB
Istirahat pukul 12.00 - 13.00 WIB
2. Jumat : Pukul 07.30 - 11.30 WIB dan Pukul 13.00 - 17.00 WIB
Istirahat pukul 11.30 - 13.00 WIB
Dalam pengoperasian pabrik, direktorat yang berhubungan dengan
proses atau melaksanakan tugas operasional adalah direktorat produksi.
Direktur produksi membawahi beberapa divisi, yaitu :
1. Divisi operasi.
2. Divisi pengendalian pabrik, keselamatan kerja, dan lingkungan.
3. Divisi pemeliharaan

2.2. Manajemen Produksi P-1B PT Pupuk Sriwidjaja Palembang

Direktorat Produksi

Direktur Produksi

Divisi Operasi Divisi Pemeliharan Divisi Pengendalian


Pabrik, Keselamatan
GM Operasi GM Pemeliharaan Kerja & Lingkungan

Departemen Departemen Departemen Departemen Departemen


Operasi P-1B Operasi P-IIB Operasi P-III Operasi P-IV Operasi P & A

Manajer Manajer Manajer Manajer


Operasi P-1B Operasi P-IIB Operasi P-III Operasi P-IV
18

PT. Pupuk Sriwidjaja Palembang Universitas Jambi

Struktur Departemen Operasi P-1B

Manajer Operasi P-1B


Junaidi

Shift Supervisior (5)

Bagian Urea Bagian Amoniak Bagian Utilitas

Superintendent Superintendent Superintendent


Ass. Superintendent Ass. Superintendent Ass. Superintendent
Supervisor Supervisor Supervisor
Foreman Senior Foreman Senior Foreman Senior
Foreman Foreman Foreman
Operator Senior / Panel Operator Senior / Panel Operator Senior / Panel
Operator Lapangan Operator Lapangan Operator Lapangan

2.3. Visi dan Misi PT Pupuk Sriwidjaja Palembang


Pada tahun 2012, Pusri melakukan review terhadap Visi, Misi, Nilai,
dan Budaya Perusahaan. Proses review ini merupakan penyesuaian atas
perubahan posisi perusahaan sebagai anak perusahaan dari PT Pupuk
Indonesia (Persero) dan lingkup lingkungan bisnis perusahaan pasca spinoff.
Dasar pengesahan hasil analisa Visi, Misi, Tata Nilai dan Makna Perusahaan
adalah Surat Keputusan Direksi No. SK/DIR/207/2012 tanggal 11 Juni 2012.

2.3.1. Visi
"Menjadi Perusahaan Pupuk Terkemuka Tingkat Regional"

2.3.2. Misi
"Memproduksi serta memasarkan pupuk dan produk agribisnis secara
efisien, berkualitas prima dan memuaskan pelanggan".
19

PT. Pupuk Sriwidjaja Palembang Universitas Jambi

2.3.3. Makna Perusahaan


“PUSRI untuk Kemandirian Pangan dan Kehidupan Yang Lebih Baik”.

2.3.4. Tata Nilai


Tata nilai yang dimilki PT. Pupuk Sriwidjaja Palembang yaitu :
1. Integritas
2. Profesional
3. Focus pada pelanggan
4. Loyalitas
5. Baik sangka

2.3.5. Makna Logo dan Sejarah Nama Sriwidjaja pada Perusahaan


2.3.5.1. Kerajaan Maritim Sriwidjaja
Sejarah telah mencatat bahwa di abad ke-7 telah berdiri sebuah
kerajaan maritim yang sangat kuat yang bernama Sriwidjaja. Kerajaan ini
memulai kekuasaannya di Pulau Sumatera dan terus membentangkan
kekuatannya dari Sumatera ke Jawa, pesisir Kalimantan sampai Kamboja,
Thailand Selatan, Semenanjung Malaya, sebagian kawasan Indo China, dan
telah melakukan perdagangan luas dengan India dan daratan Cina. Nama dan
pengaruh kerajaan ini bahkan terdengar sampai ke penjuru dunia baik dalam
kekuatan perdagangan, agama, budaya, dan armadanya yang berjaya dan
dapat menguasai kawasan Samudera Hindia dan Pasifik.
Dalam Bahasa Sansekerta, Sri mempunyai arti “bercahaya” atau
“gemilang”, dan Widjaja berarti “kemenangan” atau “kejayaan”. Secara penuh,
nama Sriwidjaja mempunyai arti “Kejayaan atau Kemenangan yang Gilang-
Gemilang”. Kerajaan Bahari ini amat berkuasa dan berpengaruh dan dipimpin
oleh raja-raja keturunan dinasti Syailendra. Pusat perniagaan kerajaan ini
dulu dibangun di Bukit Siguntang yang berdiri di Muara Sungai Musi yang
kini disebut Palembang. Sebuah kebanggaan yang sekaligus menjadi tolak
ukur bagi segenap rakyat Indonesia, khususnya masyarakat Palembang
untuk mewarisi kebesaran sebuah sejarah.
20

PT. Pupuk Sriwidjaja Palembang Universitas Jambi

2.3.5.2. Nama Perusahaan


Nama Sriwidjaja diabadikan di perusahaan ini untuk mengenang
dan mengangkat kembali masa kejayaan kerajaan maritim pertama di
Indonesia yang termahsyur di seluruh penjuru dunia. Sebuah penghormatan
kepada leluhur yang pernah membuktikan bahwa Indonesia adalah bangsa
yang besar. Pendirian pabrik pupuk dengan nama PT Pupuk Sriwidjaja
Palembang, adalah warisan yang sekaligus menjadi visi bangsa Indonesia
terhadap kekuatan, kesatuan, dan ketahanan wawasan Nusantara. (Arsip
PT.Pusri, 2013)

2.3.5.3. Detail Elemen Visual Logo Perusahaan

Gambar 7. Logo PT. Pupuk Sriwdjaja Palembang

Tabel 2. Penjelasan Mengenai Arti Logo dari PT. Pupuk Sriwidjaja Palembang
Logo Makna

Lambang Pusri yang berbentuk huruf "U" melambangkan singkatan "Urea".


Lambang ini telah terdaftar di Ditjen Haki Dep. Kehakiman & HAM No. 021391

Setangkai padi dengan jumlah butiran 24 melambangkan tanggal akte


pendirian PT Pusri.

Butiran-butiran urea berwarna putih sejumlah 12, melambangkan bulan


Desember pendirian PT Pusri.

Setangkai kapas yang mekar dari kelopaknya. Butir kapas yang mekar
berjumlah 5 buah Kelopak yang pecah berbentuk 9 retakan ini,
melambangkan angka 59 sebagai tahun pendirian PT Pusri (1959).
21

PT. Pupuk Sriwidjaja Palembang Universitas Jambi

Perahu Kajang, merupakan legenda rakyat dan ciri khas kota Palembang yang
terletak di tepian Sungai Musi. Perahu Kajang juga diangkat sebagai merk
dagang PT Pupuk Sriwidjaja.

Kuncup teratai yang akan mekar, merupakan imajinasi pencipta akan prospek
perusahaan dimasa datang.

Komposisi warna lambang kuning dan biru benhur dengan dibatasi garis-garis
hitam tipis (untuk lebih menjelaskan gambar) yang melambangkan
keagungan, kebebasan cita-cita, serta kesuburan, ketenangan, dan ketabahan
dalam mengejar dan mewujudkan cita-cita itu

Sumber: Arsip PT.Pusri, 2013

2.4. Sumber Daya Manusia (SDM) PT Pupuk Sriwidjaja Palembang


Untuk mewujudkan visi perusahaan yang berdaya saing tinggi, baik di
tingkat regional dan global, maka dilakukan peningkatan kualitas Sumber
Daya Manusia (SDM). Hal tersebut menjadi pokok perusahaan untuk dapat
meningkatkan kemampuan berinisiatif dan menginduksi pembangunan
usaha baru yang terkait dengan kompetensi perusahaan inti dengan
penekanan pada pembangunan SDM yang mampu melaksanakan alih
teknologi. Pusat Pendidikan dan Pelatihan (Pusdiklat) dikembangkan secara
khusus untuk memberikan pendidikan dan pelatihan yang spesifik, termasuk
program up-grading. Peserta Diklat diberikan wawasan dalam mempelajari
berbagai aspek manajemen kualitas, operasi pabrik, lingkungan, transformasi
bisnis, penerapan Good Corporate Governance (GCG), dan termasuk
Benchmarking untuk menilai kapasitas perusahaan dalam menghadapi era
persaingan bebas.

2.5. Divisi PT Pupuk Sriwidjaja Palembang


2.5.1. Divisi Operasi
Divisi ini bertanggung jawab terhadap jalannya produksi. Tugas-tugas
utama Divisi Operasi, yaitu:
1. Mengoperasikan sarana produksi secara optimal dengan mengusahakan
waktu operasi dan faktor produksi setinggi-tingginya dengan tetap
memperhatikan keselamatan peralatan, personalia dan lingkungan.
22

PT. Pupuk Sriwidjaja Palembang Universitas Jambi

2. Menjaga kualitas produksi, bahan baku, material, dan peralatan serta


bahanbahan penunjang sehingga sasaran produksi tercapai dengan tolak
ukur kualitas, produktivitas, dan keamanan.
3. Mengganti peralatan pabrik yang pemakaiannya sudah tidak tidak
ekonomis.
Divisi ini membawahi beberapa departemen sebagai berikut :
a. Departemen Operasi IB, mengkoordinasikan beroperasinya PUSRI-IB.
b. Departemen Operasi II, mengkoordinasikan beroperasinya PUSRI II.
c. Departemen Operasi III, mengkoordinasikan beroperasinya PUSRI III.
d. Departemen Operasi IV, mengkoordinasikan beroperasinya PUSRI IV.
e. Departemen Operasi, Pengantongan dan Angkutan
Manajer Pabrik setiap departemen bertanggung jawab terhadap
operasional pabrik secara keseluruhan, untuk memudahkan pelaksanaan
tugas operasional, masing-masing Manajer Pabrik dibantu oleh 3 orang
superintendent, yaitu :
1. Superintendent Utilitas dan Asistennya
2. Superintendent Amoniak dan Asistennya
3. Superintendent Urea dan Asistennya.
Selain itu, masing-masing plant manajer produksi juga dibantu
pelaksanaan tugasnya oleh Kepala Seksi, Shift-Supervisor, Kepala Regu,
karyawan, dan operator. Shift-Supervisor bertugas mengkoordinasi kegiatan
di lapangan antar unit kerja pabrik, mengawasi kerja operator untuk setiap
shift, dan sekaligus sebagai penanggung jawab operasional pabrik pada jam
kerja di luar day shift. Sedangkan, operator bertugas mengoperasikan pabrik
pada setiap bagian (Amoniak, Urea, atau Utilitas).
Operator ini terdiri dari operator senior yang bertugas di control panel
room dan operator lapangan. Operator-operator tersebut bekerja sesuai shift
yang telah dijadwalkan dan diketuai oleh seorang Kepala Seksi. Selain itu,
untuk setiap shift dibantu oleh seorang Kepala Regu. Khusus operator
lapangan dikoordinir oleh seorang Koordinator Lapangan. Setiap shift
bekerja selama delapan jam dengan pembagian jam kerja sebagai berikut.
23

PT. Pupuk Sriwidjaja Palembang Universitas Jambi

a. Day shift : 07.00 – 15.00


b. Swing shift : 15.00 – 23.00
c. Night shift : 23.00 – 07.00
Dalam satu siklus kerja, terdapat 4 regu operator (pegawai shift)
dengan 3 regu bertugas dan 1 regu libur secara bergantian. Pada Day Shift,
Superintendent bertanggung jawab atas operasi pabrik, dan untuk Swing Shift
dan Night Shift yang bertanggung jawab adalah shift foreman, kecuali untuk
hal-hal yang sangat penting, kembali kepada Superintendent masing-masing.

2.5.2. Divisi Teknologi


Divisi ini bertugas untuk mengontrol jalannya operasi pabrik,
memerhatikan keselamatan kerja dan lingkungan. Divisi ini membawahi
beberapa departemen sebagai berikut :
1. Departemen Perencanaan dan Pengendalian Produksi
2. Departemen Laboratorium
3. Departemen K3 dan LH
4. Departemen Inspeksi Teknik

2.5.2.1. Departemen Perencanaan dan Pengendalian Produksi


Departemen ini bertugas untuk memberikan saran, masukan kepada
unit terkait dengan cara melakukan analisis atau eveluasi yang komprehensif
atau akurat terhadap suatu persoalan yang diberikan atau inisiatif sendiri,
agar dapat dijadikan bahan pertimbangan dalam mengambil keputusan dan
atau melaksanakan tugas operasional sehari-hari. Departemen ini dikepalai
oleh seorang manager dan membawahi beberapa kelompok, yaitu:
A. Kelompok Teknik Proses-I
Kelompok ini bertugas untuk mengevaluasi efisiensi dan unjuk
kerja pabrik, serta mengendalikan kualitas bahan baku pembantu untuk
operasional pabrik yang dikepalai oleh koordinator Teknik Proses-I.
Bagian ini bertugas untuk melaksanakan, menganalisa, memeriksa
kelayakan dan menyarakan perbaikan pada kerusakan peralatan rotating
24

PT. Pupuk Sriwidjaja Palembang Universitas Jambi

dan non-rotating di pabrik P-1B, P-II, dan ASP atau CO2 plant untuk
jaminan kelangsungan beroperasinya pabrik sesuai dengan standar dan
kode yang berlaku.
B. Kelompok Teknik Proses II
Bagian ini bertugas untuk melaksanakan, menganalisa, memeriksa
kelayakan dan memberikan rekomendasi perbaikan pada peralatan non
rotating di pabrik PIII, P-IV, dan unit pengantongan untuk menjamin
kelangsungan beroperasinya pabrik sesuai dengan standar dan mode
yang berlaku. Masing-masing kelompok beranggotakan process engineer
yang bertanggung jawab terhadap proses dalam pabrik yang
ditanganinya. Lebih rinci lagi, Kelompok Teknik Proses-I dan II
mempunyai beberapa tugas utama, yaitu :
a) Memonitor dan mengevaluasi kondisi operasi pabrik, sehingga dapat
dioperasikan pada kondisi yang optimum.
b) Mengendalikan dan mengevaluasi kualitas dan kuantitas hasil-hasil
produksi.
c) Memberikan bantuan yang bersifat teknis kepada unit-unit yang
terkait.
d) Merencanakan pemakaian bahan baku (gas alam) dan bahan
pembantu, termasuk jadwal injeksi pemakaian bahan kimia dan air
pendingin.
e) Merencanakan modifikasi peralatan produksi serta tambahan unit
produksi dalam rangka peningkatan efisiensi dan produktifitas.
f) Merencanakan Turn Around pabrik, memberikan rekomendasi
penggantian katalis, resin dan bahan sejenis
C. Kelompok PPP ( Pelapor Perencanaan Produksi)
Kelompok ini bertanggung jawab terhadap hal berikut :
a. Pelaporan hasil produksi Urea dan Amoniak.
b. Jumlah pemakaian bahan baku dan bahan penunjang lainnya.
c. Penyusunan RKAP.
d. Kelompok PMP ( Perencanaan Material Proses)
25

PT. Pupuk Sriwidjaja Palembang Universitas Jambi

Kelompok ini bertugas untuk menjamin ketersediaan bahan kimia,


katalis, dan bahan isian lainnya baik were house stock maupun yang akan
dibeli secara langsung guna mendukung reliability dan sustainability
operasional pabrik.

2.5.3. Departemen Laboratorium


Laboratorium bertugas dalam analisa kontrol serta pengawasan mutu
bahan baku, bahan penolong dan hasil-hasil produksi pabrik. Departemen ini
terdiri dari tiga orang kepala bagian yaitu :
1. Kepala Bagian Laboratorium Kimia Analisa,
2. Kepala Bagian Laboratorium Kontrol,
3. Kepala Bagian Laboratorium Penunjang Sarana.

2.5.4. Departemen K3 dan LH


Departemen ini terdiri dari :
1. Bagian Pengendalian Pencemaran,
2. Bagian Pengendalian Lingkungan Hidup,
3. Bagian Penanggulangan Kebakaran dan Kecelakaan Kerja,
4. Bagian Teknik Keselamatan Kerja, dan
5. Bagian Hygiene dan Pemeriksaan Kesehatan.

2.5.5. Divisi Pemeliharaan


Divisi ini bertanggung jawab untuk memelihara dan merawat
peralatan pabrik, serta kendaraan yang berhubungan dengan operasional.
Divisi ini dikepalai oleh seorang general manager yang membawahi beberapa
departemen, yaitu:
1. Departemen pemeliharaan mekanikal
2. Departemen pemeliharaan listrik dan instrument
3. Departemen perbengkelan dan umum
4. Departemen rendal pemeliharaan
26

PT. Pupuk Sriwidjaja Palembang Universitas Jambi

2.5.6. Peraturan-Peraturan Kerja


Peraturan-peraturan kerja di PT PUSRI dibuat dan diawasi
pelaksanaannya oleh Dinas Keselamatan dan Kesehatan Kerja atau biasa
disingkat Dinas K3. Peraturan yang dikeluarkan oleh dinas ini sebenarnya
cenderung lebih mengikat kepada para pekerja yang secara langsung
berkaitan dengan pabrik, namun dalam beberapa hal seperti prosedur
penanggulangan keadaan darurat yang melibatkan seluruh elemen PT PUSRI,
peraturan-peraturan tersebut secara otomatis juga berlaku kepada karyawan
non-pabrik, bahkan kepada masyarakat luar yang ada di lingkungan PT
PUSRI.
Berdirinya Departemen K3 dan LH tidak lepas dari tujuan agar
tercapai kondisi zero accident selama berlangsungnya proses produksi.
Dalam hal yang berhubungan dengan keselamatan dan kesehatan kerja,
terdapat :
1. Bagian PK & K (Penanggulangan Kebakaran dan Kecelakaan Kerja),
2. Bagian Hyperkes (Hygiene Perusahaan dan Kesehatan), dan
3. BagianTeknikKeselamatanKerja.
Secara keseluruhan tugas bagian-bagian ini, antara lain :
a) Mengawasi pelaksanaan peraturan K3 di perusahaan,
b) Memberikan pelatihan K3, baik yang bersifat wajib maupun tambahan.
Pelatihan ini dapat dilakukan secara in-house training maupun dilakukan
diluar lingkungan PT PUSRI. Contohnya, prosedur standar pemadaman
api.
c) Melakukan penanggulangan kebakaran dan kecelakaan kerja,
d) Melakukan pemantauan lingkungan kerja. Contohnya, pada lingkungan
sekitar kompresor, temperature suatu area tertentu, atau tingkat
kebisingan yang ada. Kegiatan ini juga meliputi identifikasi masalah yang
mungkin timbul untuk kemudian dianalisa dan dicarikan jalan keluarnya
(saran-saran kerja),
27

PT. Pupuk Sriwidjaja Palembang Universitas Jambi

e) Melakukan investigasi bila terjadi kebakaran atau kecelakaan sehingga


dinas ini dapat memberikan rekomendasi kepada bagian terkait
berdasarkan hasil investigasi tadi.
f) Pembuatan prosedur-prosedur keselamatan kerja, baik yang merupakan
hasil identifikasi di lapangan maupun hasil pengamatan di pelatihan-
pelatihan.
Dalam hal K3, para karyawan baru juga mendapatkan fasilitas dari
perusahaan berupa asuransi kecelakaan, peralatan pelindung diri, pelatihan,
dan pengarahan sebagaimana yang telah diterangkan di atas. Pelaksanaan
kegiatan di atas selain untuk kebaikan karyawan dan PT PUSRI sendiri, juga
untuk mematuhi peraturan pemerintah, yaitu UU No. 1 tahun 1970 tentang
ketenagakerjaan, bahwasanya setiap pekerja wajib mengetahui bahaya yang
ada. Berikut ini adalah beberapa hasil kerja Departemen K3 dan LH, antara
lain:
a. Pemanfaatan bahan B3 di lingkungan PT PUSRI harus disertai dengan
pemahaman MSDS (Material Safety Data Sheet) oleh pekerja- pekerja
yang pemahaman MSDS berkepentingan.
b. Prosedur latihan untuk penanggulangan keadaan darurat besar dan
darurat kecil (klasifikasinya didasarkan kepada keputusan direktur
utama atau penjabat tertinggi ketika kejadian berlangsung). Pelatihan
penanggulangan untuk keadaan darurat besar dilaksanakan secara rutin
2 tahun sekali.
c. Pada tahun 2000, untuk beberapa bahan kimia berbahaya dibuat
prosedur penanganan yang telah disesuaikan dengan kondisi pabrik PT
PUSRI
d. Pengukuran debu dan emisi kebisingan pada beberapa tempat, sehingga
dapat dibuat batas waktu kerja bagi operator lapangan pada area yang
bersangkutan untuk mencegah terjadinya gangguan kesehatan pada alat
pernafasan dan pendengaran.
e. Memberikan rekomendasi berupa engineering control seperti modifikasi
alat dan administratif control berupa batasan waktu kerja di unit PPU
28

PT. Pupuk Sriwidjaja Palembang Universitas Jambi

(Pengantongan Pupuk Urea) karena adanya indikasi pekerja di unit


tersebut sebagian besar mengidap radang paru-paru.
f. Melakukan improvisasi prosedur, pelatihan, dan identifikasi bahaya yang
mungkin timbul sejak dini dibawah kelompok safety engineering.