Anda di halaman 1dari 24

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Sejarah dan Gambaran Umum Perusahaan


Garuda Food Group berawal dari PT. Tudung, didirikan di Pati Jawa Tengah
pada tahun 1958 dan bergerak di bisnis tepung tapioka. Pada tahun 1979 PT. Tudung
berubah nama menjadi PT. Tudung Putra Jaya (TPJ). Pendiri perusahaan adalah
mendiang Darmo Putra, mantan pejuang yang memilih menekuni dunia usaha setelah
bangsa Indonesia merdeka.
Garuda Food adalah perusahaan makanan dan minuman di bawah kelompok
usaha Tudung (Tudung Group). Selain Garuda Food, Tudung Group juga menaungi
SNS Group (PT. Sinar Niaga Sejahtera) bergerak di bisnis distribusi logistic, PT. Bumi
Mekar Tani (BMT) fokus di bidang plantation, PT. Nirmala Tirta Agung (NTA) bisnis
air minum dalam kemasan kaleng bermerk Prestine, dan Global Solution Institute (GSI)
bergerak di bidang pelayanan jasa pelatihan, seminar, event organizer, dan konsultasi
manajemen.
Tatkala perekonomian nasional tengah dihantam krisis ekonomi, Desember 1997
Garuda Food mendirikan PT. Garuda Food Jaya yang memproduksi biskuit bermerk
gery. Pada tahun 2000 Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) sepakat menggabungkan
TPJ, Garuda Food Putra Putri Jaya, dan Garuda Food Jaya dalam satu nama yaitu : PT.
Garuda Food Putra Putri Jaya (GPPJ). Adapun logo PT. Garuda Food Putra Putri Jaya
(GPPJ) dapat dilihat pada Gambar 1.1.

Gambar 1.1 Logo PT. Garuda Food Putra Putri Jaya (GPPJ)

1.2 Visi dan Misi Perusahaan


1
1.2.1 Visi Perusahaan
Adapun visi dari PT. Garuda Food Putra Putri Jaya (GPPJ) adalah “Menjadi
salah satu perusahaan terbaik di industri makanan dan minuman di Indonesia dalam
aspek profitabilitas, penjualan, dan kepuasan konsumen melalui karya yang kreatif dari
seluruh kary awan yang kompeten“.

1.2.2 Misi Perusahaan


Adapun misi dari PT. Garuda Food Putra Putri Jaya (GPPJ) adalah:
1. Memuaskan konsumen dengan menyediakan :
a. Produk- produk makanan dan minuman berkualitas
b. Produk- produk konsumsi dan layanan berkualitas yang merupakan hasil
pengorbanan hewan atas kehendak langsung perusahaan.
2. Membentuk komunitas karyawan untuk tumbuh bersama dan mengembangkan
kualitas kehidupan, lingkungan kerja, dan pekerjaan para karyawan.
3. Menciptakan kemanfaatan jangka panjang yang berkesinambungan dalam
hubungan antara perusahaan dengan seluruh mitra usaha.
4. Meningkatkan nilai tambah bagi pemegang saham dengan menjalankan etika
bisnis dan pengelolaan perusahaan yang baik.

1.3 Tujuan Penulisan


Adapun tujuan dari makalah ini adalah untuk mengetahui kegiatan supply chain
produk kacang atom pada PT. Garuda Food Putra Putri Jaya (GPPJ) mulai dari
penyediaan bahan baku hingga pemasaran barang jadi.

1.4 Deskripsi Geografis Perusahaan


Berikut ini lokasi PT. Garuda Food Putra Putri Jaya (GPPJ), dapat dilihat pada
gambar 1.2.

2
Gambar 1.2 Letak Geografis PT. Garuda Food Putra Putri Jaya (GPPJ)
Alamat : Jl. Krikilan KM 28, Krikilan, Driyorejo, Dusun Larangan, Krikilan,
Driyorejo, Kabupaten Gresik, Jawa Timur 61177
Telepon : (021) 8710303
Website : www.garudafood.com
Adapun batas- batas lokasi dari PT. GarudaFood Putra Putri Jaya, yaitu :
 Utara : Perumahan penduduk desa Gembleb
 Timur : Jalan Raya (Jalan Kembang Joyo)
 Selatan: Sungai Sani
 Barat : Perumahan penduduk desa Kalodoro
Alasan pemilihan lokasi perusahaan ini adalah sebagai berikut:
1. Dekat dengan daerah penghasil kacang tanah, baik di Jawa Tengah seperti Pati,
Jepara, Kudus, maupun Jawa Timur seperti Ponorogo, Tuban, dan Trenggalek.
2. Cukup tersedia tenaga kerja terutama tenaga kerja harian maupun kontrak.
3. Tersedianya sumber air yang cukup untuk memenuhi kebutuhan pabrik, baik
untuk keperluan proses produksi ataupun kebutuhan lainnya.

1.5 Produk PT. Garuda Food Putra Putri Jaya (GPPJ)


Berikut ini adalah produk dari PT. Garuda Food Putra Putri Jaya (GPJJ):
3
N Nama Produk Gambar Produk
o
1 Biskuit Gery

2 Snack Pilus

3 Chocolatos

4 Kacang Garuda

5 Keripik Leo

PT. Garudafood Putra Putri Jaya memiliki salah satu divisi, yaitu divisi Coated
Peanuts yang dikhususkan memproduksi kacang atom. Kacang atom merupakan makanan
ringan yang terbuat dari kacang tanah yang dibalut dengan adonan tepung kanji dan tepung
tapioka yang kemudian digoreng dengan suhu tertentu sampai kacang tanah matang dan
balutan tepungnya memiliki tekstur renyah. Produk kacang atom yang diproduksi oleh PT.
Garudafood Putra Putri Jaya Divisi Coated Peanuts memiliki beberapa variasi rasa yaitu
kacang atom original, kacang atom rasa ayam bawang, kacang atom rasa pedas, kacang
atom rasa BBQ, dan kacang atom rasa bawang. Produk kacang atom Garuda memiliki
beberapa ukuran kemasan yaitu 10 gram, 44 gram, 52 gram, dan 130 gram. Produk kacang
atom Garuda yang memiliki ukuran 10 gram dijual dalam kemasan berbentuk renteng
sedangkan ukuran 25 gram, 52 gram, dan 130 gram dijual secara satuan. Umur simpan
produk kacang atom Garuda adalah 8 bulan.
4
1.6 Struktur Organisasi PT. Garuda Food Putra Putri Jaya (GPPJ)
Gerak majunya perindustrian menuntut adanya keterpaduan antara sistem
organisasi dengan sistem manajemen. Hal ini berkaitan dengan kebijaksanaan atau
peraturan dalam mencapai hasil produksi yang baik dan efektif. Keadaan ini perlu
didukung oleh organisasi yang mantap.
Struktur organisasi merupakan tatanan kerangka dalam menjalankan semua
aktifitas perusahaan dan juga sebagai pedoman untuk pimpinan dalam mengatur posisi
karyawan dengan kemampuan, pengalaman, dan kecakapannya. Struktur Organisasi
adalah suatu susunan dan hubungan antara tiap bagian serta posisi yang ada pada suatu
organisasi atau perusahaan dalam menjalankan kegiatan operasional untuk mencapai
tujuan. Struktur Organisasi menggambarkan dengan jelas pemisahan kegiatan pekerjaan
antara yang satu dengan yang lain dan bagaimana hubungan aktivitas dan fungsi
dibatasi (Prajudi, 1985).
Berikut ini adalah struktur organisasi pada PT. Garuda Food Putra Putri Jaya
(GPPJ), yang dapat dilihat pada Gambar 1.3.

Gambar 1.3 Struktur organisasi PT. Garuda Food Putra Putri Jaya (GPPJ)
Adapun uraian, wewenang tugas dan dan tanggung jawab pada PT. Garuda Food
Putra Putri Jaya (GPPJ) adalah sebagai berikut:
1. Plant Manager (PM)

5
Plant Manager merupakan orang yang bertanggung jawab penuh terhadap gerak
majunya suatu perusahaan karena di sini Plant Manager merencanakan semua
kegiatan yang akan dilaksanakan dalam sebuah perusahaan. Tugas dari plant
manager antara lain:
 Mengontrol kinerja manajer
 Bertanggung jawab atas keseluruhan pabrik atau perusahaan.
 Mengontrol bisnis plant yang telah dibuat terhadap kondisi ril yang ada di
lapangan.
 Secara berkala mengadakan pertemuan guna melakukan peninjauan ulang
terhadap semua kegiatan yang telah dan sedang berjalan.
 Memeriksa pencapaian program serta memberi masukan-masukan
terhadap persoalan yang dihadapi serta memberikan ide-ide perbaikan.
 Memeriksa pelaksanaan kegiatan di lapangan dan menilai secara langsung
pelaksanaan kegiatan di lapangan.
2. Manager
Manager adalah orang yang bertanggung jawab untuk merencanakan dan
mengarahkan kerja sekelompok individu, pemantauan pekerjaan mereka, dan
mengambil tindakan perbaikan bila diperlukan. Tugas dari seorang manager,
yaitu:
 Mengarahkan dan mengkoordinasikan pekerjaan bawahannya.
 Memiliki wewenang untuk mengubah tugas bawahannya untuk mencapai
target yang diharapkan.
 Membuat aturan-aturan atau prosedur kerja sehingga setiap jenjang
pimpinan mengerti tugas dan tanggung jawabnya dan menjaga agar hal
tersebut harus selalu dijalankan dengan baik.
 Memantau pekerjaan bawahannya
 Memberikan pelatihan berkaitan dengan tugas dan tanggung jawab
kepada bawahannya melalui fungsi kontrol.

3. Supervisor
Supervisior merupakan seseorang yang pekerjaannya berhubungan dengan
quality control, orientasi kearah poin–poin yang penting memikirkan sesuatu
berdasarkan sebab akibat. Tugas dari supervisior, yaitu :
 Bertugas sebagai training ketrampilan karyawan.
 Sub Seksi area.
 Mengambil langkah perbaikan untuk meningkatkan produktivitas yang
sudah ada sesuai dengan sasaran yang telah diberikan oleh management.

6
 Membuat team work yang berfungsi untuk menciptakan suasana dimana
bawahan dapat berdiskusi tentang apapun secara bebas serta bersedia
mendengarkan pendapat bawahannya.
4. Kepala Sift
Kepala Sift merupakan orang yang bertanggung jawab terhadap masing- masing
siftnya. Tugas dari kepaka sift, yaitu :
 Mengatur job kerja.
 Melakukan koordinasi terhadap produksi.
 Menambah ketrampilan bawahan untuk menjadi karyawan yang efektif.
 Mengontrol kerja bawahan dari masuk sampai pulang kerja.
5. Pengawas
Pengawas adalah seseorang yang mengawasi dan mengontrol kinerja anak
buahnya di lapangan. Masing- masing proses produksi akan diawasi oleh
seorang pengawas. Tugas dari pengawas, yaitu :
 Mengontrol kondisi mesin.
 Mengawasi kerja bawahannya dalam mengerjakan tugas lapangan.
 Memeriksa persiapan-persiapan peralatan kerja, material, dan part-part
penunjang kelancaran produksi atau mesin.
 Memberikan breafing kepada bawahannya pada waktu awal kerja.
6. Kepala Regu
Jabatan kepala regu hampir sama dengan pengawas. Kepala regu ini hanya ada
diproses packing, karena proses packing terbagi menjadi beberapa mesin yang
dikontrol oleh masing- masing kepala regu. Tugas dari kepala regu, yaitu :
 Bertugas untuk memastikan kinerja regunya atau kelompok kerjanya
sesuai dengan yang telah direncanakan
 Membantu pekerjaan harian dalam bekerja sesuai dengan kelompoknya.
7. Staff atau karyawan
Staff kantor merupakan karyawan yang bekerja di kantor yang mengolah data
yang diperoleh dari lapangan. Tugas dari seorang staff yaitu menjalankan tugas
dari atasan sesuai dengan waktu yang telah ditentukan oleh atasan yang
membawahinya.
8. Operator
Operator merupakan karyawan yang berperan di lapangan, yang memegang
peranan penting dalam pelaksanaan proses produksi. Karena operator inilah
yang mengetahui langsung kondisi yang ada di lapangan serta menjalankan
proses produksi setiap harinya sesuai dengan bagiannya masing- masing. Tugas
dari operator, yaitu:
 Merupakan pelaku di lapangan.
7
 Bekerja sesuai dengan sift dan bagiannya masing- masing.
 Menyalakan dan mematikan mesin yang akan digunakan dalam proses
produksi.
 Bertanggung jawab terhadap area kerja masing- masing.

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Definisi-definisi Supply Chain Management


Supply chain management (SCM) adalah suatu konsep atau mekanisme untuk
meningkatkan produktivitas total perusahaan dalam rantai suplai melalui optimalisasi
waktu, lokasi dan aliran kuantitas bahan. Manufacturing. Dalam penerapan supply
chain management (SCM) perusahaan-perusahaan diharuskan mampu memenuhi
kepuasan pelanggan, mengembangkan produk tepat waktu, mengeluarkan biaya yang
rendah dalam bidang persediaan dan penyerahan produk, mengelola industri secara
cermat dan fleksibel. Berikut ini beberapa definisi analisis jabatan menurut para ahli:
1. Lambert (1998), menyatakan bahwa SCM merupakan integrasi atas prosesproses
bisnis dari pengguna akhir melalui pemasok awal yang menyediakan produk,
jasa, dan informasi yang memberikan nilai tambah bagi pelanggan.
2. Menurut Simchi-Levi (2002), SCM adalah suatu kumpulan pendekatan yang
digunakan untuk mengintegrasikan secara efisien antara pemasok, perusahaan
8
manufaktur, pergudangan, dan toko, sehingga barang diproduksi dan
didistribusikan pada kuantitas, lokasi, dan waktu yang benar, untuk
meminimumkan biaya-biaya pada kondisi yang memuaskan kebutuhan tingkat
pelayanan.
3. Menurut Handfield (1999), SCM merupakan integrasi atas kegiatan-kegiatan
dalam suatu rantai pasok dengan hubungan yang diperbaiki, untuk mencapai
suatu keunggulan bersaing yang berkelanjutan.
4. Chopra & Meindl (2001), berpendapat bahwa SCM mencakup manajemen atas
aliran-aliran diantara tingkatan dalam suatu rantai pasok untuk memaksimumkan
keuntungan total.
Sehingga dapat disimpulkan bahwa supply chain dapat adalah sekumpulan
aktifitas (dalam bentuk entitas/fasilitas) yang terlibat dalam proses transformasi dan
distribusi barang mulai dari bahan baku paling awal dari alam sampai produk jadi pada
konsumen akhir.

2.2 Faktor-faktor Supply Chain Management


Berikut ini adalah faktor-faktor yang melatarbelakangi muncul nya supply chain
management, diantaranya adalah sebagai berikut:
1. Tuntutan konsumen yang semakin kritis
2. Infrastruktur telekomunikasi, informasi, transportasi, dan perbankan yang
semakin canggih memungkinkan berkembangnya model baru dalam aliran
material / produk.
3. Daur hidup produk sangat pendek seiring dengan perubahan-perubahan yang
terjadi dalam lingkungan pasar.
4. Kesadaran konsumen akan pentingnya aspek sosial dan lingkungan dalam
kehidupan, menuntut industri manufaktur memasukkan konsep-konsep ramah
lingkungan mulai dari proses perancangan produk, proses produksi maupun
proses distribusinya.
Menurut Ross, F.D (2003), awal perkembangan konsep SCM didasarkan pada
dua fakta yaitu bahwa pada tahun 1960-an pabrikan dituntut untuk menurunkan biaya
produksi dan perkembangan teknologi informasi khususnya internet yang mampu
membantu merealisasikan suatu sistem terpadu sehingga mendorong perusahaan untuk
melakukan efisiensi biaya
9
2.3 Proses Supply Chain Management
Dalam supply chain ada beberapa pemain utama yang merupakan perusahaan
yang mempunyai kepentingan yang sama, yaitu: Supplies, Manufactures, Distribution,
Retail Outlet, Retail Outlet, dan Customers.
a. Chain 1: Supplies
Jaringan bermula dari sini, yang merupakan sumber yang menyediakan bahan
pertama, dimana rantai penyaluran baru akan mulai. Bahan pertama ini bisa dalam
bentuk bahan baku, bahan mentah, bahan penolong, barang dagangan, suku cadang dan
lain-lain.
b. Chain 1-2-3: Supplier-Manufactures-Distribution
Barang yang sudah dihasilkan oleh manufactures sudah mulai harus disalurkan
kepada pelanggan. Walaupun sudah tersedia banyak cara untuk menyalurkan barang
kepada pelanggan, yang umum adalah melalui distributor dan ini biasanya ditempuh
oleh sebagian besar supply chain.
c. Chain 1-2-3-4: Supplier-Manufactures-Distribution-Retail Outlet
Pedagang besar biasanya mempunyai fasilitas gudang sendiri atau dapat juga
menyewa dari pihak lain. Gudang ini digunakan untuk menyimpan barang sebelum
disalurkan lagi ke pihak pengecer. Disini ada kesempatan untuk memperoleh
penghematan dalam bentuk jumlah inventoris dan biaya gudang dengan cara melakukan
desain kembali pola pengiriman barang baik dari gudang manufacture maupun ke toko
pengecer.
d. Chain 1-2-3-4-5: Supplier-Manufactures-Distribution-Retail Outlet-Customer.
Para pengecer atau retailer menawarkan barang langsung kepada para pelanggan
atau pembeli atau pengguna barang langsung. Yang termasuk retail outlet adalah toko
kelontong, supermarket, warungwarung, dan lain-lain.
Berikut ini adalah proses kegiatan supply shain:

10
Gambar 2.1 proses kegiatan supply shain
Ada 3 macam hal yang harus dikelola dalam supply chain yaitu :
 Pertama, aliran barang dari hulu ke hilir. Contohnya bahan baku yang dikirim
dari supplier ke pabrik, setelah produksi selesai dikirim ke distributor, pengecer,
kemudian ke pemakai akhir.
 Kedua, aliran uang dan sejenisnya yang mengalir dari hilir ke hulu.
 Ketiga adalah aliran informasi yang bisa terjadi dari hulu ke hilir atau
sebaliknya.

Adapun aktivitas yang dilakukan dalam kegiatan supply chain adalah sebagai
berikut:
1) Meramalkan permintaan pelanggan.
2) Membuat jadwal produksi.
3) Menyiapkan jaringan transportasi.
4) Memesan persediaan pengganti dari para pemasok.
5) Mengelola persediaan: bahan mentah, barang dalam proses dan barang jadi.
6) Menjalankan produksi.
7) Menjamin kelancaran transportasi sumber daya kepada pelanggan.
8) Melacak aliran sumber daya material, jasa, informasi, dan keuangan dari
pemasok, di dalam perusahaan, dan kepada pelanggan.

2.4 Bagian-bagian Supply Chain Management


Berikut ini adalah bagiian-bagian dari:
1. Upstream Supply Chain
Bagian ini mencakup supplier first-tier dari organisasi (dapat berupa perusahaan
manufaktur atau assembling) dan suppliernya, yang didalamnya telah terbina
suatu hubungan/relasi.
2. Internal Supply Chain

11
Bagian ini mencakup semua proses yang digunakan oleh organisasi dalam
mengubah input yang dikirim oleh supplier menjadi output, mulai dari waktu
material tersebut masuk pada perusahaan sampai pada produk tersebut
didistribusikan, diluar perusahaan tersebut.
3. Downstream Supply Chain
Bagian ini mencakup semua proses yang terlibat dalam pengiriman produk pada
customer akhir.

2.5 Manfaat dan Tujuan Utama Supply Chain Management


Berikut ini adalah manfaat kegiatan supply chain management:
1. Kepuasan pelanggan
Konsumen atau pengguna produk merupakan target utama dari aktivitas proses
produksi setiap produk yang dihasilkan perusahaan. Konsumen atau pengguna
yang dimaksud dalam konteks ini tentunya konsumen yang setia dalam jangka
waktu yang panjang. Untuk menjadikan konsumen setia, maka terlebih dahulu
konsumen harus puas dengan pelayanan yang disampaikan oleh perusahaan.
2. Meningkatkan pendapatan.
Semakin banyak konsumen yang setia dan menjadi mitra perusahaan berarti
akan turut pula meningkatkan pendapatan perusahaan, sehingga produk-produk
yang dihasilkan perusahaan tidak akan ‘terbuang’ percuma, karena diminati
konsumen.
3. Menurunnya biaya.
Pengintegrasian aliran produk dari perusahan kepada konsumen akhir berarti
pula mengurangi biaya-biaya pada jalur distribusi.
4. Pemanfaatan asset semakin tinggi.
Aset terutama faktor manusia akan semakin terlatih dan terampil baik dari segi
pengetahuan maupun keterampilan. Tenaga manusia akan mampu
memberdayakan penggunaan teknologi tinggi sebagaimana yang dituntut dalam
pelaksanaan SCM.
5. Peningkatan laba.
Dengan semakin meningkatnya jumlah konsumen yang setia dan menjadi
pengguna produk, pada gilirannya akan meningkatkan laba perusahaan.
6. Perusahaan semakin besar.
Perusahaan yang mendapat keuntungan dari segi proses distribusi produknya
lambat laun akan menjadi besar, dan tumbuh lebih kuat.

12
Sedangkan tujuan utama kegiatan supply chain management:
1. Penyerahan / pengiriman produk secara tepat waktu demi memuaskan
konsumen.
2. Mengurangi biaya.
3. Meningkatkan segala hasil dari seluruh supply chain (bukan hanya satu
perusahaan).
4. Mengurangi waktu.
5. Memusatkan kegiatan perencanaan dan distribusi

2.6 Solusi untuk Masalah Supply Chain Management


Berikut ini adalah beberapa solusi untuk masalah supply chain management:
1. Melakukan outsourcing (dengan menggunakan sumber dari pihak luar) daripada
dilakukan sendiri selama ada permintaan yang meningkat.
2. Membeli input secara langsung daripada harus memproduksi lebih dahulu.
3. Menciptakan ”strategic partnership” dengan supplier.
4. Menggunakan pendekatan ”just in time” dalam melakukan pembelian, yang
mana supplier mengirimkan kuantitas / dalam jumlah kecil material yang
dibutuhkan.
5. Mengurangi waktu tunggu selama pembelian dan penjualan.
6. Menggunakan supplier sedikit/seminimum mungkin.
7. Memperbaiki hubungan antara supplier dan buyer.
8. Melakukan proses produksi setelah ada order.
9. Mencapai permintaan yang akurat melalui kerjasama yang lebih dekat dengan
supplier.

13
BAB III
PEMBAHASAN

3.1 Proses Produksi Kacang Atom di PT. Garuda Putra Putri Jaya (GPJJ)
Berikut ini adalah kegiatan proses produksi kacang atom pada PT. Garuda putra
Putri jaya:
1. Persiapan Kacang Tanah (Ose)
Pada proses pembuatan kacang atom, bahan baku utama yang digunakan adalah
kacang tanah kupas (ose). PT. Garuda food Putra Putri Jaya menggunakan
kacang tanah kupas yang diperoleh dari beberapa pemasok baik dalam maupun
luar negeri. Salah satu pemasok kacang tanah kupas dari dalam negeri adalah PT
Bumi Mekar Tani yang bergerak di bidang perkebunan kacang dalam naungan
Tudung Group. Selain itu pemasok kacang tanah kupas (ose) dari dalam negeri
juga dari para petani di daerah Jawa Tengah dan Jawa Timur. Sedangkan
pemasok kacang tanah kupas (ose) dari luar negeri diperoleh dari India.
Kacang tanah kupas yang akan digunakan untuk proses produksi harus
memenuhi syarat-syarat umum, yaitu :
 Bebas hama penyakit.

14
 Bebas bau busuk, asam, apek, dan bau asing lainnya.
 Bebas dari bahan kimia seperti insektisida dan fungisida.
 Memiliki suhu normal.
2. Pembersihan dan Sortasi
Kacang tanah kupas (ose) yang telah memenuhi persyaratan kemudian akan
masuk ke dalam tahap pembersihan dan sortasi. Proses pembersihan dilakukan
dengan tujuan untuk memisahkan kacang tanah kupas (ose) dari bahan-bahan
lain yang tidak diinginkan seperti batu, tanah, kerikil, kotoran dan kutu. Selain
itu proses pembersihan bertujuan untuk mengetahui kandungan aflatoksin yang
terkandung dalam kacang tanah kupas (ose). Proses sortasi dilakukan dengan
tujuan untuk memisahkan kacang tanah berdasarkan sifat fisiknya seperti
ukuran, warna, dan bentuk kacang tanah kupas (ose).

3. Persiapan Bahan Pendukung


Bahan-bahan pendukung yang diperlukan dalam proses produksi kacang atom
adalah tepung premix atom, larutan kanji yang telah diberi tambahan bumbu
sesuai takaran formulanya, larutan gula, dan larutan pasta akhir. Bahan-bahan
tersebut ditimbang dan diukur sesuai dengan ketentuan formula yang
dibutuhkan. Satu paket bahan-bahan tersebut digunakan dalam satu kali proses
coating yang dilakukan per batch.
4. Proses Coating
Pada proses coating, ose akan dilapisi atau disalut dengan tepung premix atom
dan larutan kanji. Proses coating ini dilakukan dengan menggunakan sebuah
molen yang terus berputar. Satu mesin molen tersebut dioperasikan oleh satu
orang operator. Proses coating ini membutuhkan waktu selama 22-26 menit
setiap batch.
5. Proses Pengayakan
Hasil dari proses coating ini kemudian dibawa menuju mesin pengayakan
menggunakan konveyor. Proses pengayakan hasil coating ini bertujuan untuk
memperoleh hasil coating yang seragam. Mesin pengayakan yang digunakan
terdiri dari 3 mesh yang berlubang dengan diameter lubang yang berbeda-beda

15
yaitu 14 mm, 10 mm, dan 8 mm. Proses pengayakan ini akan mendapatkan hasil
coating dengan diameter yang berbeda-beda yaitu <8 mm, 8-10 mm, 10-14 mm,
dan >14 mm. Hasil pengayakan dengan diameter >14 mm akan dipisahkan
secara manual dan akan diproses ulang. Untuk hasil pengayakan dengan
diameter 8-10 mm akan dikumpulkan untuk diproses ulang. Hasil pengayakan
dengan ukuran <8 mm biasanya berbentuk serpihan dan tidak digunakan lagi.
Sedangkan hasil pengayakan dengan diameter 10-14 mm merupakan hasil
coating baik yang akan masuk ke proses selanjutnya yaitu proses penggorengan.
Dari proses pengayakan ini biasanya dihasilkan 85% hasil coating yang siap
digoreng.
6. Proses Penggorengan
Hasil dari proses pengayakan yang merupakan hasil coating baik kemudian
diproses lebih lanjut yaitu proses penggorengan. Hasil coating baik adalah
kacang atom yang memiliki diameter 10-14 mm. Proses penggorengan ini
bertujuan untuk menghasilkan produk kacang atom yang matang. Proses
penggorengan pada ini menggunakan deep fat fryer pada suhu 152-154oC. Dari
proses penggorengan ini akan dihasilkan produk kacang atom dengan tekstur
yang renyah, berbentuk bulat dan mengembang, berwarna putih, dan isi kacang
di dalamnya sudah matang. Kacang atom yang telah melewati proses
penggorengan akan masuk ke proses selanjutnya.
7. Proses Cooling
Hasil dari proses penggorengan kemudian akan diproses lebih lanjut yaitu proses
cooling. Kacang atom yang telah matang didinginkan hingga suhunya sesuai
standar siap kemas. Kacang atom matang kemudian menuju ke vibrator feeder
untuk dilakukan sortasi secara manual oleh operator. Tujuan dari sortasi manual
ini adalah untuk memisahkan kacang atom yang tidak memenuhi standar.
Kacang atom yang tidak memenuhi standar adalah kacang atom yang saling
menempel, pecah, gosong dan berukuran terlalu besar. Kacang atom yang tidak
memenuhi standar tersebut akan diolah menjadi limbah. Kacang atom yang telah
melewati proses penggorengan akan masuk ke proses selanjutnya.
8. Proses Pengayakan Produk Kacang Atom

16
Hasil dari proses sortasi manual kemudian akan menuju ke proses pengayakan
dengan menggunakan konveyor. Proses pengayakan produk kacang atom
bertujuan untuk mendapatkan produk kacang atom matang dengan ukuran yang
seragam. Mesin pengayakan produk kacang atom ini terdiri dari 2 ukuran
diameter lubang yaitu 18 mm dan 10 mm. Ukuran standar untuk kacang atom
matang adalah 10-18 mm. Kacang atom dengan diameter >18 mm dan <10 mm
akan diolah menjadi makanan ternak.
9. Proses Packaging
Kacang atom matang yang telah dikemas dalam wadah kontainer tersebut akan
masuk ke dalam proses packaging. Jenis pengemas yang digunakan untuk
produk renteng ada 4 macam yaitu kemasan primer, kemasan sekunder, kemasan
tersier, dan kemasan kuartener. Pada kemasan primer ini dicantumkan beberapa
informasi meliputi merk produk, nama perusahaan yang memproduksi,
komposisi, berat bersih, ijin Departemen Kesehatan, kode produksi, tanggal
kadaluarsa, serta informasi nilai gizi, Kemasan kacang atom yang memiliki berat
produk lebih besar hanya menggunakan 3 jenis kemasan yaitu kemasan primer
yang kontak langsung dengan produk, kemasan sekunder, dan kemasan tersier
yaitu kardus.

3.2 Deskripsi Kegiatan Suply Chain PT. Garuda food Putra Putri Jaya (GPPJ)
Berikut ini adalah deskripsi dari masing-masing penyusun pihak yang terlibat
dalam kegiatan supply chain PT. Garuda food Putra Putri Jaya:
1. Penghasil Kacang Tanah
Kacang tanah merupakan bahan baku utama yang digunakan dalam
memproduksi kacang atom pada PT. Garuda food Putra Putri Jaya. Kacang
tanah dihasilkan dari hasil pertanian kacang tanah oleh sipenghasil kacang
tanah/petani kacang tanah.
2. Penghasil Tebu
Tebu merupakan bahan yang biasanya digunakan sebagai bahan utama untuk
memproduksi gula. Tebu ini diperoleh dari hasil pertanian yang dikelola oleh
petani/penghasil tebu. Tebu ini akan disalurkan kepabrik gula melalui
distributor tebu.
3. Penghasil Kelapa Sawit

17
Kelapa Sawit adalah salah satu bahan utama yang banyak digunakan untuk
menghasilkan minyak nabati. Minyak nabati ini adalah salah satu bahan
penunjang pembuatan produk kacang atom. Sehingga penghasil kelapa sawit
juga mempunyai peran dalam menghasilkan produk kacang atom di PT.
Garuda food Putra Putri Jaya (GPPJ).
4. Penghasil Bawang Putih
Bawang putih merupakan bahan baku penunjang dalam pembuatan produk
ini, sehingga penghasil bawang putih juga memiliki peran sebagai pemasok
dalam PT. Garuda food Putra Putri Jaya (GPPJ).
5. Penghasil Garam
Garam merupakan salah satu bahan penunjang dalam pembuatan produk
kacang atom. Hal in berguna sebagai penambah rasa pada produk. Garam
biasanya dihasilkan oleh para petani garam / penghasil garam.

6. Penghasil Ubi Kayu


Ubi kayu biasanya digunakan sebagai bahan dasar dalam pembuatan tepung
tapioka (kanji). Sehingga untuk menghasilkan tepung ini diperlukan adanya
penghasil/petani ubi kayu.
7. Penghasil Plastik
Hal yang diperoleh dari penghasil plastik ini adalah berupa bijih plastik yang
diperoleh dari hasil kegiatan penambangan. Bijih plastik ini biasanya akan
disalurkan langsung ke pabrik-pabrik yang mengolahnya hingga
menghasilkan plastik.
8. Penghasil Aluminium
Aluminium merupakan bahan dasar yang digunakan dalam pembuatan
kaleng. Aluminium ini biasanya dihasilkan dari proses penambangan yang
akan diproses selanjutnya untuk membentuk kaleng.
9. Penghasil Kayu
Penghasil kayu ini juga berperan dalam hal packaging. Hal ini dikarenakan
sebelum produk dipasarkan maka produk kacang atom yang didesain dalam

18
bentuk bungkusan plastik sesuai dengan ukuran kemasan akan dimasukkan
kedalam suatu dus yang bahan utamanya adalah kertas.
10. Pabrik Gula
Pabrik gula merupakan perusahaan yang akan mengelola hasil pertanian tebu
yang diperoleh dari para penghasil tebu menjadi gula yang siap dipasarkan
kekonsumen termasuk perusahaan PT. Garuda food Putra Putri Jaya (GPPJ).
11. Pabrik Tepung Tapioka.
Sama seperti pabrik gula, pabrik tepung tapioka juga digunakan sebagai
pemasok bahan pendukung dalam pembuatan kacang atom pada PT. Garuda
food Putra Putri Jaya (GPPJ).
12. Pabrik Kelapa Sawit
Pabrik kelapa sawit berperan dalam memproses hasil tanaman buah kelapa
sawit menjadi minyak nabati yang siap untuk dinikmati konsumen. Pabrik
kelapa sawit ini akan menerima bahan baku dari penghasil buah kelapa
sawit.

13. Pabrik Bumbu Penyedap Rasa


Selain mendapatkan bahan-bahan diatas, penyedap rasa juga merupakan
bahan yang penting yang harus disediakan untuk memproduksi kacang atom
pada PT. Garuda food Putra Putri Jaya (GPPJ). Adapun pabrik yang
menunjang penyediaan bahan ini adalah PT. Ajinomoto Indonesia.
14. Pabrik Plastik
Pabrik ini berperan sebagai penyedia plastik untuk keperluan packaging
awal pada PT. Garuda food Putra Putri Jaya (GPPJ).
15. Pabrik Kaleng
Pabrik ini berperan sebagai penyedia kaleng untuk keperluan packaging
pada PT. Garuda food Putra Putri Jaya (GPPJ). Bahan baku untuk pabrik ini
diperoleh dari penghasil aluminium.
16. Pabrik Kardus

19
Pabrik kardus ini merupakan penyedia packaging bagi PT. Garuda food
Putra Putri Jaya (GPPJ). Hal ini dikarenakan proses pemasaran produk akhir
didesain dalam bentuk paketan (per dus).
17. Distributor Kacang Tanah
Kacang yang diperoleh oleh perusahaan biasanya diperoleh dari distributor
kacang tanah yang spesifikasinya telah disepakati. Distributor ini
mendapatkan kacang tanah dari para petani kacang dan menyalurkannya ke
PT. Garuda food Putra Putri Jaya (GPPJ). Adapun penyedia/distributor
kacang tanah yang bekerja sama dengan perusahaan ini adalah PT Bumi
Mekar Tani.
18. Distributor gula
Distributor gula merupakan perantara antara pabrik gula yang mengelola
tebu sebagai bahan dasar pembuatan gula terhadap PT. Garuda food Putra
Putri Jaya (GPPJ).
19. Distributor Tepung tapioka
Distributor tepung ini berperan sebagai perantara antara pabrik yang
mengolah ubi kayu menjadi tepung tapioka dan PT. Garuda food Putra Putri
Jaya (GPPJ).

20. Distributor Minyak Nabati


Distributor minyak nabati juga mempunyai peran dalam menunjang rantai
supply chain produk kacang atom ini, yaitu menghubungkan antara pabrik
kelapa sawit dengan konsumen yaitu PT. Garuda food Putra Putri Jaya
(GPPJ).
21. Distributor Bawang Putih
Distributor ini digunakan sebagai penghubung antara penghasil bawang
putih dengan PT. Garuda food Putra Putri Jaya (GPPJ).
22. Distributor Garam
Untuk memenuhi kebutuhan perusahaan akan garam, PT. Garuda food Putra
Putri Jaya (GPPJ) mendapatkannya dari distributor garam.
23. Distributor Bumbu Penyedap Rasa

20
Distributor ini berperan sebagai unit yang mendistribusikan segala bumbu
penyedap rasa yang disepakati dengan PT. Garuda food Putra Putri Jaya
(GPPJ).
24. PT. Garuda food Putra Putri Jaya (GPPJ)
Perusahaan ini merupakan level jaringan selanjutnya yang bertujuan untuk
mengelola segala bahan bahan baku yang diperoleh dari para distributor
menjadi produk kacang atom yag siap dipasarkan dalam berbagai ukuran
kemasan.
25. Distributor PT. Garuda food Putra Putri Jaya (GPPJ)
Distributor ini dtujukan untuk memasarkan produk jadi yang dihasilkan oleh
PT. Garuda food Putra Putri Jaya (GPPJ) ke berbagai daerah pemasaran.
Adapun distributor yang bekerja sama dengan perusahaan ini adalah PT.
Sinar Niaga Sejahtera (SNS). Distributor ini merupakan divisi distribusi
dalam PT.Tudung Group yang ditujukan untuk memasarkan produk-produk
yang dihasilkan oleh PT. Garuda food Putra Putri Jaya (GPPJ).
26. Supermarket
Supermarket merupakan level paling akhir dalam kegiatan supply chain pada
PT. Garuda food Putra Putri Jaya (GPPJ) seperti indogrosir, retail, swalayan
yang pembeliannya memiliki standar.

3.3 Skema Kegiatan Suply Chain PT. Garuda food Putra Putri Jaya (GPPJ)
Skema aliran supply chain PT. Garuda food Putra Putri Jaya (GPPJ), dapat
dilihat pada lampiran.

21
BAB IV
KESIMPULAN DAN SARAN

4.1 Kesimpulan
Adapun kesimpulan yang diperoleh dari pembahasan penulisan ini adalah bahwa
PT. Garuda food Putra Putri Jaya (GPPJ) melibatkan beberapa komponen/pelaku yang
berperan dalam kegiatan supply chain, mulai dari penyediaan bahan baku hingga
pendistribusian/pemasaran barang jadi (hulu-hilir). Adapun komponen-komponen
tersebut diataranya: penghasil kacang tanah, penghasil tebu, penghasil ubi
kayu,penghasil kelapa sawit, penghasil bawang putih, penghasil garam, penghasil
plastik, penghasil aluminium, penghasil kayu, pabrik gula, pabrik tepung tapioka, pabrik
kelapa sawit, pabrik bumbu penyedap rasa, pabrik plastik, pabrik kaleng, pabrik kardus,
22
distributor kacang tanah, distributor gula, distributor tepung tapioka, distributor minyak
nabati, distributor bawang putih, distributor garam, distributor bumbu penyedap rasa,
PT. Garuda food Putra Putri Jaya (GPPJ), distributor PT. Garuda food Putra Putri Jaya
(GPPJ), perusahaan transportasi, dan supermarket. Dapat diketahui bahwa komponen-
komponen tersebut saling bekerja sama dan saling terkait satu dengan yang lain.

4.2 Saran
PT. Garuda food Putra Putri Jaya (GPPJ) sudah memiliki aliran supply Chain
management yang sangat baik. Hal itu dapat dilihat dari luasnya area pendistribusian
produk yang hampir menyebar rata diseluruh provinsi dan bahkan luar negeri. Hal ini
perlu dipertahankan sehingga dapat mempertahankan bahkan menguasai pasar.

DAFTAR PUSTAKA

Anonim, 2012, Profil Perusahaan Garuda food Group ,


http://www.garudafood.com/download/PROFIL_PERUSAHAAN_GARUDAF
OOD_GROUP.pdf, Diakses pada tanggal 16 September 2018
Anonim, 2011, Deskripsi PT Garuda food Putra Putri jaya, http://e-
journal.uajy.ac.id/5760/3/KOM204177.pdf, Diakses pada tanggal 16 September
2018
Anwar, Sariyun Naja, 2015, Manajemen Rantai Pasokan (Supply Chain Management):
Konsep dan Hakikat, Diakses pada tanggal 16 September 2018.
PT Garuda Food, 2011, Garuda food – Leading In Innovation,
http://www.garudafood.com/, Diakses pada tanggal 16 September 2018
23
PT Garuda Food, 2011, profile, http://www.garudafoodinternational.com/, Diakses pada
tanggal 15 September 2018

24