Anda di halaman 1dari 4

AMNIOTOMI

No. Dokumen : SOP/UKP-TP/RB-001/2017


No. Revisi : 00
SOP
TanggalTerbit :
Halaman : 1 dari 4
Puskesmas Ditetapkan oleh
Kelurahan Drg. Ninuk Isma S.
Warakas 196712111993022001

1. Pengertian Amniotomi adalah tindakan untuk membuka selaput amnion dengan jalan
membuat robekan kecil yang kemudian akan melebar secara spontan
akibat gaya berat cairan dan adanya tekanan di dalam rongga amnion
(Sarwono, 2012).
Indikasi amniotomi:
1. Pembukaan lengkap.
2. Pada kasus solusio plasenta.
3. Akselerasi pesalinan.
4. Persalinan pervaginam dengan menggunakan instrumen.

2. Tujuan Prosedur ini digunakan sebagai acuan penerapan langkah-langkah untuk


melakukan tindakan amniotomi

3. Kebijakan Surat Keputusan Kepala Puskesmas Kelurahan Warakas Nomor Tahun


tentang dokumen eksternal yang menjadi acuan dalam penyusunan
standar pelayanan

4. Referensi Prawiroharjo. Sarwono. 2012. Buku Acuan Nasional Pelayanan


Kesehatan Maternal dan Neonatal. Jakarta: Yayasan Bina Pustaka
Prawiroharjo.

5. Prosedur/ 1. Persiapan Alat dan Bahan :


Langkah- a. Sarung tangan steril / DTT.
langkah b. Neirbeken / Bengkok.
c. Kapas DTT.
d. Klem 1/2 Koher.
e. Dopler / Leeneq.
2. Petugas yang melaksanakan :
a. Bidan
3. Langkah – langkah :
a. Bidan mendengarkan denyut jantung janin (DJJ) dan catat pada
partograf.
b. Bidan mencuci kedua tangan.
c. Bidan memakai sarung tangan desinfeksi tingkat tinggi atau steril.
d. Diantara kontraksi, bidan melakukan pemeriksaan dalam dengan
hati-hati. Raba dengan hati-hati selaput ketuban untuk memastikan
bahwa tali pusat dan / atau bagian-bagian tubuh yang kecil dari
bayi (misalkan tangan) tidak bisa dipalpasi. Jika tali pusat atau
bagian-bagian dari bayi bisa dipalpasi, jangan pecahkan selaput
ketuban.
e. Dengan menggunakan tangan yang lain, bidan menempatkan
setengah Koher steril dengan lembut kedalam vagina dan pandu
klem dengan jari dari tangan yang digunakan untuk pemeriksaan
hingga mencapai selaput ketuban.
f. Bidan memegang ujung klem diantara ujung jari pemeriksaan,
gerakan jari dengan lembut gosokkan klem pada selaput ketuban
dan dipecahkan.
g. Bidan membiarkan air ketuban membasahi jari tangan yang
digunakan untuk pemeriksaan
h. Bidan menggunakan tangan yang lain untuk mengambil klem dan
menempatkannya kedalam larutan klorin 0,5% untuk
dikontaminasi. Biarkan jari tangan pemeriksaan tetap didalam
vagina untuk mengetahui penurunanan kepala janin dan
memastikan bahwa tali pusat atau bagian kecil dari bayi tidak
teraba setelah memastikan penurunan kepala dan tidak ada tali
pusat dan bagian-bagian tubuh bayi yang kecil, keluarkan tangan
pemeriksaan secara lembut dari dalam vagina.
i. Bidan melakukan evaluasi warna dan volume cairan ketuban,
periksa apakah ada mekonium atau darah.
j. Bidan mencelupkan tangan yang masih menggunakan sarung
tangan ke dalam larutan khlorin 0,5%, lalu lepaskan sarung tangan
dan biarkan terendam dilarutan klorin 0,5% selama 10 menit.
k. Bidan mencuci kedua tangan.
l. Bidan segera memeriksa ulang DJJ.
m.Bidan mencatat pada partograf waktu dilakukannya pemecahan
selaput ketuban, warna air ketuban dan DJJ.

6. Bagan Alir -
7. Hal-hal -
yang perlu
diperhatikan
8. Unit terkait -

9. Dokumen 1. Catatan perkembangan persalinan (SOAP)


terkait 2. Partograf
10.. Rekaman
historis NO Yang diubah Isi Perubahan Tanggal mulai
perubahan diberlakukan
AMNIOTOMI
No. Dokumen : DT/UKP-TP/RB-001/2017

No. Revisi : 00
DAFTAR
TILIK TanggalTerbit :
Halaman : 3 dari 4

Puskesmas Ditetapkan oleh


Kelurahan drg Ninuk Isma S.
Warakas 196712111993022001

TIDAK
NO LANGKAH KEGIATAN YA TIDAK
BERLAKU
1 Apakah persiapan Alat dan Bahan sudah disiapkan:.?
Apakah petugas yang melaksanakan tindakan adalah
2
bidan?
3 Apakah bidan mendengarkan denyut jantung janin
(DJJ) dan mencatat pada partograf
4 Apakah bidan mencuci kedua tangan
5 Apakah bidan memakai sarung tangan desinfeksi
tingkat tinggi atau steril
6 Apakah diantara kontraksi bidan melakukan
pemeriksaan dalam dengan hati-hati. Meraba dengan
hati-hati selaput ketuban untuk memastikan bahwa tali
pusat dan / atau bagian-bagian tubuh yang kecil dari
bayi (misalkan tangan) tidak bisa dipalpasi. Jika tali
pusat atau bagian-bagian dari bayi bisa dipalpasi,
jangan memecahkan selaput ketuban
7 Apakah dengan tangan yang lain bidan menempatkan
klem setengah Koher steril dengan lembut kedalam
vagina dan memandu klem dengan jari dari tangan
yang digunakan untuk pemeriksaan hingga mencapai
selaput ketuban
8 Apakah bidan memegang ujung klem diantara ujung jari
pemeriksaan, menggerakan jari dengan lembut
gosokkan klem pada selaput ketuban dan dipecahkan
9 Apakah bidan membiarkan air ketuban membasahi jari
tangan yang digunakan untuk pemeriksaan
10 Apakah bidan mengunakan tangan yang lain untuk
mengambil klem dan menempatkannya kedalam larutan
klorin 0,5% untuk didekontaminasi. Membiarkan jari
tangan tetap didalam vagina untuk mengetahui
penurunanan kepala janin dan memastikan bahwa tali
pusat atau bagian kecil dari bayi tidak teraba setelah
memastikan penurunan kepala dan tidak ada tali pusat
dan bagian-bagian tubuh bayi yang kecil, kemudian
mengeluarkan tangan secara lembut dari dalam vagina

11 Apakah bidan mengevaluasi warna dan volume cairan


ketuban, memeriksa apakah ada mekonium atau darah
12 Apakah bidan mencelupkan tangan yang masih
menggunakan sarung tangan ke dalam larutan khlorin
0,5%, lalu melepaskan sarung tangan dan membiarkan
terendam dilarutan kloria 0,5% selama 10 menit
13 Apakah bidan mencuci kedua tangan
14 Apakah bidan segera memeriksa ulang DJJ
15 Apakah bidan mencatat pada partograf waktu
dilakukannya pemecahan selaput ketuban, warna air
ketuban dan DJJ

Jakarta .....................................................
Pelaksana / Auditor

(.....................................................)

Unit / Program : …………………………………………………………………………….


Nama Auditor : …………………………………………………………………………….
Tanggal Audit : …………………………………………………………………………….