Anda di halaman 1dari 12

SOAL No.

01

LEMBAGA PENDIDIKAN DAN PELATIHAN

SOAL UJIAN TEORI


TINGKAT BASIC AVSEC

UJIAN TEORI AVIATION SECURITY 1


A. Tulislah Nama Lengkap pada Lembar Jawaban;
B. Baca Soal dengan benar kemudian beri tanda silang pada jawaban yang benar;
C. Lembar Soal JANGAN DICORET-CORET dan dikumpulkan kembali;
D. Waktu mengerjakan : 90 Menit

MULTIPLE CHOICE

1. Security – Safeguarding International Civil Aviation Against Acts of Unlawful


Interference, diatur dalam :
a. Annex 17 c. Annex 18
b. Annex 16 d. Annex 14
2. Document ICAO tentang Security, diatur dalam :
a. Document 9137 c. Document 9284/AN-905
b. Document 8973 d. Document 8492
3. Document ICAO yang mengatur tentang Penanganan Bahan/ Barang Berbahaya
adalah :
a. Document 9284/ AN-904 c. Document 8492
b. Document 8973 d. Document 9284/ AN-905
4. The Safe Transport of Dangerous Goods by Air, diatur dalam :
a. Annex 17 c. Annex 18
b. Annex 14 d. Annex 16
5. Pengangkutan Dangerous Goods diatur didalam Civil Aviation Safety Regulation
(CASR)?
a. CASR Part 92 c. CASR Part 01
b. CASR Part 91 d. CASR Part 02
6. Undang – Undang tentang Penerbangan, diatur dalam :
a. Undang – Undang Nomor 2 Tahun 1976
b. Undang – Undang Nomor 4 Tahun 1976
c. Undang – Undang Nomor 1 Tahun 2008
d. Undang – Undang Nomor 1 Tahun 2009
7. Undang-Undang Nomor 2 Tahun 1976, mengatur tentang
a. Penerbangan
b. Penambahan Pasal-Pasal Kejahatan Penerbangan Pada KUHP
c. Ratifikasi Konvensi ICAO
d. Penanganan Terorisme
8. Setiap penumpang tidak boleh membawa lebih dari 2 (dua) bagasi kabin sesuai
dengan ukuran dan berat yang ditentukan, diatur dalam :
a. PM 127 Tahun 2015 c. SKEP/40/II/1995
b. PM 31 Tahun 2013 d. SKEP/100/VII/2003

9. Setiap penumpang penerbangan internasional dibatasi membawa barang bawaan


jenis cairan, aerosol dan jelly, diatur dalam :
a. SKEP/100/VII/2003 c. SKEP/43/III/2007
b. SKEP/43/III/2008 d. SKEP/47/IV/2010

UJIAN TEORI AVIATION SECURITY 2


10. Setiap pegawai yang bekerja di Bandara sebelum masuk ke daerah keamanan
terbatas dan ke daerah steril harus diperiksa diatur dalam :
a. SKEP/100/VII/2003 c. PM 31 Tahun 2013
b. PM 127 Tahun 2015 d. SKEP/47/IV/2010
11. Prosedur pemeriksaan diplomat dan kantong diplomatik adalah :
a. Diplomat tidak diperiksa dan kantong diplomatik diperiksa
b. Diplomat tidak diperiksa dan kantong diplomatik tidak diperiksa
c. Diplomat diperiksa dan kantong diplomatik tidak diperiksa
d. Diplomat diperiksa dan kantong diplomatik diperiksa
12. Pengenaan sangsi administratif bagi perusahaan yang melanggar aturan perundang-
undangan penerbangan, diatur dalam :
a. PM 127 Tahun 2015 c. PM 31 Tahun 2013
b. SKEP/275/XII/1998 d. PM 30 Tahun 2015
13. Yang dimaksud dengan bagasi tercatat adalah:
a. Barang penumpang yang diserahkan oleh penumpang kepada pengangkut untuk
diangkut dengan pesawat udara yang sama
b. Bagasi penumpang yang diangkut dengan pesawat udara tidak bersama
pemiliknya
c. Barang yang dibawa oleh penumpang kedalam kabin pesawat udara
d. Jawaban a, b dan c benar
14. Komite keamanan penerbangan melaksanakan pertemuan dan koordinasi sekurang-
kurangnya :
a. 3 (tiga) kali dalam setahun c. 1 (satu) kali dalam setahun
b. 2 (dua) kali dalam setahun d. Tidak sama sekali
15. Kendaraan bermotor yang akan memasuki daerah keamanan terbatas harus
dilakukan pemeriksaan, diatur dalam :
a. SKEP/40/II/1995 c. PM 127 Tahun 2015
b. SKEP/275/XII/1998 d. PM 31 Tahun 2013
16. Apa yang dimaksud dengan Pengawasan dalam aturan PM 92 Tahun 2015 adalah ?
a. Kegiatan pengawasan berkelanjutan untuk melihat pemenuhan peraturan
keamanan penerbangan yang dilaksanakan oleh penyedia jasa penerbangan
atau institusi lain.
b. Pemeriksaan yang terjadwal, sistematis dan mendalam terhadap prosedur,
fasilitas untuk mengetahui tingkat kepatuhan terhadap peraturan.
c. Pemeriksaan penerapan suatu atau lebih langkah – langkah dan prosedur
keamanan untuk mengetahui tingkat kepatuhan terhadap peraturan.
d. Jawaban a, b dan c benar
17 Kegiatan Pengawasan Keamanan Penerbangan meliputi :
a. Audit c. Pengujian
b. Inspeksi d. Jawaban a, b dan c benar

18. Sesuai surat edaran Dirjen Hubud perlakuan terhadap penumpang yang membawa
Remote Control Toys (RCT) adalah ?
a. Ditempatkan di bagasi c. Dititipkan ke airline
b. Dibawa ke bagasi cabin baterey dilepas d. Dilarang dibawa

UJIAN TEORI AVIATION SECURITY 3


19. Semua akses menuju daerah sisi udara harus dilengkapi pintu dan dikunci atau dijaga
a. SKEP/40/II/1995 c. PM 31 Tahun 2013
b. SKEP/275/XII/1998 d. PM 127 Tahun 2015
20. Peraturan Pemerintah tentang Keamanan dan Keselamatan Penerbangan, diatur
dalam :
a. PP Nomor 16 Tahun 1994 c. PP Nomor 71 Tahun 1989
b. PP Nomor 3 Tahun 2001 d. PP Nomor 3 Tahun 1996
21. Petugas konsesioner, barang dagangan dan peralatannya harus diperiksa
a. SKEP/160/VIII/2008 c. SKEP/43/III/2007
b. SKEP/161/VIII/2008 d. PM 127 TAHUN 2015
22. Ketentuan tentang Program Keamanan Penerbangan Nasional di Indonesia diatur
dalam keputusan :
a. KM 14 Tahun 1989 c. PM 127 Tahun 2015
b. PM 31 Tahun 2013 d. KM 54 Tahun 2004
23. Keputusan Dirjen Hubud tentang Petunjuk teknis Penanganan Pengangkutan Barang
dan/atau Barang Berbahaya Dengan Pesawat Udara tercantum dalam :
a. SKEP / 43 / III / 2007 c. SKEP / 275 / XII / 1998
b. KP 412 Tahun 2014 d. SKEP /160 / VIII / 2008
24. Pemberian Sertifikat Kecakapan Bagi Petugas Pengamanan Penerbangan Sipil, diatur
dalam :
a. SKEP /160 / VIII / 2008 c. SKEP / 275 / XII / 1998
b. SKEP / 293 / XI / 1999 d. SKEP / 253 / XII / 2005
25. Program Pengawasan Keamanan Penerbangan Nasional, diatur dalam :
a. SKEP / 69 / II / 2011 c. SKEP / 275 / XII / 1998
b. SKEP / 293 / XI / 1999 d. PM 92 Tahun 2015
26. Penambahan Pasal – Pasal Kejahatan Penerbangan Pada KUHP diatur dalam :
a. UU Nomor : 1 Tahun 2009 c. UU Nomor : 4 Tahun 1976
b. UU Nomor : 2 Tahun 1976 d. UU Nomor : 14 Tahun 1992
27. Program Nasional Pendidikan dan Pelatihan Pengamanan Penerbangan Sipil, diatur
dalam :
a. SKEP / 252 / XII / 2005 c. SKEP / 275 / XII / 1998
b. PM 137 Tahun 2015 d. SKEP /253 / XII / 2005
28. Keputusan Dirjen Hubud KP 26 Tahun 2014, mengatur tentang :
a. Lisensi Personel Pengangkutan Barang Berbahaya
b. Penanganan Pengangkutan Barang dan/atau Barang Berbahaya Dengan
Pesawat Udara
c. Sertifikat Kecakapan Personil Pengamanan Penerbangan Sipil
d. Penanganan Barang Bawaan Berbentuk Liquid, Aerosols, dan Gels Yang Dibawa
Penumpang Ke Dalam Kabin Pesawat Pada Penerbangan Internasional
29. Pembentukkan Komite Pengamanan
Bandar Udara diatur dalam ?
a. PM 31 Tahun 2013 c. SKEP/40/II/1995
b. UU Nomor: 1 Tahun 2010 d. PM 127 Tahun 2015

UJIAN TEORI AVIATION SECURITY 4


30. Orang, kendaraan, kargo dan pos yang akan memasuki daerah keamanan terbatas
wajib memiliki ijin masuk dan dilakukan pemeriksaan, diatur dalam:
a. UU Nomor: 1 Tahun 2009 c. PM 127 Tahun 2015
b. PM 31 Tahun 2013 d. Jawaban a dan c benar
31. Perusahaan angkutan udara wajib membuat Program Pengamanan Operator Pesawat
Udara, diatur dalam :
a. PM 31 Tahun 2013 c. SKEP/40/II/1995
b. UU Nomor: 2 Tahun 1976 d. PM 127 Tahun 2015
32. Pemilik senjata diberi tanda terima sebagai tanda bukti penerimaan senjata oleh
perusahaan angkutan udara, diatur dalam :
a.SKEP/40/II/1995 c. SKEP/161/VIII/2008
b. SKEP/253/XII/2005 d. PP Nomor: 3 Tahun 2001
33. Penumpang yang mempunyai tiket dan petugas dengan pas bandara yang diijinkan
masuk daerah check-in, diatur dalam :
a. SKEP/40/II/1995 c. SKEP/161/VIII/2008
b. SKEP/253/XII/2005 d. PM 127 Tahun 2015
34. Pemeriksaan dilakukan dengan alat bantu, manual dan random (random check 10%)
diatur dalam :
a. SKEP/160/VIII/2008 c. SKEP/2765/XII/2010
b. SKEP/253/XII/2005 d. SKEP/161/VIII/2008
35. Orang gila, tahanan, deportee harus dikawal, diatur dalam :
a. SKEP/160/VIII/2008 c. SKEP/161/VIII/2008
b. PM 31 Tahun 2013 d. PM 127 Tahun 2015
36. Operator pesawat udara harus bertanggung jawab terhadap keamanan pesawat
udaranya, diatur dalam :
a. SKEP/40/II/1995 c. UU Nomor: 1 Tahun 2009
b. SKEP/253/XII/2005 d. SKEP/161/VIII/2008
37. Setiap orang dilarang berada di daerah tertentu di Bandara, membuat halangan
(obstacle) di Bandara, diatur dalam :
a. SKEP/160/VIII/2008 c. SKEP/161/VIII/2008
b. UU Nomor: 1 Tahun 2009 d. SKEP/253/XII/2005
38. Terhadap penumpang, personel pswt udara, bagasi kargo, dan pos yang akan
diangkut dilakukan pemeriksaan dan harus memenuhi persyaratan keamanan
penerbangan, diatur dalam :
a. Undang – Undang Nomor: 02 Tahun 1976
b. Undang – Undang Nomor: 15 Tahun 1992
c. Undang – Undang Nomor: 04 Tahun 1976
d. Undang – Undang Nomor: 01 Tahun 2009
39. Pemeriksaan pengangkutan barang-barang berbahaya harus memperhatikan
ketentuan yang berlaku
a. SKEP/160/VIII/2008 c. PM 127 Tahun 2015
b. SKEP/253/XII/2005 d. SKEP/161/VIII/2008

UJIAN TEORI AVIATION SECURITY 5


40. Penumpang, awak pesawat udara dan bagasi harus diperiksa sebelum memasuki
daerah steril dan sisi udara, diatur dalam :
a. KM 14 Tahun 1989 c. SKEP/40/II/1995
b. SKEP/275/XII/1998 d. UU Nomor: 1 Tahun 2009
41. SKEP / 100 / VII / 2003 mengatur tentang :
a. Juknis Penanganan Petugas Pengamanan Dalam Penerbangan (In-Flight
Security Officer/Air-Marshal) Pesawat Udara Niaga Berjadwal Asing
b. Juknis Penanganan Penumpang Pesawat Udara Sipil Yang Membawa Senjata
Api Beserta Peluru dan Tata Cara Pengamanan Pengawalan Tahanan Dalam
Penerbangan Sipil
c. Juknis Penanganan Barang Bawaan Berbentuk Liquid, Aerosols, dan Gels Yang
Dibawa Penumpang Ke Dalam Kabin Pesawat Pada Penerbangan Internasional
d. Penanganan Pengangkutan Barang dan/atau Barang Berbahaya Dengan
Pesawat Udara
42. SKEP / 2765 / XII / 2010 mengatur tentang :
a. Juknis Penanganan Petugas Pengamanan Dalam Penerbangan (In-Flight
Security Officer/Air-Marshal) Pesawat Udara Niaga Berjadwal Asing
b. Juknis Penanganan Penumpang Pesawat Udara Sipil Yang Membawa Senjata
Api Beserta Peluru dan Tata Cara Pengamanan Pengawalan Tahanan Dalam
Penerbangan Sipil
c. Tata cara Pemeriksaan Keamanan Penumpang, Personel Pesawat Udara Dan
Barang Bawaan Yang Diangkut Dengan Pesawat Udara Dan Orang
Perseorangan
d. Juknis Penanganan Barang Bawaan Berbentuk Liquid, Aerosols, dan Gels Yang
Dibawa Penumpang Ke Dalam Kabin Pesawat Pada Penerbangan Internasional
43. SKEP / 95 / IV / 2008 mengatur tentang :
a. Juknis Penanganan Cairan, Aerosols, Gels Yang Dibawa Penumpang Ke Dalam
Kabin Pesawat Udara Pada Penerbangan Internasional
b. Juknis Penanganan Barang Bawaan Berbentuk Liquid, Aerosols, dan Gels Yang
Dibawa Penumpang Ke Dalam Kabin Pesawat Pada Penerbangan Internasional
c. Juknis Penanganan Petugas Pengamanan Dalam Penerbangan (In-Flight
Security Officer/Air-Marshal) Pesawat Udara Niaga Berjadwal Asing
d. Penanganan Pengangkutan Barang dan/atau Barang Berbahaya Dengan
Pesawat Udara
44. PM 153 Tahun 2015, mengatur tentang :
a. Penanganan Pengangkutan Barang dan/atau Barang Berbahaya Dengan
Pesawat Udara
b. Pengamanan Kargo Dan Pos Serta Rantai Pasok (supply Chain) Kargo dan Pos
Yang Diangkut Dengan Pesawat Udara
c. Juknis Penanganan Cairan, Aerosols, Gels Yang Dibawa Penumpang Ke Dalam
Kabin Pesawat Udara Pada Penerbangan Internasional
d. Pengawasan Keamanan Penerbangan

45. Penyempurnaan atas SKEP / 252 / XII / 2005 Tentang Program Nasional Pendidikan
dan Pelatihan Personil Pengamanan Penerbangan, diatur dalam :
a. SKEP / 160 / VII / 1995 c. SKEP / 275 / XII / 1998
b. SKEP / 161 / VIII / 2008 d. PM 137 Tahun 2015

UJIAN TEORI AVIATION SECURITY 6


46. KM 16 Tahun 2009 mengatur tentang :
a. Program Nasional Pendidikan dan Pelatihan Pengamanan Penerbangan Sipil
b. Pengawasan Keamanan Penerbangan
c. Peraturan Keselamatan Penerbangan Sipil Bagian 92 Tentang Pengangkutan
Bahan dan / atau Barang Berbahaya Dengan Pesawat Udara (The Safe Transport
of dangerous Goods by Air)
d. Keamanan Dan Keselamatan Penerbangan
47. Komposisi Personel Keamanan Bandara dalam melaksanakan tugas pemeriksaan
pada Security Check Point (SCP) terdiri dari :
a. 3 personel dengan 3 posisi
b. 4 personel dengan 3 posisi
c. 5 personel dengan 5 posisi
d. 6 personel dengan 5 posisi
48. KM 25 Tahun 2005, mengatur tentang :
a. Sertifikat Kecakapan Petugas Penanganan Pengangkutan Bahan dan / atau
Barang Berbahaya Dengan Pesawat Udara (SKP Dangerous Goods)
b. Pemberlakuan Standar Nasional Indonesia (SNI) Mengenai Pemeriksaan
Penumpang Dan Barang Yang Diangkut Pesawat Udara
c. Juknis Penanganan Cairan, Aerosols, Gels Yang Dibawa Penumpang Ke Dalam
Kabin Pesawat Udara Pada Penerbangan Internasional
d. Pengangkutan Bahan dan / atau Barang Berbahaya dengan Pesawat Udara
49. Ada 3 (tiga) konsep dasar pemeriksaan yang dikenal hingga saat ini yaitu :
a. Boarding Gate Plan, Holding Area Plan dan Concourse Plan
b. Terminal Gate Plan, Holding Area Plan dan Concourse Plan
c. Boarding Gate Plan, Check-in Gate dan Concourse Plan
d. Check-in Gate Plan, Holding Area Plan dan Concourse Plan
50. Bila seorang petugas pengamanan penerbangan sipil menemukan bagasi/ tas yang
tidak dikenal berada diruang tunggu yang harus dilakukan adalah :
a. Didiamkan saja sampai supervisor datang
b. Lapor ke Supervisor dan Sterilkan area sekitar penemuan barang
c. Memanggil teman untuk melihat barang/tas tersebut
d. Membuka barang/tas untuk mengatahui isi didalamnya.
51. Pemeriksaan terhadap penumpang dan barang pada dasarnya bertujuan untuk :
a. Untuk mengetahui apa saja yang dibawa oleh penumpang
b. Agar semua penumpang diperiksa sebelum melapor/check-in
c. Mencegah barang/ bahan terlarang dibawa/ diangkut ke pesawat udara
d. Untuk mencegah orang yang tidak berkepentingan masuk terminal
52. Pada saat apa pemeriksaan fisik terhadap bagasi dilakukan :
a. X-Ray tidak dapat mendeteksi secara akurat
b. Sesuai dgn prosentasie 10% (acak random) utk melaksanakan pemeriksaan fisik
c. Tampilan monitor benda yang ada dibagasi sengat gelap
d. Jawaban a, b dan c benar
53. Pada prinsipnya pengamanan penerbangan sipil bertujuan untuk mencegah
terangkutnya barang dan bahan/alat berbahaya kedalam pesawat udara,
barang/bahan/alat berbahaya tersebut adalah :
a. Senjata (weapons), bahan peledak (explosive)

UJIAN TEORI AVIATION SECURITY 7


b. Alat berbahaya (Dangerous Article), bahan berbahaya (Dangerous Goods)
c. Binatang (animal), tumbuh-tumbuhan
d. Jawaban a dan b benar.
54. Manfaat utama dari label security adalah :
a. Tanda telah melalui pemeriksaan sekuriti dan agar tidak dibuka lagi
b. Sebagai persyaratan pengangkutan
c. Agar bagasi penumpang tidak rusak dan memudahkan dalam transportasi
d. Jawaban a, b dan c benar
55. Badan usaha angkutan udara wajib melaksanakan pengecekan profil (profiling check)
terhadap penumpang dan bagasi tercatat pada saat pelaporan (check-in), diatur
dalam?
a. SKEP/160/VIII/2008 c. SKEP/161/VIII/2008
b. KM 09 Tahun 2009 d. PM 127 Tahun 2015
56. Peralatan yang digunakan untuk mendeteksi bentuk atau isi bagasi adalah :
a. Walk Through Metal Detector c. Hand Held Metal Detector (HHMD)
b. X-Ray Machine d. Explosive Detector
57. Peralatan metal detector dirancang untuk mendeteksi barang-barang yang
mengandung unsur :
a. Explosive c. Flammable solid
b. Cairan yg mudah terbakar d. Logam
58. Peralatan yang digunakan khusus untuk mendeteksi HANDAK adalah :
a. X-Ray Machine c. Hand Held Metal Detector (HHMD)
b. Explosive Detector d. Walk Through Metal Detector
59. Prinsip kerja dari Walk Trough Metal Detector ialah :
a. Berdasarkan orang yang lewat
b. Berdasarkan arus induksi medan magnet
c. Tergantung arus listrik
d. semua benar

60. Prosedur pemakaian Hand Held Metal Detector yang benar adalah :
a. Berlawanan jarum jam c. Dites dulu, apakah berfungsi atau tidak
b. Dari bawah ke atas d. Mengenai ke badan orang yang diperiksa
61. Ada berapa macam teknik penyisiran pada ruang tunggu di Bandara:
a.1 (satu) Teknik Penyisiran c. 3 (tiga) Teknik Penyisiran
b. 2 (dua) Teknik Penyisiran d. 4 (empat) Teknik Penyisiran
62. Komponen utama suatu bom seperti dibawah ini kecuali :
a. Power Source/Baterai c. Swicth/saklar
b. Detonator/pemicu d. Box/kemasan
63. Benda dibawah ini yang termasuk Dangerous Articles adalah :
a. Pedang c. Senapan Angin
b. Senjata Suar d. Senjata Mainan
64. Benda yang dapat digunakan untuk mengancam keamanan dan keselamatan
penumpang dan pesawat udara adalah :
a. Weapons c. Dangerous Articles

UJIAN TEORI AVIATION SECURITY 8


b. Dangerous Goods d. Explosive
65. Yang termasuk dalam bahan peledak adalah :
a. Black powder c. Plastik Explosives / semtex
b. Trinitrotoluen / TNT d. Jawaban a, b dan c benar
66. Benda dibawah ini dilarang dibawa penumpang kedalam kabin pesawat udara dengan
alasan keamanan kecuali :
a. Senjata Api c. Pisau dengan mata lebih dari 5 cm
b. Durian d. Peluru
67. Benda yang dibuat khusus untuk membunuh, menciderai, melumpuhkan atau
membuat tidak berdaya adalah :
a. Weapons c. Dangerous Articles
b. Dangerous Goods d. Explosive
68. Cara-cara dibawah ini dapat digunakan seseorang untuk mempersulit pendeteksian
senjata :
a. Senjata yang diuraikan c. Senjata yang disamarkan
b. Senjata yang dirubah bentuknya d. Jawaban a, b dan c benar
69. Benda yang dapat menimbulkan bahaya besar terhadap kesehatan keamanan dan
keselamatan jiwa dan harta benda ketika diangkut pesawat udara adalah :
a. Weapons c. Dangerous Articles
b. Dangerous Goods d. Explosive

70. Dangerous Goods diklasifikasikan kedalam berapa class :


a. 5 Class c. 10 Class
b. 9 Class d. 8 Class
71. Yang termasuk dalam Dangerous Goods berikut ini adalah, kecuali :
a. Parfum Spray, Hair Spray, Alkohol 80%
b. Buah Durian, bawang, madu, tuak
c. Cat kayu, Plitur, Pernish, Soda Api
d. Accu, mercury, thermometer, Poison
72. Barang/bahan dan peralatan yang terlarang atau perlu penanganan khusus dalam hal
kemasan, label dan marka bila diangkut pesawat udara sipil adalah :
a. Barang dan/atau bahan berbahaya (Dangerous Goods)
b. Senjata (Weapon, benda/alat yang berbahaya (Dangerous Article)
c. Bahan Peledak (Exlplosive)
d. Jawaban a, b dan c benar
73. Barang dan/ atau bahan berbahaya atau disebut Dangerous Goods adalah :
a. Semua barang dan/atau bahan yang dilarang diangkut dengan pesawat udara
b. Semua barang/bahan yang dilarang diangkut tanpa persetujuan pilot
c. Bahan/bahan yang dapat membahayakan kesehatan, keselamatan jiwa dan harta
benda serta keselamatan pesawat udara
d. Sesuatu yang diangkut dengan pesawat udara selain penumpang dan awak
pesawat

74. Dalam hal tindakan awal penanganan barang/bahan berbahaya/Emergency


Dangerous Goods, beberapa langkah utama yang perlu diperhatikan antara lain
sebagai berikut :

UJIAN TEORI AVIATION SECURITY 9


a. Isolasi daerah sekitar paket tersebut
b. Hindari adanya kontak dengan isi paket tersebut
c. Dijaga resiko bahaya dan hindari dari mata, hidung serta mulut
d. Jawaban a, b dan c benar
75. Dalam pengangkutan Dangerous Goods secara normal, hal-hal yang perlu
diperhatikan, kecuali :
a. Klasifikasi barang/bahan c. Label dan Markanya
b. Kemasan yang digunakan d. Perijinan atas produksinya
76. Apa yang dimaksud dengan Audit dalam PM 92 Tahun 2015 :
a. Identifikasi kebutuhan sistem keamanan
b. Evaluasi menyeluruh terhadap standard dan peraturan yang berlaku
c. Pemeriksaan secara acak dan langsung terhadap prosedur yang berlaku
d. Jawaban a, b dan c benar
77. Bilamana anda menemukan kamera yang dibawa oleh penumpang yang anda curigai
untuk tindak kejahatan, langkah apa yang dilakukan oleh seorang pemeriksa barang :
a. Dilarang untuk dibawa ke bagasi / kabin pesawat
b. Memeriksa dan mempersilakan si penumpang untuk membidikkankan kameranya
1 (satu) kali
c. Diserahkan ke Supervisor dan dibuatkan Security Item
d. Jawaban a, b, dan c benar.
78. Benda yang terpicu dapat meledak adalah?
a. Weapons c. Dangerous Articles
b. Dangerous Goods d. Explosive
79. Dalam pengawasan ijin masuk kendaran yang harus diperhatikan, kecuali :
a. Personil yang mengoperasikan kendaraan pada daerah sisi udara selain memiliki
PAS, juga wajib memiliki TIM di Sisi Udara
b. PAS kendaraan harus ditempatkan pada bagian yang mudah terlihat dan terbaca
c. Pemeriksaan PAS sesuai dengan daerah kerjanya.
d. Setiap kendaraan yang masuk RPA tidak dilakukan pemeriksaan.
80. Komponen dalam perimeter sekuriti, kecuali :
a. Patroli c. Perimeter Intruder Detection System (PIDS)
b. Kendaraan d. Closed Circuit Television (CCTV)
81. Berikut adalah aturan membawa LAGs kecuali :
a. Maksimum kemasan 100 ml.
b. Ditempatkan dalam plastik transparan maksimum per penumpang 1 Lt.
c. Dilakukan pemeriksaan X-Ray.
d. Susu Bayi Maksimum 100 ml.
82. Aturan membawa senjata api dan peluru, kecuali :
a. Kaliber maksimal 9 mm.
b. 100 butir peluru/penerbangan.
c. 12 butir peluru/penumpang.
d. 1000 butir peluru/penerbangan.
83. Dangerous Goods dibawah ini boleh dibawa oleh penumpang domestik, kecuali :
a. Minuman beralkohol 50% sebanyak 1 liter dalam kemasan jual di bagasi cabin.

UJIAN TEORI AVIATION SECURITY 10


b. Lighter (korek api) dengan bahan bakar yang terserap dikantongi/dalam saku
penumpang.
c. Hand body lotion 200 ml dalam bagasi cabin.
d. Pengharum ruangan spray 550 ml dalam bagasi cabin.
84. Bahan / barang yang termasuk Dangerous Goods yang mudah terbakar bila terkena
air, termasuk dalam class/Devisi :
a. Radioactive c. Corrosive
b. Dangerous when wet d. Flammable Liquids
85. Komando pada kondisi normal (hijau) ditingkat bandara oleh :
a. Komandan Pangkalan c. Kepolisian
b. Kepala Bandara/GM d. TNI
86. Masuk pesawat lebih awal dan keluar pesawat paling akhir dari penumpang lain,
merupakan tata cara?
a. Pengawalan pejabat daerah c. Pengawalan Gubernur
b. Pengawalan Presiden d. Pengawalan Tahanan
87. Komando pada kondisi rawan (kuning) ditingkat nasional oleh :
a. Kapolri c. Gubernur
b. Menteri Perhubungan d. Dirjen Hubud
88. Komite nasional keamanan penerbangan dengan masa kerja 5 tahun (PM 127 Tahun
2015) ditetapkan dan diangkat oleh :
a. Menteri Perhubungan c. Direktur Keamanan Penerbangan
b. Dirjen Perhubungan Udara d. Jawaban a, b dan c benar.
89. Dalam satu penerbangan hanya dapat mengangkut berapa tahanan?
a. 1 (satu) tahanan berbahaya dengan 2 (dua) pengawal
b. 1 (satu) tahanan berbahaya dengan 1 (satu) pengawal
c. 2 (dua) tahanan berbahaya dengan 2 (dua) pengawal
d. 2 (dua) tahanan tidak berbahaya dengan 1 (satu) pengawal
90. Komando penanggulangan tindakan melawan hukum pada kondisi darurat (merah)
Bandar udara Non-enclave sipil oleh :
a. Kapolri c. Panglima TNI
b. Komandan Pangkalan d. Kapolres terdekat
91. Komando penanggulangan tindakan melawan hukum pada kondisi darurat (merah) di
Bandar Udara enclave sipil oleh :
a. Komandan Pangkalan c. Kapolres terdekat
b. Panglima TNI d. Kapolri
92. Khusus untuk penjagaan pesawat yang sedang RON (Remind Over Night) di Bandar
Udara dilakukan oleh :
a. Ground Handling c. Security Bandara
b. Polisi d. Security Airline
93. Langkah pertama yang harus dilakukan oleh seorang petugas, bila menemukan benda
yang dicurigai sebagai bahan peledak diareal sekitar Bandara adalah:
a. Segera dibuang c. Jangan disentuh
b. Dilindungi d. Buat laporan

UJIAN TEORI AVIATION SECURITY 11


94. Langkah – langkah dalam pemeriksaan bagasi penumpang adalah :
a. Tidak dilakukan pemeriksaan
b. Periksa bagian dalam terdahulu baru bagian luar
c. Periksa bagian luar dahulu baru bagian dalam
d. Jawaban a, b, dan c benar.
95. Dalam pemeriksaan manual yang harus diperhatikan antara lain :
a. Minta ijin dari penumpang terdahulu
b. Menempatkan barang/ kopor/ tas pada tempatnya serta menghadap kearah
pemeriksa.
c. Mengucapkan terima kasih kepada si penumpang untuk kerjasamanya setelah
pemeriksaan selesai
d. Jawaban a, b, dan c benar.
96. Pemeriksaan khusus dapat pula dilakukan dalam hal (kecuali) :
a. Penumpang, dan personel pesawat udara berperilaku mencurigakan
b. Terdapat kejanggalan pada postur tubuh penumpang, personel pesawat udara
c. Penumpang yang transit
d. Penumpang yang menggunakan alat bantu medis.
97. Tinggi pagar perimeter yang direkomendasikan ICAO adalah:
a. 3 Meter c. 2,44 Meter
b. 4 Meter d. 1,44 Meter
98. Penanganan penumpang yang membawa senjata api (kecuali) adalah :
a. Senjata api dan peluru wajib dititipkan kepada pengangkut
b. Peluru dikeluarkan dari senjata oleh petugas sekuriti
c. Senjata api dan peluru diperlakukan sbg security item dan dangerous goods
d. Peluru dikeluarkan dari senjata oleh pemiliknya
99. Yang dimaksud 3 (tiga) pembagian daerah dalam PM 80 tahun 2017 adalah :
a. Daerah umum; Daerah Keamanan Terbatas dan Daerah Steril
b. Daerah umum; Daerah Keamanan Terbatas dan Daerah Sisi Udara
c. Daerah Terbatas; Daerah Publik dan Daerah Steril
d. Jawaban a, b, dan c benar.
100. Pemisahan antara daerah tidak terbatas dan daerah terbatas adalah:
a. Jembatan c. Pagar/ Gedung bangunan
b. Jalan d. Jawaban a dan c benar

---------- SELAMAT MENGERJAKAN ----------

UJIAN TEORI AVIATION SECURITY 12