Anda di halaman 1dari 10

MULTIPLE CHOICE

1. The Safe Transport of Dangerous Goods by Air, diatur dalam


a. Annex 17 c. Annex 14
b. Annex 18 d. Annex 9

2. Pengangkutan Dangerous Goods yang diatur dalam Civil Aviation Safety Regulation (CASR)
adalah?
a. CASR Part 91 c. CASR Part 92
b. CASR Part 121 d. CASR Part 02

3. Undang-Undang Nomor 2 Tahun 1976, mengatur tentang


a. Penerbangan
b. Ratifikasi Konvensi ICAO
c. Penambahan Pasal-Pasal Kejahatan Penerbangan Pada KUHP
d. Penanganan Terorisme

4. Setiap penumpang penerbangan internasional dibatasi membawa barang bawaan jenis cairan,
aerosol dan jelly, diatur dalam :
a. SKEP/100/VII/2003 c. SKEP/43/III/2007
b. SKEP/2765/XII/2010 d. SKEP / 95 / IV / 2008

5. Petugas konsesioner, barang dagangan dan peralatannya harus diperiksa diatur dalam:
a. PM 92 Tahun 2015 c. PM 32 Tahun 2015
b. PM 127 Tahun 2015 d. KM 25 Tahun 2005

6. Ketentuan tentang Program Keamanan Penerbangan Nasional di Indonesia diatur dalam


keputusan :
a. PM 90 Tahun 2013 c. PM 32 Tahun 2015
b. PM 127 Tahun 2015 d. KM 25 Tahun 2005

7. Setiap penumpang, personel pesawat udara dan orang perseorangan yang memasuki Derah
Keamanan Terbatas serta barang bawaannya harus dilakukan pemeriksaan keamanan, diatur
dalam
a. SKEP/100/VII/2003 c. SKEP / 95 / IV / 2008
b. SKEP/43/III/2007 d. SKEP/2765/XII/2010

8. Terhadap penumpang, personel pesawat udara, bagasi kargo, dan pos yang akan diangkut
dilakukan pemeriksaan dan harus memenuhi persyaratan keamanan penerbangan, diatur
dalam :
a. Undang – Undang Nomor: 02 Tahun 1976
b. Undang – Undang Nomor: 15 Tahun 1992
c. Undang – Undang Nomor: 01 Tahun 2009
d. Undang – Undang Nomor: 04 Tahun 1976

9. Security – Safeguarding International Civil Aviation Against Acts of Unlawful Interference, diatur
dalam
a. Annex 17 c. Annex 14
b. Annex 18 d. Annex 9

10. Document ICAO tentang Security, diatur dalam :


a. Document 9808 c. Document 8973
b. Document 9284/AN-905 d. Document 9734

11. Document ICAO yang mengatur tentang Penanganan Bahan/ Barang Berbahaya adalah
a. Document 9808 c. Document 8973
b. Document 9284/AN-905 d. Document 9734
12. Pemberian Sertifikat Kecakapan Bagi Petugas Pengamanan Penerbangan Sipil, diatur dalam :
a. SKEP/43/III/2007 c. SKEP / 95 / IV / 2008
b. SKEP/100/VII/2003 d. SKEP /160 / VIII / 2008
13. Benda yang dapat digunakan untuk mengancam keamanan dan keselamatan penumpang dan
pesawat udara adalah :
a. Weapons c. Explosive
b. Dangerous Goods d. Dangerous Articles

14. Yang termasuk dalam bahan peledak adalah :


a. Plastik c. Black Powder
b. Alumunium d. Soda api

15. Benda dibawah ini dilarang dibawa penumpang kedalam kabin pesawat udara dengan alasan
keamanan, kecuali :
a. Durian c. Pisau dengan mata lebih dari 5 cm
b. Peluru d. Senjata api

16. Benda yang dibuat khusus untuk membunuh, menciderai, melumpuhkan atau membuat tidak
berdaya adalah :
a. Explosive c. Weapons
b. Dangerous Goods d. Dangerous Articles

17. Cara-cara dibawah ini dapat digunakan seseorang untuk mempersulit pendeteksian senjata :
a. Diuraikan dan dibagasikan c. Diuraikan dan dikirim melalui kargo
b. Senjata diubah bentuknya d. Jawaban A, B dan C benar

18. Senjata atau alat berbahaya yang dilarang dibawa ke dalam kabin pesawat udara dan hanya
diijinkan sebagai bagasi tercatat atau disimpan dalam kotak khusus yang cukup kuat dan
terkunci, adalah :
a. Carry on baggage c. Security Items
b. Dangerous Articles d. Hold Baggage

19. Dangerous Goods diklasifikasikan ke dalam berapa kelas:


a. 9 kelas c. 10 kelas
b. 8 kelas d. 7 kelas
20. Peralatan yang digunakan khusus untuk mendeteksi HANDAK adalah :
a. Mesin X-ray c. Walk Through Metal Detector (WTMD)
b. Explosive Detector d. Hand Held Metal Detector (HHMD)

21. Prosedur pemeriksaan penumpang dengan menggunakan Walk Through Metal Detector
(WTMD) adalah
a. Tidak menyentuh badan penumpang
b. Dicoba terlebih dahulu untuk memastikan WTMD berfungsi
c. Searah jarum jam
d. Jawaban A, B dan C benar
e.
22. Yang dimaksud dengan Bagasi Kabin (Carry-on Baggage) adalah :
a. Bagasi tercatat yang diangkut dengan pesawat udara tidak bersama pemiliknya atau
yang diangkut sebagai kargo.
b. Barang yang dibawa oleh penumpang kedalam bagasi pesawat udara dan berada
dalam pengawasan penumpang itu sendiri.
c. Barang yang dibawa oleh penumpang kedalam kabin pesawat udara dan berada
dalam pengawasan penumpang itu sendiri.
d. Barang penumpang yang diserahkan oleh penumpang kepada pengangkut untuk
diangkut dengan pesawat udara yang sama.
23. Yang termasuk dalam Dangerous Goods berikut ini adalah, kecuali :
a. Minuman beralkohol dengan kandungan alkohol lebih dari 70%
b. Cat kayu, plitur, pernish, soda api
c. Accu, mercury, thermometer, poison
d. Durian, madu

24. Barang bahan dan peralatan yang dibawa oleh penumpang pesawat udara harus diproses
sebagai Bagasi Tercatat atau Security Item sesuai ketentuan adalah:
a. Barang Dilarang (Prohibited Items)
b. Senjata (Weapons)
c. Alat-alat Berbahaya (Dangerous Articles)
d. Jawaban A, B dan C benar

25. Barang dan/ atau bahan berbahaya atau disebut Dangerous Goods adalah :
a. Semua barang dan/atau bahan yang dilarang diangkut dengan pesawat udara
b. Bahan bahan yang dapat membahayakan kesehatan, keselamatan jiwa dan harta
benda serta keselamatan pesawat udara
c. Semua barang/ bahan yang dilarang diangkut tanpa persetujuan pilot
d. Sesuatu yang diangkut dengan pesawat udara selain penumpang dan awak pesawat
26. Berikut ini adalah prosedur pemberian PAS orang, kecuali
a. permohonan dilengkapi dengan surat keterangan catatan kepolisian
b. memahami atau mengetahui tentang Keamanan Penerbangan (aviation security
awareness)
c. PAS orang berlaku untuk seluruh Bandar Udara di Indonesia
d. izin masuk diberikan setelah dievaluasi dan diberikan sesuai dengan daerah kerjanya

27. Pemeriksaan keamanan terhadap penumpang dan bagasi harus dilakukan secara manual jika
a. peralatan di Bandar Udara tidak tersedia atau rusak
b. peralatan keamanan memberikan tanda atau sinyal yang mencurigakan
c. ingin mengetahui yang dibawa oleh penumpang
d. Jawaban A dan B benar

28. Dalam pemeriksaan keamanan Bandar Udara atau Badan Usaha Angkutan Udara
menggunakan fasilitas keamanan penerbangan sesuai dengan kebutuhan operasional dan
dengan pertimbangan
a. Efektifitas peralatan
b. Klasifikasi bandar udara
c. Tingkat ancaman dan gangguan
d. Jawaban A, B dan C benar

29. Di dalam Program penanggulangan keadaan darurat keamanan (contingency plans), Keadaan
darurat keamanan (contingency), sesuai dengan PM 127 Tahun 2015 dibedakan atas
a. Kondisi aman, kondisi rawan, kondisi darurat
b. Kondisi rawan dan kondisi darurat
c. Kondisi aman dan kondisi rawan
d. Kondisi aman dan kondisi darurat

30. Berikut ini adalah contoh dari kondisi darurat (merah), kecuali
a. Ancaman bom
b. Demonstrasi masal di bandara
c. Pembajakan pesawat udara
d. Penyanderaan

31. Sesuai dengan PM 92 Tahun 2015 yang dimaksud dengan Pengawasan adalah?
a. Kegiatan kendali mutu berkelanjutan untuk melihat pemenuhan peraturan keamanan
penerbangan yang dilaksanakan oleh penyedia jasa penerbangan atau institusi lain.
b. Aturan yang berisi tentang petunjuk pelaksanaan kegiatan di bidang keamanan
penerbangan
c. Dokumen tertulis yang memuat peraturan, prosedur dan langkah-langkah
pengamanan yang diambil untuk melindungi penerbangan dari tindakan melawan
hukum.
d. Suatu keadaan yang memberikan perlindungan kepada penerbangan dari tindakan
melawan hukum melalui keterpaduan pemanfaatan sumber daya manusia, fasilitas,
dan prosedur.

32. Kegiatan pengawasan bertujuan untuk melakukan verifikasi tingkat pemenuhan terhadap
pelaksanaan Program Keamanan Penerbangan Nasional yang meliputi
a. Audit, Inspeksi
b. Survei, Pengujian (test)
c. Jawaban A dan B benar
d. Monitoring

33. Pemeriksaan penerapan satu atau lebih langkah-langkah dan prosedur keamanan untuk
menentukan efektifitas keamanan penerbangan merupakan kegiatan pengawasan keamanan
penerbangan berupa
a. Audit
b. Inspeksi
c. Survei
d. Pengujian (test)
34. PAS Bandar Udara untuk kendaraan bersifat insidental untuk kegiatan :
a. Katering
b. Supply bahan bakar
c. Pertolongan medis
d. Patroli bandar udara

35. Berikut ini adalah prosedur penggunaan Pas Bandar Udara :


a. Digunakan pada saat menjalankan tugas sesuai dengan wilayah kerja yang tertera di
dalam Pas Bandar Udara
b. Masih berlaku
c. Ditempatkan pada posisi yang mudah dibaca (di bagian depan sekitar dada)
d. Jawaban A, B dan C benar

36. Sesuai dengan PM 32 Tahun 2015 Pemeriksaan keamanan dengan cara perlakuan khusus
meliputi pemeriksaan fisik kargo dan dokumen dari instansi terkait dapat dilakukan terhadap
kargo dan pos yang berisi
a. Jenazah dalam peti
b. Barang Beerbahaya (Dangerous Goods)
c. Alat Berbahaya (Dangerous Articles)
d. Bahan Peledak (Explosive)

37. Pemeriksaan keamanan kargo dan pos dengan menggunakan bahan peledak pencium
senyawa (explosive vapours detector) harus dilakukan terhadap kargo dan pos
a. Secara random setiap 10 %
b. Terindikasi mengandung bahan peledak
c. Kargo beresiko tinggi (High Risk Cargo)
d. Jawaban A, B dan C benar

38. Label pemeriksaan keamanan diberikan sebagai tanda bahwa kargo dan pos telah dilakukan
pemeriksaan keamanan, persyaratan label dimaksud adalah
a. Kuat dan tidak mudah rusak
b. Ditempatkan pada ruas sambungan pembuka kemasan
c. Kuat dan melekat erat serta mudah rusak jika dibuka
d. Jawaban B dan C benar
39. Penanganan penumpang yang membawa senjata api adalah, kecuali
a. Senjata api dan pelurunya dititipkan kepada pengangkut
b. Senjata api sebagai security item dan pelurunya diperlakukan sebagai dangerous
goods
c. Peluru dikeluarkan dari senjata oleh petugas sekuriti
d. Peluru dikeluarkan dari senjata oleh pemiliknya

40. Pemisahan antara daerah tidak terbatas dan daerah terbatas adalah:
a. Tempat parkir c. Jembatan
b. Jalan d. Pagar/ Gedung bangunan

41. Berikut adalah aturan membawa LAGs kecuali :


a. Maksimum kemasan 100 ml
b. Susu bayi Maksimum 100 ml
c. Ditempatkan dalam plastik transparan maksimum per penumpang 1 Lt.
d. Dilakukan pemeriksaan X-Ray

42. Aturan membawa senjata api dan peluru, kecuali :


a. Kaliber maksimal 9 mm
b. 1000 butir peluru/penerbangan
c. 100 butir peluru/penerbangan
d. 12 butir peluru/penumpang

43. Pemeriksaan khusus dapat dilakukan dalam hal, kecuali:


a. Apabila alarm gawang detektor logam (WTMD) berbunyi
b. Terdapat kejanggalan pada postur tubuh Penumpang, personel pesawat udara dan orang
perseorangan
c. Melewati WTMD dengan menggunakan kursi roda/ kereta bayi atau penumpang yang
mengunakan alat bantu medis
d. Penumpang, personel pesawat udara dan orang perseorangan berperilaku mencurigakan

44. Masuk pesawat lebih awal dan keluar pesawat paling akhir dari penumpang lain, merupakan
tata cara?
a. Pengawalan Pejabat Daerah c. Pengawalan Gubernur
b. Pengawalan Presiden d. Pengawalan Tahanan

45. Sesuai dengan PM 127 Tahun 2015 tentang Program Keamanan Penerbangan Nasional,
Keamanan Penerbangan adalah
a. Dokumen tertulis yang memuat peraturan, prosedur dan langkah-langkah
pengamanan yang diambil untuk melindungi penerbangan dari tindakan melawan
hukum
b. suatu keadaan yang memberikan perlindungan kepada penerbangan dari tindakan
melawan hukum melalui keterpaduan pemanfaatan sumber daya manusia, fasilitas,
dan prosedur
c. tindakan-tindakan atau percobaan yang membahayakan keselamatan
penerbangan dan angkutan udara
d. penerapan suatu teknik atau tindakan untuk mencegah disusupkannya/terbawanya
Barang Dilarang (Prohibited Items) yang dapat digunakan untuk melakukan tindakan
melawan hukum

46. Berikut ini adalah contoh tindakan melawan hukum (Acts of Unlawful Interference), kecuali
a. melakukan pengrusakan/penghancuran pesawat udara di darat (in service);
b. membawa senjata, peralatan berbahaya atau bahan-bahan yang dapat digunakan
untuk tindakan melawan hukum secara tidak sah
c. masuk ke dalam pesawat udara, bandar udara atau tempat-tempat aeronautika
secara paksa
d. melaporkan ancaman bom di bandar udara
47. Sabotase adalah
a. menguasai pesawat udara secara melawan hukum
b. menyandera orang di dalam pesawat udara atau di bandar udara
c. tindakan pengrusakan atau penghilangan terhadap harta benda, yang dapat
mengancam atau menyebabkan terjadinya tindakan melawan hukum pada
penerbangan dan fasilitasnya
d. memberikan informasi palsu yang membahayakan keselamatan pesawat udara
dalam penerbangan maupun di darat

48. Sesuai dengan PM 127 Tahun 2015 tentang Program Keamanan Penerbangan Nasional,
Bandar Udara dibagi menjadi 4 daerah yaitu
a. Daerah Keamanan Terbatas, Daerah Steril, Daerah Terbatas, Daerah Publik
b. Daerah Publik, Daerah Sisi Udara, Daerah Ruang Tunggu, Daerah Terbatas
c. Daerah Check in, Daerah Ruang Tunggu, Daerah Sisi Udara, Daerah Terbatas
d. Daerah Umum, Daerah Check in, Daerah Ruang Tunggu, Daerah Steril

49. Surat izin yang diberikan kepada seseorang yang telah memenuhi persyaratan tertentu untuk
melakukan pekerjaan di bidang penerbangan dalam jangka waktu tertentu adalah
a. Sertifikat Kompetensi
b. PAS Bandara
c. Lisensi
d. Kartu Tanda Pengenal

50. Berikut ini adalah Instansi pemerintah yang merupakan anggota Komite Keamanan
Penerbangan Nasional, kecuali
a. Keimigrasian
b. Kesehatan
c. Perdagangan
d. Karantina

51. Apa tindakan saudara sebagai petugas Avsec jika mendapat ancaman bom di lokasi saudara
bekerja?
a. Tenang, tidak disentuh, tutup pintu, evakuasi orang di sekitar TKP dan lapor pimpinan
b. Ditangani langsung karena sudah mendapatkan ilmu tentang explosive
c. Membiarkan ancaman tersebut, karena dianggap sebagai hal yang biasa/iseng
d. Memberitahukan kepada orang di sekitarnya adanya ancaman bom

52. Berapa jumlah personel keamanan bandar udara yang melakukan pemeriksaan keamanan
dalam satu jalur pemeriksaan di bandara udara yang jumlah penumpang lebih dari 1000
(seribu) orang per hari (Tipe A) :
a. Minimal 3 (tiga) orang personel keamanan
b. Minimal 4 (empat) orang personel keamanan
c. Minimal 5 (lima) orang personel keamanan
d. Minimal 6 (enam) orang personel keamanan

53. Berapa jumlah personel keamanan bandar udara yang melakukan pemeriksaan keamanan
dalam satu jalur pemeriksaan di bandara udara yang jumlah penumpang dari 500 (lima ratus)
sampai dengan 1000 (seribu) orang per hari (Tipe B) :
a. Minimal 3 (tiga) orang personel keamanan
b. Minimal 4 (empat) orang personel keamanan
c. Minimal 5 (lima) orang personel keamanan
d. Minimal 6 (enam) orang personel keamanan

54. Berapa jumlah personel keamanan bandar udara yang melakukan pemeriksaan keamanan
dalam satu jalur pemeriksaan di bandara udara yang jumlah penumpang kurang dari 500 (lima
ratus) orang per hari (Tipe C) :
a. Minimal 3 (tiga) orang personel keamanan
b. Minimal 4 (empat) orang personel keamanan
c. Minimal 5 (lima) orang personel keamanan
d. Minimal 6 (enam) orang personel keamanan
55. Pemeriksaan pengangkutan barang-barang berbahaya harus memperhatikan ketentuan yang
berlaku diatur dalam:
a. KM 25 Tahun 2005 c. PM 90 Tahun 2013
b. PM 33 Tahun 2015 d. PM 32 Tahun 2015

56. Pemilik senjata diberi tanda terima sebagai tanda bukti penerimaan senjata oleh perusahaan
angkutan udara, diatur dalam :
a. KM 25 Tahun 2005 c. PM 31 Tahun 2013
b. PP Nomor 3 Tahun 2001 d. PM 32 Tahun 2015

57. Penerapan langkah-langkah pengendalian keamanan (security control) di bandar udara harus
memperhatikan
a. Desain keamanan bandar udara
b. Ketersediaan fasilitas keamanan penerbangan
c. Ketersediaan personel keamanan penerbangan
d. Jawaban A, B dan C benar

58. Peraturan Pemerintah tentang Keamanan dan Keselamatan Penerbangan, diatur dalam :
a. PP Nomor 16 Tahun 1994 c. PP Nomor 3 Tahun 2001
b. PP Nomor 71 Tahun 1989 d. PP Nomor 3 Tahun 1996

59. Komando penanggulangan tindakan melawan hukum pada kondisi darurat (merah) di tingkat
nasional oleh :
a. Kapolri c. Kapolres terdekat
b. Panglima TNI d. Komandan Pangkalan

60. Khusus untuk penjagaan pesawat yang sedang RON (Remain Over Night) di Bandar Udara
dilakukan oleh :
a. Ground Handling c. Security Bandara
b. Security Airline d. Polisi Bandara
61. Pemeriksaan fisik terhadap bagasi dilakukan pada saat :
a. Tampilan monitor X-ray bagasi dikategorikan mencurigakan oleh Operator X-ray
b. Sesuai dgn prosentase 10% (acak random) utk melaksanakan pemeriksaan fisik
c. Tampilan monitor X-ray benda yang ada dibagasi sengat gelap
d. Jawaban A, B dan C benar

62. Tujuan pemeriksaan keamanan terhadap penumpang dan barang adalah, kecuali:
a. Mengetahui barang yang dibawa penumpang
b. Mengenali atau mendeteksi barang dilarang
c. Mencegah terangkutnya barang berbahaya
d. Untuk mencegah orang yang tidak berkepentingan masuk terminal

63. Manfaat utama dari label security adalah :


a. Tanda telah melalui pemeriksaan sekuriti dan agar tidak dibuka lagi
b. Sebagai tanda pengenal dalam pengangkutan transportasi
c. Memudahkan penumpang dalam transportasi
d. Jawaban a, b dan c benar

64. Penumpang dalam status tahanan, penumpang yang melanggar ketentuan keimigrasian dan
penumpang yang mengalami gangguan jiwa harus dikawal, diatur dalam?
a. PM 33 Tahun 2015 c. PM 127 Tahun 2015
b. PM 92 Tahun 2015 d. PM 32 Tahun 2015

65. Peralatan yang digunakan untuk mendeteksi bentuk atau isi bagasi adalah :
a. Walk Through Metal Detector (WTMD) c. Hand Held Metal Detector (HHMD)
b. Mesin X-ray d. Explosive Detector
66. Peralatan metal detector dirancang untuk mendeteksi barang-barang yang mengandung unsur :
a. Flammable Solid c. Explosive
b. Cairan yang mudah terbakar d. Logam
67. Penambahan Pasal – Pasal Kejahatan Penerbangan Pada KUHP diatur dalam :
a. UU Nomor 2 Tahun 1976 c. UU Nomor 1 Tahun 2009
b. UU Nomor 4 Tahun 1976 d. UU Nomor 15 Tahun 1992

68. Program Nasional Pendidikan dan Pelatihan Pengamanan Penerbangan Sipil, diatur dalam :
a. SKEP/43/III/2007 c. SKEP / 95 / IV / 2008
b. SKEP/100/VII/2003 d. SKEP / 252 / XII / 2005

69. Pembentukan Komite Keamanan Bandar Udara diatur dalam ?


a. PM 92 Tahun 2015 c. PM 32 Tahun 2015
b. PM 127 Tahun 2015 d. KM 25 Tahun 2005

70. Prosedur pemeriksaan diplomat dan kantong diplomatik adalah :


a. Diplomat tidak diperiksa dan kantong diplomatik diperiksa
b. Diplomat tidak diperiksa dan kantong diplomatik tidak diperiksa
c. Diplomat diperiksa dan kantong diplomatik tidak diperiksa
d. Diplomat diperiksa dan kantong diplomatik diperiksa

71. PM 33 Tahun 2015, mengatur tentang :


a. Sertifikat Kecakapan Petugas Penanganan Pengangkutan Bahan dan / atau Barang
Berbahaya Dengan Pesawat Udara (SKP Dangerous Goods)
b. Pengamanan Kargo dan Pos Serta Rantai Pasok (Supply Chain) Kargo dan Pos Yang
Diangkut Dengan Pesawat Udara
c. Pengendalian Jalan Masuk (Access Control) Ke Daerah Keamanan Terbatas di Bandar
Udara
d. Pengangkutan Bahan dan / atau Barang Berbahaya dengan Pesawat Udara
72. Yang dimaksud dengan bagasi tercatat adalah:
a. Barang penumpang yang diangkut dengan pesawat udara tidak bersama pemiliknya
b. Barang penumpang yang diserahkan oleh penumpang diangkut dengan pesawat udara
yang berbeda
c. Barang yang dibawa oleh penumpang ke dalam kabin pesawat udara
d. Barang penumpang yang diserahkan oleh penumpang kepada pengangkut untuk
diangkut dengan pesawat udara yang sama

73. Sebutkan komponen utama bomb:


a. Detonator, power source c. Kemasan, detonator
b. Detonator, switch d. Kemasan, detonator, switch, power
source

74. Upaya pencegahan masuk barang, benda atau bahan yang dapat mengancam keselamatan
penerbangan disebut :
a. Screening c. Security Area
b. Security Control d. Security

75. Tinggi pagar perimeter untuk Bandara Udara Internasional yang direkomendasikan ICAO
adalah:
a. 2,44 Meter c. 1,44 Meter
b. 4 Meter d. 3 Meter

76. Barang dilarang (prohibited items) senjata api dalam 24 (dua puluh empat) jam harus sudah
diambil oleh pemiliknya dan apabila tidak diambil diserahkan kepada pihak :
a. General Manager Bandar Udara c. Kepolisian
b. Kepala Otoritas Bandar Udara d. Kepala Bandar Udara

77. Daerah Keamanan Terbatas (Security Restricted Area) harus dilindungi dengan pembatas fisik
sesuai dengan persyaratan berikut ini, kecuali
a. Dapat berupa tembok dan/atau pagar
b. Ketinggian cukup dan tidak mudah dipanjat untuk disusupi orang
c. Tidak perlu diberi lampu penerangan
d. Tidak ada celah dari bawah sampai atas untuk disusupi orang

78. PM 90 Tahun 2013 mengatur tentang :


a. Juknis Penanganan Cairan, Aerosols, Gels Yang Dibawa Penumpang Ke Dalam
Kabin Pesawat Udara Pada Penerbangan Internasional
b. Juknis Pemeriksaan Kargo Dan Pos Yang Diangkut Dengan Pesawat Udara Sipil
Dan Tata Cara Pemberian Sertifikat Sebagai Regulated Agent
c. Keselamatan Pengangkutan Barang Berbahaya dengan Pesawat Udara
d. Sertifikat Kecakapan Petugas Penanganan Pengangkutan Bahan dan / atau Barang
Berbahaya Dengan Pesawat Udara (SKP Dangerous Goods)

79. PM 32 Tahun 2015 mengatur tentang


a. Penanganan Pengangkutan Barang dan/atau Barang Berbahaya Dengan Pesawat
Udara
b. Pengamanan Kargo dan Pos Serta Rantai Pasok (Supply Chain) Kargo dan Pos
Yang Diangkut Dengan Pesawat Udara
c. Program Keamanan Penerbangan Nasional
d. Pengendalian Jalan Masuk (Access Control) Ke Daerah Keamanan Terbatas di
Bandar Udara

80. SKEP / 100 / VII / 2003 mengatur tentang :


a. Juknis Penanganan Penumpang Pesawat Udara Sipil Yang Membawa Senjata Api
Beserta Peluru dan Tata Cara Pengamanan Pengawalan Tahanan Dalam
Penerbangan Sipil
b. Juknis Penanganan Petugas Pengamanan Dalam Penerbangan (In-Flight Security
Officer/Air-Marshal) Pesawat Udara Niaga Berjadwal Asing
c. Juknis Penanganan Barang Bawaan Berbentuk Liquid, Aerosols, dan Gels Yang
Dibawa Penumpang Ke Dalam Kabin Pesawat Pada Penerbangan Internasional
d. Penanganan Pengangkutan Barang dan/atau Barang Berbahaya Dengan Pesawat
Udara

81. SKEP / 2765 / XII / 2010 mengatur tentang :


a. Tata Cara Pengamanan Pengawalan Tahanan Dalam Penerbangan Sipil
b. Juknis Penanganan Petugas Pengamanan Dalam Penerbangan (In-Flight Security
Officer/Air-Marshal) Pesawat Udara Niaga Berjadwal Asing
c. Tata cara Pemeriksaan Keamanan Penumpang, Personel Pesawat Udara Dan
Barang Bawaan Yang Diangkut Dengan Pesawat Udara Dan Orang Perseorangan
d. Juknis Penanganan Barang Bawaan Berbentuk Liquid, Aerosols, dan Gels Yang
Dibawa Penumpang Ke Dalam Kabin Pesawat Pada Penerbangan Internasional

82. SKEP / 95 / IV / 2008 mengatur tentang :


a. Tata Cara Pengamanan Pengawalan Tahanan Dalam Penerbangan Sipil;
b. Juknis Penanganan Barang Bawaan Berbentuk Liquid, Aerosols, dan Gels Yang
Dibawa Penumpang Ke Dalam Kabin Pesawat Pada Penerbangan Internasional
c. Juknis Pemeriksaan Kargo Dan Pos Yang Diangkut Dengan Pesawat Udara Sipil
Dan Tata Cara Pemberian Sertifikat Sebagai Regulated Agent
d. Juknis Penanganan Petugas Pengamanan Dalam Penerbangan (In-Flight Security
Officer/Air-Marshal) Pesawat Udara Niaga Berjadwal Asing
83. Dalam satu penerbangan hanya dapat mengangkut berapa tahanan?
a. 1 (satu) tahanan tidak berbahaya dengan 1 (satu) pengawal
b. 1 (satu) tahanan berbahaya dengan 2 (dua) pengawal
c. 2 (dua) tahanan berbahaya dengan 1 (satu) pengawal
d. 2 (dua) tahanan tidak berbahaya dengan 2 (dua) pengawal
84. Komando penanggulangan tindakan melawan hukum pada kondisi darurat (merah) di tingkat
bandar udara oleh :
a. Kapolri c. Panglima TNI
b. Komandan Pangkalan d. Kapolres terdekat

85. Benda dibawah ini yang termasuk Dangerous Articles adalah :


a. Senjata mainan c. Pisau
b. Lighter (korek api) d. Tombak

86. Prosedur penyisiran keamanan pesawat udara (Aircraft Security Search), adalah
a. Pemeriksaan secara menyeluruh pada bagian luar pesawat udara untuk menemukan
barang yang mencurigakan dan barang dilarang
b. Pemeriksaan secara menyeluruh pada bagian dalam pesawat udara untuk
menemukan barang yang mencurigakan dan barang dilarang
c. Pemeriksaan secara menyeluruh pada bagian luar dan dalam pesawat udara untuk
menemukan barang yang mencurigakan dan barang dilarang
d. Pemeriksaan rutin bagian dalam pesawat udara sebelum pesawat take – off

87. Orang yang dapat masuk ke Daerah Keamanan Terbatas harus memiliki izin masuk dalam
bentuk:
a. Dokumen Perjalanan angkutan udara
b. kartu identitas penerbang dan personel kabin (ID card crew)
c. PAS orang
d. Jawaban A, B, C benar

88. Pemeriksaan keamanan dilakukan dengan alat bantu, manual dan random (random check
10%) diatur dalam :
a. SKEP / 95 / IV / 2008 c. SKEP/43/III/2007
b. SKEP/2765/XII/2010 d. SKEP/100/VII/2003

89. Perusahaan angkutan udara wajib membuat Program Keamanan Operator Pesawat Udara,
diatur dalam
a. PM 127 Tahun 2015 c. PM 90 Tahun 2013
b. KM 25 Tahun 2005 d. PM 33 Tahun 2015

90. Program Keamanan Angkutan Udara memuat langkah-langkah pengamanan meliputi, kecuali:
a. Pemeriksaan keamanan pesawat udara sebelum terbang
b. Pemeriksaan jumlah bagasi tercatat dengan penumpang yang naik
c. Prosedur pengangkutan senjata di kabinatau ruang kargo pesawat udara
d. Pemeliharaan, kalibrasi dan pengujian kehandalan fasilitas keamanan penerbangan
di bandara

---------- SELAMAT MENGERJAKAN ----------