Anda di halaman 1dari 23

BAB I

PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG

Karena massa total planet dan satelit jauh lebih kecil dari massa Matahari,
maka pengaruh antar planet dapat diabaikan untuk kalkulasi orbit yang tidak
terlalu teliti. Aproksimasi yang dilakukan mengacu pada “two-body problem”,
dengan mengambil batasan massa salah satu objek itu dapat diabaikan terhadap
masa Matahari. Dalam perkembangan ilmu Astronomi dikenal nama Ptolemaeus
(sekitar tahun 125 M) yang mengemukakan bahwa bumi adalah pusat jagad raya.
Pendapat ini dikenal sebagai pandangan geosentris. Semua benda langit beredar
mengelilingi bumi. Untuk menjelaskan adanya gerak balik (retrograde motion)
planet-planet, dibayangkan model "deferent and epicycle" yang melukiskan
pergerakan planet pada sebuah lingkaran yang lebih kecil (epicycle) pada saat
melakukan peredarannya mengelilingi bumi pada lingkaran yang lebih besar
(deferent). Titik pusat epicycle itu terletak pada diferent. Diawali oleh para
pendahulunya, Copernicus (1473-1543), membuat pembaruan dengan pandangan
heliosentris, yaitu pandangan yang menyatakan bahwa matahari sebagai pusat
peredaran planet-planet, termasuk bumi, serta bintang-bintang. Dengan pandangan
heliosentris dijelaskan bagaimana gerak balik (retrograde motion). Lebih lanjut
mengenai lintasan dan pergerakan planet dijelaskan oleh Johannes Kepler (1571-
1630). Setelah dengan teliti mengamati lintasan Mars. Kepler pada tahun 1609
merumuskan Hukum I dan II Kepler.

Dalam makalah ini, Anda akan mempelajari tentang gaya gravitasi dengan
lebih rinci, melalui hukum-hukum yang dinyatakan oleh Johannes Kepler dan
Isaac Newton.

1
B. RUMUSAN MASALAH
1. Apa pengertian Mekanika Benda Langit?
2. Bagaiaman bunyi Hukum-Hukum Kepler?
3.Apa bunyi Hukum Gravitasi Newton?
4. Bagaimana gerak Benda Langit?

C.TUJUAN PENULISAN
1. Untuk mengetahui pengertian Mekanika Benda Langit?
2. Untuk mengetahui bunyi Hukum-Hukum Kepler?
3. Untuk mengetahui Hukum Gravitasi Newton?
4. Untuk mengetahui gerak Benda Langit?

2
BAB II
PEMBAHASAN
A. MEKANIKA BENDA LANGIT

Mekanika Benda Langit adalah ilmu yang mempelajari tentang gerak dan
lintasan benda langit, misalnya pergerakan planet, satelit (alamiah maupun
buatan), asteroid, komet, bintang dan galaksi. Mekanika Benda Langit
berkembang pesat setelah Newton menunjukkan bahwa kaedah hukum
Kepler yang dahulu diturunkan dari pengamatan dapat dijelaskan dengan hukum
gravitasi. itulah sebabnya kenapa ilmu ini disebut juga Mekanika Newton.
posisi benda langit pada saat yang akan datang dapat diprediksi, namun untuk
benda yang bergerak cepat Mekanika Newton tidak dapat memberikan jawaban
yang memuaskan. Saat ini Mekanika Benda Langit merupakan pengetahuan dasar
dalam merancang perjalanan wahana ke angkasa luar.

B. HUKUM- HUKUM KEPLER

Hukum Kepler ditemukan oleh seorang matematikawan yang juga


merupakan seorang astronom Jerman yang bernama Johannes Kepler(1571-1630).
Penemuannya didasari oleh data yang diamati oleh Tycho Brahe(1546-1601),
seorang astronom terkenal dari Denmark.
Sebelum ditemukannya hukum ini, manusia zaman dulu menganut paham
geosentris, yaitu sebuah paham yang membenarkan bahwa bumi merupakan pusat
alam semesta. Anggapan ini didasari pada pengalaman indrawi manusia yang
terbatas, yang setiap hari mengamati matahari, bulan dan bintang bergerak,
sedangkan bumu dirasakan diam. Anggapan ini dikembangkan oleh astronom
Yunani Claudius Ptolemeus (100-170 M) dan bertahan hingga 1400 tahun.
Menurutnya, bumi berada di pusat tata surya. Matahari dan planet-planet
mengelilingi bumi dalam lintasan melingkar.
Kemudian pada tahun 1543, seorang astronom Polandia bernama Nicolaus
Copernicus (1473-1543) mencetuskan model heliosentris. Heliosentris artinya

3
bumi beserta planet-planet lainnya mengelilingi matahari dalam lintasan yang
melingkar. Tentu saja pendapat ini lebih baik dibanding pendapat sebelumnya.
Namun, ada yang masih kurang dari pendapat Copernicus yaitu diam masih
menggunakan lingkaran sebagai bentuk lintasan gerak planet.

Analisis lengkap Kepler tentang gerak planet diringkas dalam tiga


pernyataan yang dikenal sebagai hukum Kepler:
1. Semua planet bergerak dalam orbit elips dengan matahari pada satu fokus.
2. Jari-jari vektor ditarik dari Matahari ke planet menyapu daerah yang sama
dalam interval waktu yang sama.
3. Kuadrat dari periode orbit planet manapun sebanding dengan pangkat tiga
sumbu semimajor orbit elips.
Benda mengorbit mengelilingi satu pusat massa (barycenter) dan tidak
satupun berdiri secara sepenuhnya di atas fokus ellips. Namun kedua orbit itu
adalah ellips dengan satu titik fokus di barycenter. Jika rasio massanya besar,
sebagai contoh planet mengelilingi matahari, barycenternya terletak jauh di tengah
objek yang besar dekat di titik massanya.

Hukum Kepler ke I berbunyi “Lintasan planet ketika mengelilingi


matahari berbentuk ellips, dimana matahari terletak pada salah satu fokusnya”

4
Lintasan planet berupa ellips

Sumbu panjang pada orbit ellips disebut sumbu mayor alias sumbu utama,
sedangkan sumbu pendek dikenal dengan sumbu semi utama atau semimayor.

Posisi matahari dan planet


dalam lintasan ellips

F1 dan F2 adalah titik fokus. Matahari berada pada F1 dan planet berada
pada P. tidak ada benda langit lainnya berada pada F2. Total jarak dari F1 dan
F2 ke sama untuk semua titik dalam kurva ellips. Jarak pusat ellips O dab titik
fokus (F 1 dan F2) adalah ea, dimana e merupakan angka tak berdimensi yang
besarnya berkisar antara 0 dan 1 disebut eksentrisitas. Jika e=0 maka ellips
berubah menjadi lingkaran. Kenyataannya, orbit planet berupa ellips alias
mendekati lingkaran. Dengan demikian besar eksentrisitas tidak pernah sama
dengan nol. Nila e untuk orbit planet bumi adalah 0.017. Perihelion merupakan
titik terdekat dengan matahari, sedangkan titik terjauh disebut aphehelon. Pada
persamaan hukum grafitasi Newton, telah dipelajari bahwa gaya tarik grafitasi
berbanding terbalik dengan kuadrat jarak (1/r2), dimana hal ini hanya bisa terjadi
pada orbit yang berbentuk ellips atau lingkaran saja.

5
Hukum Kepler ke II mengatakan “Luas daerah yang disapu oleh garis
antara matahari dengan planet adalah sama untuk setiap periode waktu sama”.

Luas daerah yang disapu oleh


garis antara matahari dengan planet
Pada selang waktu yang sangat kecil, garis yang menghubungkan matahari dengan
planet melewati sudut dθ. Garis tersebut melewati daerah yang diarsir yang
berjarak r, dan luas :

1
𝑑𝐴 = 𝑟2 𝑑𝜃
2

Laju planet ketika melewati daerah itu adalah dA/dt disebut dengan kecepatan
sektor (bulan vektor).
Hal yang paling utama dalam hukum Kepler II adalah kecepatan sektor
mempunyai harga yang sama pada semua titik sepanjang orbit yang berbentuk
ellips. Ketika plenet berada di perihelion nilai r kecil, sedangkan dθ/dt bernilai
besar. Ketika planet berada di apehelion nilai r besar, sedangkan dθ/dt kecil.

Hukum Kepler ke III mengatakan bahwa “Kuadrat waktu yang


diperlukan oleh planet untuk menyelesaikan satu kali orbit sebanding dengan
pangkat tiga jarak rata-rata planet-planet tersebut dari matahari”.

Secara matematis Hukum Kepler dapat ditulis sebagai berikut :

2
𝑇22 𝑟22
3
𝑇 ≈ 𝑟 → 2 = 2 = 𝑘𝑜𝑛𝑠𝑡𝑎𝑛
𝑇1 𝑟1

6
Keterangan :
T1= Periode planet pertama
T2= Periode planet kedua
r1 = jarak planet pertama dengan matahari
r2 = jarak planet kedua dengan matahari

Kecepatan dan posisi gerak planet berubah secara periodik sehingga dapat
disusunkan untuk menentukan periode perjalanan planet mengelilingi matahari.

Hukum ketiga Kepler dapat diprediksi dari hukum kuadrat terbalik untuk
orbit lingkaran. Perhatikan sebuah planet bermassa Mp yang diasumsikan bergerak
mengelilingi Matahari (massa Ms) dalam orbit melingkar. Karena gaya gravitasi
memberikan percepatan sentripetal planet ketika bergerak dalam lingkaran, kita
modelkan planet sebagai sebuah partikel di bawah gaya total dan sebagai partikel
dalam gerak melingkar seragam dan memasukkan hukum Newton tentang
gravitasi universal:

𝑣2
Fg = Mpa → = Mp ( 𝑟 )

Kecepatan orbit planet adalah 2r / T, di mana T adalah periode, sehingga


ekspresi sebelumnya menjadi:

di mana Ks adalah konstanta yang diberikan oleh:


4𝜋2
Ks = =2,97 x 10-19 s2/m3
𝐺𝑀𝑠

C. HUKUM GRAVITASI NEWTON

7
Gejala munculnya interaksi yang berupa gaya tarik-menarik antarbenda
yang ada di alam ini disebut gaya gravitasi. Setiap benda di alam ini mengalami
gaya gravitasi. Jika Anda sedang duduk di kursi, sedang berjalan, atau sedang
melakukan kegiatan apapun, terdapat gaya gravitasi yang bekerja pada Anda.
Gaya gravitasi merupakan gaya interaksi antar benda. Pernahkah Anda bertanya
kenapa gaya gravitasi yang Anda alami tidak menyebabkan benda-benda yang
terdapat di sekitar Anda tertarik ke arah Anda, atau sebaliknya? Di alam semesta,
gaya gravitasi menyebabkan planet-planet, satelit-satelit, dan benda-benda langit
lainnya bergerak mengelilingi Matahari dalam sistem tata surya dalam lintasan
yang tetap.

Isaac Newton adalah orang pertama yang mengemukakan gagasan tentang


adanya gaya gravitasi. Menurut cerita, gagasan tentang gaya gravitasi ini diawali
dari pengamatan Newton pada peristiwa jatuhnya buah apel dari pohonnya.
Kemudian, melalui penelitian lebih lanjut mengenai gerak jatuhnya benda-benda,
ia menyimpulkan bahwa apel dan setiap benda jatuh karena tarikan Bumi.

Menurut Newton, gaya gravitasi antara dua benda merupakan gaya tarik-
menarik yang berbanding lurus dengan massa setiap benda dan berbanding
terbalik dengan kuadrat jarak antara benda tersebut. Secara matematis, pernyataan
mengenai gaya gravitasi tersebut dituliskan sebagai berikut:

dengan :

F = gaya gravitasi (N),

G = konstanta gravitasi = 6,672 × 10–11 m3/kgs2, dan

8
r = jarak antara pusat massa m1 dan m2 (m).

D. GERAK BENDA LANGIT (MATAHARI-BULAN-BUMI)

1. Rotasi bumi
Apakah rotasi bumi itu? Rotasi bumi adalah gerakan bumi pada porosnya. Poros
adalah sumbu bumi. Sumbu itu hanya bersifat khayal. Coba kamu
perhatikan gambar 12.2. Bumi berputar ber- lawanan dengan arah jarum jam
yaitu dari barat ke timur. Perputar- an bumi sebesar 360O ditempuh dalam
waktu 24 jam. Jadi setiap 1O bujur ditempuh selama 4 menit.

Apakah akibat rotasi bumi? Beberapa akibat rotasi bumi adalah sebagai berikut:

1. Bumi mengalami pergantian siang dan malam

Bumi berputar pada porosnya selama 24 jam. Ketika berputar, bagian- bagian
bumi yang menghadap ke cahaya matahari mengalami siang dan bagian

9
sebaliknya akan mengalami malam. Siang dan malam akan terus berganti
selama Bumi masih berputar.
2. Matahari seolah-olah terbit dari timur dan terbenam di barat
Akibat gerak rotasi bumi dari barat ke timur maka Matahari terlihat
bergerak terbit di sebelah timur dan terbenam di sebelah barat. Pada ke-
adaan sebenarnya Matahari tidak bergeser. Gerakan matahari tersebut
dinamakan gerak semu harian matahari.
3. Terjadinya perbedaan dan pembagian waktu
Ingatlah kembali bahwa Bumi berputar pada porosnya sejauh 360O
penuh, dalam waktu 24 jam! Jadi 1O ditempuh Bumi selama 4 menit. Oleh
karenanya setiap daerah yang memiliki selisih 1O bujur berbeda waktunya 4
menit. Jadi, setiap 5O bujur bumi memiliki selisih waktu 1 jam. Sebagai
patokan waktu dunia adalah bujur 0O yang ditetapkan di
kota Greenwich London Inggris. Bujur 0 derajat dinamakan meredian pangkal.
Greenwich sebagai bujur pangkal (0 derajat) dikenal sebagai Greenwich
Mean Time (GMT).
Dunia terbagi atas 24 daerah waktu, terdiri atas 2 bagian besar
yaitu Bujur Barat dan Bujur Timur, masing-masing memiliki besar 180 derajat.
Bentang bujur dari Greenwich ke Indonesia besarnya 105 derajat Bujur
Timur. Nah, untuk mengetahui selisih waktu antara Inggris dan Indonesia
digunakan cara berikut:
Jadi selisih waktu antara Indonesia dan Inggris adalah 7 jam.
Secara terperinci Indonesia memiliki 3 daerah waktu: Waktu Indone- sia
bagian Barat (WIB), Waktu Indonesia bagian Tengah (WITA), dan Waktu
Indonesia bagian Timur (WIT). Masing-masing daerah waktu memiliki se- lisih
1 jam. Wilayah Indonesia bagian Timur tentu mengalami pagi terlebih dahulu.
Jadi, bila di Papua pukul 07.00, di Sulawesi pukul 06.00 dan di
Sumatera masih pukul 05.00.

4. Terjadinya gerakan udara (angin)

10
Saat berotasi, bagian-bagian bumi yang mendapat penyinaran
matahari tentu bergantian, bukan? Nah, penyinaran matahari pada bagian
permukaan bumi tertentu mengakibatkan pergantian suhu pada siang maupun
malam hari.
Ingatkah kamu bahwa udara bergerak dari daerah dingin ke daerah panas?
Udara bergerak dari kutub utara dan selatan ke arah khatulistiwa yang selalu
bersuhu lebih tinggi. Dari kutub utara udara berbelok ke kiri dan dari
kutub selatan udara berbelok ke kanan.
Di daerah terbatas juga terjadi gerakan udara. Matahari menyinari
dan memanasi daratan dan lautan. Pada siang hari daratan lebih cepat panas
dan lautan lebih lambat panas. Akibatnya udara bergerak dari laut ke darat.
Terjadilah angin laut. Pada malam hari, daratan lebih cepat dingin
dan tekanan udara menjadi maksimum. Sementara, lautan lebih panas
dan tekanan udara minimum. Akibatnya, udara akan bergerak dari darat ke
laut. Saat itu terjadilah angin darat. Coba Perhatikan Gambar di bawah ini!

1. Pada malam hari terjadi angin darat


2. Pada siang hari terjadi angin laut

B. Revolusi Bumi dan Bulan

11
1. Peristiwa revolusi bumi
Selain berputar pada porosnya (berotasi), Bumi juga mengelilingi Matahari.
Gerakan bumi mengelilingi Matahari dinamakan revolusi. Revo-
lusi bumi dilakukan bersama-sama dengan bulan.
Beberapa akibat yang terjadi karena peristiwa revolusi bumi adalah sebagai
berikut.
1. Terjadinya perubahan musim
Kita mengenal musim hujan dan musim kemarau. Ada negara yang
mengalami musim semi, musim panas, musim gugur, dan musim dingin bersalju.
Ya, musim terjadi karena adanya interaksi bumi dan matahari yang disebut
revolusi bumi.
Bagaimana revolusi bumi dapat mengakibatkan terjadinya pergantian
musim? Musim datang bergantian karena saat berotasi dan berevolusi posisi
bumi miring lebih kurang 23,5O ke arah timur laut dari sumbu bumi (Utara-
Selatan).
Saat kutub utara condong ke Matahari, belahan bumi bagian utara
akan bertambah dekat dengan Matahari. Akibatnya bumi belahan utara akan
mengalami musim panas. Sebaliknya, bumi belahan selatan menjadi semakin
jauh dari matahari dan akan mengalami musim dingin. Antaramusim panas
dan musim dingin akan terjadi musim semi dan gugur.
a. Musim panas b. Musim dingin

Apa yang terjadi jika kutub selatan berganti condong lebih dekat ke arah
matahari? Perhatikan baik-baik gambar di bawah!

12
Garis 0 derajat disebut garis khatulistiwa. Daerah sekitar khatulistiwa
antara O LU – O LS adalah daerah lintang rendah. O derajat – 90 derajat LU
dan LS disebut daerah lintang tinggi atau lintang jauh. Nah jika kamu sudah
tahu pembagian itu, cobalah tebak mengapa khatulistiwa dan daerah lintang
rendah tidak mengalami musim dingin? Jika kamu perhatikan, sebenarnya
daerah khatulistiwa tidak pernah miring ke arah matahari. Akibatnya, daerah
sekitar khatulistiwa akan terkena panas sepanjang tahun. Daerah khatulistiwa
dan lintang rendah biasa disebut daerah beriklim tropis. Daerah iklim
tropis mengalami 2 musim.
Daerah lintang sedang dan lintang tinggi atau lintang jauh mengalami 4
musim. Pergantian 4 musim di daerah sedang adalah sebagai berikut.
21 Maret – 21 Juni
– Belahan utara mulai mendekati Matahari dan belahan selatan agak menjauh.
– Belahan bumi utara mengalami musim semi.
– Belahan bumi selatan mengalami musim gugur.
21 Juni – 21 September
– Belahan utara posisi condong ke Matahari dan belahan selatan ter- jauh.
– Belahan bumi utara mengalamai musim panas.
– Belahan bumi selatan mengalami musim dingin.

13
21 September – 21 Desember
– Belahan utara agak menjauh dari Matahari, belahan selatan mulai mendekat
– Belahan bumi utara mengalami musim gugur.
– Belahan bumi selatan mengalami musim semi.
21 Desember – 21 Maret
– Belahan selatan berada pada posisi terdekat dengan Matahari dan belahan
utara posisi terjauh dari Matahari.
– Belahan bumi utara mengalami musim dingin.
– Belahan bumi selatan mengalami musim panas.
Tanpa mengganti posisi globe, gerakkan globe ke arah barat senter (di
titik C). Perhatikan kutub mana yang jaraknya lebih dekat
dengan matahari. Hadapkan senter ke arah utara dan nyalakan.
Musim apa yang terjadi di daerah lintang sedang dan lintang
jauh? Negara-negara mana yang mengalami musim yang sama?
Tanpa mengganti posisi globe, gerakkan globe ke arah selatan
senter (di titik D). Bagaimana jarak kutub utara dan selatan
terhadap Matahari?
2. Terjadinya gerak semu tahunan matahari
Revolusi bumi mengakibatkan terjadinya ge- rak semu tahunan matahari.
Artinya, Matahari seolah-olah terbit dari titik yang berbeda setiap periode
tertentu dalam satu tahun.

Posisi matahari tanggal 21 Maret


Bila dilihat dari Bumi, Matahari terbit tepat di sebelah timur dan terbenam
tepat di sebelah barat. Posisi matahari tepat pada 0O.

14
Posisi matahari tanggal 21 Juni
Bila diamati dari Bumi, Matahari terbit tidak tepat di sebelah timur namun
bergeser sedikit ke utara. Sebenarnya, Bumilah yang saat itu berada di selatan
khatulistiwa pada posisi
Posisi matahari tanggal 21 September
23 1 O LS.
Bumi bergerak sedikit ke atas dan kembali sejajar dengan Matahari. Bila
diamati Matahari terbit tepat di sebelah timur pada posisi 0O.
Posisi matahari tanggal 21 Desember
Bumi mulai bergerak ke atas dan seolah-olah Matahari berada di sebelah
selatan. Pada kenyataannya Bumilah yang berada pada posisi 23 O LU (di
sebelah utara khatulistiwa).

2. Peristiwa revolusi bulan


Ada 3 gerakan Bulan, yaitu berputar pada porosnya, berputar menge-
lilingi Bumi dan bersama-sama Bumi mengelilingi Matahari. Cobalah
kamu bayangkan!
Bulan berputar mengelilingi Bumi. Gerakan itu disebut revolusi. Itulah
sebabnya Bulan disebut satelit bumi. Dalam waktu bersamaan Bulan ber- sama-
sama dengan Bumi mengelilingi Matahari.
Rotasi dan revolusi bulan mengelilingi Bumi membutuhkan waktu yang sama.
Itulah sebabnya wajah bulan yang terlihat dari Bumi selalu sama dari waktu ke
waktu.

C. Terjadinya Gerhana

15
Gerhana adalah peristiwa alam yang sangat menakjubkan. Pernahkah
kamu melihat terjadinya gerhana? Andaikan belum pernah mengalami- nya,
kamu dapat mempelajari dan membayangkan dengan melihat foto- foto yang
pernah dibuat.
Kapan gerhana terjadi? Ingatlah bahwa Bumi berputar mengelilingi
Matahari sedangkan Bulan berputar mengelilingi Bumi. Orbitnya ber- bentuk
elips sehingga pada saat tertentu Bumi, Matahari dan Bulan akan berada dalam
1 garis lurus. Nah, pada saat itulah akan terjadi gerhana.

1. Gerhana bulan
Gerhana bulan terjadi bila Bulan tidak terlihat karena tertutup oleh
bayangan bumi. Gerhana Bulan terjadi pada malam hari saat bulan pur-
nama. Pada saat itu Bulan, Bumi, dan Matahari berada pada satu garis lurus,
di mana Bumi berada diantara Bulan dan Matahari.
Ada 2 macam gerhana bulan, yaitu gerhana bulan total dan gerhana
bulan sebagian. Gerhana bulan total terjadi jika seluruh bulan berada dalam
bayang-bayang inti bumi (umbra). Gerhana bulan sebagian terjadi jika
bulan berada dalam bayang-bayang kabur bumi (penumbra). Gerhana bulan
dapat berlangsung selama 5-6 jam. Namun demikian, gerhana bulan total hanya
berlangsung lebih kurang 1 jam 40 menit.

Mengapa gerhana bulan dapat berlangsung cukup lama? Ketika Bumi bergerak ke
kiri mengitari Matahari, Bulan bergerak ke kiri mengitari Bumi dan Matahari.
Karena arah bumi dan bulan sama, maka waktu terjadi gerhana cukup lama.

16
Tetapi karena bulan bergerak lebih cepat mengitari Bumi dibandingkan
Bumi mengitari Matahari, maka gerhana usai setelah lebih kurang 5
jam. Ibarat orang berjalan, Bumi dan Bulan seperti orang berjalan beriringan.
Bumi dikelilingi oleh Bulan dengan orbit yang ellips. Pada titik terdekat,
yang disebut perigee, jarak Bulan adalah 384.000 km, sedang pada jarak terjauh,
yang disebut apogee, adalah 406.700 km. Fakta yang lain adalah bidang orbit
Bulan menyudut sebesar 5o 9” terhadap orbit Bumi.

Efek utama dari adanya Bulan yang mengelilingi Bumi adalah terjadinya
pasang surut muka laut. Pasang surut terjadi sebagai efek dari gaya gravitasi dan
sentrifugal dari Bulan yang mengelilingi Bumi. Efek dari kedua gaya tersebut
adalah terjadinya pasang pada bagian Bumi yang menghadap ke Bulan dan pada
bagian Bumi yang membelakangi Bulan.

Gambar. Distribusi gaya penyebab pasang surut di Bumi. Sumber: Duxbury et


al. (2002).

Pada separuh bagian Bumi yang menghadap ke arah Bulan terbentuk gaya
yang mengarah ke Bulan karena gaya gravitasi Bulan.Sebaliknya, pada arah yang
berlawanan terbentuk gaya yang berlawanan arah karena gaya sentrifugal.

Gerak revolusi Bulan mengelilingi Bumi menyebabkan posisi pasang surut


berubah setiap waktu. Terdapat perbedaan waktu antara hari matahari (solar day)
dan hari bulan (luinar day). Satu hari matahari adalah 24 jam, 0 menit dan 0 detik.
Satu hari bulan adalah 24 jam dan 50,47 menit. Perbedaan waktu tersebut
menyebabkan waktu pasang tertinggi dan waktu surut terrendah setiap hari
bergeser 50,47 menit. Pergeseran ini dikenal sebagai variasi pasang surut harian.

17
Sementara itu, deklinasi Bulan menyebabkan posisi puncak pasang surut
tidak terjadi pada posisi lintang yang sama. Deklinasi Bulan berubah setiap setiap
hari, oleh karena itu posisi puncak pasang surut pun juga berubah setiap setiap
hari.

Gambar Pengaruh deklinasi Bulan yang menyebabkan posisi puncak pasang


surut yang berbeda setiap hari. Sumber: Duxbury et al. (2002).

Matahari juga mempengaruhi pasang surut laut, tetapi pengaruh Bulan


terhadap pasang surut lebih besar dari pada pengaruh Matahari, karena jarak
Bulan ke Bumi lebih dekat daripada jarak Matahari ke Bumi. Konfigurasi posisi
Bumi, Bulan dan Matahari mempengaruhi ketinggian muka laut pada saat pasang
surut.

18
Gambar. Pengaruh posisi Bulan dan Matahari terhadap pasang surut di Bumi.
Posisi Bumi, Bulan dan Matahari yang berbeda menyebabkan perbedaan ketinggian
pasang surut pada saat posisi konfigurasi tertentu. Sumber: Duxbury et al. (2002).

Setiap bulan, pasang surut tertinggi terjadi pada saat bulan mati dan bulan
purnama. Setiap tahun, pasang surut tertinggi terjadi bila Bumi, Bulan dan
Matahari berada pada posisi yang membentuk garus lurus.

2. Gerhana matahari
Gerhana matahari terjadi karena matahari tertutup oleh bayangan
bulan. Bagaimana hal itu bisa terjadi? Bukankah Bulan jauh lebih kecil
dari Matahari? Ingatlah kembali, bahwa jarak bulan ke Bumi jauh lebih dekat
dibandingkan jarak matahari ke Bumi. Jadi, jika kita lihat Bulan dan Matahari
tampak hampir sama besar.
Gerhana matahari terjadi pada siang hari, saat bulan baru (bulan mati)
dan bulan purnama. Pada saat itulah Matahari, Bulan dan Bumi berada dalam
satu garis lurus, di mana Bulan berada di antara Bumi dan Matahari.
Gerhana terjadi hanya di sebagian permukaan bumi. Mengapa? Ya,
karena ukuran bulan lebih kecil dari bumi. Jadi, bayangan bulan hanya
akan menimpa sebagian permukaan bumi saja, bukan?
Ada 3 macam gerhana matahari, yaitu: gerhana matahari total; ger- hana
matahari sebagian; dan gerhana matahari cincin. Permukaan bumi yang
terkena bayangan inti bulan (umbra) mengalami gerhana matahari
total. Permukaan bumi yang dikenai bayangan kabur bulan (penumbra)
mengalami gerhana matahari sebagian.

2. Perhitungan Kalender Masehi dan Kalender Hijriah


Apakah kalender itu? Kalender disebut juga penanggalan. Apakah
kamu rutin melihat dan mengecek kalendermu? Kalender dibuat untuk
mengelompokkan hari-hari. Kamu dapat mengetahui hari, bulan, dan ta-
hun berganti dengan melihat kalender. Manusia dapat mengatur jadwal dan
merencanakan kegiatannya dengan bantuan kalender. Perdagangan, pertanian,

19
juga kehidupan agama. Coba buka kalendermu dan perhatikan nama-nama
hari, tanggal, bulan dalam satu tahun. Dalam kalender juga ditunjukkan
berbagai waktu yang ditandai dengan warna merah sebagai perayaan
atau peringatan hari tertentu.
Di seluruh dunia orang selalu beramai-ramai menyambut datangnya tahun
baru. Pernahkah kamu mendengar berbagai tahun baru yang diraya- kan? Ada
tahun baru masehi, tahun baru hijriah, tahun baru saka, tahun baru cina,
dan sebagainya. Apakah hal itu berarti ada banyak sistem kalen- der yang
digunakan? Benar! Namun kali ini kita cukup belajar mengenai kalender masehi
dan hijriah yang digunakan untuk menandai tahun ma- sehi dan tahun hijriah.
1. Tahun masehi
Tahun masehi dihitung menurut perputaran bumi mengelilingi
Matahari (revolusi). Satu hari adalah jumlah waktu yang diperlukan bumi untuk
melakukan rotasi. Satu tahun adalah jumlah waktu yang diperlukan
Bumi untuk mengelilingi Matahari. Satu tahun revolusi sama dengan
365,25 hari. Satu tahun masehi terbagi atas 12 bulan.
Sejarah kalender masehi amat panjang. Namun, secara singkat dapat
disebutkan bahwa di zaman Kerajaan Romawi pada masa
pemerintahan Julius Caesar, 1 tahun ditetapkan 365 hari. Ke mana sisa 1/4 hari?
Ternyata 1/4 hari yang terkumpul selama 4 tahun atau sama dengan 1 hari itu di-
tambahkan ke dalam bulan Februari yang hanya terdiri dari 28 hari. Sejak itu
setiap 4 tahun sekali Februari memiliki 29 hari. Tahun itu disebut tahun kabisat.

2. Tahun hijriah
Tahun hijriah disebut juga Tahun Bulan. Mengapa? Karena, dasar per-
hitungannya adalah lama bulan mengitari Bumi. Revolusi bulan menge- lilingi
Bumi memerlukan waktu lebih kurang 29,5 hari. Jadi 1 tahun hijriah terdiri atas
354 hari, terbagi menjadi 12 bulan. Dalam perhitungan diada- kan pembulatan,
sehingga dalam kalender hijriah usia tiap bulan diselang seling antara 29 dan 30
hari, kecuali pada bulan Zulhijah. Pembulatan itu menyebabkan

20
penyimpangan yang semakin lama semakin besar seperti halnya kalender
masehi. Oleh sebab itu untuk memperbaikinya dibuat tahun kabisat.
Tahun kabisat hijriah berusia 355 hari. Perhitungan tahun kabisat hijriah
adalah setiap jangka 30 tahunan sejak tahun tersebut ditetapkan. (Tahun hijriah
mulai ditetapkan pada tahun 638 Masehi). Selama 30 tahun ada 11 tahun kabisat,
yaitu tahun ke-2, ke-5, ke-6, ke-10, ke-13, ke-16, ke-18, ke-21, ke-24, ke-26, dan
tahun ke-29.
Menurut perhitungan, jika suatu tahun hijriah dibagi
30 menyisakan angka-angkA tersebut di atas, maka tahun itu termasuk tahun
kabisat.
Nama lain untuk tahun hijriah adalah tahun komariah dan tahun Is-
lam. Kalender hijriah digunakan sebagai kalender keagamaan umat Is-
lam atau Muslim. Umat Muslim menggunakan kalender hijriah
untuk menentukan hari-hari penting dalam perayaan agamanya. Misalnya ka-
pan bulan Ramadhan tiba, Idul Fitri, Idul Kurban, dan sebagainya.

21
BAB III

PENUTUP

A. KESIMPULAN

Mekanika Benda Langit adalah ilmu yang mempelajari tentang gerak dan
lintasan benda langit, misalnya pergerakan planet, satelit (alamiah maupun
buatan), asteroid, komet, bintang dan galaksi.

Analisis lengkap Kepler tentang gerak planet diringkas dalam tiga


pernyataan yang dikenal sebagai hukum Kepler:
1. Semua planet bergerak dalam orbit elips dengan matahari pada satu fokus.
2. Jari-jari vektor ditarik dari Matahari ke planet menyapu daerah yang sama
dalam interval waktu yang sama.
3. Kuadrat dari periode orbit planet manapun sebanding dengan pangkat tiga
sumbu semimajor orbit elips.
Menurut Newton, gaya gravitasi antara dua benda merupakan gaya tarik-
menarik yang berbanding lurus dengan massa setiap benda dan berbanding
terbalik dengan kuadrat jarak antara benda tersebut.

B. SARAN
Setelah membaca makalah ini, diharapkan sudah mengerti apa yang di
maksud dengan mekanika benda langit. Telah paham tentang bagaimana
pergerakan planet sesuai dengan hokum Kepler dan bagaimana menentukan
gravitasi bumi. Dan juga megetahui bagaimana pergerakan Bumi-Bulan-Matahari.

22
DAFTAR PUSTAKA

Nanudz. 2011. Pergerakan Planet-Planet.


http://nanudz.blog.uns.ac.id/2011/06/17/pergerakan-planet/ (diunduh Senin,27
November 2017)

Verra. 2013. Gerakan Benda Langit (Bumi-Bulan-Matahari).


https://verradwip.wordpress.com/kelas-viii/gerakan-benda-langit-bumi-bulan-
matahari/ (diunduh Senin,27 November 2017)

Zero. 2013. Hukum Kepler dan Gerak Planet.


http://softonezero.blogspot.co.id/2013/12/hukum-kepler-dan-gerak-planet.html.
(diunduh Senin,27 November 2017)

Wahyu. 2008. Sistem Bumi dan Bulan.


https://wahyuancol.wordpress.com/2008/12/10/sistem-bumi-bulan/. (diunduh
Senin,27 November 2017)

23