Anda di halaman 1dari 10

LAPORAN PRAKTIKUM

LABORATORIUM TEKNIK TENAGA LISTRIK

ELEKTRONIKA DISKRIT

IC REGULATOR

Dosen Pembimbing:

Torib Hamzah, S.Pd., M.Pd

Abdul Kholiq, SST., MT

Singgih Yudha Setiawan, SST

Disusun Oleh :

Muhammad Hasanudin

P27838017014

POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES SURABAYA

JURUSAN TEKNIK ELEKTROMEDIK

TAHUN AJARAN 2017/2018


BAB 1
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Teknologi pada masa ini mengalami kemajuan yang sangat signifikan sehingga banyak
berpengaruh pada berbagai bidang elektronika. Setiap alat elektronika memiliki fungsi dan cara kerja
yang berbeda. Setiap alat elektronika terdiri dari komponen-komponen yang melengkapi fungsi
komponen lainnya.
Salah satu komponen yang amat dibutuhkan yaitu IC regulator. Komponen ini berperan
penting dalam suatu rangkaian listrik. IC regulator adalah komponen yang berfungsi untuk mengatur
tegangan secara otomatis agar tegangan keluarnya sesuai dengan yang diinginkan tanpa dipengaruhi
oleh tegangan masuk walaupun tegangan masuk berubah-ubah. IC regulator.
IC regulator ini banyak ditemukan pada adaptor yang bertugas untuk memberikan tegangan
DC untuk laptop, telepon genggam, konsol game dan lain sebagainya.

1.2 Batasan Masalah


Mengidentifikasi pengertian, fungsi, jenis-jenis IC regulator dan merangkai rangkaian IC
regulator serta mengukur trgangan masuk dan tegangan keluar pada IC regulator

1.3 Rumusan Masalah


1. Apa yang dimaksud dengan IC regulator?
2. Apa saja fungsi dan jenis IC regulator?
3. Bagaimana cara merangkai rangkaian IC regulato?
4. Bagaimana cara mengukur tegangan input dan output pada rangkaian IC regulator?

1.4 Tujuan
1. Mampu mengetahui fungsi IC regulator dan jenis IC regulator.
2. Mampu merangkai rangkaian IC regulator.
3. Mampu mengukur tegangan input dan output pada rangkaian IC regulator.

1.5 Manfaat
1.5.1 Manfaat Teoritis
Mahasiswa dapat memahami tentang fungsi dan jenis-jenis IC regulator
1.5.2 Manfaat Praktis
Manfaat praktisnya mahasiswa dapat mengerti dan merangkai rangkaian IC regulator
sertamengukur tegangan input dan output pada IC regulator.
BAB 2
TINJAUAN PUSTAKA

2.1 IC Regulator (IC Voltage Regulator)


IC regulator adalah komponen yang berfungsi untuk mengatur tegangan secara otomatis agar
tegangan keluarnya sesuai dengan yang diinginkan tanpa dipengaruhi oleh tegangan masuk walaupun
tegangan masuk berubah-ubah. IC regulator ini banyak ditemukan pada adaptor yang bertugas untuk
memberikan tegangan DC untuk laptop, telepon genggam, konsol game dan lain sebagainya.
Pada Peralatan Elektronika yang power supply atau catu dayanya diintegrasi ke dalam unitnya
seperti TV, DVD player dan komputer desktop, rangkaian voltage regulator (pengatur tegangan) juga
merupakan suatu keharusan agar tegangan yang diberikan kepada rangkaian lainnya stabil dan bebas
dari fluktuasi.

.
Gambar 2.1 IC Regulator

2.2 Jenis-jenis IC Regulator

Terdapat beberapa cara pengelompokan Pengatur Tegangan yang berbentuk IC (Integrated


Circuit), diantaranya adalah berdasarkan jumlah terminal (3 terminal dan 5 terminal), berdasarkan
linear voltage regular dan switching voltage regulator. Sedangkan cara pengelompokan yang ketiga
adalah dengan menggolongkannya menjadi 3 jenis yakni fixed voltage regulator, adjustable voltage
regulator dan switching voltage regulator. Berikut ini adalah penjelasan singkat mengenai 3 Jenis IC
pengatur tegangan DC (DC voltage regulator).
2.2.1 IC Regulator Tetap (Fixed Voltage Regulator)
IC jenis pengatur tegangan tetap (fixed voltage regulator) ini memiliki nilai tetap yang
tidak dapat disetel (di-adjust) sesuai dengan keinginan rangkaiannya. Tegangannya telah
ditetapkan oleh produsen IC sehingga tegangan DC yang diatur juga tetap sesuai dengan
spesifikasi IC-nya. Misalnya IC voltage regulator 7805, maka output tegangan DC-nya juga
hanya 5 volt DC. Terdapat 2 jenis pengatur tegangan tetap yaitu positive voltage regulator dan
negative voltage regulator.
Jenis IC voltage regulator yang paling sering ditemukan di pasaran adalah tipe 78XX.
Tanda XX dibelakangnya adalah kode angka yang menunjukan tegangan output DC pada IC
voltage regulator tersebut. Contohnya 7805, 7809, 7812 dan lain sebagainya. IC 78XX
merupakan IC jenis positive voltage regulator.
IC yang berjenis negative voltage regulator memiliki desain, konstruksi dan cara kerja
yang sama dengan jenis positive voltage regulator, yang membedakannya hanya polaritas pada
tegangan outputnya. Contoh IC jenis negative voltage regulator diantaranya adalah 7905, 7912
atau IC voltage regulator berawalan kode 79XX.

Gambar 2.2 Fixed IC Regulator 7805 dan 7905

2.2.2 IC Regulator yang Dapat Disetel (Adjustable Voltage Regulator)


IC jenis adjustable voltage regulator adalah jenis IC pengatur tegangan DC yang
memiliki range tegangan output tertentu sehingga dapat disesuaikan kebutuhan rangkaiannya. IC
adjustable voltage regulator ini juga memiliki 2 jenis yaitu positive adjustable voltage regulator
dan negative adjustable voltage regulator. Contoh IC jenis positive adjustable voltage regulator
diantaranya adalah LM317 yang memiliki range atau rentang tegangan dari 1.2 Volt DC sampai
pada 37 Volt DC. Sedangkan contoh IC jenis negative adjustable voltage regulator adalah
LM337 yang memiliki range atau jangkauan tegangan yang sama dengan LM317. Pada dasarnya
desain, konstruksi dan cara kerja pada kedua jenis IC adjustable voltage regulator adalah sama.
Yang membedakannya adalah polaritas pada output tegangan DC-nya.

Gambar 2.3 Adjustable IC Regulator LM317 dan LM317


2.2.3 Switching Voltage Regulator
IC regulator ini memiliki desain, konstruksi dan cara kerja yang berbeda dengan IC
linear regulator (fixed voltage regulator dan adjustable voltage regulator). Switching voltage
regulator memiliki efisiensi pemakaian energi yang lebih baik jika dibandingkan dengan IC
linear regulator. Hal ini dikarenakan kemampuannya yang dapat mengalihkan penyediaan energi
listrik ke medan magnet yang memang difungsikan sebagai penyimpan energi listrik. Oleh karena
itu, untuk merangkai pengatur tegangan dengan sistem switching voltage regulator harus
ditambahkan komponen induktor yang berfungsi sebagai elemen penyimpan energi listrik.

Gambar 2.4 Switching IC Regulator


BAB 4
ANALISIS DAN KESIMPULAN

4.1 Analisis
Pada percobaan kali ini dapat diketahui bahwa kapasitor memiliki nilai kapasitansi yang
berbeda-beda tip jenisnya. Untuk mendapatkan kapasitor dengan nilai kapasitansi tertentu dengan jenis
yang berbeda harus dilakukan pengubahan satuan terlebih dahulu. Pada percobaan pengukuran waktu
pada pengisian dan pengosongan kapasitor hasil dari perhitungan dan pengukuran menggunakan
multimeter berbeda.
Hasil perhitungan mendapatkan bahwa waktu pengisian dan pengosongan sama dan lebih
cepat daripada waktu pada saat pengukuran. Hal tersebut diakibatkan karena pada saat pengukuran
menggunakan multimeter didalam power supply juga terdapat kapasitor. Sehingga kapasitor yang ada
dalam power supply terisi muatan terlebih dahulu baru keluar dan mengisi kapasitor yang ada di luar.
Sehingga pada proses pengukuran memiliki hasil waktu yang lebih lama.

4.2 Kesimpulan
Kapasitor adalah komponen pasif yang memiliki kemampuan untuk menyimpan muatan
listrik atau elektron-elektron dalam jangka waktu tak tentu dan memiliki satuan Farad (F). Pada
pengisian dan pengosongan kapasitor waktu yang dibutuhkan sangat dipengaruhi oleh resistor atau
hambatan dan juga nilai kapasitansi kapasitor. Semakin besar nilai resistor dan juga kapasitor maka
semakin lama waktu pengisian dan pengosongan kapasitor. Besar tegangan sumber juga
mempengaruhi waktu pengisian dan pengosongan kapasitor karena sesuai dengan hukum Ohm.
DAFTAR PUSTAKA

[1.] Basri, Hasan. 2014. “Pengertian dan Jenis-jenis Kapasitor”.


http://hasanbasri93.blogspot.co.id/2014/01/fungsi-jenis-jenis-dan-pengertian.html
Diakses pada: 28 September 2017
[2.] Noname. 2013. “ Prinsip Kerja Kondensator”.
http://xtop-gear.com/general/prinsip-kerja-kondensator/
Diakses pada: 28 September 2017
[3.] Noname. 2015. “Pengisian dan Pengosongan kapasitor”.
https://www.tneutron.net/elektro/pengisian-dan-pengosongan-kapasitor/
Diakses pada: 28 September 2017
LAMPIRAN

1. Foto Praktikum
2. Laporan Sementara
FOTO PRAKTIKUM

GAMBAR KETERANGAN