Anda di halaman 1dari 8

Jurnal Zarah, Vol. 4, No.

1, 2016 (Halaman 1-8)

ANALISIS MANAJEMEN LABORATORIUM KIMIA SMA


NEGERI DI KOTA TANJUNGPINANG GUNA MENINGKATKAN
KOMPETENSI GURU DAN PESERTA DIDIK

Nina Adriani

Prodi Pendidikan Kimia, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan , Universitas Maritim Raja Ali Haji,
Tanjungpinang, Kepulauan Riau, Indonesia

Telp/Hp. 0771-316497/081365698989, Email : nina.adriani@yahoo.com

ABSTRAK

Peran tenaga pendidik yang profesional sangat dibutuhkan dalam dunia pendidikan
sekarang ini, terutama sejak dimulainya Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA). Tentu saja hal
ini harus didukung dengan lengkapnya sarana dan prasarana dalam dunia pendidikan, salah
satunya adalah laboratorium. Laboratorium kimia sangat penting dalam proses belajar mengajar
di sekolah, karena ilmu kimia didasarkan pada eksperimen yang memiliki keterkaitan antara
teori dan praktek. Sudah seharusnya laboratorium kimia di setiap sekolah melaksanakan
manajemen laboratorium yang efektif dan efisien, sehingga kegiatan praktikum dapat terlaksana
dengan lancar serta dapat meningkatkan kompetensi guru dan peserta didik. Tujuan penelitian
ini adalah menganalisis manajemen laboratorium kimia SMA Negeri di kota Tanjungpinang.
Metode penelitian menggunakan metode kualitatif dan analisis deskriptif. Subjek penelitian
adalah kepala laboratorium dan guru bidang studi kimia di SMA Negeri di kota Tanjungpinang.
SMA Negeri yang diteliti ada 6 sekolah yaitu SMA Negeri 1, SMA Negeri 2, SMA Negeri 3,
SMA Negeri 4, SMA Negeri 5, dan SMA Negeri 6 Tanjungpinang. Teknik pengumpulan data
melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian dirangkum melalui 4 perangkat
manajemen laboratorium yaitu perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan dan pengawasan
yang dibuat dalam 24 kriteria. Dari 6 sekolah negeri di kota Tanjungpinang, SMA yang paling
banyak memenuhi kriteria manajemen laboratorium yaitu SMA Negeri 2 Tanjungpinang
sebanyak 18 kriteria. Sedangkan sekolah paling sedikit pelaksanaan manajemen
laboratoriumnya adalah SMA Negeri 3 Tanjungpinang yang hanya memenuhi 5 kriteria saja. Ini
menunjukkan bahwa secara umum manajemen laboratorium SMA Negeri di kota
Tanjungpinang masih belum terlaksana dengan baik karena belum memenuhi semua kriteria
yang tercakup dalam perangkat manajemen laboratorium. Berdasarkan hasil penelitian
disarankan supaya peran serta dan kerjasama antar pemerintah dengan sekolah diharapkan dapat
terlaksana dengan baik supaya tidak ada masalah mengenai pengadaan bahan dan alat. Tentunya
komitmen dari segenap SDM di sekolah juga sangat diperlukan guna mencapai pelaksanaan
manajemen laboratorium yang baik.

Kata kunci : manajemen, laboratorium kimia, kompetensi

PENDAHULUAN

Indonesia sebagai salah satu dengan tujuan membentuk ASEAN


anggota ASEAN mulai dihadapkan menjadi pasar dan basis dari produksi
pada Masyarakat Ekonomi ASEAN tunggal di kawasan Asia Tenggara[1].
(MEA) sejak akhir tahun 2015 lalu, Pembentukan pasar tunggal ini nantinya

Jurnal Zarah, e-ISSN: 2549-2217, p-ISSN: 2354-7162


Jurnal Zarah, Vol. 4, No. 1, 2016 (Halaman 1-8)

memungkinkan satu negara menjual menjelaskan fenomena-fenomena yang


barang dan jasa dengan mudah ke berkaitan dengan ilmu sains dibutuhkan
negara-negara lain di seluruh Asia fasilitas untuk menunjang
Tenggara sehingga kompetisi akan pembelajaran, seperti laboratorium[4].
semakin ketat. Masyarakat Ekonomi Dalam pendidikan sains kegiatan
Asean tidak hanya membuka arus laboratorium merupakan bagian integral
perdagangan barang atau jasa, tetapi dari kegiatan belajar mengajar[5],
juga pasar tenaga kerja professional[2] khususnya bidang kimia.

Dalam menghadapi hal ini, Ilmu kimia merupakan ilmu


maka diperlukan sumber daya manusia yang didasarkan pada eksperimen yang
yang terdidik, terampil dan siap memiliki keterkaitan antara teori dan
bersaing dengan negara lain di dalam praktek[6]. Ini menunjukkan betapa
semua bidang. Di bidang pendidikan pentingnya peranan kegiatan
khususnya, guru, dosen dan peneliti laboratorium untuk mencapai tujuan
perlu memiliki kompetensi yang pendidikan sains. Melalui kegiatan
professional dalam menerapkan ilmu laboratorium, peserta didik akan diberi
pengetahuan, teknologi, dan seni yang kesempatan untuk mendorong rasa
mampu menciptakan nilai tambah keingintahuan dan keinginan untuk
maksimal. Ini tentu akan dapat mencoba[7].
mencapai kesejahteraan masyarakat dan Prinsip ini akan menunjang
bangsa Indonesia agar berada pada kegiatan praktikum dimana peserta
posisi yang unggul. didik menemukan pengetahuan melalui
eksplorasinya terhadap alam. Selain itu,
Ilmu pengetahuan di bidang
guru kimia juga dituntut untuk
sains diperoleh melalui pembelajaran
mengetahui dasar-dasar ilmu kimia serta
dan pembuktian atau pengetahuan yang
mengetahui bagaimana manajemen di
melingkupi suatu kebenaran umum dari
dalam laboratorium. Sudah seharusnya
hukum – hukum alam yang terjadi,
laboratorium kimia di setiap sekolah
misalnya didapatkan dan dibuktikan
melaksanakan manajemen laboratorium
melalui metode ilmiah[3].
yang efektif dan efisien, sehingga
Kita ketahui terdapat banyak ilmu kegiatan praktikum dapat terlaksana
sains yang dipelajari diantaranya yaitu, dengan lancar serta dapat meningkatkan
ilmu biologi, kimia dan fisika. Untuk kompetensi guru dan peserta didik.

Jurnal Zarah, e-ISSN: 2549-2217, p-ISSN: 2354-7162


Jurnal Zarah, Vol. 4, No. 1, 2016 (Halaman 1-8)

Untuk mengetahui manajemen tahap wawancara terhadap kepala


laboratorium sekolah sudah terlaksana laboratorium dan guru bidang studi
atau belum, perlu dilakukan analisis kimia di setiap SMA Negeri di kota
terlebih dahulu. Kota tanjungpinang Tanjungpinang. Dokumentasi
terdiri dari 6 buah SMA Negeri yang diperlukan untuk menambah data-data
telah memiliki laboratorium kimia. yang diperlukan dalam penelitian ini.
Semakin bagus pelaksanaan manajemen
HASIL DAN PEMBAHASAN
laboratorium sebuah sekolah, maka
semakin meningkat pula kompetensi Manajemen laboratorium di
dari sumber daya manusia yang ada. sekolah terwujud dan terlaksana
Berdasarkan uraian di atas, dengan baik jika memenuhi kriteria
maka peneliti terdorong untuk yang terdapat dalam 4 perangkat
menganalisis tentang bagaimana manajemen laboratorium. Berdasarkan
manajemen laboratorium kimia SMA hasil penelitian yang telah dilakukan, 4
Negeri di kota Tanjungpinang. perangkat ini telah dirangkum ke dalam
tabel 1 sebanyak 24 kriteria.
METODE PENELITIAN a. Perencanaan
Metode penelitian menggunakan Berdasarkan tabel 1 perangkat
metode kualitatif dan analisis deskriptif. manajemen laboratorium, perencanaan
Subjek penelitian adalah kepala meliputi semua ketersediaan sarana dan
laboratorium dan guru bidang studi prasarana yang menyangkut
kimia di SMA Negeri di kota laboratorium, seperti alat dan bahan,
Tanjungpinang. SMA Negeri yang infrastruktur, administrasi dan
diteliti ada 6 sekolah yaitu SMA Negeri kelengkapan lainnya. Semua SMA
1, SMA Negeri 2, SMA Negeri 3, SMA Negeri di Tanjungpinang pada
Negeri 4, SMA Negeri 5, dan SMA umumnya sudah memiliki laboratorium
Negeri 6 Tanjungpinang. Teknik kimia yang digunakan dalam
pengumpulan data melalui observasi, menunjang proses belajar mengajar. Ini
wawancara dan dokumentasi. menunjukkan bahwa peran laboratorium
Observasi dilakukan khusus sangat penting bagi setiap sekolah.
terhadap 4 perangkat manajemen
Terlihat bahwa sekolah yang
laboratorium yaitu perencanaan,
paling memenuhi kriteria manajemen
pengorganisasian, pelaksanaan dan
laboratorium bagian perencanaan adalah
pengawasan. Selanjutnya dilakukan

Jurnal Zarah, e-ISSN: 2549-2217, p-ISSN: 2354-7162


Jurnal Zarah, Vol. 4, No. 1, 2016 (Halaman 1-8)

SMA Negeri 2 Tanjungpinang. Tetapi kimia, tetapi fungsinya digunakan


masih ada kekurangannya karena sistem sebagai ruang kelas. Sehingga terlihat
administrasi belum lengkap dan rata- disini fungsi laboratorium tidak berjalan
rata setiap sekolah belum memiliki dengan baik. Ketersediaan alat dan
modul praktikum yang sangat bahan, ruang penyimpanan dan
diperlukan dalam melaksanakan sebagainya juga tidak ada. Ini
praktikum. Modul praktikum ini sangat menunjukkan bahwa pihak sekolah
penting, karena dengan adanya modul, belum paham akan pentingnya
peserta didik dapat mengetahui apa saja laboratorium kimia di sekolah.
materi yang akan dipraktikumkan dan
akan lebih memahami prosedur b. Pengorganisasian
praktikum. Selain itu memudahkan Di dalam manajemen
laboran beserta guru bidang studi dalam laboratorium, perlu adanya
mempersiapkan praktikum yang akan pengorganisasian yang baik.
dilaksanakan. Keberadaan struktur organisasi sangat
penting, tetapi tidak akan berjalan
Beberapa sekolah mempunyai
sebuah organisasi jika yang berperan di
ketersediaan alat dan bahan yang
dalam struktur tersebut tidak
lengkap, suplai air, gas dan listrik yang
melaksanakan tugas sebagaimana
memadai, administrasi yang baik,
mestinya. Dalam sebuah laboratorium,
jadwal praktikum, sistem pembuangan
struktur organisasi yang perlu ada
limbah, serta alat keselamatan kerja,
adalah, kepala laboratorium, laboran
tetapi juga ada beberapa yang masih
dan teknisi.
belum memenuhi kriteria tersebut.
Hampir di setiap sekolah di
Padahal dengan lengkapnya sarana dan
Tanjungpinang, guru bidang studi
prasarana, akan meningkatkan
merangkap tugas sebagai kepala
kompetensi guru dan peserta didik,
laboratorium sekaligus laboran dan
karena teori yang diajarkan sejalan
teknisi. Hal ini tentu akan menyebabkan
dengan pembuktian melalui praktikum
kurang terlaksananya manajemen
yang dilakukan.
laboratorium. Seperti SMA Negeri 3
Sekolah yang sangat kurang
yang memiliki struktur organisasi yang
memenuhi kriteria perencanaan ini
lengkap, tetapi tugas dan perannya tidak
adalah SMA Negeri 3 Tanjungpinang,
dijalankan, sehingga laboratorium yang
dimana ia mempunyai laboratorium
ada tidak berfungsi dengan baik.

Jurnal Zarah, e-ISSN: 2549-2217, p-ISSN: 2354-7162


Jurnal Zarah, Vol. 4, No. 1, 2016 (Halaman 1-8)

Selain itu perlu adanya seminar pengawasan penuh dari guru bidang
ataupun pelatihan bagi kepala ataupun studi. Hal ini mendorong minat dan
laboran laboratorium. Setidaknya untuk semangat peserta didik dan juga
guru bidang studi kimia dalam meningkatkan kompetensi dalam
meningkatkan kompetensinya dalam praktikum.
melaksanakan praktikum. Tetapi tidak
d. Pengawasan
ada sekolah yang mengadakan pelatihan
Pelaksanaan pengawasan secara
ini, sehingga ini juga akan
umum di SMA Negeri Tanjungpinang
mempengaruhi kompetensi guru pada
belum terlaksana dengan baik. Seperti
umumnya dan peserta didik khususnya.
pengawasan ketersediaan alat dan
bahan, serta administrasi laboratorium
c. Pelaksanaan
masih belum maksimal. Ini disebabkan
Manajemen yang baik harus
karena guru bidang studi pada
ditunjang dengan pelaksanaan yang
umumnya merangkap sebagai kepala
baik pula. Sistem administrasi
laboratorium, laboran maupun teknisi.
laboratorium memegang peranan
Penggunaan alat dan bahan
penting dalam manajemen, seperti
kimia secara umum di setiap sekolah di
pengelolaan kartu stok alat dan bahan
Tajungpinang selalu diawasi
kimia, kartu peminjaman, kartu
penggunaannya oleh laboran dan guru
pengadaan alat dan bahan kimia, dan
bidang studi kimia baik sebelum dan
kartu reparasi. SMA Negeri 5 dan SMA
setelah praktikum.
Negeri 6 Tanjungpinang sudah
memiliki sistem administrasi yang baik KESIMPULAN DAN SARAN
dibanding SMA yang lain di kota
Dari 6 sekolah negeri di kota
Tanjungpinang.
Tanjungpinang, SMA yang paling
Dari segi penyimpanan bahan
banyak memenuhi kriteria manajemen
kimia, masih ada sekolah yang belum
laboratorium yaitu SMA Negeri 2
memisahkan bahan kimia sesuai
Tanjungpinang sebanyak 18 kriteria.
jenisnya, seperti bahan kimia yang cair
Sedangkan sekolah yang paling sedikit
dan padat masih bercampur.
pelaksanaan manajemen
Pelaksanaan praktikum di sekolah
laboratoriumnya adalah SMA Negeri 3
secara umum sudah baik, karena
Tanjungpinang yang hanya memenuhi 5
pelaksanaannya dalam bentuk
kriteria saja. Ini menunjukkan bahwa
kelompok dan mendapatkan

Jurnal Zarah, e-ISSN: 2549-2217, p-ISSN: 2354-7162


Jurnal Zarah, Vol. 4, No. 1, 2016 (Halaman 1-8)

secara umum manajemen laboratorium SMA DAFTAR RUJUKAN


Negeri di kota Tanjungpinang masih belum
[1] Arifin, S. 2008, Masyarakat Ekonomi
terlaksana dengan baik karena belum
ASEAN 2015:Memperkuat Sinergi
memenuhi semua kriteria yang tercakup
ASEAN Ditengah Kompetisi Global, PT
dalam perangkat manajemen laboratorium.
Elex Media Komputindo, Jakarta.
Berdasarkan hasil penelitian [2] Darwis, Y. 2014, Masyarakat Ekonomi
disarankan supaya peran serta dan kerjasama Asean 2015 : Prospek Pengusaha Muda
antar pemerintah dengan sekolah diharapkan Indonesia Berjaya Di Pasar ASEAN,
dapat terlaksana dengan baik supaya tidak Kakilangit Kencana, Jakarta.
ada masalah mengenai pengadaan bahan dan [3] Decaprio, R. 2013, Tips Mengelola
alat yang diperlukan untuk laboratorium. Laboratorium Sekolah, DIVA Press,
Tentunya komitmen dari segenap SDM di Yogyakarta.
sekolah juga sangat diperlukan guna [4] Kistinnah,dkk. 2011, Pengelolaan
mencapai pelaksanaan manajemen Laboratorium untuk SMA/MA, Bina
laboratorium yang baik. Ilmu, Surabaya.
[5] Sari, N. 2014, “ Analisis Manajemen
UCAPAN TERIMA KASIH
aLaboratorium Biologi Beberapa SMA
Ucapan terima kasih penulis ucapkan Swasta di Kota Jambi”, Skripsi, FKIP
kepada semua pihak yang telah membantu Universitas Jambi.
dan berkontribusi dalam penelitian ini.
[6] Sitorus, M. & Sutiani, A. 2013,
Terutama kepada pihak universitas yang
.Laboratorium Kimia (Pengelolaan dan
telah membantu membuatkan surat
Manajemen),: Graha Ilmu, Yogyakarta.
penugasan ke sekolah untuk melakukan
penelitian ini serta juga kepada bapak dan [7] Yunita, 2013, Panduan Pengelolaan
ibu guru selaku kepala laboratorium dan guru Laboratorium Kimia, C.V.Insan
bidang studi kimia yang telah memberikan Mandiri, Bandung
ilmu, masukan dan sarannya tentang
penelitian manajemen laboratorium SMA
Negeri di kota Tanjungpinang.

Jurnal Zarah, e-ISSN: 2549-2217, p-ISSN: 2354-7162


Jurnal Zarah, Vol. 4, No. 1, 2016 (Halaman 1-8)

LAMPIRAN

Tabel 1. Perangkat manajemen laboratorium SMA Negeri di kota Tanjungpinang

No Kriteria Sekolah
SMA SMA SMA SMA SMA SMA
Negeri Negeri Negeri Negeri Negeri Negeri
1 2 3 4 5 6
Perencanaan
1 Adanya ruang √ √ √ √ √ √
laboratorium kimia
2 Bangunan laboratorium √ √ - √ √ √
terpisah dengan kelas
3 Adanya persediaan - √ - √ - √
bahan kimia yang cukup
4 Adanya alat praktikum - √ - √ - √
kimia yang cukup
5 Adanya suplai air, - √ - - √ -
listrik dan gas yang
memadai
6 Adanya ruang persiapan √ √ - √ √ -
dan penyimpanan
7 Administrasi √ - - - √ √
laboratorium yang
lengkap
8 Adanya jadwal √ √ - √ - -
penggunaan
laboratorium
9 Adanya pengusulan alat - √ - - - √
dan bahan kimia secara
berkala
10 Adanya alat √ √ √ √ √ -
keselamatan kerja
11 Adanya tata tertib √ √ √ √ √ -
laboratorium
12 Adanya tempat/saluran √ √ - - √ -
pembuangan limbah
laboratorium
13 Adanya modul - - - - - -
praktikum
Pengorganisasian
14 Adanya struktur √ √ √ √ √ -
organisasi laboratorium
yang lengkap

Jurnal Zarah, e-ISSN: 2549-2217, p-ISSN: 2354-7162


Jurnal Zarah, Vol. 4, No. 1, 2016 (Halaman 1-8)

15 Adanya - - - - - -
pelatihan/seminar untuk
laboran
16 Adanya pembagian - - - - - -
tugas yang baik
Pelaksanaan
17 Sistem administrasi - - - - √ √
terlaksana dengan baik
18 Penyimpanan alat dan √ √ - - √ -
bahan kimia sesuai
jenisnya
19 Pelaksanaan praktikum √ √ - √ √ √
mengikuti jadwal yang
telah ditetapkan
20 Siswa bekerja dalam √ √ √ √ √ √
kelompok dengan
pengarahan dari guru
Pengawasan
21 Kepala laboratorium - √ - - - √
mengawas ketersediaan
alat dan bahan kimia
secara rutin
22 Kepala laboratorium - - - - √ √
mengawas jalannya
administrasi dengan
baik
23 Guru mengawasi siswa √ √ - √ √ √
selama pelaksanaan
laboratorium
24 Laboran dan guru √ √ - √ √ √
memantau penggunaan
alat dan bahan setiap
mulai dan selesai
praktikum

Jurnal Zarah, e-ISSN: 2549-2217, p-ISSN: 2354-7162