0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
481 tayangan9 halaman

Asuhan Keperawatan ISPA pada Anak

Analisis data mengenai asuhan keperawatan keluarga Tn. S khususnya anaknya An. Lp yang menderita ISPA. Diagnosa keperawatan meliputi (1) bersihan jalan nafas tidak efektif, (2) resiko penularan ISPA tinggi, dan (3) nutrisi kurang. Rencana tindakan mencakup edukasi tentang ISPA, perawatan di rumah, dan pemberian gizi seimbang.

Diunggah oleh

Neng Platinawati
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
481 tayangan9 halaman

Asuhan Keperawatan ISPA pada Anak

Analisis data mengenai asuhan keperawatan keluarga Tn. S khususnya anaknya An. Lp yang menderita ISPA. Diagnosa keperawatan meliputi (1) bersihan jalan nafas tidak efektif, (2) resiko penularan ISPA tinggi, dan (3) nutrisi kurang. Rencana tindakan mencakup edukasi tentang ISPA, perawatan di rumah, dan pemberian gizi seimbang.

Diunggah oleh

Neng Platinawati
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA TN. S KHUSUSNYA AN.

Lp
DENGAN ISPA DI RT 04 RW 02 DESA CIJUJUNG KECAMATAN
SUKARAJA KABUPATEN BOGOR
ANALISA DATA
NO DATA FOKUS DIAGNOSA
1 DS:
 Ny. V mengatakan bahwa anaknya (An. Bersihan jalan nafas tidak efektif
Lp) batuk pilek selama 2 hari dan sudah berhubungan dengan ketidakmampuan
dibawa ke dokter dan belum sembuh serta keluarga Tn. S merawat anak dengan
sering kambuh. ISPA
DO:
 An. Lp tampak batuk
 Hidung An. Lp keluar sekret dari hidung
 Imunisasi An. Lp lengkap kecuali campak
 An. Lp batuk grok-grok
 RR An. Lp = 32 x/mnt
2 DS:
 Ny. V mengatakan bahwa Ny. V tidak Resiko tinggi pada penularan penyakit
mengetahui tentang penyebab, cara ISPA berhubungan dengan
penularan, pencegahan penularan dan ketidakmampuan keluarga menata
perawatan batuk pilek (ISPA). lingkungan dengan masalah ISPA.
 Ny. V mengatakan selama An. Lp batuk
pilek hanya diberi obat dari dokter dan
tidak mengetahui cara perawatan dirumah.
 Ny. V mengatakan masih menggunakan
obat nyamuk bakar ketika An. Lp batuk
pilek.
 Ny. V mengatakan An. Lp tidurnya
dengan Tn. S dan Ny. V.
 Ny. V mengatakan tidak tahu bagaimana
cara memodifikasi lingkungan yang sehat
agar tidak terjadi penularan ISPA.

DO:
 Ventilasi rumah cukup tetapi tidak dibuka
setiap hari.
 Saat dilakukan pengkajian Ny. V tahu
kalau penyakit batuk pilek itu menular
tetapi Ny. V tidak mengetahui cara
penularannya.
 Ny. V sering mengelap hidung An. Lp
dengan bajunya.
 Saat dilakukan kunjungan keluarga pada
siang hari, An. Lp tidur ditemani Ny. V
kondisi kamar pengap.
 Tempat pertukaran udara dan
pencahayaan kurang, lantai rumah terbuat
dari ubin.
3 DS :
 Keluarga mengatakan An. Lp sulit makan Nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh
dan lebih sering mengkonsumsi jajan chiki berhubungan dengan ketidakmampuan
dan minum es dengan pemanis buatan. keluarga merawat balita/bayi dengan gizi
 Ny. V mengatakan tidak tahu tentang gizi yang kurang
yang baik bagi An. Lp
 Ny. V mengatakan bahwa An.Lp tidak
terlalu menyukai dengan sayuran dan
buah”an.

DO :
 An. Lp tampak kurus dan mengalami
penurunan berat badan 2 Kg.

Diagnosa Keperawatan
Hasil dari analisa data diatas dapat muncul diagnosa sebagai berikut:
1. Bersihan jalan nafas tidak efektif berhubungan dengan ketidakmampuan keluarga Tn. S
merawat anak dengan ISPA.
2. Resiko tinggi pada penularan penyakit ISPA berhubungan dengan ketidakmampuan keluarga
menata lingkungan dengan masalah ISPA.
3. Nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan ketidakmampuan keluarga merawat
balita/bayi dengan gizi yang kurang.

Scoring
(Penentu Prioritas Masalah)
KRITERIA BOBOT SCORE
Sifat masalah Aktual = 3
1 Resiko = 2
Potensial = 1
Kemungkinan masalah untuk Mudah =2
dipecahkan 2 Sebagian = 1
Tidak dapat = 0
Potensial masalah untuk Tinggi = 3
dicegah 1 Cukup = 2
Rendah = 1
Menonjolkan masalah Segera diatasi = 2
1 Tidak segera diatasi = 1
Masalah tidak diatasi = 0
Penilaian:
1. Bersihan jalan nafas tidak efektif berhubungan dengan ketidakmampuan keluarga Tn. S
merawat anak dengan ISPA.
No Kriteria Perhitungan Nilai
1 Sifat masalah 3/3x1 1
 Aktual
2 Kemungkinan masalah untuk 1/2x2 1
dipecahkan
 Sebagian
3 Potensial masalah untuk dicegah 3/3x1 1
 Tinggi
4 Menonjolkan masalah 2/2x1 1
 Segera diatasi
Total 4

2. Resiko tinggi pada penularan penyakit ISPA berhubungan dengan ketidakmampuan keluarga
menata lingkungan dengan masalah ISPA.
No Kriteria Perhitungan Nilai
1 Sifat masalah 2/3x1 2/3
 Resiko
2 Kemungkinan masalah untuk 2/2x2 1
dipecahkan
 Mudah
3 Potensial masalah untuk dicegah 3/3x1 1
 Potensial
4 Menonjolkan masalah 1/2x1 ½
 Tidak segera diatasi
Total 2 4/6

3. Nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan ketidakmampuan keluarga merawat
balita/bayi dengan gizi yang kurang.
No Kriteria Perhitungan Nilai
1 Sifat masalah 1/3x1 1/3
 Potensial
2 Kemungkinan masalah untuk 2/2x2 1
dipecahkan
 Mudah
3 Potensial masalah untuk dicegah 3/3x1 1
 Rendah
4 Menonjolkan masalah 0/2x1 0
 Masalah tidak diatasi
Total 2 1/3
RENCANA ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA
NO Diagnosa Tujuan Evaluasi Rencana Tindakan
Keperawatan Umum Khusus Kriteria Standar
1 Bersihan jalan Setelah Keluarga Verbal Keluarga 1. Kaji pengetahuan
nafas tidak dilakukan dapat dapat keluarga tentang
efektif tindakan mengenal menjelaskan ISPA
berhubungan keperawatan masalah pengertian 2. Jelaskan pada
dengan bersihan ISPA. ISPA, dapat keluarga tentang
ketidakmampuan jalan nafas menyebutkan pengertian,
keluarga Tn.S dapat tanda dan tanda/gejala tindakan
merawat anak teratasi. gejala ISPA, yang dilakukan bila
dengan ISPA dapat salah satu anggota
menjelaskan keluarga menderita
perawatan ISPA.
keluarga 3. Berikan kesempatan
yang pada keluarga untuk
menderita bertanya.
ISPA. 4. Berikan
reinforcement positif
atas usaha keluarga.
5. Bimbing keluarga
untuk mengulang
kembali apa yang
dijelaskan oleh
perawat
6. Beri pujian atas
jawaban yang
disampaikan oleh
keluarga.
Keluarga Verbal Keputusan Beri penjelasan tentang
mampu keluarg untuk penyakit ISPA dan
mengambl memeriksaka komplikasinya.
keputusan n kembali
yang tepat.
Keluarga Psikomo Keluarga Tn. 1. Diskusikan dengan
mampu tor S dapat keluarga tentang
melakukan melakukan pengertian ISPA
perawatan perawatan menggunakan lembar
kesehatan kesehatan. balik/leaflet. Ajarkan
kepada keluarga
untuk latihan nafas
dalam dan batuk
efektif secara mandiri.
2. Beri kesempatan
kepada keluarga
untuk
mempraktekkan cara
nafas dalam dan batuk
efektif serta cara
membuat obat herbal
secara tradisional.
3. Beri pujian positif
atas partisipasi
keluarga.
Keluarga Verbal Keluarga 1. Kaji kebiasaan
mampu dapat keluarga Tn. S
memodifik menerapkan 2. Motivasi keluarga
asi pola hidup dalam berperilaku
lingkungan sehat hidup sehat.
. 3. Motivasi keluarga
dalam menata
lingkungn rumah
4. Berikan penyuluhan
tentang bahaya
lingkungan yang tidak
sehat
Tn. S Psikomo Keluarga Tn. 1. Menganjurkan
bersama tor S keluarga untuk
anggota memeriksaka memerikskan anggota
keluarga n anggota keluarga yang sakit.
mampu keluarga 2. Jelaskan jenis
memanfaat yang sakit ke pelyanan kesehatan
kan pelayanan yang bisa digunakan.
pelayanan kesehatan 3. Beri kesempatan
kesehatan Puskesmas. keluarga untuk
yang ada. bertanya.
2 Resiko tinggi Setelah Keluarga Verbal Keluarga 1. Kaji pengetahuan
pada penularan dilakukan dapat dapat keluarga tentang cara-
penyakit ISPA kunjungan menyebutk menyebutkan cara penularan ISPA
berhubungan keluarga an cara cara 2. Beri penjelasan
dengan diharapkan penularan penularan kepada keluarga
ketidakmampuan keluarga penyakit dan keluarga tentang cara-cara
keluarga menata mampu ISPA dapat penularan ISPA
lingkungan mengenal mengetahui 3. Beri reinforcement
dengan masalah cara cara positif atas usaha
ISPA penularan pencegahan keluarga.
penyakit terjadinya
ISPA ISPA
3 Nutrisi kurang Setelah Keluarga Verbal Keluarga 1. Kaji pengetahuan
dari kebutuhan dilakukan dapat mampu keluarga tentang
tubuh kunjungan mengetahui mengenal pentingnya gizi pada
berhubungan keluarga makanan maslah gizi anak
dengan diharapkan yang nutrisi yang 2. Berikan penyuluhan
ketidakmampuan keluarga bergizi baik baik bagi kepada keluarga
keluarga mampu bagi sang anaknya,ma tentang pengertian
merawat mengenal anak mpu gizi,tanda kurng gizi
balita/bayi gizi yang mengambil dan pentingnya gizi
dengan gizi yang baik keputusan pada anak
kurang cara 3. Beri kesempatan
mengatai gizi keluarga untuk
pada anaknya bertanya
dan keluarga 4. Beri reinforcement
dapat positif atas usaha
menyebutkan keluarga yang telah
cara dilakukan
mengatasi
gizi yang
baik bagi
anaknya.
IMPLEMENTASI ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA

Diagnosa Keperawatan Tanggal dan Waktu Implementasi Evaluasi


Bersihan jalan nafas 30 April 2019 1. Pengkajian S:
tidak efektif Pukul 15.00 WIB pengetahuan  Keluarga
berhubungan dengan keluarga tentang mengatakan telah
ketidakmampuan ISPA mengerti mengenai
keluarga Tn.S merawat 2. Beri penjelasan ISPA dan cara
anak dengan ISPA. tentang penyakit perawatannya.
ISPA dan  Keluarga
komplikasinya. mengatakan paham
3. Pemeriksaan fisik untuk melakukan
pada An. Lp latihan nafas dalam
4. Ajarkan kepada dan batuk secara
keluarga untuk efektif.
latihan nafas dalam O:
dan batuk efektif  Keluarga dapat
secara mandiri. mempraktekkan cara
5. Beri kesempatan nafas dalam dan
kepada keluarga batuk secara efektif
untuk serta cara membuat
mempraktekkan obat herbal secara
cara nafas dalam tradisional.
dan batuk efektif A:
serta cara membuat Tujuan khusus tercapai
obat herbal secara seluruhnya
tradisional. P:
Pantau bersihan jalan
nafas anak dan lakukan
pemerikasaan di
puskesmas terdekat.
30 April 2019 1. Pengkajian terhadap
Pukul 15.00WIB kebiasaan keluarga
Tn. S S:
2. Beri penyuluhan  Keluarga
tentang hidup sehat mengatakan sudah
dan berprilaku sehat mulai menata dan
3. Ajarkan cara hidup memodifikasi
sehat dan lingkungan rumah
berperilaku sehat dan sekitarnya.
dalam lingkungan keluarga mengatakan
keluarga mulai merubah
4. Berikan kesempatan perilaku pola gaya
keluarga untuk hidup sehat.
memodifikasikan O:
lingkungan rumah Keluarga dapat
5. Menganjurkan melakukan penataan
keluarga untuk rumah secara mandiri.
memerikskan
anggota keluarga A:
yang sakit. Tujuan khusus tercapai
seluruhnya
P:
 Pertahankan kondisi
lingkungan sekitar
dan berperilaku pola
gaya hidup sehat.
 Menganjurkan
keluarga untuk
memeriksakan
kesehatan keluarga
setiap bulan ke
puskesmas terdekat

Resiko tinggi pada 29 April 2019 1. Kaji pengetahuan S:


penularan penyakit Pukul 16.00 WIB keluarga tentang Keluarga mengatakan
ISPA berhubungan cara-cara penularan mengerti tentang
dengan ISPA penularan ISPA.
ketidakmampuan 2. Beri penjelasan O:
keluarga menata kepada keluarga Keluarga mampu
lingkungan dengan tentang cara-cara menyebutkan cara-cara
masalah ISPA. penularan ISPA penularan ISPA
3. Beri reinforcement A:
positif atas usaha Tujuan khusus tercapai
keluarga. seluruhnya
P:
Pantau lingkungan
rumah keluarga.
Nutrisi kurang dari 29 April 2019 1. Kaji pengetahuan S:
kebutuhan tubuh Pukul 17.00 WIB keluarga tentang Keluarga mengatakan
berhubungan dengan pentingnya gizi mengerti pengetahuan
ketidakmampuan pada anak tentang gizi, tanda
keluarga merawat 2. Berikan penyuluhan kurang gizi dan
balita/bayi dengan gizi kepada keluarga pentinnya gizi pada
yang kurang. tentang pengertian anak.
gizi, tanda kurng O:
gizi dan pentingnya Keluarga mampu
gizi pada anak menjadwalkan pola
makan sehari-hari pada
3. Beri kesempatan anak dengan gizi yang
keluarga untuk baik
bertanya A:
4. Beri reinforcement Tujuan khusus tercapai
positif atas usaha seluruhnya
keluarga yang telah
dilakukan P:
Pantau nutrisi gizi pada
An. Lp dan
pertahankan gizi yang
seimbang pada An. Lp

Anda mungkin juga menyukai